Beranda blog Halaman 1738

Musrenbang 2022, Gubernur Aceh Harap Penyusunan Program Tahun Mendatang Lebih Berkualitas

0
Gubernur Aceh, Nova Iriansyah (Foto: Nukilan/Reji)

Nukilan.id – Pemerintah Aceh melaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tahun 2022 dalam rangka Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Aceh (RKPA) Tahun 2023, di Anjong Mon Mata Meuligoe Gubernur Aceh, Kamis, (14/4/2022).

Gubernur Aceh, Nova Iriansyah mengharapkan musrenbang ini menjadi momentum dalam menyusun perencanaan pembangunan Aceh yang berkualitas.

“Kami berharap program pembangunan yang disusun dapat selaras dan memiliki sinergitas, baik dengan Pemerintah Pusat maupun dengan seluruh Pemerintah Kabupaten dan Kota yang ada di Aceh,” harapnya.

Selain itu, kata Nova, tahun ini merupakan Musrenbang terakhir dalam masa kepemimpinannya atau tepatnya masa kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur periode 2017-2022. Sebab itu, Nova juga berharap program yang disusun untuk tahun mendatang ini dapat membuahkan hasil terbaik.

“Musrenbang tahun ini merupakan yang terakhir dalam masa RPJM 2017, masa kempimpinan periode saya dan Wakil Gubernur, sehingga bagi saya Musrembang ini sesuatu yang bersejarah, mudah mudahan diakhir periode pemerintahan tahun ini dapat berjalan dengan baik dan tersusun program dan alokasi anggaran yang real,” katanya.

Nova menyebutkan, bahwa penyusunan RKPA Tahun 2023 mengacu pada RKP Nasional, ada empat prioritas pembangunan Aceh yang menjadi landasan dalam menyusun RKPA 2023, yaitu kemandirian pangan, ketahanan ekonomi yang produktif dan kompetitif, meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing, dan memperkuat infrastruktur untuk mendukung pengembangan ekonomi dan pelayanan dasar yang terintegrasi dan berwawasan lingkungan dan penguatan tata kelola pemerintahan dan keistimewaan Aceh.

Lebih lanjut, Gubernur Aceh menyampaikan, terkait dana otonomi khusus (Otsus) Aceh yang mulai tahun 2023 nanti akan mengalami penurunan menjadi hanya sebesar 1% dari DAU Nasional. Menurutnya hal tersebut akan berdampak terhadap program pembangunan di Aceh.

“Karena itu, kami mengajak para Bupati dan Walikota seluruh Aceh agar pengusulan program atau kegiatan yang bersumber dari Dana otonomi khusus Aceh Tahun 2023, dapat memprioritaskan kepada penanggulangan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi minimal 30 persen dari pagu alokasi,” ajaknya.

Dalam kegiatan Musrenbang, Gubernur Aceh berpesan, bahwa upaya untuk mencari skema pengganti dana Otsus sudah harus menjadi pikiran bersama. Upaya Pemerintah Aceh dalam mengalihkan kelola Blok B di Aceh Utara salah satunya adalah upaya mengantisipasi berkurangnya dana Otsus.

Nova mengharapkan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Kementerian Bappenas RI dapat menjadikan Aceh sebagai lokasi prioritas dalam pengusulan program/kegiatan Prioritas Nasional Tahun 2023, sebagai exit strategy dalam mengantisipasi dampak dari penurunan alokasi dana Otsus.

Reporter: Reji

Aksi Ricuh Didepan Kantor Gubernur Aceh, Mahasiswa Jelaskan Sebabnya

0
Peserta Aksi didepan Kantor Gubernur Aceh, (Foto: Hadiansyah/Nukilan)

Nukilan.id – Peserta Aksi Demo yang dilakukan oleh Front Mahasiswa dan Rakyat Menggugat mengalami kericuhan antar mahasiswa dengan pihak kepolisian yang bertugas mengamankan peserta aksi didepan kantor Gubernur.

