Beranda blog Halaman 169

250 Ton Beras Ilegal Masuk Lewat Sabang, Kementan Langsung Segel Gudang

0
Kementan Segel Gudang Beras. (FOTO: Kementerian Pertanian)

NUKILAN.ID | JAKARTA – Sebanyak 250 ton beras impor ilegal diketahui masuk ke Indonesia melalui Sabang, Aceh. Kementerian Pertanian (Kementan) segera melakukan penyegelan gudang setelah menerima laporan pada Minggu (23/11/2025). Beras tersebut diduga berasal dari Thailand.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan pihaknya menerima informasi sekitar pukul 14.00 WIB bahwa terdapat pemasukan beras impor tanpa izin pusat.

“Kami terima laporan sekitar jam 2 siang bahwa ada beras masuk di Sabang, 250 ton, tanpa izin dari pusat,” ujar Amran dikurtip Nukilan.id dalam konferensi pers di Jakarta Selatan.

Ia menegaskan bahwa langkah impor tersebut jelas bertentangan dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto yang melarang impor beras karena stok nasional dinilai mencukupi.

Begitu laporan diterima, Amran langsung menghubungi Kapolda, Kabareskrim, dan Pangdam untuk menahan peredaran beras tersebut.

“Berasnya langsung disegel, tidak boleh keluar,” kata dia.

Amran juga mengungkap adanya indikasi bahwa upaya pemasukan beras itu sudah direncanakan sebelumnya. Ia menyebut izin impor dari Thailand telah terbit sebelum rapat koordinasi digelar di Jakarta pada 14 November.

“Berarti ini sudah direncanakan,” katanya. Ia menolak alasan harga beras Thailand–Vietnam yang lebih murah sebagai pembenaran impor.

Ia menjelaskan bahwa Indonesia sudah mengimpor lebih dari 7 juta ton beras dalam dua tahun terakhir, dengan nilai gabungan beras dan jagung mencapai sekitar Rp100 triliun. Dengan stok nasional yang kini mencapai 402 ribu ton—cukup untuk kebutuhan tiga bulan—Amran meminta seluruh pejabat dan aparat mematuhi instruksi Presiden.

“Stok beras kita cukup, bahkan lebih dari cukup,” tegasnya.

Kementan, lanjut Amran, akan menelusuri pihak yang mencoba meloloskan impor ilegal tersebut.

“Seandainya ada Dirjen meloloskan, hari ini berakhir jabatannya,” ujarnya.

Gudang penyimpanan beras ilegal itu diketahui milik PT Multazam Sabang Group dan telah dipasangi garis polisi. Amran menilai pengungkapan kasus ini penting untuk mencegah kejadian serupa. Ia juga menyebut ada indikasi pemeriksaan serupa tengah berlangsung di Batam, meski belum dapat dipastikan.

Ia mengingatkan pentingnya menjaga kemandirian pangan. “Stok beras kita banyak. Nasionalismenya dipertanyakan kalau masih ambil beras dari negara lain,” ujarnya.

Amran menegaskan beras ilegal tersebut tidak boleh diedarkan hingga seluruh proses hukum rampung. (XRQ)

Reporter: Akil

Bibit Siklon Tropis 95B Pengaruhi Cuaca Ekstrem di Aceh

0
Ilustrasi cuaca ekstrem. (Foto: Liputan6)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Aceh melaporkan bahwa cuaca ekstrem yang melanda Aceh dalam beberapa hari terakhir dipicu oleh keberadaan bibit siklon tropis 95B di Selat Malaka, tepatnya di sebelah timur wilayah Aceh.

Bibit siklon merupakan fase awal pembentukan siklon tropis, yakni sistem badai besar yang berpotensi menimbulkan angin kencang, hujan deras berkepanjangan, banjir, serta gelombang tinggi di lautan.

Prakirawan BMKG Aceh, Nabila, kepada Nukilan.id menyebutkan bahwa kondisi atmosfer ini membuat cuaca di Aceh masih berubah-ubah dan berpeluang mengalami hujan intensitas ringan hingga sedang dalam beberapa hari ke depan.

