Beranda blog Halaman 177

Melihat Suasana Hangat Berbuka di Masjid Raya Baiturrahman 

0
Suasana warga saat menunggu berbuka puasa di pelataran Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh. (Foto: Nukilan/Rezi)

NUKILAN.id | Feature – Langit senja di Kota Banda Aceh perlahan berubah jingga ketika azan Magrib masih menunggu beberapa menit lagi. Di pelataran Masjid Raya Baiturrahman, ratusan warga telah lebih dulu memadati area halaman. Sebagian duduk beralas sajadah, lainnya menggelar tikar sederhana, membentuk lingkaran-lingkaran kecil bersama keluarga.

Amatan Wartawan Nukilan di lokasi, sejak pukul 16.30 WIB, masyarakat mulai berdatangan. Ada yang datang menggandeng anak, membawa kerabat, hingga rombongan kecil yang sengaja janjian untuk berbuka bersama. Tawa kecil anak-anak berpadu dengan obrolan ringan orang dewasa, menciptakan suasana hangat di bawah payung raksasa masjid kebanggaan masyarakat Aceh itu.

Di antara keramaian tersebut, Lisna Shella, seorang warga asal Ajun Jeumpet, Aceh Besar, tampak duduk bersama keluarga dan saudaranya. Ia mengaku sengaja memilih berbuka puasa di Masjid Raya Baiturrahman karena suasananya yang sarat kebersamaan dan religius.

“Di sini rasanya lebih berkesan. Suasananya penuh kebersamaan dan nuansa religi. Kalau buka di restoran atau tempat makan biasa, rasanya berbeda,” ujar Shella kepada Nukilan, Senin (2/3/2026).

Menurutnya, momen berbuka di masjid tidak hanya soal menikmati hidangan, tetapi juga tentang merasakan kekhusyukan dan kebersamaan dalam ibadah. Apalagi, di lokasi yang sama juga digelar Aceh Ramadhan Festival 2026 yang semakin menambah semarak suasana.

Festival yang resmi dibuka pada Minggu (1/3/2026) sore itu berlangsung hingga 7 Maret 2026, mengusung tema “The Truly Spiritual Journey in Serambi Mekkah.” Beragam kegiatan dan stan kuliner tersaji di area sekitar masjid,memudahkan masyarakat mendapatkan takjil tanpa harus berjalan jauh.

“Kebetulan ada Ramadhan Festival, jadi beli takjil juga mudah. Tinggal ke depan masjid saja, tidak perlu jauh-jauh,” katanya.

Aneka makanan dan minuman berjajar rapi di stan-stan penjual. Mulai dari kue tradisional, es buah, hingga hidangan khas berbuka puasa, semuanya menggoda selera. Aroma gorengan yang baru diangkat dari wajan bercampur dengan wangi teh dan sirup, mengisi udara senja.

Fenomena berbuka puasa di pelataran Masjid Raya Baiturrahman bukanlah hal baru. Seperti tahun-tahun sebelumnya, pemerintah kembali menyelenggarakan berbagai agenda Ramadan untuk memeriahkan bulan suci. Tradisi ini seakan menjadi magnet tahunan yang selalu dinantikan warga.

Menjelang azan Magrib, suasana perlahan berubah lebih tenang. Obrolan mereda, sebagian menengadahkan tangan untuk berdoa, sementara lainnya menatap jam dengan harap. Ketika azan akhirnya berkumandang, ratusan tangan serempak meraih air dan kurma, memulai buka puasa dengan khidmat.

Di bawah langit yang mulai gelap dan lampu-lampu masjid yang menyala terang, kebersamaan itu terasa utuh. Ramadan di Banda Aceh bukan sekadar ritual tahunan, tetapi juga tentang perjumpaan, persaudaraan, dan perjalanan spiritual yang dirasakan bersama—tepat seperti tema yang diusung tahun ini.

