Beranda blog Halaman 1739

Ragam Menu Buka Puasa Tersedia di Aceh Festival Ramadhan 2022

0
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh menggelar Festival Ramadhan 2022 di Taman Seni dan Budaya, Kota Banda Aceh. (Foto: Nukilan/Reji)

Nukilan.id – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh menggelar Festival Ramadhan 2022 di Taman Seni dan Budaya, Kota Banda Aceh mulai 13-19 April 2022.

Jadwal pelaksanaan event tersebut dibagi dalam dua sesi, yaitu sesi pertama dimulai dari pukul 16.00-18.30 WIB dan sesi kedua dimulai setelah shalat tarawih dari pukul 21.30-23.30 WIB.

Kegiatan yang mengusung tema “Wonderful Ramadhan in Aceh” ini masuk dalam salah satu program Kharisma Event Nusantara (KEN) yang telah ditetapkan oleh Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Republik Indonesia.

Kepala Disbudpar Aceh, Jamaluddin mengatakan, event tahunan Aceh Ramadhan Festival 2022 ini sebagai momentum kebangkitan industri pariwisata dan juga media untuk membangunkan ekonomi masyarakat Aceh.

“Kita harapkan Festival Ramadhan tahun ini memberikan dampak postif bagi pengembangan ekonomi lokal di lingkungan masyarakat khususnya pelaku UMKM,” harapnya.

Selain itu, Jamaluddin menjelaskan, bahwa kegiatan Aceh Ramadhan Festival ini pertama kali diselenggarakan pada tahun 2019 oleh Kemenparekraf RI.

“Event tahunan ini diselenggarakan Kemenparekraf pada tahun 2019 dan sempat terhenti pada tahun 2020, akibat wabah Covid-19,” ucapnya.

Jamaluddin menyebutkan, event Aceh Ramadhan Festival akan menampilkan berbagai ragam kegiatan, seperti pusat kajian ramadhan, kenduri ramadhan, kelas kreatif bagi kaula muda, penampilan seni dan budaya serta ramadhan sale.

“Dan kegiatan ini dapat dinikmati para pengunjung jelang berbuka puasa yang tentunya dihadiri oleh 40 stan semuanya pelaku UMKM dari Banda Aceh dan Aceh Besar yang bergerak di bidang kuliner dan non kuliner,” sebutnya.

Sementara itu, kata dia, Festival ini juga menawarkan beragam menu berbuka puasa dengan variasi menu tradisional hingga tren kuliner kekinian.

“Selain takjil, juga ada sajian makanan utama dan kopi, serta hidangan khanduri kanji rumbi yang telah disiapkan untuk para pengunjung,” pungkas Jamaluddin.

Reporter: Reji

Alasan Pemerintah Tarik Biaya Akses NIK Rp1.000

0
NIK KTP (qelola)

Nukilan.id – Alasan pemerintah akan menarik tarif Rp1.000 setiap kali akses nomor induk kependudukan (NIK) di database kependudukan agar pemerintah memiliki dana untuk perawatan sistem data kependudukan.

Adapun selama ini, server data kependudukan belum pernah diperbaiki karena tidak mempunyai anggaran. Kementerian Dalam Negeri telah empat kali mengajukan anggaran. Namun selalu ditolak oleh Kementerian Keuangan.

Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh mengatakan, perangkat keras server data kependudukan sudah berusia sepuluh tahun dan sudah tidak punya garansi. Suku cadang perangkat keras itu pun sudah tak ada di pasaran.

“Memang sudah saatnya server-server ini diremajakan agar pelayanan publik menjadi lebih baik dan menjaga Pemilu Presiden dan Pilkada Serentak 2024 agar bisa berjalan baik dari sisi penyediaan daftar pemilih,” jelas Zudan melalui pesan singkat, Rabu (13/4).

Sebagai informasi, aturan penerapan ini akan berlaku bagi lembaga pengguna database kependudukan.

Apabila suatu lembaga mengakses unsur data kependudukan lain juga akan dikenakan biaya.

Untuk detail biayanya sedang dirumuskan dalam rancangan Peraturan Pemerintah Penerimaan Negara Bukan Pajak (RPP PNBP).

“Sudah disosialisasikan juga ke berbagai lembaga sesuai rapat terdahulu untuk akses NIK Rp1.000 per akses NIK,” kata Zudan.

Ia menjelaskan, selama ini biaya akses digratiskan karena pemerintah yang menanggungnya melalui Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN).

Perihal ini juga ikut menarik perhatian Wakil Ketua Komisi II DPR Luqman Hakim. Dirinya khawatir hal itu berdampak pada keamanan data penduduk Indonesia.

“Kita menghadapi ancaman serius mengenai data kependudukan. Hampir 200 juta data kependudukan yang tersimpan di data center Dukcapil Kementerian Dalam Negeri terancam hilang atau musnah,” ujar Wakil Ketua Komisi II DPR, Luqman Hakim pada CNNIndonesia.com, Selasa (12/4). [cnn]

Bersih dan Bebas Bau, TPA di Jambi Terapkan Sistem Sanitary Landfill

0
Tempat Pemrosesan Akhir Sampah © NZ3 Shutterstock

Nukilan.id – Seperti yang kita ketahui bahwa sampah-sampah yang berasal dari berbagai tempat akan dikumpulkan, dikelola, dan dikirim ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) atau landfill. TPA menjadi tempat untuk memproses dan meminimalkan dampak sampah terhadap kesehatan manusia dan lingkungan.

Berdasarkan sistem operasionalnya, ada tiga metode pembuangan akhir sampah, yaitu sanitary landfill, controlled landfill, dan open dumping.

