Beranda blog Halaman 167

Kakanwil Kemenag Aceh Lantik Sejumlah Pejabat, Tekankan Pentingnya Integritas dan Profesionalisme

0
Kakanwil Kemenag Aceh Lantik Sejumlah Pejabat, Tekankan Pentingnya Integritas dan Profesionalisme. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Aceh, Drs H Azhari MSi, melantik dan mengukuhkan sejumlah pejabat administrator, pejabat fungsional, serta memberikan tugas tambahan kepada kepala madrasah di lingkungan Kanwil Kemenag Aceh, Rabu (11/3/2026).

Pelantikan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya penyegaran organisasi sekaligus penyesuaian kebutuhan lembaga agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan secara optimal.

Dalam arahannya, Azhari menegaskan bahwa mutasi dan rotasi jabatan merupakan hal yang wajar dalam sebuah organisasi. Menurutnya, perputaran jabatan merupakan bagian dari dinamika kelembagaan yang bertujuan menjaga kinerja serta efektivitas pelayanan.

Ia juga mengingatkan bahwa rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika kehidupan dan organisasi. Azhari menyinggung makna Surah Ali ‘Imran ayat 26–27 yang menjelaskan bahwa Allah adalah pemilik segala kekuasaan, yang memberi dan mencabut kekuasaan kepada siapa pun yang Dia kehendaki.

“Karena itu, rotasi dan mutasi jabatan merupakan hal yang wajar dalam sebuah lembaga sebagai bentuk penyegaran organisasi sekaligus penyesuaian dengan kebutuhan institusi,” ujarnya.

Azhari menegaskan bahwa rotasi dan mutasi bukanlah bentuk hukuman, melainkan langkah untuk memperkuat organisasi agar mampu bekerja lebih optimal.

Ia juga mengingatkan para pejabat yang dilantik agar senantiasa menjaga integritas dan menjunjung tinggi profesionalisme dalam menjalankan tugas. Menurutnya, jabatan bukanlah ukuran keberhasilan seseorang.

“Jabatan bukan ukuran sukses seseorang. Keberhasilan itu terletak pada nilai pengabdian kepada masyarakat,” katanya.

Sebagai aparatur sipil negara, lanjut Azhari, seluruh pegawai Kementerian Agama merupakan pelayan masyarakat yang harus memberikan pelayanan terbaik.

“Jika ada masyarakat yang membutuhkan pelayanan, maka layani dengan sebaik-baiknya. Berikan informasi yang benar dan valid serta lakukan pelayanan sesuai tugas, fungsi, dan regulasi yang berlaku,” tegasnya.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya kerja sama dan koordinasi dalam menjalankan tugas di lingkungan Kementerian Agama. Menurutnya, keberhasilan organisasi tidak dapat dicapai oleh satu orang saja, tetapi melalui kerja sama seluruh unsur di dalamnya.

Azhari juga mengingatkan para pejabat agar tidak terikat dengan kepentingan tertentu yang dapat menimbulkan konflik kepentingan. Setiap keputusan harus didasarkan pada profesionalisme serta aturan yang berlaku.

Dalam kesempatan tersebut, ia mendorong para pejabat untuk terus menghadirkan inovasi, berkarya, dan meninggalkan jejak prestasi selama menjalankan amanah jabatan.

“Setiap pejabat harus mampu melahirkan inovasi, berkarya, dan berprestasi sehingga meninggalkan legacy atau mutu yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.

Adapun sejumlah pejabat yang dilantik dan dikukuhkan dalam kesempatan tersebut antara lain:

Pejabat Administrator

  • Salamina, S.Ag., M.A., sebelumnya Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Aceh Timur, dilantik menjadi Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Aceh Tamiang.
  • Tarmizi, S.Ag., M.Pd., sebelumnya Kepala Subbagian Tata Usaha Kemenag Kabupaten Pidie, dilantik menjadi Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Bener Meriah.
  • Saiful Bahri, S.Pd.I., M.Pd., sebelumnya Kepala Subbagian Tata Usaha Kemenag Kabupaten Aceh Timur, dilantik menjadi Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Aceh Timur.

Kepala Madrasah

  • Rafiqah Hanum, S.Pd.I., sebelumnya Guru Ahli Madya di MIN 11 Aceh Tenggara, diberikan tugas tambahan sebagai Kepala MIN 11 Aceh Tenggara.

Kenaikan Jabatan Fungsional

  • Rahayu Minanda, S.E., M.A.P., dari Perencana Ahli Muda menjadi Perencana Ahli Madya di Kanwil Kemenag Aceh.
  • Rahmad Syah, S.H., dari Perencana Ahli Pertama menjadi Perencana Ahli Muda di Kantor Kemenag Kabupaten Simeulue.

Perpindahan dari Jabatan Pelaksana ke Jabatan Fungsional

  • Armia, S.I.P., dari Penelaah Teknis Kebijakan menjadi Analis Sumber Daya Manusia Aparatur Ahli Pertama di Kanwil Kemenag Aceh.
  • Nova Syafrida, S.T., dari Penelaah Teknis Kebijakan menjadi Analis Sumber Daya Manusia Aparatur Ahli Pertama di Kanwil Kemenag Aceh.
  • Siti Hajar, S.A.P., dari Penelaah Teknis Kebijakan menjadi Analis Sumber Daya Manusia Aparatur Ahli Pertama di Kantor Kemenag Kabupaten Aceh Utara.