Reproter: Rezi

Tengku Razuan Sukses Bawa Nilam Aceh ke Pasar Dunia

0
Tengku Razuan
Direktur Razma Agro Jayana, Teuku Razwan. (Foto: AJNN)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Komoditas minyak nilam Aceh kian diminati pasar internasional. Berangkat dari rasa penasaran terhadap potensi tanaman tersebut, Tengku Razuan kini sukses mengembangkan usaha nilam hingga menjadi produsen sekaligus eksportir.

Mengutip Rmol, melalui perusahaan yang dipimpinnya, Razma Agro Jayana, Razuan mengembangkan bisnis aromatik yang memasok bahan baku minyak nilam untuk industri fragrance, beauty, dan wellness global.

Dalam kunjungan yang difasilitasi International Labour Organization bersama sejumlah wartawan beberapa waktu lalu, Razuan menceritakan awal ketertarikannya terhadap komoditas yang dikenal sebagai salah satu minyak atsiri terbaik di dunia.

“Saya mulai akhir 2020, masih skala kecil sebatas uji coba. Dasarnya cuma penasaran. Katanya ini komoditas terbaik dunia, tapi kenapa skala pertaniannya kecil-kecil,” kata Razuan kepada awak media.

Ketertarikannya semakin kuat setelah mendengar pemaparan tim Atsiri Research Center Universitas Syiah Kuala yang menyebut satu hektare tanaman nilam mampu mencukupi kebutuhan hidup seorang petani selama satu tahun.

Pada 2021, ia mulai menanam nilam di lahan seluas satu hektare. Hasil yang diperoleh dinilai cukup menjanjikan, meskipun terdapat perbedaan antara perhitungan teori dan kondisi di lapangan.

Seiring waktu, Razuan memperluas area budidaya dari satu hektare menjadi lima hektare, kemudian meningkat hingga 12 hektare, dan mencapai sekitar 20 hektare pada 2025. Pengembangan ini dilakukan bersama kelompok petani muda.

“Awalnya sekadar ingin menjawab rasa penasaran. Tapi setelah mendapat jawaban konkret di lapangan, kami memutuskan melanjutkan dan membangun bisnis ini secara serius,” kata Razuan.

Perjalanan usahanya dimulai dari level petani, lalu berkembang ke proses penyulingan, pengumpulan minyak nilam, hingga membuka akses pasar ekspor. Meski masih dalam tahap pengembangan, ia mengaku telah memahami pola besar bisnis nilam, termasuk tantangan klasik berupa fluktuasi harga.

Menurutnya, kebutuhan minyak nilam dunia diperkirakan mencapai 2.000 hingga 2.500 ton per tahun, sementara pasokan baru berkisar 1.000 hingga 1.200 ton.

Di sisi lain, petani masih menghadapi sejumlah kendala seperti harga yang tidak stabil, ketidakpastian pasar, serta keterbatasan akses permodalan.

“Sekarang pembeli luar negeri tidak hanya tanya harga. Mereka tanya siapa petaninya, kapan tanamnya, bagaimana prosesnya. Semua harus jelas,” ujarnya.

Untuk menjawab persoalan tersebut, Razuan menerapkan pola kontrak farming yang memberikan kepastian pembeli dan harga minimum bagi petani. Selain itu, perusahaan juga membantu membuka akses pembiayaan melalui lembaga keuangan.

Ia menjelaskan, biaya penanaman nilam untuk satu hektare lahan secara tradisional mencapai sekitar Rp50 juta, bahkan bisa hingga Rp70 juta dengan sistem semi-intensif.

Dengan produktivitas rata-rata 200 hingga 300 kilogram per tahun dari dua kali panen, petani berpotensi memperoleh pendapatan bersih sekitar Rp10 juta per bulan, tergantung harga jual minyak nilam.

“Kalau satu hektare itu, meskipun hanya menghasilkan 150 kilogram per tahun, pendapatannya sudah setara upah minimum,” ujarnya.

Memasuki 2026, sekitar 500 petani dengan luas lahan mencapai 592 hektare di delapan kabupaten/kota di Aceh telah terintegrasi dalam sistem digital Razma Digitalize Nilam Ecosystem. Sistem ini dirancang untuk memastikan keterlacakan rantai pasok nilam, mulai dari penanaman hingga penyulingan.

