Beranda blog Halaman 1677

3 Nama Dinyatakan Lolos Calon Ketua Kadin Aceh

0
Muhammad Mada alias Cek Mada (tengah) dalam konferensi pers di Kantor Kadin Aceh. (Foto: Nukilan/Reji)

Nukilan.id – Panitia Musyawarah Provinsi (Musprov) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Aceh memutuskan tiga nama lolos sebagai Calon Ketua Kadin Aceh yang akan dilaksanakan pada 17-19 Juni 2022 mendatang di Banda Aceh.

Hal itu disampaikan Ketua Panitia Pengarah Musprov Kadin Aceh, Muhammad Mada alias Cek Mada dalam konferensi pers di Kantor Kadin Aceh, Selasa (7/6/2022).

“Ketiga nama tersebut yaitu, Ismail Rasyid, Rizki Syahputra dan Muhammad Iqbal. Namun ada dua calon yang dinyatakan gugur yakni Ibnu Sina dan Iskandar Ali,” sebut Cek Mada.

Ia menjelaskan bahwa, keputusan ini tertuang dalam keputusan Panitia Muprov Kadin Aceh, Nomor: Skep/017/Panpel/Muprov VII/2022, tanggal 7 Juni 2022, yang ditandatangani langsung Ketua Steering Committee (SC), Teuku Yusuf.

Selain itu, Cek Mada juga menjelaskan terkait pergeseran pelaksanaan Musprov Kadin Aceh yang sebelumnya ditetapkan pada tanggal 17-19 Juni 2022. Namun, jadwal tersebut belum final karena berdasarkan informasi dari Kadin Pusat digeser menjadi tanggal 27 Juni.

“Pergeseran jadwal pelaksanaan Musprov bukan dari Kadin Aceh tetapi permintaan dari Ketua Umum Kadin Pusat karena beliau lagi mengikuti agenda Presiden Jokowi,” ujarnya.

Selanjutnya, kata Cek Mada, informasi penggeseran jadwal pelaksanaan Musprov ini disampaikan kepada Kadin Aceh masih secara lisan, belum tulisan.

“Kami menerima informasi secara lisan, belum tertulis. sedangkan tanggal 17 Juni 2022 adalah jadwal yang valid berdasarkan surat izin Polda Aceh yang ditetapkan pada 17 sampai 19 Juni 2022 di Banda Aceh,” ucapnya.

Reporter: Reji

Meriahkan HUT Bhayangkara ke 76, Kapolda Aceh Ikut Donor Darah

0
Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Ahmad Haydar, S.H., M.M ikut mendonorkan darahnya pada kegiatan donor darah dalam rangka memeriahkan HUT Bhayangkara ke 76. (Foto: Dok.Ist)

Nukilan.id – Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Ahmad Haydar, S.H., M.M ikut mendonorkan darahnya pada kegiatan donor darah dalam rangka memeriahkan HUT Bhayangkara ke 76 yang berlangsung di Aula Biddokkes Polda Aceh, Banda Aceh, pada Selasa, 7 Juni 2022.

Sebelum mendonorkan darahnya, Kapolda Aceh menyapa personil TNI-Polri yang sedang antri menunggu giliran donor. Ia juga dengan ramah menyapa personil yang sedang donor darah. Setelah itu, Kapolda menjalani pemeriksaan kesehatan cek tensi dan hb sebelum dinyatakan boleh donor darah. Selain Kapolda, pejabat Polda Aceh lain yang ikut donor darah diantaranya ialah Kabid Humas Kombes Pol. Winardy dan Kabiddokkes Polda Aceh Kombes Pol. dr. Sariman.

Kabiddokkes Polda Aceh Kombes Pol. dr. Sariman mengatakan, hari ini kepolisian daerah di seluruh Indonesia termasuk Polda Aceh bersama jajarannya melaksanakan kegiatan donor darah secara serentak untuk memeriahkan HUT Bhayangkara yang jatuh pada 1 Juli 2022 mendatang.

Dalam kegiatan ini, personil Polda Aceh berhasil mendonasikan darah sebanyak 112 kantong. Sementara itu di saat yang sama, kegiatan donor darah di Polres Aceh Besar hari ini berhasil mengumpulkan darah sebanyak 88 kantong, dan Polres Aceh Jaya mengumpulkan darah sebanyak 81 kantong.

dr. Sariman mengatakan, pendonor yang berpartisipasi tidak hanya dari personil kepolisian, namun turut hadir juga personil TNI dan masyarakat sipil. Menurutnya, donor darah merupakan wujud kepedulian terhadap sesama, karena itu partisipasi berbagai elemen masyarakat untuk donor darah dinilai sangat penting karena setiap hari ada yang membutuhkan darah.

