Beranda blog Halaman 165

Inflasi Aceh Februari 2026 Capai 6,94 Persen, Tertinggi di Aceh Tengah

0
Ilustrasi inflasi. (Foto: RRI)

NUKILAN.ID | Banda Aceh — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh mencatat inflasi tahunan (year on year/y-on-y) pada Februari 2026 sebesar 6,94 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 113,96.

Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Aceh Tengah sebesar 8,44 persen dengan IHK 117,24, sedangkan inflasi terendah terjadi di Kabupaten Aceh Tamiang sebesar 6,34 persen dengan IHK 114,12.

Kepala BPS Provinsi Aceh, Agus Andria, mengatakan bahwa inflasi tahunan ini mencerminkan kenaikan harga pada sebagian besar kelompok pengeluaran.

“Pada Februari 2026 terjadi inflasi year on year sebesar 6,94 persen,” ujar Agus dalam laporan BPS, dikutip Nukilan, Selasa (17/3/2026).

Secara tidak langsung, Agus menjelaskan bahwa tekanan inflasi terutama disebabkan oleh kenaikan harga pada berbagai kelompok pengeluaran, seperti perumahan, makanan, serta perawatan pribadi dan jasa lainnya yang mencatat kenaikan cukup signifikan.

Berdasarkan data tersebut, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga mengalami inflasi tertinggi sebesar 16,98 persen. Selain itu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya juga mencatat inflasi tinggi sebesar 18,43 persen.

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau turut memberikan kontribusi besar terhadap inflasi dengan kenaikan sebesar 5,82 persen. Sementara kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran mengalami inflasi sebesar 8,86 persen.

Agus Andria menambahkan bahwa inflasi yang terjadi tidak lepas dari kenaikan harga sejumlah komoditas utama. Ia mengindikasikan bahwa komoditas seperti tarif listrik, emas perhiasan, beras, serta makanan jadi menjadi penyumbang utama inflasi di Aceh.

Di sisi lain, secara bulanan (month to month/m-to-m) Aceh justru mengalami deflasi sebesar 0,24 persen. Sementara secara kumulatif sejak awal tahun (year to date/y-to-d), terjadi deflasi sebesar 0,38 persen.

“Secara bulanan terjadi deflasi sebesar 0,24 persen,” kata Agus.

Data BPS menunjukkan tren inflasi tahunan Aceh yang cenderung meningkat sejak pertengahan 2025 hingga Februari 2026.

BPS juga mencatat sejumlah komoditas yang memberikan andil terhadap deflasi bulanan, antara lain bawang merah, cabai rawit, telur ayam ras, dan bahan bakar rumah tangga. Sementara komoditas seperti tomat, emas perhiasan, dan makanan jadi justru mendorong inflasi.

Secara keseluruhan, Agus menilai kondisi inflasi Aceh masih dipengaruhi oleh fluktuasi harga komoditas pangan dan energi. Ia menyebut perlunya pengendalian harga dan distribusi untuk menjaga stabilitas inflasi di daerah.

“Pergerakan harga komoditas masih menjadi faktor utama yang memengaruhi inflasi di Aceh,” ujarnya.

Dengan kondisi tersebut, inflasi Aceh pada Februari 2026 menunjukkan tekanan harga yang cukup tinggi secara tahunan, meskipun secara bulanan terjadi penurunan harga di sejumlah komoditas. []

Reporter: Sammy

Habibi Aceh dan Isninda Boyolali Lolos ke Top 4 AKSI 2026, Persaingan Kian Ketat

0
Habibi Aceh dan Isninda Boyolali Lolos ke Top 4 AKSI 2026. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.ID | JAKARTA – Kompetisi dakwah Akademi Sahur Indonesia (AKSI) 2026 di INDOSIAR memasuki fase krusial. Dari babak Top 6, Habibi asal Aceh dan Isninda dari Boyolali berhasil memastikan diri melaju ke Top 4 setelah menampilkan performa yang memikat di hadapan dewan juri.