Di Indonesia, metode open dumping atau membuang sampah di lahan terbuka paling banyak ditemukan. Namun, open dumping sendiri memiliki dampak negatif pada lingkungan dan menyebabkan kesan kumuh, kotor, bau, dan jadi sumber penyakit. Sebaliknya, teknologi sanitary landfill dapat digunakan untuk menghapus kesan-kesan negatif tersebut dan menciptakan TPA yang lebih ramah lingkungan.

Salah satu TPA di Indonesia yang menggunakan metode sanitary landfill adalah TPA Talang Gulo di Kelurahan Kenali Asam Bawah, Kecamatan Kota Baru, Jambi, Provinsi Jambi. Dibangun sejak tahun 1997, TPA tersebut awalnya masih dioperasikan dengan sistem open dumping, kemudian dikembangkan menggunakan teknologi sanitary landfill.

Seperti apa proses pengembangan sanitary landfill tersebut?

Pengembangan sanitary landfill di TPA Talang Gulo

Dijelaskan dalam buku “Pengantar Kesehatan Lingkungan”, seperti dikutip Katadata.co.id,sanitary landfill adalah sistem pemusnahan sampah yang dilakukan dengan cara menimbun sampah dengan tanah yang ditimbun selapis demi selapis. Dengan demikian, sampah tidak berada di ruang terbuka sehingga tidak menimbulkan bau atau menjadi sarang binatang pengerat.

Adapun proses pembuangan sampah di sanitary landfill dilakukan dengan cara ditimbun. Sebelumnya, permukaan dasar di TPA harus dilapisi dengan tanah lempung dan geomembran agar air lindi tidak merembes dan mencemari air tanah.

Pada pengembangan TPA Sampah Talang Gulo merupakan kerja sama antara Pemerintah Indonesia melalui Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR dengan Pemerintah Jerman dalam Program Emission Reduction in Cities–Solid Waste Management (ERIC-SWM). Proyek ini diketahui telah dikerjakan sejak tahun 2018-2020 dengan biaya senilai 14 juta euro atau sekitar Rp218 miliar.

TPA Sampah Talang Gulo merupakan pilot project program ERIC-SWM karena TPA eksisting Talang Gulo sudah overload dan dikhawatirkan tidak akan bisa lagi menampung sampah yang ditimbulkan setiap harinya. Selain Jambi, akan ada kota dan kabupaten lain yang akan menjadi percontohan dalam program sanitary landfill, termasuk Kota Malang, Kabupaten Sidoarjo, dan Kabupaten Jombang.

Untuk merealisasikan sanitary landfill di Jambi, dibangun TPA sampah yang baru dan lokasinya sama dengan TPA lama. Dengan luas lahan 21,3 hektare, pembangunan infrastruktur TPA Talang Gulo meliputi pembangunan area landfill seluas 5,2 hektare, sarana pengolahan air lindi berkapasitas 250 meter kubik per hari, sarana pemilahan sampah berkapasitas 35 ton per hari, sarana pengolahan kompos berkapasitas 15 ton per hari. Selain itu dibangun juga fasilitas penunjang seperti gapura, kantor pengelola, jembatan timbang, dan lokakarya.

Bagaimana membangun sistem sanitary landfill di TPA? Pada dasarnya dilakukan pelapisan lahan pembuangan di TPA dengan menggunakan tiga lapis perlindungan lingkungan. Pertama dipasang lapisan kedap berupa geosynthetic clay liner bahan geosintetis (GCL) setebal 1 cm di atas tanah asli yang telah dipadatkan agar air lindi tidak mencemari tanah. Lapisan kedua dan ketiga ialah berupa lapisan impermeabel dan geotextile.

Setelah itu, air lindi akan ditampung dan disalurkan ke kolam penampungan IPL (Instalasi Pengolahan Lindi) yang memiliki sistem pemurnian bertahap dan dilengkapi bak kontrol. Hasilnya adalah mengurangi aroma tidak sedap, mengedepankan konsep ramah lingkungan, dan meminimalkan pencemaran tanah, udara, dan air di sekitarnya.

Sebelum TPA Sampah Talang Gulo, sebenarnya program serupa pernah diterapkan di TPA Manggar di Kelurahan Manggar, Kecamatan Balikpapan Timur. Peresmiannya dilakukan oleh Presiden Joko Widodo pada tahun 2019.

Kala itu, Jokowi mengatakan bahwa TPA Sampah Manggar merupakan pemprosesan akhir sampah terbaik di Indonesia, hijau, tidak bau, dan bersih. Adapun pembangunan dilakukan dengan anggaran yang tak terlalu besar, yaitu Rp160 miliar.

TPA Manggar memiliki luas lahan 9,1 hektare dan penerapan sanitary landfill telah dilakukan sejak tahun 2017 meliputi pembangunan 3 unit sel landfill, unit pengolahan air lindi, pagar pembatas lahan, jalan
operasional, jembatan timbang, hanggar alat berat, pos jaga, gazebo, dan normalisasi saluran air.

Pembangunan TPA Manggar juga melahirkan inovasi yaitu pemanfaatan gas metana dari sampah sebagai sumber listrik untuk penerangan yang juga menjadi bahan bakar alternatif kompor gas bagi 20 hingga 160 KK di sekitar lokasi. [GNFI]

Indonesia Akan Punya Rest Area di Tol Tengah Laut

0
Proyek Tol Semarang-Demak © jatengprov.go.id

Nukilan.id – Pembangunan infrastruktur terus dilakukan, salah satu fasilitas publik yang hingga kini terus digarap adalah jalur cepat untuk transportasi roda empat atau lebih, yakni jalan tol. Di pulau Jawa sendiri, ada beberapa proyek jalur tol yang hingga saat ini sedang dalam proses pengerjaan.

