Beranda blog Halaman 170

Nelayan Asal Pulo Aceh Dilaporkan Terdampar di Sri Lanka

0
Sadiqin, nelayan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar. (FOTO: Panglima Laot Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Lembaga adat laut Panglima Laot Aceh melaporkan seorang nelayan asal Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar, terdampar di Sri Lanka setelah perahu motor yang ditumpanginya mengalami kerusakan mesin di Samudera Hindia.

Mengutip ANTARA, Panglima Laot Aceh Miftah Tjut Adek mengatakan, nelayan tersebut bernama Sadiqin, warga Meulingge, Kecamatan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar.

“Sebelumnya, nelayan Pulo Aceh itu dilaporkan hilang pada 1 Februari 2026. Saat itu, Sadiqin melaut menggunakan perahu motor yang biasa disebut bot teptep,” kata Miftah Tjut Adek di Banda Aceh, Jumat (13/3/2026).

Berdasarkan informasi yang diterima, perahu motor yang digunakan Sadiqin mengalami kerusakan mesin sehingga hanyut dan terbawa arus Samudera Hindia hingga ke Sri Lanka.

Setelah ditemukan, Sadiqin dilaporkan dievakuasi dan mendapat penanganan di rumah sakit di negara tersebut. Saat ini, ia berada di sebuah rumah sakit yang berjarak sekitar dua jam dari Kolombo, Sri Lanka.

Panglima Laot Aceh, lanjut Miftah, segera berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Sri Lanka terkait informasi keberadaan nelayan asal Pulo Aceh tersebut.

Selain itu, Panglima Laot Aceh juga telah melaporkan peristiwa tersebut kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Lampulo.

“Kami juga sudah melaporkan kejadian ini ke Dinas Kelautan Perikanan Aceh terkait tindak lanjut penanganan nelayan Pulo Aceh yang hanyut tersebut yang kini berada di Kolombo. Kami juga mengupayakan pemulangannya,” kata Miftah Tjut Adek.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

Tips Persiapan Keselamatan Berkendara Saat Mudik Lebaran

0
Suasana terminal di Banda Aceh pada momen mudik Lebaran Idulfitri. [Foto: dok Dishub Aceh]

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Mudik Lebaran menjadi salah satu tradisi yang dinantikan banyak masyarakat untuk kembali ke kampung halaman dan berkumpul bersama keluarga, saudara, maupun sahabat. Tingginya mobilitas kendaraan, baik angkutan umum maupun kendaraan pribadi, membuat persiapan perjalanan menjadi hal yang sangat penting agar mudik dapat berlangsung dengan sehat, selamat, aman, dan nyaman.

Pemerintah bersama masyarakat juga memiliki kepentingan untuk memastikan arus mudik pada libur Idul Fitri 2026 berjalan dengan baik. Salah satu upaya yang perlu dilakukan adalah meminimalkan potensi kecelakaan lalu lintas melalui persiapan yang matang sebelum melakukan perjalanan.

Dalam hal ini, pengemudi memegang peran besar terhadap keselamatan diri sendiri, penumpang, serta pengguna jalan lainnya. Oleh karena itu, terdapat beberapa hal penting yang perlu diperhatikan sebelum berkendara saat mudik.

Kondisi Pengemudi

Kondisi Psikologis
Kondisi mental dan emosional pengemudi sangat memengaruhi konsentrasi serta kemampuan mengambil keputusan di jalan. Emosi yang tidak stabil, seperti stres, marah, atau bahkan terlalu gembira, dapat menurunkan kewaspadaan dan meningkatkan risiko kecelakaan.

Kondisi Fisik
Pengemudi juga perlu memastikan kondisi fisiknya dalam keadaan prima. Penglihatan, pendengaran, dan kebugaran tubuh harus diperhatikan agar dapat merespons situasi di jalan dengan cepat dan tepat. Kelelahan, gangguan penglihatan, atau masalah pendengaran dapat menghambat kemampuan pengemudi dalam mengantisipasi potensi bahaya.

