Beranda blog Halaman 166

Mahasiswa Universitas Almuslim Bantu Pulihkan Pertanian Pascabanjir di Bireuen

0
Puluhan mahasiswa dari Universitas Almuslim membantu masyarakat memulihkan sektor pertanian pascabencana banjir Aceh. (FOTO: Almuslim)

NUKILAN.ID | BIREUEN – Puluhan mahasiswa Universitas Almuslim turun langsung membantu masyarakat memulihkan sektor pertanian pascabanjir di Desa Tanjong Nie, Kabupaten Bireuen, Aceh. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Mahasiswa Berdampak Pemulihan Bencana Sumatra yang bertujuan mempercepat pemulihan ekonomi dan ketahanan pangan masyarakat terdampak.

Program bertajuk Membangun Desa Tangguh Pangan Pascabencana: Sinergi Mahasiswa, Kelompok Tani, dan Karang Taruna dalam Pemulihan Produksi dan Mitigasi Banjir Bandang di Aceh itu dilaksanakan sejak 29 Januari hingga 5 Maret 2026.

Sebanyak 50 mahasiswa dari tiga program studi, yakni Ekonomi Pembangunan, Manajemen Ritel, dan Pendidikan Geografi terlibat dalam kegiatan tersebut. Program ini dipimpin oleh dosen Fakultas Ekonomi Universitas Almuslim, Muhammad Rizal, bersama anggota tim Dr. Hariki Fitrah, dosen Pendidikan Geografi yang memiliki keahlian di bidang mitigasi bencana.

Selama program berlangsung, para mahasiswa tinggal di desa tersebut untuk mendampingi masyarakat dalam berbagai kegiatan pemulihan pascabencana.

Sebelumnya, banjir bandang yang melanda wilayah tersebut menyebabkan kerusakan infrastruktur desa, termasuk jaringan irigasi pertanian. Sejumlah lahan sawah juga tertimbun sedimentasi lumpur sehingga tidak dapat digunakan untuk menanam padi dalam waktu lama. Kondisi tersebut berdampak pada menurunnya produksi pangan masyarakat setempat.

Untuk membantu pemulihan sektor pertanian, mahasiswa bersama masyarakat membangun sumur bor sebagai sumber air alternatif guna mengairi lahan pertanian yang terdampak kerusakan irigasi. Selain itu, mereka juga membantu percepatan pemulihan lahan pertanian serta menanam jagung sebagai tanaman pangan alternatif pengganti padi.

Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pemulihan produksi pangan. Tim mahasiswa juga memberikan pelatihan mitigasi kebencanaan kepada masyarakat guna meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir bandang di masa mendatang. Pelatihan kewirausahaan turut diberikan untuk memperkuat perekonomian masyarakat desa.

Selain itu, mahasiswa juga terlibat dalam berbagai kegiatan sosial, seperti gotong royong membersihkan saluran drainase, membantu kegiatan posyandu, serta berpartisipasi dalam aktivitas kemasyarakatan lainnya di desa tersebut.

Kepala Desa Tanjong Nie, Fakhrizal, menyampaikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa dan dosen Universitas Almuslim yang telah membantu masyarakat bangkit dari dampak bencana.

“Kami sangat berterima kasih karena desa kami dipilih sebagai lokasi program. Kehadiran mahasiswa memberikan semangat baru bagi masyarakat untuk bangkit lebih cepat. Lahan yang sebelumnya kami pikir tidak bisa digunakan lagi, kini sudah bisa ditanami kembali dan mulai memberikan hasil,” ujarnya.

Ketua tim dosen, Muhammad Rizal, mengatakan program tersebut dirancang untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi dampak bencana sekaligus memperkuat ketahanan pangan desa.

“Melalui program ini, kami berupaya memberikan solusi bagi masyarakat, baik dari sisi sosial kemasyarakatan maupun peningkatan ekonomi. Kami juga ingin meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam menghadapi risiko bencana banjir bandang,” katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kemdiktisaintek yang telah memberikan dukungan melalui program Mahasiswa Berdampak, serta kepada Universitas Almuslim yang turut mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.

Melalui kolaborasi antara mahasiswa, dosen, pemerintah desa, kelompok tani, dan karang taruna, program ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan produksi pangan sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana di masa depan.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

Mensos dan Mendagri Salurkan Bantuan Rp100,9 Miliar untuk Korban Banjir Aceh Timur

0
Kasatgas PRR Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian dalam kegiatan Penyerahan Bantuan Pemerintah untuk Penanganan Korban Bencana Alam di Wilayah Sumatera di Pendopo Bupati Aceh Timur, Aceh, Senin (16/3/2026).(FOTO: Dok. Satgas PRR)

NUKILAN.ID | IDI RAYEUK – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menemui para penyintas banjir di Aula Serbaguna Pendopo Bupati Aceh Timur, Senin (16/3/2026). Dalam kunjungan tersebut, pemerintah menyalurkan bantuan senilai sekitar Rp100 miliar untuk penanganan korban bencana di daerah tersebut.

