Beranda blog Halaman 168

Menbud Fadli Zon Tinjau Benteng Indrapatra, Dorong Revitalisasi Cagar Budaya Aceh

0
Menbud Fadli Zon Tinjau Benteng Indrapatra. (FOTO: KEMENBUD RI)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon meninjau situs Benteng Indrapatra di Krueng Raya, Aceh Besar, Senin (24/11/2025). Kunjungan ini menjadi bagian dari agenda awal kerja Menbud di Aceh sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat upaya pelestarian warisan sejarah.

Menurut Fadli, Benteng Indrapatra yang diperkirakan telah berdiri selama sekitar empat abad memiliki nilai sejarah dan budaya penting bagi Aceh. Ia menyebut struktur bangunan yang masih tampak kokoh itu menjadi bukti ketahanan arsitektur masa lampau.

Dalam keterangannya, Fadli menyoroti luas kawasan benteng yang mencapai tujuh hektar dan terdiri atas tiga bangunan utama. Ia juga menyinggung keberadaan dua sumur air tawar di dalam kompleks, meski kini keduanya telah ditutup.

“Hal yang juga menarik adalah kawasan benteng ini membentang seluas 7 hektar. Di dalamnya terdapat 3 benteng, yang disebut benteng 1, 2 dan 3. Tentu saja, sumber air minum sangat penting dari masa ke masa,” ujarnya.

Fadli mendorong percepatan revitalisasi kawasan tersebut melalui kerja sama lintas instansi, khususnya antara pemerintah daerah dan Kementerian PUPR. Ia menegaskan upaya pemugaran harus tetap mempertahankan bentuk asli bangunan.

Ia menjelaskan bahwa proses pemulihan fungsi benteng tengah berjalan. “Sekarang, kami berusaha mengembalikan fungsi benteng secara bertahap. Tahun ini, kami telah mengerjakan sepanjang 75 meter. Harapannya, tahun depan kami bisa menuntaskan 200 meter sehingga seluruh kanal yang mengelilingi Benteng Indrapatra dapat berfungsi kembali,” kata Fadli.

Menbud juga melihat potensi besar Benteng Indrapatra sebagai destinasi wisata budaya. Lokasinya yang menghadap langsung ke pantai dinilai dapat mendukung berbagai kegiatan seni dan budaya di masa depan.

“Kanal benteng ini nantinya dapat dimanfaatkan untuk berbagai macam kegiatan… bisa menjadi destinasi wisata budaya yang populer di Banda Aceh, karena lokasi benteng langsung menghadap ke pantai dengan pemandangan yang sangat indah,” tuturnya.

Dalam kunjungan tersebut, Fadli Zon didampingi Dirjen Pengembangan Pemanfaatan dan Pembinaan Kebudayaan Ahmad Mahendra, Staf Khusus Menteri Rachmanda Primayudha, serta Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah I Piet Rusdi. Sejumlah pejabat Aceh, termasuk Wakil Gubernur Fadhlullah dan Ketua Fraksi Gerindra DPR Aceh Abdurrahman Ahmad, turut hadir.

Peninjauan ini menjadi langkah awal percepatan revitalisasi warisan budaya nasional. Fadli kembali menekankan pentingnya pemugaran Benteng Indrapatra dalam kerangka pemajuan kebudayaan Indonesia.

“Kementerian Kebudayaan melalui Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah I, terus berupaya. Semoga ke depannya kita bisa kembali mengusulkan Benteng Indrapatra untuk diusulkan menjadi cagar budaya nasional,” tutupnya.

Menhan Sjafrie Siapkan Penguatan Keamanan di Jakarta, Aceh, dan Papua

0
Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin di DPR, Senin (24/11/2025). (FOTO: Detik.com)

NUKILAN.ID | JAKARTA – Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menyampaikan rencana penambahan pengerahan prajurit TNI untuk memperkuat pengamanan di tiga wilayah yang ditetapkan sebagai center of gravity: Jakarta, Aceh, dan Papua. Hal tersebut diungkapkannya usai menghadiri rapat tertutup dengan Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (24/11/2025).

Sjafrie menjelaskan bahwa langkah ini dilakukan untuk memastikan pembangunan nasional dapat berlangsung dengan aman dan stabil. Ia menegaskan bahwa pihaknya telah menerima arahan Presiden dalam kapasitasnya sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan.

