Beranda blog Halaman 176

Prodi Ilmu Pemerintahan USK Gelar Pengabdian Masyarakat di Gampong Biluy, Fokus Edukasi Identitas Kependudukan Digital

0
Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Syiah Kuala (USK) melalui Laboratorium Ilmu Pemerintahan menggelar kegiatan Kolaborasi Pengabdian kepada Masyarakat bersama Dinas Registrasi Kependudukan Aceh. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Syiah Kuala (USK) melalui Laboratorium Ilmu Pemerintahan menggelar kegiatan Kolaborasi Pengabdian kepada Masyarakat bersama Dinas Registrasi Kependudukan Aceh. Kegiatan berlangsung di Gampong Biluy, Kecamatan Darul Kamal, Kabupaten Aceh Besar, pada Sabtu–Minggu, 15–16 November 2025.

Acara ini dihadiri oleh Keuchik Gampong Biluy, Afifuddin, Ketua Prodi Ilmu Pemerintahan Wais Alqarni, serta Kepala Laboratorium Ilmu Pemerintahan Mukhrijal. Kegiatan berfokus pada pelayanan publik, khususnya edukasi dan pendampingan Identitas Kependudukan Digital (IKD) kepada masyarakat.

Ketua Prodi Ilmu Pemerintahan, Wais Alqarni, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen akademik untuk menghadirkan manfaat langsung bagi warga.

“Ini merupakan semangat dari Prodi Ilmu Pemerintahan untuk memberikan pelayanan bagi masyarakat,” ujarnya dalam sambutan.

Wais menambahkan bahwa transformasi layanan kependudukan menjadi tantangan yang perlu dijawab bersama.

“Mahasiswa dan dosen perlu turun langsung melihat kebutuhan lapangan, sekaligus memastikan ilmu yang dipelajari relevan dengan kebutuhan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Keuchik Gampong Biluy, Afifuddin, mengapresiasi langkah Prodi Ilmu Pemerintahan USK yang melibatkan perangkat desa dan warga dalam edukasi layanan kependudukan.

“Kami sangat mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Prodi Ilmu Pemerintahan, kami berharap kegitan seperti ini bisa berkelanjutan,” ujarnya.

Afifuddin menyebut, masyarakat masih memerlukan pendampingan terkait pemanfaatan Identitas Kependudukan Digital (IKD), terutama bagi warga yang belum terbiasa menggunakan perangkat digital.

Kepala Laboratorium Ilmu Pemerintahan, Mukhrijal, kepada Nukilan.id menegaskan bahwa kegiatan tersebut sejalan dengan kewajiban akademisi dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Ia menyebut kebutuhan masyarakat terhadap layanan digital semakin mendesak.

“Kegiatan ini sangat penting sebagai wujud Tri Dharma Perguruan Tinggi dan kami melihat kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan publik seperti Identitas Kependudukan Digital (IKD) ini sangat penting,” katanya.

Mukhrijal berharap kolaborasi ini terus diperluas untuk memperkuat kualitas pelayanan publik di tingkat gampong, sekaligus mengasah kompetensi mahasiswa dalam praktik pemerintahan. (XRQ)

Reporter: Akil

Pemerintah Aceh Tetapkan Pengendalian Banjir Pase–Peusangan sebagai Agenda Prioritas 2026

0
Plt Kepala Dinas Pengairan Aceh Erwin Ferdinansyah. (Foto: SerambiNews)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Memasuki musim hujan, sejumlah wilayah di Aceh kembali menghadapi ancaman banjir. Untuk menjawab persoalan yang terjadi hampir setiap tahun itu, Pemerintah Aceh melalui Dinas Pengairan menetapkan pengendalian banjir secara menyeluruh sebagai agenda prioritas mulai 2026.

Plt Kepala Dinas Pengairan Aceh, Erwin Ferdinansyah ST MT, mengatakan pengendalian banjir di Wilayah Sungai Pase-Peusangan masuk ke dalam rencana besar penanganan terpadu.

“Yang termasuk dalam agenda prioritas penanganan pencegahan banjir dalam rencana kerja kita adalah pengaturan tata kelola dan pengendalian banjir wilayah Sungai Pase-Peusangan,” ujarnya dikutip dari Serambi, Sabtu (15/11/2025).

