Beranda blog Halaman 1783

SPS Aceh Gelar Rapat Persiapan Pelantikan Serentak Se Indonesia

0
Ketua SPS Aceh terpilih, Mukhtarruddin Usman, SE didampingi Sekretarisnya Dedy Rahman dan Penasehat SPS Aceh, Imran Joni memimpin rapat persiapan jelang Pelantikan pengurus provinsi serentak se-Indonesia di Yogyakarta, di Kantor Media Aceh, di Banda Aceh, Selasa (8/3/2022). Foto: Ist.

Nukilan.id – Menjelang pelantikan pengurus provinsi serentak se-Indonesia di Yogyakarta, pada 29 Maret 2022 mendatang, Pengurus Serikat Perusahaan Pers (SPS) Aceh menggelar rapat persiapan yang berlangsung di Kantor Media Aceh, Kota Banda Aceh, Selasa (8/3/2022).

Rapat tersebut dipimpin langsung Ketua SPS Aceh terpilih, Mukhtarruddin Usman, SE didampingi Sekretaris SPS Aceh, Dedy Rahman dan Penasehat SPS Aceh, Imran Joni.

Dalam keterangannya, Mukhtaruddin mengatakan, rapat ini bertujuan untuk membahas beberapa hal yang berkaitan dengan kebutuhan persiapan pelantikan pengurus SPS Aceh periode 2022-2026 yang akan berlangsung di Yogyakarta pada akhir Maret mendatang.

“Rapat hari ini kita fokus membahas persiapan pelantikan pengurus di Yogyakarta,” kata Mukhtar kepada Nukilan, Rabu (9/3/2022).

Kata dia, ada beberapa hal yang menjadi point penting dalam rapat itu, termasuk rencana audiensi dengan sejumlah pihak di Provinsi Aceh yang harus segera dilakukan pasca tuntasnya Musyawarah Cabang (Muscab) ke II SPS Aceh untuk pemilihan Ketua serta penyusunan pengurus baru periode 2022-2026.

“Sejalan dengan telah tuntasnya kegiatan Muscab, pemilihan Ketua dan penyusunan pengurus SPS Aceh yang kita laksanakan dalam kurun waktu dua pekan terkahir, maka hasilnya ini perlu kita sampaikan kepada sejumlah pihak di Provinsi Aceh sekaligus melakukan audiensi awal, sehingga keberadaan SPS di Aceh dapat turut ikut serta dalam pembangunan Aceh kedepan,” harap Mukhtar.

Diakhir rapat tersebut, Mukhtar berpesan kepada seluruh pengurus yang telah ditempatkan dalam struktur Pengurus SPS Aceh periode 2022-2026 agar dapat bekerja sesuai dengan tupoksi masing-masing dan juga saling bahu membahu dalam mengembangkan organisasi perkumpulan pelaku usaha media massa itu.

Demikian juga dengan semua elemen di Aceh, Mukhtar berharap dukungan penuh guna mewujudkan perusahaan pers yang sehat dan optimalisasi profesionalisme pekerja pers di Aceh di masa mendatang.

“Dukungan dari semua stakeholder sangat kita butuhkan, supaya dapat menjalankan usaha pers yang baik dan berkembang yang akhirnya akan melahirkan profesionalisme pekerja media di Aceh,” ungkapnya.

Terakhir, Mukhtar juga berpesan agar SPS khususnya Cabang Provinsi Aceh dapat menjadi wadah bersama bagi perusahaan pers di Aceh.

“Ini rumah tempat bernaung para insan pers, bila rumahnya sehat dan bersih sudah pasti penghuninya juga akan nyaman dan tentram serta lebih fokus dalam menjalankan tugas selaku pekerja pers,” pungkasnya. []

Kisah Tangguh Perempuan Tunanetra Penjaga Owa Jawa

0
Tini saat memberi makan owa jawa | Tommy Ardiansyah/Reuters

Nukilan.id – Owa Jawa (Hylobates moloch) merupakan salah satu jenis hewan primata yang terancam punah. Sebagai hewan endemik yang wilayah penyebarannya secara khusus hanya ada di Pulau Jawa khususnya bagian barat, hewan ini merupakan salah satu spesies paling langka sebagai satu-satunya jenis primata yang tidak memiliki ekor dari keluarga owa.

Klasifikasi terakhir IUCN pada tahun 2015 mencatat, jika hewan ini berada di status endangered atau terancam. Selain faktor perburuan dan eksploitasi berlebih yang menjadikan owa jawa sebagai salah satu objek perdagangan hewan, sebenarnya ada penyebab lain yang membuat populasi owa jawa semakin langka, yakni karena kesetiaan.

Secara umum owa jawa sebenarnya memang hanya memiliki populasi antara seribu hingga dua ribu ekor saja. Lain itu, owa jawa diketahui merupakan satwa yang selektif dalam memilih pasangan hidup dan termasuk satwa monogamik, di mana mereka hanya setia dengan satu pasangan untuk seumur hidupnya.