“Darah kita sangat diperlukan oleh pasien di rumah sakit. Tadi udah diskusi dengan PMI, untuk Banda Aceh sendiri kebutuhannya lumayan banyak,” kata dr. Sariman usai donor darah.

Ia juga mengajak masyarakat untuk rutin donor darah karena kegiatan donor darah sehat bagi tubuh dan bisa membantu sesama.

Ketua PMI Kota Banda Aceh Dedi Sumardi Nurdin mengapresiasi Kapolda Aceh yang ikut berpartisipasi langsung dan turut mendonorkan darahnya hari ini. Partisipasi dari Kapolda Aceh menurutnya akan menambah semangat dan motivasi personil kepolisian untuk rutin berdonor darah.

“Alhamdulillah Pak Kapolda ikut donor hari ini. Ini hal baik yang harus kita semua tiru karena donor darah bagus untuk kesehatan dan dengan berdonor darah kita juga membantu pasien yang sedang butuh darah,” kata Dedi disela kegiatan donor darah.

Dedi melanjutkan, darah yang terkumpul hari ini akan diberikan kepada pasien yang membutuhkan di rumah sakit. Ia berharap masyarakat menjadikan donor darah sebagai bagian dari gaya hidup sehat. Beberapa diantara manfaat donor darah ialah menjaga kesehatan jantung, meningkatkan produksi sel darah merah, dan menurunkan risiko kanker.

Ia juga menghimbau kepada masyarakat yang sudah masuk jadwal donor agar mendonorkan darahnya di Unit Donor Darah PMI Kota Banda Aceh. Sementara itu, bagi yang ingin mengecek jadwal mobile unit dan stok darah di PMI Kota Banda Aceh bisa mengakses melalui aplikasi Rumoh Pendonor dan Donorku. []

Depan Erick Thohir, Muslim Keluhkan Pelayanan BSI di Aceh

0

Nukilan.id – Komisi VI DPR-RI mengadakan Rapat kerja dengan Kementerian BUMN. Rapat kerja tersebut dihadiri langsung oleh Menteri BUMN, Erick Thohir, para Wakil Menteri, dan jajaran Dirut BUMN.

Dalam Raker tersebut, Anggota Komis VI DPR-RI asal Aceh, Muslim, SHI, MM menyampaikan aspirasi masyarakat yang mengeluhkan Pelayanan Publik Bank Syariah Indonesia (BSI) yang tidak Optimal di Aceh.

“Hal ini sangat merugikan Nasabah, khususnya para pelaku usaha di Aceh”, ungkap nya.

Anggota DPR Dapil Aceh 2 ini menambahkan bahwa buruk nya pelayanan ini sangat mengganggu Produktifitas usaha di Aceh. Mengingat pilihan Bank di Aceh yang terbatas.

Pada kesempatan ini, Muslim meminta Komitmen Menteri BUMN, Erick Thohir agar BSI menghadirkan pelayanan terbaik di Aceh.

“Kami berharap Komitmen Pak Menteri, khususnya BSI ini untuk menghadirkan Pelayanan terbaik, khususnya di Aceh”, tutup nya.

Tiga Terdakwa Kasus Pembangunan Jetty Kuala Pudeng Aceh Besar Dituntut 7-8 Tahun Penjara

0
Plt. Kasi Penkum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh, Ali Rasab Lubis. (Foto: Dok.Ist)

Nukilan.id – Tiga terdakwa kasus korupsi pembangunan Jetty Kuala Krueng Pudeng, Kecamatan Lhoong, Aceh Besar tahun anggaran 2019 dituntut tujuh hingga delapan tahun penjara. Atas perbuatan mereka, kerugian negara mencapai Rp2,3 miliar.

Tuntutan tersebut dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) di ruang sidang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Banda Aceh, Senin(6/6/2022) sekitar pukul 16.00 WIB.