Namun di antara sederet proyek tol yang ada, satu yang bisa dibilang lebih menarik perhatian karena keunikan lokasi dan konsep pembangunannya adalah tol rute Semarang-Demak. Bukan tanpa alasan, hal tersebut lantaran tol yang menghubungkan dua kota dengan jarak sekitar 29 kilometer tersebut rupanya dibangun di atas wilayah pinggiran laut.

Dalam pembangunannya, tol Semarang-Demak memang diklaim memiliki peran multifungsi. Jadi selain untuk meningkatkan konektivitas, tol ini juga berfungsi sebagai pengendali banjir rob karena terintegrasi dengan tanggul laut.

Bahkan, ketahanan struktur bangunan tol ini dalam menjadi tembok laut kabarnya dirancang untuk bisa menahan rob selama 50 tahun.

Namun tidak berhenti sampai di situ, hal lain yang belakangan terungkap dan menjadi keunikan tersendiri dari tol Semarang-Demak adalah mengenai adanya titik peristirahatan atau rest area, yang otomatis akan berada di tengah laut.

Seperti apa proyeksi rest area tengah laut yang dimaksud?

Potensi destinasi wisata

Jika bicara mengenai keberadaan tol di atas laut, rute Semarang-Demak mungkin memang bukan yang pertama di Indonesia. Tol dengan konsep di atas laut pertama kali diterapkan untuk rute Bali-Mandara yang menghubungkan wilayah Ngurah Rai, Benoa, dan Nusa Dua.

Uniknya, jalan tol Bali-Mandara merupakan satu-satunya jalan tol di Indonesia yang memiliki jalur untuk sepeda motor.

Menjadi tol kedua di Indonesia yang dibangun di atas laut, jalur Semarang-Demak tak mau kalah memiliki keunikannya sendiri, yakni dengan keberadaan rest area yang otomatis akan berbeda dari rest area lain di Indonesia, karena posisi yang berada di atas laut. Ke depannya, rest area ini bahkan diproyeksi akan memiliki fungsi lain, yakni sebagai detinasi wisata baru khususnya di Kota Semarang.

“Lokasinya berada di kilometer 5. Jadi ini akan menjadi destinasi baru di Kota Semarang, dan akan mejadi rest area pertama di Indonesia yang berada di tengah laut,” ujar Deddy Susanto, selaku Direktur Teknik PT PP Tol Semarang-Demak, dalam betanews.id.

Lebih jelas, Deddy memaparkan jika tol ini akan membelah lautan dari kawasan Kaligawe di Kota Semarang, menuju kawasan Sayung di Kabupaten Demak.

Tentang tol Semarang-Demak

Membahas mengenai detail proyeknya secara lebih rinci, diketahui jika proyek Tol Semarang-Demak merupakan bagian dari jaringan Tol Trans Jawa koridor Pantura. Koridor ini nantinya akan menghubungkan Kota/Kabupaten Semarang, Demak, Tuban, dan Gresik, hingga menyambung ke Tol Gresik-Surabaya yang sudah lebih dulu terhubung dan beroperasi sebelumnya.

Diproyeksi memiliki panjang jalan sekitar 26,7 kilometer, tol ini terbagi menjadi dua seksi yakni seksi 1 untuk bagian Semarang/Kaligawe-Sayung sepanjang 10,39 kilometer. Seksi ini menjadi porsi pemerintah dan pembangunannya membutuhkan biaya sekitar Rp10,56 triliun.

Sementara itu, seksi 2 berlanjut dari bagian Sayung-Demak dengan jarak sepanjang 16,31 kilometer, dan menjadi porsi Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Pembangunan Perumahan, dan anggaran yang dibutuhkan berada di kisaran Rp4,3 triliun.

Sehingga jika ditotal secara keseluruhan, anggaran yang dibutuhkan untuk membangun tol Semarang-Demak berada di kisaran kurang dari angka Rp15 triliun.

Membahas prosesnya, untuk pembangunan seksi 1 konstruksi sendiri baru dimulai pada awal tahun tepatnya Januari 2022 ini, dan ditargetkan selesai pada kisaran kuartal akhir tahun 2024. Sedangkan seksi 2 memang telah dibangun lebih dulu pada bulan Juni 2021 lalu.

Progres dari seksi 2 per bulan September bahkan sudah mencapai 41,63 persen. Hal tersebut membuat perkiraan waktu penyelesaian seksi 2 lebih cepat dua bulan dari target awal. Kepastian itu disampaikan oleh Andi Gani Nena, selaku Komisaris Utama PT Pembangunan Perumahan, kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, pada kisaran bulan November lalu.

“Kita targetkan seksi dua selesai 28 Oktober 2022, bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda. Ini akan mempercepat dua bulan dari target awal yang rencananya selesai pada Desember 2022,” ujar Andi, dalam rilis di laman Pemprov Jateng.

Gubernur Ganjar mengapresiasi kecepatan pengerjaan proyek tersebut. Menurutnya, jalan tol Semarang-Demak merupakan ikhtiar untuk menyelesaikan permasalahan kepadatan lalu lintas yang sudah cukup lama terjadi di sekitar Demak dan Semarang. [GNFI]

Pemerintah akan Pasang Tarif Rp1.000 Setiap Akses NIK

0
Ilustrasi NIK KTP. (Foto: Dok.Kemendagri)

Nukilan.id – Pemerintah berencana menerapkan tarif Rp1.000 setiap kali akses nomor induk kependudukan (NIK) di database kependudukan. Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh menyebut aturan akan berlaku bagi lembaga pengguna database kependudukan.

