Beranda blog Halaman 172

Bupati Aceh Timur Minta Penyintas Banjir Segera Lapor Jika Huntara Rusak

0
Pembangunan huntap dan huntara warga terdampak bencana di Aceh Tamiang. (FOTO: Dok Bakom RI)

NUKILAN.ID | IDI RAYEUK – Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, meninjau langsung pembangunan hunian sementara (huntara) bagi penyintas banjir di Desa Blang Rambong, Kecamatan Banda Alam, Kabupaten Aceh Timur, Senin (9/3/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Bupati meminta masyarakat tidak ragu melaporkan apabila menemukan kerusakan pada bangunan huntara agar dapat segera diperbaiki oleh pihak kontraktor.

Di lokasi tersebut, sebanyak 58 unit huntara sedang dibangun oleh vendor dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Dari jumlah itu, 40 unit telah selesai dibangun, sementara 18 unit lainnya masih dalam tahap pengerjaan.

“Vendornya janji empat hari ini selesai 18 unit lagi. Kita minta sebelum Lebaran semuanya sudah tuntas,” ujar Al-Farlaky saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Selasa (10/3/2026).

Secara keseluruhan, Bupati menyebutkan progres pembangunan huntara di Aceh Timur saat ini telah mencapai sekitar 80 persen. Namun demikian, masih terdapat sejumlah kendala di lapangan, terutama terkait distribusi material ke daerah pedalaman.

Pemerintah daerah bersama BNPB terus mendorong vendor agar mempercepat proses pembangunan sehingga seluruh hunian sementara dapat selesai sebelum Hari Raya Idul Fitri.

Selain percepatan pembangunan, Al-Farlaky juga menekankan pentingnya memastikan kualitas hunian bagi para penyintas banjir.

“Kalau ada yang bocor atapnya, dindingnya rusak, atau kerusakan lain yang tidak layak ditempati, segera laporkan dan sampaikan komplain kepada vendor agar segera diperbaiki,” tegasnya.

Di sisi lain, Bupati juga mengimbau warga yang merasa terdampak banjir namun belum terdata agar segera melapor kepada keuchik (kepala desa) atau camat setempat.

Langkah tersebut diperlukan agar masyarakat dapat diusulkan dalam program rehabilitasi dan rekonstruksi yang direncanakan berlangsung selama tiga tahun ke depan.

Terkait bantuan dana stimulus bagi korban banjir, Al-Farlaky memastikan proses pencairan akan segera dilakukan setelah tahapan verifikasi data atau clear and clean selesai.

Dana bantuan tersebut nantinya akan disalurkan ke rekening Bank Syariah Indonesia (BSI) milik warga penerima.

“Jika semua data sudah selesai dan tidak ada kendala, insya Allah dalam minggu ini bantuan akan dicairkan. Kita minta masyarakat bersabar,” tambahnya.

Berdasarkan data dari BNPB, total sebanyak 3.212 unit huntara dialokasikan untuk Kabupaten Aceh Timur. Dari jumlah tersebut, 2.226 unit telah selesai dibangun, sementara 372 unit lainnya masih dalam proses pengerjaan oleh Danantara dan BNPB.

Selain pembangunan hunian sementara, pemerintah juga telah menyalurkan dana tunggu hunian kepada 373 kepala keluarga penyintas banjir.

Ribuan unit huntara tersebut tersebar di 18 kecamatan, di antaranya Peudawa, Madat, Julok, Sungai Raya, Pante Bidari, Idi Tunong, Peureulak Barat, Indra Makmur, Simpang Ulim, Banda Alam, Rantau Selamat, Peureulak, Ranto Peureulak, Peunaron, Serba Jadi, Idi Rayeuk, Simpang Jernih, dan Darul Aman.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

Pemkab Aceh Timur Mulai Cairkan THR ASN dan Penghasilan Aparat Desa, Anggaran Capai Rp70 Miliar

0
Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky. (Foto: For NUKILAN)

NUKILAN.ID | IDI RAYEUK – Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, mulai mencairkan tunjangan hari raya (THR) bagi aparatur sipil negara (ASN) serta penghasilan tetap (siltap) bagi perangkat desa menjelang Idul Fitri 2026. Total anggaran yang disiapkan pemerintah daerah untuk pembayaran tersebut mencapai sekitar Rp70 miliar.

Anggaran itu terdiri dari Rp44 miliar untuk pembayaran THR ASN dan Rp26 miliar untuk penghasilan tetap perangkat desa.

Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, mengatakan proses pencairan THR telah dimulai sejak Selasa (10/3/2026). Pemerintah daerah menargetkan seluruh proses pencairan dapat diselesaikan dalam waktu dekat.

“Sejak kemarin hingga hari ini proses pencairan sudah mulai berjalan. Saya minta Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) agar segera selambat-lambatnya pekan ini tuntas semua,” kata Iskandar saat dihubungi, Rabu (11/3/2026).

