Beranda blog Halaman 1676

Menanti 21 Tahun, Lahan 141 Warga Lae Sipola Aceh Singkil Bisa Bersertifikat

0

Nukilan.id – Lae Sipola adalah salah satu desa yang ada di Kabupaten Aceh Singkil tepatnya berada di Kecamatan Singkohor. Di mana desa ini dulunya adalah tempat persinggahan mobil pengangkut kayu perusahaan. Kemudian, lambat laun masyarakat mulai menetap di tempat itu dan pada masa pemerintahan almarhum Makmur Syahputra, wilayah tersebut menjadi sebuah pemerintahan desa.

Pemekarannya mulai pada tahun 2001 dan saat ini jumlah KK nya sekitar 94 KK dengan jumlah jiwa mencapai 400 orang.

Karena berada di wilayah kawasan Hutan Produksi Konveksi (HPK) yang tak bisa disertifikatkan, puluhan tahun mereka tidak bisa mengakuisisi tanah secara hukum.

Beruntung dengan semangat pantang menyerah, akhirnya kawasan itu melalui pemerintah daerah mengusulkan kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk melepas dan mengeluarkan kawasan itu. Dan setelah keluar menjadi areal pemanfaatan lain (APL).

Momen bahagia itu akhirnya dapat dirasakan warga Desa Lae Sipola setelah Badan Pertanahan Kabupaten Aceh Singkil mengeluarkan Sertifikat Hak Milik untuk 141 warga yang memiliki lahan di desa itu. Di mana sebagian besar adalah warga desa setempat.

Acara penyerahan sertifikat tersebut langsung dapat sambutan meriah warga. Yang mana penyerahannya langsung oleh Bupati Aceh Singkil Dulmusrid, anggota DPRK Dapil II Aminullah Sagala, Kantah Pertanahan, muspika serta tamu undangan lainnya.

Proses Panjang

Dalam pidatonya Dulmusrid mengungkapkan proses panjang permohonan pengajuan pensertifikatan tanah warga. Pasalnya Desa Lae Sipola masuk ke dalam kawasan Hutan Produksi Konveksi (HPK) yang tak bisa dapat sertifikat.

“Pemerintah daerah lalu mengusulkan kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk melepas dan mengeluarkan kawasan ini. Dan setelah keluar menjadi areal pemanfaatan lain (APL). Sehingga dapat disertifikatkan,” kata Dulmusrid, Rabu (8/6/2022).

Kemudian oleh pemerintah desa menindaklanjuti melalui permohonan kepada Kantor Pertanahan. Dan akhirnya pada hari ini, Kantor Pertanahan membagikan sertifikat tanah kepada warga.

Bupati berpesan kepada warga, untuk menjaga sertifikat itu dengan baik di tempat yang aman. Sehingga tidak hilang. Juga tidak disalahgunakan. Karena itu merupakan barang yang berharga.

“Kepada bapak Kepala BPN (Kantor Pertanahan) saya titip pesan di akhir masa jabatan saya. Tanah warga yang belum tersertifikat agar diproses seperti hari ini yang bapak telah lakukan,” pesan Dulmusrid.

Salah seorang warga yang mendapat SHM, Asdar Sagala mengaku, sangat senang atas hadiah dari Pemerintahan Bupati Dulmusrid dan Wakil Sazali di akhir masa jabatannya.

“Terima kasih kepada Bupati Aceh Singkil, Kantor Pertanahan, camat, dan segenap perangkat desa yang telah memperjuangkan agar tanah kami untuk dapat sertifikat. Penantian panjang lebih kurang 20 tahun untuk mendapatkan sertifikat tanah kebun dan rumah,” ungkapnya.

Saking senangnya, Asdar mengatakan akan menyimpan dengan baik sertifikat tersebut. Serta akan dipergunakan ketika suatu saat dibutuhkan.

“Saya adalah orang yang paling bahagia saat ini. Setelah penantian panjang akhirnya saya dan kawan kawan dapat memiliki alas hak atas tanah di desa ini,” ujar Asdar dengan mata berkaca-kaca karena haru. [topmetro]

Irjen Ahmad Haydar: Humas adalah Etalase Polri

0
Kapolda Aceh Irjen Pol Ahmad Haydar. (Foto: Ist)

Nukilan.id – Bidang Humas merupakan satuan kerja Polri yang langsung berhubungan dengan masyarakat, baik dalam pemberian informasi maupun pelayanan kehumasan.

