Beranda blog Halaman 1672

NasDem Aceh Berangkatkan 300 Pengurus dan Tarian Saman Meriahkan Rakernas di Jakarta

0
Muslim Ayub. (Foto Repro Serambi)

Nukilan.id – Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah Partai Nasional Demokrat (NasDem) Aceh H. Muslim Ayub, SH menyampaikan, Nasdem Aceh akan memberangkatkan 300 orang pengurus untuk menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai NasDem yang digelar 15-17 Juni 2022 di Jakarta Convention center (JCC) dan Gedung Nasdem Tower, Jakarta Pusat.

“Yang berangkat pengurus dari tingkat DPW hingga tingkat kecamatan, dan akan memberi laporan kesiapan pengurus Nasdem dari tingkat kecamatan hingga desa,” kata Muslim Ayub ketika dihubungi di Jakarta, Sabtu (11/6/2022).

Dijelaskan, agenda utama kehadiran pengurus NasDem Aceh ke Jakarta antara lain untuk mensukseskan pelaksanaan Rakernas, kesiapan pengumpulkan e-KTA, terbentuknya pengurus NasDem di Aceh hingga ke tingkat desa, dan dalam rangka penyampaian pilihan NasDem Aceh dari 4 capres dari Partai NasDem.

Untuk itu–pihaknya sudah mempersiapkan Group Saman Gayo dari Gayo Lues untuk turut memeriahkan rakernas tersebut.

“Mereka Group Saman yang memang sudah mendapat penghargaan dunia, dan yang turut menjadikan saman sebagai Warisan Dunia tak Benda,” kata Muslim.

Muslim juga berharap kehadiran kelompook Saman Gayo ini akan menjadi salah satu daya tarik yang memiliki filosofi kekuatan dan kekompakan.

“Tari Saman juga salah satu kesenian yang paling diminati Pak Surya Paloh,” ujar Muslim Ayub. [Ji]

Politeknik Lhokseumawe Ikuti Kontes Robot Indonesia 2022

0
Tim Robot PNL Ikuti Kontes Robot Indonesia 2022. (Foto: Ist)

Nukilan.id – Tim Robot Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) mengikuti Kontes Robot Indonesia (KRI) 2022 yang dilaksanakan secara daring dan luring. Informasi ini disampaikan oleh juru bicara Team POLYROBOCOM_05 Muhammad Nasir, ST.,MT pada Kamis (9/7/2022).

“Kontes robot KRI tingkat wilayah dilakukan daring di masing-masing perguruan tinggi, dan sekarang kita sedang mengikuti kontes robot tingkat wilayah 1 di Aula Asrama Mahasiswa PNL, selanjutnya setelah pengumuman pada 14 Juni 2022 mendatang, maka pada 29 Juni sampai 3 Juli 2022 akan diadakan tingkat nasional secara luring di Institut Teknologi Surabaya (ITS),” terang Nasir.

Menurut Nasir tim robot dari PNL yang diketuai oleh Salahuddin, S.ST., MT mengikuti dua divisi, yakni Divisi Robot ABU Indonesia (KRAI) dengan nama team POLYROBOCOM_05 yang dibimbing Bakhtiar, ST.,MT dan  Divisi Robot SAR Indonesia (KRSRI) dengan Nama Team RAMBIDEUEN_04 dibimbing Yusman, ST.,MT.

“Kita berharap tim robot PNL bisa meraih kemenangan dalam ajang KRI 2022 ini. Kegiatan ini diadakan oleh Pusat Prestasi Nasional, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia adalah dalam rangka menumbuhkembangkan dan meningkatkan kreativitas mahasiswa di perguruan tinggi,” papar Nasir.

“Dengan adanya kegiatan ini, mahasiswa bisa mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan teknologi ke dalam dunia nyata. Juga bisa meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam pengembangan bidang teknologi robotika, serta meningkatkan kepekaan mahasiswa dalam menyelesaikan masalah bangsa dengan menggunakan teknologi robotika, dan memperkenalkan unsur-unsur seni dan budaya bangsa Indonesia khususnya seni tari yang telah terkenal di bumi pertiwi kepada mahasiswa di perguruan tinggi dan membudayakan iklim kompetitif di lingkungan perguruan tinggi,” lanjutnya.

Adapun mahasiswa PNL yang mengikuti kontes robot itu yakni, Muhammad Raju yang merupakan Ketua Team POLYROBOCOM_05, yang beranggotakan Sirajuddin, Muhammad Akbar Syauqi, Rian Amada, M. Fadhlul Qiram, Muhammad Mufhadhal, dan M. Sultan Nizam.