“Bibit Siklon Tropis 95 B yang berada di selat Malaka sebelah timur wilayah Aceh yang menyebabkan sampai dengan beberapa hari ke depan wilayah Aceh masih fluktuatif dan potensi hujan ringan hingga sedang masih terjadi di sebagian besar wilayah Aceh termasuk Aceh Singkil. Kemudian terdapat potensi gelombang tinggi dengan tinggi 2,5 hingga 4 meter di perairan Aceh,” sebutnya, Senin (24/11/2025).

Selain itu, BMKG turut mengeluarkan peringatan mengenai potensi gelombang tinggi di sejumlah wilayah perairan Aceh. Rinciannya sebagai berikut:

  • Gelombang Tinggi (2,5–4 meter): Perairan selatan Simeulue

  • Gelombang Sedang (1,5–2,5 meter): Perairan Sabang–Banda Aceh, Aceh Barat Daya–Simeulue, Aceh Utara–Aceh Timur, Aceh Besar–Meulaboh, Aceh Singkil–Pulau Banyak, serta perairan Aceh Tamiang–Langsa.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan masih berlangsung dalam beberapa hari mendatang. (xrq)

Reporter: AKIL

Lewat Workshop Penelitian dan Penulisan, Mahasiswa Seni Teater ISBI Aceh Hasilkan 16 Artikel Populer

0
Mahasiswa ISBI Aceh mengikuti Workshop Metode Penelitian dan Penulisan Artikel Media selama dua hari, 22–23 November 2025. (FOTO: FOR NUKILAN)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Jaringan Survei Inisiatif (JSI) bekerja sama dengan Program Studi Seni Teater Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh menggelar Workshop Metode Penelitian dan Penulisan Artikel Media selama dua hari, 22–23 November 2025, di Banda Aceh. Kegiatan ini bertujuan memperkuat literasi akademik sekaligus meningkatkan keterampilan produksi pengetahuan bagi mahasiswa Seni Teater.

Workshop yang turut dihadiri oleh Nukilan.id tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni Akademisi dan Dosen Universitas Syiah Kuala, Iqbal Ahmadi, serta Akademisi dan Dosen UIN Ar-Raniry, Budi Azhari.

Selama dua hari pelaksanaan, para mahasiswa tidak hanya memperoleh teori mengenai metode penelitian, tetapi juga terlibat dalam diskusi dan praktik menulis artikel. Dari rangkaian kegiatan tersebut, mahasiswa Prodi Seni Teater ISBI Aceh berhasil menghasilkan 16 artikel populer, di antaranya:

  1. Sirda Maulana – “Hoe ta ba hudep nyoe”

  2. Farah Humaira AR – “Dari korban ke bintang”

  3. Syahrullah – “Kegagapan Aceh dalam Beragama”

  4. Khairul Fatan – “Ke mana Mop-mop Aceh ?”

  5. Suci Ramadhani – “Pantomim edukatif untuk stop bullying”

  6. Enita Jai – “Alat komunikasi dengan leluhur”

  7. Nazwa – “Tor-tor keindahan dari Tapsel”

  8. Nailun Muna – “Kampus seni dan masyarakat”

  9. Della Syafira – “Krisis regenerasi pada teater tutur peugah haba”

  10. Alya Cahyani – “Kreasi tanpa cedera”

  11. Paradiba – “Bangsi Alas Terancam Bisu di Aceh Tenggara”

  12. Nai Najwa – “Perempuan dan seni pertunjukan”

  13. Nuga – “Kesenian punah, ke mana kita marah?”

  14. Dika Ardimas – “Tari Binih yang terlupakan”

  15. Nur Afni Aulia – “Aleh Tunjang yang punah”

  16. Dewi Maharani S. – “Ironi Tanah Alas: teater legendaris Pangeran Bahorok terancam punah”

Dalam wawancara bersama Nukilan.id, para mahasiswa mengaku mendapatkan banyak manfaat dari kegiatan ini, termasuk pemahaman yang lebih baik tentang penelitian dan penulisan media.