Amatan Nukilan.id pada babak Top 6, peserta dibagi ke dalam dua kelompok, yakni Kloter Gua Hira dan Kloter Jabal Uhud. Dalam penampilan Kloter Gua Hira, Habibi, Isninda, dan Ahdat dari Cianjur menyampaikan tausiah terbaik mereka di hadapan dewan juri yang terdiri dari Gus Aab, Ustaz Wijayanto, Ustazah Mamah Dedeh, Ustaz Subki Al-Bughury, dan Ustaz Solmed.

Isninda tampil dengan tema “Aku dan Kamu ke KUA,” yang menekankan pentingnya menjalani hubungan sesuai syariat Islam. Ia mengingatkan bahwa Islam tidak merestui hubungan di luar pernikahan yang sah. Penampilannya mendapat apresiasi dari para juri. Ustaz Wijayanto menilai pesan yang disampaikan relevan, sementara Mamah Dedeh memuji kesiapan serta cara penyampaiannya yang dinilai matang.

Sementara itu, Habibi membawakan tausiah bertajuk “Surga yang Dirindukan.” Ia mengaitkan pesan dakwahnya dengan lirik lagu populer dan ayat Al-Qur’an, termasuk Surah Muhammad ayat 15. Dalam penyampaiannya, Habibi menekankan pentingnya mencintai Nabi Muhammad SAW sebagai jalan untuk meraih surga dan bertemu beliau di akhirat.

Adapun Ahdat dari Cianjur mengangkat tema “Bangkit dari Kegagalan.” Ia mencoba memotivasi audiens agar tidak berputus asa, dengan merujuk pada Surah Az-Zumar ayat 53. Namun, penampilannya dinilai kurang maksimal karena kondisi fisik yang tidak prima.

Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, Habibi memperoleh nilai tertinggi dengan 481 poin, disusul Isninda dengan 473 poin. Sementara Ahdat meraih 461 poin dan harus terhenti di babak ini. Dengan hasil tersebut, Habibi dan Isninda resmi melaju ke Top 4 AKSI 2026.

Keberhasilan keduanya menunjukkan kemampuan dalam menyampaikan dakwah yang tidak hanya kuat secara substansi, tetapi juga relevan dengan kehidupan sehari-hari. Memasuki babak berikutnya, persaingan dipastikan akan semakin ketat dengan tuntutan penampilan yang lebih maksimal.

AKSI 2026 sendiri terus menghadirkan berbagai penampilan menarik dari para peserta dan bintang tamu. Program ini tayang setiap hari pukul 02.00 WIB secara langsung di INDOSIAR. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Podcast “Kito Sahabat Zakat” Angkat Kisah Harapan di Balik Penyaluran Zakat

0
Podcast “Kito Sahabat Zakat” (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | TAPAKTUAN – Baitul Mal Kabupaten Aceh Selatan kembali menghadirkan program edukatif melalui Podcast Kito – Sahabat Zakat dengan mengusung tema “Cerita di Balik Penyaluran: Harapan Yang Tumbuh”.

Episode tersebut telah tayang pada Selasa (17/3/2026) pukul 20.00 WIB melalui kanal YouTube Podcast Kito Sahabat Zakat.

Pada episode kali ini, menghadirkan narasumber Asmara Bakti, ST, M.Pd yang menjabat sebagai Kasubbag Pemberdayaan Sekretariat Baitul Mal Kabupaten Aceh Selatan. Perbincangan dipandu oleh host Sri Kurniati, SE.

Dalam dialog tersebut, Asmara Bakti menjelaskan bahwa penyaluran zakat bukan sekadar proses administratif, melainkan amanah besar yang harus dijalankan secara bertanggung jawab.

Ia menyebutkan bahwa setiap bantuan yang disalurkan telah melalui proses verifikasi ketat agar tepat sasaran dan diterima oleh mustahik yang berhak sesuai ketentuan syariat.

“Penyaluran zakat dilakukan dengan proses yang selektif agar bantuan tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa zakat memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga dalam menumbuhkan harapan dan semangat hidup penerima manfaat.

Menurutnya, di balik proses penyaluran zakat terdapat banyak kisah menyentuh yang kerap luput dari perhatian, namun memiliki makna mendalam bagi kehidupan para mustahik.