Mengutip Kompas.com, bantuan tersebut disalurkan melalui Kementerian Sosial dengan total nilai mencapai Rp100.975.850.000 atau sekitar Rp100,9 miliar untuk penanganan dampak bencana di Kabupaten Aceh Timur.

Jika dirinci, bantuan itu meliputi bantuan stimulan sosial ekonomi sebesar Rp38,215 miliar bagi 7.643 kepala keluarga (KK). Selain itu, terdapat bantuan jaminan hidup sekitar Rp38,921 miliar untuk 28.831 jiwa.

Pemerintah juga menyalurkan bantuan isi hunian senilai sekitar Rp22,929 miliar untuk 7.643 KK. Sementara itu, santunan ahli waris diberikan sebesar Rp900 juta untuk 60 jiwa, serta santunan bagi korban luka berat sebesar Rp10 juta untuk dua orang.

Mensos Saifullah Yusuf mengatakan bahwa Kementerian Sosial memiliki tugas menyalurkan berbagai bentuk bantuan mulai dari masa tanggap darurat hingga pascabencana.

Pada masa kedaruratan, kata dia, Kemensos turut memberikan dukungan berupa logistik, dapur umum, tenda pengungsian, serta berbagai bantuan lain bersama TNI, Polri, pemerintah daerah, BNPB, dan sejumlah lembaga terkait.

Sedangkan pada tahap pascakedaruratan, bantuan yang diberikan mencakup santunan bagi korban meninggal dunia, santunan korban luka berat, jaminan hidup bagi pengungsi, hingga bantuan pemulihan sosial ekonomi masyarakat.

“Presiden membentuk satuan tugas khusus yang diketuai oleh Menteri Dalam Negeri untuk mengoordinasikan berbagai bantuan dari pemerintah pusat agar penanganan bencana dapat berjalan lebih efektif,” ujar Saifullah Yusuf.

Sementara itu, Mendagri Tito Karnavian menilai bantuan tersebut tidak hanya ditujukan untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana, tetapi juga diharapkan dapat mendorong aktivitas ekonomi di daerah.

“Dana ini akan beredar di Aceh Timur dan diharapkan dapat membantu meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat,” ujar Tito.

Ia juga menekankan pentingnya keakuratan data dalam proses penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak.

“Data yang disampaikan harus benar-benar akurat dan sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan agar bantuan dapat disalurkan dengan lancar kepada masyarakat yang membutuhkan,” katanya.

Selain itu, Tito meminta pemerintah daerah untuk proaktif melengkapi data korban serta membentuk satuan tugas khusus guna mempercepat proses pendataan dengan melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat proses penyaluran bantuan sehingga masyarakat yang terdampak bencana dapat segera menerima hak mereka.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

BPK Temukan Dugaan Penyimpangan Dana BOS Rp631 Juta di Puluhan Sekolah Aceh Selatan

0
Ilustrasi dana BOS. (Foto: Fakta Berita)

NUKILAN.ID | TAPAKTUAN – Pengelolaan dana operasional sekolah di Kabupaten Aceh Selatan menjadi sorotan setelah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Aceh menemukan dugaan penyimpangan penggunaan Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) pada tahun anggaran 2025.

Dikutip dari Beritakini.co, temuan tersebut tercatat dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Kepatuhan atas Belanja Barang dan Jasa serta Belanja Modal Tahun 2025.

Sepanjang tahun 2025, total dana operasional sekolah yang dialokasikan pemerintah untuk satuan pendidikan di Aceh Selatan mencapai Rp39,69 miliar. Namun, hasil pemeriksaan auditor menemukan sejumlah pola penyimpangan dalam pengelolaannya.

Jika diakumulasi, nilai persoalan yang ditemukan dalam penggunaan dana pendidikan itu mencapai sekitar Rp631,6 juta. Jumlah tersebut terdiri dari kelebihan pembayaran serta belanja yang tidak dapat diyakini kebenarannya.

Awal Mula Temuan Auditor

Pemeriksaan dimulai dengan pengujian dokumen pertanggungjawaban penggunaan dana BOSP di sejumlah sekolah. Auditor kemudian membandingkan laporan tersebut dengan bukti fisik dan catatan pengeluaran riil yang dimiliki bendahara sekolah.

Dari proses itu, auditor menemukan belanja dana BOSP sebesar Rp349.702.000 pada laporan tahap pertama yang tidak mencerminkan kondisi sebenarnya.

Belanja yang dipersoalkan berasal dari tiga sekolah, yakni SMP Negeri 1 Kluet Selatan sebesar Rp44.640.000, SMP Negeri 1 Pasie Raja sebesar Rp238.700.000, serta SMP Negeri 1 Sawang sebesar Rp66.362.000.