Nai Najwa menuturkan bahwa workshop ini membuatnya lebih memahami teknik penulisan artikel.

“Selain itu kegitan ini menurut saya akan mempermudah juga untuk penulisan skripsi nantinya. Kemudian, mentor-mentornya juga sngat profesional dan cara penyampainnya juga mudah dipahami,” kata Nai.

Senada dengan itu, Farah Humaira AR mengaku memperoleh banyak pelajaran baru selama dua hari pelatihan.

“Saya jadi lebih tahu bagaimana cara pemilihan judulnya, lalu bagaimana proses menulisnya. Jadi yang awalnya saya masih kaku, sekarang sudah ada peningkatan. Dan masih banyak ilmu baru lainnya yang saya dapatkan,” ungkapnya.

Para peserta juga berharap kegiatan serupa dapat kembali diselenggarakan pada tahun mendatang. Syahrullah berharap agar ISBI Aceh terus melahirkan penulis-penulis muda dari lingkungan kampus.

“Harapan kami ke depan, kegiatan seperti ini harus berlanjut di tahun depan. Supaya generasi yang akan datang juga merasakan kegiatan-kegiatan seperti ini sehingga lahir mahasiswa yang gemar menulis di ISBI Aceh,” katanya.

Sementra itu, Khairul Fatan secara khusus berharap adanya kelanjutan workshop yang membahas penulisan ilmiah.

“Harapan ke depannya juga bahwa setelah sesi ini akan ada sesi lanjutan untuk kami. Jika kali ini tentang penulisan artikel populer di media, maka ke depan ada kelanjutan bagaimana caranya menulis artikel ilmiah untuk jurnal,” pungkasnya. (xrq)

Reporter: AKIL

BGN Perketat Keamanan Pangan, Relawan SPPG Aceh Dibekali Bimtek untuk Cegah Insiden

0
Relawan SPPG Aceh Dibekali Bimtek untuk Cegah Insiden. (Foto: BGN)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Badan Gizi Nasional (BGN) meningkatkan pengawasan keamanan pangan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi para relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Penguatan kapasitas ini menjadi langkah penting setelah evaluasi internal terkait kasus keracunan massal yang diduga bersumber dari paket makanan MBG di beberapa wilayah beberapa waktu lalu.

Direktur Wilayah I Kedeputian Bidang Penyediaan dan Penyaluran BGN, Wahyu Widisetyanta, menegaskan bahwa peningkatan kompetensi relawan merupakan bagian krusial untuk menjaga keamanan makanan, kebersihan proses produksi, dan mutu distribusi kepada penerima manfaat.

“BGN sedang berupaya untuk mengeliminasi kejadian-kejadian yang tidak diinginkan seperti yang kita lihat beberapa waktu lalu,” ujar Wahyu setelah membuka kegiatan Bimtek Penjamah Makanan untuk Program Makan Bergizi Gratis Wilayah I di Banda Aceh, Minggu, 23 November 2025.

Wahyu menjelaskan bahwa Bimtek bertujuan memberi pemahaman mendasar kepada relawan mengenai teknik pengolahan makanan yang aman dan bersih, mulai dari seleksi bahan baku, penyimpanan, pengolahan, hingga distribusi.

“Bimtek ini merupakan program rutin yang disiapkan oleh BGN. Kami berharap para relawan memiliki bekal yang cukup agar mereka siap melaksanakan tugasnya di satuan masing-masing,” tuturnya.

Amatan Nukilan.id di lokasi, dengan mengusung tema BGN Route to Zero Accident, pelatihan ini menegaskan komitmen lembaga terhadap upaya pencegahan total terhadap kontaminasi maupun keracunan pangan.

Materi pelatihan mencakup standar dasar penanganan makanan, mulai dari pemilihan bahan yang aman dan berkualitas, teknik penyimpanan sesuai standar suhu dan sanitasi, pengolahan berbasis higienitas dapur, hingga manajemen waktu agar makanan tetap layak konsumsi saat tiba di tangan penerima manfaat.