“Zakat bukan hanya tentang angka, tetapi tentang bagaimana kita menghadirkan perubahan dan harapan bagi mereka yang membutuhkan,” tambahnya.

Selain itu, pengelolaan zakat di Baitul Mal Aceh Selatan terus dilakukan secara transparan dan akuntabel sebagai upaya menjaga kepercayaan publik.

Sementara itu, Sri Kurniati dalam pengantarnya menyoroti nilai kemanusiaan yang terkandung dalam zakat.

“Di balik setiap angka penyaluran zakat, ada harapan yang sedang tumbuh, ada doa yang dipanjatkan, dan ada kehidupan yang perlahan bangkit kembali,” ungkapnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk memandang zakat bukan hanya sebagai kewajiban, tetapi sebagai bentuk kepedulian sosial yang memperkuat kebersamaan.

Melalui Podcast Kito – Sahabat Zakat, Baitul Mal Kabupaten Aceh Selatan berupaya memberikan edukasi kepada masyarakat, meningkatkan transparansi, serta memperkuat kepercayaan publik terhadap pengelolaan zakat.

Masyarakat diharapkan dapat menyaksikan tayangan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap pengelolaan zakat yang amanah dan berdampak luas bagi kesejahteraan umat. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

Illiza Kembali Serahkan Rumah Layak Huni untuk Warga Duafa di Banda Aceh

0
Illiza Kembali Serahkan Rumah Layak Huni untuk Warga Duafa di Banda Aceh (Foto: Humas BNA)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal kembali menyerahkan bantuan rumah layak huni kepada tiga warga duafa di tiga gampong berbeda, Selasa (17/3/2026).

Tiga unit rumah tipe 36 tersebut dibangun menggunakan dana zakat yang dihimpun melalui Baitul Mal Banda Aceh. Bantuan diberikan kepada Parnik, warga Blang Cut; Maulina Hatta, warga Punge Jurong; serta Yusnita, warga Kampung Jawa.

Illiza mengatakan, program ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Banda Aceh bersama Baitul Mal dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi para mustahik atau penerima zakat.

“Dengan bantuan ini, insyaallah para penerima manfaat kini bisa memiliki tempat tinggal yang lebih layak dan nyaman serta dapat menjalani kehidupan dengan lebih baik,” ujar Illiza di sela-sela penyerahan secara simbolis.

Kepada Nukilan.id ia menjelaskan bahwa program bantuan rumah layak huni tersebut merupakan salah satu bentuk pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dikelola oleh Baitul Mal Banda Aceh.

“Semoga ke depan semakin banyak yang menyalurkan zakatnya via baitul mal sehingga semakin banyak pula masyarakat kita yang terbantu,” ujarnya seraya mengucapkan terima kasih kepada para muzakki.

Penyerahan bantuan berlangsung dalam suasana haru dan penuh syukur. Para penerima menyampaikan terima kasih atas perhatian dan kepedulian pemerintah kota, Baitul Mal, camat, serta perangkat gampong yang telah membantu mewujudkan impian mereka memiliki rumah layak huni. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

Haji Uma Desak Polda Aceh Tuntaskan Kasus Dugaan Pelecehan Anak di Bireuen

0
Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) asal Aceh, H. Sudirman atau Haji Uma. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Anggota DPD RI asal Aceh, Sudirman yang lebih dikenal sebagai Haji Uma, meminta Polda Aceh mengusut tuntas kasus dugaan pencabulan dan pemerkosaan terhadap anak di bawah umur yang terjadi di Kabupaten Bireuen.

“Kita minta polisi menindaklanjuti segera laporan keluarga korban yang disampaikan awal Maret kemarin,” kata Sudirman Haji Uma dalam keterangannya di Banda Aceh, Senin (16/3/2026).

Ia menyebutkan, berdasarkan informasi yang diterimanya, keluarga korban telah melaporkan kasus tersebut ke Polres Bireuen dengan nomor laporan STTLP/61/III/2026/SPKT/POLRES BIREUEN/POLDA ACEH tertanggal 2 Maret 2026.