Kawasan Rawan Banjir dan Erosi

Wilayah Sungai Pase-Peusangan mencakup lima kabupaten/kota: Bireuen, Aceh Utara, Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Lhokseumawe. Kawasan ini kerap memicu banjir di sejumlah titik, terutama di Krueng Keureuto, Weh Gile, Krueng Peudada, dan Krueng Pase.

Daerah tersebut dikenal rawan banjir, erosi, dan sedimentasi. Pendangkalan sungai menjadi pemicu utama, diperparah oleh persoalan lain seperti pengelolaan sampah yang belum optimal, degradasi hutan, serta aktivitas penambangan liar.

Dinas Pengairan Aceh mencatat, sebagian wilayah sungai telah mendapat penanganan memadai, seperti Wilayah Sungai Teunom–Lambesoi. Namun, beberapa kawasan lain membutuhkan penanganan lanjutan dalam skala besar, terutama Sungai Pase–Peusangan dan Sungai Tamiang–Langsa.

Langkah Penanganan Sejauh Ini

Erwin menyebutkan, sejumlah upaya pengendalian banjir telah dilakukan, termasuk penyusunan rencana teknis untuk konstruksi pengendali banjir, pengaman pantai, lahar, serta drainase perkotaan untuk wilayah Krueng Keureuto. Pembangunan Waduk Keureuto juga masuk dalam strategi pengendalian banjir setempat.

Di Kabupaten Bener Meriah, penanganan banjir Weh Gile dilakukan melalui pembangunan perkuatan tebing. Hal serupa juga dikerjakan pada Krueng Peudada dan Krueng Pase.

Sementara itu, khusus Daerah Aliran Sungai (DAS) Tamiang, diperlukan pembangunan bantaran dan tanggul tambahan karena kapasitas sungai tidak lagi mampu menampung debit air saat intensitas hujan tinggi.

“Upaya ini akan terus kami optimalkan guna meminimalisir potensi banjir yang merugikan masyarakat,” papar Erwin.

Program Prioritas 2026

Untuk tahun 2026, Dinas Pengairan Aceh telah menyusun serangkaian rencana kerja yang fokus pada optimalisasi pengendalian banjir di seluruh wilayah. Beberapa kegiatan utama meliputi:

  • Pembangunan tanggul dan pengaman tebing Krueng Keureuto di Lhoksukon

  • Rehabilitasi tanggul Krueng Pase

  • Normalisasi Alue Semakan

  • Normalisasi Alue Gento

  • Normalisasi Krueng Geukueh

  • Rehabilitasi bendungan di Kecamatan Peudada

Selain itu, penanganan banjir di Wilayah Sungai Tamiang–Langsa juga tetap menjadi perhatian karena kawasan tersebut sering dilanda banjir musiman.

Dinas Pengairan Aceh turut melakukan rehabilitasi jaringan irigasi di Aceh Timur dan peningkatan jaringan irigasi di Kecamatan Peudada. Infrastruktur ini diharapkan dapat mendukung program ketahanan pangan Pemerintah Aceh dan sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Jaringan irigasi baru tersebut ditargetkan dapat meningkatkan suplai air untuk areal persawahan sehingga produktivitas padi masyarakat ikut terdongkrak.

Erwin menegaskan bahwa pengelolaan sumber daya air tidak dapat dilakukan pemerintah semata.

“Kita butuh keterlibatan seluruh elemen atau stakeholder untuk pengelolaan sumber daya air dan ketahanan pangan di Aceh. Pemerintah Aceh akan terus proaktif berkordinasi ke pemerintah pusat untuk mendorong percepatan pembangunan infrastruktur di Provinsi Aceh, yang didalamnya termasuk infrastruktur pengelolaan sumber daya air,” pungkasnya.

Jadwal Laga MAN Model vs SMAN 2 Banda Aceh Diubah Usai Pemadaman Listrik

0
Honda DBL with Kopi Good Day 2025 Aceh. (Foto: DBL)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – DBL Indonesia resmi menyesuaikan jadwal pertandingan Honda DBL with Kopi Good Day 2025 Aceh untuk laga tim putra MAN Model Banda Aceh melawan SMAN 2 Banda Aceh. Duel yang seharusnya digelar Sabtu, 15 November 2025, di GOR Unsyiah Banda Aceh terpaksa ditunda menyusul pemadaman listrik yang melanda sebagian besar wilayah Banda Aceh.