Biaya juga akan dikenakan jika suatu lembaga mengakses unsur data kependudukan lain. Detail biaya sedang dirumuskan dalam rancangan peraturan pemerintah penerimaan negara bukan pajak (RPP PNBP).

“Sudah disosialisasikan juga ke berbagai lembaga sesuai rapat terdahulu untuk akses NIK Rp1.000 per akses NIK,” kata Zudan melalui pesan singkat, Rabu (13/4).

Zudan mengatakan selama ini biaya akses digratiskan. Pemerintah yang menanggung semua beban biaya itu lewat anggaran penerimaan dan belanja negara (APBN).

Selanjutnya, biaya akses akan diterapkan agar pemerintah memiliki dana untuk perawatan sistem data kependudukan. Selama ini, server data kependudukan belum pernah diperbaiki karena tak ada anggaran.

Zudan menyampaikan bahwa perangkat keras server data kependudukan sudah berusia sepuluh tahun dan sudah tidak punya garansi. Suku cadang perangkat keras itu pun sudah tak ada di pasaran.

“Memang sudah saatnya server-server ini diremajakan agar pelayanan publik menjadi lebih baik dan menjaga Pemilu Presiden dan Pilkada Serentak 2024 agar bisa berjalan baik dari sisi penyediaan daftar pemilih,” tuturnya.

Sebelumnya, Zudan mengungkap server data kependudukan tak pernah diperbarui karena tak ada anggaran. Kemendagri sudah empat kali mengajukan anggaran, tetapi selalu ditolak Kementerian Keuangan.

Wakil Ketua Komisi II DPR Luqman Hakim juga menyoroti hal itu. Dia khawatir hal itu berdampak pada keamanan data penduduk Indonesia.

“Kita menghadapi ancaman serius mengenai data kependudukan. Hampir 200 juta data kependudukan yang tersimpan di data center Dukcapil Kementerian Dalam Negeri terancam hilang atau musnah,” ungkapnya kepada CNNIndonesia.com, Selasa (12/4). [cnn]

Indonesia Harus Perbaiki Tata Kelola Sampah

0
(UPTD) Balai Penanganan Sampah Regional (BPSR) Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Aceh. (foto: Nukilan.id)

Nukilan.id – Pegiat lingkungan menyatakan saat ini Indonesia darurat sampah. Pengelolaan yang buruk menjadi faktor utama. Sampah dibiarkan menggunung hingga mengotori laut dan sungai.

Menurut Rahyang Nusantara, Co-Coordinator Aliansi Zero Waste Indonesia, buruknya tata kelola tidak terlepas dari budaya kumpul-angkut-buang ke tempat pengolahan akhir (TPA) sampah.

“Dengan skema ini, sampah yang dihasilkan dari sumber tidak terpilah dengan baik, sehingga menumpuk di satu tempat. Hal tersebut diperparah dengan minimnya upaya pengurangan sampah dari hulu,” kata Rahyang kepada wartawan dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa, 12 April 2022.

Rahyang mengatakan, sebagian besar tempat pengolahan akhir (TPA) sudah penuh. Penanganan sampah yang saat ini tersentralisasi dengan cara kumpul-angkut-buang ke TPA terbukti bukan cara yang tepat menangani sampah.

Pasalnya, jarak transportasi jauh dari kota ke satu titi penimbunan, sehingga rawan kecelakaan dan gangguan lainnya. Cakupan pelayanan sampah juga hanya mampu menjangkau 30-40% populasi penduduk yang tinggal di pusat kota.

“Maka pemerintah harus meningkatkan cakupan layanannya agar semua wilayah perkotaan hingga perdesaan mendapat layanan pengelolaan sampah secara menyeluruh,” jelas Rahyang.

Setiap tahun penduduk Indonesia menghasilkan lebih dari 8 juta ton sampah plastik. Dari jumlah tersebut, hanya sekitar 3 juta ton yang dikelola dengan baik. Sisanya, sebesar 5 juta ton salah urus karena ditangani dengan cara dibakar dan ditimbun secara open dumping, dibuang ke sungai sebesar 2,6 juta ton dan pada akhirnya bermuara ke lautan sekitar 3,2 juta ton.

Tingginya jumlah sampah plastik yang salah urus membuat Indonesia menjadi negara penyumbang sampah plastik terbesar kedua ke laut dunia setelah China.

DKI Jakarta merupakan salah satu wilayah yang buruk tata kelola sampahnya. Berdasarkan data yang dihimpun WALHI, timbulan sampah harian Jakarta meningkat dari 7.000 ton pada 2015 menjadi 8.300 ton per hari pada 2020.

Menurut WALHI, peningkatan tersebut diperparah dengan rendahnya jumlah sampah yang berhasil dikelola guna mengurangi beban TPA Bantargebang. Pada 2020, misalnya, hanya 945 ton berhasil dikelola dari total 8.369 ton timbulan sampah harian. Sementara 7.424 ton sisanya dibuang ke Bantargebang.

Direktur Eksekutif WALHI DKI Jakarta Suci Fitriah Tanjung menuturkan, sebagian sampah juga tercecer ke badan air termasuk 13 sungai yang ada di Jakarta. Menurut Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria pada peringatan Hari Peduli Sampah Nasional 2022, Pemprov DKI Jakarta telah mengangkut 121.433 meter kubik sampah dari 13 sungai Jakarta selama Oktober-Desember 2021.

Jumlah sampah yang didominasi plastik tersebut turut menambah beban pencemaran sungai Jakarta. Hal itu ditambah dengan limbah industri, hingga resapan air lindi yang mengandung fosfat dan nitrat. Pencemaran ini mengakibatkan penurunan populasi ikan endemik hingga pada tingkat terancam punah.