Plt. Kasi Penkum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh, Ali Rasab Lubis menyebutkan, adapun ketiga terdakwa yaitu Yusri Bin Muhammad Jamil selaku Direktur PT. Bina Yusta Alzuhri, M. Zuardi Bin Mukhtaruddin Baya selaku Kuasa Pengguna Anggaran yang juga Eks Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Aceh dan Taufik Hidayat Bin Muhadi Muhammad selaku Pejabat Pelaksana Teknik Kegiatan (PPTK).

“Terdakwa Yusri dituntut selama delapan tahun enam bulan penjara, dengan membayar denda sebesar Rp300 juta, dan subsidair enam bulan penjara, lalu terdakwa juga diharuskan membayar uang pengganti Rp2,3 miliar untuk menutupi kerugian negara,” sebutnya.

Apabila tidak dibayar dalam jangka satu bulan, kata Ali, maka seluruh harta benda terdakwa akan dilelang dan jika tidak mencukupi, maka akan subsidair selama empat tahun tiga bulan kurungan penjara, dengan perkara nomor Reg. Pds-02/L.1.27/Ft.1/01/2022

“Sedangkan terdakwa M. Zuardi dan Taufik Hidayat, dituntut tujuh tahun enam bulan penjara, dengan membayar denda sebanyak Rp300 juta, subsidair enam bulan,” ujar Ali.

Ia menjelaskan bahwa, ketiga terdakwa terbukti melanggar Pasal 2 Ayat (1) jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 1999 yang diubah menjadi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, dengan perkara nomor Reg Perk: Pds-01/L.1.27/Ft.1/01/2022.

Selesai pembacaan tuntutan tersebut, penasihat hukum ketiga terdakwa meminta nota pembelaan atau pleido, dan sidang lanjutan akan dilakukan pada Selasa (7/6/2022).

Reporter: Reji

Konflik Gajah dan Petani di Aceh Utara, Gubuk Hingga Kebun Dirusak

0
Ilustrasi gajah Asia.(SHUTTERSTOCK)

Nukilan.id – Sembilan gubuk milik petani dan puluhan hektar kebun rusak akibat gajah liar di Desa Sara Raja, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, Senin (6/6/2022).

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Staf Resort Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh Utara Nurdin membenarkan peristiwa tersebut.

Nurdin pun menyebut bahwa kawasan tersebut rutin dilintasi gajah liar.

“Konflik antara petani dan gajah liar di kawasan itu sudah rutin terjadi. Jadi, kerusakan yang ditimbulkan tidak bisa kita hitung secara persis. Ini perlu langkah bersama dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, tidak bisa BKSDA sendiri menangani ini,” sebutnya saat dihubungi melalui telepon, Senin (6/6/2022).

Untuk sementara, Nurdin menyebutkan, langkah yang dilakukan pihaknya adalah menyalakan mercon atau petasan untuk mengusir gajah liar pada petani. Dia menyebutkan, kawasan itu sudah berubah fungsi menjadi lahan pertanian. Hal ini berdampak kepada kehidupan gajah liar.

“Hutan di sana itu sudah berubah, ini harus dipikirkan oleh pemerintah daerah. Kalau kita usir gajah liar itu, mau diusir ke mana lagi? Kawasan hutannya sudah tidak ada,” katanya.

Dia berharap, masalah konflik gajah dan manusia di kawasan itu menjadi fokus perhatian pemerintah. Sehingga, ada langkah konkret untuk menghentikan gajah melintas di kawasan tersebut dan merusak kebun serta gubuk petani.

“Masalah ini sangat serius, tidak bisa BKSDA sendiri menanganinya. Pemilik wilayah yaitu Pemerintah Kabupaten Aceh Utara dan semua pihak terkait agar bisa ikut serta mencari solusi jangka panjang. Agar peristiwa yang sama tidak terulang lagi,” pungkasnya. [Kompas]

Kisah Bung Karno Ajak Warga Aceh Patungan Beli Pesawat

0
Presiden Soekarno. (Foto: Getty Images)

Nukilan.id – Suatu malam pada medio Juni 1948, Presiden Soekarno menggelar pertemuan dengan tokoh Aceh di sebuah hotel di Banda Aceh. Dalam pertemuan itu, Bung Karno menantang masyarakat Tanah Rencong untuk urunan dana pembelian pesawat terbang.

Pertemuan digelar di Hotel Aceh itu dihadiri tokoh pejuang, pengusaha serta pemuda. Bung Karno lalu mencetuskan ide pembelian pesawat serta menantang jiwa patriotisme masyarakat Tanah Rencong untuk meneruskan dan melestarikan perjuangan kemerdekaan.