Apabila pasangannya mati, maka owa yang ditinggal mati tidak akan mencari pasangan lain dan akan hidup menyendiri sampai akhir hayatnya. Karakter itu lah yang membuat populasi owa jawa tumbuh secara terbatas.

Namun bukan sekadar ingin menyorot mengenai status kelangkaan owa jawa, kali ini hal yang tak kalah menyita perhatian adalah upaya pelestarian spesies hewan tersebut oleh salah seorang perempuan di Kampung Cimaranginan, Desa/Kecamatan Lengkong, Kabupaten Sukabumi, bernama Tini Kasmawati.

Menjamin hidup owa jawa di tengah keterbatasan

Bukan sosok baru yang dikenal oleh kalangan pelestari hewan, perempuan berusia 50 tahun yang akrab disapa Teh Tini ini diketahui sudah menghabiskan lebih dari 8 tahun hidup, untuk menjamin kehidupan owa jawa di habitat hutan dekat dengan lingkungan tempat tinggalnya.

Upaya menjaga kelestarian yang dilakukan mungkin terdengar sederhana, namun kondisi yang dimiliki Tini nyatanya membuat hal tersebut tampak lebih istimewa. Bukan berasal dari kalangan orang berada, Tini sendiri diketahui mengalami kondisi tuna netra, dengan sebelah mata yang masih bisa melihat dengan samar dan tidak terlalu jelas. Tini sendiri diketahui hidup dari usaha berjualan kopi di lingkungan dekat kantor Perum Perhutani di kota tempat tinggalnya.

Upaya menjamin kelangsungan hidup owa jawa yang dilakukan Tini berlangsung dengan dirinya yang memberi makan secara rutin terhadap kelompok hewan tersebut setiap harinya, sejak bulan Juni tahun 2014 silam.

“saya datang jam dua siang untuk makan siang mereka dan persediaan makan sore” jelas Tini, dalam video yang dimuat Sukabumi Update.

Tini juga mengungkap jika ia biasa menyiapkan makan pagi untuk para owa setelah waktu subuh, sementara itu warung kopi yang ia kelola biasa dititipkan kepada kerabat jika ingin memberi makan para owa, atau jika sama sekali sedang tidak ada yang bisa dimintai menjaga warung, dia akan menutup warung tersebut.

Padahal, menurut penuturannya penghasilan Tini dari berjualan kopi sendiri tidak seberapa, bahkan bisa dibilang lebih sering tidak sampai Rp50 ribu per harinya.

“Lebih sering di bawah Rp50 ribu dibanding di atasnya, (tapi) saya mencoba berbagi dengan mereka (owa jawa). Kalau untuk saya sendiri bisa makan apapun yang sekiranya bisa saya konsumsi, sementara mereka kalau enggak ada buah-buahan enggak bisa makan” jelasnya.

Karena itu, dari uang penjualan kopi Tini diketahui biasa membeli beberapa sisir pisang untuk sekelompok owa jawa yang ia rawat.

Malu dengan pendatang dari Belanda

Mengapa para owa yang hidup di alam bebas harus mendapatkan bantuan makanan dari Tini?

Rupanya hal tersebut didasari kondisi lingkungan di sekitar hutan itu sendiri karena persediaan buah yang terbatas, apalagi menurut penuturan Tini awalnya banyak owa yang masuk dan mengetuk-ngetuk atap pemukiman warga untuk mencari makan.

Dan lagi, sempat ada kejadian owa yang mati akibat tersengat sambungan listrik PLN yang tidak dilengkapi dengan lapisan pelindung.

Sementara itu hal lain yang membuat Tini hingga kini bertanggung jawab untuk menjamin kehidupan para owa adalah karena merasa malu setelah menerima kunjungan beberapa orang dari Belanda pada tahun 2014 silam.

Kala itu, ada sekelompok siswa dari Belanda yang melakukan perjalanan ke wilayahnya untuk mempelajari owa dan rela mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk melakukan penelitian, sementara Tini merasa malu dengan ketidaktahuannya akan satwa tersebut sebagai masyarakat setempat.

“Mereka yang datang jauh dari sana dengan biaya sampai ratusan juta begitu peduli, kenapa saya yang notabene lahir dan besar di sini tidak, padahal otomatis owa jawa yang ada di sini milik kita, milik orang Lengkong khususnya orang Indonesia” terang Tini.

Owa jawa yang dianggap keluarga

Dengan kondisi penglihatan yang terbatas namun tetap bisa melihat dengan samar-samar, Tini mengaku masih bisa mengenali dengan baik setiap anggota dari kelompok owa jawa yang selama ini dia rawat, bahkan dari bentuk tubuh hingga karakternya ketika diberi makan. Lebih dari itu, Tini juga diketahui memberi nama atau julukan sendiri bagi keluarga owa tersebut.