Sedangkan yang menjadi Ketua Team RAMBIDEUEN_04 adalah Najiv Rizki, yang terdiri dari anggota yeam yaitu, Ramond Syahputra Marpaung.

Calon Jama’ah Haji Diberangkat ke Tanah Suci, MPU Aceh Apresiasi Pemerintah

0
lem faisal
Ketua MPU Aceh, Tgk. H. Faisal Ali alias Lem Faisal. (Foto: Nukilan).

Nukilan.id – Sebanyak 1.993 calon jamaah haji tahun 2022 asal Aceh akan diberangkatkan ke tanah suci, Mekkah. Keberangkatan tersebut dibagi menjadi enam Kloter. Untuk kloter pertama diberangkatkan pada tanggal 15 Juni 2022 melalui Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Aceh Besar, menuju Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz, Arab Saudi.

Menanggapi hal itu, Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Faisal Ali mengapresiasi pemerintah yang telah mampu memenuhi keinginan masyarakat untuk berangkat ke tanah suci.

“Kami mengapresiasi pemerintah karena telah mampu memenuhi hajatan orang banyak yang sudah 2 tahun masyarakat tidak bisa melaksanakan ibadah haji,” ucap Pria yang akrab disapa Lem Faisal itu dalam keteranganya kepada Nukilan, Jum’at (10/6/2022).

Baca juga: 1.993 Calon Jamaah Haji Asal Aceh Bakal Diberangkatkan ke Tanah Suci, Ini Jadwalnya

Ia mengatakan, meskipun kouta jama’ah haji tahun ini lebih sedikit. Namun, jika dibandingkan dengan negara-negara lain kouta jama’ah haji Indonesia itu lebih banyak.

“Kalau dulunya Aceh memiliki 10 kloter untuk penerbangan jamaah haji, tapi sekarang hanya 5 kloter, dan disini terjadi penurunan. Namun, kita harus tetap bersyukur,” ungkap Lem Faisal.

Disisi lain, Lem Faisal berharap kepada jama’ah haji untuk mengkonsumsi buah-buahan dan minum air yang banyak untuk menjaga kebugaran selama ibadah haji agar ibadahnya dapat berjalan dengan baik dan lancar tanpa ada kendala.

“Hal paling utama yang harus diperhatiakan oleh jamaah haji adalah kesehatan, karena kita mendapat laporan dari pemerintah Arab Saudi saat ini cuaca sangat panas,” harapnya.

Reporter: Hadiansyah

Setiap Hari Puluhan Hewan Ternak di Aceh Besar Terserang PMK, Total Kasus Capai 2.686

0
Petugas posko Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Pemkab Aceh Besar memeriksa dan mengobati sapi yang terinfeksi PMK. (ANTARA FOTO / Irwansyah Putra/rwa)

Nukilan.id – Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Besar menyampaikan penyebaran wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sudah memprihatinkan. Penambahan kasus baru PMK mencapai 85 ekor ternak per hari sehingga total kasus telah mencapai 2.686 ekor.

“Kalau dari penambahan kasus baru di Aceh Besar itu rata-rata setiap hari 85 ekor dari awal PMK di Aceh Besar mulai 6 Mei 2022 hingga 10 Juni ini,” kata Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Dinas Pertanian Aceh Firdaus saat dihubungi dari Banda Aceh, Jum’at (10/6/2022).

Dinas Pertanian Aceh Besar mencatat total populasi sapi di kabupaten setempat 81.276 ekor dan kerbau 6.401 ekor.

Dijelaskan, hingga saat ini jumlah ternak yang terindikasi PMK di Aceh Besar mencapai 2.686 ekor meliputi sapi dan kerbau yang tersebar di 19 kecamatan. Kasus tertinggi di kecamatan Kuta Baro, Montasik dan Indrapuri.

Dari data itu, sebanyak 598 ekor ternak sudah dinyatakan sembuh, kemudian 11 ekor mati dan tujuh ekor mati dengan cara dipotong paksa, karena kondisi ternak sudah tidak mungkin lagi diobati.

“Dalam penanganan potong paksa ini, semua daging dikuburkan agar virus tidak membahayakan ternak lain,” kata Firdaus.

Ia menjelaskan ternak terindikasi PMK itu terus mendapatkan perhatian dari pemerintah dan juga peternak, melalui penanganan berupa pemberian antibiotik, serta berbagai macam vitamin hingga akhirnya sembuh.

Ternak yang sembuh itu, lanjut dia, tidak lepas juga peran besar dari para peternak yang selalu memantau perkembangan kesehatan ternak mereka, dan bahkan juga ikut memberikan obat-obatan tradisional.