Melalui pelantikan ini diharapkan para pejabat yang dilantik dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, menjaga integritas, serta terus meningkatkan kualitas pelayanan Kementerian Agama kepada masyarakat.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

Illiza Apresiasi Program Mudik Gratis Pemerintah Aceh 2026

0
Illiza Apresiasi Program Mudik Gratis Pemerintah Aceh 2026 (Foto: Humas BNA)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal mengapresiasi pelaksanaan program Mudik Gratis yang digelar Pemerintah Aceh menjelang Idulfitri 2026.

Hal tersebut disampaikan Illiza saat menghadiri pelepasan peserta mudik gratis di Terminal Batoh, Banda Aceh, Minggu (15/3/2026).

Pada kegiatan itu, Illiza hadir didampingi Kepala Dinas Perhubungan Kota Banda Aceh Ambiya. Ia juga mengikuti rangkaian acara bersama Gubernur Aceh Muzakir Manaf.

Dalam kesempatan tersebut, Illiza menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Aceh yang telah menghadirkan program mudik gratis bagi masyarakat yang ingin pulang ke kampung halaman.

“Alhamdulillah, kami bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Aceh yang telah memberikan subsidi transportasi sehingga program mudik ini dapat digelar secara gratis,” ujarnya.

Illiza juga menyoroti peningkatan jumlah peserta program mudik gratis dibandingkan tahun sebelumnya.

“Tahun lalu jumlahnya sekitar 3.000 peserta, sementara tahun ini meningkat menjadi sekitar 6.500 orang. Walaupun yang mengajukan lebih dari 3.000 orang, namun karena keterbatasan armada tentu tidak semuanya dapat terakomodasi,” katanya.

Menurut Illiza, program tersebut sangat membantu masyarakat yang ingin pulang ke kampung halaman untuk merayakan Idulfitri bersama keluarga.

“Idulfitri adalah momen berkumpul bersama keluarga dengan penuh kebahagiaan dan keberkahan. Program seperti ini sangat membantu masyarakat agar bisa kembali ke kampung halaman dan merayakan hari raya bersama orang-orang tercinta,” ujarnya.

Sebelum keberangkatan para pemudik, Illiza bersama Gubernur Aceh yang akrab disapa Mualem juga menyempatkan diri menyapa langsung para penumpang di dalam bus. Mereka turut mendoakan agar perjalanan para pemudik berjalan lancar dan selamat sampai tujuan.

Illiza berharap program mudik gratis ini dapat terus berlanjut di masa mendatang dengan kapasitas yang lebih besar.

“Semoga kegiatan ini terus berlanjut dan ke depan dapat semakin meningkat sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Aceh Muzakir Manaf mengatakan program mudik gratis merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Aceh untuk membantu masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri.

Menurutnya, pemerintah ingin memastikan masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dengan aman, nyaman, serta tidak terbebani biaya transportasi.

Program Mudik Gratis Pemerintah Aceh tahun 2026 memberangkatkan sekitar 2.070 pemudik dari Banda Aceh menuju berbagai daerah di Aceh maupun luar provinsi. Pemerintah menyiapkan 122 armada transportasi yang terdiri dari 27 bus besar dan 95 unit Hiace yang melayani 18 rute darat ke berbagai kabupaten/kota.

Secara keseluruhan, program tersebut mencakup sekitar 25 rute perjalanan darat dan laut yang diberangkatkan secara bertahap pada 15 hingga 17 Maret 2026. Jumlah pendaftar tercatat lebih dari 3.300 orang, namun sebagian belum dapat terakomodasi karena keterbatasan armada.

Program ini diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat sekaligus memastikan perjalanan mudik menjelang Idulfitri berlangsung lebih tertib, aman, dan nyaman.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

MUQ Aceh Selatan Gelar Iftar Jama’i Ramadan 1447 H, Pererat Silaturahmi Ulama dan Santri

0
MUQ Aceh Selatan Gelar Iftar Jama’i Ramadan 1447 H. (Foto: For NUKILAN)

NUKILAN.ID | TAPAKTUAN – Keluarga besar Madrasah ‘Ulumul Qur’an (MUQ) Aceh Selatan menggelar kegiatan Iftar Jama’i atau buka puasa bersama Ramadan 1447 Hijriah sebagai momentum mempererat ukhuwah dan silaturahmi.

Kegiatan tersebut berlangsung di Panjupian, lingkungan MUQ Aceh Selatan, Jumat (13/3/2026) yang bertepatan dengan 23 Ramadan 1447 H.

Acara yang mengusung tema “Merajut Silaturahmi Dalam Meraih Keberkahan” itu dihadiri oleh keluarga besar Madrasah ‘Ulumul Qur’an Aceh Selatan, Ikatan Keluarga Alumni MUQ Aceh Selatan (IKAMUQAS), yayasan, serta unsur Dinas Pendidikan Dayah Aceh Selatan.

Kegiatan ini juga telah menjadi agenda rutin tahunan sebagai wadah memperkuat hubungan antara ulama, santri, alumni, dan masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua MPU Aceh Selatan, Camat Tapaktuan, Komandan Koramil Tapaktuan, Kepala UPTD MUQAS, serta sejumlah tokoh agama dan masyarakat yang memberikan dukungan terhadap kegiatan keagamaan dan pendidikan di lingkungan MUQ Aceh Selatan.