“Yang ukuran sedang itu Tina jelas, yang paling kecil itu pasti Naruto. Kalau yang agresif mengambil makanan dari tangan saya lalu lari itu Abah, dan Ema biasanya cenderung lebih diam di atas pohon jika ada orang asing di sekitar dia” ungkap Tini panjang lebar.

Tini juga mengungkap mengenai satu ekor owa yang sebelumnya diketahui mati akibat tersengat kabel listrik saat mencari makan. Karena itu, dia berharap kedepannya PLN mau membungkus kabel-kabel tegangan tinggi agar kecelakaan serupa tidak kembali terulang.

Bicara lebih lanjut mengenai kelangsungan para owa jawa tersebut, Tini juga sempat berharap agar ada orang dermawan yang ingin memberikan bantuan kepada dirinya untuk membeli lahan di sekitar wilayah tersebut untuk ia jadikan lahan konservasi.

“Jadi di kemudian hari saat mungkin saya sudah enggak ada dan enggak ada orang lain yang berniat peduli terjun seperti saya, mereka (owa) enggak lagi kelaparan sampai mengetuk rumah penduduk atau sampai mati tersengat aliran listrik kerena mencoba mencari makan di luar sana” harap Tini, pada tahun 2019 lalu. [GNFI]

Jelang MotoGP Mandalika, 20 Pebalap Parade Bareng Jokowi

0
Pembalap MotoGP 2022. © Dorna Sports/MotoGP

Nukilan.id – Dorna Sports selaku pemegang hak komersial MotoGP mengumumkan bahwa 20 pembalap akan ikut menjalani parade di Jakarta pada 16 Maret 2022 sebelum Pertamina Grand Prix of Indonesia digelar di Sirkuit Mandalika, Lombok, 18-20 Maret 2022. Hal ini mereka umumkan via MotoGP.com, Selasa (8/3/2022).

Seperti yang diketahui, MotoGP akan kembali ke Indonesia usai 25 tahun penantian. Kejuaraan balap motor terakbar di dunia ini terakhir kali digelar di Tanah Air pada 1997, tepatnya di Sirkuit Sentul, Bogor. Kini, sebagai negara dengan jumlah fans balap yang masif, Indonesia dapat kehormatan untuk kembali menjamu mereka.

Mandalika sendiri sudah menyambut kedatangan para tim dan pembalap kelas MotoGP dalam tes pramusim pada 11-13 Februari lalu. Saat ini lintasannya pun sedang diaspal ulang dari Tikungan 17 ke Tikungan 5 demi menyajikan kualitas aspal yang baik dalam pekan balap nanti.

Dimulai dari Istana Merdeka, Parade Bareng Jokowi

Berikut nama-nama para pembalap Grand Prix yang akan mengikuti parade tersebut. Sayangnya, Fabio Quartararo, Franco Morbidelli (Monster Energy Yamaha), Brad Binder, Aleix Espargaro, Maverick Vinales (Aprilia Racing, Miguel Oliveira (Red Bull KTM Factory Racing), Remy Gardner, dan Raul Fernandez (Tech 3 KTM Factory Racing) tak ada dalam daftar.

Para Pembalap Peserta Parade di Jakarta

  • Marc Marquez (Repsol Honda)
  • Pol Espargaro (Repsol Honda)
  • Joan Mir (Suzuki Ecstar)
  • Alex Rins (Suzuki Ecstar)
  • Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo Team)
  • Jack Miller (Ducati Lenovo Team)
  • Enea Bastianini (Gresini Racing)
  • Fabio Di Giannantonio (Gresini Racing)
  • Johann Zarco (Pramac Racing)
  • Jorge Martin (Pramac Racing)
  • Alex Marquez (LCR Honda Castrol)
  • Takaaki Nakagami (LCR Honda Idemitsu)
  • Andrea Dovizioso (WithU Yamaha RNF)
  • Darryn Binder (WithU Yamaha RNF)
  • Luca Marini (Mooney VR46 Racing Team)
  • Marco Bezzecchi (Mooney VR46 Racing Team)
  • Bo Bendsneyder (Pertamina Mandalika SAG Team)
  • Gabriel Rodrigo (Pertamina Mandalika SAG Team)
  • Mario Aji (Honda Team Asia)
  • Veda Ega Pratama (Idemitsu Asia Talent Cup)

Sumber: Bolanet

Martunis Lelang Jersey Bertanda Tangan Ronaldo untuk Bangun Pesantren di Aceh

0
Martunis dan Cristiano Ronaldo © Facebook

Nukilan.id – Sebuah tindakan mulia dilakukan oleh Martunis. Anak angkat Cristiano Ronaldo itu baru-baru ini mengumumkan bahwa ia akan melelang jersey original bertanda tangan Cristiano Ronaldo demi membangun pesantren.

Martunis memang memiliki kedekatan khusus dengan Cristiano Ronaldo. Ia diangkat menjadi anak oleh Ronaldo setelah insiden Tsunami Aceh di tahun 2004 silam.

Semenjak saat itu, ada berbagai momen kedekatan antara Martunis dan Ronaldo. Bahkan Martunis sempat disekolahkan di akademi Sporting Lisbon oleh Ronaldo beberapa tahun yang lalu.