“Kami perhatikan di lapangan, peran peternak ini lebih besar. Mereka juga memberikan telur bebek, gula aren kepada ternak mereka dengan tujuan agar stamina ternak kembali pulih,” katanya.

Sedangkan 18 ternak yang mati, kata Firdaus, memang sudah dalam kondisi yang sangat parah, ditambah lagi penanganan yang terlambat karena ternak tersebut dilepas liar.

“Jadi ketika ditemukan kondisinya sudah parah, kuku sudah terkelupas, mulut sudah rusak, jadi yang mati ini umumnya karena terlambat ditangani,” katanya.

Untuk saat ini, Dinas Pertanian Aceh Besar terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang wabah PMK, di samping terus melakukan penanganan terhadap ternak yang terindikasi PMK, mulai dari pencegahan melalui penyemprotan disinfektan hingga pengobatan. [Antara]

Melihat Desa Wisata Limbo Wolio, Punya Benteng Terluas di Dunia

0
Desa Wisata Limbo Wolio © jadesta.kemenparekraf.go.id

Nukilan.id – Siapa yang pernah mengunjungi kota Baubau di Sulawesi Tenggara? Kota ini berada di Pulau Buton yang diapit Laut Banda dan Laut Flores. Lokasi kota ini termasuk strategis dan menjadi daerah penghubung antara kawasan barat dan timur Indonesia.

Baubau juga terletak di Kawasan Wallacea dan pusat segitiga karang dunia (coral triangle). Dengan posisi geografis yang strategis, kota ini memiliki peranan penting dalam alur pelayaran nasional dan sebagai pusat aktivitas di sektor perdagangan.

Baubau juga memiliki banyak tradisi dan budaya yang masih dilestarikan hingga saat ini. Jika mengunjungi Baubau, Anda dapat mempelajari berbagai warisan budaya dan atraksi menarik seperti kande-kandea, alana bulua, dole-dole, tandaki, haroa, tembaana bula, dan berbagai permainan tradisional.

Tentunya Baubau juga memiliki potensi pariwisata yang besar dan punya banyak tempat menarik untuk dijelajahi wisatawan. Salah satunya adalah Desa Wisata Limbo Wolio.

Dalam kunjungan ke desa wisata tersebut pada 9 Juni 2022, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno berpesan kepada seluruh masyarakat agar dapat mempertahankan kelestarian dan keberlanjutan Desa Wisata Limbo Wolio.

Daya tarik Desa Wisata Limbo Wolio

Sandiaga menjelaskan bahwa Desa Wisata Limbo Wolio yang berada di puncak bukit Kota Baubau memiliki benteng terbesar di dunia dengan luas 23,3 hektare dan telah tercatat di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dan Guinness Book of World Record pada 2006.

“Desa Wisata Limbo Wolio ini merupakan lokasi benteng terluas di dunia, kita harus jaga, kita harus lestarikan. Dan memang untuk menjaganya ini melibatkan masyarakat, pemerintah, dan seluruh unsur pentahelix,” ujarnya.

Benteng Wolio dibangun berbentuk tumpukan batu karst yang disusun mengelilingi komplek istana. Pembangunan benteng ini bertujuan sebagai pagar pembatas antara komplek istana dengan pemukiman masyarakat sekaligus menjadi benteng pertahanan.

Benteng tersebut awalnya dibangun oleh Raja Buton III bernama La Sangaji yang bergelar Kaimuddin pada abad ke-16. Namun, ketika masa pemerintahan Raja Buton IV, La Elangi atau Dayanu Ikhsanuddin, benteng yang awalnya hanya tumpukan batu tersebut dibangun kembali menjadi benteng permanen. Konon, benteng baru itu dibuat dari bebatuan yang direkatkan menggunakan putih telur, pasir, dan kapur.

Keberadaan Benteng Wolio memberikan pengaruh besar terhadap eksistensi kerajaan pada masa kejayaan pemerintahan Kesultanan Buton. Bahkan, dalam waktu lebih dari empat abad, Kesultanan Buton bisa bertahan dan terhindar dari ancaman musuh.

Nama benteng ini berasal dari kata welia, yang artinya membabat. Konon, pada saat pembangunan benteng ini dilakukan pembabatan pohon-pohon besar di sekitarnya. Benteng Wolio juga dikenal dengan nama lain Benteng Keraton Buton karena di dalamnya terdapat rumah tinggal Sultan Buton.