“Bahwa dalam rangka mendukung stabilitas nasional supaya pembangunan ini bisa berjalan aman dan lancar, kita telah menerima petunjuk-petunjuk dari Bapak Presiden, baik sebagai Kepala Negara maupun sebagai Kepala Pemerintahan. Kita sudah menetapkan tiga center gravity yang harus kita jamin faktor keamanannya,” ujarnya.

Pengamanan 360 Derajat di Jakarta

Sjafrie mengatakan Jakarta menjadi salah satu fokus utama pengamanan. Menurutnya, pengamanan di ibu kota akan dilakukan menyeluruh dari segala penjuru, termasuk penjagaan di wilayah darat, laut, hingga udara.

“Yang pertama Jakarta sendiri, kita amankan Jakarta itu dari 360 derajat. Baik dari pengamanan pantai, maupun pengamanan udara, serta pengamanan di darat kita lakukan,” katanya.

Aceh dan Papua Jadi Titik Penguatan

Selain Jakarta, Aceh juga ditetapkan sebagai wilayah yang akan diperkuat dari sisi keamanan karena posisinya sebagai gerbang barat Indonesia. Sementara itu, pengamanan Papua akan menggabungkan dua pendekatan.

“Kemudian center of gravity yang kedua adalah Aceh, sebab ini adalah bagian barat dari wilayah kita. Kemudian Center Gravity ketiga adalah Papua. Kita akan menempatkan pasukan di Papua dan menerapkan satu metode yang kita sebut smart approach,” jelas Sjafrie.

Ia memaparkan bahwa pendekatan keamanan di Papua akan mengombinasikan soft approach melalui pendekatan teritorial dengan hard approach berupa operasi taktis.

“Di mana antara soft approach, pendekatan teritorial, dan hard approach yaitu operasi taktis, kita gabungkan. Sehingga kita ingin merebut hati rakyat agar supaya mereka-mereka yang masih belum mempunyai satu kesamaan pemikiran terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia, kita ajak untuk bersama-sama,” sambungnya.

Tegaskan Kedaulatan Negara

Sjafrie menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh membiarkan kedaulatannya dilanggar pihak mana pun. Karena itu, kewaspadaan terus ditingkatkan.

“Namun demikian, dalam rangka kita menjaga kedaulatan, kita tidak ingin kedaulatan kita diinjak-injak oleh orang. Sehingga kita tetap harus bersiap siaga dan meneruskan melanjutkan kewaspadaan terhadap kemungkinan-kemungkinan ancaman taktis,” katanya.

Pemerintah Aceh Tegaskan Impor Beras Sabang Sesuai Aturan

0
Juru bicara Pemerintah Aceh. Muhammad MTA (Foto: Humas Pemerintah Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Pemerintah Aceh memastikan impor 250 ton beras oleh Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) dilakukan sesuai ketentuan. Pernyataan ini disampaikan menanggapi penyegelan beras tersebut oleh Kementerian Pertanian (Kementan) dalam beberapa hari terakhir.

Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, mengatakan Gubernur Aceh telah menerima laporan lengkap mengenai persoalan itu dan memastikan tidak ada regulasi yang dilanggar oleh BPKS maupun pihak lain yang terlibat dalam proses impor.

Menurutnya, harga beras di Sabang kerap lebih tinggi dibandingkan pasokan dari daratan Aceh, sehingga membebani masyarakat setempat, terutama dalam kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.

Karena itu, kebijakan mendatangkan beras dari luar dinilai sebagai langkah transisi yang strategis dan berpihak kepada masyarakat. Kebijakan tersebut juga dianggap sesuai dengan status Sabang sebagai kawasan bebas.

“Atas permasalahan tersebut, kebijakan memasukkan beras dari luar menjadi langkah transisi yang strategis dan berpihak kepada masyarakat setempat. Kebijakan ini juga sesuai dengan keistimewaan Sabang sebagai kawasan bebas,” ujar Muhammad MTA dalam keterangannya kepda Nukilan.id, Senin (24/11/2025).

Ia menilai pernyataan Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, yang menyebut impor itu ilegal, terlalu reaktif dan kurang mempertimbangkan konteks Aceh sebagai daerah yang pernah dilanda konflik. Menurut Muhammad MTA, pernyataan tersebut mereduksi kewenangan Aceh, terutama terkait kewenangan BPKS dalam mengelola kawasan Sabang yang telah diatur dalam regulasi khusus serta Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA).