Baru-baru ini Martunis membuat pengumuman di akun media sosialnya. Ia resmi melelang jersey bertanda tangan Cristiano Ronaldo demi kegiatan amal.

Jersey Khusus

Dari unggahannya di Instagram, Martunis menjabarkan spesifikasi dari jersey yang ia lelang tersebut.

Jersey itu merupakan jersey matchworn, alias jersey yang dipakai Ronaldo saat bertanding. Jersey ini digunakan Ronaldo pada pertandingan melawan klub Rumania Dynamo Bucaresty di leg kedua Liga Champions 2004/05.

Selain matchworn, jersey ini juga diberi tanda tangan dan juga pesan khusus dari Ronaldo untuk Martunis.

Buka Harga Tinggi

Dalam keterangannya, Martunis membuka sesi lelang jersey ini di angka yang cukup tinggi.

Jersey yang bersejarah itu ia lepas di angka Rp100 juta. Bagi yang ingin membid jersey ini harus di kelipatan angka Rp 100 juta juga.

Martunis menyebut bahwa seluruh hasil lelang jersey ini akan ia gunakan untuk membangun pesantren dan sekolah di kampung halamannya di Aceh. [Bolanet]

Kuala Lumpur Banjir, Ratusan Warga Mengungsi

0
Petugas mengevakuasi warga yang rumahnya tergenang banjir di Kuala Lumpur (twitter.com/@DBKL2u)

Nukilan.id – Malaysia kembali dilanda banjir yang disebabkan oleh hujan deras yang mengguyur tiada henti. Banjir bandang dilaporkan menerjang kawasan Klang Valley, yang mencakup ibu kota Kuala Lumpur dan area-area sekitarnya di negara bagian Selangor.

Banjir kembali menerjang sekitar tiga bulan setelah banjir mematikan merenggut puluhan nyawa di berbagai wilayah Malaysia.

“Banjir terjadi karena curah hujan yang luar biasa deras dalam waktu dua jam, dan sistem drainase yang ada tidak mampu menampung debit air yang tinggi,” tutur Menteri Lingkungan dan Perairan Malaysia Tuan Ibrahim Man dalam pernyataannya, seperti dilansir Straits Times, Selasa (8/3/2022).

Ibrahim menyebut bahwa curah hujan antara 106,5 mm hingga 155 mm tercatat selama dua jam di dua pusat penghitungan yang ada di Kuala Lumpur. Lebih dari 100 rumah di area Kampung Periuk dan Kampung Pasir Baru yang ada di wilayah Kuala Lumpur terdampak banjir.

Ibrahim juga mengatakan bahwa perubahan iklim juga menjadi faktor pemicu banjir ini, karena Malaysia biasanya dilanda kemarau pada bulan Maret.

Sejumlah rekaman yang diunggah ke media sosial menunjukkan kendaraan-kendaraan terendam banjir dan ketinggian air terus naik di beberapa area, termasuk pusat kota Kuala Lumpur. Departemen Pemadam Kebakaran dan Penyelamat menyebutkan sedikitnya 12 mobil terendam dan sejumlah orang telah diselamatkan.

“Banjir menyebabkan air naik setinggi 2 meter dan sekitar 12 mobil terjebak, dengan beberapa korban terpaksa menyelamatkan diri ke atas mobil mereka. Semua korban yang terdampak telah diselamatkan dan dibawa ke lokasi aman,” sebut Departemen Pemadam Kebakaran dan Penyelamat dalam pernyataannya.

Menyusul banjir bandang ini, pemadaman listrik pun melanda sejumlah area dengan perusahaan utilitas negara, Tenaga Nasional, mematikan aliran listrik ke sebanyak 40 gardu induk. Wilayah yang terdampak pemadaman antara lain markas pusat Kepolisian Diraja Malaysia di Bukit Aman, wilayah Bukit Bintang dan beberapa kondominium di sekitar Menara Kembar Petronas.

Sekitar 300 orang di Selangor telah dievakuasi ke pusat pengungsian pada Senin (7/3) malam waktu setempat. Sementara hingga pukul 19.00 waktu setempat, sedikitnya 250 korban banjir dievakuasi di Kuala Lumpur.

Badan Penanggulangan Bencana Nasional menyatakan bahwa ketinggian air di sejumlah sungai di Kuala Lumpur dan Selangor naik melewati level peringatan, dengan salah satu sungai ketinggian airnya melewati level bahaya.