Pemberian THR di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Timur mengacu pada Peraturan Bupati Aceh Timur Nomor 11 Tahun 2026 tentang Teknis Pemberian Tunjangan Hari Raya dan Gaji Ketiga Belas yang bersumber dari APBK Aceh Timur. Peraturan tersebut ditandatangani pada 9 Maret 2026.

Adapun penerima THR meliputi 6.427 pegawai negeri sipil (PNS), 3.225 pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), 40 anggota DPRK, serta kepala daerah dan wakil kepala daerah.

Menurut Iskandar, pencairan THR diharapkan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan ASN sekaligus mendorong perputaran ekonomi daerah menjelang perayaan Idul Fitri.

Komponen THR yang dibayarkan mencakup gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan pangan, serta tunjangan jabatan atau tunjangan umum. Besaran tersebut dihitung berdasarkan komponen penghasilan yang diterima ASN pada Februari 2026.

Selain itu, PNS daerah juga menerima tambahan penghasilan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Di samping pencairan THR ASN, pemerintah daerah juga akan membayarkan penghasilan tetap perangkat gampong untuk triwulan pertama tahun 2026. Pembayaran siltap tersebut mencakup periode Januari hingga Maret 2026 dengan total anggaran sekitar Rp26 miliar.

Menurut Iskandar, anggaran untuk pembayaran siltap perangkat desa tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memastikan kesejahteraan aparatur hingga tingkat gampong tetap terjaga, apalagi menjelang Idul Fitri banyak kebutuhan keluarga harus dipenuhi,” ujar Iskandar.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

IMMASA Aceh Barat Gelar Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Yatim Sambut Ramadhan

0
IMMASA Aceh Barat Gelar Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Yatim Sambut Ramadhan (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | MEULABOH – Ikatan Mahasiswa Masyarakat Sawang (IMMASA) Aceh Barat menggelar serangkaian kegiatan keagamaan dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan. Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Nurul ‘Ilmi, Universitas Teuku Umar, Meulaboh, Selasa (10/3/2026).

Agenda yang dilaksanakan meliputi buka puasa bersama, santunan anak yatim, peringatan Nuzulul Qur’an, serta lomba tahfidz Al-Qur’an. Kegiatan ini mengangkat tema “Merajut Ukhuwah, Meningkatkan Keunggulan yang Kompetitif, dan Menguatkan Kebersamaan dalam Meraih Ridha Allah SWT.”

Tema tersebut mencerminkan komitmen organisasi dalam memperkuat nilai-nilai religius sekaligus membangun solidaritas sosial di kalangan mahasiswa dan masyarakat.

Kegiatan ini turut dihadiri tokoh masyarakat Sawang serta mahasiswa asal Sawang yang berdomisili di Meulaboh. Kehadiran berbagai elemen tersebut menunjukkan tingginya antusiasme dan dukungan terhadap kegiatan yang berorientasi pada penguatan nilai spiritual dan sosial.

Ketua panitia kegiatan, M. Ardila Amanda, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut, baik para donatur maupun panitia pelaksana.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan setiap tahun pada bulan Ramadhan sebagai bentuk komitmen dalam memakmurkan kegiatan keagamaan sekaligus mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta sinergi yang kuat antara Mahasiswa dan Masyarakat dalam membangun nilai-nilai religius, solidaritas sosial, serta semangat kebersamaan dalam upaya meraih ridha Allah SWT,” ujar Ardila Amanda.

Sementara itu, Ketua Umum IMMASA Aceh Barat, Juanda, mengatakan kegiatan tersebut merupakan wujud kepekaan sosial dan spiritual mahasiswa dalam memanfaatkan momentum Ramadhan untuk meningkatkan kualitas keimanan sekaligus kepedulian terhadap sesama.

Menurutnya, bulan Ramadhan merupakan waktu yang tepat untuk memperbanyak amal kebajikan, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta menumbuhkan semangat berbagi dan kepedulian sosial, khususnya kepada anak-anak yatim.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

Pasar 1001 Malam di Banda Aceh Jadi Wadah Solidaritas Pasca Bencana

0

NUKILAN.id | Banda Aceh – Usai sukses menyelenggarakan Festival Jejak Jajanan Nusantara (JJN) sebagai model Pasar 1001 Malam beberapa waktu lalu di Jakarta, Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) kini menggelar Pasar 1001 Malam mulai tanggal 11-13 Maret 2026 di Eks Hotel Aceh, Banda Aceh, Aceh.

Provinsi Aceh dipilih guna mengedepankan aksi kemanusiaan dan solidaritas sosial. Bagi Kemenko PM, penguatan ekonomi tidak dapat dipisahkan dari kepedulian terhadap sesama, terutama bagi masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit pasca-bencana.

​Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kemenko PM, Leontinus Alpha Edison, menegaskan bahwa aspek kemanusiaan merupakan bagian integral dari strategi pemberdayaan yang dijalankan Kemenko PM.

​“Pasar 1001 Malam bukan sekadar pusat transaksi ekonomi, melainkan wadah aksi kemanusiaan,” ujar Leontinus melalui keterangan tertulisnya yang diterima Nukilan, Selasa (10/03/2026).

​Selain dimensi sosial, program ini berfungsi sebagai katalis untuk memperkuat UMKM dan ekonomi kreatif dengan mengoptimalkan ‘aset tidur’ milik pemerintah dan BUMN. Ruang strategis yang sebelumnya tidak produktif diubah menjadi creative compound berbiaya terjangkau.

Di Provinsi Aceh, kegiatan ini dikemas dengan nuansa Ramadan yang kental, menghadirkan Bazaar & Expo kuliner serta kerajinan, hingga Panggung Talenta Da’i Cilik guna mengembangkan potensi anak-anak.

​Nantinya akan ada Klinik Kesehatan gratis yang menyediakan pemeriksaan medis dasar serta Klinik UMKM Bangkit, berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Aceh dan Pemerintah Kota Banda Acah, untuk pendampingan legalitas usaha sebagai bagian dari upaya menyeluruh meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara inklusif.

​“Kami ingin menciptakan pengalaman yang tidak hanya memikat secara visual melalui konsep Coffee Truck dan Talkshow interaktif, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan dan kesehatan masyarakat,” jelas Leontinus.

“Melalui sinergi solid antara pemerintah, swasta, dan komunitas, kami yakin kemandirian ekonomi yang bermartabat dapat terwujud,” sambungnya.

Dalam rangkaian kegiatan Pasar 1001 Malam, Kemenko PM juga akan menyerahkan pangan olahan siap saji bagi penyintas bencana banjir, melakukan serah terima 103 unit Hunian Sementara (Huntara) hasil kolaborasi dengan Rumah Zakat, serta menyalurkan bantuan 1.000 kitab kuning untuk pesantren di Aceh Utara dan Aceh Tamiang.

Reporter: Rezi

Kejati Aceh Tangkap Terpidana Asusila Berstatus DPO di Banda Aceh

0
Kejati Aceh Tangkap Terpidana Asusila Berstatus DPO di Banda Aceh. (Foto: For Nukilan)

NUILAN.ID | BANDA ACEH – Tim tangkap buronan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh menangkap seorang pria lanjut usia yang merupakan terpidana kasus asusila atau pelecehan seksual. Pria tersebut sebelumnya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) setelah dijatuhi hukuman 22 bulan penjara.

Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Aceh Ali Rasab Lubis mengatakan, terpidana bernama Abdullah M alias Balah alias Pak Haji (68). Ia ditangkap di kawasan Peunayong, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh, pada Selasa (10/3/2026) sekitar pukul 23.30 WIB.

“Terpidana Abdullah M alias Pak Haji merupakan DPO Kejaksaan Negeri Banda Aceh sejak 25 Agustus 2025. Terpidana masuk DPO setelah dipanggil secara patut guna menjalani hukuman,” kata Ali Rasab Lubis di Banda Aceh, Rabu (11/3/2026).

Ia menjelaskan, penangkapan berawal dari informasi mengenai keberadaan terpidana di kawasan Peunayong. Mendapat informasi tersebut, tim tangkap buronan Kejati Aceh segera menuju lokasi untuk melakukan penangkapan.

Saat proses penangkapan, terpidana sempat memberikan perlawanan dan beradu argumen dengan petugas. Meski demikian, petugas berhasil mengendalikan situasi.

“Namun, petugas mampu mengendalikan situasi serta menangkap terpidana Abdullah alias Balah alias Pak Haji. Selanjutnya, terpidana dibawa ke Kantor Kejati Aceh di kawasan Batoh, Kota Banda Aceh,” ujarnya.

Ali Rasab Lubis menyebutkan, Abdullah M alias Balah alias Pak Haji dinyatakan bersalah berdasarkan putusan Mahkamah Agung atas tindak pidana pelecehan seksual dengan hukuman 22 bulan penjara.

“Terpidana dinyatakan terbukti bersalah melanggar Pasal 46 jo Pasal 1 Angka 27 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang hukum jinayat,” katanya.

Peristiwa pelecehan tersebut terjadi pada Agustus 2021. Saat itu, terpidana mendatangi rumah korban berinisial SPNS dengan alasan mencari suami korban untuk pengobatan.

Namun, dengan modus tersebut, terpidana kemudian melakukan perbuatan tidak senonoh secara paksa terhadap korban.

“Selanjutnya, terpidana diserahkan kepada jaksa eksekutor pada Kejaksaan Negeri Banda Aceh guna menjalani masa hukuman berdasarkan putusan pengadilan,” kata Ali Rasab Lubis.