Pimpinan Pesantren MUQ Aceh Selatan, Tgk. Muhammad Ridho Agung, S.Pd., M.Ag, kepada Nukilan.id mengatakan bahwa kegiatan iftar jama’i tidak hanya sekadar berbuka puasa bersama, tetapi juga menjadi sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah di lingkungan keluarga besar MUQ Aceh Selatan.

Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan diawali dengan doa khataman Al-Qur’an, zikir Ratib Al-Hadad, serta tausiyah agama.

“Ramadan adalah momentum terbaik untuk mempererat silaturahmi serta memperkuat kebersamaan dalam membangun pendidikan Al-Qur’an. Melalui kegiatan ini kita berharap keberkahan Ramadan dapat diraih bersama,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa dalam pembelajaran Marhalah Qur’an yang berlangsung secara intensif selama bulan Ramadan, terdapat tujuh santriwati MUQ Aceh Selatan yang berhasil menyelesaikan setoran hafalan terakhir 30 juz.

Sementara itu, tausiyah Ramadan dalam kegiatan tersebut disampaikan oleh Ust. Muhammad Hasan Jamal, mahasiswa Universitas Islam Internasional DALWA. Dalam ceramahnya, ia mengajak para hadirin memanfaatkan bulan Ramadan sebagai momentum meningkatkan kualitas ibadah, memperkuat hubungan dengan Al-Qur’an, serta memperbanyak amal kebaikan.

Kehadiran Ketua MPU Aceh Selatan dalam kegiatan tersebut juga menjadi bentuk dukungan para ulama terhadap penguatan pendidikan Islam dan pembinaan generasi Qur’ani di daerah.

Acara berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan. Kegiatan diawali dengan tausiyah Ramadan, kemudian dilanjutkan dengan doa bersama serta berbuka puasa yang diikuti para santri, guru, alumni, dan tamu undangan.

Melalui kegiatan Iftar Jama’i ini, diharapkan silaturahmi antara keluarga besar MUQ Aceh Selatan, alumni, ulama, dan masyarakat semakin erat serta membawa keberkahan bagi perkembangan pendidikan Al-Qur’an di Aceh Selatan. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

Menjelang Akhir Ramadan, Penguatan Baitul Mal Gampong Dinilai Penting untuk Optimalisasi Zakat Fitrah

0
Kepala Sekretariat Baitul Mal Kabupaten Aceh Selatan, Gusmawi Mustafa, SE .(Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | TAPAKTUAN – Menjelang berakhirnya bulan suci Ramadan, kewajiban menunaikan zakat fitrah bagi umat Islam semakin dekat. Dalam momentum tersebut, penguatan kelembagaan Baitul Mal Gampong (BMG) dinilai sangat penting agar pengelolaan zakat di tingkat gampong dapat berjalan lebih optimal, tertib, dan tepat sasaran.

Kepala Sekretariat Baitul Mal Kabupaten Aceh Selatan, Gusmawi Mustafa, kepada Nukilan.id mengatakan Baitul Mal Gampong merupakan lembaga keagamaan di tingkat gampong yang memiliki tugas dan kewenangan dalam mengelola zakat, infak, harta wakaf, serta berbagai harta keagamaan lainnya di wilayah gampong.

Menurutnya, keberadaan Baitul Mal Gampong sangat strategis karena berada paling dekat dengan masyarakat. Hal ini membuat lembaga tersebut lebih mengetahui secara langsung kondisi para muzakki maupun mustahiq di lingkungan gampong masing-masing.

“Baitul Mal Gampong memiliki tugas penting di antaranya mengelola zakat dan harta keagamaan lainnya di wilayah gampong, menginventarisir mustahiq zakat, melakukan pendataan harta wakaf dan harta keagamaan lainnya, serta mendata anak yatim beserta walinya,” ujar Gusmawi.

Ia menjelaskan, Baitul Mal Gampong juga menjalankan fungsi pendataan dan inventarisasi muzakki serta mustahiq, termasuk pengelolaan zakat fitrah, zakat mal, dan berbagai harta keagamaan lainnya. Karena itu, zakat fitrah yang menjadi kewajiban umat Islam pada bulan Ramadan menjadi salah satu bentuk zakat yang pengelolaannya berada di bawah tanggung jawab Baitul Mal Gampong.

Gusmawi menambahkan, dalam struktur kelembagaan Baitul Mal Gampong, posisi Ketua dijabat oleh Imam Chik Gampong. Meski dalam satu gampong terdapat lebih dari satu masjid, kepemimpinan Baitul Mal Gampong tetap dipegang oleh satu orang ketua yang memimpin pengelolaan zakat dan harta keagamaan lainnya.

Dalam menjalankan tugasnya, Ketua Baitul Mal Gampong dibantu oleh sejumlah pengurus lain seperti Sekretaris, Bendahara, Urusan Pengumpulan, Urusan Penyaluran, serta Urusan Wakaf, Harta Keagamaan Lainnya dan Perwalian.

Sementara itu, Keuchik dan Tuha Peuet Gampong berperan sebagai Dewan Penasehat dalam struktur Baitul Mal Gampong.

“Dengan struktur ini diharapkan adanya sinergi antara unsur pemerintahan gampong dan unsur keagamaan dalam memastikan pengelolaan zakat berjalan secara amanah dan bermanfaat bagi masyarakat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Gusmawi menyampaikan bahwa panitia zakat yang selama ini terbentuk dan aktif mengelola zakat fitrah di berbagai gampong pada dasarnya dapat menjadi bagian dari struktur Baitul Mal Gampong.