“Setiap musim penghujan datang, akan ada banjir. Sebagai warga Malaysia, kita seharusnya mengetahui bahwa banjir dianggap peristiwa tahunan, tapi mengapa hingga sekarang kita belum juga menyelesaikan masalah ini,” keluh seorang warga Malaysia via media sosial. [Detiknews]

Kualitas Pelayanan Publik Kemenkumham Meningkat, Yasonna Kembali Raih Penghargaan

0
Sekjen Kemenkumham Komjen Pol. Andap Budhi Revianto, SIK., MH mewakili Menkumham menerima penyerahan Penghargaan Pembina Pelayanan Prima dari Kemenpan RB Cahyo Kumolo (Foto: Dok.Ist)

Nukilan.id – Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H. Laoly menerima penghargaan sebagai Pembina Pelayanan Publik predikat A atau Pelayanan Prima dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), pada Selasa (8/3/2022) di InterContinental Hotel Jakarta.

Penghargaan diberikan atas keberhasilan Menteri Yasonna membina pelayanan publik yang berkualitas pada Unit-unit Pelayanan Publik di jajaran Kementerian Hukum dan HAM.

Selama tahun 2021, Kementerian PANRB telah melakukan evaluasi pada Unit Pelayanan Publik terpilih dari 84 Kementerian/Lembaga dan 548 instansi pemerintah daerah. Kemenkumham merupakan satu dari 17 Kementerian/Lembaga yang mendapatkan predikat A atau pelayanan prima.

Pada momen tersebut, terdapat juga salah satu Unit Kerja yang mendapat penghargaan, yakni Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Jakarta Selatan.

Yasonna mengatakan bahwa Kemenkumham selalu mengutamakan kepentingan publik dalam pelaksanaan pelayanannya. Terdapat enam aspek yang didorong untuk memberikan pelayanan prima, yaitu kebijakan pelayanan, profesionalisme SDM, sarana dan prasarana, sistem informasi pelayanan publik, konsultasi dan pengaduan, serta inovasi pelayanan publik.

“Kebijakan pelayanan di tengah pandemi, khususnya di berbagai bidang Unit Pelayanan Publik terus kami perbarui. Pelayanan kepada WNI dan WNA dengan memperhatikan protokol kesehatan dan pemanfaatan teknologi sehingga lebih efektif dan efisien,” kata Yasonna.

Yasonna menjelaskan, Kemenkumham terus membangun budaya berinovasi, memanfaatkan kemajuan teknologi dan kebutuhan masyarakat.

“Kemenkumham harus adaptif dengan kemajuan teknologi. Terus lakukan inovasi untuk memudahkan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan,” tutur Yasonna.

Sejak tahun 2021 hingga 2022 Kemenkumham telah mengeluarkan berbagai kebijakan dan inovasi untuk memudahkan masyarakat mendapatkan pelayanan, seperti di bidang Kekayaan Intelektual (KI), Administrasi Hukum Umum (AHU), maupun Pemasyarakatan.

“Kami telah mengeluarkan berbagai inovasi pelayanan publik. Imigrasi punya M-Paspor. KI meluncurkan Persetujuan Otomatis Pencatatan Hak Cipta (POP HC) yang pelayanannya hanya hitungan menit. Kemudian AHU memiliki layanan Perseroan Perorangan, hingga Pemasyarakatan kami ganti kunjungan fisik dengan video call untuk mencegah penularan Covid-19,” kata Yasonna.

Adapun penghargaan diserahkan oleh Menteri PANRB Tjahjo Kumolo kepada Sekretaris Jenderal Kemenkumham, Komjen Pol. Andap Budhi Revianto yang mewakili Menteri Yasonna.

Pemberian penghargaan pelayanan publik ini merupakan inisiasi Kementerian PANRB untuk memicu persaingan positif dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan publik, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah.

Penghargaan PANRB bukan yang pertama diterima Yasonna di awal tahun ini. Sebelumnya, Yasonna telah menerima Kaanib ng Bayan Award dari Presiden Filipina Rodrigo Duterte di bulan Februari.

Yasonna dinilai telah memberikan kontribusi luar biasa terhadap komunitas warga Filipina di Indonesia melalui kebijakan keimigrasian pada masa pandemi Covid-19. []

Langgar Batas Laut, Ditpolairud Aceh Tangkap Kapal Asing

0
Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Aceh tangkap satu unit kapal KIA berbendera India karena melakukan penangkapan ikan di wilayah laut Indonesia (Foto: Dok.Ist)

Nukilan.id – Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Aceh menangkap satu unit kapal KIA berbendera India karena melakukan penangkapan ikan di wilayah laut Indonesia, Senin (7/3/2022).

Penangkapan tersebut berdasarkan informasi dari nelayan bahwa pada koordinat N 05⁰ 15. 372′ E 94⁰ 53’. 569 sekira ± 18 NM dari Pulau Rusa terlihat satu kapal nelayan berbendera asing sedang melakukan penangkapan ikan dengan cara memancing.

Kemudian, dengan menggunakan Kapal RIB, Personil Subdit Gakkum Ditpolairud yang dipimpin Kompol Risnan Aldino, bergabung dengan kapal Antareja-7007 di bawah pimpinan Kompol Yefri Dickson Ndolu menuju ke lokasi dan melakukan pengejaran dan berhasil mengamankan kapal asing serta delapan ABK pada koordinat N 05⁰19.631′ E 094⁰ 47. 456

“Kapal asing itu sudah kita amankan, termasuk delapan ABK-nya, yaitu Marie Jashindos (34), Immanuval Soe (29), Mutnoppah (48), Sijin (29), Pravin (19), Libin (34), Tomon (24), dan Tonbosuco (48),” jelas Dirpolairud Polda Aceh Kombes Risnanto dalam keterangannya, Selasa, 8 Maret 2022.