Situasi pemadaman dinilai berpotensi mengganggu kenyamanan dan keamanan pertandingan, terutama bila laga tetap berlangsung hingga malam. Demi mencegah risiko tersebut, penyelenggara memutuskan mengambil langkah antisipatif dengan menunda pelaksanaan pertandingan.

DBL Indonesia menegaskan keputusan ini diambil semata-mata untuk menjaga kualitas pertandingan sekaligus memastikan keselamatan seluruh pihak yang terlibat, mulai dari pemain, ofisial, perangkat pertandingan, hingga suporter. Koordinasi dengan berbagai pihak juga terus dilakukan untuk memastikan situasi tetap kondusif.

Laga MAN Model Banda Aceh vs SMAN 2 Banda Aceh kini dijadwalkan ulang pada Minggu, 16 November 2025, pukul 19.00 WIB di GOR Unsyiah Banda Aceh. Penyesuaian waktu ini diharapkan membuat kondisi teknis lebih optimal sehingga atmosfer pertandingan tetap terjaga maksimal seperti yang diharapkan penonton.

Honda DBL with Kopi Good Day 2025 Aceh berlangsung pada 15–20 November 2025 di GOR Unsyiah Banda Aceh. Musim ini menghadirkan total 28 tim, terdiri dari 11 tim putri dan 17 tim putra, yang bersaing memperebutkan gelar juara DBL Aceh.

Gelaran ini merupakan bagian dari rangkaian Honda DBL with Kopi Good Day 2025–2026 yang digelar di 31 kota dan 22 provinsi di seluruh Indonesia. Melalui DBL Camp, student athlete terbaik dari berbagai kota akan diseleksi untuk masuk jajaran DBL Indonesia All-Star.

Musim ini juga menghadirkan AZA 3X3 Competition 2025–2026 serta Azarine DBL Dance Competition 2025–2026. Seluruh pertandingan Honda DBL with Kopi Good Day 2025–2026 disiarkan langsung melalui channel YouTube DBL Play, dengan dukungan penuh dari Kopi Good Day sebagai produk kopi anak muda.

Kurir Asal Aceh Ditangkap di Karo, 255 Kg Ganja Gagal Beredar di Medan

0
Ilustrasi Ganja Siap Edar. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.ID | MEDAN — Upaya penyelundupan 255 kilogram ganja dari Aceh ke Medan berhasil digagalkan Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara. Dua kurir yang membawa barang haram tersebut, masing-masing berinisial BZ (23) dan S (38), ditangkap saat melintas di jalur Aceh–Medan, Kabupaten Karo.

Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut, Kombes Andy Arisandi, mengatakan penangkapan dilakukan setelah tim melakukan pemantauan ketat terhadap kendaraan yang dicurigai.

“Setelah dilakukan pemantauan intensif, tim menemukan kendaraan yang dicurigai dan langsung melakukan pembuntutan hingga akhirnya dihentikan di wilayah Kabupaten Karo. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan 8 karung berisi 255 balpres ganja dengan total berat sekitar 255 kilogram,” ujarnya, Sabtu (15/11/2025).

Barang bukti itu ditemukan di dalam mobil Daihatsu Terios putih BL 1163 SA yang digunakan kedua tersangka untuk mengangkut ganja. Dari pemeriksaan awal, keduanya mengaku hanya berperan sebagai kurir dan dijanjikan bayaran sebesar Rp50 juta untuk mengantarkan paket tersebut ke Kota Medan.

Kombes Andy menyebutkan, pengiriman ganja itu diduga dikendalikan oleh seorang pria berinisial U, warga Nagan Raya.

“Para tersangka mengaku diperintah oleh seorang laki-laki berinisial U, warga Nagan Raya. Identitas tersebut masih kami dalami dan saat ini masuk dalam proses penyelidikan lebih lanjut. Penindakan ini tidak berhenti pada kurir saja, tetapi kami kejar hingga ke jaringan pengendalinya,” ujarnya.