“Humas merupakan etalase Polri, khususnya Polda Aceh yang langsung berhubungan dengan masyarakat. Jadi, berikan yang terbaik,” kata Kapolda Aceh Irjen Ahmad Haydar, saat membuka Rakernis Bidhumas di Aula Presisi, Rabu, 8 Juni 2022.

Ahmad Haydar menyampaikan, selaku corong informasi, personel yang bertugas di Bidang Humas harus bertindak profesional dan proporsional, terutama dalam hal menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Di mana, sambungnya, personel harus paham dan mem-filter informasi yang bisa diberikan atau tidak, serta informasi bertahap, seperti informasi kasus kriminal yang membutuhkan waktu pengungkapan.

“Personel Humas harus paham tentang informasi-informasi yang harus diberikan kepada masyarakat lewat platform media. Selain itu juga ada informasi yang dikecualikan, itu tidak bisa diberikan dan diatur dalam KIP,” ujar Mantan Kapuslabfor Polri itu.

Oleh karena itu, ia berharap, Bidang Humas Polda Aceh sampai ke jajaran terus meningkatkan profesionalitasnya dan bisa menjadikan Humas sebagai referensi informasi kepada masyarakat, sehingga dapat memberikan iklim positif bagi institusi.

Di samping itu, Ahmad Haydar juga meminta Bidang Humas terus berperan aktif memerikan imbauan tentang pentingnya vaksinasi Covid-19 dan tidak bereforia dengan kelonggaran yang ada.

“Humas harus menjalin relasi, khususnya drngan awak media untuk terus mendorong edukasi vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat,” ujarnya. []

PNL Kirim 4 Mahasiswa ke USA dan Eropa untuk Program IIVOSMA 2022

0

Nukilan.id – Prestasi gemilang kembali ditorehkan mahasiswa Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL). Sebanyak 4 orang mahasiswa PNL lolos dalam Program Indonesian International Vocational Student Mobility Awards (IIVOSMA) 2022 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek).

IIVOSMA merupakan Program Merdeka Belajar yang ditujukan untuk mahasiswa vokasi jenjang Diploma III dan Sarjana Terapan/Diploma IV kampus vokasi negeri dan swasta di Indonesia untuk belajar atau magang selama 6 bulan ke kampus luar negeri.

Direktur PNL Ir. Rizal Syahyadi, ST. M.Eng.Sc bersyukur dan mengapresiasi atas capaian mahasiswa PNL yang berhasil lolos dalam Program IISMA 2022 ini.

“Alhamdulillah, saya merasa bersyukur dan sangat bangga karena 4 mahasiswa PNL bisa dikirim ke universitas terbaik di USA dan Eropa. Terimakasih kepada Manajemen PNL, Wakil Direktur, Koordinator Kantor Urusan Internasional (KUI), Ketua Jurusan, Ka. UPT Bahasa dan Tim Seleksi Bahasa Internal, serta seluruh civitas akademika PNL. Insya Allah kita maju bersama,” ungkap pria yang biasa disapa Didi, Rabu (8/6/2022).

Didi menambahkan, ke empat mahasiswa PNL tersebut mendapatkan kesempatan belajar dan magang di kampus luar negeri selama 6 bulan, yakni ke USA, Inggris Jerman dan Turki. Karena tidak mudah untuk bisa lolos dengan tingkat persaingan yang sangat ketat di seluruh Indonesia. Atas keberhasilan tersebut agar senantiasa menjaga nama baik dan citra PNL tercinta.

“Adik-adik mahasiswa yang diterima di USA dan Eropa adalah Brand Ambassador PNL, adik-adik harus belajar yang tekun, dispilin dan fokus agar program IIVOSMA dapat berjalan dengan baik. Selain itu, adik-adik juga bisa belajar budaya kerja dan disiplin disana, sehingga yang baik-baik bisa dibawa pulang untuk meningkatkan kinerja PNL maupun individu,” tutupnya.

Koordinator KUI PNL Ir. Azwar Yunus, ST. M.Sc mengatakan, ke empat mahasiswa PNL yang berhasil magang ke kampus bergengsi di luar negeri diantaranya Richard Imam Sufi, mahasiswa Jurusan Teknik Mesin (JTM) Program Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Manufaktur (TRM) yang akan magang di Lincoln Welding School, USA.