Selain itu, kata Risnanto, petugas juga mengamankan barang bukti berupa satu unit kapal Blessing GT. 69, 700 kg ikan, lima set alat tangkap pancing, satu GPS, satu ecosonder, satu kompas, dan satu unit handphone.

Saat ini, sambungnya, seluruh ABK dan kapal tersebut dibawa ke Dermaga Ditpolairud Polda Aceh untuk dilakukan proses hukum.

“Kepada para ABK disangkakan Pasal 92 Jo Pasal 26 ayat (1) UU No 31 tahun 2004 sebagaimana telah di ubah dalam paragraf 2 Pasal 27 angka 26 UU No 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja Sub Pasal 100 Jo Pasal 7 ayat (2) Undang-undang nomor 31 tahun 2004 tentang Perikanan,” pungkasnya. []

Tim Pengkaji MoU dan DPRA Sepakat: Hati-Hati Wacana Revisi UUPA

0
Tim Pengkaji MoU dan DPRA (Foto: Dok.Ist)

Nukilan.id – Tim Pengkajian dan pembinaan pelaksanaan MoU Helsinki Lembaga Wali Nanggroe dan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) sepakat untuk sangat berhati-hati dalam wacana revisi Undang-undang Pemerintah Aceh (UUPA).

Kesepahaman tersebut diungkapkan dalam forum pertemuan antara Tim Pengkajian dan Pembinaan MoU Helsinki dengan pimpinan DPRA, di ruang Ketua DPRA, Banda Aceh, Senin kemarin, 7 Maret 2022.

Kabag Humas dan Kerjasama Wali Nanggroe, M. Nasir Syamaun, MPA menjelaskan, pertemuan antara tim yang dibentuk oleh Lembaga Wali Nanggroe dengan pimpinan DPRA tersebut dalam rangka mendiskusikan hasil kajian dan penelitian terhadap pasal-pasal UUPA dan butir MoU Helsinki yang hingga 16 tahun perdamaian masih terkendala implementasinya.

Hadir langsung pada pertemuan tersebut yaitu; Ketua Tim H Kamaruddin Abu Bakar (unsur KPA), Wakil Ketua Muhammad Raviq, (Staf Khusus Wali Nanggroe), Sekretaris Zainal Abidin (Universitas Syiah Kuala), dan para anggota tim lainnya.

“Atas perintah Wali Nanggroe, tim ini sudah melakukan kajian-kajian. Di pusat saat ini ada wacana revisi UUPA, kita harus samakan persepsi, apakah UUPA perlu direvisi, atau apa-apa saja yang direvisi, atau langkah-langkah lain dalam upaya percepatan implementasi butir MoU Helsinki dan UUPA,” kata Abu Razak—sapaan akrab H. Kamaruddin Abu Bakar—pada pertemuan tersebut.

“Ini yang perlu kita satukan pendapat dengan seluruh elemen yang ada, apa-apa saja yang perlu ditindaklanjuti. Misalnya ada aturan di UUPA yang tumpang tindih, atau butuh aturan pelaksananya, itu tergantung pada kita semua,” tambah Abu Razak.

Abu Razak juga menjelaskan, sejak tahun 2020, pihaknya telah menginventarisir berbagai persoalan terkait implementasi UUPA, dan dituangkan dalam dua buah buku. “Tahun 2022 ini, kita ingin adanya aksi nyata dari hasil kajian-kajian yang telah dilaksanakan,” kata Abu Razak.

Ia juga menambahkan, meskipun perdamaian telah berlalu 17 tahun lamanya, dan ada banyak butir-butir perjanjian yang belum diimplementasikan oleh Pemerintah Pusat, namun apa yang menjadi hak-hak Aceh harus tetap diperjuangkan hingga kapanpun.

“Kita harus berhati-hati dalam agenda revisi UUPA ini. Kalau kita menunggu mungkin sampai kapan pun ini tidak akan selesai, jadi harus ada aksi dari Aceh berdasarkan kesepakatan kita bersama,” jelas Abu Razak.

Bahkan menurut kajian tim tersebut, yang lebih baik adalah memaksimalkan UUPA dengan memperkuat aturan turunannya, bukan merevisi UUPA yang telah ada.

“Revisi UUPA adalah hal sangat rawan bagi Aceh,” tambah Abu Razak.

Sementara itu, Ketua DPRA H. Dahlan Jamaluddin yang didampingi Ketua Komisi I Tgk. Muhammad Yunus juga menyatakan sikapnya untuk sangat hati-hati dalam wacana revisi UUPA. “Kita harus hati-hati. Kalaupun terjadi revisi, itu bukanlah revisi, melainkan optimalisasi,” kata Dahlan.