Menurut Razuan, integrasi rantai pasok menjadi syarat utama untuk menembus pasar global. Hal ini karena sekitar 90 persen produk parfum dunia menggunakan minyak nilam sebagai bahan dasar atau pengikat aroma (fixative) yang belum sepenuhnya tergantikan bahan sintetis.

Dari minyak nilam mentah bahkan dapat dihasilkan hingga 16 turunan bahan baku untuk berbagai industri.

“Kalau rantai pasok terintegrasi dengan baik, nilam Aceh nilainya tidak terhingga. Dunia butuh minyak nilam, dan minyak nilam dunia butuh nilam dari Aceh,” katanya.

Saat ini, pasar ekspor perusahaan tersebut mencakup sejumlah negara seperti China, Singapura, India, Amerika Serikat, serta beberapa negara di Eropa.

Bagi Razuan yang berasal dari Aceh Selatan, daerah yang sejak lama dikenal sebagai sentra nilam, pengembangan komoditas ini bukan hanya soal bisnis, tetapi juga upaya menjawab persoalan lama yang dihadapi petani.

“Persoalan nilam dari dulu sampai sekarang sama, yaitu fluktuasi harga yang ekstrem. Saya bagian dari keluarga besar orang bernilam, jadi ini juga bentuk tanggung jawab moral,” kata Razuan.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Warga Selamatkan Dua Lumba-Lumba yang Terdampar di Tambak Aceh Tamiang

0
Warga mengevakuasi dua ekor lumba-lumba yang terdampar di kawasan tambak warga Desa Kuala Pusong Kapal, Kecamatan Seruway, Aceh Tamiang, Jumat (6/3/2026). (FOTO: Dok Warga)

NUKILAN.ID | KUALA SIMPANG — Warga Desa Kuala Pusung Kapal, Kecamatan Seruway, Kabupaten Aceh Tamiang, mengevakuasi dua ekor lumba-lumba yang terdampar di alur air dangkal di sekitar kawasan tambak milik warga, Jumat (6/3/2026).

Sekretaris Desa Kuala Pusung Kapal, Yudi Amri, mengatakan kedua mamalia laut tersebut pertama kali ditemukan nelayan di alur perairan dekat kawasan hutan bakau pada Jumat pagi. Saat ditemukan, kondisi lumba-lumba terlihat lemas karena terjebak di perairan dangkal.

“Warga menemukan dua ekor lumba-lumba terdampar di dekat tambak yang terbengkalai. Kondisinya lemas karena air surut dan diduga kekurangan oksigen di perairan dangkal,” kata Yudi Amri di Aceh Tamiang.

Diduga salah satu lumba-lumba sempat tersangkut jaring nelayan sebelum akhirnya tersesat ke kawasan hutan bakau dan terperangkap ketika air mulai surut. Setelah ditemukan warga, kedua lumba-lumba tersebut kemudian diarahkan kembali menuju laut lepas.

Proses penyelamatan dilakukan secara manual dengan menunggu air pasang. Karena kondisi perairan dangkal, sejumlah warga turun langsung ke air untuk menggendong dan mendorong tubuh lumba-lumba yang diperkirakan memiliki panjang lebih dari dua meter.

Warga secara bergantian memandu satwa tersebut menelusuri paluh atau alur air sejauh ratusan meter menuju perairan yang lebih dalam agar dapat kembali ke muara laut Aceh Tamiang.

Setelah didorong secara perlahan ke perairan yang lebih dalam, kondisi lumba-lumba yang sebelumnya terlihat lemah mulai membaik. Warga berupaya memastikan kedua satwa tersebut dapat kembali dengan selamat ke habitat alaminya.

“Proses evakuasi berlangsung empat jam karena ukuran lumba-lumbanya besar sekitar 200 kilo lebih. Kalau panjangnya, yang satu mencapai 2,5 meter dan satu lagi sekitar dua meter. Sepertinya, sepasang jantan dan betina,” ujar Yudi Amri.

Camat Seruway, Rusni Devi A Manullang, mengatakan pihaknya telah menerima laporan terkait upaya penyelamatan dua mamalia laut tersebut oleh warga Desa Kuala Pusung Kapal.