Haji Uma mengaku baru mengetahui peristiwa tersebut dua hari sebelumnya setelah menerima laporan dari masyarakat. Setelah itu, ia langsung menugaskan stafnya untuk menemui keluarga korban guna memperoleh informasi lebih lanjut.

Dari hasil komunikasi tersebut diketahui bahwa peristiwa yang dialami korban terjadi pada Desember 2025. Namun laporan resmi baru disampaikan kepada pihak kepolisian pada awal Maret 2026.

Dirinya mengaku sangat prihatin atas kejadian yang menimpa korban, terlebih karena korban masih berstatus anak di bawah umur. Ia menilai kasus tersebut merupakan kejahatan serius yang harus ditangani secara maksimal oleh aparat penegak hukum.

“Apa yang terjadi terhadap anak ini adalah kejahatan seksual sebagai tindak pidana serius dan harus menjadi perhatian serius dalam penanganannya penegak hukum,” ujarnya.

Karena itu, Haji Uma mendesak Polda Aceh memberikan perhatian khusus terhadap kasus tersebut dengan mengacu pada ketentuan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2022 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Ia juga menegaskan komitmennya untuk terus mengawal penanganan perkara dugaan pelecehan seksual terhadap anak di Kabupaten Bireuen tersebut hingga tuntas.

“Kita akan kawal kasus ini hingga korban mendapat keadilan. Kita juga akan surati Polda Aceh jika penanganan kasus ini di Polres Bireuen lambat,” demikian Sudirman Haji Uma.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

Bupati Aceh Timur Apresiasi Dukungan Pemerintah Pusat dalam Pemulihan Bencana

0
Bupati Aceh Timur Apresiasi Dukungan Pemerintah Pusat dalam Pemulihan Bencana (Foto: Humas Pemkab Aceh Timur)

NUKILAN.ID | IDI RAYEUK – Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas dukungan dan perhatian terhadap pemulihan masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi di wilayah tersebut.

“Kami mengapresiasi dan berterima kasih kepada pemerintah pusat, Presiden Prabowo Subianto dan jajaran kabinet yang memberikan perhatian besar terhadap pemulihan bencana,” kata Iskandar Usman Al-Farlaky di Aceh Timur, Senin (16/3/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan saat penyaluran bantuan bagi korban bencana hidrometeorologi oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf bersama Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian di Kabupaten Aceh Timur.

Iskandar berharap dukungan dari pemerintah pusat dapat mempercepat proses penanganan dampak bencana, sehingga masyarakat Aceh Timur dapat segera pulih dan bangkit dari kondisi yang terjadi sejak akhir November 2025.

Ia memaparkan, bencana hidrometeorologi tersebut berdampak pada 454 gampong yang tersebar di 24 kecamatan di Kabupaten Aceh Timur.

“Jumlah rumah terendam mencapai 81.603 unit, dengan total pengungsi sebanyak 236.822 jiwa dari 56.332 keluarga atau. Secara keseluruhan, masyarakat terdampak mencapai 290.582 jiwa dari 81.603 keluarga. Korban meninggal dunia tercatat 58 orang,” katanya.

Sementara itu, data kerusakan rumah sebelum proses verifikasi tercatat sebanyak 25.918 unit. Rinciannya, 16.590 unit mengalami rusak ringan, 5.484 unit rusak sedang, dan 3.844 unit rusak berat.

Bupati juga menyampaikan perkembangan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana di daerah tersebut.

“Dari total usulan 3.084 unit huntara, sebanyak 1.966 unit telah selesai dibangun. Sedangkan 1.082 unit lainnya masih dalam proses penyelesaian,” kata Bupati.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur juga mengajukan sejumlah bantuan kepada Kementerian Sosial RI sebagai bagian dari upaya penanganan dampak bencana.

Untuk bantuan stimulan sosial ekonomi, pemerintah daerah mengusulkan bantuan bagi 25.320 keluarga berdasarkan data rumah rusak ringan, sedang, dan berat.

“Dari jumlah tersebut, sebanyak 7.643 keluarga telah mendapatkan persetujuan dengan total anggaran Rp38,21 miliar. Kami berharap bantuan stimulan ekonomi tersebut dapat memulihkan pendapatan keluarga pascabencana,” katanya.