Selain ganja, polisi juga menyita dua unit telepon genggam, satu tas sandang, serta mobil yang digunakan para pelaku.

Polda Sumut menegaskan akan terus memperketat operasi pengawasan untuk menutup pergerakan jaringan narkoba yang mencoba menjadikan Sumatera Utara sebagai jalur transit maupun pasar peredaran gelap.

“Kedua tersangka dan barang bukti telah dibawa ke Mako Ditresnarkoba Polda Sumut untuk proses hukum lebih lanjut,” kata Andy.

Gangguan Transmisi 150 KV, Sejumlah Wilayah di Aceh Kembali Gelap Sejak Sabtu Sore

0
Ilustrasi listrik padam. (Foto: VOI)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Sejumlah wilayah di Aceh kembali mengalami pemadaman listrik. Berdasarkan pantauan Nukilan.id, pemadaman mulai terjadi sejak Sabtu (15/11) sore setelah gangguan menimpa jaringan transmisi bertegangan 150 kilovolt (kV).

PT PLN UID Aceh menyampaikan bahwa proses pemulihan masih berlangsung dan dilakukan secara bertahap di seluruh kawasan yang terdampak.

Manager Komunikasi dan TJSL PT PLN UID Aceh, Lukman Hakim, mengatakan bahwa tim di lapangan terus bekerja untuk mengembalikan aliran listrik ke wilayah yang mengalami pemadaman.

“Saat ini tim terus bekerja maksimal di lapangan guna menormalkan kembali aliran listrik ke daerah-daerah pemadam terdampak,” katanya di Banda Aceh, Sabtu malam.

Gangguan pemadaman terjadi sekitar pukul 17.05 WIB dan berdampak pada sebagian besar wilayah Aceh. Akibatnya, pembangkit Nagan Raya 3 dan 4 juga ikut padam. PLN menyebutkan ratusan personel telah dikerahkan untuk mempercepat proses penormalan, terutama di wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar.

“Saat ini kondisi listrik masih belum normal dan perbaikan terus dilakukan sehingga nantinya akan normal seluruhnya,” ujarnya.

PLN meminta masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut agar memanfaatkan layanan 24 jam melalui aplikasi PLN Mobile atau menghubungi contact center 123. Selain itu, PLN juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan.

“Mohon doa dari seluruh masyarakat, tim terus berupaya melakukan penormalan dan kami pastikan listrik akan normal kembali,” kata Lukman.

PLN menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan di seluruh Aceh. (xrq)

Reporter: Akil

Targetkan Kejayaan, Demokrat Aceh Mulai Lirik Caleg Potensial untuk Pemilu 2029

0
Ketua DPD Partai Demokrat Aceh, Muslim Saleh bersama Ketua DPC Banda Aceh Isnaini Husda. (Foto: Nukilan/Rezi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Partai Demokrat Aceh menargetkan kembali meraih kejayaan pada Pemilu 2029 mendatang melalui konsolidasi internal yang dimulai dengan Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda). Kegiatan ini dihadiri oleh 23 pimpinan Cabang se-Aceh. 

Ketua DPD Partai Demokrat Aceh, Muslim Saleh, mengatakan Rapimda merupakan amanat AD/ART partai yang wajib dilaksanakan. “Ini memompa spirit Demokrat dalam rangka konsolidasi partai,” ujarnya usai Rapimda di Hotel Kyriad Muraya, Banda Aceh, Sabtu (15/11/2025).

Muslim menegaskan, target utama pertemuan ini adalah mengembalikan kejayaan Demokrat di Aceh pada 2029 mendatang. Hal ini menyusul penurunan perolehan suara partai pada pemilu sebelumnya.

“Apalagi hari ini Ketua Umum kita sudah bergabung di koalisi Pak Prabowo untuk mengawal seluruh kebijakan presiden. Demokrat mudah-mudahan bisa menjadi partai terbaik lagi di 2029,” katanya.

Rapimda juga menjadi momentum awal perekrutan calon legislatif (caleg) untuk tingkat DPR RI, DPRA, maupun DPRK. Muslim mengaku pihaknya sudah mulai melihat potensi-potensi caleg di berbagai daerah, termasuk Banda Aceh.