“Kami mengapresiasi aksi cepat nelayan dan warga yang bahu-membahu mengarahkan kembali satwa itu ke habitatnya. Warga sempat kesulitan, tetapi berhasil dievakuasi saat air mulai pasang,” kata Rusni Devi.

Terkait penyebab lumba-lumba tersebut terdampar, pihak kecamatan masih belum dapat memastikan. Ada kemungkinan satwa itu tersesat saat mencari makan atau dipengaruhi faktor cuaca.

“Kami belum tahu pasti penyebab ikan lumba-lumba masuk ke area tambak, yang utama adalah penanganan cepat dari warga telah berhasil menyelamatkan nyawa satwa tersebut,” kata Devi.

Sebelumnya, kasus terdamparnya lumba-lumba juga pernah terjadi di wilayah Aceh lainnya.

Kakanwil Kemenag Aceh Resmi Buka Bimtek TKA MTs, Dorong Peningkatan Kapasitas Guru dan Siswa

0
Kakanwil Kemenag Aceh Resmi Buka Bimtek TKA MTs, Dorong Peningkatan Kapasitas Guru dan Siswa. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Aceh, Drs H Azhari MSi, resmi membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi guru madrasah jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs) Angkatan I Tahun 2026, Jumat sore, 6 Maret 2026.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut digelar di Hotel Grand Permata Hati Blang Oi, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh, dan dijadwalkan berakhir pada Sabtu (7/3).

Dalam kegiatan itu, sebanyak 259 peserta guru Madrasah Tsanawiyah (Guru MTK) dari berbagai kabupaten/kota di Aceh mengikuti pelatihan tersebut.

Di hadapan para peserta, Azhari berharap pelaksanaan bimtek yang berlangsung pada bulan Ramadan ini dapat melahirkan guru pendamping yang semakin kompeten dalam membimbing siswa.

Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan peran serta kapasitas guru MTK dalam pengembangan diri yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan kemampuan akademik siswa.

Para guru, kata dia, juga diharapkan dapat mendampingi peserta didik di madrasah secara maksimal agar kemampuan mereka terus berkembang.

“Juga kita harapkan supaya anak-anak harus paham dan harus mampu berkompetisi dalam aneka ajang perlombaan,” ujarnya.

Kakanwil membuka kegiatan tersebut didampingi Kabid Penmad Kanwil Kemenag Aceh, H Khairul Azhar SAg MSi.

Peringatan Nuzulul Qur’an di Takengon, Bupati Aceh Tengah Dorong Gerakan Membaca Al-Qur’an

0
Bupati Aceh Tengah Dorong Gerakan Membaca Al-Qur’an Saat Peringatan Nuzulul Qur’an di Takengon. (Foto: HUMAS AT)

NUKILAN.ID | TAKENGON – Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah menggelar peringatan Nuzulul Qur’an yang dirangkaikan dengan penguatan program Gemar Membaca Al-Qur’an, Jumat malam (06/03/2026) di Masjid Agung Ruhama, Takengon.

Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah qari ternama, di antaranya Teungku Haji Hamli Yunus, S.Ag., qari internasional yang sekaligus menyampaikan ceramah pada malam itu. Selain itu, hadir pula Teungku Ihsan Abu Bakar, S.E., qari internasional yang bertindak sebagai imam, serta Teungku Abdurrahman Embede dan Teungku Ilham Nurdin yang merupakan qari tingkat provinsi.

Dalam sambutannya, Bupati Aceh Tengah Drs. Haili Yoga, M.Si menyampaikan bahwa momentum Nuzulul Qur’an menjadi pengingat bagi umat Islam untuk semakin mencintai, membaca, serta memahami Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah saat ini tengah menjalankan program Gemar Membaca Al-Qur’an yang menyasar seluruh lapisan masyarakat, termasuk aparatur pemerintahan.