Untuk memperdalam materi, BGN menghadirkan pemateri dari berbagai lembaga, termasuk Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Persatuan Ahli Gizi, serta perwakilan dinas terkait seperti Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, dan Dinas Ketahanan Pangan.

Wahyu menegaskan bahwa aspek sanitasi dan keamanan pangan menjadi fokus utama pelatihan, mengingat relawan SPPG direkrut tanpa persyaratan keterampilan khusus.

“Dalam perekrutan relawan SPPG, kami tidak mensyaratkan keterampilan tertentu. Salah satu misi MBG adalah menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat. Karena itu, BGN berkewajiban menyiapkan mereka agar lebih siap bekerja secara profesional,” jelasnya.

Ia berharap pelatihan ini mampu meningkatkan profesionalisme relawan serta meminimalkan potensi insiden serupa di masa depan.

“Harapannya tentu mereka menjadi lebih paham terkait tugas mereka di SPPG. Endingnya adalah bagaimana kejadian-kejadian yang tidak diinginkan itu bisa kita hindari,” pungkasnya. (xrq)

Reporter: AKIL

Pemuda Trumon Beri Apresiasi atas Kerja Cepat Polisi Berantas Narkoba di Aceh Selatan

0
Zery Irfan, putra asli Desa Ladang Rimba, Kecamatan Trumon Tengah. (Foto: Dok. Pribdi)

NUKILAN.ID | TAPAKTUAN – Satresnarkoba Polres Aceh Selatan kembali menegaskan komitmen dalam memberantas peredaran narkotika di wilayahnya. Pada Jumat (21/11/2025), tim kepolisian berhasil menangkap seorang tersangka berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus sabu dalam sebuah penggerebekan di Desa Pasie Seubadeh, Kecamatan Bakongan Timur.

Tersangka berinisial AT (44), warga Desa Krung Luas, Kecamatan Trumon Timur, sebelumnya sempat melarikan diri saat pengembangan kasus dua tersangka lain pada Oktober 2025. Penangkapan ini pun mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk dari pemuda asal Trumon yang kini berdomisili di Kutacane, Aceh Tenggara, Zery Irfan.

Zery Irfan, putra asli Desa Ladang Rimba, Kecamatan Trumon Tengah, menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polres Aceh Selatan, khususnya Kasat Narkoba.

“Kami sangat mengapresiasi kinerja Polres Aceh Selatan terutama kepada Kasat Narkoba, yg serius dalam menangani pemberantasan narkoba, beliau tidak pandang bulu baik bandar, kurir dan pemakai semua di gasnya,” ungkap Irfan kepada Nukilan.id, Sabtu (22/11/2025).

Ia juga berharap Satresnarkoba Polres Aceh Selatan terus bekerja secara maksimal untuk menekan peredaran narkoba, terutama di wilayah Trumon Raya, Trumon Tengah, dan Trumon Timur. Menurutnya, peran aktif kepolisian sangat penting dalam mengurangi ruang gerak jaringan narkotika.

“Kami menaruh harapan besar kepada AKP Muhammad Yunus, selaku Kasat Narkoba Polres Aceh Selatan. Kami yakin beliau sangat serius dalam bekerja untuk berantas Narkotika,” ucapnya.

Irfan turut mengajak masyarakat, khususnya para pemuda di Trumon Raya, untuk mendukung aparat kepolisian dengan memberikan informasi yang dibutuhkan. Langkah itu, katanya, penting agar peredaran narkotika dapat ditekan hingga ke akar-akarnya. (XRQ)

Reporter: AKIL

Bupati Aceh Selatan Diminta Nonaktifkan Kepala BPKD yang Terjerat Kasus Hibah Panwaslih

0
Bupati Aceh Selatan H Mirwan MS. (Foto: RRI)

NUKILAN.ID | TAPAKTUAN – Koordinator Gerakan Antikorupsi Aceh, Askhalani, mendesak Bupati Aceh Selatan, Mirwan, untuk membebastugaskan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Aceh Selatan, Syamsul Bahri. Syamsul saat ini tengah menjalani proses hukum di Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Selatan terkait dugaan korupsi dana hibah Panwaslih pada Pilkada 2024–2025.