Dikutip detikSumut, Senin (6/6/2022) dari buku Aceh Daerah Modal karya Tgk. A. K Jakobi, Bung Karno berharap ketika makan di malam itu terkumpul sejumlah dana agar dapat membeli satu unit pesawat. Bung Karno juga sempat berseloroh.

“Saya tidak makan malam ini, kalau dana untuk itu belum terkumpul,” kata Bung Karno seraya tersenyum seperti ditulis Tgk. A.K Jakobi dalam bukunya.

Para pengusaha serta tokoh-tokoh perjuangan saling melirik ketika mendengar pernyataan Bung Karno. Mereka ingin tahu siapa yang akan memulai menyumbang.

Ketua Gabungan Saudagar Indonesia Daerah Aceh (Gasida) M. Djuned Joesoef menjadi orang pertama yang menyumbang. Setelah dia, pengusaha lain menyusul.

Malam itu juga terkumpul dana dalam jumlah cukup besar. Bung Karno kembali tersenyum melihat antusiasme pengusaha Aceh. Presiden pertama Indonesia itu kemudian mengajak tamu undangan semua untuk beranjak ke meja makan.

Selain dari para pengusaha, dana untuk beli pesawat itu juga dikumpul oleh masyarakat. Warga Tanah Rencong bersemangat ikut patungan setelah mendengar pidato dari Gubernur Aceh dan Gubernur Militer waktu itu, Abu Daud Beureueh.

Tak lama berselang, total dana terkumpul yaitu 120.000 dolar Malaysia serta 20 kilogram emas. Uang itu cukup untuk membeli dua pesawat jenis Dakota yang diberi nama Seulawah RI-001.

Bung Karno memilih nama itu sebagai penghormatan untuk masyarakat Aceh yang secara ikhlas dan tulus memberikan sumbangan yang berharga ketika situasi sulit untuk bangsa yang sedang berjuang. Pesawat itu juga tanda kesetiaan masyarakat Tanah Rencong terhadap NKRI.

Jakobi menulis, pesawat Seulawah RI-001 tiba di Indonesia pada akhir Oktober 1948. Kala itu, situasi tanah air sedang mengalami kepungan politik blokade ekonomi dan militer dari pihak Belanda.

Pesawat perintis yang menjadi kekuatan pertama armada TNI-AU itu beberapa kali berhasil melewati blokade Belanda. Pesawat tersebut dipakai untuk membawa senjata, obat-obatan serta mesiu.

“Pesawat Seulawah RI-001 yang berhasil dengan misinya itu adalah cikal-bakal pesawat Garuda pertama yang dikomersilkan. Pesawat itu kembali dari Rangoon sekitar akhir Juli 1949 dan masih dioperasikan sampai setahun kemudian,” tulis Jakobi.

Seorang saksi sejarah, Nyak Sandang (91) berkisah tentang urunan dana untuk pembelian pesawat pertama. Kala itu Abu Daud Beureueh berkunjung ke Aceh Jaya dan berpidato di halaman masjid di Calang, Aceh Jaya, Aceh. Semua masyarakat dengan suka cita datang ke lokasi untuk mendengar pidato orang nomor satu di Tanah Rencong.

Dalam pidatonya yang menggebu-gebu, Daud membakar semangat warga dan mengungkapkan Indonesia merupakan negara milik rakyat. Daud menyampaikan pasca kemerdekaan, Indonesia membutuhkan pesawat agar mudah berhubungan dengan negara luar. Pasalnya, negara yang merdeka dari penjajah pada 1945 ini termasuk negara kaya raya. Hubungan dengan luar negeri sangat diperlukan.

Kakek Sandang masih ingat betul ketika dirinya menghadiri ceramah tersebut. Pada awal pidato, Daud mengungkapkan pertemuan Presiden Soekarno dengan dirinya di Masjid Baiturrahman, Banda Aceh. Usai pidato, seluruh ulama di Aceh Jaya dikumpulkan. Daud Beureueh bermusyawarah dengan ulama cara mengumpulkan uang untuk membeli pesawat.

“Di sini ada satu ulama yang sangat terkenal yaitu Abu Sabang (Muhammad Idarus). Warga di sini, semua dengar apa yang dibilang sama Abu Sabang. Kalau Abu bilang kita kumpulkan uang untuk beli pesawat, semua ikut menyumbang,” kata Sandang saat ditemui di rumahnya di Desa Lhuet, Kecamatan Jaya, Aceh Jaya, Aceh, Selasa (6/7/2018).