Ia menegaskan, penangkapan terhadap buronan tersebut merupakan bagian dari komitmen Kejati Aceh dalam memberikan kepastian hukum serta perlindungan kepada masyarakat, khususnya korban.

“Kejati Aceh menegaskan tidak ada tempat aman bagi para buronan. Kami ingatkan kepada semua buronan atau DPO segera menyerahkan diri guna mempertanggungjawabkan perbuatannya,” kata Ali Rasab Lubis.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Gusmawi Mustafa Dorong Penggalian Potensi ZIS dalam Musrenbang untuk Perkuat Ekonomi Umat

0
Kepala Sekretariat Baitul Mal Kabupaten Aceh Selatan, Gusmawi Mustafa, SE .(Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | TAPAKTUAN – Kepala Sekretariat Baitul Mal Kabupaten Aceh Selatan, Gusmawi Mustafa, SE, mengusulkan agar penggalian potensi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) menjadi bagian dari pembahasan dalam setiap tahapan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), mulai dari tingkat dusun, gampong, kecamatan hingga kabupaten.

Hal tersebut disampaikan Gusmawi dalam sesi diskusi Forum Konsultasi Publik Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Aceh Selatan Tahun 2027 yang digelar di Aula Dinas Pariwisata Aceh Selatan, Rabu (11/3/2026).

Kegiatan itu dibuka langsung oleh Bupati Aceh Selatan H. Mirwan MS, SE, M.Sos dan dihadiri unsur Forkopimda Aceh Selatan, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), tokoh masyarakat, tokoh agama, serta tokoh perempuan dari berbagai wilayah di kabupaten tersebut.

Dalam forum tersebut, Gusmawi menilai penguatan perencanaan zakat dari tingkat gampong hingga kabupaten merupakan langkah penting untuk mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kepada Nukilan.id, Gusmawi mengatakan bahwa zakat tidak hanya sekadar kewajiban ibadah, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai instrumen ekonomi umat apabila dikelola secara amanah dan profesional.

“Zakat bukan sekadar kewajiban yang ditunaikan setiap tahun, tetapi merupakan jalan yang Allah berikan untuk mengangkat derajat ekonomi umat. Ketika zakat dikelola dengan amanah dan profesional, maka kemiskinan bukan lagi sekadar persoalan yang sulit diatasi, melainkan tantangan yang dapat kita selesaikan bersama,” ujar Gusmawi.

Ia menjelaskan, gagasan tersebut juga pernah dibahas dalam kegiatan perekaman Podcast Kito – Sahabat Zakat yang dilaksanakan di Kantor Baitul Mal Aceh Selatan pada Senin (9/3/2026).

Dalam podcast tersebut, Gusmawi bertindak sebagai host dengan menghadirkan narasumber Imam Mufti Syah Putra, S.Pd, yang merupakan Keuchik Pasie Kuala Ba’u, Kecamatan Kluet Utara.

Melalui diskusi itu, disepakati bahwa peningkatan kapasitas dan penguatan pengelolaan Lembaga Baitul Mal Gampong (BMG) menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat Aceh Selatan. Saat ini, lembaga tersebut telah dikukuhkan di 260 gampong di wilayah tersebut.

Menurut Gusmawi, salah satu langkah awal yang perlu dilakukan adalah menggali potensi zakat secara sistematis melalui forum-forum perencanaan pembangunan.

“Ke depan, kita membutuhkan penggalian gagasan di tingkat dusun, Musrenbang Gampong, Musrenbang Kecamatan hingga Musrenbang Kabupaten. Pada setiap tingkatan musyawarah tersebut perlu dilakukan pemetaan potensi zakat, infak dan sedekah sekaligus memetakan kebutuhan penyaluran bantuan kepada para mustahiq yang menjadi sasaran sesuai dengan Asnaf / Senif Zakat dan kriteria yang ditetapkan,” jelasnya.

Ia menambahkan, pemetaan tersebut nantinya dapat menjadi rujukan bagi berbagai lembaga pengelola zakat dalam menyalurkan bantuan secara lebih tepat sasaran.

Lembaga yang dimaksud antara lain Baitul Mal Gampong, Baitul Mal Kabupaten Aceh Selatan, Baitul Mal Aceh di Banda Aceh, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS RI), serta berbagai Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) lainnya seperti LAZISMU, LAZISNU, dan zakat maupun infak dari masyarakat secara perseorangan.

“Penyaluran bantuan sangat dimungkinkan dilakukan melalui sistem permintaan atau request, yaitu berdasarkan daftar calon mustahiq yang telah dipetakan dan dimiliki oleh lembaga pengelola zakat maupun perseorangan,” ungkapnya.

Ia menilai, mekanisme tersebut dapat membantu Baitul Mal Aceh Selatan dalam melakukan sinkronisasi program serta pemetaan kebutuhan masyarakat sehingga penyaluran zakat dan infak dapat berjalan lebih optimal.