Benteng ini berada di puncak bukit kapur dengan dikelilingi dinding batu gunung dan kapur laut sepanjang 2.750 meter dan seluas 23,375 hektare. Pada bangunan benteng terdapat 16 buah boka-boka atau pos pengintai (bastion), 12 buah lawa atau pintu gerbang, 16 benteng kecil (baluara), parit dan sistem persenjataan berupa badili atau meriam buatan Portugis dan Belanda. Karena lokasi puncak bukit cukup tinggi dengan lereng terjal sangat memungkinkan tempat ini menjadi benteng pertahanan terbaik pada masanya.

“Namun kualitas dari batu-batu di Benteng Wolio ini perlahan akan tergerus, ini harus ada konservasinya, karena yang harus diperhatikan adalah aspek keberlanjutannya, bagaimana ikon pariwisata Limbo Wolio ini akan menjadi warisan untuk anak cucu kita, untuk ratusan tahun ke depan, jadi harus kita jaga,” kata Sandiaga.

Ratusan tahun kemudian, Benteng Wolio menjadi obyek wisata unggulan Kota Baubau dan telah dikunjungi ribuan turis domestik dan mancanegara setiap tahunnya. Dari benteng ini, wisatawan dapat menyaksikan pemandangan menakjubkan Kota Baubau dan hilir mudik kapal di Selat Buton. Di kawasan benteng juga terdapat berbagai peninggalan sejarah Kesultanan Buton.

Masjid Agung dan makam-makam sultan

Di dalam Benteng Wolio juga terdapat masjid, istana sultan, makam-makam sultan dan pejabat, serta rumah adat Malige. Sebagai salah satu sultan yang sangat dihormati pad masanya, Raja Buton IV yang juga dikenal dengan nama Sultan Murhum Qaimuddin Khalifatul Khamis mendirikan sebuah masjid yang diberi nama Masigi Ogena atau Masjid Agung Kesultanan Buton.

Masjid Agung Kesultanan Buton ini memiliki 17 anak tangga yang melambangkan jumlah rakaat dalam salat dan terdapat bedug sepanjang 99 cm sebagai lambang asmaul husna, dan pasaknya sebanyak 33 buah sesuai dengan jumlah tasbih.

Di halaman masjid pengunjung bisa melihat sulana tombi, tiang bendera setinggi 21 meter yang dibangun tahun 1712. Tiang dari kayu jati ini digunakan untuk mengibatkan longa-longa, bendera kesultanan yang berbentuk segitiga. Kemudian, ada pula jangkar raksasa dari kapal dagang VOC yang karam di perairan Buton pada 1592.

Selain masjid, ada pula kawasan makam-makam yang dibangun untuk penghormatan kepada jasa-jasa sultan semasa hidupnya. Makam Raja Buton IV pun ada di area tersebut dan di dekatnya terdapat batu Yi Gandangi. Menurut masyarakat setempat, belum sah ke Baubau jika belum menyentuh batu tersebut. Pada zaman dahulu, ada mata air di celah batu yang konon dapat mengeluarkan air ketika ada penobatan raja atau sultan. [GNFI]

Pengelola Perpustakaan di Banda Aceh dan Aceh Besar Dilatih Kompetensi Teknologi

0

Nukilan.id – Sebanyak 120 peserta yang merupakan perwakilan pengelola perpustakaan tingkat SMA-SMK di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar dilatih kompetensi pengelolaan perpustakaan berbasis teknologi informasi.

Kegiatan pelatihan pengelolaan perpustakaan digital yang dilaksanakan oleh Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar berlangsung selama 4 hari, mulai tanggal 7-10 Juni 2022 di Gedung Cabang Dinas tersebut.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kota Banda Aceh dan Aceh Besar, Syarwan Joni SPd MPd melalui Kasubbag Tata Usaha, Dr Muzafar ST MM dalam sambutan tertulis menyampaikan bahwa keberadaan perpustakaan sekolah yang dikelola secara profesional menjadi salah satu indikator peningkatan mutu pendidikan.

Menurut Syarwan Joni, perpustakaan ideal adalah perpustakaan yang mampu memenuhi keinginan pengguna dengan berbagai kolektif penyediaan informasi yang memadai, terstruktur, terukur dan mudah diakses, dari berbagai sumber informasi kapan saja dan di mana saja yang dipandu oleh profesional pustakawan.

“Perubahan paradigma ini menempatkan perpustakaan sebagai sumber daya informasi yang sangat penting karena dimungkinkan akan memberikan kemudahan pada pemustaka dan aksesibilitas informasi di Perpustakaan,”kata Kacabdin Pendidikan Wilayah Kota Banda Aceh dan Aceh Besar dalam keterangan tertulis, Selasa (10/6/2022) yang dibacakan KTU Dr Muzafar.