Ia mengusulkan agar dibangun konsolidasi untuk melahirkan sebuah proposal politik, sehingga yang diajukan ke Pemerintah Pusat merupakan adalah satu proposal berdasakan kesepakatan seluruh elemen di Aceh.

“Semua silahkan beragumentasi, memberikan solusi. Tetapi nanti akan kita rumuskan menjadi suatu rumusan proposal Aceh, bahwa ini maunya Aceh. Bahkan kami (DPRA) merencanakan untuk memparipurnakan proposal tersebut,” tambah Dahlan.

Diakhir pertemuan Tim menyerahkan Buku Laporan CMI terkait tindak lanjut penyelenggaraan perdamaian Aceh dan Buku UUPA yang telah dilakukan penelitian oleh Uni Eropa. []

Polda Aceh Kembali Ungkap Kasus Peredaran Gelap Narkotika

0
Kapolda Aceh, Irjen Pol Ahmad Haydar memperlihatkan barang bukti narkoba hasil dari pengungkapan kasus saat konferensi pers di Mapolda Aceh. (Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Diresnarkoba Polda Aceh, bekerja sama dengan Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, Ditpolair Polda Aceh, Polres Aceh Utara, dan Dirjen Bea Cukai Aceh kembali mengungkap peredaran gelap narkotika jenis sabu seberat 189 kg dan ekstasi 38.850 butir, Kamis 24 Februari 2022 di Desa Tanjung Dalam, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara.

Kapolda Aceh Irjen Ahmad Haydar mengatakan, pengungkapan ini terjadi berkat informasi dari masyarakat tentang adanya peredaran narkotika di Kabupaten Aceh Utara.

Setelah dilakukan penyelidikan, ditemukan satu unit mobil mencurigakan. Setelah dilakukan pengejaran, didapati beberapa bungkusan narkoba. Kemudian petugas terus melakukan pengembangan, sehingga pelaku dan barang bukti narkotika berhasil diamankan.

“Setelah dilakukan pengembangan, dua tersangka diamankan, yaitu MY alias S dan MR. Petugas juga mengamankan barang bukti berupa sabu 189 kg, pil ekstasi 38.850 butir, satu unit mobil pickup, dan dua unit handphone,” kata Ahmad Haydar dalam konferensi pers di Polda Aceh, Selasa, 8 Marer 2022.

Pengungkapan ini, kata Ahmad Haydar, Polda Aceh telah menyelamatkan 983.850 jiwa generaai emas Indonesia.

Ia berharap, seluruh elemen masyarakat termasuk awak media berperan aktif memberikan informasi kepada aparat kepolisian tentang adanya peredaran narkoba, agar tindakan yang dilarang undang-undang tersebut bisa segera dihentikan.

Ahmad Haydar juga berterimakasih kepada aeluruh peraonel di lapangan yang terlibat pengungkapan narkotika ini. Dia meyakini bahwa mengungkap kasus narkotika bukanlah hal mudah, tapi butuh strategi dan kesiapan yang matang.

“Terimakasih kepada seluruh personel di lapangan. Ekspose yang kita lakukan ini memang mudah, tapi mengungkapnya sangt susah, palagi berhadapan dengan para mafia narkoba,” tutupnya. []

Peran Ulama Perempuan Menjaga Alam dan Lingkungan Hidup di Aceh

0
Ilustrasi (Foto: Getty Images/AFP/I. Sagono)

Nukilan.id – Ulama perempuan bagikan pengalaman dakwah sehari-hari terkait penjagaan lingkungan hidup. Dari menjaga kebersihan, penyeruan penanaman tanaman obat, hingga anjuran menghemat air.

“Dahulu Teungku Inong berjuang melawan penjajahan, tetapi sekarang berjuang melawan kerusakan lingkungan,” jelas Profesor Eka Srimulyani dari UIN Ar-Raniry Banda Aceh kepada puluhan Teungku Inong peserta Workshop Agama dan Penyelamatan Ruang Hidup di Kota Banda Aceh, akhir Februari lalu.

Teungku Inong adalah sebutan yang disematkan kepada para perempuan ulama di Provinsi Aceh. Mereka umumnya memimpin pesantren tradisional (dayah), mengajar Al-Qur’an dan hadis, hingga penceramah, dan biasanya memiliki sejumlah jemaat.

Pelatihan Teungku Inong Aceh tersebut digelar oleh Yayasan HAkA (Hutan, Alam, dan Lingkungan Aceh), lembaga swadaya masyarakat di Aceh yang berfokus pada pelestarian Kawasan Ekosistem Lauser (KEL) dan kesejahteraan sosial masyarakat. Lewat pelatihan ini, para perempuan ulama ini pun saling belajar dan berbagi pengalaman terkait pendekatan agama dalam melihat permasalahan dan solusi terhadap kerusakan alam dan lingkungan hidup di Aceh.