Menurutnya, integrasi tersebut justru dapat memperkuat kelembagaan Baitul Mal Gampong dalam menjalankan tugasnya.

“Kebiasaan masyarakat selama ini yang membentuk panitia zakat fitrah merupakan potensi besar. Panitia-panitia tersebut dapat menyatukan diri dalam kelembagaan Baitul Mal Gampong sehingga pengelolaan zakat menjadi lebih terstruktur, terkoordinasi, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa jumlah pengurus Baitul Mal Gampong bersifat dinamis dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan di masing-masing gampong.

“Jumlah pengurus tidak harus kaku. Ia dapat menyesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan di gampong masing-masing agar pelaksanaan tugas dan peran Baitul Mal Gampong dapat berjalan secara maksimal,” kata Gusmawi.

Apabila dalam Surat Keputusan Keuchik tentang penetapan pengurus Baitul Mal Gampong belum sepenuhnya mengakomodasi unsur masyarakat yang selama ini aktif dalam pengelolaan zakat, maka keputusan tersebut dapat diperbarui atau disempurnakan sesuai kebutuhan.

Menurut Gusmawi, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya penguatan kelembagaan Baitul Mal Gampong agar mampu mengelola zakat dan harta keagamaan secara lebih baik, terutama menjelang momentum penyaluran zakat fitrah pada Hari Raya Idul Fitri.

“Dengan kelembagaan yang kuat, pendataan yang baik, serta partisipasi masyarakat yang selama ini telah berperan dalam pengelolaan zakat, kita berharap Baitul Mal Gampong dapat semakin optimal dalam menunaikan amanah umat dan memastikan zakat benar-benar sampai kepada yang berhak menerimanya,” tutupnya. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

PMII Aceh Salurkan 100 Al-Qur’an untuk Korban Banjir dan Santri Dayah di Aceh Timur

0
PMII Aceh Salurkan 100 Al-Qur’an untuk Korban Banjir dan Santri Dayah di Aceh Timur (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | IDI RAYEUK – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Aceh menyalurkan 100 paket Al-Qur’an kepada penyintas banjir serta santri dari pesantren kurang mampu di Kabupaten Aceh Timur. Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat yang tengah berupaya bangkit dari dampak bencana.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Sekretaris PKC PMII Aceh, Muhammad Rizwan, di Dayah Tanwirul Ulum Annazwary dan salah satu dayah di Desa Bantayan, Kecamatan Simpang Ulim, Aceh Timur, Sabtu (14/3/2026).

Bantuan Al-Qur’an tersebut ditujukan bagi dayah gampong yang terdampak banjir serta masyarakat kurang mampu yang membutuhkan dukungan untuk tetap menjalankan aktivitas ibadah di tengah keterbatasan.

Selain menyerahkan bantuan, rombongan PMII Aceh juga meninjau langsung kondisi rumah warga penerima manfaat. Dari hasil peninjauan itu, sejumlah rumah warga diketahui masih berada dalam kondisi memprihatinkan. Bahkan, beberapa di antaranya dinilai belum mendapatkan perhatian yang memadai dari pemerintah.

Sekretaris PKC PMII Aceh, Muhammad Rizwan, mengatakan para kader PMII turut terlibat langsung dalam proses penyaluran bantuan kepada masyarakat di desa tersebut. Menurutnya, kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat merupakan bagian dari tanggung jawab moral untuk saling membantu, terutama saat terjadi musibah.

“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian bersama untuk membantu masyarakat yang terdampak banjir. Kami berharap apa yang disalurkan ini dapat memberikan manfaat dan sedikit meringankan beban masyarakat,” ujar Rizwan.

Sementara itu, Ketua PKC PMII Aceh, Teuku Raysoel Akram, menegaskan bahwa kerja-kerja kemanusiaan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari tanggung jawab sosial organisasi. Ia menyebut PMII tidak hanya berperan sebagai organisasi kaderisasi intelektual, tetapi juga sebagai gerakan sosial yang konsisten memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan.

“PMII hadir untuk memastikan masyarakat korban bencana tetap memiliki harapan dan semangat untuk bangkit. Kami ingin menunjukkan bahwa solidaritas adalah kekuatan utama bangsa ini,” kata Raysoel.

Melalui kegiatan tersebut, PMII Aceh berharap semangat gotong royong dan kepedulian sosial terus tumbuh di tengah masyarakat. Di tengah ujian bencana, solidaritas dan kebersamaan diyakini menjadi kekuatan penting untuk membantu warga bangkit dan menata kembali kehidupan mereka.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

Dinkes Aceh Siagakan Tim Medis dan Ambulans dalam Program Mudik Gratis 2026 di Terminal Batoh

0
Dinkes Aceh (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Dinas Kesehatan Aceh menyiagakan layanan kesehatan dan ambulans dalam pelaksanaan program Mudik Gratis 2026 yang berlangsung di Terminal Batoh, Banda Aceh. Dukungan ini diberikan guna memastikan para pemudik dapat melakukan perjalanan dengan aman dan tetap dalam kondisi sehat.

Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan, proses keberangkatan peserta mudik gratis berlangsung selama tiga hari, yakni pada 15, 16, dan 17 Maret 2026.