Karakter Pengemudi

Safety Driving (Berkendara Aman)
Perilaku berkendara yang aman dan patuh terhadap aturan lalu lintas sangat berperan dalam mencegah kecelakaan. Pengemudi perlu menjaga disiplin saat berkendara, memperhatikan batas kecepatan, memahami rute perjalanan, mengantisipasi kondisi cuaca, serta menghindari penggunaan ponsel selama mengemudi.

Defensive Driving (Berkendara dengan Waspada)
Selain itu, pengemudi juga perlu menerapkan prinsip defensive driving atau berkendara dengan penuh kewaspadaan. Hal ini dapat dilakukan dengan menjaga jarak aman dengan kendaraan lain, memperhatikan perilaku pengguna jalan di sekitar, serta selalu siap menghadapi kondisi tak terduga di jalan raya.

Kondisi Kendaraan

Memeriksa Kendaraan Sebelum Berkendara
Sebelum memulai perjalanan mudik, pengemudi disarankan untuk memeriksa kondisi kendaraan secara menyeluruh. Beberapa komponen penting yang perlu diperiksa antara lain rem, lampu kendaraan, tekanan ban, level oli, serta bahan bakar. Pemeriksaan ini penting untuk memastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan.

Mempertahankan Kendaraan dalam Kondisi Prima
Perawatan kendaraan secara berkala juga sangat diperlukan agar kendaraan tetap berfungsi optimal. Penggantian suku cadang yang sudah aus, pengecekan sistem kelistrikan, serta servis rutin dapat membantu mencegah terjadinya gangguan teknis selama perjalanan.

Mengutamakan keselamatan saat mudik Lebaran bukan hanya tentang mencapai tujuan dengan selamat, tetapi juga memastikan perjalanan berlangsung nyaman tanpa risiko kecelakaan maupun kerugian materi. Dengan memperhatikan kondisi pengemudi, karakter berkendara, serta kelayakan kendaraan, setiap orang dapat berkontribusi menciptakan perjalanan mudik yang lebih aman.

Pada akhirnya, keselamatan di jalan harus menjadi prioritas utama. Lebih baik menempuh perjalanan dengan kecepatan yang wajar dan tiba dengan selamat, sehingga momen berkumpul bersama keluarga di Hari Raya Idul Fitri dapat dirasakan dengan penuh kebahagiaan dan keberkahan. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

Warga Korban Banjir Bertenda di Kantor Bupati Bireuen, DPRA Desak Pemerintah Aceh Bangun Huntara

0
Warga Korban Banjir Bertenda di Kantor Bupati Bireuen (Foto: KabarBireuen)

NUKILAN.ID | BIREUEN – TSejumlah warga korban banjir dari Desa Kapa, Kecamatan Peusangan, dan Desa Salah Sirong, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, tampak mendirikan tenda di halaman Kantor Bupati Bireuen pada Jumat (13/3/2026).

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes sekaligus tuntutan agar pemerintah segera membangun hunian sementara (huntara) bagi para korban banjir yang hingga kini masih mengalami kesulitan tempat tinggal.

Mengutip Beritamerdeka.net, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dari Daerah Pemilihan III Kabupaten Bireuen, Rusyidi Mukhtar atau yang akrab disapa Ceulangiek, turut mengunjungi warga yang berteduh di bawah tenda tersebut.

Ia mengaku prihatin dengan kondisi para korban bencana yang masih harus bertahan di tenda pengungsian. Karena itu, ia mendesak Presiden Prabowo Subianto serta Pemerintah Aceh, termasuk Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh, untuk segera merespons kebutuhan hunian sementara bagi para korban.

“Kami sangat prihatin dengan kondisi korban bencana di Kabupaten Bireuen. Mereka butuh hunian, tidak mungkin berlarut di tenda, kami mohon kepada Pemerintah Aceh untuk peduli terhadap mereka agar segera dibangun huntara,” ujarnya.