Pemerintah daerah juga mengusulkan bantuan jaminan hidup bagi 47.389 jiwa selama tiga bulan dengan nilai Rp15 ribu per jiwa per hari. Dari jumlah tersebut, sebanyak 28.831 jiwa telah mendapat persetujuan dengan total anggaran Rp38,92 miliar.

Selain itu, bantuan isi hunian diajukan untuk 25.320 keluarga. Dari jumlah tersebut, sebanyak 7.643 keluarga telah disetujui dengan total anggaran Rp22,92 miliar.

“Pemerintah pusat juga menyalurkan santunan ahli waris bagi korban meninggal dunia sebanyak 60 jiwa dengan total nilai Rp900 juta. Serta santunan bagi korban luka berat diberikan kepada dua orang dengan total bantuan Rp10 juta,” kata Iskandar Usman Al-Farlaky.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

DLHK Aceh Peringati Hari Bakti Rimbawan ke-43, Tekankan Kerja Ikhlas dan Tata Kelola Berkualitas

0
DLHK Aceh Peringati Hari Bakti Rimbawan ke-43. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Jajaran rimbawan di Provinsi Aceh menggelar upacara peringatan Hari Bakti Rimbawan ke-43 pada Senin (16/3/2026). Upacara yang berlangsung khidmat di halaman Kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Aceh tersebut dipimpin langsung oleh Kepala DLHK Aceh, Dr. Ir. A. Hanan, S.P., M.M.

Peringatan tahun ini mengusung tema “Kerja Ikhlas, Tata Kelola Berkualitas: Rimbawan Membangun Kehidupan Berkelanjutan.” Momentum tersebut terasa semakin bermakna karena berlangsung di bulan suci Ramadan yang sarat dengan nilai keikhlasan dan pengendalian diri, termasuk dalam menjaga kelestarian hutan.

Upacara tersebut dihadiri seluruh aparatur sipil negara (ASN) DLHK Aceh serta perwakilan sejumlah Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Kehutanan di Aceh. Di antaranya Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL), Balai Pengelolaan Hutan Lestari (BPHL), Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS), Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH), Balai Penegakan Hukum Kehutanan Wilayah Sumatera, serta Balai Perhutanan Sosial Medan (BPS Medan).

Dalam upacara tersebut, Vebriyandri S. Abbas dari BBTNGL bertindak sebagai komandan upacara. Sementara pengibar bendera Merah Putih terdiri dari M. Ravie P. Asnawi dari BBTNGL, Furkhan dari BKSDA, dan Ellysa dari BBTNGL. Kegiatan dipandu oleh Rahmati, S.Ag dari DLHK Aceh sebagai pembawa acara.

Pada kesempatan itu, amanat Menteri Kehutanan Republik Indonesia Raja Juli Antoni, Ph.D. dibacakan oleh inspektur upacara. Dalam amanat tersebut ditekankan pentingnya modernisasi tata kelola kehutanan melalui pendekatan DSS yang meliputi Digitalisasi, Sinergi, dan Simplifikasi.

Pendekatan ini diharapkan dapat mendorong terwujudnya layanan kehutanan yang lebih transparan, akuntabel, serta berbasis teknologi.

“Menjaga hutan adalah ibadah. Sebagaimana puasa melatih kita menahan diri, menjaga hutan juga mengajarkan kita untuk tidak mengeksploitasi alam secara berlebihan,” ujar Dr. A. Hanan saat membacakan sambutan Menteri.

Hari Bakti Rimbawan yang diperingati setiap 16 Maret merujuk pada berdirinya Departemen Kehutanan pada tahun 1983. Peringatan ini menjadi momentum refleksi sekaligus bentuk penghargaan atas dedikasi para rimbawan yang berada di garis depan dalam menjaga kelestarian hutan Indonesia.

Setelah upacara, rangkaian kegiatan peringatan Hari Bakti Rimbawan di Aceh akan dilanjutkan dengan berbagai kegiatan sosial dan lingkungan. Di antaranya aksi donor darah, perlombaan olahraga dan seni antarpegawai, serta sejumlah kegiatan bakti lingkungan lainnya.