“Saya selalu bertanya kepada Pak Wakil Bupati, Sekda, para kepala dinas, camat, kepala desa, kepala puskesmas, hingga kepala sekolah, apakah hari ini sudah membaca Al Qur’an. Saya juga sering mengingatkan melalui pesan singkat dan saat turun langsung ke lapangan”, ujar Bupati.

Menurutnya, program tersebut menargetkan pada tahun 2026 sedikitnya 60 persen masyarakat Aceh Tengah memiliki kebiasaan membaca Al-Qur’an. Bahkan dalam empat tahun ke depan, pemerintah daerah menargetkan angka tersebut meningkat hingga mencapai 90 persen.

“Target kami bersama adalah menjadikan Aceh Tengah sebagai daerah yang Islami, dengan masyarakat yang hidup bersama Al-Qur’an”, tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga memberikan apresiasi kepada pengurus Masjid Agung Ruhama yang dinilai aktif menggelar berbagai kegiatan keagamaan. Beberapa program yang dijalankan di antaranya Ahad Berkah, santunan anak yatim, layanan bagi musafir, serta pengajian rutin yang dinilai turut menghidupkan syiar Islam di Aceh Tengah.

Selain membahas kegiatan keagamaan, Bupati Haili Yoga juga menyinggung informasi yang sempat beredar mengenai kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) dan bahan pokok di wilayah Aceh Tengah. Ia memastikan bahwa setelah berkoordinasi dengan berbagai pihak serta melakukan pengecekan langsung bersama jajaran Forkopimda, kondisi ketersediaan BBM dan bahan pokok di daerah tersebut masih aman.

Bupati menyebutkan bahwa stok beras di gudang Bulog saat ini mencapai sekitar 600 ton dan dalam waktu dekat akan ditambah sekitar 1.000 ton lagi. Ia juga memastikan ketersediaan minyak goreng serta kebutuhan pokok lainnya mencukupi hingga menyambut bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan yang dapat memicu kepanikan di tengah masyarakat.

“Tidak perlu membeli BBM, beras, atau minyak goreng secara berlebihan karena semuanya sudah disiapkan oleh pemerintah”, tegasnya.

Untuk menjaga stabilitas harga, Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah juga menugaskan Satpol PP bersama Polres serta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk melakukan pemantauan harga di sejumlah pasar, mulai dari wilayah Ketol, Silih Nara, Pegasing, hingga kecamatan lainnya.

Menutup sambutannya, Bupati Haili Yoga mengajak masyarakat menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup serta membiasakan membaca Al-Qur’an bersama keluarga setiap hari.

“Sayangi keluarga kita dengan Al Qur’an. Pastikan tidak ada satu pun anggota keluarga kita yang tidak membaca Al Qur’an setiap hari, karena Al Qur’an adalah pedoman hidup kita di dunia dan juga di akhirat”, pungkasnya.

Kapolda Aceh Imbau Warga Tak Menimbun BBM, Peringatkan Ancaman Pidana

0
Kapolda Aceh Irjen Pol Marzuki Ali Basyah. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Kapolda Aceh Irjen Pol Marzuki Ali Basyah mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan penimbunan bahan bakar minyak (BBM) karena tindakan tersebut merupakan pelanggaran hukum dan dapat dikenakan sanksi pidana.

“Kami ingatkan masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan serta tidak menimbunnya. Penimbunan BBM merupakan tindakan ilegal dan dapat dipidana karena merugikan masyarakat,” kata Marzuki Ali Basyah di Banda Aceh, Jumat.

Pernyataan itu disampaikan menyusul antrean panjang yang terjadi di hampir seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Provinsi Aceh.

Kapolda menjelaskan, pelaku penimbunan BBM dapat dijerat dengan Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. Dalam aturan tersebut, pelaku terancam hukuman maksimal enam tahun penjara serta denda paling banyak Rp60 ribu.

Selain itu, Kapolda juga mengingatkan para pedagang eceran agar tidak menjual BBM di atas harga normal. Menurutnya, praktik penjualan dengan harga yang melebihi ketentuan juga termasuk tindakan yang merugikan masyarakat.

Marzuki Ali Basyah turut mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan. Ia menegaskan bahwa pasokan serta distribusi BBM di Aceh masih berjalan normal.