Selama pelaksanaan kegiatan tersebut, Dinas Kesehatan Aceh menurunkan dua tim kesehatan yang dilengkapi dengan ambulans dan bersiaga di lokasi keberangkatan. Tim ini disiapkan untuk memberikan penanganan medis apabila terjadi kondisi darurat di tengah proses pemberangkatan para pemudik.

Selain itu, tim kesehatan juga melakukan pemeriksaan kesehatan kepada calon penumpang serta awak armada sebelum keberangkatan. Pemeriksaan ini bertujuan memastikan kondisi pengemudi dan penumpang dalam keadaan sehat sehingga perjalanan mudik dapat berlangsung dengan aman.

Pada tahun ini, program Mudik Gratis Pemerintah Aceh melayani 18 rute perjalanan menuju berbagai daerah di seluruh wilayah Aceh. Program tersebut diselenggarakan melalui Dinas Perhubungan Aceh sebagai upaya menyediakan transportasi yang aman, nyaman, dan terjangkau bagi masyarakat, khususnya yang terdampak bencana hidrometeorologi.

Melalui dukungan layanan kesehatan tersebut, diharapkan pelaksanaan program mudik gratis dapat berjalan lancar sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kondisi kesehatan selama perjalanan, terutama di bulan Ramadan menjelang Hari Raya Idulfitri.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

Thailand Tahan 19 Nelayan Indonesia di Laut Andaman, Dua Kapal dari Aceh Disita

0
Thailand Tahan 19 Nelayan Indonesia di Laut Andaman (Foto: Anadolu Agency)

NUKILAN.ID | BANGKOK – Otoritas Thailand menahan 19 nelayan warga negara Indonesia (WNI) dalam operasi maritim yang dilakukan di perairan Laut Andaman. Selain para nelayan, dua kapal yang disebut berasal dari Aceh turut disita oleh pihak berwenang.

Dikutip dari Bangkok Post, Sabtu (14/3/2026), penangkapan tersebut dilakukan dalam operasi terpisah yang juga menargetkan praktik penangkapan ikan ilegal serta penyelundupan bahan bakar di wilayah perairan Thailand.

Pejabat Maritime Enforcement Command Centre (MECC) Region 3 melaporkan bahwa dalam operasi lain, seorang pria asal Myanmar bernama Nyan Htwe juga ditangkap di Ranong pada Rabu karena diduga mencoba menyelundupkan bahan bakar sebanyak 570 liter melintasi perbatasan.

Wakil Direktur MECC Region 3, Capt Chonnatee Noichamrat, menjelaskan penangkapan itu bermula dari informasi mengenai sebuah kapal yang diduga membawa bahan bakar keluar dari Thailand melalui jalur laut. Polisi maritim kemudian mencegat kapal bernama KT-224 di dekat dermaga apung di tambon Pak Nam, Distrik Muang, sekitar pukul 08.30 waktu setempat.

Saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan 19 jeriken plastik berwarna biru yang berisi sekitar 570 liter gasohol 95. Jeriken tersebut disembunyikan di bagian buritan kapal dan diduga akan diselundupkan secara ilegal ke Kawthaung, Myanmar.

Tersangka tidak dapat menunjukkan dokumen ekspor bahan bakar tersebut. Ia mengaku hanya bertugas mengantarkan bahan bakar setelah direkrut oleh seorang warga Myanmar lain dengan imbalan sebesar 2.000 baht.

Atas perbuatannya, Nyan Htwe dijerat Pasal 242 Undang-Undang Kepabeanan Thailand terkait ekspor barang tanpa izin kepabeanan. Ia kemudian diserahkan kepada penyidik di kantor polisi Pak Nam untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Dalam operasi berbeda, angkatan laut dan otoritas maritim Thailand juga menahan 19 nelayan Indonesia dari dua kapal yang diduga melakukan penangkapan ikan ilegal di wilayah perairan Thailand.

Komandan Third Naval Area sekaligus Direktur MECC Region 3, Vice Adm Wirudom Muangjeen, mengatakan kedua kapal tersebut terdeteksi sekitar 60 hingga 70 mil laut di sebelah barat Kepulauan Similan, Provinsi Phangnga.

Setelah menerima laporan dari nelayan setempat, otoritas Thailand mengerahkan pesawat patroli serta kapal perang HTMS Khlong Yai untuk melacak keberadaan kapal tersebut.

Meski operasi berlangsung dalam kondisi hujan lebat dan angin kencang pada malam hari, petugas berhasil menghentikan kapal pertama dan menahan lima awak kapal. Selanjutnya, mereka menemukan kapal kedua yang berukuran lebih besar dengan 14 awak di dalamnya.

Seluruh 19 nelayan Indonesia kemudian dibawa ke darat melalui Dermaga Bea Cukai Phuket. Sementara itu, kedua kapal yang mereka gunakan disita sebagai barang bukti oleh pihak berwenang.

Otoritas Thailand menyebutkan dua kapal tersebut berangkat dari Aceh, Indonesia, dan diduga melakukan aktivitas penangkapan ikan secara ilegal di zona maritim Thailand.