Muhammad MTA juga menyoroti pernyataan Mentan yang mempertanyakan nasionalisme dalam konteks impor tersebut. Ia menilai komentar itu tendensius dan cenderung menyudutkan Aceh, terlebih saat ini Aceh dipimpin oleh mantan Panglima GAM.

“Kami meminta agar setiap permasalahan kewenangan dan regulasi diselesaikan dengan menjaga keharmonisan serta stabilitas nasional, sesuai cita-cita Presiden Prabowo untuk mewujudkan Indonesia yang maju dan kuat,” tegasnya.

Pemerintah Aceh turut mengimbau Kementan agar segera melakukan uji laboratorium terhadap beras terkait, sesuai mekanisme yang berlaku. Bila hasilnya memenuhi standar, beras tersebut diminta segera. (XRQ)

Reporter: AKIL

Gubernur Aceh Resmi Melantik Jamaluddin sebagai Ketua BRA Periode 2025–2030

0
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, resmi mengambil sumpah dan melantik Jamaluddin, SH., M.Kn. sebagai Ketua BRA untuk masa jabatan 2025–2030, yang berlangsung di Anjong Mon Mata, Senin sore, (24/11/2025). (Foto: For NUKILAN)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, secara resmi melantik Jamaluddin, SH., M.Kn. sebagai Ketua Badan Reintegrasi Aceh (BRA) untuk masa jabatan 2025–2030 dalam sebuah prosesi khidmat yang berlangsung di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Senin sore (24/11/2025).

Pelantikan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat peran BRA dalam melanjutkan agenda reintegrasi pascaperdamaian Aceh, khususnya terkait pemberdayaan ekonomi mantan kombatan, Tapol/Napol, serta masyarakat yang terdampak konflik.

Dalam sambutannya, Gubernur Muzakir Manaf menegaskan bahwa BRA memegang posisi strategis dalam memastikan keberlanjutan perdamaian sekaligus mempercepat pemerataan pembangunan di Aceh. Ia menekankan bahwa perdamaian Aceh merupakan warisan besar bagi generasi mendatang.

“Tugas kita adalah memastikan reintegrasi tidak berhenti sebagai program, tetapi menjadi fondasi keadilan dan kesejahteraan. Kami menaruh harapan besar kepada Ketua BRA yang baru di lantik untuk memperkuat koordinasi antar sesama mantan Kombatan GAM, mempercepat program pemberdayaan, dan menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat terdampak konflik,” ujar Muzakir Manaf.

Sementara itu, Jamaluddin dalam pernyataan usai pelantikan menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan yang diberikan serta komitmennya untuk menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab.

“Saya menyadari amanah ini bukan hanya jabatan, tetapi tanggung jawab sejarah. BRA ke depan akan bekerja lebih kolaboratif, profesional, dan berbasis data untuk memastikan program reintegrasi berjalan efektif dan berkelanjutan,” tutur Jamaluddin.

Pelantikan tersebut turut dihadiri Sekda Aceh M. Nasir, unsur Forkopimda Aceh, perwakilan Komite Peralihan Aceh (KPA), organisasi masyarakat sipil, dan tokoh masyarakat.

Pemerintah Aceh melalui pelantikan ini kembali menegaskan komitmennya untuk menjaga keberlanjutan implementasi perdamaian dalam bingkai kesejahteraan, kemajuan, dan rasa keadilan bagi seluruh rakyat Aceh. (xrq)

Reporter: AKIL

Ustaz Derry Sulaiman Ajak Jamaah Teladani Sunnah Nabi pada Maulid Raya Banda Aceh

0
Ustaz Derry Sulaiman—dai yang juga dikenal sebagai musisi, seniman, dan pelukis—menyampaikan tausiyah tentang pentingnya meneladani Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari. (FOTO: FOR NUKILAN)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan Pemerintah Kota Banda Aceh di Lapangan Blang Padang, Senin (24/11/2025), berlangsung semarak dan sarat pesan keagamaan.

Ribuan warga memadati kawasan ruang terbuka tersebut untuk mengikuti rangkaian acara yang dipusatkan di ikon publik Kota Banda Aceh itu.

Pada sesi utama, Ustaz Derry Sulaiman—dai yang juga dikenal sebagai musisi, seniman, dan pelukis—menyampaikan tausiyah tentang pentingnya meneladani Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menegaskan bahwa wujud tertinggi kecintaan kepada Allah SWT adalah dengan mencintai dan mengikuti ajaran Nabi.