“Jangan sampai pejabat yang diperiksa dalam kasus dugaan korupsi tetap diberi keleluasaan mengelola anggaran daerah,” kata Askhalani dikutip dari AJNN, Sabtu, 22 November 2025.

Askhalani menilai Bupati Mirwan tidak boleh mengabaikan persoalan ini. Sebagai kepala daerah, katanya, Mirwan semestinya segera menonaktifkan Syamsul untuk menghormati proses hukum sekaligus menjaga integritas pemerintahan.

Menurutnya, pembiaran terhadap pejabat yang tengah tersangkut masalah hukum bukan langkah yang tepat. Upaya itu, sambungnya, juga menjadi pengingat bagi aparatur sipil negara agar senantiasa menjaga integritas dan kredibilitas dalam menjalankan tugas.

Ia menambahkan, praktik mempertahankan pejabat bermasalah dalam jabatan masih kerap terjadi. Kondisi ini, kata Askhalani, justru berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap pemerintah.

“Memang belum terbukti bersalah. Namun menonaktifkan pejabat bermasalah menjadi sinyal bagi pegawai lain untuk tidak main-main dengan amanah yang diembankan di pundak mereka,” ujarnya.

Syamsul Bahri sebelumnya dipanggil Kejari Aceh Selatan untuk dimintai keterangan dalam penyidikan dugaan penyelewengan dana hibah Panwaslih Aceh Selatan 2024–2025. Pemeriksaan ini merupakan lanjutan dari rangkaian penyidikan terhadap jajaran Panwaslih, termasuk komisioner, bendahara, dan kepala sekretariat, sejak Agustus 2025.

Askhalani menyebut mempertahankan Syamsul dalam jabatannya dapat memunculkan anggapan bahwa kepala daerah memberikan perlindungan kepada pejabat bermasalah.***

Eks Kombatan GAM di Bireuen Dukung Warga Suka Tani, Minta Pemkab Turun Tangan Selesaikan Sengketa

0
Eks Kombatan GAM di Bireuen Dukung Warga Suka Tani, Minta Pemkab Turun Tangan Selesaikan Sengketa. (Foto: beritamerdeka.net)

NUKILAN.ID | BIREUEN – Puluhan warga Desa Suka Tani di Kecamatan Juli, Bireuen, sudah tiga hari melakukan aksi pemblokiran jalan menuju area operasional PT Blang Ketumba. Tindakan itu menjadi bentuk protes atas dugaan perampasan tanah oleh perusahaan kelapa sawit tersebut dan desakan agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen segera menangani persoalan ini.

Mantan kombatan GAM, Mulyadi atau Pang Maides, saat bertemu warga serta bersilaturahmi dengan rekan-rekan eks kombatan GAM di Kecamatan Juli, menyampaikan bahwa Pemkab Bireuen bersama dinas terkait tidak boleh berdiam diri dalam konflik berkepanjangan tersebut.

Ia menegaskan bahwa aksi warga Suka Tani harus menjadi momentum untuk membuka kembali persoalan lahan yang dinilai tidak sesuai dengan Hak Guna Usaha (HGU) perusahaan, sekaligus mengembalikan tanah milik masyarakat yang diduga telah diambil alih.

Ibrahim, salah satu tokoh masyarakat Suka Tani yang mengaku lahannya turut diserobot, berharap penuh agar Pemkab Bireuen melalui instansi terkait dapat membantu menyelesaikan sengketa yang sudah berlangsung bertahun-tahun sejak PT Blang Ketumba beroperasi.

Menurut penuturannya, perusahaan diduga mengambil tanah masyarakat dengan berbagai cara, termasuk membeli menggunakan kwitansi atau Akta Jual Beli yang dikeluarkan oleh PPAT sementara yang dianggap tidak bertanggung jawab. Selain itu, perusahaan juga dituding mengambil tanah negara berupa hutan produksi tanpa pemberitahuan kepada pemilik hak.