Selanjutnya Ali Imrani Silalahi, mahasiswa Jurusan Teknologi Informatika dan Komputer (TIK), Program Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Komputer Jaringan (TRKJ) yang lulus di Seljuc University, Turki. Kemudian Muhammad Husnul Azmi dari Prodi yang sama juga lulus di International University of Applied Science, Germany.

Terakhir, Muhammad Fajar Al Fatih yang berasal dari Program Sarjana Terapan Teknik Informatika lolos ke Conventry University, United Kingdom.

“Saya berpesan agar mereka belajar yang rajin, menjaga almamater serta dapat menjalin relasi dengan masyarakat lokal, mahasiswa internasional, dan juga membuka jejaring kerja sama untuk Kampus PNL,” terang lulusan TU Delf University, Belanda ini.

Ketua Jurusan TIK PNL Muhammad Arhami, S.Si. M.Kom melalui media ini mengaku bangga dengan prestasi yang diraih mahasiswanya.

“Tentu saya sangat bangga, Alhamdulillah terimakasih yang sebesar-besarnya kepada pimpinan dan semua pihak yang telah mendukung, khususnya KUI dah UPT. Bahasa,” kata Arhami.

Hal senada juga diungkapkan Kajur JTM, Hamdani, SST. MT. “Alhamdulillah, prestasi ini sangat membanggakan kami dan patut disyukuri. Terimakasih kepada pimpinan dan semua pihak yang terlibat dalam proses,” pungkas pria yang hobby gowes ini. []

Donor Darah HUT Ke-76 Bhayangkara, Polda Aceh Kumpulkan 2.104 Kantung Darah

0
Donor darah dalam rangka HUT Bhayangkara ke-76. (Foto: Dok.Ist)

Nukilan.id – Polda Aceh dan jajaran menggelar bakti kesehatan dalam bentuk donor darah dalam rangka menyambut HUT ke-76 Bhayangkara.

Kabid Dokkes Polda Aceh Kombes dr. Sariman mengatakan, donor darah tersebut dilaksanakan serentak di seluruh jajaran dan bekerja sama dengan UTD PMI setempat.

Sejauh ini, kata dr. Sariman, ada 3.788 peserta yang mendaftar untuk donor. Dari jumlah tersebut, 2.104 sudah mendonor dan 1.684 lagi batal karena alasan medis.

Dari total peserta yang donor, Polda Aceh dan jajaran berhasil mengumpulkan darah sebanyak 2.104 kantung, yang kemudian diserahkan ke PMI setempat selaku unit resmi penyedia darah bagi masyarakat.

Ia berharap, darah yang terkumpul dapat membantu ketersediaan stok darah di PMI di seluruh UTD serta bermanfaat kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Semoga bakti kesehatan ini dapat bermanfaat, khususnya bagi masyarakat Aceh yang membutuhkan darah,” kata Sariman, Rabu, 8 Juni 2022. []

Muslim: Menteri BUMN Harus Dorong Percepatan Penyelesaian Pembangunan Pabrik NPK di Aceh

0
Tangkapan Layar

Nukilan.id – Anggota Komisi VI DPR-RI Muslim, SHI, MM, menghadiri rapat kerja bersama Menteri BUMN Erick Thohir di Jakarta, Selasa (07/05/2022).

Dalam rapat tersebut, pria yang akrab disapa Bang Muslim tersebut meminta Menteri BUMN untuk mendorong PT. Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PP) agar segera menyelesaikan pembangunan pabrik pupuk NPK di PT. Pupuk Iskandar Muda (PIM).

“PT PIM sedang membangun pabrik NPK yang dikerjakan oleh PT PP.  Progresnya telah bergeser dari jadwal Kontrak awal. Kami meminta Menteri BUMN untuk memonitor dan mendorong PT.PP agar segera menyelesaikan pekerjaan pabrik tersebut” ucap Muslim.

Anggota DPR Dapil Aceh 2 tersebut berharap dengan beroperasinya pabrik NPK tersebut akan memberikan gairah baru dalam pembangunan perekonomian di Aceh.

“PT PIM dapat memanfaatkan pabrik NPK tersebut dan harapannya pabrik itu memberikan gairah baru terhadap pemajuan Perekonomian di Aceh” terang Muslim.Jakarta,  07/05/2022, Muslim, SHI, MM, anggota Komisi VI DPR-RI menghadiri Rapat Kerja bersama Menteri BUMN, Erick Thohir.