Amatan NUKILAN.ID, Ustaz Derry dalam ceramahnya mengingatkan kedudukan mulia umat Nabi Muhammad SAW. Ia mengatakan, “Saking hebatnya umat Nabi Muhammad, para nabi pun ingin seperti kita. Kita datang belakangan, tapi dijanjikan masuk surga lebih awal.”

Ia turut menekankan bahwa umat Nabi adalah mereka yang senantiasa bersyukur atas nikmat dan bersabar dalam berbagai ujian kehidupan.

“Kelembutan dan ilmu agama harus terus diasah. Kecintaan Allah kepada kita sangat besar,” ujarnya.

Mantan rocker yang kini fokus berdakwah tersebut juga mengajak masyarakat untuk menghidupkan sunnah Nabi, memperkuat iman, serta memaknai setiap profesi sebagai media dakwah. Menurutnya, dakwah bukanlah pekerjaan tertentu, melainkan kewajiban setiap Muslim.

“Pendakwah bukanlah profesi. Apa pun profesi kita, wajib berdakwah. Pejabat berdakwah dengan kebijakan yang memerangi kemaksiatan, seniman berdakwah dengan karya-karya,” ungkapnya.

Dalam ceramah itu, ia juga berbagi mengenai proyek seni yang sedang dikerjakannya: melukis 30 juz Al-Qur’an di atas kanvas. Hingga kini, ia telah merampungkan 20 juz dan menargetkan karya tersebut menjadi yang pertama di dunia.

Menutup tausiyah, Ustaz Derry kembali mengingatkan jamaah agar tidak terjerumus dalam gemerlap dunia dan tetap menjaga kekuatan iman. Ia mengakhiri ceramah dengan pesan yang kerap hadir dalam karya-karyanya: “Dunia sementara, akhirat selamanya.” (XRQ)

Reporter: AKIL

Maulid Raya Banda Aceh Jadi Magnet Wisatawan

0
Maulid Raya Kota Banda Aceh. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Perayaan Maulid Raya Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah yang diselenggarakan Pemerintah Kota Banda Aceh bersama Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia di Lapangan Blang Padang berhasil menarik minat wisatawan asal Malaysia.

Hal tersebut disampaikan oleh Abdul Aiman bersama rombongan berjumlah 50 pelancong dari Penang, Malaysia, saat menghadiri undangan Maulid Raya pada Senin (24/11/2025).

“Saya tidak menyangka masih ada perayaan maulid yang semeriah ini dan hari ini kami bisa merasakan ini, sangat bersyukur,” kata Aiman.

Menurut Aiman, kemeriahan Maulid Raya semakin terasa karena suasananya yang inklusif, di mana masyarakat berkumpul dan makan bersama tanpa sekat.

“Semua masyarakatnya berbaur bersama untuk menikmati hidangan tanpa ada perbedaan. Hal ini lah yang sesuai dengan ajaran Rasulullah kita,” kata Aiman.

Untuk diketahui, Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW diselenggarakan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh di Lapangan Blang Padang juga mengahdirkan Ustaz Derry Sulaiman sebgai penceramah.

Amatan Nukilan.id di lokasi, Ustaz Derry dalam ceramahnya menekankan bahwa bukti tertinggi dari mencintai Allah SWT adalah dengan mencintai dan mengikuti Rasulullah SAW.

Ia menyampaikan bahwa keistimewaan umat Nabi Muhammad SAW sangat besar, bahkan Allah SWT pernah membangga-banggakan umat ini di hadapan seluruh nabi-nabi terdahulu. (xrq)

Reporter: Akil

Maulid Raya Banda Aceh 2025: Syiar, Tradisi, dan Kebersamaan

0
Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Lapangan Blang Padang dipadati ribuan warga pada Senin (24/11/2025) saat Pemerintah Kota Banda Aceh bersama Kementerian Kebudayaan dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh menyelenggarakan Maulid Raya untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

Antusiasme masyarakat tampak mengalir sejak pagi, menegaskan bahwa tradisi maulid tetap menjadi bagian penting dari kehidupan sosial dan budaya masyarakat Banda Aceh.