Hal tersebut dikarenakan peserta aksi meminta Gubernur Aceh untuk menjumpai mahasiswa untuk menjelaskan beberapa tuntutan yang disampaikan.

Adapun Aksi tersebut dimulai kurang lebih pada pukul 13.00 WIB berlangsung damai. Namun tiba-tiba terjadi kericuhan antara mahasiswa aksi dengan pihak kepolisian yang sedang bertugas mengamankan aksi pada pukul 17:30 wib, sehingga beberapa mahasiswa terpaksa di amankan oleh pihak keamanan.

“Kita mengalami luka-luka, karena beberapa mahasiswa ada yang emosi dan terpancing karna Gubernur Aceh belum menjumpai kami. Kita tahu sendiri bagaiman terjadinya dobrakan antara mahasiswa dengan pihak kepolisian, bahkan ada tonjok menonjok ketika saya mencoba meredakan, sehingga saya ditangkap oleh pihak kepolisian. Bukan hanya saya yang dibawa kedalam kantor Gubernur Aceh bahkan ada beberapa teman yang lain juga di bawa masuk kedalam,” kata salah satu peserta aksi yang di amankan, di depan kantor Gubernur Aceh, Kamis (14/04/2022).

Koordinator Front Mahsiswa dan Rakyat Menggugat, Eri Ezi mengatakan Kami tetap komitmen menunggu petisi ini ditandatangani oleh Gubernur Aceh sendiri.

“Bagaimana progres dan kelanjutanya kita liat nanti, kita tetap mengawalnya sampai tuntas. Untuk saat ini, kita bubarkan saja dulu para peserta aksi dan kita lnjutkan dihari Senin,” tuturnya.

Reporter : Hadiansyah

Ie Bu Peudah, Bubur Rempah Khas Aceh untuk Buka Puasa

0
Ie Bu Peudah yang akan dihidangkan kepada para warga. Foto: Acehtourism.travel/Desi Badrina

Nukilan.id – Masyarakat Kecamatan Kuta Baro, Aceh Besar, memiliki tradisi turun-temurun di bulan suci Ramadan. Mereka bergotong-royong membuat makanan berbuka untuk dinikmati bersama. Ie Bu Peudah (baca: i-bu-pedah), begitulah nama bubur bercita rasa rempah tersebut.

Penduduk Aceh percaya bahwa Ie Bu Peudah ini sudah ada sejak zaman Kesultanan Aceh Darussalam. Citarasa dari bubur Ie Bu Peudah ini hampir sama seperti bubur kanji rubi atau bubur ayam. Kira-kira apa saja sih yang menarik dari hidangan tradisional khas kota yang dijuluki sebagai Serambi Mekah tersebut?

Dimasak oleh banyak orang

Hal yang menarik dari bubur ini, juru masak tidak bekerja sendiri. Setiap hari, empat pemuda dipilih oleh pemuka desa untuk memasak bubur. Mereka ditugaskan mencari kayu bakar, dedaunan, atau mengaduk bubur.

Proses pembuatan kuliner bubur Ie Bu Peudah atau air nasi pedas di Desa Bueng Sidom, Kecamatan Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar. (Foto: Tagar/Muhammad Fadhil)

Para pemuda didampingi seorang sesepuh kampung yang mengawasi proses pembuatan bubur tradisional tersebut. Tidak hanya orang dewasa, dalam pembuatan Ie Bu Peudah, anak-anak juga diajak terlibat.

Jangan heran kalau perlu 4 laki-laki dewasa yang memasak. Ie Bu Peudah dimasak dalam belanga besar yang diameternya melebihi 1 meter. Selain itu, butuh tenaga ekstra untuk memasaknya. Bubur harus terus diaduk selama 2-3 jam agar tidak menjadi kerak.