Dalam rapat tersebut, pria yang akrab disapa Bang Muslim tersebut meminta Menteri BUMN untuk mendorong PT. Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PP) agar segera menyelesaikan pembangunan pabrik pupuk NPK di PT. Pupuk Iskandar Muda (PIM).

“PT PIM sedang membangun pabrik NPK yang dikerjakan oleh PT PP.  Progresnya telah bergeser dari jadwal Kontrak awal. Kami meminta Menteri BUMN untuk memonitor dan mendorong PT.PP agar segera menyelesaikan pekerjaan pabrik tersebut” ucap Muslim.

Anggota DPR Dapil Aceh 2 tersebut berharap dengan beroperasinya pabrik NPK tersebut akan memberikan gairah baru dalam pembangunan perekonomian di Aceh.

“PT PIM dapat memanfaatkan pabrik NPK tersebut dan harapannya pabrik itu memberikan gairah baru terhadap pemajuan Perekonomian di Aceh” terang Muslim.

Jejak Mangrove yang Memengaruhi Peradaban Bangsa Nusantara

0
Mangrove © Malangusha/Shutterstock

Nukilan.id – Tanaman bakau (mangrove) adalah salah satu jenis tumbuhan yang memiliki segudang khasiat. Selain sebagai pelindung dari bencana abrasi, mangrove juga bisa menyerap karbondioksida dan jadi karbon biru yang sedang menggema di seluruh dunia.

Mangrove ini juga tak terpisahkan dari peradaban manusia yang hidup dari zaman sebelum masehi (SM) hingga sekarang. Bahkan keberadaan tanaman mangrove ini sangat penting untuk bangsa Nusantara.

Etnobiologi dari Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Ary Prihardyanto Keim menjelaskan bahwa mangrove memiliki pusat keragaman jenis di Indonesia yang dikenal sebagai negara tropis.

Bangsa Nusantara pada masa lalu terdiri dari bangsa Austronesia yang memiliki cangkupan wilayah sangat luas. Cangkupan wilayah Austronesia membentang dari Pulau Madagaskar, Afrika di bagian barat hingga Pulau Paskah di tengah Samudra Pasifik di bagian timur.

Bangsa Austronesia juga diketahui sebagai bangsa yang memanfaatkan mangrove sebagai bagian dari kehidupan mereka. Mereka menggunakan tanaman mangrove untuk kebutuhan keseharian seperti makanan, bahan bangunan, pembuatan kapal, dan juga obat.

Pada masa lalu bangsa Austronesia dikenal sebagai bangsa yang menguasai keahlian untuk bertahan hidup, baik di darat ataupun di laut. Keahlian tersebut sudah dimiliki sejak masih menjadi bagian dari wilayah Sunda dan kemudian berpisah pada zaman es.

Karena itu dia meyakini bangsa Austronesia yang hidup pada masa Paparan Sunda atau Sundaland sekitar 25.000 tahun SM, yang sudah menguasai teknologi perahu bercadik berlayar dengan mengikuti sebaran mangrove.

Menurut Ary, perahu bercadik menjadi ciri khas dari bangsa Nusantara pada masa lalu dan memiliki kemampuan sangat baik saat digunakan untuk berlayar ke berbagai tujuan. Saat mencapai tujuan, mereka biasa menggunakan mangrove sebagai bagian pendaratan.

“Pelayaran besar bangsa Austronesia mengikuti persebaran mangrove, khususnya Rhizophora spp, terutama R. apiculata, R.mucronata dan R. Stylosa,” ungkapnya yang dimuat dari Mongabay Indonesia.

Koloni tanaman mangrove yang pada masa lalu mudah ditemukan di wilayah pesisir, selalu menjadi area andalan bagi bangsa Austronesia sebagai tempat berlindung saat sedang berlayar. Biasanya kawasan hutan mangrove akan dituju bila atau sedang terjadi badai.

Kawasan mangrove juga menjadi area yang nyaman, karena banyak tersedia kebutuhan logistik untuk bangsa Austronesia ataupun kapal yang sedang mereka gunakan. Salah satu kebutuhan utama itu, tidak lain adalah air tawar yang digunakan untuk minum.

Bangsa mangrove

Bangsa Austronesia yang memiliki ikatan kuat dengan mangrove membuat mereka dikenal dengan sebutan bangsa Bakau atau bangsa Rhizophora. Sebutan tersebut masih bertahan hingga kini, meski bangsa Austronesia hanya tinggal nama.