Sebelumnya, Ketua Pelaksana T Ampuh Rony Atmaja SPd MPd dalam laporannya menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan untuk memberikan pengetahuan kepada pengelola perpustakaan sekolah dalam mengelola perpustakaan khususnya dalam penerapan teknologi informasi di Perpustakaan.

“Pelatihan ini diikuti oleh 120 peserta perwakilan dari pengelola perpustakaan SMA/SMK di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar dengan rincian 53 dari kota Banda Aceh dan 67 dari Aceh Besar yang dibagi dalam 4 kelas,”kata T Ampuh Rony dalam keterangan tertulis, Jum’at (10/6/2022).

Dalam pelatihan tersebut, turut menghadirkan narasumber dan instruktur masing-masing, Kacabdin wilayah Kota Banda dan Aceh Besar Syarwan Joni SPd MPd, Ketua Ikatan Pustakawan Indonesia provinsi Aceh, Nazaruddin MLIS PhD, Sekretaris Prodi Ilmu Perpustakaan UIN Ar-Raniry Banda Aceh Mukhtaruddin MLIS, Fadhli SIP, Rahmad Syah Putra MPd MAg, Siti Aminah MMLS, Wandi Syahputra, SIP dan Arkin SIP dan sejumlah instruktur dari Aceh Library Consultant. []

Gakkum LHK Tetapkan Bupati Langkat Non Aktif Sebagai Tersangka Kepemilikan Satwa Dilindungi

0
Foto: Dok.menLHK

Nukilan.id – Penyidik Balai Gakkum LHK Wilayah Sumatera menetapkan Bupati Langkat Non Aktif, TRPA (49) sebagai tersangka atas kepemilikan satwa yang dilindungi. Penetapan tersangka ini berdasarkan hasil Gelar Perkara antara Balai Gakkum LHK Wilayah Sumatera, Balai Besar KSDA Sumut dan Polda Sumut pada tanggal 8 Juni 2022.

Adapun barang bukti yang didapat berupa 1 ekor Elang Brontok Fase Terang, 2 ekor Burung Beo, 2 ekor Jalak Bali dan 1 ekor Monyet Hitam Sulawesi telah direhabilitasi di Pusat Penyelamatan Satwa Sibolangit. Sedangkan 1 ekor Orangutan Sumatera direhabilitasi di Pusat Karantina Orangutan Sumatera.

“Penyidik Balai Gakkum LHK Wilayah Sumatera masih terus berkoordinasi dengan Polda Sumut untuk menyempurnakan berkas perkara. Ini merupakan hasil kolaborasi antara Balai Gakkum LHK Wilayah Sumatera dengan Balai Besar KSDA Sumut serta Polda Sumut dalam memberantas kejahatan terhadap satwa liar yang dilindungi Undang-Undang,” kata Kepala Balai Gakum LHK Wilayah Sumatera, Subhan.

Saat ini tersangka merupakan tahanan KPK RI dalam perkara tindak pidana korupsi, sehingga Penyidik Balai Gakkum LHK akan berkoordinasi dengan KPK RI untuk dapat melanjutkan pemeriksaan TRPA sebagai tersangka. Atas perbuatannya tersebut, tersangka diancam dengan hukuman pidana Pasal 21 ayat (2) huruf a jo Pasal 40 ayat (2) Undang-undang Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dengan ancaman pidana penjara maksimal 5 tahun dan denda maksimal Rp. 100 juta.

Kronologi kasus ini bermula ketika Petugas KSDA Sumut mendapat perintah untuk melakukan pengambilan satwa liar dilindungi Undang-Undang pada tanggal 25 Januari 2022 sekitar pukul 14.00 WIB di Desa Raja Tengah, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat yang diketahui adalah kediaman TRPA. Pada saat yang sama sedang dilakukan kegiatan penyidikan oleh KPK RI yang didampingi Brimobda Sumut dan Polres Langkat dalam perkara tindak pidana korupsi. Setelah dilakukan koordinasi dengan penyidik KPK, petugas diperkenankan memasuki komplek rumah.

Dari hasil identifikasi di rumah tersangka, ditemukan 1 ekor Orangutan Sumatera, 1 ekor Elang brontok fase terang, 2 ekor Burung Beo, 2 ekor Jalak Bali dan 1 ekor Monyet Hitam Sulawesi. Pada saat dilakukan konfirmasi dengan penanggung jawab satwa, yang bersangkutan tidak dapat menunjukkan surat izin kepemilikan satwa liar yang dilindungi Undang-Undang sehingga keseluruhan satwa tersebut diamankan dan dibawa oleh petugas. Selanjutnya penyidik Balai Gakkum LHK Wilayah Sumatera melakukan penyidikan lebih lanjut untuk menentukan tersangka dari kasus ini. []

Ramah Lingkungan, Bandara Banyuwangi Masuk 20 Besar Arsitektur Terbaik Dunia

0
Bandara Blimbingsari © Mario Wibowo akdn.org

Nukilan.id – Bandara Internasional Banyuwangi di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, masuk dalam 20 besar bangunan dengan arsitektur terbaik dalam ajang Aga Khan Awards for Architecture (AKAA) 2022.

