Beranda blog Halaman 1661

Kuasa Hukum Sujadi Apresiasi Respon Cepat Kajari Medan Teuku Rahmatsyah

0
Kejari Medan Teuku Rahmatsyah M.H

Nukilan.id – Tim penasehat hukum, terpidana Sujadi mengapresiasi Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Medan, Teuku Rahmatsyah SH MH yang merespon cepat putusan Peninjauan Kembali (PK) Mahkamah Agung, yang mengabulkan permohonan kliennya.

“Kita mengapresiasi Kepala Kejari Medan, yang begitu cepat menindaklanjuti, putusan PK klien kami,” ucap Muslim Muis didampingi Nuriono dan Rayza Harry Fawzie, selaku tim kuasa hukum Sujadi, kepada wartawan di PN Medan, Selasa (21/6/2022).

Diketahui, pasca salinan putusan, tim jaksa Kejari Medan langsung melaksanakan perintah eksekusi, dengan mengeluarkan Sujadi Rutan Tanjung Gusta hari itu juga.

“Tadi malam sudah dikeluarkan, dan yang bersangkutan dalam keadaan sehat,” kata Muslim Muis.

Menurut Muslim, apabila putusan hakim sudah berkekuatan hukum tetap dan putusan itu menyatakan membebaskan terdakwa, memang seharusnya jaksa selaku eksekutor, tetap menjaga hak asasi seorang.

“Itulah seharusnya yang dilakukan. Dalam hal ini, Kajari telah menunjukkan kapasitasnya selaku panglima hukum yang teguh dalam menegakkan hak asasi,” ujarnya.

Ke depan, kata Muslim, bila ada putusan yang mengabulkan seseorang dibebaskan, maka tim jaksa eksekutor, harus merespon cepat agar tidak memunculkan dugaan ketidakadilan dalam penerapan hukum.

Sebelumnya, Sujadi divonis bebas di PN Medan dalam persidangan tahun 2014, lalu jaksa melakukan upaya kasasi. Dalam putusan kasasi Sujadi dinyatakan bersalah dan dihukum 2 tahun penjara. Namun putusan tersebut dianulir oleh hakim pemeriksa Peninjauan Kembali (PK) dan menyatakan Sujadi tidak bersalah dan bebas segala tuntutan.

Dalam putusan PK tertanggal 8 Juni 2022, Ketua Majelis Hakim, Dr H Andi Samsan Nganro, SH MH, memutuskan mengabulkan permohonan peninjauan kembali dari pemohon Peninjauan kembali/Terpidana Sujadi, membatalkan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor : 543/K/Pid/2015, tertanggal 13 Agustus 2015 tersebut. []

Masyarakat Diimbau Waspadai Penipuan Berdalih Sponsorship Hari Bhayangkara

0

Nukilan.id – Masyarakat, BUMD, BUMN, dan Instansi Pemerintah di Aceh diimbau untuk mewaspadai penipuan dengan modus sponsorship Hari Bhayangkara ke-76.

Hal tersebut disampaikan Kabid Humas Polda Aceh Kombes Winardy, seiring adanya penipuan berkedok Hari Bhayangkara yang juga mencatut nama salah satu pejabat utama Polda Aceh, Selasa, 21 Juni 2022.

Winardy mengatakan, penipuan tersebut sangat terstruktur dan masif, di mana flyer dan surat dibuat persis seperti format surat institusi Polri.

Oleh karena itu, apabila mendapati surat, pesan singkat, atau telepon yang meminta dukungan baik dalam bentuk barang atau pun uang berdalih Hari Bhayangkara agar segera mengkonfirmasinya ke Bidang Humas Polda Aceh.

“Kalau memang nanti ada yang berdalih minta sponsorship Hari Bhayangkara, segera konfirmasi ke kami, bila perlu segera laporkan. Karena itu penipuan,” kata Winardy, tegas.

Kapolda Aceh Salurkan Bansos untuk Dayah di Pidie

0
(Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Kapolda Aceh Irjen Ahmad Haydar menyalurkan bantuan sosial (bansos) untuk Dayah Babul Mutta’alimin, Gampong Dayah Teungku, Kecamatan Peukan Baro, Kabupaten Pidie, Selasa, 21 Juni 2022.