Gusmawi juga mengingatkan bahwa potensi zakat di Aceh Selatan sebenarnya sangat besar. Hal itu pernah disampaikan dalam Rapat Koordinasi Baitul Mal se-Aceh yang digelar di Ruang Rapat Setdakab Aceh Selatan pada 2024.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Badan dan Kepala Sekretariat Baitul Mal Kabupaten/Kota se-Aceh, Baitul Mal Aceh, serta dipimpin oleh Dr. H. Muhammad Hasbi Zainal, Direktur Kajian dan Pengembangan DKSL BAZNAS RI.

Dalam kesempatan itu disampaikan bahwa potensi pengumpulan zakat dan infak di Kabupaten Aceh Selatan diperkirakan mencapai sekitar Rp200 miliar.

“Potensi sebesar ini adalah kekuatan besar umat. Jika kita mampu mengelolanya dengan baik, maka zakat dapat menjadi energi perubahan bagi masyarakat. Harta yang kita keluarkan di jalan Allah tidak akan berkurang, justru akan menjadi keberkahan yang meluaskan rezeki dan menenangkan hati,” kata Gusmawi.

Ia menilai potensi tersebut dapat diwujudkan apabila seluruh pihak berperan aktif, termasuk melalui penguatan Lembaga Baitul Mal Gampong, Unit Pengumpulan Zakat, serta masyarakat yang selama ini menyalurkan zakat secara langsung kepada mustahiq.

Menurutnya, zakat juga memiliki nilai spiritual dan sosial yang kuat dalam membangun solidaritas masyarakat.

“Zakat adalah jembatan kasih sayang antara yang mampu dan yang membutuhkan. Setiap rupiah zakat yang kita tunaikan sejatinya adalah harapan baru bagi saudara-saudara kita yang sedang membutuhkan,” ujarnya.

Selain itu, Gusmawi juga mengusulkan gagasan inovatif berupa Musrenbang Khusus Zakat dan Infak (ZIS) sebagai bagian dari implementasi keistimewaan Aceh dalam bidang syariat Islam.

Menurutnya, konsep tersebut berpotensi menjadi inovasi pertama di Aceh bahkan di Indonesia.

“Musrenbang ZIS ini dapat menjadi sarana untuk menggali potensi zakat sekaligus memetakan kebutuhan mustahiq secara lebih sistematis. Dengan demikian, dana zakat dan infak tidak hanya membantu masyarakat hari ini, tetapi juga mampu memberdayakan mereka sehingga suatu hari nanti mustahiq dapat berubah menjadi muzakki,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya penyusunan petunjuk teknis terkait pengumpulan dan pemanfaatan zakat serta infak sebagai pedoman bagi para amil dalam menjalankan tugas secara profesional, transparan dan akuntabel.

“Amil adalah penjaga amanah umat. Ketika amanah itu dijaga dengan baik, maka kepercayaan masyarakat akan tumbuh dan keberkahan zakat akan dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” tuturnya.

Di akhir penyampaiannya, Gusmawi berharap gagasan tersebut dapat menjadi inspirasi bersama serta mendapat dukungan dari berbagai pihak agar dapat segera diwujudkan.

“Jika potensi zakat umat mampu kita satukan, maka kekuatan ekonomi umat akan bangkit dengan sendirinya. Mari kita jadikan zakat sebagai gerakan bersama untuk membangun Aceh Selatan yang lebih sejahtera, produktif dan penuh keberkahan,” pungkasnya. (xrq)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

Tradisi Qiyamul Lail yang Menghidupkan Malam di Masjid Oman Al-Makmur

0
Jemaah Qiyamul Lail di Masjid Oman Al-Makmur. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.ID | FEATURE — Malam di Kota Banda Aceh tidak pernah benar-benar sepi selama Ramadan. Ketika sebagian lampu rumah mulai dipadamkan, cahaya justru semakin terang dari sebuah bangunan megah di Jalan Moh. Daud Beureuh. Masjid Oman Al-Makmur menjadi salah satu pusat denyut spiritual yang tak pernah surut, bahkan hingga sepertiga malam terakhir.

Sejak awal Ramadan hingga menjelang hari kemenangan, masjid ini dipadati jamaah. Bukan hanya dari sekitar Banda Aceh, tetapi juga dari berbagai daerah di Aceh. Kendaraan berjejer panjang di sisi jalan, halaman masjid dipenuhi manusia yang datang dengan satu tujuan, meraih ketenangan batin dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Amatan Nukilan.id, antusiasme jamaah hampir tak mengalami penurunan dari pekan pertama hingga pekan terakhir Ramadan. Setiap malam, salat Isya dan tarawih berlangsung dalam suasana yang khusyuk. Lantunan ayat suci Alquran dari imam yang bersuara merdu seolah menyentuh relung hati, membuat jamaah larut dalam keheningan yang menenangkan.