WALHI Jakarta mencatat pencemaran sungai di daratan Jakarta terutama berasal dari sampah plastik sekali pakai seperti kantong plastik, styrofoam, sachet, dan sedotan. Polutan ini merusak ekosistem pesisir dan pulau kecil di wilayah Kepulauan Seribu seperti Pulau Pari dan Pulau Rambut.

Suci mengatakan, saat ini pemerintah DKI Jakarta telah memiliki berbagai regulasi pengelolaan dan penanganan sampah. Di antaranya terkait pengelolaan penggunaan plastik dan metode 3R (reuse, reduce, recycle).

“DKI Jakarta sudah memiliki cukup banyak produk hukum yang mengatur soal sampah. Sayangnya, produk hukum tersebut belum ditunjang oleh pelaksanaan yang maksimal,” kata Suci.

“Alhasil, situasi ini mengakibatkan kondisi eksisting Sungai Ciliwung yang tercemar sampah sulit dibenahi dan bahkan semakin mengkhawatirkan,” pungkasnya.

Pada Selasa, 12 April 2022, WALHI, Aliansi Zero Waste Indonesia, dan Ecoton juga melayangkan somasi kepada empat gubernur di pulau Jawa karena gagal menangani sampah. Mereka adalah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indah Parawansa.

Ketiga kelompok masyarakat sipil tersebut mendesak agar ke-empat gubernur melakukan pemulihan sungai dan perbaikan tata kelola sampah. Hal itu penting untuk mengurangi dampak pencemaran terhadap sungai dan laut. [Betahita]

Dinas Pendidikan Gagas Sekolah Anti Korupsi

0
Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Alhudri. (Foto: Dok.Ist)

Nukilan.id – Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Alhudri mengatakan, salah satu upaya pembenahan paling utama yang diperlukan dalam mengatasi masalah korupsi di Indonesia khususnya di Aceh adalah dengan pendidikan kritis antikorupsi.

Melalui pendidikan maka proses indoktrinasi nilai antikorupsi sejak dini kepada anak didik, diharapkan akan membangun sikap dan karakter antikorupsi. Dengan demikian hal ini akan menciptakan budaya antikorupsi dalam lingkungan pendidikan di Aceh.

“Karena itu sangat dibutuhkan adanya program khusus yang digagas secara serius menyangkut pendidikan antikorupsi untuk guru yang akan mencetak generasi-generasi antikorupsi di masa yang akan datang,” kata Alhudri. Rabu (13/4/2022) malam.

Alhudri menyampaikan itu saat membuka kegiatan Training of Trainer (ToT) Pendidikan Kritis Guru Penggerak Anti Korupsi Tahun 2022 di salah satu hotel di Banda Aceh. Kegiatan ini akan berlangsung hingga 16 April 2022.

Alhudri menuturkan, dasar hukum digagasnya program pendidikan anti korupsi ini adalah UU No. 28 tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme, Perpres No. 85 Tahun 2012 tentang Strategi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi Jangka Panjang dan Jangka Menengah.

Sementara tujuan dari program ini, adalah untuk memberikan peningkatan dan standarisasi kompetensi moral, perspektif, pengetahuan, keterampilan menyangkut pembelajaran anti korupsi melalui pendekatan pendidikan kritis di sekolah kepada para trainer.

“Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan Aceh saat ini sedang mengembangkan dan memprioritaskan peningkatan mutu layanan di sektor pendidikan. Semangat tersebut direalisasikan melalui upaya-upaya nyata melalui berbagai pelatihan kepada para guru, termasuk pendidikan anti korupsi,” kata Alhudri.

Alhudri menaruh harapan besar kepada para guru, bahwa program ini sangat signifikan untuk memastikan bahwa pendidikan terhadap guru yang berlangsung nantinya sesuai dengan model pendidikan, konsep dasar, kurikulum, pemetaan standar kompetensi pendidikan menyangkut moral, perspektif, pengetahuan, keterampilan menyangkut pembelajaran anti korupsi dan pedoman teknis yang telah disusun sebelumnya.

Selain itu juga untuk memastikan kompetensi para trainer menyangkut ideologi, moral, perspektif, pengetahuan, keterampilan yang nantinya nantinya akan diberikan kepada para guru.

Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan, Muksalmina, S.Pd.,M.Si dalam sambutannya mengatakanm bahwa kegiatan ini menghadirkamn guru PPKN dan Sosiologi dari berbagai daerah di Aceh untuk dilatih menjadi trainer kepada para peserta didik.

“Kegiatan ini sendiri kita melaporkan langsung ke KPK,” kata Muksalmina. Hadir dalam kegiatan tersebut Pejabat Eselon III dan Tim Ahli Dinas Pendidikan Aceh dan KontraS Aceh.[]

Cegah Penyimpangan BBM, Polda Aceh Fokus Tindak Tambang Ilegal

0
Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Aceh Kombes Pol Sony Sonjaya. (Foto: Ist)

Nukilan.id – Kepolisian Daerah (Polda) Aceh tetap fokus melakukan penindakan terhadap pertambangan ilegal dan proyek-proyek nakal, untuk mencegah terjadinya penyimpangan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi di daerah tersebut.

Hal itu disampaikan Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Aceh Kombes Pol Sony Sonjaya di ruang rapat Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Selasa (12/4/2022).

“Dan kita akan terus melakukan penertiban distribusi BBM terhadap pertambangan ilegal dan proyek-proyek nakal ini. Bahkan beberapa hari yang lalu kita telah melakukan penindakan di Aceh Besar dan Nagan Raya,” ungkapnya.

Menurutnya, banyak pertambangan ilegal dan proyek-proyek nakal ini menggunakan BBM subsidi, seharusnya mereka menggunakan BBM industri.