Penyaluran bantuan tersebut merupakan rangkaian bakti sosial dalam menyambut Hari Bhayangkara ke-76 yang jatuh pada 1 Juli mendatang.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Winardy mengatakan, bansos yang disalurkan tersebut berupa satu ekor lembu, 10 zak beras, air mineral, dan mie instan yang diterima langsung oleh pimpinan dayah tersebut.

“Bansos ini merupakan bentuk kepedulian dan rasa syukur Polri pada Hari Bhayangkara,” kata Winardy, dalam keterangannya saat mendampingi Kapolda Aceh menyalurkan bansos di Pidie, Selasa, 21 Juni 2022.

Di samping itu, Kapolda Aceh juga sempat meninjau sejumlah fasilitas yang sedang dibangun oleh Pengurus Dayah Babul Mutta’alimin dan bersilaturahmi dengan Forkopimda Kabupaten Pidie.

Elektabilitas Capai 11,6 Persen, Demokrat: Kepemimpinan AHY dan Konsisten Bantu Rakyat Kuncinya

0

Nukilan.id – Demokrat berterima kasih kepada rakyat Indonesia atas kepercayaannya kepada Demokrat dengan semakin banyaknya rakyat yang memilih Demokrat di berbagai survei, termasuk di Litbang Kompas yang mencapai 11,6 persen.

Angka ini menunjukkan konsistensi peningkatan sejak tahun lalu. Hasil positif ini memicu Demokrat untuk terus berkoalisi dengan rakyat. Memperjuangan dan menyuarakan aspirasi dan harapan rakyat.

Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, kepada Nukilan, Selasa (21/6/2022) menyebutkan, ada tiga kunci kenaikan elektabilitas Partai Demokrat pada survei Litbang Kompas Juni 2022, yang mencapai 11,6 persen.

Pertama, sebutnya, konsistensi Partai Demokrat menyuarakan dan membantu rakyat yang kesulitan selama dua tahun pandemi.

Menurutnya, perjuangan menyuarakan aspirasi ini dilakukan secara solid di berbagai lini. Dari menyuarakan aspirasi rakyat di ruang publik, maupun di parlemen, pusat maupun daerah.

Begitu pula dengan perjuangan membantu rakyat, kata Herzaky, dilakukan secara masif oleh kader Partai Demokrat di seluruh pelosok Indonesia secara konsisten.

“Program-program Partai Demokrat yang menyentuh dan membantu rakyat ini, membuat Demokrat mendapatkan empati dan simpati dari rakyat, yang berujung pada kenaikan elektabilitas,” ungkapnya.

Kedua, lanjut Herzaky, konsolidasi organisasi yang dilakukan oleh Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono juga membuahkan hasil positif. Soliditas semakin terjaga. Kebersamaan dan loyalitas kader semakin terbentuk.

“Kesatuan gerak langkah organisasi Partai Demokrat di berbagai tingkatan sebagai buah konsolidasi ini pun, memudahkan Demokrat mendekatkan diri dengan rakyat dan melaksanakan program-program yang bermanfaat bagi rakyat,” sambungnya

Ketiga, kata Herzaky, konsistensi membantu rakyat dan konsolidasi yang dilakukan Partai Demokrat, bisa berjalan dengan baik juga akibat kepemimpinan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono.

Ia menambahkan, kepemimpinan AHY lebih kolaboratif, terbuka, dan menggunakan pendekatan terukur berbasis data, membuat setiap gerak langkah yang diambil Demokrat, sesuai dengan harapan publik sehingga direspon dengan baik oleh publik.

“Dan juga mendapatkan dukungan solid dari para kader Demokrat di seluruh Indonesia,” pungkas Herzaky. []

Sungai di Aceh Masih Dalam Bayang-Bayang Pembangunan PLTA

0
Desa Lesten, Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, yang kembali masuk rencana pembangunan PLTA. Foto: Junaid Hanafiah/Mongabay Indonesia

Nukilan.id – Pembangunan bendungan untuk mega proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) masih membayangi sejumlah sungai di Provinsi Aceh.