Dibuat dari 44 jenis daun dan rempah

Sebelum proses memasak dimulai, sebulan sebelumnya para ibu sudah menyiapkan bahan-bahan untuk memasak Ie Bu Peudah. Mereka menyiapkan 44 jenis dedaunan hutan yang ditumbuk dengan beras dan direndam di air kelapa. Dedauanan tersebut diambil pemuda desa dari wilayah pegunungan atau perkebunan warga.

Hidangan Ie Bu Peudah menggunakan bumbu yang dibuat dari rempah dan dedaunan di hutan maupun kebun warga.

Dedaunan yang telah didapat lalu dicampurkan dengan bumbu rempah seperti, jahe, kunyit, dan juga lada yang bermanfaat untuk menambah rasa segar dan dan stamina bagi siapapun yang memakannya.

Dihidangkan untuk bersama

Memasak bubur mulai dilakukan pada siang hari sehabis salat zuhur dan selesai sebelum azan ashar di sore hari. Proses memasak ditutup dengan sesi icip-icip oleh anak-anak, sekadar memastikan apakah rasa bubur sudah lezat atau belum. Tentunya, anak-anak ini adalah mereka yang masih kecil dan belum diwajibkan berpuasa.

Ie Bu Peudah yang akan dihidangkan kepada para warga. Foto: Acehtourism.travel/Desi Badrina

Selesai salat asar, warga berdatangan mengambil bubur untuk dibawa pulang dan dimakan bersama keluarga. Sisanya, akan menjadi menu berbuka di surau setempat. Dari bubur Ie Bu Peudah yang kaya rempah ini, kehangatan bulan Ramadan terasa di Aceh Besar. Proses memasaknya yang melibatkan seluruh warga merupakan cara masyarakat Kuta Baro mempererat tali silaturahmi sekaligus mempertahankan tradisi.

Aksi Demo Mahasiswa di Kantor Gubernur Aceh Berakhir Ricuh

0
Aksi demonstrasi Front Mahasiswa dan Rakyat Aceh Menggugat di Kantor Gubernur Aceh, Kamis (14/4/2022). Foto: Nukilan/Hadiansyah.

Nukilan.id – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Front Mahasiswa dan Rakyat Aceh Menggugat menggelar aksi di depan kantor Gubernur Aceh, Kamis (14/4/2022).

Aksi tersebut menuntut Gubenur Aceh agar menanggapi persoalan bergojolak di daerah, di antaranya menetapkan wilayah Hak Guna Usaha (HGU) antara PT. Setia Agung dengan Gampong Bate VIII, Kecamatan Simpang Kramat, Kabupaten Aceh Utara.

Mereka juga mendesak Gubernur Aceh mengevaluasi Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) serta audit data per tahun, selain itu kepada pemerintah agar menghadirkan pabrik holir CPO di Aceh.

Selain itu, para Mahasiswa juga mendesak Pemerintah agar menstabilkan harga kebutuhan pokok, melakukan transparamsi anggaran otonomi khusus (Otsus), serta mencabut PP No.3 tahun 2015 tentang kewenangan pemerintah yang bersifat nasional di Aceh dengan melemahkan UUPA serta penghianatan terhadap MoU.

Aksi yang dimulai kurang lebih pukul 13.00 WIB ini awalnya berlangsung damai. Namun tiba-tiba terjadi kericuhan antara mahasiswa aksi dan pihak kepolisian yang sedang bertugas mengamankan aksi tersebut.

Pantauan Nukilan di lokasi, awalnya terlihat mereka saling beradu argument dan fisik, sehingga aksi tersebut berakhir ricuh. Kericuhan itu bermula saat salah satu mahasiswa aksi tiba-tiba menyemprotkan cat ke arah polisi, sehingga pihak kepolisian terpaksa membubarkan paksa aksi tersebut dan ricuh.

Kericuhan tidak berlangsung lama. Setelah dilerai, para peserta aksi dan pihak kepolisian kembali damai, dan mereka melakukan audiensi.