Salah seorang korban banjir, Jamilah, mengatakan bahwa pendirian tenda di halaman kantor bupati dilakukan untuk menuntut kepastian atas janji yang sebelumnya disampaikan oleh pemerintah daerah.

“Sekarang ada kejelasan dari bupati, sekarang kami pulang. Kalau tidak selamanya kami bertenda di sini,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan M. Amin, korban banjir yang juga merupakan eks kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Ia mengaku sedih dengan kondisi yang dialami para korban dan berharap pemerintah segera memberikan perhatian.

“Kami mohon kepada Gubernur Aceh agar membangun hunian sementara. Saya eks kombatan GAM, tolong diperhatikan, kami butuh bantuan pemerintah Aceh, karena di Bireuen tidak diusulkannya huntara untuk kami,” jelasnya.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

Kemenag Aceh Besar Salurkan 300 Paket Sembako Lewat Program Selasar Lintas Agama x Joyful Ramadan

0
Kemenag Aceh Besar Salurkan 300 Paket Sembako Lewat Program Selasar Lintas Agama x Joyful Ramadan (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | JANTHO – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Besar menyalurkan 300 paket sembako kepada masyarakat fakir miskin dalam rangka menyukseskan program Selasar Hangat Lintas Agama x Joyful Ramadan.

Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Aceh Besar, Kamis (12/3/2026).

Program nasional bertema Indonesia Berdaya Melalui Tebar Harapan Ramadhan (THR) itu dilaksanakan secara serentak di berbagai daerah di Indonesia dan terhubung secara virtual.

Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mendukung percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem sekaligus memperkuat kolaborasi berbagai pihak dalam penguatan zakat, infak, dan sedekah selama bulan Ramadan.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Besar, H Saifuddin SE, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian Kementerian Agama terhadap masyarakat yang membutuhkan, khususnya pada momentum bulan suci Ramadan.

“Melalui program ini, kita ingin menghadirkan semangat berbagi dan kepedulian antar sesama,” ujarnya.

Saifuddin, yang akrab disapa Yahwa, menambahkan kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya Kementerian Agama untuk menumbuhkan nilai kebersamaan sekaligus mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk.

Untuk penyaluran di Aceh Besar, setiap paket bantuan berisi sejumlah kebutuhan pokok, seperti beras 10 kilogram, gula pasir 2 kilogram, serta minyak goreng 2 liter.

“Semoga santunan ini dapat membantu meringankan beban kebutuhan sehari-hari para mustahik,” ujarnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag Aceh Besar Yasmaidar, Kepala Subbagian Tata Usaha Azzahri, Kasi Bimas Islam Khalid Wardana, Kasi Pendidikan Madrasah Suryadi, Kasi Pendidikan Agama Islam Muhammad, Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Ikhram, serta Penyelenggara Zakat dan Wakaf Munandar.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

Soroti Anggaran untuk Korban Bencana, Martini: DPRA Bukan Tempat Melindungi Mafia dan Bandit”

0
martini
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dari Fraksi NasDem, Martini. (FOTO: FOR NUKILAN)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dari Fraksi NasDem, Martini, melontarkan kritik tajam terhadap lembaganya sendiri dalam Rapat Paripurna DPRA di Banda Aceh, Rabu (11/3/2026).

Dalam forum resmi tersebut, Martini menyatakan bahwa DPRA seharusnya tidak menjadi tempat yang melindungi kepentingan kelompok tertentu.

“DPRA bukan tempat melindungi mafia dan bandit. Juga bukan milik pribadi atau kelompok,” katanya saat menyampaikan pandangan di hadapan anggota dewan lainnya.

Politisi perempuan dari daerah pemilihan (Dapil) Aceh Timur itu menyampaikan kritiknya dengan nada emosional hingga sempat menangis. Ia mempertanyakan keberpihakan lembaga legislatif Aceh terhadap masyarakat yang terdampak banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah Aceh pada akhir November 2025 lalu.