Dalam pertemuan antara Gubernur Aceh, Nova Iriansyah dengan managemen PT. Waskita Karya pada Sabtu, 4 Juni 2022, di Banda Aceh, diterangkan bahwa perusahaan tersebut berencana membangun tiga PLTA.

Direktur Operasional III PT. Waskita Karya, Gunadi mengatakan, pihaknya akan membangun bendungan untuk PLTA di tiga kawasan aliran sungai di Kabupaten Aceh Timur, Gayo Lues, dan Bener Meriah.

“Diperkirakan, pembangkit listrik di ketiga wilayah tersebut berpotensi menghasilkan 500 megawatt listrik,” jelasnya, dikutip dari situs resmi Pemerintah Aceh.

Saat ini, PT. Waskita Karya menjalin kerja sama dengan PT. Inalum untuk membangun smelter di kawasan Kuala Tanjung, Sumatera Utara. Pengoperasian smelter itu, membutuhkan suplai listrik sebesar 900 sampai 1.000 megawatt.

“Nilai investasi pembangunan pembangkit listrik itu sekitar Rp30 triliun. Perusahaan memperkirakan, setelah memenuhi berbagai tahapan perizinan dan studi, paling cepat konstruksinya bisa dimulai pada 2024,” urainya.

Gunadi menyebut, sejumlah manfaat akan didapat masyarakat Aceh jika PLTA itu dibangun, yaitu menjadi lumbung pasokan air bersih, menyerap tenaga kerja saat konstruksi maupun operasional, mengendalikan banjir, serta menambah pendapatan daerah.

“Kami sudah lebih satu tahun mencari lokasi,” jelasnya.

Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, masih dikutip dari sumber yang sama, mendukung PT. Waskita Karya untuk membangun PLTA. Pemerintah Aceh siap membantu segala bentuk investasi yang muaranya dapat bermanfaat bagi masyarakat.

“Sebagai perusahaan negara, saya berharap investasi ini bisa serius dikerjakan. Terkait lingkungan, saya yakin dengan teknologi terbaru saat ini yang ramah lingkungan,” jelas Nova.

Di Kabupaten Gayo Lues, daerah yang akan direncanakan dibangun PLTA adalah Desa Lesten, Kecamatan Pining. Di Aceh adalah Desa Batu Sumbang, Kecamatan Simpang Jernih, serta Desa Pasir Putih, Kecamatan Syiah Utama, Kabupaten Bener Meriah. Ketiga kawasan itu berada dalam Kawasan Ekosistem Leuser (KEL).

Lokasi PLTA rawan gempa

Peneliti Pusat Riset Tsunami dan Mitigasi Bencana atau Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, Dr. Muksin Umar, dalam diskusi “Menelaah Kawasan Rentan Bencana di Aceh, Studi Kasus Rencana Pembangunan PLTA di Kawasan Ekosistem Leuser” pada Selasa, 26 Februari 2019 lalu, pernah menjelaskan.

Menurut dia, dari hasil penelitian yang dilakukan oleh timnya, Desa Lesten dekat sesar aktif. Sejarah menunjukkan, pernah terjadi beberapa kali gempa dengan kekuatan 6,0 Skala Richter di Desa Lesten.

“Kami telah memetakan ada sesar baru di Aceh Tenggara yang dinamakan Sesar Nisam. Risiko gempa besar harus menjadi perhitungan saat pembangunan dilakukan,” terang Muksin yang juga Ketua Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI) Provinsi Aceh.

Muksin menilai, pembangunan PLTA perlu menghitung tingkat kebutuhan energi dan kerawanan bencana, serta kajian mendalam mengenai sumber energi yang paling cocok.

“Pembangunan yang dilakukan di hutan Leuser, termasuk PLTA, memerlukan penelitian mendalam, baik itu kajian risiko bencana dan lainnya. Alasannya, hutan Leuser merupakan lanskap luar biasa yang membentang dari Aceh hingga Sumatera Utara, sebagai hamparan hutan hujan tropis utuh yang paling penting,” ujar Muksin.

Proyek dibatalkan

Rencana pembangunan bendungan untuk PLTA di Desa Lesten, sebelumnya telah diajukan PT. Kamirzu. Bahkan, pada 9 Juni 2017, Gubernur Aceh telah mengeluarkan Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan [IPPKH] kepada perusahaan ini dengan Keputusan Gubernur Aceh Nomor 522.51/DPMPTSP/1499/IPPKH/2017.

Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Aceh dan sejumlah pengacara, menggugat Gubernur Aceh ke Pengadilan Tata Usaha Negara [PTUN] Banda Aceh terkait dikeluarkannya IPPKH untuk PLTA Tampur. Gugatan dengan Nomor: 7/G/LH/2019/PTUN.BNA didaftarkan pada 11 Maret 2019.

Persidangan demi persidangan dilaksanakan di PTUN Banda Aceh dan pada 1 Agustus 2019, Majelis Hakim PTUN Banda Aceh dengan Hakim Ketua Muhammad Yunus Tazryan beserta Fandy Kurniawan Pattiradja dan Miftah Saad Caniago sebagai hakim anggota, menggelar sidang lapangan di Desa Lesten.

Pada 28 Agustus 2019 Majelis Hakim PTUN Banda Aceh mengeluarkan putusan yang mengabulkan seluruh tuntatan Walhi Aceh dan membatalkan IPPKH yang dikeluarkan Gubernur Aceh untuk PLTA Tampur.

Pemerintah Aceh melalui penasehat hukum, mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) Medan, Sumatera Utara. Hasilnya, Majelis Hakim PTTUN Medan justru menguatkan putusan PTUN Banda Aceh.

Kembali kalah di PTTUN Medan, Pemerintah Aceh melanjutkan kasasi ke Mahkamah Agung dengan Nomor: 270 K/TUN/LH/2020. Pada 28 Juli 2020, Majelis Hakim Mahkamah Agung juga memutuskan menolak kasasi tersebut. [Mongabay]

AHY: Bakomstra Pasukan Elit Andalan Demokrat

0
AHY bersama Kepala Bakomstra Demokrat Aceh Firdaus Nuzoela dan Wakil Kepala I, Jauhari Ilyas. (Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebutkan, dirinya ingin posisi Badan Komunikasi dan Strategis (Bakomstra) dalam kepengurusan partai, karena posisi tersebut adalah pasukan elit yang dapat mengangkat elektabilitas partai.

“Tunjukan bahwa Bakomstra adalah andalan kita,” kata AHY saat memberikan pengarahan pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Bakomstra Partai Demokrat dari 34 Provinsi di Kantor DPP Demokrat, Jl Proklamasi, Jakarta Pusat, Senin (20/6/2022).

AHY berharap, sebagai pasukan elit, Bakomstra dapat bekerja kreatif dan memiliki inisiatif, karena Bakomstra sangat penting dan strategis.

“Bakomstra strategis karena saat ini politik itu perang komunikasi, perang informasi dan perang narasi serta opini. Saya lebih senang Demokrat punya pasukan sendiri, yaitu pasukan Bakomstra,” ujar AHY.

Dalam arahannya, AHY juga berpesan agar seluruh kader Demokrat tetap mengedepankan politik dan demokrasi yang sejuk dan santun.

Sementara Kepala Bakomstra DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra dalam laporannya menyampaikan kegiatan Rakernas bertema “Rakernas Bakomstra 2022, Sinergi dan Kolaborasi menuju Pemilu 2024″ diselenggarakan agar Bakomstra DPP Partai Demokrat dapat membangun insfrastruktur Bakomstra yang memiliki sinergitas dan siap berkolaborasi antara pusat dan daerah.

“Bakomstra harus dapat menjadi penghubung yang punya nilai tambah meningkatkan elektabilitas partai Demokrat,” kata Herzaky Mahendra Putra.

Rakernas Bakomstra seluruh DPD Demokrat se Indonesia dibuka langsung oleh Sekretaris Jenderal DPP Demokrat H Teuku Riefky Harsya (TRH).

Kepala Bakomstra DPD Demokrat Aceh Firdaus Noezula ketika dihubungi mengatakan di Jakarta menyampaikan, DPD Partai Demokrat sangat mengapresiasi pertemuan Bakomstra se-Indonesia dan akan segera menjalankan arahan AHY untuk bekerja menaikan elektabilitas partai.