Seiring perkembangan zaman, pengaruh bangsa Austronesia mulai melekat pada kerajaan-kerajaan besar yang pernah berkuasa di Nusantara. Sebut saja, Kerajaan Sriwijaya (abad 7 Masehi) di Sumatra dan Majapahit (abad 13 Masehi) di Jawa.

Kedua kerajaan besar tersebut diketahui membangun peradaban dengan menyusuri wilayah laut melalui pelayaran samudera. Dalam melakukan penjelajahan tersebut, mereka juga senantiasa menyusuri laut melalui kawasan Nusantara.

“Itu kenapa, Sriwijaya dan Majapahit juga bisa disebut ikut membangun peradaban bakau di Nusantara,” jelas Ary.

Ary berpendapat Sriwijaya menjadi kerajaan pertama yang menjadikan mangrove sebagai bagian dari pembentukan peradaban. Hal ini, jelasnya juga memengaruhi bentukan wilayah kekuasaan kerajaan yang sebarannya menyerupai mangrove, jenis Rhizophora apiculata.

Sementara Majapahit, lanjutnya diketahui sebagai kerajaan kedua yang menjadikan mangrove sebagai bagian dari pembentukan peradaban. Pengaruhnya bisa dilihat dari sebaran kekuasaanya menyerupai persebaran mangrove jenis Rhizophora stylosa.

Bahkan Ary menyebut dengan wilayah kekuasaan yang luasnya menyusuri sebaran bakau Rhizophora stylosa, Majapahit pada masa kejayaannya mampu menjangkau wilayah bagian utara dari benua Australia.

Selain karena mangrove, wilayah kekuasaan Majapahit bisa sampai ke bagian utara benua Australia, karena pada masa tersebut juga banyak nelayan yang terbiasa mencari teripang (Holothuroidea) ke benua Australia.

Biota laut itu menjadi buruan karena nelayan terbiasa menjadikan komoditas ekspor yang dikirim ke Tiongkok. Selain itu, nelayan Majapahit juga diketahui menjual langsung hasil tangkapan teripang di Australia.

“Sebaran kekuasaan di Australia, ucap Ary didukung oleh temuan koin-koin (uang) dan meriam cetbang,” paparnya.

Dirinya menambahkan, ketika nelayan-nelayan Majapahit mencari ikan, mereka biasanya akan menyusuri wilayah pesisir laut jika di sekitarnya ditemukan kawasan mangrove. Kebiasaan ini juga dilakukan pelaut Majapahit yang terbiasa menggunakan perahu layar.

Mangrove sebagai jati diri

Hingga kini mangrove masih digunakan sebagai kebutuhan masyarakat Indonesia, misalnya sebagai pewarna pakaian di Sulawesi, Banten, bahkan Samoa. Hal ini menjadi upaya pelestarian budaya leluhur.

Bukti lainnya dari pengaruh tanaman mangrove terhadap peradaban bangsa Nusantara juga bisa dilihat dari tulisan ilmiah bangsa Eropa berjudul Herbarium Amboinense yang diterbitkan pada 1743.

Bila dilihat dalam buku tersebut, G E Rumphius mengatakan bahwa di daerah Ambon ada 5 jenis bakau yang biasa ditemukan di kawasan pesisir pantai. Rumphius juga menyebutkan bahwa tanaman bakau dilindungi oleh hukum adat dan dinamakan Sasi Mangi-mangi.

“Sebutan bakau oleh orang Ambon adalah Mangi-mangi. Dia menulis bahwa bakau sangat penting untuk makanan, bahan bangunan, obat, dan pewarna. Dalam tulisan tersebut, bakau menjadi tanaman penting, karena sebagai tempat berlindung ikan dan tempat hidup kepiting,” paparnya.

Melihat segala fakta yang ada, Ary menegaskan bahwa keberadaan mangrove sudah menjadi hal yang penting bagi eksistensi bangsa Austronesia pada masa lalu. Dengan kata lain, kawasan hutan mangrove di pesisir tidak lain adalah bagian dari bangsa Nusantara.

Karena itu, Ary berharap agar mangrove bisa terus mendapat perhatian dari masyarakat Nusantara. Pemahaman tentang ilmu etnobiologi bakau juga harus terus dikembangkan demi generasi penerus.