Melalui semangat peringatan tersebut, para rimbawan di Aceh berkomitmen untuk terus berinovasi dalam menjaga kelestarian hutan demi mewujudkan lingkungan yang berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

Tutup Peukan QRIS Ramadhan 2026, Illiza Apresiasi Antusiasme Warga dan UMKM

0
Wali Kota Tutup Peukan QRIS Ramadhan 2026. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal secara resmi menutup rangkaian kegiatan Peukan QRIS Ramadhan 2026 yang digelar di lantai 3 Gedung Pasar Atjeh Baru, Senin (16/3/2026).

Kegiatan yang berlangsung sejak 20 Februari hingga 15 Maret 2026 tersebut menjadi salah satu agenda untuk meramaikan ekonomi Ramadhan di kawasan Pasar Atjeh, sekaligus mendorong penggunaan sistem pembayaran digital melalui QRIS.

Pada acara penutupan, Illiza juga menyerahkan hadiah kepada para pemenang berbagai perlombaan yang digelar selama kegiatan berlangsung. Selain itu, dilakukan pula pengundian kupon berhadiah bagi pengunjung yang telah melakukan transaksi menggunakan QRIS selama pelaksanaan Peukan QRIS Ramadhan.

Dalam sambutannya, Illiza menyampaikan apresiasi atas partisipasi masyarakat, pedagang, serta seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah, selama hampir satu bulan kegiatan ini berlangsung dengan sangat meriah. Kita melihat bagaimana Pasar Atjeh kembali hidup, ramai oleh masyarakat yang berbelanja sekaligus menikmati suasana Ramadhan,” ujarnya.

Ia menilai, Peukan QRIS Ramadhan tidak hanya menjadi ajang kegiatan ekonomi dan hiburan selama bulan suci, tetapi juga berperan dalam memperkuat ekosistem ekonomi digital di Banda Aceh, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pedagang di pasar tradisional.

“Kita berharap kebiasaan bertransaksi secara digital ini dapat terus berkembang di Banda Aceh sehingga memudahkan masyarakat sekaligus meningkatkan perputaran ekonomi,” katanya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Perwakilan Bank Indonesia Aceh Agus Chusaini, Funding and Transaction Relationship Manager Bank Syariah Indonesia Cut Saumi, para asisten di lingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh, Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Kota Banda Aceh Bukhari Sufi, Kepala UPTD Pasar Mairizal, pengelola Pasar Aceh Dedi, serta para pedagang yang turut meramaikan kegiatan tersebut.

Menutup sambutannya, Illiza berharap kegiatan serupa dapat terus diselenggarakan setiap tahun sebagai bagian dari upaya menghidupkan pusat perdagangan kota sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM di Banda Aceh.

“Semoga kegiatan seperti ini dapat terus kita hadirkan setiap Ramadhan agar Pasar Atjeh semakin ramai, ekonomi masyarakat terus bergerak, dan Banda Aceh semakin maju,” pungkasnya.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

Pemuda Gampong Durian Kawan Sukses Gelar Peringatan Nuzulul Qur’an Lewat Berbagai Lomba

0
durian kawan
Pemuda-pemudi Gampong Durian Kawan Menggelar Peringatan Nuzulul Qur’an. (Foto: For Nuilan)

NUKILAN.ID | TAPAKTUAN – Peringatan malam Nuzulul Qur’an di Gampong Durian Kawan berlangsung meriah melalui berbagai perlombaan keagamaan yang melibatkan anak-anak hingga pemuda, pada 14–15 Maret 2026 atau bertepatan dengan 24–25 Ramadhan.

Kegiatan yang mengusung tema “Menjadikan Al-Qur’an sebagai Pedoman Hidup & Bersama Al-Qur’an Membangun Generasi Berakhlak Mulia” ini dipusatkan di Masjid Nurul Huda. Acara tersebut diprakarsai oleh panitia peringatan Nuzulul Qur’an yang diketuai Ihyadika, serta didukung penuh oleh pemuda-pemudi setempat.