“Kami Bakomstra Aceh akan menjalankan seluruh arahan Ketum AHY dan Bakomstra Pusat dan siap menjemput kemenangan Pemilu 2024” ujar Firdaus Noezula.[]

Usai Jalani Rehabilitasi, Lima Individu Orangutan Dilepasliarkan

0
Salah satu orangutan jantan yang dilepasliarkan ke kawasan TN Tanjung Puting, Sabtu (26/3/2022)./Foto: KLHK

Nukilan.id – Balai Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (BTNBBBR) bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat dan Yayasan IAR Indonesia (YIARI) kembali melepasliarkan lima individu orangutan di Kawasan Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya, pada Jumat (18/6/2022).

Kepala BKSDA Kalbar, Sadtata Noor Adirahmanta mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan program reintroduksi orangutan, sekaligus rangkaian Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada bulan Juni ini.

Kelima individu orangutan yaitu “Anjas”, “Cemong”, “Joyce”, “Kotap”, dan “Otan” merupakan orangutan hasil rehabilitasi di YIARI Ketapang.

“Mereka dianggap sudah layak untuk dilakukan pelepasliaran di Kawasan Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya, setelah menjalani proses rehabilitasi antara 7 sampai dengan 11 tahun di Pusat Rehabilitasi Yayasan IAR Indonesia di Ketapang,” kata Sadtata.

Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya dipilih menjadi lokasi pelepasliaran karena di kawasan ini mempunyai kesesuaian habitat untuk orangutan. Selain itu, jenis-jenis vegetasi penyusun hutan di TNBBBR mempunyai kecukupan baik dalam jumlah maupun keragaman jenis sebagai pakan orangutan.

Untuk memastikan satwa endemik Kalimantan dengan status konservasi Critically Endangered (CR) berdasarkan IUCN, orangutan harus menjalani tes kesehatan sebelum pelepasliaran.

Setelah menjalani pemeriksaan kesehatan mereka diangkut mempergunakan jalan darat dari Ketapang menuju Melawi yang menempuh perjalanan selama 15 jam melewati enam kabupaten yaitu Ketapang, Kayong Utara, Sanggau, Sekadau, Sintang dan Melawi. Selanjutnya perjalanan dilanjutkan dengan mempergunakan jalan air dan berjalan kaki.

“Apresiasi saya sampaikan kepada seluruh pihak, baik itu instansi maupun lembaga non pemerintah serta masyarakat yang terlibat dalam upaya penyelamatan satwa endemik Kalimantan ini. Namun begitu, kita masih perlu inovasi-inovasi program jangka panjang yang lebih efektif dalam upaya konservasi orangutan,” ungkap Sadtata. [MenLHK]

TNI AL Tangkap Kapal Asing Taiwan di Perairan Aceh

0
Foto: Dok.Dispen Koarmada I

Nukilan.id – Kapal perang TNI Angkatan Laut, KRI Teuku Umar (TUM)-385 unsur BKO Gugus Tempur Laut (Guspurla) Koarmada I Kembali berhasil menangkap Kapal Ikan Asing (KIA) berbendera Taiwan di Perairan Lhokseumawe, Aceh pada hari Minggu, 19 Juni 2022 lalu.

KRI Teuku Umar-385 sedang melaksanakan operasi penegakkan kedaulatan dan hukum di Perairan Lhoksumawe, posisi 05° 19′ 824″ U – 97° 08′ 233″ T KRI TUM-385 melaksanakan pemeriksaan terhadap Kapal Ikan Asing (KIA) Taiwan MV. JOHO.

Pada tahap pemeriksaan kapal tersebut tidak mengibarkan bendera kebangsaan saat melewati wilayah teritorial indonesia dan tidak menyimpan alat penangkap ikan di palka. Kemudian Kapal Ikan Asing (KIA) Taiwan dikawal dan dibawa oleh KRI Teuku Umar-385 menuju Lanal Lhoksumawe untuk proses hukum lebih lanjut.

Komandan Gugus Tempur Laut (Guspurla) Koarmada I Laksma TNI H. Krisno Utomo, selalu menekankan kepada unsur-unsur KRI BKO Guspurla Koarmada I bahwa komitmen tugas penegakkan kedaulatan dan penegakkan hukum dilaut adalah prioritas utama.
Sementara itu, Panglima Koarmada I (Pangkoarmada I) Laksamana Muda TNI Arsyad Abdullah secara terpisah mengatakan, pihaknya tidak akan mentolerir kapal-kapal asing melanggar kedaulatan Indonesia dan masuk perairan Indonesia secara ilegal.