Diketahui, Indonesia saat ini menjadi pemilik hutan mangrove terluas di dunia. Berdasarkan data yang dirilis Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), luasan hutan bakau menciut dari 4,20 juta hektare pada 1982 menjadi 3,48 juta hektare pada 2017.

Sementara berdasarkan data yang dirilis Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), luasan hutan bakau yang kondisinya masih baik saat ini hanya tersisa 1.671.140 hektare, dan hutan bakau yang rusak meluas hingga mencapai 1.818.000 hektare.

Dengan melihat kondisi ini, menjadi penting bagi Indonesia sebagai pusatnya peradaban Austronesia dan Melanesia untuk menjadikan mangrove sebagai bagian dari kehidupan. Dengan demikian, bangsa Indonesia akan lebih menghargai mangrove.

“Orang Indonesia seharusnya juga menghargai mangrove. Bangsa Indonesia bisa dikatakan bangsa bakau. Jadi bukan orang Indonesia namanya kalau tidak menghargai mangrove.” [GNFI]

Gelar Donor, Polres Aceh Jaya Sumbang Darah 81 Kantung

0
Polres Aceh Jaya gelar donor darah. (Foto: Dok.Ist)

Nukilan.id – Menyambut HUT ke-76 Bhayangkara, Polres Aceh Jaya menggelar bakti kesehatan donor darah di Aula Satpas SIM Polres Aceh Jaya, Selasa, 7 Juni 2022.

Kapolres Aceh Jaya AKBP Yudi Wiyono mengatakan, kegiatan donor darah itu merupakan bakti kesehatan Polri yang masuk dalam rangkaian kegiatan HUT ke-76 Bhayangkara.

Donor darah yang ikut melibatkan PMI Banda Aceh tersebut berhasil mengumpulkan darah sebanyak 81 kantung.

“Darah yang terkumpul adalah 81 kantung dari 133 peserta yang ikut donor,” kata Yudi.

Ia berharap, bakti sosial ini dapat membantu ketersediaan darah di PMI Banda Aceh serta membantu masyarakat yang membutuhkan,” tutup Yudi Wiyono.

Erick Thohir: BNI Salurkan Pembiayaan Rp1,1 Triliun agar PMI Terbebas dari Rentenir

0
Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Swaranesia)

Nukilan.id – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir terus berupaya melindungi para Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari jerat rentenir atau lintah darat. Antara lain dengan mendorong Bank Negara Indonesia atau BNI menyalurkan pembiayaan bagi para PMI.

“Sejak awal, saya dengan Pak Benny memberikan dorongan, pendanaan dengan BNI daripada terjebak lintah darat yang Pak Benny bilang mafia, lalu juga ketika pulang mereka sudah terdaftar di data bank sehingga mereka bisa usaha sendiri nanti,” ucap Erick saat melepas 285 PMI ke Korea Selatan (Korsel) bersama Kepala BP2MI Benny Rhamdani di Jakarta, Senin (6/6).

Erick mengatakan, hingga saat ini, BNI telah membuka rekening khusus senilai Rp1,1 triliun untuk 181.000 PMI. Erick menyampaikan, BNI hingga saat ini telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp816 miliar kepada 45.000 PMI sejak 2015. Hal ini membuat BNI berkontribusi atas 95 persen penyaluran KUR nasional PMI.

BUMN melalui PT Angkasa Pura II dan Garuda Indonesia, lanjut Erick, juga memberikan kemudahan dan kenyamanan dengan menyediakan PMI Lounge, sebagai jalur cepat keimigrasian khusus bagi para PMI, dan menyediakan penerbangan tambahan khusus untuk memfasilitasi penerbangan PMI ke Korsel.

“Kita pastikan jangan sampai masyarakat kita jadi masyarakat kelas dua. Kita melayani asing luar biasa, tapi masyarakat sendiri yang namanya pejuang devisa tidak kita layani, ada yang harus kita intervensi dan perbaiki,” lanjut Erick.

Oleh karena itu, Erick sejak awal meminta AP II dan Garuda Indonesia memberikan pelayanan maksimal berupa jalur khusus dan juga lounge. Erick menilai hal ini juga menjadi arahan dari Presiden Joko Widodo.

“Presiden katakan negara harus hadir dan menjaga rakyatnya. Jangan sampai justru kita menjadi negara yang menomorduakan bangsanya sendiri, kita harus memastikan kita melayani bangsa kita nomor satu,” ucap Erick.