Karena itu, Sony menegaskan, pihaknya akan terus fokus melakukan penertiban distribusi BBM subsidi ini. Dan juga melakukan penindakan pada penyimpangan proyek-proyek nakal atau pertambangan ilegal.

“Penindakan ini sudah kita lakukan dari tahun 2021, dan banyak ditemukan kasus-kasus penyimpangan tersebut,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Sony, pendistribusian BBM khusus untuk nelayan ada pengecualiannya, karena ada sebagian nelayan menggunakan kapal di bawah 10 GT atau di atasnya, jadi ukuran kapal akan mempengaruhi jumlah penggunaan BBM.

“Sehingga kita perlu mendata dulu, dan kita akan berkoordinasi dengan panglima laot serta instansi terkait lainnya. Jika ada ditemukan penyimpangan baru ditindak,” tutupnya.

Reporter: Hadiansyah

Wawasan Ekonomi Politik Birokrat Aceh

0
Rohidh Albar Farid (Foto: Dok. Pribadi Rohidh Albar Farid)

*Rohidh Albar Farid

Sebelum kita membahas lebih jauh, ada baiknya kita mengetahui politik ekonomi. Apa itu Politik Ekonomi? Politik ekonomi adalah ilmu sosial yang mempelajari produksi, perdagangan, dan hubungannya dengan hukum dan pemerintah. Ini adalah studi tentang bagaimana teori ekonomi mempengaruhi sistem sosial-ekonomi yang berbeda seperti sosialisme dan komunisme, bersama dengan pembuatan dan implementasi kebijakan publik. Dengan demikian, ekonomi politik sebagai suatu sistem mengandung arti adanya tatanan ekonomi politik yang dibangun di atas asas yang khas dengan unit-unit yang saling terhubung dan terpadu sebagai suatu cara untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Karena itu, identifikasi perbedaan terhadap suatu ekonomi politik dapat dikenali dari sistem yang dibangun, mulai dari cara dan mekanismenya, asas dan tujuannya. Secara sederhana, ekonomi politik mengacu pada nasihat yang diberikan oleh para ekonom kepada pemerintah baik tentang kebijakan ekonomi umum atau proposal khusus tertentu yang dibuat oleh politisi.

Politik Ekonomi sangat tertarik dengan keuntungan dan kerugian yang timbul dengan penerapan kebijakan tertentu. Ini memberi mereka gambaran tentang kelompok mana yang mendukung kebijakan dan kelompok mana yang tidak. Mereka juga memeriksa bagaimana individu meningkatkan utilitas mereka dengan berpartisipasi dalam aktivitas politik. Modal dan tenaga kerja digunakan untuk mempengaruhi proses politik dan menghasilkan hasil kebijakan dengan manfaat paling besar.

Pada saat sekarang ini kita wajib meningkatkan dan berbenah serta sadar akan ekonomi politik yang kita miliki, saya merasa selaku mahasiswa merasa miris dengan tingkat dan proses perekonomian yang tidak berjalan mulus di Aceh ini, hal ini terbukti dengan dinobatkankannya Aceh sebagai daerah termiskin di pulau Sumatra. Mendengar hal ini sontak meluluhkan hati saya sebagai mahasiswa ilmu politik untuk membuka sebuah wawasan terutama bagi pemerintah agar lebih menyempurnakan permainan ekonomi politik diranah Serambi Mekkah ini. Sejatinya ekonomi politik ini harus memang dapat dipelajari sebaik mungkin bagi para pejabat daerah yang akan membangun daerahnya. Bagi saya dan teman-teman Prodi ilmu politik lainnya di universitas syiah kuala, mempelajari mata kuliah ekonomi politik benar-benar membuka jendela wawasan bagi kami sebagai agent of change untuk membangun Aceh nantinya dikemudian hari, terkadang stigma masyarakat terhadap kata “politik” selalu menjadi cerminan yang tidak elok dibahas ataupun dipelajari. Hal inilah yang harus kita hapus tuntas dalam membangun daerah Aceh kita tercinta di era revolusi industri.

Sejatinya kita telah melihat pembangunan yang sangat pesat di Aceh ini pasca tsunami. Namun kita perlu melihat lagi apakah faktor yang menghambat dan membuat Aceh ini menjadi daerah yang dinobat kan sebagai daerah termiskin di pulau Sumatra, dari aspek yang saya lihat sebagai mahasiswa ilmu poltik, tampaknya perlu adanya suatu inovasi terbaru dan sosialisasi dikalangan birokrat kita dalam mencerdaskan mereka untuk mengetahui pembelajaran mengenai ekonomi poltik ini, karena adat atau budaya orang Aceh di warung kopi selalu menceritakan perpolitikan tetapi tidak pernah menyinggung ekonomi politik atau sudah menyinggung tetapi tidak tahu itu adalah sesuatu yangg disebut ekonomi politik.

Potensi kebijakan baru-baru ini yang dikeluarkan Pemkot Banda Aceh yaitu potensi ekonomi kreatif sejatinya memang mengurangi tingkat pengangguran hal ini merupakan sebuah kebijakan yang menurut saya sangat kreatif namun kebijakan tersebut hanya panas-panas taik ayam atau hanya di awal saja. Tidak adanya inisiatif untuk mempertahankan suatu kebijakan yang dianggap bagus dan berjalan lancar. Mungkin inilah mengapa Aceh mendapatkan penghargaan sebagai daerah termiskin. Kita bisa melihat para birokrat yang asal kerja serta asal diletakkan ditempat atau di instansi yang bukan bidangnya. Birokrat seharusnya mampu menyaingi, mempelajari serta paham pentingnya politik ekonomi ini untuk dipelajari. Dengan adanya pemahaman tentang ekonomi politik nantinya diharuskan Aceh akan terbebas dari yang namanya daerah termiskin di pulau Sumatra ini.