Menurut auditor, sebagian bukti transaksi tidak berasal dari penyedia barang atau jasa. Dokumen tersebut justru disusun sendiri oleh bendahara sekolah untuk kebutuhan laporan pertanggungjawaban.

Dalam beberapa kasus, kuitansi bahkan dibuat lebih dulu lalu dibawa ke toko untuk dimintai tanda tangan dan stempel agar seolah-olah transaksi benar-benar terjadi.

Kuitansi Disiapkan Sendiri

Praktik serupa juga ditemukan di sejumlah sekolah dasar dan menengah lainnya, antara lain SD Negeri Padang Rasian, SD Negeri Terbangan Cut, SD Negeri 9 Tapaktuan, SD Negeri Damar Tutong, SD Negeri 2 Labuhan Haji, SD Negeri 1 Kotafajar, SMP Negeri 1 Tapaktuan, SMP Negeri 2 Meukek, SMP Negeri 3 Bakongan, SMP Negeri 1 Pasie Raja, SMP Negeri 2 Bakongan, SMP Negeri 1 Bakongan Timur, dan SMP IT Darul Amilin.

Dari hasil wawancara auditor dengan pihak sekolah, diketahui bahwa kuitansi pembelian sering kali disusun terlebih dahulu oleh bendahara untuk menyesuaikan laporan dengan rencana anggaran kegiatan sekolah (ARKAS). Setelah itu, dokumen tersebut baru dibawa ke toko untuk dimintai tanda tangan atau stempel sebagai bukti transaksi.

Penggunaan Dana Tak Sesuai Aturan

Selain persoalan bukti transaksi, auditor juga menemukan penggunaan dana BOSP yang tidak sesuai dengan petunjuk teknis.

Di beberapa sekolah, dana operasional digunakan untuk membayar iuran organisasi kepala sekolah, honor aparatur sipil negara (ASN), hingga pengeluaran lain yang tidak diperbolehkan dalam aturan BOSP.

Nilai penggunaan dana yang tidak sesuai dengan ketentuan tersebut mencapai sekitar Rp322 juta. Beberapa sekolah yang tercatat menggunakan dana di luar aturan antara lain SMP Negeri 1 Tapaktuan, SD Negeri Damar Tutong, SD Negeri 4 Kandang, SMP IT Darul Amilin, SMP Negeri 1 Bakongan Timur, SD Negeri 1 Kotafajar, dan SD Negeri 9 Tapaktuan.

Selisih Pembayaran Honor

Temuan lainnya muncul ketika auditor melakukan konfirmasi kepada pihak penerima pembayaran.

Di SMP Negeri 2 Meukek, misalnya, honor teknisi pemasangan wifi dilaporkan sebesar Rp6,58 juta. Namun setelah dikonfirmasi kepada teknisi, jumlah yang diterima hanya Rp1,85 juta, sehingga terdapat selisih Rp4,73 juta.

Kasus serupa juga terjadi di SMP Negeri 3 Bakongan terkait pembayaran honor pelatih Olimpiade Sains Nasional dan tenaga administrasi. Dalam laporan disebutkan sebesar Rp9,3 juta, tetapi yang benar-benar dibayarkan hanya Rp5,15 juta.

Dana Disimpan di Rumah Kepala Sekolah

BPK juga menyoroti cara penyimpanan dana operasional sekolah yang dinilai berisiko.

Dalam sejumlah kasus, dana BOSP yang telah dicairkan dari rekening sekolah langsung ditarik hampir seluruhnya dalam bentuk tunai. Sisa dana kemudian disimpan oleh kepala sekolah di rumah.

Hal tersebut terjadi di SD Negeri Padang Rasian. Kepala sekolah bersama bendahara menarik dana BOSP pada September dan Oktober 2025 masing-masing sebesar Rp22,29 juta untuk disimpan secara tunai.

“Wawancara lebih lanjut kepada kepala sekolah SD Negeri Padang Rasian, dana BOSP Reguler Tahap II yang masuk sebesar Rp44.590.000,00 telah dilakukan belanja sebenarnya sebesar Rp13.624.000,00. Sisa dana sebesar Rp30.966.000,00 telah dipakai untuk keperluan pribadi,” beber BPK.

Menurut auditor, praktik tersebut berisiko membuka peluang penyalahgunaan dana pendidikan.

BPK Minta Dana Dikembalikan

BPK menilai berbagai persoalan itu terjadi karena lemahnya pengawasan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Selatan. Selain itu, kepala sekolah dan bendahara dinilai kurang cermat dalam mempertanggungjawabkan penggunaan dana BOSP.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan berbagai risiko, mulai dari penyalahgunaan dana, penyimpanan uang yang tidak aman, hingga penggunaan anggaran yang tidak efektif dan tidak akuntabel.