Apresiasi Dukungan BUMN

Kepala BP2MI Benny Rhamdani mengaku sangat mengapresiasi dukungan BUMN. Berkat dukungan tersebut, ucap Benny, transformasi tata kelola perlindungan sudah bergerak ke arah yang lebih baik. Benny menilai kolaborasi dengan BUMN juga menghadirkan perlakuan hormat negara kepada para pahlawan devisa.

“Perlakuan hormat ini sudah dilakukan atas bantuan BUMN karena kalau BP2MI tidak punya anggaran. Bayangkan ada pinjaman dengan bunga sangat rendah dan PMI tidak boleh lagi jual harta keluarga atau pinjam ke rentenir jika ingin keluar negeri. Negara hadir,” ujar Benny.

Benny menyampaikan, fasilitas jalur khusus dan lounge di bandara juga menempatkan PMI sejajar dengan para pejabat tinggi negara. Hal ini memberikan kebanggaan tersendiri bagi para pekerja migran. Benny menyebut perlakuan istimewa kepada para PMI sudah sepantasnya dilakukan mengingat sumbangsih mereka yang memberikan Rp 159 triliun setiap tahunnya untuk Indonesia.

“Keberpihakan kita juga menjadi perlawanan serius kepada mereka yang masih memberangkatkan secara tidak resmi. Rakyat diberikan pilihan dan mereka akan memilih jalan secara resmi dan diperlakukan dengan hormat,” tutup Benny. [Merdeka]

 

Sarmadoli Rebut Juara Pertama Kejuaraan Catur Aceh 2022

0

Nukilan.id – Kadispora Aceh, Dedi Yuswadi yang diwakili oleh Kasi Pembinaan dan Prestasi Dispora Aceh, Muksalmina S Pd menyerahkan medali dan uang pembinaan untuk juara 1,2 dan 3 Kejuaraan Catur Tahun 2022 kategori Putri.

Kegiatan penutupan diwarnai pembagian hadiah Kejuaraan Catur Aceh Tahun 2022 yang diselenggarakan oleh Dispora Aceh bekerjasama dengan Percasi Aceh ini berlangsung di hotel Grand Aceh, Lamdom, Banda Aceh, Selasa (7/6/2022).

Kejuaraan Catur Kategori Putra Juara I diraih oleh Sarmadoli Siringo Ringo Club Pengprov Aceh,Juara II diraih Irwandi dan Juara III juga diraih Dicky Aditya juga masing-masing menerima medali dan uang pembinaan.

Adapun Kejuaraan Catur Tahun 2022 ini untuk kategori juara diambil hingga juara peringkat sampai ke- 20 diberikan uang pembinaan yang masing-masing peserta nominalnya sesuai peringkatnya dan dikirim langsung ke rekeningnya.

Dalam sambutan penutupan, Kadispora Aceh, Dedi Yuswadi yang diwakili oleh Kasi Pembinaan dan Prestasi Dispora Aceh, Muksalmina S Pd menyampaikan, agenda kegiatan Kejuaraan Catur tahun 2022 sebagai langkah menuju PON 2024 yang tahun ini khususnya saya mengucapkan terimakasih kepada Pengprov Percasi Aceh yang sangat fokus serta ambisius dalam membina atlet catur di Aceh sehingga untuk tahun ini saja penuh dengan event yang telah dilaksanakan.

“Untuk tiga bulan kedepan akan dilaksanakan lagi event olahraga tentunya sehingga untuk tiga bulan kedepannya lagi memasuki agenda kegiatan PORA dan selanjutnya penuh dengan event lainnya lagi,” ungkapnya.

Ia katakan, Pemerintah Aceh sangat mendukung sekali supaya atlet Percasi Aceh berbicara ditingkat Nasional maupun Internasional, bahkan Aceh menyumbangkan medali emas untuk Indonesia melalui putra Aceh, Zulhelmi pada Sea Games yang kemarin tentu merupakan hal luar biasa sekali yang kalau dikatakan dulu tidak mungkin tetapi hari ini mungkin.

“Jangan bosan-bosan mencari bibit baru untuk pembinaan catur menuju PON 2024 karena kategori catur mendapatkan ikut full class, sedangkan medali itu akan berasal dari Bireuen, Aceh Timur, Banda Aceh atau dari manapun belum tau lagi kita tetapi Kejuaraan Catur hari ini sudah dapat memunculkan grad atletnya,” ujarnya.