Masyarakat terharu kala itu dengan ajakan membeli pesawat. Soalnya, sekitar tiga tahun pascakemerdekaan, masyarakat berusia 18 hingga 70 tahun di Aceh Jaya baru keluar dari penjara. Mereka rata-rata menjadi tawanan Belanda karena tidak membayar pajak sebesar Rp 7,5 rupiah per tahun.

Kala itu, semua masyarakat di sana, tanpa kecuali sepakat untuk menyumbang. Ini juga bagian euforia menyambut kemerdekaan. Kakek Sandang dan ayahnya kemudian menjual sepetak tanah seharga Rp 100.

“Tanah itu sejatinya laku dijual Rp 200 namun dia menjual buru-buru agar segera mempunyai uang. Setelah uang dikantongi, baru diserahkan pada satu orang yang ditunjuk,” ujar Kakek Sandang.

“Waktu itu saya bantu negara yang sudah kita pegang. Ini satu kebanggaan bagi saya bisa bantu negara. Saya ikhlas membantu. Tidak mengharap apa-apa. Kami waktu itu membantu tanpa adanya paksaan,” jelasnya. [Detik]

Keuchik Ikhtiar Bagikan Kandang Ayam Ke Seluruh Warga Ulee Kareung Aceh Besar

0
Keuchik Desa Ulee Kareung, Ikhtiar, S.Pd.I serahkan Kandang Ayam ke Warga Ulee Kareung. (Foto: Dok.Ist)

Nukilan.id – Pemerintah Desa Ulee Kareung, Kecematan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar membagikan bantuan kandang ayam beserta isi dan peralatannya kepada seluruh masyarakat setempat.

Bantuan ini diserahkan langsung Keuchik Desa Ulee Kareung, Ikhtiar, S.Pd.I beserta seluruh perangkat desa di halaman Meunasah Ulee Kareung pada Sabtu (4/6/2022).

“Bantuan yang kita bagikan kepada seluruh warga ini merupakan salah satu program Desa Ulee Kareung di bidang ketahanan pangan. Dan sumber anggarannya menggunakan dana desa,” kata Ikhtiar dalam keterangannya kepada Nukilan, Senin (5/6/2022).

Ia berharap, dengan adanya program ketahanan pangan ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat khusus di bidang ternak ayam.

“Semoga program ini dapat bermanfaat, dan kita juga berharap kepada seluruh masyarakat agar dapat mempergunakan dan menjaganya dengan baik,” pungkas Ikhtiar. []

Light Trap Insect, Solusi Pengendali Hama Selain Pestisida

0
Light trap insect © MA Bashar/Shutterstock

Nukilan.id – Tanggal 6 Juni diperingati sebagai Hari Hama atau Hari Kesadaran Hama Sedunia. Peringatan ini bertujuan untuk menciptakan kesadaran mengenai pengendalian hama untuk menjaga kualitas hidup umat manusia, khususnya dari segi ketersediaan dan pasokan pangan.

Seperti yang diketahui, hama selalu identik dengan hewan perusak lahan pertanian dan kerap menimbulkan kerugian bagi para petani. Dalam cakupan lebih luas, hal tersebut juga dapat memengaruhi pasokan pangan yang bergantung pada hasil panen komoditas pokok seperti beras, jagung, dan gandum.

Diketahui jika setidaknya ada 900 juta jenis hewan umumnya serangga, yang dapat dikategorikan sebagai hama dan mengancam hidup manusia. Di Indonesia yang notabenenya merupakan negara agraris, hama nyatanya juga masih jadi permasalahan dan musuh utama bagi para petani.

Pestisida hingga saat ini masih jadi salah satu solusi yang banyak diandalkan dalam memecahkan permasalahan hama. Namun di lain sisi, tak dimungkiri jika pestisida juga memiliki sejumlah dampak negatif baik bagi lingkungan, produk pertanian itu sendiri, bahkan bagi manusia apabila dikonsumsi.

Pada akhirnya sejumlah inovasi terus dilakukan untuk menghadirkan solusi baru dalam menangani permasalahan hama yang lebih ramah lingkungan. Dari beberapa inovasi yang ada, satu yang banyak terbukti keberhasilannya dan dinilai lebih unggul dari pestisida adalah light trap insect.