Kepala Dinas Perikanan Phuket, Prayut Rattanawan, mengatakan dua kapal yang disita terdiri dari satu kapal pukat dan satu kapal jenis handline fishing boat.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

Ceulangiek Salurkan Bantuan Gubernur Aceh untuk Pengungsi Banjir dan Longsor di Bireuen

0
Ceulangiek Salurkan Bantuan Gubernur Aceh untuk Pengungsi Banjir dan Longsor di Bireuen (Foto: Ist)

NUKILAN.ID | BIREUEN – Anggota DPRA daerah pemilihan (Dapil) Bireuen, Rusydi Mukhtar atau yang akrab disapa Ceulangiek, menyalurkan bantuan dari Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, kepada para pengungsi korban banjir dan tanah longsor yang masih bertahan di halaman Kantor Bupati Bireuen, Sabtu (14/3/2026) malam.

Mengutip KabarBireuen.com, penyaluran bantuan tersebut turut didampingi Anggota DPRK Bireuen, Samsul Admi. Bantuan diserahkan langsung kepada para pengungsi yang hingga kini masih bertahan di lokasi tersebut.

Bantuan dari Gubernur Aceh yang disalurkan melalui Ceulangiek bersama Menteri KPA itu berupa berbagai kebutuhan pokok. Di antaranya puluhan sak beras, mi instan, minyak goreng, air minum dalam kemasan, kompor gas, tabung gas elpiji 3 kilogram, ikan sarden, mi instan kemasan cup, kurma, serta sejumlah kebutuhan lainnya.

Perwakilan pengungsi yang bertahan di Kantor Bupati Bireuen, M. Amin, menyampaikan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh Gubernur Aceh kepada para korban bencana.

Warga Gampong Kapa, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen itu juga berharap pemerintah lebih serius memperhatikan kondisi para pengungsi yang hingga kini masih hidup dalam keterbatasan.

“Kami terpaksa mengungsi ke kantor bupati karena hak-hak kami belum terpenuhi. Bahkan saya pribadi sampai sekarang belum menerima DTH,” ujar M. Amin.

Ia menjelaskan, rumah yang sebelumnya ditempatinya telah hilang akibat banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut.

“Namun hingga hari ini kami belum mendapatkan hunian sementara (huntara) maupun hunian tetap (huntap),” tambahnya.

Sementara itu, Rusydi Mukhtar menyatakan bahwa memperjuangkan nasib para pengungsi merupakan tanggung jawab moral sekaligus kewajibannya sebagai wakil rakyat.

Mantan Ketua DPRK Bireuen itu juga mendesak Pemerintah Kabupaten Bireuen agar segera menyelesaikan berbagai persoalan yang masih dihadapi para korban bencana.

“Bupati perlu mempelajari kembali persoalan ini dan memanggil para kepala desa yang terdampak bencana, agar persoalan seperti DTH, jadup, maupun bantuan lainnya bisa segera diselesaikan,” kata Ceulangiek.

Ia menegaskan bahwa kunjungannya ke lokasi pengungsian di halaman Kantor Bupati Bireuen tidak memiliki muatan politik.

“Kami datang ke sini murni atas dasar kemanusiaan, tidak ada unsur politik sama sekali,” pungkasnya.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

Tiga Bulan Tanpa Intrik: Baital Mukadis Pilih Setia di Tengah Godaan Kekuasaan

0
Wakil Bupati Aceh Selatan, Baital Mukadis. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.ID | FEATURE — Di banyak panggung politik, kekuasaan kerap bergerak seperti air mencari celah. Setiap perubahan kepemimpinan, sekecil apa pun, sering dimaknai sebagai peluang untuk menguatkan posisi, membangun pengaruh, bahkan menggeser keseimbangan yang sudah ada. Namun, cerita berbeda justru hadir dari Kabupaten Aceh Selatan.

Saat Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS, harus menjalani masa penonaktifan selama tiga bulan akibat sanksi dari Kementerian Dalam Negeri, ruang politik terbuka lebar. Situasi semacam ini lazimnya memantik dinamika, bahkan manuver diam-diam dari para aktor kekuasaan.

Akan tetapi, alih-alih memanfaatkan momentum, Wakil Bupati Aceh Selatan, Baital Mukadis, memilih jalan yang tidak biasa: tetap diam, bekerja, dan menjaga garis komitmen politiknya.

Keputusan itu bukan tanpa konsekuensi. Dalam lanskap politik yang sering kali diwarnai kalkulasi pragmatis, sikap menahan diri bisa dianggap sebagai kehilangan peluang. Namun bagi Baital, pilihan itu justru menjadi cara menjaga kepercayaan publik yang telah diberikan sejak awal.

Selama masa penonaktifan tersebut, Baital Mukadis dipercaya sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Aceh Selatan. Tanggung jawab ini bukan sekadar administratif, tetapi juga politis. Ia berada di posisi di mana keputusan sekecil apa pun bisa dianggap sebagai sinyal arah kekuasaan.

Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Tidak ada perubahan arah kebijakan, tidak ada reposisi kekuatan, dan tidak terlihat upaya membangun basis baru. Baital tetap menjalankan pemerintahan sebagaimana yang telah dirancang bersama Mirwan sebelumnya.

Berkali-kali isu miring menimpa Baital, namun ia tetap menunjukkan kesetiaannya pada Mirwan. Salah satunya terlihat pada Selasa, 27 Januari 2026. Usai menerima Universal Health Coverage (UHC) Awards 2026 kategori Utama di Jakarta, Baital melangsungkan pertemuan dengan Mirwan. Pertemuan ini menjadi sorotan publik karena dinilai mencerminkan kekompakan dan kesinambungan kepemimpinan di tengah dinamika politik daerah.