Amatan Nukilan.id, perayaan berlangsung meriah dengan dimulainya Parade Hidang Maulid yang menyajikan beragam makanan khas Aceh dari sembilan kecamatan.

Setelah itu, digelar Lomba Hidangan Maulid yang diikuti 90 gampong se-Kota Banda Aceh. Talam-talam besar berisi kuliner tradisional ditata penuh estetika, menampilkan kekayaan budaya kuliner sekaligus kreativitas masyarakat.

Dalam sambutannya, Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal menyampaikan bahwa proses penilaian lomba tidak hanya melihat tampilan hidangan, tetapi juga kekompakan para peserta, keseragaman busana, serta kreativitas dalam mengangkat nilai budaya Aceh.

“Ini bukan sekadar lomba, tetapi bagian dari upaya menjaga identitas budaya Aceh. Sebuah bentuk apresiasi kepada masyarakat yang terus merawat tradisi secara turun-temurun,” ujar Illiza.

Ia kembali menegaskan komitmen pemerintah kota untuk memperkuat pembangunan yang berpijak pada nilai-nilai budaya dan syariat, sebagai pilar pembentukan karakter kota yang religius dan berakar pada kearifan lokal.

“Pemerintah Kota Banda Aceh berkomitmen untuk memperkuat pembangunan berbasis budaya dan syariat sebagai bagian dari visi kota yang berkarakter, religius, serta memiliki identitas kearifan lokal yang kuat,” tutupnya.

Perayaan Maulid Raya ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW, mempererat persaudaraan, dan menjaga keberlanjutan tradisi budaya Aceh agar tetap relevan bagi generasi muda. (XRQ)

Reporter: AKIL

Ribuan Warga Padati Blang Padang untuk Peringatan Maulid Nabi di Banda Aceh

0
Ribuan Warga Padati Blang Padang untuk Peringatan Maulid Nabi di Banda Aceh. (Foto: NUKILAN)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Ribuan warga Banda Aceh memadati Lapangan Blang Padang, Kecamatan Baiturrahman, pada Senin (24/11/2025) untuk mengikuti rangkaian Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Banda Aceh bersama Kementerian Kebudayaan (Kemenbud).

Amatan Nukilan.id, sejak pukul 09.00 WIB, masyarakat sudah membanjiri lokasi acara. Peringatan yang mengusung nama Maulid Raya Banda Aceh ini terselenggara melalui kolaborasi antara Pemko Banda Aceh, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh, serta Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah 1 Kemenbud.

Kegiatan dibuka dengan Festival Kuah Beulangong dan parade Idang Meulapeh yang diikuti seluruh gampong di Banda Aceh. Usai seluruh peserta parade tiba di depan panggung utama, acara berlanjut dengan tabligh akbar yang disampaikan oleh Ustaz Derry Sulaiman.

Dalam sambutannya, Wali Kota Banda Aceh, Illiza Saaduddin Djamal, menegaskan bahwa peringatan maulid merupakan bentuk komitmen pemerintah dan masyarakat dalam menjaga tradisi serta identitas keacehan.

“Idang ini adalah tanda kami di Banda Aceh merawat tradisi dengan penuh cinta karena Allah SWT,” ujar Illiza.

Ia menambahkan, parade Idang Meulapeh pada Maulid Raya tahun ini melibatkan lebih dari 90 gampong dari sembilan kecamatan di Kota Banda Aceh.

“Idang-idang meulapeh ini tidak hanya berisi makanan, tapi juga kekompakan, nilai kreativitas, persatuan, dan rasa syukur kepada Allah SWT. Idang meulapeh membawa identitas Aceh yang begitu kaya, lembut dalam adat namun kuat dalam keyakinan,” ungkapnya. (xrq)

Reporter: AKIL

Banjir Genangi Empat Kecamatan di Aceh Singkil, Sejumlah Akses Jalan Lumpuh

0
Banjir menlanda Kabupaten Aceh Singkil, Aceh. (Foto: Istimewa)

NUKILAN.ID | SINGKIL – Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Aceh Singkil dalam beberapa hari terakhir memicu banjir yang melanda empat kecamatan. Luapan Sungai Lae Cinendang dan Lae Soraya menjadi pemicu utama meluapnya air hingga memasuki permukiman warga. Pelaksana tugas Kepala Pelaksana BPBD Aceh, Fadmi Ridwan, membenarkan kejadian yang mulai terjadi sejak Rabu, 19 November 2025.