Tak hanya itu, ceramah singkat yang disampaikan usai salat Isya menjadi daya tarik tersendiri. Isi tausiah yang menyentuh, sederhana, namun penuh makna, membuat jamaah betah berlama-lama di dalam masjid. Banyak di antara mereka yang kemudian melanjutkan ibadah dengan beri’tikaf, membaca Alquran, atau sekadar berzikir menunggu waktu malam kian larut.

Memasuki sepuluh malam terakhir Ramadan 2026, suasana di masjid ini semakin hidup. Pada malam pertama qiyamul lail, yang jatuh pada 10 Maret 2026, ribuan jamaah telah memadati masjid bahkan sejak pukul 00.00 WIB. Mereka datang lebih awal, berharap mendapatkan tempat terbaik untuk menjalani ibadah malam yang istimewa.

Malam itu terasa berbeda. Imam yang memimpin salat adalah seorang syeikh asal Mesir, Ahmad Sya’ban. Lantunan ayat yang dibacanya mengalun panjang, penuh penghayatan, membawa suasana masjid ke dalam keheningan yang mendalam. Banyak jamaah tampak menunduk, sebagian menitikkan air mata, larut dalam doa dan harapan.

Salat qiyamul lail dilaksanakan pada sepertiga malam, terdiri dari delapan rakaat yang ditutup dengan witir. Meski waktu pelaksanaannya larut, semangat jamaah tak surut. Justru, semakin malam, suasana semakin terasa sakral. Di antara saf-saf yang rapat, terhampar harapan yang sama, meraih malam Lailatul Qadar yang dijanjikan lebih baik dari seribu bulan.

Di antara ribuan jamaah itu, Rahmat, warga Banda Aceh, tampak duduk bersandar di salah satu tiang masjid usai witir. Ia mengaku sudah menjadikan qiyamul lail di masjid ini sebagai rutinitas setiap Ramadan.

“Saya hampir setiap tahun ikut qiyamul lail di sini. Selain karena dekat dari rumah, suasananya memang berbeda. Lebih tenang, lebih terasa ibadahnya,” ujar Rahmat kepada Nukilan.id.

Sementara itu, Aji, seorang jamaah asal Samahani, Aceh Besar, rela menempuh perjalanan cukup jauh demi merasakan suasana ibadah di masjid ini. Ia mengaku biasanya datang sejak waktu tarawih, lalu memilih bertahan hingga qiyamul lail dan Subuh berjamaah.

“Biasanya saya datang dari tarawih, tidak langsung pulang. Tunggu sampai qiyamul lail, sekalian sahur dan Subuh di sini,” kata Aji.

Baginya, ada alasan kuat mengapa ia terus kembali ke Masjid Oman Al-Makmur setiap Ramadan. “Suasananya nyaman, bacaan imamnya juga bagus. Itu yang bikin kita lebih khusyuk,” tambahnya.

Selepas salat witir, aktivitas belum berakhir. Para jamaah dengan tertib mengantre untuk mengambil paket sahur. Kupon yang telah dibagikan sebelumnya ditukarkan dengan makanan sederhana namun penuh makna. Paket sahur tersebut merupakan sumbangan dari para dermawan, menjadi bentuk nyata solidaritas dan kepedulian sosial yang tumbuh subur di bulan suci.

Di sudut-sudut masjid, sebagian jamaah memilih tetap duduk, menikmati santapan sahur bersama. Ada yang berbincang pelan, ada pula yang kembali membuka mushaf Alquran. Kebersamaan itu terasa hangat, menyatukan berbagai latar belakang dalam satu ikatan spiritual.

Menjelang fajar, jamaah kembali bersiap untuk menunaikan salat Subuh berjamaah. Wajah-wajah yang semula lelah justru tampak berseri. Setelah itu, mereka perlahan meninggalkan masjid, kembali ke rumah masing-masing dengan hati yang lebih ringan.

Tradisi qiyamul lail di Masjid Oman Al-Makmur bukan sekadar rutinitas ibadah. Ia telah menjadi bagian dari denyut kehidupan masyarakat. Sebuah kebiasaan yang menghidupkan malam, menguatkan iman, dan menumbuhkan harapan.

Di tengah hiruk pikuk kehidupan modern, momen seperti ini menjadi ruang jeda yang berharga. Ketika manusia kembali pada hakikatnya sebagai hamba, merendahkan diri, dan memohon ampunan.

Barangkali, di antara saf yang rapat itu, terselip doa-doa yang diam-diam dikabulkan. Dan mungkin pula, dari malam-malam panjang yang dihidupkan dengan ibadah ini, lahir pribadi-pribadi yang kelak menjadi cahaya bagi sekitarnya.