Reporter: Hadiansyah

5 Amalan Utama di Bulan Ramadhan, Lakukan dengan Khusyuk Agar Dapat Keberkahan

0
Ilustrasi. (pixabay)

Nukilan.id – Bulan Ramadhan merupakan bulan pembakaran atas segala sesuatu yang tidak baik, seperti pembakaran dosa, toksid badan, dan lain sebagainya. Sahabat Nabi bernama Ibnu Umar juga menyatakan bahwa dinamakan Ramadhan sebab dosa-dosa akan terbakar dalam bulan tersebut. Tahukah kamu ada 5 amalan utama di bulan Ramadhan ?.

Ada 5 amalan utama di bulan Ramadhan. Dalam bahasa arab, Rmadhan berasal dari kata-kata “ra-ma-dha” yang bermakna keadaan cuaca panas yang dapat membakar sesuatu (Ibnu Mandzur, Lisanul Arab/jilid 7).

Hal ini terbukti dengan pertanyaan istri Rasulullah SAW, Aisyah kepada Rasulullah SAW: “Ya Rasulullah, mengapa bulan diwajibkan berpuasa itu dinamakan dengan nama Ramadhan?”, lalu Rasulullah SAW menjawab: “Dinamakan bulan puasa itu dengan nama bulan Ramadhan sebab pada dengan puasa pada bulan Ramadhan itu, Allah SWT akan membakar dosa-dosa yang dilakukan oleh orang yang beriman, dan Allah SWT pada bulan tersebut akan memberikan ampunan kepada mereka”, (Riwayat Asfahani dalam Tafsir Durarur Mansur, jilid 1).

Setidaknya ada 5 amalan utama di bulan Ramadhan yang dijelaskan dalam dalil Al Quran dan Assunah yang tegas tanpa keraguan. Kelima amalan utama di bulan Ramadhan ini akan membawa manusia pada kemuliaan bila istiqamah melaksanakannya. Apa saja 5 amalan utama di bulan Ramadhan itu?

5 Amalan Utama di Bulan Ramadhan

1. Berpuasa

Allah SWT berfirman yang artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”, (Al Baqarah Ayat 183).

Kemudian, Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala, akan diampuni dosanya yang telah lalu, dan barangsiapa sholat di malam lailatul qodr karena iman dan mengharapkan pahala, akan diampuni dosanya yang telah lalu”, (HR Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah ra).

2. Sholat Tarawih

Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa sholat malam di bulan Ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu”, (HR Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah ra).

3. Membaca dan Mempelajari Al Quran

Sahabat yang Mulia Abu Hurairah ra meriwayatkan: “Malaikat Jibril mengajarkan Al Quran kepada Nabi SAW setiap tahun (di bulan Ramadhan) satu kali, kemudian Malaikat Jibril mengajari beliau di tahun wafatnya beliau sebanyak dua kali. Dan beliau beri’tikaf setiap tahun 10 hari (akhir Ramadhan), kemudian beliau beri’tikaf 20 hari di tahun beliau wafat”, (HR Al-Bukhari).

Hadits tersebut bermakna bahwa di bulan Ramadhan terkadang Malaikat Jibril membaca dan mengajarkan Al Quran kepada Nabi SAW, dan terkadang beliau yang membaca dan didengarkan oleh Malaikat Jibril, sebagaimana disebutkan dalam riwayat yang lain.

4. Perbanyak Sedekah

Sahabat yang Mulia Ibnu Abbas ra berkata: “Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan, dan beliau semakin dermawan di bulan Ramadhan saat Jibril menemui beliau, dan Jibril menemui beliau setiap malam Ramadhan untuk mengajarkan kepada beliau Al-Qur’an, maka Rasulullah SAW ketika itu lebih baik dalam melakukan setiap kebaikan daripada angin yang berhembus”, (HR Al-Bukhari dan Muslim).

5. Iktikaf

Ummul Mukminin Aisyah ra berkata: “Bahwa Nabi SAW melakukan i’tikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadhan sampai Allah mewafatkan beliau, kemudian istri-istri beliau masih melakukan i’tikaf sepeninggal beliau”,  (HR Al-Bukhari dan Muslim).