Menurut Martini, selama bencana tersebut terjadi, ia tidak melihat langkah nyata dari institusi DPRA dalam mendorong kebijakan maupun alokasi anggaran bagi korban.

“Selama banjir ini saya tidak melihat ada pergerakan dari lembaga DPRA. Kami kecewa. Sebagai wakil rakyat yang duduk di sini, saya merasa tidak ada keberpihakan anggaran terhadap korban banjir dan longsor,” ujarnya di hadapan forum Paripurna DPRA.

Ia juga mengingatkan bahwa DPRA merupakan lembaga yang memiliki marwah dan tidak boleh digunakan untuk kepentingan pribadi maupun kelompok.

“Mohon dibenah DPRA ini lembaga bermarwah. Maaf pak jangan dipotong, APBA adalah untuk rakyat bukan uang milik pejabat,” tegas Martini saat sempat memprotes pimpinan sidang yang hendak memotong penyampaiannya.

Dalam pidatonya, Martini menggambarkan kondisi masyarakat korban bencana yang hingga kini masih bertahan di tenda-tenda pengungsian dengan keterbatasan kebutuhan dasar.

Menurutnya, kondisi tersebut sangat kontras dengan situasi para pejabat yang membahas anggaran di ruang rapat yang nyaman.

“Hari ini kita duduk di ruangan ber-AC, sementara masyarakat kita di bawah tenda makan seadanya. Bahkan uang jajan anak saja tidak ada,” katanya.

Selain itu, Martini juga menyoroti kebijakan pemotongan sejumlah anggaran bantuan rumah bagi korban bencana oleh Pemerintah Aceh. Ia menilai kebijakan tersebut justru memperburuk kondisi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal akibat banjir dan longsor.

Sebagai lembaga yang memiliki fungsi pengawasan terhadap anggaran, Martini menilai DPRA seharusnya memastikan setiap penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) benar-benar berpihak pada kepentingan masyarakat, terutama dalam situasi darurat.

Ia juga mengingatkan agar lembaga legislatif tersebut tidak terjebak dalam kepentingan kelompok tertentu yang dapat memunculkan persepsi negatif di tengah masyarakat.

“DPRA ini lembaga terhormat yang dipilih oleh lebih dari lima juta masyarakat Aceh. Karena itu satu rupiah pun dari anggaran harus memihak kepada rakyat,” ujarnya.

Martini menegaskan bahwa APBA pada dasarnya merupakan uang milik masyarakat Aceh yang harus dikelola secara transparan dan digunakan untuk memenuhi kebutuhan publik, terutama ketika masyarakat sedang menghadapi bencana.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

Wakil Wali Kota Banda Aceh Safari Ramadan ke Masjid Baitul Makmur Blower

0
Wakil Wali Kota Banda Aceh Safari Ramadan ke Masjid Baitul Makmur Blower (Foto: Humas BNA)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Wakil Wali Kota Banda Aceh Afdhal Khalilullah memimpin tim Safari Ramadan Pemerintah Kota Banda Aceh ke Masjid Baitul Makmur di Gampong Sukaramai (Blower), Rabu (11/3/2026) malam.

Masjid yang berada tidak jauh dari Kerkhof atau kompleks pemakaman Belanda tersebut menjadi masjid kesembilan dari total 12 masjid yang masuk dalam agenda Safari Ramadan Pemko Banda Aceh tahun ini.

Dalam kesempatan itu, Afdhal turut menyerahkan bantuan dana kemakmuran masjid sebesar Rp15 juta. Selain itu, Bank Aceh Syariah juga menyalurkan bantuan berupa ambal masjid, kurma, dan air mineral untuk kebutuhan jamaah selama bulan Ramadan.

Dalam sambutannya, Afdhal menyoroti pentingnya pengawasan bersama terhadap penggunaan gadget oleh anak-anak usia sekolah.