Dari keterangan yang diterima Nukilan.id, berbagai perlombaan digelar untuk memeriahkan kegiatan, di antaranya hafalan ayat pendek tingkat anak-anak, Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat SMP/MTsN, adzan subuh tingkat SMA/SMK, syahril Qur’an tingkat SMP/SMA, lomba sholat jenazah tingkat pemuda/pemudi, hingga cerdas cermat.

Ketua panitia menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi momentum penting dalam menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an kepada generasi muda.

Ia menjelaskan, peringatan Nuzulul Qur’an merupakan upaya untuk mengenang turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW sekaligus meningkatkan keimanan dan ketakwaan masyarakat kepada Allah SWT.

Menurutnya, melalui berbagai perlombaan tersebut, panitia ingin menumbuhkan semangat belajar serta kecintaan terhadap Al-Qur’an di kalangan anak-anak dan remaja sebagai generasi penerus.

“Melalui kegiatan ini kita ingin menumbuhkan rasa semangat dalam jiwa anak-anak dan pemuda, agar ke depan mereka bisa menjadi penerus yang membawa perubahan ke arah yang lebih baik,” ujarnya.

Di akhir kegiatan, hadiah diserahkan langsung oleh keuchik yang baru dilantik, Fuandi, bersama Imam Chik Hamdan kepada para pemenang lomba.

Selain itu, piala bergilir yang sebelumnya dipegang oleh Dusun Mesjid kembali diperebutkan dan tahun ini berhasil diraih oleh Dusun Punti.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 22.00 WIB hingga selesai tersebut mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat setempat yang turut hadir memeriahkan peringatan malam turunnya Al-Qur’an. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

BSI Gandeng Insan Pers Perkuat Literasi Keuangan Syariah di Momentum Ramadhan

0

NUKILAN.id | Banda Aceh — Bank Syariah Indonesia (BSI) Regional Aceh menggelar kegiatan Literasi Keuangan Syariah yang dirangkai dengan Kajian Ramadhan bersama insan pers di Masjid Landmark BSI Aceh, Senin (16/3/2025).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari strategi BSI untuk mendorong pemahaman masyarakat terhadap prinsip-prinsip ekonomi syariah melalui peran media sebagai mitra edukasi publik.

Regional CEO Bank Syariah Indonesia Aceh, Imsak Ramadhan, mengatakan media memiliki posisi strategis dalam menyebarkan informasi dan edukasi mengenai keuangan syariah kepada masyarakat secara luas.

Menurutnya, peningkatan literasi keuangan syariah tidak hanya menjadi tanggung jawab lembaga keuangan, tetapi juga memerlukan dukungan berbagai pihak, termasuk media yang setiap hari berinteraksi dengan publik melalui pemberitaan.

“Peran media sangat penting dalam menyampaikan informasi yang edukatif kepada masyarakat, termasuk dalam memperkenalkan prinsip-prinsip ekonomi dan keuangan syariah,” ujar kepada awak media, termasuk Nukilan.

Ia menjelaskan, sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, BSI berupaya menghadirkan pendekatan yang tidak hanya berfokus pada layanan perbankan, tetapi juga pada edukasi dan penguatan nilai-nilai ekonomi Islam di tengah masyarakat.

BSI, kata dia, ingin hadir sebagai mitra masyarakat dalam berbagai aspek, mulai dari pengelolaan keuangan yang sehat, penguatan nilai spiritual, hingga kontribusi sosial bagi kesejahteraan bersama.

Dalam kegiatan tersebut, kajian Ramadhan disampaikan oleh Mursalin Basyah yang menekankan pentingnya integritas dan kejujuran dalam aktivitas ekonomi.

Ia menyebutkan bahwa nilai keberkahan dalam muamalah tidak hanya ditentukan oleh keuntungan materi, tetapi juga oleh etika dan tanggung jawab moral dalam setiap transaksi.

Menurutnya, insan pers memiliki peran penting dalam menyebarkan informasi yang membangun, termasuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang ekonomi dan keuangan syariah.

“Informasi yang baik dan edukatif tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menyebarkan kebaikan,” pungkasnya.

Reporter: Rezi