Selain kelima amalan utama di bulan Ramadhan seperti yang telah disebutkan di atas, umat muslim juga sangat dianjurkan untuk memperbanyak berdoa selama bulan Ramadhan. Hal ini sebagaimana tercantum di dalam Surat Al Baqarah ayat 186 yang terdapat perintah untuk berdoa. [suara]

Kekerasan Perempuan dan Anak, Narkoba dan Game Online Tinggi, Kesbangpol Aceh: Perkuat Deteksi Dini

0

Nukilan.id – Kepala Badan Kesbangpol Aceh Drs. Mahdi Efendi SE mengajak semua pihak di Aceh untuk peduli dan ikut bersama-sama mendeteksi dini potensi konflik. Disebutkan, akhir-akhir ini kasus yang banyak terjadi di Aceh adalah kasus kekerasan pada perempuan dan anak, kasus narkoba, dan game online.

“Ini menjadi tugas besar yang harus menjadi perhatian bersama,” kata Kaban Kesbangpol Mahdi Efendi melalui Kepala Bidang Penanganan Konflik dan Kewaspadaan Nasional, Dedy Andrian, SE pada kegiatan Dialog Isu Aktual Angkatan III yang digelar Kesbangpol Aceh di Aula Kantor Kesbangpol Subulussalam, (Kamis 14/4/2022).

Disampaikan Dedy, kekerasan pada perempuan dan anak, narkoba dan game online seperti ujian di dunia modern saat ini, sehingga untuk memberantasnya harus dapat merangkul generasi muda dan semua komponen untuk melakukan deteksi dini.

Sementara berdasarkan pantauan Kesbangpol Aceh, permasalahan di wilayah Kota Subulussalam sendiri paling besar adalah persoalan sengketa lahan perkebunan antara perusahaan dengan masyarakat, kenaikan harga minyak goreng serta permasalahan sengketa perbatasan antar desa, maupun antara kota dengan kabupaten yang masuk dalam wilayah sumatera utara.

“Kehadiran kami di Kota Subulussalam salah satunya untuk memastikan lebih dekat hasil pantauan yang kami lakukan tersebut, untuk sama-sama kita cari solusinya penyelesaiannya,” kata Dedy Adrian.

Menanggapi itu, Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Subulussalam Khairunas meminta kepada seluruh elemen masyarak dan pemerintahan untuk sigap melakukan deteksi dini terhadap potensi konflik yang dapat mengancam jalannya roda pemerintahan, pembangunan, dan perdamaian.

“Itu harus dapat kita deteksi dan antisipasi agar jangan sampai menjadi konflik terbuka, yang tentunya akan dapat merugikan kita semua,” Kata Khairunas.

Menurutnya, potensi konflik sosial itu dapat berupa permasalahan antara umat beragama, permasalahan lahan, masyarakat dengan perusahaan, sumber daya alam, kriminalitas, narkoba, isu radikalisme, terorisme dan intoleran, serta permasalahan yang bersifat politik maupun sosial budaya yang bisa menjadi gesekan di tengah masyarakat.

“Kewaspadaan dini dan kesadaran sosial, serta partisipasi aktif seluruh elemen pemerintah dan masyarakat adalah modal kita semua mempertahankan perdamaian, melanjutkan roda pemerintahan dan pembangunan di Aceh, khususnya di Subulussalam,” katanya.

Dialog Isu Aktual ke-III yang digelar kesbangpol Aceh Tahun 2022, setelah sebelumnya dilaksanakan di Kota Langsa dan Kabupaten Bener Meriah, menghadirkan 20 tokoh dan pihak terkait di Kota Subulussalam yakni Unsur Polres, Kodim, Kejari, Babinsa, Babinkamtibmas, Intelijen, SKPK, Forum-Forum, LSM/Ormas, Mahasiswa, Jurnalis dan tokoh Kemasyarakatan.