Foto pertemuan Mirwan MS dan Baital Mukadis pun cepat beredar di ruang publik dan media sosial. Dalam foto itu terlihat keduanya tersenyum dan salam komando, simbol sinergi serta hubungan kerja yang solid. Momen ini dianggap sebagai lambang kesetiaan, perjuangan, dan kebersamaan yang telah terjalin sejak awal kepemimpinan mereka di Aceh Selatan.

Kunjungan Baital kepada Mirwan kala itu juga menjadi bentuk penegasan bahwa roda pemerintahan daerah tetap berada dalam satu garis visi dan misi, khususnya terkait pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Fenomena ini menarik perhatian kalangan akademisi. Mukhrijal, akademisi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Syiah Kuala, melihat stabilitas sebagai sesuatu yang tidak biasa dalam konteks tersebut.

“Nah, selama 3 bulan Plt ini menjalankan roda pemerintahan, saya melihat tidak ada sesuatu yang kemudian menjadi geolak besar dalam dinamika politik di Aceh Selatan, enggak ada,” ujarnya kata Mukhrijal saat diwawancarai Nukilan.id, Sabtu (7/3/2026) lalu.

Pernyataan itu bukan sekadar pengamatan normatif. Dalam banyak kasus di daerah lain, kekosongan kepemimpinan sementara sering kali diikuti dengan tarik-menarik kepentingan, baik di internal birokrasi maupun antar elite politik. Namun di Aceh Selatan, ruang itu justru tidak dimanfaatkan.

Nukilan.id kemudian menelusuri lebih jauh sikap tersebut. Pada Rabu (11/3/2026), Baital Mukadis dihubungi untuk menjelaskan bagaimana dirinya menjaga stabilitas selama menjabat sebagai Plt Bupati.

Jawabannya sederhana, namun sarat makna.

“Saya melaksanakan tugas apa yang diamanatkan peraturan dan perundang-undangan. Kita terus membangun sinergitas dengan Forkopimda dan seluruh SKPK, sama sekali tidak ada kendala,” kata Baital.

Bagi sebagian orang, jawaban itu mungkin terdengar normatif. Tetapi dalam praktik pemerintahan, menjaga ritme kerja tanpa gangguan politik justru membutuhkan konsistensi yang tidak mudah. Baital memilih fokus pada koordinasi, memastikan roda pemerintahan tetap berjalan, tanpa menciptakan kegaduhan baru.

Ia menambahkan, stabilitas itu tidak dibangun sendirian. Ada peran kolektif dari berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat yang turut menjaga situasi tetap kondusif.

“Saya bersama Forkopimda, SKPK dan masyarakat fokus pada pelaksanaan tugas sampai batas waktu yang ditentukan. Tidak pernah terbesit apa pun, kita lalui dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab,” ujarnya.

Di balik sikap tersebut, ada alasan yang lebih personal sekaligus politis. Ketika ditanya mengapa ia tetap menjaga loyalitas terhadap Mirwan, Baital tidak menjawab dengan teori politik, melainkan dengan cerita perjalanan.

“Kami sudah berjuang penuh suka dan duka di perhelatan Pilkada 2024 lalu sebagai pasangan satu paket. Saya berkomitmen menjaga kesetiaan dan tidak terbesit untuk mengkhianati. Saya harus membuktikan kesetiaan itu tidak pernah pudar terhadap Bapak Mirwan,” ungkapnya.

Kalimat itu mengandung dimensi yang jarang muncul dalam diskursus politik modern: kesetiaan. Di tengah anggapan bahwa politik identik dengan transaksi dan kepentingan jangka pendek, Baital justru menampilkan sisi lain yang lebih personal dan emosional.

Di luar momentum tiga bulan tersebut, perjalanan Baital Mukadis sebenarnya tidak lahir secara tiba-tiba. Ia merupakan figur yang ditempa oleh proses panjang di dunia politik lokal.

Dilansir Nukilan.id dari berbagai sumber, Baital Mukadis adalah sosok politisi asal Malaka, Kluet Tengah, Aceh Selatan, yang lahir pada 9 September 1970. Namanya kini dikenal luas sebagai Wakil Bupati Aceh Selatan mewakili Partai Demokrat.

Perjalanan pendidikannya turut memberi warna dalam kiprahnya. Ia melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Pelita Bangsa dan berhasil meraih gelar sarjana pada tahun 2008. Meski tidak berasal dari latar belakang elite nasional, pengalaman akademik tersebut menjadi bekal dalam memahami tata kelola pemerintahan dan dinamika kebijakan publik.

Sebelum menduduki jabatan eksekutif, Baital lebih dulu mengasah kemampuan politiknya di lembaga legislatif. Ia pernah dipercaya sebagai Ketua Fraksi di DPRK Aceh Selatan. Posisi ini bukan sekadar jabatan formal, melainkan ruang strategis dalam merumuskan arah kebijakan daerah serta menjembatani aspirasi masyarakat.

Kiprahnya tidak berhenti di situ. Dalam struktur partai, Baital dikenal aktif dan memiliki peran penting. Ia menjabat sebagai Ketua DPC Partai Demokrat Aceh Selatan untuk periode 2022 hingga 2027. Selain itu, ia juga pernah mengemban amanah sebagai Wakil Bendahara 1 Pekemaran Kabupaten Aceh Selatan Jaya pada periode 2015 hingga 2023.