“Informasi beredar di masyarakat terkait angka 20 hari bukan menunjukkan keterbatasan pasokan BBM, melainkan cadangan operasional yang disiapkan untuk menjaga stabilitas distribusi,” katanya.

Pihak Pertamina, lanjutnya, telah menjelaskan bahwa angka 20 hari tersebut merupakan cadangan operasional BBM. Bahkan, kapasitas penyimpanan yang tersedia mampu menampung pasokan hingga sekitar 25 hingga 26 hari.

“Polda Aceh terus berkoordinasi dengan pihak terkait. Selain itu, jajaran kepolisian juga melakukan langkah-langkah preventif dengan memberikan pengamanan di sejumlah SPBU,” kata Marzuki Ali Basyah.

Aznal Zahri Wakili Gubernur Aceh Hadiri Rakor Ketahanan Operasi Migas BPMA

0
Aznal Zahri Wakili Gubernur Aceh Hadiri Rakor Ketahanan Operasi Migas BPMA. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.ID | Banda Aceh – Kepala Dinas Pertanahan Aceh, T Aznal Zahri, mewakili Gubernur Aceh Muzakkir Manaf, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Ketahanan Operasi Minyak dan Gas Bumi yang digelar Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) di Kompleks Perkantoran BPMA, Banda Aceh, Sabtu (7/3/2026).

Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri para pemangku kepentingan sektor energi di Aceh, termasuk perwakilan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang beroperasi di wilayah Aceh.

Dalam sambutannya, Aznal menekankan pentingnya penguatan koordinasi lintas sektor guna mendukung kelancaran investasi dan operasional industri minyak dan gas bumi di Aceh.

Menurutnya, pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam memastikan berbagai aspek pendukung industri migas berjalan optimal, mulai dari tata kelola lahan, kepastian regulasi daerah, hingga dukungan terhadap iklim investasi yang kondusif.

“Koordinasi yang kuat antara pemerintah daerah, BPMA, dan pelaku industri sangat penting untuk memastikan kegiatan eksplorasi dan produksi migas di Aceh dapat berjalan lancar serta berkelanjutan,” kata Aznal.

Ia menambahkan, forum koordinasi ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat sinergi antara pemerintah, BPMA, dan perusahaan migas, sehingga potensi energi Aceh dapat dikelola secara optimal, transparan, serta memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.

Di tengah dinamika industri energi global, Aceh dinilai masih memiliki peluang besar untuk kembali menjadi salah satu daerah penghasil minyak dan gas bumi penting di Indonesia. Namun, hal tersebut membutuhkan dukungan seluruh pihak melalui stabilitas kebijakan, kepastian investasi, serta kolaborasi berkelanjutan di sektor strategis tersebut.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Pedagang Peci di Sekitar Masjid Raya Baiturrahman Kebanjiran Pembeli pada Pertengahan Ramadan

0
Pedagang Kopiah/Peci di seitaran Masjid Raya Baiturrahman. (Foto: Nuikilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Memasuki hari ke-16 bulan suci Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi, pedagang peci di kawasan Masjid Raya Baiturrahman mulai merasakan lonjakan penjualan dibandingkan hari-hari biasa.

Seperti yang terlihat di lapak Al-Sorum, amatan Nukilan.id pada Jumat (6/3/2026), aktivitas jual beli peci mulai meningkat seiring ramainya masyarakat yang berkunjung ke kawasan masjid ikonik di Banda Aceh tersebut.

Salah seorang pedagang yang menjaga lapak tersebut, Musliadi, tampak baru saja menata dan mengeluarkan dagangannya. Kepada Nukilan.id, ia mengaku suasana Ramadan tahun ini membawa berkah tersendiri bagi lapaknya karena jumlah pembeli meningkat signifikan.

“Alhamdulillah bang, bulan puasa adalah peningkatan penualan dibanding hari-hari bisa,” katanya.

Menurutnya, perbandingan penjualan antara hari biasa dan bulan Ramadan cukup jauh. Pada hari-hari biasa, jumlah peci yang terjual tidak mencapai angka tinggi. Namun selama Ramadan, penjualan bisa melonjak tajam.