Zulkarnaini, M. Ec. Dev selaku Analis Kebijakan Ahli Muda Badan Kesbangpol Aceh dalam laporannya menyampaikan, tema kegiatan yang diangkat adalah “Peran dan Sinergitas Pemerintah dan Masyarakat dalam Kewaspadaan Dini”.

“Pastinya kegiatan ini tetap mengedepankan protokol kesehatan kepada para peserta,” kata Zulkarnaini.[]

YARA Somasi Menteri ESDM, SKK Migas dan Pertamina

0
Ketua YARA Safaruddin (Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA), Safaruddin, melayangkan surat somasi kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan Direktur Utama (Dirut) Pertamina.

“Somasi ini merupakan yang kedua setelah yang pertama kami kirimkan pada (23/2/2022) lalu, dan untuk yang kedua ini kita tujukan juga kepada Menteri ESDM, kalau yang pertama hanya tembusannya saja, namun ini sekalu Ketua Komite Pengawas juga kita minta untuk bertanggung jawab,” kata Safar dalam surat yang dikirimkan melalui email masing masing instansi pada Rabu, (13/4/2022).

Menurut Safar, Sesuai dengan ketentuan bahwa Blok Perlak tersebut adalah wilayah kerja PT Pertamina (Persero) yang berkontrak dengan SKK MIGAS dan masih
belum alihkan kepada Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 23 tahun 2015. Sehingga, sampai saat ini, masih menjadi tanggung jawab SKK MIGAS dengan Pertamina sebagai pemegang hak kelola Blok Perlak,” tegas Safar di Banda Aceh, Kamis (14/4/2020).

Selanjutnya, kata safar, selain penutupan sumur yang terbakar, YARA juga meminta kepada Menteri ESDM, SKK Migas dan Pertamina untuk mengganti kerugian masyarakat yang terjadi pada saat terjadinya kebakaran di sekitar Blok Perlak tersebut, dan pemberdayaan masyarakat juga harus menjadi perhatian dari Kementerian ESDM, SKK Migas dan Pertamina.

“Selain menutup sumur yang terbakar di areal tersebut, kami meminta agar Menteri ESDM, SKK Migas dan Pertamina mengganti kerugian masyarakat yang ditimbulkan dari beberapa kali kebakaran didalam blok Perlak tersebut.

Setelah itu juga melakukan pemberdayaan kepada masyarakat di sekitarnya, ini masih menjadi kewenangan dari SKK Migas walaupun sesuai dengan PP 23 tahun 2015 seharusnya sudah di alihkan ke BPMA,” ucapnya.

Dalam surat somasi yang kedua ini, YARA menunggu respon dari para pihak sampai pada(16/4/2022), dan jika tidak ditanggapi maka YARA akan membawa masalah ini ke Pengadilan.

“Somasi kedua ini kami tunggu realisasinya paling lama sampai tanggal 16/4/2022,  jika somasi ini tidak di indahkan, maka kami akan mengambil langkah hukum kedepannya,” tutupnya.[]

Polisi Tangkap Terduga Penimbun BBM di Aceh Selatan

0
Personel Polres Aceh Selatan menangkap seorang pria yang diduga melakukan penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar, Kamis (14/4/2022). Foto: Antara.

Nukilan.id – Personel Polres Aceh Selatan menangkap seorang pria yang diduga melakukan penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar. Proses pembelian BBM jenis solar ini menggunakan mobil yang sudah dimodifikasi tangki minyaknya.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Aceh Kombes Pol Sony Sonjaya di Banda Aceh, Kamis, mengatakan pria tersebut berinisial H (37), warga Labuhan Haji Timur, Kabupaten Aceh Selatan.

“Petugas menangkap H di sebuah SPBU pada Kamis, 14 April 2022, sekira pukul 00.10 WIB. Saat itu, H membeli solar menggunakan minibus yang tangki minyaknya sudah dimodifikasi,” kata Kombes Pol Sony Sonjaya seperti dilansir Antara, Kamis.