Pada 2 Juni lalu, AKAA mengumumkan 20 karya arsitektur terpilih dari 463 karya yang tersebar di 16 negara dalam 15th Award Cycle (2020-2022). AKAA merupakan bagian dari Aga Khan Development Network yang telah didirikan sejak tahun 1997 oleh Yang Mulia Aga Khan. Penghargaan arsitektur tertua dan bergengsi di dunia ini diberikan setiap tiga tahun.

Penghargaan AKAA diberikan untuk karya-karya arsitektur dengan desain yang unggulan, praktik perencanaannya, pelestarian sejarah, dan lanskap. Ditambah dengan karya yang menggunakan sumber daya lokal, teknologi tepat guna dengan cara yang inovatif, serta mampu menjadi inspirasi di tempat lain.

Di setiap periode, terdapat para Master Jury yang akan menentukan karya terbaik untuk menerima penghargaan ini. Pada AKAA 2022, ada sembilan Master Jury yang terdiri dari arsitek, para ahli independen, spesialis konservasi, perencana, dan structural engineers. Para juri tersebut antara lain Nada Al Hassan, Amale Andraos, Kader Attia, Kazi Khaleed Ashraf, Sibel Bozdogan, Lina Ghotmeh, Francis Kere, Anne Lacaton, dan Nader Tehrani

Representasi fotografi dari 20 karya terpilih akan dipajang dalam pameran di King’s Cross, London dari 2 Juni hingga 30 Juni 2022, sebagai bagian dari King’s Cross Outdoor Art Project yang bertepatan dengan London Architecture Festival.

Bandara Internasional Banyuwangi

Bandara yang diklaim sebagai bandara hijau pertama di Indonesia ini termasuk salah satu dari 20 karya arsitektur terbaik dunia menurut AKAA.

“Ini sebuah kebanggaan. Bandara Banyuwangi masuk nominasi kompetisi arsitektur kelas dunia, bersanding dengan puluhan karya arsitektur lain dari berbagai negara,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, seperti dikutip Kompas.com.

Bandara Internasional Banyuwangi yang sebelumnya dikenal sebagai Bandara Blimbingsari merupakan karya arsitek Tanah Air yaitu Andra Matin. Bandara dengan landas pacu 2.250 meter ini dibuka pada 29 Desember 2010 dan setiap harinya melayani sekitar 110.000 penumpang.

Pada 2015, pemerintah mulai membangun terminal baru yang lebih besar dengan memanfaatkan dana APBD Provinsi Jawa Timur senilai Rp 22,5 miliar dan APBD Kabupaten Banyuwangi senilai Rp 10,5 miliar. Dana tersebut digunakan untuk pembangunan terminal, aksesori, elektrikal, musala dan area parkir. Bandara ini mengusung konsep hijau dan ramah lingkungan yang dapat dilihat pada tanaman di atap terminal, konservasi air, dan penggunaan sunroof untuk pencahayaan alami di siang hari.

Andra juga mengoptimalkan sistem penghawaan alami ke dalam bangunan sehingga hampir seluruh uang operasional bandara tidak membutuhkan AC. Hal ini bisa dilihat dari overhang selebar tujuh meter, kisi-kisi kayu sebagai dinding ruang, juga pada sisi atap untuk menjadi ventilasi sekaligus naungan alami.

Selaku arsitek, Andra mengadopsi bentuk ikat kepala khas Suku Osing (penduduk asli Banyuwangi) dalam rancangan bangunan bandara. Alih-alih merancang bandara dengan gaya internasional, Andra memilih pendekatan desain yang sesuai konteks lingkungan dan mencerminkan citra kearifan lokal Kabupaten Banyuwangi.

Nilai kebudayaan setempat juga diaplikasikan pada bagian puncak atap berupa struktur limas segitiga, mengadopsi atap rumah khas Suku Osing dengan konsep Tikel Balung, Baresan dan Crocogan.

“Kami bersyukur kolaborasi kami dengan Pemkab Banyuwangi mendapat apresiasi Dunia. Bandara Banyuwangi tidak hanya ramah lingkungan, namun sangat kental budaya lokal,” kata sang arsitek.