Hingga berita ini disusun, Direktur PT Blang Ketumba, Ferry Dian Subarni, maupun pemilik perusahaan, H. Subarni, belum memberikan tanggapan terkait dugaan tersebut.

Hari Keenam Pendaftaran, Belum Ada Pelamar Direksi PT Arah Maju Produktif Aceh Selatan

0
Pengumuman seleksi terbuka bakal calon anggota Direksi PT Arah Maju Produktif periode 2025 - 2030. (Foto: SS NUKILAN)

NUKILAN.ID | TAPAKTUAN – Memasuki hari keenam masa pendaftaran, belum satu pun calon yang mengajukan diri untuk posisi Direksi PT Arah Maju Produktif (Perseroda) Aceh Selatan periode 2025–2030.

Berdasarkan pemantauan Nukilan.id sejak pendaftaran dibuka pada 17 November hingga Sabtu, 22 November 2025, belum ada berkas yang masuk ke panitia seleksi.

Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam, Dedi Salamuddin, membenarkan kondisi tersebut saat dikonfirmasi.

“Belum, mungkin calon pendaftar lagi menyiapkan berkas,” ujar Dedi, dikutip dari SerambiNews Sabtu (22/11/2025). Ia menambahkan bahwa pola serupa biasanya terjadi pada proses rekrutmen sebelumnya.

“Semoga saja, biasanya di hari-hari terakhir,” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan sebelumnya menetapkan masa pendaftaran berlangsung selama sembilan hari, yakni 17–25 November 2025. Usai tahap pendaftaran, proses seleksi akan digelar mulai 26 November hingga 8 Desember 2025.

Informasi lebih lanjut mengenai pendaftaran dapat diperoleh melalui kontak Bagian Perekonomian dan SDA di nomor 085260707300, website resmi Pemkab Aceh Selatan, atau papan pengumuman Kantor Sekretariat Daerah. (xrq)

Reporter: Akil

JPU Tuntut WN Pakistan 18 Bulan Penjara atas Pelanggaran Visa di Aceh

0
JPU Tuntut WN Pakistan 18 Bulan Penjara atas Pelanggaran Visa di Aceh. (FOTO: ANTARA)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Banda Aceh menuntut seorang warga negara Pakistan, Muhammad Azeem (57), dengan hukuman 18 bulan penjara karena dinilai terbukti menyalahgunakan visa atau izin tinggal selama berada di Indonesia.

Tuntutan tersebut disampaikan JPU Luthfan Al-Kamil dalam sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Fauzi di Pengadilan Negeri Banda Aceh, Jumat. Azeem hadir di persidangan didampingi penerjemah dan penasihat hukumnya.

Selain hukuman penjara, JPU juga menuntut agar Azeem dikenai denda sebesar Rp10 juta dengan ketentuan apabila denda tidak dibayarkan maka diganti dengan dua bulan kurungan.

Menurut JPU, seluruh rangkaian fakta persidangan menunjukkan Azeem telah melanggar Pasal 122 huruf a Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

Azeem diketahui masuk ke Indonesia melalui Pelabuhan Sri Bintan, Tanjungpinang, Kepulauan Riau, pada 21 Februari 2024 menggunakan visa kunjungan yang berlaku hingga 23 April 2024. Selama berada di Indonesia, ia sempat bepergian ke sejumlah daerah seperti Jakarta, Pontianak, Surabaya, dan kembali ke Jakarta untuk menjual kaligrafi.

JPU menyebut, “Saat di Jakarta, terdakwa memperpanjang izin tinggal hingga 19 Juni 2024. Dari Jakarta, terdakwa ke Serang, Provinsi Banten, menjual kaligrafi serta kembali ke Pontianak dengan kegiatan serupa.”

Perjalanan Azeem kemudian berlanjut ke Sintang, Kalimantan Barat, untuk berjualan kaligrafi. Di daerah itu, ia mengurus kartu tanda penduduk dengan identitas atas nama Mochamad Lukman di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Sintang. Tujuannya agar aktivitas berjualannya lebih mudah.