Kombes Pol Sony Sonjaya mengatakan penangkapan H berawal kecurigaan petugas dari Unit Opsnal dan Unit 2 Pidter Satuan Reserse Kriminal Polres Aceh Selatan.

Saat itu, kata dia, petugas mencurigai minibus yang dikemudikan H bolak-balik ke SPBU mengisi bahan bakar jenis solar. Kemudian, petugas membuntuti minibus Toyota Kijang tersebut.

“Petugas mendekati mobil tersebut dan memeriksanya. Saat diperiksa, ditemukan bagian tangki mobil sudah dimodifikasi dengan adanya baut kran tambahan untuk mengeluarkan minyak bersubsidi tersebut,” kata Kombes Sony Sonjaya.

Dari hasil pemeriksaan petugas, kata Kombes Pol Sony Sonjaya, solar tersebut dibawa ke rumah H di Kecamatan Labuhan Haji Timur, Kabupaten Aceh Selatan.

“Solar tersebut disimpannya dalam lima jeriken masing-masing berkapasitas 32 liter. Dari pengakuannya, H mengaku sudah tiga bulan melakukan penyalahgunaan bahan bakar subsidi,” kata Kombes Pol Sony Sonjaya.

Kombes Pol Sony Sonjaya mengatakan H bersama barang bukti berupa satu unit minibus Toyota Kijang Krista dengan tangki sudah dimodifikasi, pompa manual, lima jeriken berisi 160 liter solar, sembilan jeriken kosong, dan lainnya diamankan ke Mapolres Aceh Selatan. [Wanda]

Bos PS Store Putra Siregar Keroyok Pengunjung Kafe karena Seorang Perempuan

0
Pemilik PS Store, Putra Siregar. (Foto: Dok.Ist)

Nukilan.id – Pengeroyokan yang dilakukan pemilik usaha PS Store Putra Siregar karena tidak senang teman perempuannya mendatangi meja korban MNA saat berada di sebuah kafe.

Perempuan tersebut diketahui bukan isteri yang bersangkutan. Namun, sosok perempuan yang dibela Putra Siregar Cs ini belum dimintai keterangannya.

“Pengeroyokan itu dipicu karena kawan perempuan Putra Siregar cs mendatangi meja MNA. Namun, yang dibicarakan perempuan tersebut dengan korban masih dalam proses penyidikan,” kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Budhi Herdi Susianto saat konferensi pers, Rabu, 13 April 2022.

Terkait sosok perempuan itu, Putra Siregar tidak berkilah. Namun, kata dia, perempuan itu adalah temannya Rico. Hingga saat ini belum terungkap siapa perempuan tersebut.

“Perempuan yang disebut polisi adalah temannya Rico,” kata Crazy Rich Jakarta Timur itu.

Diketahui, peristiwa itu terjadi pada pukul 02.30 WIB, saat Putra Siregar dan Rico Valentino berada di kafe yang sama, hanya saja di meja berbeda dan group yang berbeda.Setelah itu, teman perempuan kedua tersangka mendatangi korban.

Kemudian Bos PS Glow itu dan Rico mendatangi dan melakukan pemukulan terhadap korban dengan cara menendang dan mendorong. []

Gelar Kelana Ramadhan di Aceh, Menparekraf Dorong Kebangkitan Sektor Ekonomi Kreatif

0
Menparekraf Sandiaga Uno mendorong para pelaku UKM di bidang ekonomi kreatif (ekraf) menjadi ujung tombak sosialisasi program Kata Kreatif Indonesia. (Foto: Kemenparekraf)

Nukilan.id – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mendorong para pelaku usaha kecil dan menengah di bidang Ekonomi Kreatif (Ekraf) untuk menjadi ujung tombak dalam sosialisasi program Kabupaten Kota (Kata) Kreatif Indonesia yang telah diluncurkan sejak Januari lalu.