20 Besar Arsitektur Terbaik Dunia AKAA 2022

Berikut daftar lengkap karya terpilih untuk Aga Khan Award for Architecture 2022:

  1. Rehabilitasi Kantor Pos Manama, Manama – Bahrain
    Arsitek: Studio Anne Holtrop
  2. Community Space (merespons pengungsi Rohingya), Teknaf – Bangladesh
    Arsitek: Rizvi Hassan, Khwaja Fatmi, Saad Ben Mostafa
  3. Urban River Space, Jhenaidah – Bangladesh
    Arsitek: Co. Creation.Architects
  4. Program Rehabilitasi Outros Bairros, Mindelo – Cape Verde
    Arsitek: OUTROS BAIRROS
  5. Perpustakaan Lilavati Lalbhai di CEPT University, Ahmedabad – India
    Arsitek: RMA architects
  6. Bandara Blimbingsari, Banyuwangi – Indonesia
    Arsitek: andramatin
  7. Expandable House, Batam – Indonesia
    Arsitek: ETH Zurich
  8. Aban House, Isfahan – Iran
    Arsitek: USE Studio
  9. Museum Seni Kontemporer dan Pusat Budaya Argo, Tehran – Iran
    Arsitek: ASA North
  10. Sekolah Dasar Jadgal, Seyyed Bar – Iran
    Arsitek: DAAZ Office
  11. Renovasi Guest House Niemeyer, Tripoli – Lebanon
    Arsitek: East Architecture Studio
  12. Menara Angin Wafra, Kuwait City – Kuwait
    Arsitek: Agi Architects
  13. Pengembangan Issy Valley, Ait Mansour – Morocco
    Arsitek: Salima Naji dan Inside Outside
  14. Niamey 2000, Niamey – Niger
    Arsitek: united4design
  15. Gedung Pengadilan Tulkarm, Tulkarm – Palestina
    Arsitek: AAU Anastas
  16. Sekolah Menengah CEM Kamanar, Thionck Essyl – Senegal
    Arsitek: Dawoffice
  17. Pusat Pembelajaran Lanka, Parangiyamadu – Sri Lanka
    Arsitek: Feat.collective
  18. Le Jardin d’Afrique, Zarzis – Tunisia
    Arsitek: Rachid Koraichi
  19. Rehabilitasi Tarsus Old Ginnery, Tarsus – Turki
    Arsitek: Sayka Construction Architecture Engineering Consultancy
  20. Rehabilitasi Flying Saucer, Sharjah – Arab Saudi
    Arsitek: SpaceContinuum Design Studio

[GNFI]

Seluas 36.832 Hektare Kawasan Hutan Dilepaskan untuk IKN

0
Ilustrasi. (Foto: Jatam Kaltim)

Nukilan.id – Demi penyiapan Kawasan Ibu Kota Negara (IKN) Kawasan Hutan seluas sekitar 36.832 hektare di Provinsi Kalimantan Timur akan dilepaskan. Kawasan Hutan yang dilepaskan itu terdiri dari 36.647 hektare berstatus Hutan Produksi yang Dapat Dikonversi (HPK) dan 185 hektare lainnya merupakan Hutan Produksi Tetap (HP).

“Pelepasan Kawasan Hutan Produksi yang Dapat Dikonversi (HPK) seluas 36.647 hektare dan HP seluas 185 hektare, bukan APL (Areal Penggunaan Lain),” kata Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (MenLHK) Siti Nurbaya, dalam Rapat Kerja bersama Komisi IV DPR RI, Senin (6/6/2022) kemarin, dikutip dari CNN Indonesia.

Menteri Siti menjelaskan, Kawasan HP yang sudah dilepaskan di Kawasan IKN luasnya sebesar 15.337 hektare. Kini status areal tersebut sudah menjadi APL dan dapat digunakan untuk pembangunan.

Kemudian juga mengungkapkan, 28.021 hektare Kawasan Hutan pada Kawasan Pengembangan IKN juga sudah mengalami perubahan fungsi. Itu terdiri dari Kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) seluas 1.856 hektare, Kawasan HPK seluas 3.805 hektare dan HP seluas 22.300 hektare.

Selain melakukan pelepasan Kawasan Hutan, lanjut Siti, pihaknya juga melakukan rehabilitasi hutan dan membangun persemaian skala besar. Hal tersebut dilakukan di areal Hutan Tanaman Industri (HTI) atau areal yang ada di dalam Hutan Produksi.

“Dalam rangka transformasi HTI menjadi hutan tropika basah Kalimantan. Di dalam konteks perencanaan IKN disebutnya Zona Rimba.”