Dampak lainnya mengapa Aceh menjadi daerah nomor satu termiskin di pulau Sumatra adalah kurang efektif dan ketidakmampuan pemerintah dalam mengelola dana Otsus yang di berikan pusat. Otonomi khusus Aceh diperoleh melalui Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006, menindaklanjuti MoU Helsinki 2005 sebagai bentuk rekonsiliasi secara bermartabat menuju pembangunan sosial, ekonomi, dan politik di Aceh secara berkelanjutan. Akan tetapi, setelah lebih dari puluhan tahun berlalu kita menyaksikan bagaimana pelaksanaan otonomi khusus kurang berjalan sesuai dengan harapan. Di bidang ekonomi kita menyaksikan, dana otonomi khusus tidak terkelola dengan baik sehingga membuat kesejahteraan masyarakat Aceh secara umum tidak mengalami perbaikan. Ironisnya, peningkatan kesejahteraan justru hanya dinikmati oleh segelintir orang yang dekat dengan lingkaran kekuasaan sehingga menimbulkan fenomena orang-orang kaya baru di sana.

Dibidang politik, adanya partai lokal tidak mampu meredam potensi konflik yang ada, dan bahkan justru memicu konflik internal baru antara sesama mantan GAM. Friksi tersebut semakin memperumit dinamika konflik di bumi Aceh. Kegagalan pelaksanaan kekhususan di kedua bidang itu, politik dan ekonomi, pada gilirannya akan mempersulit untuk mengeluarkan Aceh dari “lingkaran setan” konflik sekaligus masalah kemiskinan. Padahal Aceh tidak kekurangan orang pintar bahkan banyak sekali orang-orang pintar terlahir di Aceh. Pemerintah Aceh dan tak terkecuali politikus Aceh harus mampu merubah pola pikir dan sistem politik ekonomi lama menjadi politik ekonomi modern. Sistem politik ekonomi Modern juga harus memperhatikan nilai-nilai Islam yang ada di tanah Serambi Mekkah. Di era revolusi industri ini kita juga haru mampu menerapkan politik ekonomi Islam di Aceh. Jangan terhanyut pada ekonomi politik yang mengarah pada kemakmuran pribadi tetapi dampak politik ekonomi tersebut harus ke khalayak ramai.

Perkembangan politik ekonomi Islam di Aceh menunjukkan begitu pesat sehingga mendapat dukungan dari pemerintah dalam bentuk politik ekonomi Islam yang berlandaskan pada nilai-nilai Islam. Dalam perkembangan ini bisa dilihat dari bidang ekonomi yang menjalankan sistem ekonomi Islam dimana semua berbasis syariah. Politik ekonomi Islam memberikan kekuatan yang positif terhadap tumbuhnya akselerasi perkembangan ekonomi dalam melakukan suatu bisnis sesuai dengan syariah Islam. Satu karakteristik sistem ekonomi Islam yaitu memprioritaskan kesejahteraan masyarakat demi terwujudnya keadilan. Dengan demikian, perlu banyak pihak yang mendorong dapat menerapkan politik ekonomi yang berorientasi pada kemaslahatan bersama.

Contoh gebrakan besarnya seperti mengkonversi bank konvensional menjadi Bank syariah agar pangsa pasar Bank syariah lebih tumbuh sangat bagus. Berbicara mengenai ekonomi Islam tidak hanya berbicara dalam ruang lingkup mikro saja, tetapi yang lebih penting juga masalah makro. Dalam hal ini, pada era revolusi industri dapat bersaing dengan bebas dan terbuka, harus memperhatikan nilai-nilai moral yang ditaati agar memberikan nilai yang positif terhadap keberlangsungan kehidupan bermasyarakat.

Kita perlu menyadarkan pemerintah dan pebisnis Aceh akan hal itu, terutama Hubungan ekonomi dan politik yaitu saling terikat karena sistem politik mempengaruhi bagaimana sistem ekonomi, namun begitu pula dapat mempengaruhi berbalik antara ekonomi juga bisa mempengaruhi sistem politik didalam suatu pemerintahan. karena sistem politik berkutat pada kekuasaan suatu negara dan ekonomi berkutat dalam lingkup pengalokasian sumber daya.

Seharusnya parlok juga harus ikut bagian akan hal ini, jangan hanya pemerintah yang harus belajar akan hal poltik ekonomi tetapi parlok yang ada di Aceh harus juga memahami akan hal itu. Karena kader-kader dari setiap parlok di Aceh harus mampu merealisasikan apa itu politik ekonomi jangan hanya sembarang maju saja. Politik ekonomi sangat dibutuhkan di era sekarang terutama bagi daerah Aceh.

Menurut saya dalam hal politik ekonomi dikalangan partai politik dimana adanya pengaruh negative konsentrasi partai politik di daerah terhadap pertumbuhan ekonomi. Semakin terkonsentrasi dan semakin kuat anggota parlemen suatu partai politik tertentu menguasai parlemen, berpengaruh terhadap alokasi anggaran sehingga pada akhirnya berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan ekonomi di daerah. Terkonsentrasinya parlemen pada suatu partai politik tertentu memengaruhi bagaimana alokasi anggaran daerah (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)). Alokasi yang hanya memperhatikan konstituen partai politik yang menguasai parlemen di daerah menyebabkan rendahnya pertumbuhan ekonomi daerah. Hal itulah yang menyebabkan Aceh menjadi seperti ini. Bagi daerah yang perekenomiannya sangat tergantung APBD, maka konsentrasi partai politik di parlemen akan menghambat pertumbuhan ekonomi daerah.