“Dalam melaksanakan tugas penegakan kedaulatan dan hukum serta menjaga keamanan dan keselamatan di laut, TNI Angkatan laut senantiasa melakukan secara profesional dan proporsional,” kata Pangkoarmada I Laksda TNI Arsyad Abdullah dalam keterangan resmi yang diterima VIVA Militer, Selasa, 21 Juni 2022.

Dikatakan lebih lanjut bahwa komitmen TNI AL sudah sangat jelas dan tegas, tidak ada kompromi dengan segala bentuk upaya yang mengancam kedaulatan termasuk tindak pidana dan pelanggaran di Laut.

“Dengan ditangkapnya Kapal Ikan Asing (KIA) berbendera Taiwan sedang menangkap ikan di Perairan Lhokseumawe, Aceh, merupakan salah satu bentuk kehadiran TNI Angkatan Laut melakukan Patroli guna mencegah segala bentuk pelanggaran sesuai dengan komitmen Kepala Staf TNI Angkatan Laut, Laksamana TNI Yudo Margono,” ujarnya. [Viva]

5 Atlet Selancar Indonesia dengan Prestasi yang Mendunia

0
Rio Waida © hamishhumphreys via @riowaida_

Nukilan.id – Surfing atau berselancar adalah salah satu jenis olahraga yang menyertakan kondisi keindahan alam dalam pelaksanaannya, yakni ombak di lautan. Menurut sejarawan Kim Stoner dan Geof Dunn, berselancar mulai debut di Amerika sebagai jenis olahraga yang banyak dikenal sejak tahun 1885.

United States Surfing Association, diyakini sebagai organisasi kontes selancar profesional pertama yang mulai terselenggara sejak 1961. Seiring berjalannya waktu, kompetisi selancar berskala internasional kian bermunculan. Aktivitas satu ini juga masuk dalam ajang multi-event olahraga layaknya Olimpiade.

Bicara mengenai lokasi, ada beberapa kawasan pesisir atau laut yang biasanya terkenal akan pesona ombak yang disukai para peselancar kelas dunia, termasuk salah satunya Indonesia. Baru-baru ini, salah satu wilayah di tanah air yaitu Banyuwangi, bahkan telah ditetapkan untuk menjadi tuan rumah untuk kompetisi selancar yang diperhitungkan, yakni World Surf League Championship Tour (WSL CT).

Sementara itu dari segi atlet atau orang yang ahli melakukan olahraga satu ini, Indonesia sendiri memiliki sederet peselancar dengan prestasi gemilang di kancah internasional. Siapa saja atlet selancar Indonesia dengan kemampuan dan prestasi yang mengagumkan? Berikut 5 sosoknya.

1. Rio Waida

Meski bukan atlet baru, namun nama Rio Waida meroket dan banyak dikenal sejak dirinya menjadi salah satu kontingen Indonesia untuk cabor surfing di ajang Olimpiade Tokyo, yang berlangsung pada tahun 2021 lalu.

Rio merupakan atlet berkebangsaan Indonesia yang lahir di Jepang pada tahun 2000, dan menjadi atlet yang terbilang masih berusia muda. Karena itu pula, meski masih belum berhasil meraih gelar juara di Olimpiade Tokyo tahun lalu, ia digadang-gadang sebagai atlet surfing yang akan diandalkan pada saat Olimpiade Paris di tahun 2024 mendatang.

Terlepas dari Olimpiade, prestasi Rio di bidang selancar sendiri memang tak bisa diragukan. Sebelumnya ia berhasil lolos kualifikasi Olimpiade Tokyo oleh International Surfing Association, setelah berhasil mengisi posisi runner up lewat ajang ISA World Surfing Games 2019 yang berlangsung di Miyazaki, Jepang.

Berbagai prestasi yang dimiliki Rio dari berbagai ajang surfing terdiri dari perolehan medali perak di gelaran SEA Games 2019, juara 1 ajang Billabong Junior Series Ballito 2018, juara 1 Ise Shima Pro Junior 2018, dan masih banyak lagi.