Untuk diketahui, wilayah IKN Nusantara mencakup areal seluas 256.142 hektare. Yang mana Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) yang berada di Kecamatan Sepaku, luasnya sekitar 6.671 hektare. Dari luasan tersebut, 5.669 hektare di antaranya berstatus Kawasan HPK, 156 hektare berstatus HP dan 818 hektare statusnya APL.

Kemudian, Zona Kawasan IKN memiliki luas sekitar 56.181 hektare, terdiri atas Kawasan Hutan seluas 40.844 hektare (HP 4.197 hektare dan HPK 36.647 hektare) dam APL seluas 15.337 hektare. [Betahita]

Projo Aceh Dukung Usulan DPC Aceh Singkil Usung H. Sairun Jadi Pj Bupati

0
H. Sairun (kiri/batik hitam) dan Ketua DPD Projo Aceh, H. Husaini M. Amin alias Tgk Batee (peci putih) bersama pengurus Projo Aceh. Foto: Dok. Ist

Nukilan.id – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Projo Aceh dan mendukung penuh usulan DPC Projo Kabupaten Aceh Singkil mengusung H. Sairun, kader terbaik sekaligus mantan Ketua DPC Projo Kota Subulussalam untuk ditetapkan sebagai Pj Bupati Aceh Singkil oleh Presiden Joko Widodo.

Ketua DPD Projo Aceh, H. Husaini M. Amin yang akrab disapa Tgk. Batee telah mengeluarkan surat dukungan rekomendasi dengan nomor 02/PROJO-ACEH/VI/2022 ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Projo, mendukung H. Sairun untuk ditetapkan sebagai Pj. Bupati Aceh Singkil.

“Kami harapkan kepada pemerintah pusat agar mendengarkan suara Projo di Aceh untuk diberi kesempatan mengusung Pj Bupati Aceh Singkil dari kader terbaik Projo itu sendiri,” ungkap Huseini dalam keterangnnya kepada Nukilan, Jum’at (10/6/2022).

Seperti diketahui, kata dia, Projo adalah besutan presiden Joko Widodo, jadi apa yang diputuskan oleh DPC Projo Aceh Singkil sudah sangat tepat mengusung H. Sairun sebagai Pj. Bupati Aceh Singkil.

Dijelaskan bahwa, H. Sairun yang dikenal sebagai tokoh pergerakan untuk rakyat ini sejalan dengan misi Projo berjuang digaris rakyat. Dan juga telah dibuktikan bahwa H. Sairun berhasil sebagai komando membantu penyelesaian sengketa lahan 22 Desa di 5 Kecamatan Kabupaten Aceh Singkil dengan PT. Nafasindo beberapa tahun yang lalu.

“Tentunya ini dalam kapasitas beliau sebagai Ketua DPC Projo sudah membuktikan kinerjanya kepada kepentingan rakyat dan berjuang digaris rakyat,” ujar Husaini

Disamping beliau sebagai putra daerah, H. Sairun juga memahami berbagai persoalan daerah. Maka dari itu, H. Sairun tidak asing lagi di mata masyarakat Aceh Singkil.

“Saat beliau menjabat Kepala Dinas Pendidikan dan Plt. Asisten 1 di Kota Subulussalam telah banyak melakukan terobosan dan konsep yang ldiakukan di dunia pendidikan, terbukti dimana rangking pendidikan Kota Subulussalam yang selama ini bertender diurutan 23 Kabupaten/Kota se-Aceh bisa berada diposisi 13 besar se-Aceh,” jelas Huseini.

Ditambah lagi, lanjutnya, kepercayaan Walikota Subulussalam memberikan jabatan sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan diberi tugas tambahan sebagai Plt Asisten 1 membidangi pemerintahan dan kesejahteraan rakyat ini juga bukti bahwa H. Sairun sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tidak diragukan lagi kemampuannya di pemerintahan.

“Kami yakin pintu gerbang Projo di Aceh akan terbuka melalui Aceh Singkil dengan ditetapkannya kader terbaik Projo H. Sairun menjadi Pj Bupati Aceh Singkil. Dukungan DPC Projo 23 Kabupaten Kota se-Aceh mengusung H. Sairun menjadi Pj Bupati Aceh Singkil sebagai salah satu bentuk suara bulat pengurus Projo se Aceh membangun kekuatan Projo di Aceh,” tegasnya.

Terakhir, Husaini menyampaikan, pengurus DPD Projo Provinsi Aceh sangat mengapresiasi DPC Projo Aceh Singkil yang telah mengusung secara terbuka calon Pj Bupati Aceh Singkil.

“Projo tidak mengusung kandidat seperti menjual kucing dalam karung. Tapi tokoh yang diusul, memiliki kinerja dan tujuan yang jelas,” tutup Huseini. []