“Kalau hari biasa laku dibawah 100, tapi sekarang bisa laku 100-120 peci,” ujarnya.

Lonjakan penjualan tersebut juga berdampak pada pendapatan hariannya. Musliadi menjelaskan bahwa peci yang dijual di lapak tersebut bukan miliknya. Ia hanya bertugas menjaga lapak dengan sistem upah per barang yang terjual.

Ia mengaku menerima imbalan sebesar Rp5.000 untuk setiap peci yang berhasil terjual.

Lapak Al-Sorum sendiri menyediakan berbagai jenis peci, baik merek lokal maupun produk dari luar daerah. Untuk produk lokal, tersedia peci yang diproduksi di Geudong, Aceh Utara, serta dari Lhokseumawe. Selain itu, ada pula peci yang didatangkan dari Pulau Jawa.

Harga peci yang ditawarkan cukup beragam, mulai dari Rp30.000 hingga Rp70.000 per buah, tergantung jenis dan kualitasnya. Menurut Musliadi, harga yang paling umum dibeli pelanggan berada di kisaran Rp50.000.

Untuk menarik minat pembeli selama Ramadan, lapak Al-Sorum juga memberikan promo khusus untuk jenis peci rajut.

“Kalau yang rajut ini kita ada promo, beli dua gratis satu,” tambahnya.

Ramadan memang menjadi momen yang dinanti para pedagang perlengkapan ibadah di sekitar Masjid Raya Baiturrahman. Selain meningkatnya aktivitas ibadah, banyak masyarakat juga memanfaatkan bulan suci ini untuk membeli peci baru sebagai pelengkap saat melaksanakan salat berjamaah maupun menyambut Hari Raya Idulfitri. (XRQ)

Reporter: Akil

Kadis ESDM Aceh Pimpin Upacara Perdana, Tekankan Disiplin dan Sinergi Wujudkan Visi Gubernur

0
Kadis ESDM Aceh Pimpin Upacara Perdana. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh, Asnawi, S.T., M.S.M., memimpin upacara rutin perdana di lingkungan Dinas ESDM Aceh yang digelar di halaman kantor setempat, Senin (2/3/2026).

Upacara tersebut menjadi momen pertama Asnawi bertindak sebagai pembina upacara sejak resmi dilantik oleh Gubernur Aceh pada Sabtu, 28 Februari 2026 di Anjong Mon Mata, Banda Aceh.

Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB itu diikuti oleh sekretaris dinas, para kepala bidang, pejabat eselon IV, serta seluruh staf Dinas ESDM Aceh. Upacara berlangsung tertib dan khidmat.

Dalam amanatnya, Asnawi menekankan pentingnya kerja sama dan sinergi seluruh jajaran dalam mendukung serta mewujudkan visi dan misi Gubernur Aceh. Ia menegaskan bahwa keberhasilan program tidak dapat dicapai secara individu.

“Kita harus saling bekerja sama dan bersinergi untuk mewujudkan serta menjalankan visi dan misi Bapak Gubernur Aceh. Tidak ada keberhasilan yang diraih secara individual. Semua harus bergerak bersama dalam satu tujuan,” ujarnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya disiplin kerja, khususnya dalam mematuhi jam kerja. Ia menegaskan agar seluruh pegawai tidak menggunakan waktu dinas untuk kegiatan di luar tugas.

“Saya meminta kepada seluruh pegawai untuk meningkatkan disiplin jam kerja. Jangan menghabiskan waktu di warung kopi pada saat jam kerja. Setelah Lebaran nanti, pengawasan akan kita perketat. Jangan sampai ada staf Dinas ESDM Aceh yang terjaring razia pada saat jam kerja,” tegasnya.

Lebih lanjut, Asnawi menyampaikan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) telah disahkan, sehingga seluruh jajaran diminta segera mengoptimalkan pelaksanaan program prioritas yang telah direncanakan.

Ia juga mengajak seluruh pegawai untuk menjaga integritas serta memperkuat kepercayaan dalam pengelolaan sektor energi dan sumber daya mineral di Aceh.