“Di era keterbukaan informasi dan digital saat ini, anak-anak kita sangat rentan menyerap konten-konten negatif tanpa filter. Salah satu akibatnya, anak menjadi kurang sopan kepada orang tua,” ujarnya.

Ia menegaskan Pemerintah Kota Banda Aceh berkomitmen untuk mengatasi persoalan tersebut melalui berbagai program dan kebijakan.

“Kami juga perlu dukungan besar dari perangkat gampong serta semua unsur masyarakat,” tambahnya.

Turut mendampingi Wakil Wali Kota dalam Safari Ramadan tersebut Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Jalaluddin bersama sejumlah pejabat Pemerintah Kota Banda Aceh serta unsur pimpinan Bank Aceh Syariah.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

Bank Aceh Serahkan Zakat Karyawan Rp1,43 Miliar ke Baitul Mal Aceh

0

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – PT Bank Aceh Syariah (BAS) melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) menyalurkan zakat karyawan tahun 2026 sebesar Rp1,43 miliar kepada Baitul Mal Aceh serta Baitul Mal kabupaten/kota di seluruh Aceh.

Penyerahan zakat tersebut dilakukan secara resmi di Banda Aceh, Kamis (12/3/2026). Dana zakat yang dihimpun dari seluruh unit kerja Bank Aceh di berbagai daerah itu diharapkan dapat disalurkan kepada para mustahik atau penerima zakat secara tepat sasaran.

Direktur Utama Bank Aceh Syariah, Fadhil Ilyas, mengatakan penyaluran zakat tersebut merupakan amanah dari seluruh karyawan Bank Aceh yang dikumpulkan melalui Unit Pengumpul Zakat.

“Alhamdulillah, hari ini kami kembali menunaikan amanah dari seluruh karyawan Bank Aceh,” kata Fadhil.

Ia menjelaskan, dari total zakat yang terkumpul sebesar Rp1,43 miliar, sebanyak Rp450 juta disalurkan ke Baitul Mal Aceh. Sementara sisanya didistribusikan ke Baitul Mal kabupaten/kota melalui kantor cabang Bank Aceh di masing-masing daerah.

Menurut Fadhil, penyaluran zakat ini bukan sekadar rutinitas administratif, tetapi juga merupakan bentuk ketaatan karyawan Bank Aceh dalam menjalankan kewajiban sebagai umat Islam.

“Kami berharap sinergi dengan Baitul Mal ini dapat menjadi katalisator dalam upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan umat di Aceh maupun luar Aceh,” ujarnya.

Ia menambahkan, meskipun Bank Aceh terus melakukan ekspansi secara nasional, komitmen terhadap nilai-nilai keislaman serta kepedulian terhadap masyarakat Aceh tetap menjadi prioritas.

Melalui penyaluran zakat tersebut, Bank Aceh juga berharap hubungan antara institusi perbankan dan lembaga pengelola zakat pemerintah dapat semakin erat dan harmonis.

Ke depan, Bank Aceh berkomitmen untuk terus mendorong pengembangan ekonomi syariah yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memberikan dampak sosial yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Selain itu, Bank Aceh juga mendorong masyarakat dan nasabah untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui layanan digital yang tersedia.

“Sejalan dengan semangat transparansi dan kemudahan dalam beribadah, Bank Aceh juga terus mendorong masyarakat dan nasabah setia untuk menunaikan kewajiban zakat, infak, dan sedekah melalui fitur-fitur digital unggulan,” katanya.

Fadhil menjelaskan, nasabah kini dapat menyalurkan zakat, infak, maupun sedekah melalui aplikasi Action Mobile Banking tanpa harus datang langsung ke kantor bank atau lembaga terkait.

“Prosesnya sangat cepat, aman, dan langsung terhubung dengan rekening Baitul Mal yang telah bekerja sama dengan kami,” ujarnya.