Ia menyebut, meski Demokrat Banda Aceh mempertahankan lima kursi di DPRK, Ketua DPC Banda Aceh Isnaini Husda mengalami kekalahan tipis. Husda sebelumnya juga kalah dalam Pilwakot Banda Aceh.

“Beliau tetap spiritnya sama, kita kalah biasa. Kalau kata Pak Prabowo, kalau mau belajar mental, belajar di masa saya. Empat kali dia kalah, tapi akhirnya jadi presiden juga,” ujar Muslim memberi semangat.

Muslim menjelaskan, agenda Rapimda meliputi review dan penguatan struktur partai dari tingkat DPC, DPAC, hingga ranting. Penguatan infrastruktur juga menjadi perhatian, termasuk pembangunan kantor permanen di berbagai daerah.

“Kantor DPD kita sudah permanen. Kami harapkan beberapa daerah yang sudah punya tanah segera proses pembangunan. Kalau infrastruktur kita tidak kuat, ya sulit,” jelasnya.

Pasca Rapimda, masing-masing kabupaten/kota akan melaksanakan Raker Cabang dan pendidikan politik untuk terus menggerakkan mesin partai.

Muslim mengajak seluruh kader Demokrat membangun soliditas, kesatuan, dan kekompakan. Ia juga meminta anggota DPRA dan DPRK yang sedang mengabdi untuk turun ke masyarakat dan melayani konstituen dengan baik.

“Sehingga masyarakat kembali lagi kepada Partai Demokrat. Biarpun kita tahu politik 2024 kemarin kita turun, tapi Demokrat ini di hati rakyat Aceh tidak pernah lekang, apalagi dengan sosok Pak SBY,” katanya.

Muslim menambahkan, Demokrat juga memiliki tugas memperjuangkan perpanjangan dana otsus, mengawal pembangunan Aceh, serta mendukung program Gubernur-Wakil Gubernur Mualem-Dekfadh lima tahun ke depan.

“Sehingga kerja-kerja partai politik kita bisa maksimal di 2029 nanti,” pungkasnya.

Reporter: Rezi

Demokrat Aceh Teguhkan Semangat Kebersamaan Lewat Konsolidasi

0

NUKILAN.id | Banda Aceh — Suasana penuh energi dan kekompakan mewarnai kegiatan konsolidasi internal Partai Demokrat Aceh yang digelar hari ini di Kyriad Hotel, Simpang Lima, Banda Aceh, Sabtu (15/11/2025).

Para kader partai yang hadir menunjukkan antusiasme tinggi melalui rangkaian yel-yel penyemangat yang dipimpin langsung oleh Ketua DPD Partai Demokrat Aceh Muslim Saleh, SHi, MM.

Sejak dimulainya kegiatan Rapat Pimpinan Daerah yang mendatangkan 23 pimpinan Cabang Se-Aceh “Refleksi, Konsolidasi, dan Strategi Menuju Kejayaan Demokrat Aceh tersebut , seruan “Demokrat – Sejahtera” menggema di seluruh ruangan. Yel-yel tersebut menjadi simbol kekuatan moral, kebersamaan, dan optimisme keluarga besar Partai Demokrat dalam menatap agenda politik ke depan.

Muslim Saleh menegaskan bahwa yel-yel tersebut bukan sekadar slogan, melainkan penegasan komitmen seluruh kader untuk terus berkiprah, bekerja nyata, serta memperjuangkan kesejahteraan masyarakat. Momentum ini juga menjadi bagian dari langkah konsolidasi organisasi untuk memperkuat struktur dan memantapkan kesiapan menghadapi berbagai agenda strategis partai baik di tingkat daerah maupun nasional.

Partai Demokrat Aceh berharap semangat kebersamaan yang tercipta selama kegiatan ini dapat menjadi pemacu bagi seluruh kader untuk semakin solid, efektif, dan responsif terhadap berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat. []

Ketua IKA IP USK Kritik Pemberian Gelar ke Tito: Banyak Tokoh Aceh yang Lebih Layak

0
Wali Nanggroe Aceh Anugerahkan Gelar “Petua Panglima Hukom Nanggroe” kepada Mendagri Tito Karnavian. (Foto: The Aceh Post)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Penganugerahan gelar kehormatan Petua Panglima Hukom Nanggroe kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian oleh Wali Nanggroe Aceh, Tgk Malik Mahmud Al Haythar, pada Rabu, 12 November 2025, memunculkan perdebatan di tengah masyarakat.