Mengutip penjelasan Litbang Pertanian, light trap insect atau yang biasa disebut juga lampu perangkap adalah suatu unit alat untuk menangkap atau menarik serangga, yang tertarik cahaya pada waktu malam hari.

Komponen utama dari lampu perangkap terdiri dari corong dan kantong plastik serta rangka beratap. Selain itu ada juga lampu dengan daya minimal 100 watt, yang berfungsi untuk menarik serangga pada waktu malam hari.

Corong yang ada berfungsi sebagai tempat masuknya serangga, dan kantong plastik berfungsi untuk menampung serangga yang tertangkap. Rangka beratap sendiri berfungsi untuk melindungi lampu dan hasil tangkapan terutama dari hujan.

Cara kerja perangkap ini adalah dengan meletakkan lampu di dalam lahan sawah pada bagian pinggir pematang. Letaknya sendiri bisa disesuaikan dengan kondisi tempat karena alat ini menggunakan lampu sehingga memerlukan sumber aliran listrik. Satu unit lampu perangkap sebagai monitoring dapat digunakan untuk lahan pertanian seluas 300-500 hektare.

Lampu dinyalakan setiap hari mulai dari pukul 6 sore sampai 6 pagi, kemudian hasil tangkapan baru dipantau dan diambil setiap pagi.

Menurut Dr. Priatna Sasmita, selaku Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan (Puslitbangtan), selain mengamati light trap juga dapat mendeteksi beberapa jenis hama ganas yang kerap diwaspadai petani, misalnya wereng cokelat imigran dan ngengat penggerek batang padi.

“Light trap ini sedini mungkin (membantu) petani mendeteksi keberadaan jenis hama apa saja yang ada di pesemaian atau pertanaman seperti walang sangit, wereng coklat, wereng hijau, dan lain sebagainya yang bila tidak dikendalikan akan merugikan petani. Jadi fungsinya sebagai alat monitoring dan sebagai alat perangkap yang secara langsung mengurangi populasi hama serangga di lahan sawah,” ujar Priatna.

Penyempurnaan oleh mahasiswa UNIFLOR

Lampu jebakan serangga ini sejatinya memang sudah ada dan dikembangankan sejak lama. Namun baru-baru ini penyempurnaan dilakukan oleh kelompok mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Flores (UNIFLOR).

Lebih detail penyempurnaan yang dilakukan adalah dengan menyorot pemilihan warna lampu, untuk mengetahui lampu dengan warna apa yang memiliki kemampuan menarik perhatian dan memerangkap hama dengan jumlah paling banyak.

Mengutip Mongabay Indonesia, mereka mulai melakukan percobaan berbagai macam jenis warna lampu pada tahun 2021. Adapun ragam warna yang digunakan terdiri dari lampu merah, biru, oranye, dan hijau.

Hasilnya, terungkap jika masing-masing warna memiliki persentase keberhasilan menangkap hama yang berbeda. Berdasarkan pendataan yang dilakukan, didapati jika lampu warna hijau dapat menangkap 1 persen hama, merah 4 persen, oranye 5 persen, biru 41 persen, dan ungu 49 persen.

“…untuk serangga sendiri punya daya tarik terhadap cahaya dengan panjang gelombang yang berbeda-beda, jadi dari hasil penelitian kemarin, serangga yang banyak terperangkap itu warna ungu dan biru,” terang salah satu mahasiwa yang terlibat bernama Kevin, menukil ekorantt.com.

Persentase tersebut merupakan hasil dari percobaan yang dilakukan selama satu bulan, di Desa Detusoko Barat, Kabupaten Ende. Jenis hama yang paling banyak ditangkap adalah wereng cokelat yang mencapai 269 ekor, sementara hama terendah adalah walang sangit dengan 17 ekor. Adapun total hama yang ditangkap mencapai sebanyak 881 ekor serangga.

Namun di sisi lain, alat ini juga memiliki sedikit kekurangan yang berpengaruh terhadap lingkungan. Disebutkan bahwa light trap insect kerap menangkap sejumlah serangga lain yang tidak merusak hama, di mana ada 5 jenis predator yang bukan merupakan serangga sasaran namun terjebak perangkap tersebut.