Atas temuan itu, BPK meminta pemerintah daerah melalui Inspektorat memproses pertanggungjawaban belanja dana BOSP sebesar Rp349,7 juta yang tidak dapat diyakini kebenarannya. Jika tidak dapat dipertanggungjawabkan, dana tersebut diminta untuk disetor kembali ke kas daerah.

Selain itu, kelebihan pembayaran sebesar Rp281,9 juta juga diminta untuk dikembalikan sesuai ketentuan yang berlaku.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

Kemenag Aceh Siapkan 190 Masjid Ramah Pemudik Selama Arus Mudik Lebaran 2026

0
Kemenag Aceh Siapkan 190 Masjid Ramah Pemudik Selama Arus Mudik Lebaran 2026 (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Aceh menyiapkan sebanyak 190 Masjid Ramah Pemudik yang dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai tempat beristirahat selama arus mudik dan arus balik Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026.

Kepala Kanwil Kemenag Aceh, Azhari, mengimbau para pemudik agar tidak memaksakan diri saat melakukan perjalanan jauh menuju kampung halaman.

“Masyarakat untuk tidak memaksakan diri saat dalam perjalanan mudik ke kampung halaman pada momen Idul Fitri 1447 H. Jika lelah dalam perjalanan, Kemenag telah menyiapkan 190 masjid yang siap melayani 24 jam selama fase arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 di Aceh,” kata Azhari.

Ia menjelaskan, masjid-masjid tersebut tersebar di sepanjang jalur utama mudik di Aceh. Fasilitas ini diharapkan dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai tempat singgah dan beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan.

“Ini merupakan bagian dari pelayanan kemanusiaan dan kepedulian sosial kepada masyarakat yang sedang melakukan perjalanan,” ujarnya.

Selain menyediakan tempat istirahat, Kemenag juga mendorong pengurus masjid untuk menghadirkan fasilitas tambahan demi meningkatkan kenyamanan pemudik. Beberapa di antaranya seperti tempat pengisian daya telepon seluler, ruang khusus bagi ibu menyusui, hingga layanan sederhana seperti tambal ban dan obat-obatan ringan.

Azhari berharap program Masjid Ramah Pemudik ini dapat membantu masyarakat menjalani perjalanan mudik dengan lebih aman dan nyaman, sekaligus tetap menjaga nilai ibadah selama bulan Ramadan.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

Bank Aceh Syariah Lhokseumawe Salurkan Zakat Rp50 Juta ke BMK

0
Kepala Cabang Bank Aceh Syariah Lhokseumawe, Jamaluddin, Senin 16 Maret 2026 menyerahkan zakat karyawan dan tenaga kerja (TI) sebesar Rp.50.000.000 kepada Baitul Mal Kota Lhokseumawe dan diterima langsung oleh Anggota Badan Baitul Mal Kota Lhokseumawe, Dr. Munawir, didampingi staf BMK Rully Hamdani serta disaksikan oleh sejumlah perwakilan dari kedua lembaga. (Foto: Dok BMK Lhokseumawe)

NUKILAN.ID | Lhokseumawe – PT Bank Aceh Syariah Cabang Lhokseumawe menyalurkan zakat karyawan dan tenaga kerja sebesar Rp50.000.000 kepada Baitul Mal Kota (BMK) Lhokseumawe, Senin, 16 Maret 2026.

Penyerahan zakat berlangsung di Kantor Bank Aceh Syariah Cabang Lhokseumawe dalam suasana kebersamaan, sebagai wujud komitmen mendukung penguatan zakat sebagai instrumen kesejahteraan umat.

Zakat tersebut diserahkan secara simbolis oleh Kepala Cabang Bank Aceh Syariah Lhokseumawe, Jamaluddin, dan diterima langsung oleh Anggota Badan Baitul Mal Kota Lhokseumawe, Dr. Munawir, didampingi staf BMK Rully Hamdani, serta disaksikan perwakilan dari kedua lembaga.

Jamaluddin mengatakan, penyaluran zakat ini merupakan bagian dari komitmen Bank Aceh Syariah dalam menjalankan prinsip ekonomi syariah sekaligus mendukung program pemberdayaan masyarakat melalui lembaga resmi pengelola zakat.

“Zakat yang disalurkan ini merupakan amanah dari para karyawan Bank Aceh Syariah yang kami percayakan kepada Baitul Mal Kota Lhokseumawe untuk dikelola dan disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerimanya. Kami berharap zakat ini dapat memberikan manfaat nyata dalam membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujar Jamaluddin.

Sementara itu, Anggota Badan Baitul Mal Kota Lhokseumawe, Dr. Munawir, mengapresiasi kepercayaan yang diberikan oleh Bank Aceh Syariah dalam mendukung pengelolaan zakat di daerah tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bank Aceh Syariah Cabang Lhokseumawe atas penyaluran zakat karyawan ini. InsyaAllah dana zakat yang diterima akan kami kelola secara amanah dan profesional untuk disalurkan kepada para mustahik sesuai ketentuan syariat dan program-program Baitul Mal,” kata Dr. Munawir.