Namun, atlet yang sudah mendapatkan juara di Kejuaraan Catur ini dapat membuat laporan disampaikan untuk Dispora Aceh dan Koni Aceh untuk mendapatkan pembinaan yang lebih fokus lagi berlatih untuk meningkatkan kemampuannya.

Muksalmina berharap, bagi yang mendapatkan juara diharapkan dapat terus mempertahankan prestasinya hingga terus mengasah kemampuan dalam bersaing di tiap-tiap event dan bagi yang belum mendapatkan kemenangan kali ini dapat terus berlatih dan ingat PON Aceh 2024 saya yakin kita semua pun bersama atlet yang terbaik pasti bisa meraih kemenangan.

Sementara itu, Ketua Umum Percasi Aceh, H Ihsanuddin MZ, SE, MM yang diwakili Ketua Harian Percasi Aceh, H Qamaruzzaman Hagni M Sos juga menyampaikan, Percasi Aceh sangat mengapresiasi atas dapat bekerjasama dengan Pemerintah Aceh melalui Dispora Aceh yang sudah banyak membuat event bahkan sehingga Kejuaraan Catur tahun 2022 ini juga berlangsung yang dapat diikuti oleh atlet catur yang ada di Provinsi maupun sebanyak 21 Kabupaten dan Kota di Aceh, yang tidak dapat ikut Simeulue dan Aceh Barat Daya.

“Seluruh pengurus Percasi yang ada di 23 Kabupaten dan Kota nantinya juga akan ada kejuaraan satu lagi Percab kerjasama dengan Dispora Aceh beserta EO yang merupakan program juga,” katanya.

Oleh sebab itu, tentunya tidak ada perbedaan sama sekali untuk atlet catur yang ada di 23 Kabupaten dan Kota yang tergabung dalam Percasi Aceh bahkan kita juga mengikuti mekanisme sebagaimana sudah ada khususnya untuk atlet catur sesuai hasil rapat bersama untuk dalam berbagai event, jangan sampai adanya salah persepsi karena Pengprov Percasi Aceh adalah caturnya dunia kita semua begitu pula dalam kepengurusan yang sangat perlu ditegaskan tidak ada perbedaan sama sekali. [JurnalNanggroe]

Gelar Donor Darah, Polres Aceh Timur Kumpulkan Darah 103 Kantung

0
Kapolres Aceh Timur, AKBP Mahmun Hari Sandy Sinurat. (Foto: Dok.Ist)

Nukilan.id – Menyambut HUT ke-76 Bhayangkara, Polres Aceh Timur menggelar bakti kesehatan dalam bentuk donor darah di Aula Bhara Daksa, Mapolres Setempat, Selasa, 7 Juni 2022.

Kapolres Aceh Timur, AKBP Mahmun Hari Sandy Sinurat menyebutkan, HUT Bhayangkara 2022 yang bertemakan “Polri yang Presisi Mendukung Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Struktural untuk Mewujudkan Indonesia Tangguh-Indonesia Tumbuh” tersebut dirayakan dengan berbagai kegiatan kemanusian, salah satunya adalah bakti kesehatan donor darah.

Mahmun mengatakan, kegiatan donor darah yang digelar pihaknya bekerja sama dengan Unit Transfusi Darah Rumah Sakit dr. Zubir Mahmud dengan melibatkan 11 tenaga kesehatan dan dibantu personel Sie Dokkes Polres Aceh Timur.

“Ada 167 peserta donor dan terkumpul darah 103 kantung. Semua sudah diserahkan ke PMI Aceh Timur,” katanya.

Mahmun berterima kasih kepada peserta yang sudah bersedia mendonorkan darahnya. Selain itu juga dia berterima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam menyukseskan bakti kesehatan donor darah.

Ia berharap, darah yang terkumpul dapat bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Harapan kami, kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar, termasuk kegiatan-kegiatan lain yang dilakdanakan oleh Polres Aceh Timur,” ujar Mahmun Hari Sandy Sinurat.

Donor darah itu diikuti Pejabat Utama Polres Aceh Timur, Kapolsek Jajaran, Ketua beserta Pengurus Bhayangkari Cabang Aceh Timur, Ketua Ranting Bhayangkari, seluruh personel Polres Aceh Timur, perwakilan Bhabinkamtibmas, dan Siswa Latja SPN Polda Aceh. []