Sementara itu setelah Olimpiade, Rio tercatat telah menjuarai ajang perlombaan seperti Sydney Surf Pro 2022 dan Corona Open Mexico 2021.

2. Oney Anwar

Lebih senior, Oney adalah peraih medali emas SEA Games yang mengungguli Rio pada tahun 2019. Memiliki nama asli Hairil Anwar Hamzah, Oney yang lahir dan besar di wilayah Sumbawa mahir dalam berselancar karena tinggal di daerah pantai.

Atlet kelahiran tahun 1993 tersebut mengawali kariernya sebagai peselancar dengan bergabung bersama tim Rip Curl pada tahun 2003, dan sudah menunjukkan bakat untuk menjadi surfer kelas dunia. Ia akhirnya diboyong untuk tinggal di Queensland, Australia sejak tahun 2007 sebagai bagian dari Rip Curl’s International Grommet development program.

Dalam kesempatan tersebut, Oney menjadi orang Indonesia pertama yang bergabung sekaligus bersaing dalam Palm Beach Currumbin State High. Saat masih berstatus sebagai peselancar muda, dirinya sudah memenangkan berbagai kompetisi internasional seperti Australian Pro Junior pada tahun 2010, dan masih banyak lagi.

3. Diah Rahayu

Surfing bisa dibilang sebagai salah satu olahraga ekstrem dan cukup menantang, apa lagi dengan aktivitas yang pastinya dilakukan di bawah sinar terik matahari, membuat olahraga satu ini biasanya hanya diminati kalangan laki-laki.

Tapi hal berbeda dirasakan oleh Diah Rahayu. Ia merupakan atlet selancar perempuan Indonesia dengan prestasi dan kemampuan yang tak kalah memukau. Diah juga merupakan salah satu atlet selancar yang terjun ke bidang ini karena besar dan tinggal di wilayah pantai, yakni Bali.

Diah mulai dikenal sebagai salah satu surfer terbaik Indonesia ketika meraih medali perunggu pada Asian Beach Games 2008 yang berlangsung di Bali. Sama halnya seperti Oney, ia juga pernah memiliki kontrak eksklusif dengan perusahaan produk surfing asal Australia yakni Rip Curl.

Sejumlah prestasi terus Diah miliki di perjalanan kariernya sebagai seorang peselancar. Di tahun 2011 ia memperoleh posisi runner up di ajang Asian Beach Games, kemudian pernah berkompetisi sampai tahap semifinal di World Qualifying Series yang berlangsung di Taiwan, di mana dirinya bersaing dengan peselancar lain dari seluruh dunia pada tahun 2013.

Meski saat ini diketahui sudah tidak terlalu aktif berselancar, karena adanya tradisi masyarakat Bali yang mengharuskan satu orang wanita dari setiap keluarga untuk menetap di rumah, namun Diah bisa dibilang sebagai peselancar wanita Indonesia pertama yang memperoleh kesuksesan.

4. Dean Permana

Satu atlet lainnya yang masih berkarier di bidang selancar profesional adalah pemuda yang berasal dari Batukaras, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, yakni Dean Permana (24).

Mengutip Detik.com, saat ini Dean masuk dalam daftar peselancar terbaik se-Asia Tenggara pada kelas papan Longboard. Posisi itu diraih berdasarkan kompetisi Rast Asia yang digelar dari tahun 2017-2019.

Sementara itu bicara mengenai daftar prestasi, pemuda yang mulai menyelami dunia selancar sejak tahun 2009 ini pernah meraih gelar juara pertama Longboard dalam kompetisi Rast Asia 2017 di Jepang, Malaysia Rast Asia 2018 dengan raihan runner-up, runner up Surfing Asian Thailand 2018, dan juara ke-3 mengikuti Oney Anwar serta Rio Waida di SEA Games 2019, dengan perolehan medali perunggu.

5. Dede Suryana

Masih berasal dari kalangan yang tinggal di kawasan pantai atau pesisir, bedanya bukan berasal dari wilayah Bali atau timur Indonesia, melainkan dari wilayah Jawa Barat. Atlet selancar kali ini bernama Dede Suryana, pria asal kampung nelayan Cimaja, Pelabuan Ratu, Sukabumi.