“Kesadaran dan kebutuhan tertinggi terhadap lingkungan hidup dimiliki oleh perempuan. Begitu juga ketika terjadi bencana, perempuanlah yang paling merasakan dampaknya,” jelas Rubama dari HAkA.

Pendekatan ekofeminisme

Ada beberapa target yang ingin dicapai dari pelatihan lingkungan hidup ini, mulai dari sosialisasi penguatan pemahaman ajaran agama tetang penjagaan lingkungan hidup, memetakan kerusakan lingkungan di sekitar, hingga menyediakan ruang belajar bersama bagi perempuan ulama menuju kesiapan menjadi bagian dari ulama perempuan.

Secara bergantian, para Teungku Inong membagikan pengalaman dakwah sehari-hari mereka yang erat kaitannya dengan penjagaan lingkungan hidup. Dari pengajaran tata cara menjaga kebersihan, penyeruan penanaman tanaman obat, hingga anjuran menghemat penggunaan air. Kesemua hal ini dilakukan berlandaskan ajaran yang pernah dianjurkan Nabi Muhammad sejak dahulu. Sehingga, walau sederhana, para ulama perempuan ini mendakwahkan hal tersebut dengan sungguh-sungguh.

Pemahaman tentang keadilan gender dalam misi penjagaan lingkungan hidup inilah yang dibagikan oleh Profesor Eka Srimulyani di hadapan para ulama perempuan tersebut. Dia menjelaskan ekofeminisme sebagai sebuah konsep memandang manusia dan alam semesta sebagai suatu kesatuan yang saling membutuhkan dan saling mendukung.

“Ekofeminisme menawarkan konsep kerja sama, cinta, dan toleransi dalam proses pengelolaan lingkungan, serta etika untuk mewujudkan kesetaraan gender,” ujar profesor perempuan termuda UIN Ar-Raniry tersebut.

Ada kerugian tapi belum terlambat

Rektor Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Lhokseumawe, Dr. Danial M.Ag., dalam kesempatan yang sama juga menyebutkan kesadaran ekologi (lingkungan hidup) adalah bagian dari keyakinan beragama. Menurutnya, visi Islam adalah mewujudkan kemaslahatan manusia di dunia dan akhirat. Sehingga baginya, merusak lingkungan setara dengan merusak agama.

“Bayangkan berapa banyak nyawa yang hilang dan harta yang lenyap akibat kerusakan lingkungan?” ujar Dr. Danial yang dibalas tatapan nanar dan helaan nafas berat dari balik masker para peserta.

Yayasan HAkA mengestimasi bahwa estimasi kerugian masyarakat Aceh akibat bencana banjir di tahun 2020 adalah sebesar 153 miliar rupiah. Menurut LSM ini, jika kerugian ini dijumlahkan dengan beragam jenis bencana alam lainnya, estimasi kerugian bisa mencapai 290 miliar rupiah.

“Sejauh ini, kami mendata 2.400 titik banjir di Aceh. Adapun ratusan banjir yang terjadi dalam 5 tahun terakhir di Aceh berhubungan erat dengan banyaknya hutan yang hilang dalam 30 tahun terakhir,” jelas Muhammad Fadhil dari HAkA.

Dia menambahkan bahwa setengah dari kawasan hutan Aceh yang terus menghilang adalah wilayah yang memiliki nilai konservasi yang sangat tinggi. Wilayah hutan yang menjadi rumah bagi para satwa dan tumbuhan langka dunia yang terancam punah. Kawasan penting tersebut dikenal dengan sebutan KEL dan tersebar di 13 kabupaten Provinsi Aceh.

Dia juga menyebutkan bahwa data terkini terkait kondisi hutan di Pulau Sumatera melalui teknologi GIS menunjukkan betapa alam Aceh masih sangat rimbun dan indah. Mata air sejuk, udara segar, pertanahan sawah subur, ditambah tiga juta hektar luasan wilayah tutupan hutan, kesemua itu menjadi bukti betapa Aceh memiliki modal kekayaan hutan dan alam yang sangat mahal.

Teungku Nurhayati Ibrahim, ulama perempuan yang mengikuti pelatihan itu mengatakan bahwa segala akibat pasti memiliki sebab. Akar masalah tersebut harus dipelajari dan diatasi, ujarnya. Dia mencontohkan bagaimana keserampangan manusia dalam menebang hutan berakhir pada timbulnya bencana banjir. Dia juga mendeskripsikan bahwa kesadaran dalam perbuatan menjadi aspek penting yang harus dilakukan jika manusia hendak hidup sejahtera dan berselaras laku dengan alam semesta.

“Saya ingin mengambil peran melalui berdakwah tentang kesadaran batiniah kepada seluruh elemen masyarakat agar mereka bisa paham dan sadar akan pentingnya keterjagaan lingkungan. Dimulai dari membangun ekopesantren,” ujar Teungku Nurhayati Ibrahim yang juga memimpin salah satu pesantren tradisional di Aceh. [dw.com]