Prosesi yang berlangsung di Meuligoe Wali Nanggroe Aceh, Aceh Besar, itu menuai sorotan karena publik mempertanyakan kontribusi nyata Tito bagi Aceh.

Ketua Ikatan Alumni Ilmu Pemerintahan Universitas Syiah Kuala (USK), T. Auliya Rahman, yang saat ini menempuh studi Magister Islam Pembangunan dan Kebijakan Publik di UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, turut memberikan pandangannya. Ia menilai penganugerahan tersebut tidak sejalan dengan prinsip kehormatan adat yang seharusnya diberikan kepada sosok dengan rekam jejak kuat bagi Aceh.

“Sepertinya pengurus lembaga adat di Aceh telah kehabisan ide untuk menjalankan agenda yang benar-benar berdampak bagi pelestarian adat dan pengembangan pengetahuan,” ujarnya.

Auliya melihat kecenderungan lembaga adat lebih fokus pada kegiatan seremonial ketimbang program substansial yang dapat memperkuat posisi adat dalam kehidupan masyarakat.

“Acara seperti itu jelas tidak membutuhkan waktu lama, tidak perlu pemikiran mendalam, dan yang terpenting adalah anggaran tetap terserap. Efisien bagi mereka, tapi nyaris tak ada nilai tambah bagi masyarakat,” lanjutnya.

Auliya juga menyoroti kemungkinan lain di balik keputusan penganugerahan gelar tersebut. Ia menilai adanya kegagalan lembaga adat dalam menggali sosok-sosok lokal yang layak dihormati, sehingga muncul kecenderungan memberikan gelar kepada tokoh luar Aceh.

“Sebut saja almarhum Adnan Ganto seorang bankir dunia, almarhum Teuku Iskandar menjadi guru besar di Belanda, almarhum Teuku Jacob seorang Bapak Paleoantropologi Indonesia, dan banyak nama lain,” ungkapnya.

Tak hanya dari generasi terdahulu, Auliya menilai bahwa tokoh Aceh masa kini pun tidak kekurangan figur berkualitas.

“Di generasi kini pun tidak kurang figur yang layak dihargai, seperti Endang Dewi Wahyuni seorang penggagas Dayah Eco-friendly, Umi Hanisah mendirikan dayah bagi perempuan korban kekerasan, atau Iskandar Aceh Rakitan seorang pelestari seni ukir batee nisan dan Rumoh Aceh,” tambahnya.

Namun kenyataannya, kata dia, pilihan gelar tidak diberikan kepada para tokoh tersebut. Ia menduga bagi pengurus lembaga adat relasi kuasa lebih penting dibanding ilmu.

“Lagipula, ada kemungkinan para panitia bahkan tidak memahami apa itu eco-friendly atau paleoantropologi. Tidak penting, bagi mereka,” tutupnya. (XRQ)

Reporter: Akil

Gubernur Mualem dan DPRA Sepakati Arah Anggaran Aceh 2026

0
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, didampingi Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, S.IP., MPA., bersama Pimpinan DPRA menandatangani Berita Acara Persetujuan Bersama terhadap KUA dan PPAS Aceh Tahun Anggaran 2026, di Ruang Serbaguna DPR Aceh, Jumat (14/11/2025). Foto: (Humas Aceh).

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Pemerintah Aceh dan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) resmi menyepakati dokumen Kebijakan Umum Anggaran serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2026. Kesepakatan tersebut ditandai melalui penandatanganan berita acara bersama dalam rapat paripurna di Gedung DPRA, Banda Aceh, Kamis siang (14/11/2025).

Gubernur Aceh H. Muzakir Manaf, atau yang akrab disapa Mualem, hadir didampingi Sekretaris Daerah Aceh M. Nasir selaku Ketua Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA). Penandatanganan dilakukan bersama jajaran pimpinan DPRA setelah melalui rangkaian pembahasan yang dilakukan Badan Anggaran (Banggar) DPRA.