Ia menambahkan, kolaborasi antara lembaga keuangan syariah dan Baitul Mal memiliki peran penting dalam memperkuat fungsi zakat sebagai instrumen pengentasan kemiskinan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Penyaluran zakat ini menjadi bagian dari sinergi antara lembaga keuangan syariah dan pengelola zakat daerah dalam mendorong distribusi yang tepat sasaran serta memberikan dampak sosial yang lebih luas bagi masyarakat Kota Lhokseumawe.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Berbagi Kebahagiaan Ramadan, Kak Na Ajak Anak Yatim Belanja Baju Lebaran

0
etua TP PKK Aceh Marlina Muzakir mengajak anak-anak yatim, fakir miskin, serta anak-anak dari keluarga pengungsi dan warga kurang mampu untuk berbelanja baju Lebaran di Plaza Aceh, Minggu (15/3/2026). (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Ketua TP PKK Aceh Marlina Muzakir mengajak anak-anak yatim, fakir miskin, serta anak-anak dari keluarga pengungsi dan warga kurang mampu untuk berbelanja baju Lebaran di Plaza Aceh, Minggu (15/3/2026).

Perempuan yang akrab disapa Kak Na itu menyambut anak-anak tersebut dengan senyum ramah di lobi Plaza Aceh. Dalam kegiatan berbagi kebahagiaan menjelang Idul Fitri itu, Kak Na turut didampingi putranya, Sunil Iqbal, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Ekrafs Aceh.

“Alhamdulillah, hari ini saya bersama Sunil bisa berbagi kebahagiaan bersama ananda kita para yatim dari Pidie. Kami berbagi tugas tadi, saya mengurus yang perempuan, sedangkan Sunil fokus ke anak-anak yang laki-laki,” ujar Kak Na.

Sambil menemani anak-anak memilih pakaian, Kak Na juga menyempatkan diri menyapa warga yang tengah berbelanja di Plaza Aceh. Ia bahkan terlihat berbincang dengan salah seorang anggota TP PKK Kota Sabang.

Dalam percakapan tersebut, Kak Na menanyakan berbagai kegiatan yang dijalankan TP PKK Sabang. Perempuan yang juga menjabat sebagai Ketua Dekranasda Aceh itu turut menanyakan sejumlah hal terkait pembinaan para pengrajin di kota wisata tersebut.

Selama berbelanja, Kak Na dan Sunil dengan sabar mendampingi anak-anak memilih pakaian dari satu gerai ke gerai lainnya. Mereka memastikan ukuran pakaian sesuai dan model yang dipilih benar-benar disukai oleh anak-anak.

“Bagus modelnya ini tapi agak kecil ukurannya, yok kita cari yang lebih besar dari ini,” ajak Sunil sambil membantu melepaskan jaket berwarna hitam dari badan salah seorang bocah dan mencarinukuran yang sesuai untuknya.

Meski harus berkeliling cukup lama, anak-anak tampak sangat gembira. Salah satunya Alghifari, siswa kelas 5 SD Negeri Dayah Teungoh, Pidie.

“Alhamdulilah, hari ini saya dan teman-teman dibelikan baju hari raya oleh Ibu Gubernur Aceh. Terima kasih Ibu Ana,” ujar Alghifari.

Setelah sekitar lima jam berkeliling di Plaza Aceh, kegiatan berbelanja pun selesai. Anak-anak tampak keluar dengan wajah ceria sambil membawa tas berisi pakaian baru untuk menyambut Hari Raya.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

Polda Aceh Perketat Patroli untuk Cegah Gangguan Kamtibmas Saat Mudik Lebaran

0
Polda Aceh Perketat Patroli untuk Cegah Gangguan Kamtibmas Saat Mudik Lebaran. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Polda Aceh meningkatkan patroli di sejumlah titik rawan guna mencegah gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama periode mudik Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Kapolda Aceh Irjen Pol Marzuki Ali Basyah mengatakan peningkatan patroli dilakukan terutama di wilayah yang berpotensi terjadi tindak kriminalitas maupun gangguan kamtibmas menjelang hari raya.

“Kami mengingatkan jajaran untuk meningkatkan patroli, terutama di sejumlah titik rawan, baik rawan kriminalitas maupun kamtibmas, menjelang hari raya Idul Fitri,” kata Marzuki Ali Basyah di Banda Aceh, Minggu (15/3/2026).

Selain itu, Kapolda juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu meminta bantuan kepada petugas kepolisian apabila mengalami kendala atau menemukan potensi gangguan keamanan.