Sebab pada akhirnya, Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga. Ia adalah perjalanan pulang. Dan di Masjid Oman Al-Makmur, perjalanan itu terasa begitu dekat. (XRQ)

259 Kepala Keluarga Korban Banjir Aceh Tamiang Terima Bantuan DTH Rp1,8 Juta

0
Warga menerima bantuan dana tunggu hunian (DTH) di Kecamatan Rantau , Kabupaten Aceh Tamiang, pada Selasa (10/3). (FOTO: Dok BNPB)

NUKILAN.ID | KUALA SIMPANG – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyalurkan bantuan dana tunggu hunian (DTH) kepada 259 kepala keluarga (KK) korban banjir yang terjadi pada akhir November 2025 di Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.

Penyaluran bantuan tersebut berlangsung di Kantor Kecamatan Rantau, Selasa (10/3/2026). Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto bersama Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi kepada lima perwakilan kepala keluarga.

Bantuan ini merupakan bagian dari penyaluran tahap kedua untuk warga Kecamatan Rantau. Dari total 969 KK penerima, sebanyak 259 KK menerima bantuan pada tahap ini.

Dana tunggu hunian diberikan kepada keluarga yang rumahnya mengalami kerusakan berat akibat banjir dan sementara memilih menyewa rumah atau tinggal di rumah kerabat.

Pemerintah pusat melalui BNPB menyediakan bantuan tersebut hingga pembangunan hunian tetap (huntap) bagi para korban selesai. Setiap kepala keluarga menerima bantuan sebesar Rp1,8 juta untuk tiga bulan, terhitung sejak Januari hingga Maret 2026.

“Bantuan DTH akan diberikan sampai rumah hunian tetapnya selesai dibangun,” ujar Kepala BNPB dalam rilis resmi yang diterima pada Rabu (11/3/2026).

Selain menyalurkan DTH, BNPB juga memberikan bantuan bahan pokok kepada 259 kepala keluarga serta bingkisan untuk anak-anak. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar keluarga terdampak sebelum mereka menerima bantuan jaminan hidup (jadup) dan bantuan ekonomi sebesar Rp5 juta dari Kementerian Sosial.

Dalam pertemuan dengan warga penerima bantuan, Suharyanto juga menjelaskan skema pembangunan hunian tetap yang disiapkan pemerintah. Menurutnya, terdapat dua pilihan bagi warga, yaitu hunian tetap insitu dan hunian tetap terpusat.

Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang telah menyiapkan sejumlah lokasi untuk pembangunan hunian tetap terpusat. Sementara itu, hunian tetap insitu akan dibangun di atas tanah milik warga atau di lokasi rumah mereka yang sebelumnya rusak akibat bencana.

“Segera nanti daftar, dan itu mungkin dibangun lebih cepat,” ujar Kepala BNPB merujuk pada warga yang memilih pembangunan hunian tetap insitu.

Rencananya, pembangunan hunian tetap insitu akan dimulai setelah libur Lebaran. Hunian jenis ini akan dibangun oleh BNPB, sedangkan hunian tetap terpusat akan dibangun oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang masih memprioritaskan percepatan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak.

Kepala BNPB berharap warga yang masih berada di tenda pengungsian dapat segera menempati huntara atau memanfaatkan bantuan dana tunggu hunian yang telah disalurkan pemerintah.

“Kami menargetkan sebelum hari raya, satu minggu lagi, mudah-mudahan tercapai. Yang masih ditenda itu semuanya dapat menempati huntara,” lanjutnya.

Berdasarkan data sementara, pembangunan hunian sementara yang telah selesai mencapai 2.248 unit. Pemerintah juga mendorong masyarakat yang belum menempati fasilitas tersebut untuk segera berpindah ke hunian yang lebih layak sambil menunggu pembangunan hunian tetap.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

TNI AD Bangun 40 Jembatan Armco di Aceh untuk Pulihkan Akses Pascabanjir

0
Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – TNI Angkatan Darat (TNI AD) membangun sebanyak 40 jembatan Armco di sejumlah wilayah terdampak bencana di Provinsi Aceh. Pembangunan tersebut dilakukan guna memperbaiki jalur darat yang sempat terputus akibat banjir besar sekaligus mempercepat proses pemulihan pascabencana.

Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengatakan pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari upaya membantu masyarakat agar akses transportasi kembali normal.

“Melalui pembangunan jembatan ini, TNI AD membantu memulihkan akses transportasi masyarakat, sehingga aktivitas ekonomi dan distribusi logistik dapat kembali berjalan normal,” kata Maruli dalam keterangan tertulisnya, dilansir dari Antara, Selasa (10/3/2026).

Puluhan jembatan Armco tersebut dibangun di beberapa kabupaten di Aceh yang sebelumnya mengalami kerusakan infrastruktur akibat banjir.