Melalui fitur tersebut, nasabah cukup masuk ke menu layanan di aplikasi Action Mobile, memilih menu ZIS, lalu memasukkan nominal dana yang ingin disalurkan.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya Bank Aceh dalam mendorong digitalisasi ekosistem syariah di Aceh.

Sementara itu, Ketua Baitul Mal Aceh, Tgk Muhammad Yunus M Yusuf, menyampaikan apresiasi kepada seluruh karyawan Bank Aceh yang telah menyalurkan zakat melalui lembaga tersebut.

“Terima kasih kepada Bank Aceh yang telah menyalurkan zakat karyawan kepada Baitul Mal untuk disalurkan kepada masyarakat yang berhak,” demikian Tgk M Yunus.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

1.954 Warga Korban Bencana di Aceh Timur Masih Bertahan di Pengungsian

0
Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Alfarlaky berdialog dengan pengungsi banjir di Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur, Selasa (2/12/2025). (FOTO: Pemkab Aceh Timur)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Sebanyak 1.954 jiwa dari 601 keluarga korban bencana hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Timur hingga kini masih berada di lokasi pengungsian.

Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky mengatakan para warga tersebut merupakan korban bencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir November 2025.

“Hingga saat ini, ada sebanyak 601 keluarga dengan 1.954 jiwa masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi yang terjadi akhir November 2025 masih berada di pengungsian,” kata Iskandar Usman Al-Farlaky saat dihubungi dari Banda Aceh, Kamis (12/3/2026).

Ia menyebutkan para pengungsi tersebar di 13 titik yang berada di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Pante Bidari, Kecamatan Serbajadi, dan Kecamatan Simpang Jernih.

Lokasi pengungsian terbanyak berada di Kecamatan Pante Bidari dengan tujuh titik yang tersebar di empat gampong. Di Gampong Sah Raja terdapat tiga titik pengungsian dengan jumlah 712 jiwa dari 239 keluarga.

“Di Gampong Sah Raja ada tiga titik pengungsian yakni di Dusun Pureng, Dusun Sarah Gala, dan Dusun Sarah Raja. Para pengungsi tersebut mengungsi mandiri di tenda keluarga,” katanya.

Selain itu, terdapat satu titik pengungsian di Gampong Pante Labu dengan 39 jiwa dari 10 keluarga yang mengungsi di meunasah Dusun Bahagia.

Kemudian di Gampong Alue Ie Mirah terdapat satu titik pengungsian dengan 18 jiwa dari lima keluarga. Sementara di Gampong Sijudo terdapat dua titik pengungsian dengan total 160 jiwa dari 40 keluarga yang mengungsi secara mandiri di tenda.

Di Kecamatan Serbajadi, pengungsi tersebar di lima titik. Di Dusun Karang Kuda, Gampong Bunin terdapat 372 jiwa dari 100 keluarga yang mengungsi.

“Satu titik pengungsian di Dusun Peukan Lokop, Gampong Lokop, dengan jumlah pengungsi sebanyak 47 jiwa dari 27 keluarga. Warga terdampak mengungsi di kantor kepala desa setempat,” katanya.

Selanjutnya, di Dusun Bugak, Gampong Sunti terdapat 187 jiwa dari 50 keluarga yang mengungsi di Balai Adat Desa Sekualan.

Kemudian di Gampong Umah Taring terdapat 180 jiwa dari 55 keluarga yang mengungsi di SD Loot Jering. Sementara di Gampong Ujung Karang terdapat 18 jiwa dari lima keluarga yang mengungsi secara mandiri di tenda keluarga di Dusun Tembolon.

“Sedangkan di Kecamatan Simpang Jernih ada satu titik pengungsian di Gampong Ranto Panjang dengan pengungsi sebanyak 221 jiwa dari 70 keluarga. Mereka mengungsi dengan membangun rumah darurat,” kata Iskandar Usman Al-Farlaky.