“Masyarakat dapat memanfaatkan layanan Call Center 110. Layanan tersebut aktif 24 jam dan tidak dipungut biaya. Apabila menemukan gangguan kamtibmas, kecelakaan lalu lintas, maupun membutuhkan bantuan kepolisian, segera gunakan layanan tersebut,” katanya.

Terkait pengamanan arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriah, Polda Aceh bersama polresta dan polres jajaran menggelar Operasi Ketupat Seulawah 2026. Operasi tersebut berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026.

Dalam pelaksanaannya, Polda Aceh mendirikan 61 pos pengamanan yang tersebar di 23 kabupaten/kota di Provinsi Aceh. Pos tersebut terdiri dari 34 pos pengamanan, 23 pos pelayanan, dan empat pos terpadu.

Operasi ini melibatkan sebanyak 3.279 personel gabungan dari Polda Aceh, polres dan polresta jajaran, serta dukungan dari berbagai instansi terkait. Personel tersebut dikerahkan untuk memastikan perjalanan mudik dan libur Lebaran masyarakat berlangsung aman dan nyaman.

“Kami menekankan kepada personel yang terlibat Operasi Ketupat Seulawah menjaga kekompakan serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan penuh keikhlasan,” katanya.

Sementara itu, Kapolda Aceh menyebutkan kondisi kamtibmas dan arus lalu lintas mudik hingga saat ini terpantau cukup baik dan kondusif. Pihak kepolisian juga siap memberikan rasa aman bagi masyarakat, khususnya para pemudik.

“Kami juga mengingatkan pemudik berhati-hati selama perjalanan serta mematuhi arahan petugas demi keamanan dan keselamatan Bersama. Mudik aman keluarga bahagia,” kata Marzuki Ali Basyah.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

Kakanwil Kemenag Aceh Lantik Sejumlah Pejabat, Tekankan Pentingnya Integritas dan Profesionalisme

0
Kakanwil Kemenag Aceh Lantik Sejumlah Pejabat, Tekankan Pentingnya Integritas dan Profesionalisme. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Aceh, Drs H Azhari MSi, melantik dan mengukuhkan sejumlah pejabat administrator, pejabat fungsional, serta memberikan tugas tambahan kepada kepala madrasah di lingkungan Kanwil Kemenag Aceh, Rabu (11/3/2026).

Pelantikan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya penyegaran organisasi sekaligus penyesuaian kebutuhan lembaga agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan secara optimal.

Dalam arahannya, Azhari menegaskan bahwa mutasi dan rotasi jabatan merupakan hal yang wajar dalam sebuah organisasi. Menurutnya, perputaran jabatan merupakan bagian dari dinamika kelembagaan yang bertujuan menjaga kinerja serta efektivitas pelayanan.

Ia juga mengingatkan bahwa rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika kehidupan dan organisasi. Azhari menyinggung makna Surah Ali ‘Imran ayat 26–27 yang menjelaskan bahwa Allah adalah pemilik segala kekuasaan, yang memberi dan mencabut kekuasaan kepada siapa pun yang Dia kehendaki.

“Karena itu, rotasi dan mutasi jabatan merupakan hal yang wajar dalam sebuah lembaga sebagai bentuk penyegaran organisasi sekaligus penyesuaian dengan kebutuhan institusi,” ujarnya.

Azhari menegaskan bahwa rotasi dan mutasi bukanlah bentuk hukuman, melainkan langkah untuk memperkuat organisasi agar mampu bekerja lebih optimal.

Ia juga mengingatkan para pejabat yang dilantik agar senantiasa menjaga integritas dan menjunjung tinggi profesionalisme dalam menjalankan tugas. Menurutnya, jabatan bukanlah ukuran keberhasilan seseorang.

“Jabatan bukan ukuran sukses seseorang. Keberhasilan itu terletak pada nilai pengabdian kepada masyarakat,” katanya.

Sebagai aparatur sipil negara, lanjut Azhari, seluruh pegawai Kementerian Agama merupakan pelayan masyarakat yang harus memberikan pelayanan terbaik.

“Jika ada masyarakat yang membutuhkan pelayanan, maka layani dengan sebaik-baiknya. Berikan informasi yang benar dan valid serta lakukan pelayanan sesuai tugas, fungsi, dan regulasi yang berlaku,” tegasnya.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya kerja sama dan koordinasi dalam menjalankan tugas di lingkungan Kementerian Agama. Menurutnya, keberhasilan organisasi tidak dapat dicapai oleh satu orang saja, tetapi melalui kerja sama seluruh unsur di dalamnya.

Azhari juga mengingatkan para pejabat agar tidak terikat dengan kepentingan tertentu yang dapat menimbulkan konflik kepentingan. Setiap keputusan harus didasarkan pada profesionalisme serta aturan yang berlaku.

Dalam kesempatan tersebut, ia mendorong para pejabat untuk terus menghadirkan inovasi, berkarya, dan meninggalkan jejak prestasi selama menjalankan amanah jabatan.