Di Kabupaten Aceh Tamiang, pembangunan jembatan dilakukan di wilayah Alue Gadeng Dua, Alue Sentang, Terban, dan Blang Kandis.

Sementara di Kabupaten Aceh Timur, jembatan dibangun di sejumlah titik, antara lain Buket Kuta, Alue Buloh, Paya Biliesa, Blang Gleum, Buket Makmur, Lhok Seuntang, Gampong Baroh, Alur Pinrang, Alue Itam, Peunaron Lama, Alue Siwah, serta Keudongdong.

Kemudian di Kabupaten Bireuen, pembangunan jembatan dilakukan di Batee Raya, Juli Tambo, Krueng Juli, Alue Limeng, serta Salah Sirong Jaya.

Adapun di Kabupaten Aceh Utara, jembatan Armco dibangun di wilayah Buket Linteueng, Masjid Meuraksa, dan Bangka Jaya.

Maruli berharap keberadaan jembatan-jembatan tersebut dapat memperlancar mobilitas masyarakat di daerah terdampak bencana, sekaligus mempercepat distribusi logistik serta mendukung pemulihan aktivitas ekonomi warga.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

Podcast “Kito – Sahabat Zakat” Dorong Transparansi Pengelolaan Zakat di Baitul Mal Aceh Selatan

0
Podcast “Kito – Sahabat Zakat” Dorong Transparansi Pengelolaan Zakat di Baitul Mal Aceh Selatan. (FOTO: FOR NUKILAN)

NUKILAN.ID | TAPAKTUAN – Baitul Mal Kabupaten Aceh Selatan terus berupaya meningkatkan transparansi sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui program edukasi publik bertajuk Podcast Kito – Sahabat Zakat dengan tema “Transparansi Zakat, Fondasi Aceh Selatan Maju.”

Episode podcast yang tayang pada Selasa (10/3/2016) tersebut menghadirkan Sri Kurniati, SE, Kasubbag Umum Sekretariat Baitul Mal Kabupaten Aceh Selatan, sebagai narasumber. Diskusi dipandu oleh host Hasbaini, S.Pd., M.Pd., dosen dari Politeknik Aceh Selatan.

Dalam perbincangan itu, Sri Kurniati menjelaskan bahwa pengelolaan zakat di Baitul Mal Aceh Selatan dilakukan melalui sistem yang terencana, transparan, dan akuntabel. Setiap program zakat disusun melalui dokumen perencanaan resmi yang dikenal sebagai Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT).

“Pengelolaan zakat tidak dilakukan secara sembarangan. Semua program direncanakan secara sistematis, dilengkapi dengan petunjuk teknis pelaksanaan, serta melalui proses pendataan mustahik secara by name by address agar bantuan benar-benar tepat sasaran,” jelasnya.

Ia menambahkan, proses penyaluran zakat juga melewati sejumlah tahapan, mulai dari verifikasi administrasi hingga verifikasi lapangan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa penerima bantuan benar-benar memenuhi kriteria sebagai mustahik.

Seluruh data penerima manfaat kemudian dimasukkan ke dalam sistem administrasi pemerintahan sebagai bagian dari upaya menjaga akuntabilitas dan transparansi pengelolaan zakat.

Melalui program podcast tersebut, masyarakat diajak memahami bahwa zakat bukan sekadar aktivitas sosial, melainkan ibadah yang memiliki dampak besar dalam meningkatkan kesejahteraan umat.

Zakat yang dikelola secara baik dinilai mampu membantu masyarakat kurang mampu, mendukung sektor pendidikan, memperkuat pemberdayaan ekonomi, hingga membantu masyarakat menghadapi berbagai persoalan sosial.

Karena itu, Baitul Mal Kabupaten Aceh Selatan mengajak masyarakat yang telah memenuhi syarat untuk menunaikan zakat serta memperbanyak infak melalui lembaga resmi agar penyalurannya dapat dilakukan secara lebih terarah dan tepat sasaran.

Selain itu, para penerima zakat atau mustahik juga diharapkan senantiasa mendoakan para muzakki dan munfiq yang telah berbagi rezeki melalui zakat dan infak.

Doa tulus dari para mustahik diharapkan menjadi kebaikan yang kembali kepada para muzakki, agar Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan yang prima, melapangkan rezeki, memudahkan segala urusan, serta melimpahkan keberkahan dalam kehidupan mereka.

Program Podcast Kito – Sahabat Zakat merupakan salah satu media edukasi publik yang diinisiasi oleh Baitul Mal Kabupaten Aceh Selatan. Program ini bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pengelolaan zakat, manfaat zakat bagi umat, serta pentingnya transparansi dalam menjaga amanah.

Melalui program ini pula diharapkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pengelola zakat semakin meningkat, sehingga zakat dapat menjadi kekuatan sosial dalam membangun kesejahteraan umat sekaligus mendorong kemajuan daerah.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.