Sumber: ANTARA

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

Gerindra Aceh Serahkan Bantuan bagi Korban Banjir dan Anak Yatim di Pidie Jaya

0
Ketua DPD Gerindra Aceh, Fadhlullah menyerahkan bantuan untuk korban banjir di Pidie Jaya, Kamis. (FOTO: Gerindra Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – DPD Partai Gerindra Aceh menyalurkan bantuan bagi korban banjir dan santunan untuk anak yatim di Kabupaten Pidie Jaya. Bantuan tersebut diberikan untuk meringankan beban masyarakat menjelang bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Ketua DPD Gerindra Aceh, Fadhlullah, mengatakan Ramadhan menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat solidaritas dan kepedulian sosial kepada masyarakat, terutama mereka yang sedang menghadapi musibah.

“Ramadhan adalah momentum untuk memperkuat solidaritas dan kepedulian sosial. Kami ingin hadir di tengah masyarakat, khususnya saudara-saudara kita yang sedang menghadapi cobaan,” kata Ketua DPD Gerindra Aceh, Fadhlullah di Pidie Jaya, Kamis (12/3/2026).

Di sela kegiatan penyerahan bantuan dan santunan anak yatim, Fadhlullah menyebut Partai Gerindra berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat dengan memberikan dukungan moral maupun bantuan nyata bagi warga yang membutuhkan.

Kegiatan tersebut berlangsung di hunian sementara (huntara) Gedung MTQ Kabupaten Pidie Jaya. Dalam agenda itu, Fadhlullah yang juga Wakil Gubernur Aceh turut berbuka puasa bersama korban banjir dan longsor asal Pidie Jaya.

Ketua panitia pelaksana kegiatan, Mahfudz Y. Loethan, mengatakan pihaknya menyalurkan sejumlah bantuan kepada para penghuni huntara.

“Dalam kegiatan ini kami menyalurkan paket Lebaran untuk penghuni huntara, santunan anak yatim, serta wakaf Al-Qur’an dari Partai Gerindra,” katanya.

Mahfudz juga menyampaikan bahwa di tengah kesibukannya menjalankan tugas pemerintahan, Fadhlullah saat ini sedang menempuh pendidikan program pascasarjana di Universitas Syiah Kuala.

“Insya Allah, Pak Ketua DPD Gerindra yang juga Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, akhir tahun ini akan menyandang gelar Magister Manajemen di Universitas Syiah Kuala,” katar Mahfudz.

Sementara itu, Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi, mengapresiasi kepedulian yang ditunjukkan melalui kegiatan tersebut. Menurut dia, perhatian dari berbagai pihak, termasuk pemerintah provinsi dan partai politik, sangat berarti bagi masyarakat yang masih berupaya bangkit usai diterpa banjir.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

Kunjungi Pidie Jaya, EVP Indosat Pastikan Kualitas Jaringan dan Program CSR Berjalan Optimal

0
EVP – Head of Circle Sumatra Indosat Ooredoo Hutchison, Agus Sulistio di Meunasah Kulam, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Rabu 11 Maret 2026. (Foto: Nukilan/Rezi)

NUKILAN.id | Pidie Jaya — Indosat Ooredoo Hutchison mengunjungi dua meunasah di Kabupaten Pidie Jaya yang telah direhabilitasi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) bertajuk “Surau Kita Berdaya” dalam rangka Indosat Berkah Ramadan. 

Kunjungan dipimpin langsung oleh EVP – Head of Circle Sumatra Indosat Ooredoo Hutchison, Agus Sulistio beserta rombongan, pada Rabu 11 Maret 2026.

Dua meunasah yang dikunjungi adalah Meunasah Kulam di Desa Meunasah Kulam, Kecamatan Meurah Dua, serta Meunasah Blang di Desa Manyang Cut, Kecamatan Meureudu. Keduanya merupakan bagian dari 13 meunasah yang menjadi sasaran program CSR Indosat di Aceh.