Dede disebut mulai menjajal aktivitas berselancar sejak usia 7 tahun. Kemudian saat menginjak usia 15 tahun, ia memustuskan untuk pindah ke Bali dan mulai mengikuti berbagai kompetisi selancar. Berbagai kejuaran selancar taraf internasional telah diikutinya, mulai dari benua Asia, Eropa, Australia, hingga Amerika.

Torehan prestasi yang berhasil diukir Dede di antaranya juara Indonesian Surf Championship, Asean Beach Games, dan Asian Surfing Championship. Dede bahkan pernah mengalahkan salah satu peselancar legendaris dunia yakni Robert Kelly Slater, pada kompetisi Todd Chesser Memorial Contest di tahun 2003.

Ia juga menjadi peselancar Asia pertama yang lolos kualifikasi World Qualifying Series dan pernah mengikuti World Championship Tour (WCT). Kemahiran yang dimiliki membuat kisah Dede pernah diangkat menjadi sebuah film dokumenter berjudul Chasing Waves(Mengejar Ombak), oleh dua sutradara asal London yakni Dave Arnold dan Tyrone Lebon pada tahun 2009.

Film yang dinarasikan dalam bahasa Inggris, dan menceritakan perjalanan Dede dalam melakukan berbagai kompetisi di tiga benua ini nyatanya berhasil meraih dua penghargaan di X-Dance Action Sports Film Festival 2009.

Kini saat sudah tak lagi terjun ke berbagai kompetisi, Dede diketahui membuka sekolah selancar yang berlokasi di kampung halamannya, Cimaja. Sekolah tersebut menjadi dedikasi Dede dengan harapan dapat mencetak sejumlah peselancar dengan kemampuan tak kalah memukau, untuk mengharumkan nama Indonesia di waktu yang akan datang. [GNFI]

DEMA UIN Ar-Raniry Gelar Upgreding dan Raker untuk Pengurus

0

Nukilan.id – Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Ar-Raniry Banda Aceh menggelar Upgrading dan rapat kerja (Raker) pada Sabtu, (18/6/2022) – Minggu (19/6/2022) di Aula Gedung Rektorat UIN Ar-raniry.

Kegiatan ini langsung dibuka oleh Presiden Mahasiswa UIN Ar-Raniry, Mahmuddin.

Dalam sambutannya Mahmuddin menyampaikan Upgrading dan Raker merupakan langkah awal untuk menentukan arah DEMA UIN dalam menjalankan roda organisasi kedepan ini.

DEMA UIN merupakan salah satu organisasi kemahasiswaan tertinggi di kampus UIN Ar Raniry, yang berperan untuk mengawasi setiap kebijakan di kampus dan juga menyuarakan persoalan Mahasiswa.

“Bukan hanya di kampus tapi juga persoalan Masyarakat Aceh khususnya”.

Didalam Upgreding banyak penjelasan- penjelasan tentang keikutsertaan mahasiswa dan peran aktif dalam berorganisasi serta pemahaman berorganisasiberorganisasi,” Imbuhnya.

Dengan digelarnya kegiatan ini, kata Mahmudin, semoga kawan-kawan pengurus DEMA UIN Ar- Raniry dapat memahami dan pentingnya berorganisasi. Dan setiap penjelasan dan pemahaman yang diberikan oleh pemateri bisa direalisasi dengan baik didalam organisasi internal maupun eksternal Kampus.

Sedangkan Raker, menyusun setiap program dari keanggotaan didalam kepengurusan DEMA UIN Ar Raniry. Dimana disetiap program dari Kementrian didalam kepengurusan dapat didiskusikan dengan baik dan mencakup aspirasi mahasiswa,” tuturnya.

Turut Hadir beberapa pemateri yaitu Dr. Syarifuddin Abe S. Ag. M. Hum yang memaparkan tentang Keuangan dan administrasi, Muhammad Yulfan S. H tentang Gerakan dan Provokasi Akal Sehat, dan Khairul Fuad S. Ag bagian Relasi dan Jaringan.

Reporter: Hadiansyah