“Intensitas hujan yang tinggi di Kabupaten Aceh Singkil sehingga mengakibatkan meluapnya sungai Lae Cinendang dan sungai Lae Soraya. Sehingga merendam empat kecamatan,” kata Fadmi Ridwan, Minggu, 23 November 2025.

Ia menjelaskan, wilayah yang terdampak meliputi Kecamatan Gunung Meriah, Singkil Utara, Kuta Baharu, dan Singkil. Selain merendam rumah warga, banjir dan longsor juga menyebabkan terputusnya sejumlah ruas jalan penghubung antarkecamatan.

“Sehingga mengakibatkan dampak terputusnya jalan antar Kecamatan Gunung Meriah-Kecamatan Singkohor tepatnya di Desa Cingkam Kecamatan Gunung Meriah. Kemudian jalan Desa menuju Kecamatan Singkil tepatnya di Desa Rantau Gedang dan Desa Teluk Rumbia sehingga kendaraan roda 2 tidak bisa melintas,” ujar Fadmi.

BPBD Aceh Singkil telah mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk melakukan penanganan di lokasi. Berdasarkan laporan terbaru, banjir di Desa Cingkam, Kecamatan Gunung Meriah, telah surut dan akses jalan yang sebelumnya terputus juga telah diperbaiki. Genangan air di Desa Kampung Baru, Kecamatan Singkil Utara, turut dilaporkan menyurut, meski beberapa titik lain masih tergenang.

“Saat ini kondisi banjir di Desa Rantau Gedang, Desa Teluk Rumbia, Desa Kilangan Dusun 3 impres dan Desa Kuta Simboling ketinggian air 40 cm. Sementara itu, jalan mitigasi bencana di Desa Pea Bumbung masih terputus dan tidak bisa dilalui kendaraan roda 2 dan 4,” jelas Fadmi.

Banjir juga masih menggenangi Desa Butar dengan ketinggian mencapai sekitar 40 sentimeter. BPBD setempat terus melakukan pemantauan dan penanganan lanjutan untuk memastikan keselamatan warga serta mempercepat pemulihan akses transportasi yang terdampak.

Bupati Ayahwa: Banjir Aceh Utara Terjadi akibat Pendangkalan Sungai

0
Ilustrasi sekolah terendam banjir di SD Tanah Jambo Aye, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara, Minggu (23/11/2025)(FOTO: KOMPAS.COM/MASRIADI SAMBO)

NUKILAN.ID | LHOKSUKON – Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil (Ayahwa), menegaskan bahwa banjir yang melanda wilayahnya dipicu oleh pendangkalan sejumlah sungai. Ia menyebutkan, beberapa aliran sungai di Aceh Utara mengalami sedimentasi sehingga tidak mampu menampung debit air saat curah hujan meningkat.

Normalisasi sungai, kata Ayahwa, telah diajukan ke Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera Utara I di Banda Aceh. Ia berharap pengerjaan tersebut bisa direalisasikan pada 2026.

“Ada beberapa sungai yang normalisasinya kita ajukan provinsi. Semoga tahun 2026 sudah bisa dinormalisasi sungai itu. Sehingga, air sungai bisa mengalir lancar dan tidak meluap ke permukiman penduduk,” ujarnya saat menyalurkan bantuan bagi warga terdampak banjir, Minggu (23/11/2025).

Ayahwa menegaskan bahwa kewenangan pengelolaan sungai berada pada pemerintah provinsi dan BWS.

“Sungai kewenangan provinsi. Sungai itu bukan wewenang kabupaten,” tegasnya.

Ia juga meminta warga serta unsur pemerintah daerah tetap siaga menghadapi potensi hujan dengan intensitas tinggi.

“Semoga Bendungan Waduk Krueng Keureuto bisa bertahan. Saya khawatir juga kalau hujan terus bendungan tidak bertahan. Bendungan itu sudah mengurangi separuh persoalan banjir Aceh Utara,” katanya.

Hingga saat ini tercatat 10 titik pengungsian yang tersebar di tujuh kecamatan: Tanah Jambo Aye, Seunuddon, Baktiya, Baktiya Barat, Lapang, Muara Batu, dan Langkahan. Bantuan darurat terus disalurkan.

“Bantuan masa panik terus kita salurkan ke sejumlah titik pengungsian. Saya sudah datang ke tiga titik pengungsian,” tutupnya.