“Setiap pejabat harus mampu melahirkan inovasi, berkarya, dan berprestasi sehingga meninggalkan legacy atau mutu yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.

Adapun sejumlah pejabat yang dilantik dan dikukuhkan dalam kesempatan tersebut antara lain:

Pejabat Administrator

  • Salamina, S.Ag., M.A., sebelumnya Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Aceh Timur, dilantik menjadi Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Aceh Tamiang.
  • Tarmizi, S.Ag., M.Pd., sebelumnya Kepala Subbagian Tata Usaha Kemenag Kabupaten Pidie, dilantik menjadi Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Bener Meriah.
  • Saiful Bahri, S.Pd.I., M.Pd., sebelumnya Kepala Subbagian Tata Usaha Kemenag Kabupaten Aceh Timur, dilantik menjadi Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Aceh Timur.

Kepala Madrasah

  • Rafiqah Hanum, S.Pd.I., sebelumnya Guru Ahli Madya di MIN 11 Aceh Tenggara, diberikan tugas tambahan sebagai Kepala MIN 11 Aceh Tenggara.

Kenaikan Jabatan Fungsional

  • Rahayu Minanda, S.E., M.A.P., dari Perencana Ahli Muda menjadi Perencana Ahli Madya di Kanwil Kemenag Aceh.
  • Rahmad Syah, S.H., dari Perencana Ahli Pertama menjadi Perencana Ahli Muda di Kantor Kemenag Kabupaten Simeulue.

Perpindahan dari Jabatan Pelaksana ke Jabatan Fungsional

  • Armia, S.I.P., dari Penelaah Teknis Kebijakan menjadi Analis Sumber Daya Manusia Aparatur Ahli Pertama di Kanwil Kemenag Aceh.
  • Nova Syafrida, S.T., dari Penelaah Teknis Kebijakan menjadi Analis Sumber Daya Manusia Aparatur Ahli Pertama di Kanwil Kemenag Aceh.
  • Siti Hajar, S.A.P., dari Penelaah Teknis Kebijakan menjadi Analis Sumber Daya Manusia Aparatur Ahli Pertama di Kantor Kemenag Kabupaten Aceh Utara.

Melalui pelantikan ini diharapkan para pejabat yang dilantik dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, menjaga integritas, serta terus meningkatkan kualitas pelayanan Kementerian Agama kepada masyarakat.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

Illiza Apresiasi Program Mudik Gratis Pemerintah Aceh 2026

0
Illiza Apresiasi Program Mudik Gratis Pemerintah Aceh 2026 (Foto: Humas BNA)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal mengapresiasi pelaksanaan program Mudik Gratis yang digelar Pemerintah Aceh menjelang Idulfitri 2026.

Hal tersebut disampaikan Illiza saat menghadiri pelepasan peserta mudik gratis di Terminal Batoh, Banda Aceh, Minggu (15/3/2026).

Pada kegiatan itu, Illiza hadir didampingi Kepala Dinas Perhubungan Kota Banda Aceh Ambiya. Ia juga mengikuti rangkaian acara bersama Gubernur Aceh Muzakir Manaf.

Dalam kesempatan tersebut, Illiza menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Aceh yang telah menghadirkan program mudik gratis bagi masyarakat yang ingin pulang ke kampung halaman.

“Alhamdulillah, kami bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Aceh yang telah memberikan subsidi transportasi sehingga program mudik ini dapat digelar secara gratis,” ujarnya.

Illiza juga menyoroti peningkatan jumlah peserta program mudik gratis dibandingkan tahun sebelumnya.

“Tahun lalu jumlahnya sekitar 3.000 peserta, sementara tahun ini meningkat menjadi sekitar 6.500 orang. Walaupun yang mengajukan lebih dari 3.000 orang, namun karena keterbatasan armada tentu tidak semuanya dapat terakomodasi,” katanya.

Menurut Illiza, program tersebut sangat membantu masyarakat yang ingin pulang ke kampung halaman untuk merayakan Idulfitri bersama keluarga.

“Idulfitri adalah momen berkumpul bersama keluarga dengan penuh kebahagiaan dan keberkahan. Program seperti ini sangat membantu masyarakat agar bisa kembali ke kampung halaman dan merayakan hari raya bersama orang-orang tercinta,” ujarnya.

Sebelum keberangkatan para pemudik, Illiza bersama Gubernur Aceh yang akrab disapa Mualem juga menyempatkan diri menyapa langsung para penumpang di dalam bus. Mereka turut mendoakan agar perjalanan para pemudik berjalan lancar dan selamat sampai tujuan.

Illiza berharap program mudik gratis ini dapat terus berlanjut di masa mendatang dengan kapasitas yang lebih besar.

“Semoga kegiatan ini terus berlanjut dan ke depan dapat semakin meningkat sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Aceh Muzakir Manaf mengatakan program mudik gratis merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Aceh untuk membantu masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri.