Karena itu tim mahasiswa menyarankan agar pemasangan TLT tidak dilakukan sepanjang waktu, melainkan pada fase-fase kritis tanaman padi saja. [GNFI]

Anggota DPRA Fraksi Gerindra Jauhari Amin Meninggal Dunia

0
Anggota DPRA Fraksi Partai Gerindra, H Jauhari Amin. (Foto: Dok Ist)

Nukilan.id – Innalillahi Wainna Ilaihi Raji’uun. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Fraksi Partai Gerindra, H. Jauhari Amin meninggal dunia pada Senin (6/6/2022) sekira pukul 21.15 WIB.

Kabar duka itu tersebar luas melalui media sosial WhatsApp Group pada Senin malam.

“Inalillahi wa inna ilaihi raji’un. Telah berpulang ke Rahmatullah, salah satu putra terbaik Kota Langsa Bpk. H. Jauhari Amin (Anggota DPR Aceh dari Partai Gerindra – Dapil VII). Semoga husnul khatimah. Semoga dedikasi yang sudah dicurahkan untuk bangsa dan negara menjadi amal jariyah beliau. Aamiin,” bunyi pesan yang tersebar luas melalui WhatsApp.

Berdasarkan informasi yang diterima Nukilan, almarhum menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Colombia Asia, Kota Medan, Sumatera Utara sekira pukul 21.15 WIB, akibat penyakit di bagian usus dan sempat mengalami pendarahan.

Sebelumnya, beliau juga sempat dirawat di Rumah Umum Daerah Zainal Abidin (RSUDZA) Banda Aceh dan juga salah satu rumah sakit di Jakarta.

Jauhari Amin merupakan anggota Komisi VI DPRA yang membidangi keistimewaan; agama, pendidikan dan kebudayaan. Beliau adalah Anggota DPRA dari Dapil VII meliputi Kota Langsa-Aceh Tamiang

Untuk diketahui, almarhum akan dimakamkan di kampung halamannya di Kota Langsa. Sampai berita ini ditayangkan, belum ada pihak keluarga yang bisa dihubungi. []

Tingkatkan Silaturahmi Lintas Generasi, Walikota Sabang Hadir di Milad IPPEMAS

0
Milad PB IPPELMAS ke 41

Nukilan.id – Pengurus Besar Ikatan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Sabang (PB-IPPELMAS) menggelar Milad ke 41 di Kuala Village-Banda Aceh, Minggu (5/6/2022).

Kegiatan ini mengusung tema,” meningkatkan silaturahmi masyarakat Sabang lintas generasi”. Dan ini erupakan bentuk perwujutan dari lembaga IPPEMAS sebagai wadah silaturahmi bagi para Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Sabang.

Ketua Umum PB-IPPEMAS, Zarman Syahputra Uly dalam sambutannya menyampaikan, kepada seluruh mahasiswa dapat mendukung program IPPEMAS dalam mendata mahasiswa, agar data tersebut dapat kita aspirasikan kepada pimpinan daerah sehingga bisa menyerap sumber daya yang ada.

Ia juga mengucapkan terimakasih kepada tokoh masyarakat Sabang yang telah menyediakan fasilitas Asrama sehingga dapat dinikmati mahasiswa saat ini.

Dengan harapan apa yang sudah kita miliki agar dapat di jaga, serta dapat terus mendapat perhatian berbentuk perbaikan oleh Pemerintah,” ucapnya.

Adapun kegiatan ini dipersiapkan mulai dari awal tahun 2022 melalui silaturahmi bersama alumni, hingga 5 Juni 2022 yang menjadi puncak kegiatan acara, dimana dalam kegiatan tersebut ikut mengundang seluruh masyarakat sabang agar dapat berkumpul dan bersilaturahmi pada satu tempat yang sama.

Selanjutanya, Walikota Sabang Nazarudin S.I.Kom, dalam Sambutannya, berpesan kepada seluruh mahasiswa Sabang untuk terus bersungguh-sungguh dalam menjalani proses belajar di perantauan sehingga tercapainya tujuan dan cita-cita yang diinginkan.

Ia berharap untuk kedepannya mahasiswa mampu menjadi penerus generasi Sabang yang lebih baik dalam memajukan daerah Kota Sabang tercinta.

Ikut hadir Walikota dan Wakil Walikota, DPRK Sabang, Beberapa Kepala Dinas Kota Sabang, Alumni IPPEMAS, Ketua Paguyuban se-Aceh, dan masyarakat Sabang lainnya.