“Mari kita saling percaya dan bekerja sama untuk mewujudkan tata kelola energi dan sumber daya mineral di Aceh menjadi semakin baik, transparan, dan efisien. Semua ini kita lakukan demi satu tujuan besar: kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat Aceh.” tutupnya.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Pemuda ICMI Hadir di Podcast Sahabat Zakat BMK Aceh Selatan, Bahas Transparansi Dana Umat

0
Baitul Mal Kabupaten Aceh Selatan bersama MPD Pemuda ICMI Aceh Selatan kembali menghadirkan ruang dialog publik melalui program Podcast Kito Sahabat Zakat sebagai sarana penyampaian informasi yang terbuka terkait pengelolaan dana umat. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | TAPAKTUAN – Baitul Mal Kabupaten Aceh Selatan bersama MPD Pemuda ICMI Aceh Selatan kembali menghadirkan ruang dialog publik melalui program Podcast Kito Sahabat Zakat sebagai sarana penyampaian informasi yang terbuka terkait pengelolaan dana umat.

Kegiatan tersebut berlangsung di Studio Podcast Sekretariat Baitul Mal Kabupaten Aceh Selatan, Jumat (6/3/2026).

Pada episode kali ini, podcast mengangkat tema “Transparansi Zakat, Pondasi Aceh Selatan Maju.” Diskusi menghadirkan narasumber Sri Kurniati SE yang menjabat sebagai Kasubbag Umum Sekretariat Baitul Mal Aceh Selatan.

Acara dipandu oleh Hasbaini S.Pd, M.Pd, dosen Politeknik Aceh Selatan yang juga menjabat sebagai Sekretaris Umum MPD Pemuda ICMI Aceh Selatan. Kegiatan podcast tersebut turut didukung oleh Zakirto sebagai kameramen sekaligus editor.

Dalam diskusi yang berlangsung hangat dan reflektif, para narasumber membahas pentingnya keterbukaan informasi publik, laporan keuangan yang akuntabel, serta berbagai langkah yang dilakukan Baitul Mal untuk menjaga kepercayaan masyarakat.

Transparansi dalam pengelolaan zakat dinilai menjadi salah satu kunci utama agar dana umat dapat dikelola secara amanah dan memberikan manfaat luas bagi kesejahteraan masyarakat.

Kepala Sekretariat Baitul Mal Kabupaten Aceh Selatan, Gusmawi Mustafa SE, kepada Nukilan.id menyampaikan bahwa transparansi bukan hanya kewajiban administratif lembaga, tetapi juga bentuk tanggung jawab moral kepada masyarakat.

“Zakat adalah amanah umat. Karena itu, setiap rupiah yang dikelola harus dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka. Melalui Podcast Sahabat Zakat ini, kami ingin memastikan masyarakat mengetahui bagaimana dana zakat dihimpun, dikelola, dan disalurkan secara transparan untuk kemaslahatan bersama.” kata Gusmawi.

Sementara itu, Ketua Umum MPD Pemuda ICMI Aceh Selatan, Ir T Irwansyah ST, menilai podcast tersebut menjadi ruang edukasi publik yang penting untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pengelolaan zakat yang modern dan akuntabel.

“Transparansi adalah jembatan kepercayaan antara lembaga dan masyarakat. Ketika kepercayaan tumbuh, partisipasi umat dalam berzakat juga akan meningkat. Pada akhirnya, zakat bukan hanya ibadah, tetapi kekuatan sosial ekonomi yang mampu mendorong kemajuan Aceh Selatan.” ujar Irwansyah.

Melalui Podcast Kito Sahabat Zakat, Baitul Mal Aceh Selatan bersama MPD Pemuda ICMI Aceh Selatan berharap masyarakat semakin memahami pentingnya transparansi dalam pengelolaan dana umat.

Dengan keterbukaan dan akuntabilitas yang terus dijaga, zakat diharapkan dapat menjadi salah satu fondasi penting dalam mendorong kesejahteraan serta kemajuan masyarakat Aceh Selatan. (xrq)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.