Setelah sempat berdagang di Lampung dan Palembang, Azeem tiba di Banda Aceh pada Mei 2025 dan menyewa rumah di kawasan Peunayong seharga Rp500 ribu per bulan. Ia ditangkap petugas imigrasi saat menjual kaligrafi di kawasan Lambhuk, Banda Aceh.

Saat diamankan, Azeem mengaku sebagai warga negara Indonesia bernama Mochamad Lukman. Namun penyelidikan lebih lanjut serta keterangan dari Kedutaan Besar Republik Islam Pakistan di Jakarta memastikan bahwa ia merupakan WN Pakistan.

Sidang akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda mendengarkan pembelaan dari terdakwa dan tim penasihat hukumnya.

Gubernur Aceh Instruksikan Kepala Daerah Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Bencana Hidrometeorologi

0
Kondisi banjir di wilayah Kabupaten Aceh Jaya, Aceh. (Foto: Dokumentasi BPBA)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem, meminta seluruh Bupati dan Wali Kota di Aceh meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi menjelang libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.

“Kesiagaan ini menjadi penting sebagai langkah dan strategi mitigasi risiko bencana dalam rangka menghadapi liburan panjang natal dan tahun baru (Nataru) 2026,” kata Mualem di Banda Aceh, Jumat.

Instruksi tersebut merupakan tindak lanjut atas Surat Menteri Dalam Negeri No.300.2.8/9333/SJ tertanggal 18 November 2025 terkait peningkatan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi.

Dalam arahannya, Mualem meminta pemerintah kabupaten/kota segera menyusun pemetaan wilayah rawan bencana berdasarkan kajian risiko, rencana kontingensi, serta rekayasa cuaca. Ia juga menekankan pentingnya optimalisasi anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) dan penyiagaan seluruh sumber daya daerah, masyarakat, hingga dunia usaha untuk menghadapi kemungkinan bencana terutama di kawasan rawan.

Selain itu, gubernur mengimbau kepala daerah memperkuat komunikasi, informasi, edukasi, dan simulasi tanggap bencana untuk meningkatkan kesiapan masyarakat sekaligus menekan risiko serta dampak bencana. Daerah juga diminta mengaktifkan posko bencana dan menggelar apel kesiapsiagaan bersama TNI, Polri, Basarnas, relawan, serta unsur masyarakat lainnya.

Gubernur Aceh turut meminta agar setiap daerah memastikan kesiapan logistik dan peralatan penanggulangan bencana, serta melakukan pemantauan situasi secara real time melalui informasi BMKG dan data BPBD. Upaya perbaikan infrastruktur, pemantauan, dan normalisasi sungai juga perlu segera dilakukan sebagai langkah mengurangi risiko banjir, rob, dan tanah longsor.

Apabila bencana terjadi, Mualem menegaskan pentingnya penanganan cepat, pendataan korban dan kerugian, serta pemenuhan kebutuhan dasar sesuai Standar Pelayanan Minimal (SPM). Ia juga mendorong penguatan peran camat melalui gerakan kecamatan tangguh bencana.

“Bupati/Wali Kota melaporkan hasil pelaksanaan penanggulangan bencana di wilayah masing-masing kepada Mendagri melalui Gubernur Aceh,” ujarnya.

Mualem menambahkan, selama H-5 hingga H+5 libur Nataru, mobilitas masyarakat dari dan ke Aceh diprediksi meningkat tajam. Aktivitas wisata dan perjalanan menggunakan moda transportasi darat, laut, dan udara juga diperkirakan melonjak.

Mengingat sejumlah wilayah di Aceh memiliki potensi banjir dan longsor, gubernur meminta kepala daerah menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi.

Hingga 20 November 2025, beberapa daerah yang telah menetapkan status siaga darurat antara lain Aceh Besar, Pidie, Aceh Jaya, Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Singkil, Aceh Tenggara, dan Aceh Tengah. Penetapan status tersebut turut disertai aktivasi Pos Komando Siaga Darurat Bencana dengan melibatkan TNI, Polri, relawan, Tagana, dan unsur lainnya.