Perekonomian daerah Aceh pasca otonomi khusus, dimana daerah memberikan keleluasaan bagi pembuat kebijakan di daerah tersebut untuk mengelola keuangannya sendiri dengan pengawasan dari anggota legislatif di daerah. Badan legislatif daerah yang terdiri dari berbagai macam unsur partai politik ini memiliki peranan penting dalam pembuatan kebijakan pemerintah di daerah. Akan tetapi, sejauh mana dampak dinamika multipartai yang tercermin dalam kekuatan pemerintah daerah memengaruhi pertumbuhan ekonomi daerah tersebut masih belum jelas. Apakah semakin besar kemungkinan partai terlibat di dalam pemerintahan dengan disertai alokasi anggaran yang terdesentralisasi (memberikan kesempatan yang lebih luas) dan berarti demokratis akan menunjang pertumbuhan ekonomi atau justru menghambat? Semakin banyaknya jumlah partai di suatu daerah, namun dikuasai oleh partai tertentu (menjadi kurang demokratis, karena dominasi satu partai) bisa mendorong pertumbuhan ekonomi atau justru menahan?

Pentingnya sebuah ilmu politik ekonomi bukan hanya mampu menganalisis pertanyaan diatas, tetapi juga mampu memaksimalkan berbagai sektor yang ada. Sebuah ilmu poltik ekonomi bisa saja diterapkan di Aceh namun pemerintah, Parlok, dan badan legislatif belum sanggup untuk menerapkannya karena ego pribadi yang menginginkan kekayaan dari meraup uang negara masih ada. Hal inilah yang ditakutkan menyatukan politik dan ekonomi karena kekejaman politik diteruskan di sektor ekonomi. Padahal jika kita analisis sangat baik jika ilmu politik yang sesuai alur dimainkan kedalam ekonomi.

Tetapi pemerintah Aceh terlebih dahulu harus mampu mempelajari bagaimana ekonomi politik di Aceh mampu menaikkan martabat perekonomian Aceh dan kesejahteraan masyarakat Aceh dimata daerah-daerah lainnya. Sehingga daerah lain ingin belajar proses tersebut dari daerah kita. Pemerintah Aceh mampu akan hal itu, tetapi alangkah baiknya ilmu politik ekonomi ini harus mampu dipelajari dahulu oleh para birokrat-borokrat Aceh agar tidak terjadi penyelewengan yang berdampak pada ekonomi Aceh yang melemah.

Penulis adalah Mahasiswa Jurusan Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Syiah Kuala

Ombudsman Beri Anugerah Penghargaan Pada 10 BPN di Aceh

0
Saat Penyerahan Anugerah Penghargaan Pada 10 BPN di Aceh, (Foto: Dok.Ist)

Nukilan.id – Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Aceh menganugerahkan penghargaan kepada Kantor Wilayah (Kanwil) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Aceh dan 9 Kantor Pertanahan lainnya se Provinsi Aceh. Penghargaan itu diberikan atas prestasi meraih Predikat Kepatuhan Tinggi Zona Hijau, dalam Survei Penilaian Kepatuhan Pemenuhan Standar Pelayanan Publik sesuai Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik.

“Penganugerahan penghargaan Kepatuhan Tinggi (Zona Hijau) kepada Kanwil BPN dan 9 Kantor Pertanahan se Provinsi Aceh, yaitu Kantor Pertanahan Aceh Barat Daya, Aceh Jaya, Aceh Timur, Nagan Raya, Bireuen, Aceh Singkil, Aceh Tamiang, Simeulue dan Gayo Luwes,” kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Ombudsman Perwakilan Aceh Abyadi Siregar Kepada kepada Nukilan.id di Grand Nanggroe Hotel, Rabu (13/04/2022).

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh Abyadi Siregar mengatakan Survey Penilaian Kepatuhan Pemenuhan Standar Pelayanan Publik sesuai UU No 25 tahun 2009 tentang Pelayanan Publik ini, dilakukan pada Bulan Juni sampai Agustus 2021. Dan, hasil survei ini telah diumumkan secara nasional oleh Ombudsman RI di Jakarta pada 29 Desember 2021.

Menurutnya, indikator nilai dalam Survei Penilaian Kepatuhan ini adalah komponen Standar Pelayanan Publik sebagaimana disebutkan dalam pasal 21 UU No 25 tahun 2009. Terdapat setidaknya 14 komponen standar pelayanan publik yang harus disusun dan ditetapkan oleh seluruh penyelenggara layanan publik.

Sebagaimana disebutkan dalam pasal 15, lanjut Abyadi, bahwa seluruh penyelenggara layanan publik wajib menyusun, menetapkan dan mempublikasi Standar Layanan Publik. Dan di sisi lain, di pasal 18 disebutkan bahwa isi Standar Layanan Publik merupakan hak masyarakat.

“Inilah yang menjadi dasar pelaksanaan survey sekaligus sebagai indikator nilai dalam pelaksanaan survey yang dilakukan Ombudsman RI ini. Jadi, kita ingin melihat sejauh mana kepatuhan seluruh penyelenggara layanan public, termasuk di lingkungan Kantor Pertanahan dalam memenuhi Standar Layanan Publik,” ucap Abyadi.

Ia berharap dukungan Kepala kanwil BPN Aceh untuk turut mendorong seluruh Kantor Pertanahan di Aceh serta meningkatkan kepatuhan dalam pemenuhan standar layanan publik.

Karena itu, pemenuhan standar layanan publik adalah kewajiban setiap instansi penyelenggara layanan. Disisi lain, isi standar layanan publik adalah hak masyarakat,” sebutnya.

Reporter : Hadiansyah