Dokumen KUA-PPAS tersebut sebelumnya telah diserahkan oleh Sekda Aceh dan jajaran TAPA kepada Ketua DPRA Zulfadli pada Rabu (12/11) sore. Setelah dibahas secara intensif oleh Banggar, dokumen kemudian dibawa ke paripurna untuk disetujui dan disahkan.

Amatan Nukilan.id dari kanal Youtube DPRA, Gubernur Mualem dalam sambutannya menyebut penandatanganan KUA-PPAS 2026 sebagai langkah strategis dalam memperkuat arah pembangunan Aceh pada tahun mendatang. Ia menegaskan komitmen Pemerintah Aceh untuk memaksimalkan penggunaan anggaran demi peningkatan kesejahteraan masyarakat, terutama pada sektor infrastruktur, layanan dasar, dan penguatan ekonomi.

Pada kesempatan itu, Mualem juga memaparkan hasil pertemuannya dengan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pada Kamis (13/11) di Hambalang. Dalam pertemuan tersebut, ia menjelaskan sejumlah kebutuhan pembangunan Aceh yang membutuhkan dukungan pemerintah pusat.

“Presiden, beliau memberikan dukungan penuh terhadap berbagai program pembangunan Aceh. Termasuk percepatan beberapa ruas jalan strategis, peningkatan konektivitas wilayah, dan peninjauan kembali beberapa kebutuhan penting daerah,” ujar Mualem.

Ia menambahkan bahwa Presiden turut menaruh perhatian pada beberapa proyek besar di Aceh, seperti pembangunan terowongan Geurute, sektor perikanan, dan investasi daerah. Mualem menilai dukungan tersebut menjadi peluang penting bagi Aceh untuk mempercepat pembangunan yang merata.

“Presiden menyampaikan komitmen untuk terus mendukung Aceh. Kita harus memanfaatkan dukungan tersebut sebaik mungkin untuk kepentingan masyarakat,” kata Mualem.

Rapat paripurna tersebut turut dihadiri para pimpinan dan anggota DPRA, para Asisten Sekda, kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA), serta kepala biro di lingkungan Setda Aceh. Kesepakatan KUA-PPAS ini menjadi dasar penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (RAPBA) 2026 yang akan dibahas pada tahap selanjutnya. (XRQ)

Reporter: Akil

Legislator Simeulue Tolak Wacana Pengalihan Kapal Aceh Hebat 1 ke Krueng Geukueh: Baiknya Dibeli Kapal Lain

0
KMP Aceh Hebat 1. (Foto: Dishub Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Iskandar, kembali menyoroti wacana pengalihan Kapal Aceh Hebat 1 (AH 1) ke Pelabuhan Krueng Geukueh, Aceh Utara, untuk melayani rute langsung menuju Penang, Malaysia.

Dikutip dari kanal YouTube DPRA, dalam forum resmi bersama Gubernur Aceh Muzakir Manaf usai Rapat Paripurna penandatanganan berita acara persetujuan KUA-PPAS Aceh Tahun 2026, Jumat (14/11/2025), legislator asal Simeulue itu menyebut rencana tersebut berpotensi melemahkan konektivitas wilayah kepulauan.

“Kalau ditarik ke Krueng Geukueh-Penang, maka Simeulue akan tertinggal. Saran kami, ada baiknya dibeli kapal lain oleh pemerintah Aceh,” tegasnya.

Iskandar menilai kapal feri merupakan kebutuhan dasar masyarakat Simeulue, mengingat daerah itu sangat bergantung pada transportasi laut untuk aktivitas ekonomi dan mobilitas harian. Karena itu, ia meminta setiap kebijakan terkait armada penyeberangan mempertimbangkan dampak langsung terhadap masyarakat kepulauan.

Pernyataan Iskandar turut mendapat sambutan positif dari sejumlah warga Simeulue yang menilai desakan tersebut selaras dengan kondisi nyata di lapangan, terutama terkait kebutuhan kapal yang memadai sebagai penunjang konektivitas daerah. (XRQ)

Reporter: AKIL