Agus Sulistio mengatakan, program Surau Berdaya tidak hanya sekadar memberikan bantuan, tetapi dirancang untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Program yang kita konsepkan sebagai tagline Surau Berdaya ini bukan hanya program CSR biasa atau sekadar bantuan, tetapi program yang memberikan impact nyata ke masyarakat,” kata Agus kepada Nukilan di sela-sela kunjungannya di Pidie Jaya.

Ia menjelaskan, program tersebut berfokus pada renovasi surau atau meunasah yang terdampak bencana agar kembali menjadi tempat ibadah yang layak. Selain perbaikan fisik bangunan, Indosat juga menyediakan berbagai perlengkapan ibadah seperti sajadah, Al-Qur’an, dan fasilitas pendukung lainnya.

“Harapannya masyarakat bisa lebih nyaman beribadah dan menjadikan surau sebagai tempat berkumpul secara sosial yang produktif bagi masyarakat,” ujarnya.

Di Provinsi Aceh, kata Agus, terdapat 13 meunasah yang menjadi sasaran program ini. Lokasinya tersebar di beberapa daerah, yakni Pidie Jaya, Aceh Tamiang, Aceh Utara, dan Aceh Tengah.

“Kita targetkan seluruh program ini selesai selama bulan Ramadan. Jadi kalau terealisasi sesuai rencana, 100 persen sudah selesai dalam bulan ini,” jelasnya.

Ia menambahkan, proses renovasi dilakukan berdasarkan kebutuhan masing-masing lokasi. Untuk memastikan kebutuhan tersebut, Indosat bekerja sama dengan Filantra sebagai mitra dalam melakukan asesmen terhadap kondisi bangunan dan fasilitas surau sebelum dilakukan renovasi.

Selain program CSR, Agus juga memastikan bahwa kualitas jaringan Indosat di wilayah terdampak bencana telah pulih sepenuhnya.

“Kualitas jaringan sudah 100 persen recover. Kami juga berkomitmen untuk terus melakukan investasi di Provinsi Aceh agar konektivitas masyarakat semakin baik,” katanya.

Sementara itu, Geuchik Gampong Meunasah Kulam, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Baharuddin, mengapresiasi bantuan yang diberikan Indosat kepada masyarakat desa. Menurutnya, bantuan tersebut sangat membantu memperindah meunasah sekaligus mendukung kegiatan keagamaan masyarakat.

“Dengan adanya bantuan dari Indosat, alhamdulillah meunasah kami sekarang terlihat lebih indah. Anak-anak juga terbantu dengan adanya bantuan iqra dan Al-Qur’an untuk belajar mengaji,” ujarnya.

Ia menyebutkan bantuan yang diterima antara lain pengecatan surau, sajadah, Al-Qur’an, iqra untuk anak-anak, sarung, serta kegiatan buka puasa bersama selama tiga hari yang seluruh biayanya ditanggung oleh Indosat.

“Harapan kami ke depan, program seperti ini bisa terus berlanjut dan tidak berhenti sampai di sini saja,” katanya.

Hal serupa juga disampaikan Geuchik Gampong Meunasah Blang, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya. Ia menyampaikan terima kasih atas kepedulian Indosat dalam membantu pemulihan sarana ibadah di desanya.

Menurutnya, sebelum direnovasi, meunasah di desa tersebut sempat terdampak banjir bandang yang menyebabkan air dan lumpur masuk hingga ke dalam bangunan dengan ketinggian sekitar 50 sentimeter. Akibatnya, sejumlah fasilitas seperti sajadah, mikrofon, dan peralatan audio rusak karena terendam banjir.

“Alhamdulillah, dengan bantuan dari Indosat, meunasah kami kini telah direnovasi melalui pengecatan bagian luar dan dalam, termasuk fasilitas tempat wudu. Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat bagi warga serta menjadi amal kebaikan bagi pihak perusahaan, terutama karena diberikan pada bulan suci Ramadan.

“Semoga apa yang diberikan oleh Indosat membawa berkah bagi semua pihak,” tutupnya.

Reporter: Rezi