Menurutnya, pemerintah ingin memastikan masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dengan aman, nyaman, serta tidak terbebani biaya transportasi.

Program Mudik Gratis Pemerintah Aceh tahun 2026 memberangkatkan sekitar 2.070 pemudik dari Banda Aceh menuju berbagai daerah di Aceh maupun luar provinsi. Pemerintah menyiapkan 122 armada transportasi yang terdiri dari 27 bus besar dan 95 unit Hiace yang melayani 18 rute darat ke berbagai kabupaten/kota.

Secara keseluruhan, program tersebut mencakup sekitar 25 rute perjalanan darat dan laut yang diberangkatkan secara bertahap pada 15 hingga 17 Maret 2026. Jumlah pendaftar tercatat lebih dari 3.300 orang, namun sebagian belum dapat terakomodasi karena keterbatasan armada.

Program ini diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat sekaligus memastikan perjalanan mudik menjelang Idulfitri berlangsung lebih tertib, aman, dan nyaman.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

MUQ Aceh Selatan Gelar Iftar Jama’i Ramadan 1447 H, Pererat Silaturahmi Ulama dan Santri

0
MUQ Aceh Selatan Gelar Iftar Jama’i Ramadan 1447 H. (Foto: For NUKILAN)

NUKILAN.ID | TAPAKTUAN – Keluarga besar Madrasah ‘Ulumul Qur’an (MUQ) Aceh Selatan menggelar kegiatan Iftar Jama’i atau buka puasa bersama Ramadan 1447 Hijriah sebagai momentum mempererat ukhuwah dan silaturahmi.

Kegiatan tersebut berlangsung di Panjupian, lingkungan MUQ Aceh Selatan, Jumat (13/3/2026) yang bertepatan dengan 23 Ramadan 1447 H.

Acara yang mengusung tema “Merajut Silaturahmi Dalam Meraih Keberkahan” itu dihadiri oleh keluarga besar Madrasah ‘Ulumul Qur’an Aceh Selatan, Ikatan Keluarga Alumni MUQ Aceh Selatan (IKAMUQAS), yayasan, serta unsur Dinas Pendidikan Dayah Aceh Selatan.

Kegiatan ini juga telah menjadi agenda rutin tahunan sebagai wadah memperkuat hubungan antara ulama, santri, alumni, dan masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua MPU Aceh Selatan, Camat Tapaktuan, Komandan Koramil Tapaktuan, Kepala UPTD MUQAS, serta sejumlah tokoh agama dan masyarakat yang memberikan dukungan terhadap kegiatan keagamaan dan pendidikan di lingkungan MUQ Aceh Selatan.

Pimpinan Pesantren MUQ Aceh Selatan, Tgk. Muhammad Ridho Agung, S.Pd., M.Ag, kepada Nukilan.id mengatakan bahwa kegiatan iftar jama’i tidak hanya sekadar berbuka puasa bersama, tetapi juga menjadi sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah di lingkungan keluarga besar MUQ Aceh Selatan.

Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan diawali dengan doa khataman Al-Qur’an, zikir Ratib Al-Hadad, serta tausiyah agama.

“Ramadan adalah momentum terbaik untuk mempererat silaturahmi serta memperkuat kebersamaan dalam membangun pendidikan Al-Qur’an. Melalui kegiatan ini kita berharap keberkahan Ramadan dapat diraih bersama,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa dalam pembelajaran Marhalah Qur’an yang berlangsung secara intensif selama bulan Ramadan, terdapat tujuh santriwati MUQ Aceh Selatan yang berhasil menyelesaikan setoran hafalan terakhir 30 juz.

Sementara itu, tausiyah Ramadan dalam kegiatan tersebut disampaikan oleh Ust. Muhammad Hasan Jamal, mahasiswa Universitas Islam Internasional DALWA. Dalam ceramahnya, ia mengajak para hadirin memanfaatkan bulan Ramadan sebagai momentum meningkatkan kualitas ibadah, memperkuat hubungan dengan Al-Qur’an, serta memperbanyak amal kebaikan.

Kehadiran Ketua MPU Aceh Selatan dalam kegiatan tersebut juga menjadi bentuk dukungan para ulama terhadap penguatan pendidikan Islam dan pembinaan generasi Qur’ani di daerah.

Acara berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan. Kegiatan diawali dengan tausiyah Ramadan, kemudian dilanjutkan dengan doa bersama serta berbuka puasa yang diikuti para santri, guru, alumni, dan tamu undangan.

Melalui kegiatan Iftar Jama’i ini, diharapkan silaturahmi antara keluarga besar MUQ Aceh Selatan, alumni, ulama, dan masyarakat semakin erat serta membawa keberkahan bagi perkembangan pendidikan Al-Qur’an di Aceh Selatan. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.