Rangkaian pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa sikap politik yang ia tunjukkan hari ini bukanlah keputusan sesaat. Ada proses panjang yang membentuk cara pandangnya terhadap kekuasaan, loyalitas, dan tanggung jawab publik.

Sikap setia tersebut juga mendapat respons dari kalangan masyarakat sipil. Aktivis muda Aceh Selatan, Tonicko Anggara, melihat keputusan Baital sebagai bentuk kedewasaan dalam berpolitik.

“Saya mengapresiasi sikap dan penyikapan Baital Mukadis dalam dinamika politik yang terjadi saat Bupati Aceh Selatan mendapatkan sanksi dari Kementerian Dalam Negeri. Ia berhasil menjaga stabilitas politik daerah,” kata Tonicko saat diwawancarai Nukilan.id, Rabu (11/3/2026).

Bagi Tonicko, keteguhan itu bukan hanya soal loyalitas personal, tetapi juga mencerminkan integritas dalam memegang mandat publik.

“Keteguhannya menjaga kesetiaan kepada Haji Mirwan menjadi contoh bahwa masih ada figur yang berintegritas dalam politik, di tengah anggapan bahwa politik sering kali identik dengan pragmatisme,” ujarnya.

Dalam perspektif yang lebih luas, apa yang terjadi di Aceh Selatan menawarkan narasi alternatif tentang kekuasaan. Bahwa tidak semua ruang harus diisi dengan ambisi. Tidak semua kesempatan harus dimanfaatkan untuk keuntungan politik.

Ada kalanya, kekuasaan justru diuji bukan dari seberapa jauh seseorang melangkah, tetapi dari seberapa kuat ia menahan diri.

Di tengah riuhnya praktik politik yang sering kali keras dan penuh intrik, kisah ini menghadirkan jeda. Sebuah cerita tentang kesetiaan, komitmen, dan pilihan untuk tetap berjalan di jalur yang telah disepakati bersama.

Bagi sebagian kalangan, mungkin ini hanya episode kecil dalam dinamika politik lokal. Namun bagi yang lain, ini adalah pengingat bahwa integritas masih memiliki tempat dalam politik, meski tidak selalu menjadi arus utama. (XRQ)

Kemenag Bireuen Sediakan 17 Masjid Ramah Pemudik di Jalur Banda Aceh–Medan

0
Kemenag Bireuen Sediakan 17 Masjid Ramah Pemudik di Jalur Banda Aceh–Medan (Foto: Ist)

NUKILAN.ID | BIREUEN – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bireuen menyiapkan 17 masjid ramah pemudik yang tersebar di sejumlah kecamatan di sepanjang jalur nasional Banda Aceh–Medan serta jalur lintas Bireuen–Takengon selama arus mudik dan arus balik Idul Fitri 1447 H/2026 M.

Kepala Kantor Kemenag Bireuen, Dr H Zulkifli SAg MPd mengatakan, penyediaan masjid ramah pemudik ini merupakan bentuk pelayanan kepada masyarakat, khususnya para pelintas yang melakukan perjalanan mudik melalui wilayah Kabupaten Bireuen.

“Bireuen berada di jalur nasional Banda Aceh–Medan yang setiap tahunnya menjadi lintasan utama arus mudik di Aceh. Karena itu, kami menyiapkan sejumlah masjid yang dapat dimanfaatkan pemudik untuk beristirahat, menunaikan shalat, serta memanfaatkan fasilitas yang tersedia selama perjalanan,” ujarnya di Bireuen, Minggu (15/3/2026).

Ia menjelaskan, keberadaan masjid ramah pemudik tersebut diharapkan mampu memberikan kenyamanan bagi para musafir yang menempuh perjalanan jauh. Selain itu, program ini juga menjadi upaya untuk memperkuat fungsi masjid sebagai pusat pelayanan bagi umat.

Adapun masjid yang disiapkan sebagai masjid ramah pemudik yaitu Masjid Al-Munawarah dan Masjid Baital Makmur Al-Amin di Kecamatan Samalanga; Masjid Nurul Ikhlas di Kecamatan Simpang Mamplam; Masjid Baitul Kiram di Kecamatan Pandrah; Masjid Al-Mukarramah dan Masjid Imum Syafi’i di Kecamatan Jeunib; Masjid Teungku Meuruhom Muda di Kecamatan Peudada; Masjid Ridha di Kecamatan Jeumpa; Masjid Sultan Jeumpa di jalur lintas Bireuen–Takengon; Masjid Al-Ikhlas dan Masjid Al-Amin di Kecamatan Kota Juang; Masjid Baitul Huda dan Masjid Baitul Izzah di Kecamatan Peusangan; Masjid Al-Istiqamah dan Masjid Al-Ikhlas di Kecamatan Kutablang; serta Masjid Taqwa dan Masjid Al-Munawwarah di Kecamatan Gandapura.

Kemenag Bireuen juga mengimbau para pengurus masjid agar memberikan pelayanan terbaik kepada para pemudik yang singgah, serta menjaga kebersihan dan kenyamanan fasilitas masjid selama musim mudik berlangsung.

Keberadaan masjid ramah pemudik ini diharapkan dapat membantu para musafir yang melintasi wilayah Bireuen untuk beristirahat dengan nyaman sekaligus menunaikan ibadah selama perjalanan mudik.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.