Hal itu disampaikan Sandiaga merespons antusiasme masyarakat menyambut kegiatan Kelana Ramadan yang diadakan oleh Direktorat Infrastruktur Ekonomi Kreatif pada Kedeputian Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) di Banda Aceh pada Sabtu (9/4).

Sandiaga berharap, program Kata dapat menonjolkan ciri khas atau memiliki kesepakatan subsektor unggulan di 514 kabupaten dan kota. Sehingga, subsektor unggulan tersebut bisa menjadi peluang penggerak ekonomi rakyat.

“Program Kata ini diharapkan menjadi lokomotif kebangkitan ekonomi kita dan mampu membuka peluang usaha serta lapangan kerja di daerah-daerah,” kata Sandiaga seperti dilansir cnnindonesia, Kamis (14/4/2022).

Menurut dia, respons terhadap Kelana Ramadan tersebut menunjukkan bahwa kegiatan tersebut tepat sasaran, tepat manfaat, dan tepat waktu. Dengan kata lain, semakin membuka peluang membangkitkan ekonomi nasional.

Direktur Infrastruktur Ekonomi Kreatif, Hariyanto menyatakan hal serupa. Dia mengatakan, Kelana Ramadan merupakan bagian dari strategi program pengembangan Kata Kreatif Indonesia. Diikuti oleh pelaku ekraf dari Aceh Besar, Bener Meriah, dan daerah sekitar, para entrepreneur yang hadir dimasukkan dalam database para pelaku usaha kecil menengah. Ke depannya, mereka akan menjadi bagian konten website katakreatif.kemenparekraf.go.id.

“Kami memandang peran teman-teman semua itu penting. Para pelaku usaha ekonomi kreatif ini berada dalam jajaran garda terdepan dalam pengembangan ekonomi kreatif,” ujar Hariyanto.

Hariyanto menambahkan, Kelana Ramadan merupakan cikal bakal yang akan dikembangkan menjadi kegiatan tahunan. Dia menyebut langkah tersebut sebagai wujud kepedulian dan keberpihakan pemerintah terhadap pelaku ekraf, termasuk secara individu.

Salah seorang peserta kegiatan, Rezka Kenara Bintang Putra yang berprofesi sebagai pengusaha sirup menyampaikan apresiasi atas Kelana Ramadan.

“Menurut saya kegiatan kelana Ramadan ini bagus, ya. Pertama bagus karena kita bisa mengetahui program-program Kemenparekraf. Selain itu, bagus karena kita juga menjadi tahu bahwa ada pengusaha macam-macam di Aceh. Ada jenis usaha apa saja sih, yang ada di Aceh,” kata Ken, demikian sapaan pria asal Aceh Tengah itu.

Ken berharap, kegiatan Kelana Ramadhan dapat lebih diekspansi, agar sosialisasi program Kata Kreatif Indonesia berjalan optimal. Senada, Wahdini yang seorang perajin Kerawang Gayo dari Bener Meriah juga mengakui bahwa Kelana Ramadhan bermanfaat bagi para pengusaha ekonomi kecil menengah sektor ekraf.

“Sebagai generasi muda, saya ingin meneruskan adat istiadat budaya dengan mengenalkan kerajinan Kerawang Gayo ke kota lain, bahkan hingga pasar nasional. Produk Kerawang Gayo yang saya kelola ini adalah produk rumahan. Saya juga membuat beberapa produk aksesori seperti gelang, masker, syal, baju, dan sebagainya,” kata Wahdini.

Di masa mendatang, Wahdini ingin agar Kelana Ramadhan memiliki sistem berkelanjutan yang jelas, sehingga ada pendampingan bagi pelaku usaha bisnis ekonomi kreatif kecil menengah seperti dirinya.

“Saya bangga bisa bergabung dengan pengusaha-pengusaha lain dengan ikutan acara Kelana Ramadhan ini. Melihat mereka memiliki inovasi lebih dari saya membuat saya terpacu dan ingin mencoba menerapkannya ke bisnis saya,” ujarnya. [Wanda]