Beranda blog Halaman 1659

POPDA Aceh Barat: Laskar T Cut Ali Kalahkan Simeulue 4-1

0
(Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Laga sepak bola Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) ke XVI Provinsi Aceh, kubu Laskar T Cut Ali Kabupaten Aceh Selatan memetik kemenangan Versus (Vs) Simeulue 4-1 di Stadion Kuta Padang, Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, Selasa 21 Juni 2022.

Setelah bertemu Kota Subulussalam, Laskar T Cut Ali kembali bertempur melawan kesebelasan Siumelue. Perang terbuka yang dipimpin wasit Hamdani itu mengundangkan ratusan penonton.

“Sejak kick off kedua kesebelasan bermain gemilang dengan irama saling serang dan mencuri kelemahan masing-masing. Serdadu-serdadu sepak bola Aceh Selatan terlihat lebih berperan. Bahkan sempat membuat Simeulue kewahan,” ungkap Pelatih Laskar T Cut Ali Fatayuddin kepada media, Rabu (22/6/2022).

Kata Fatayuddin, pada menit ke sembilan, Arisma Saputra (3) berhasil menoreh gol pertama. Tidak lama berselang, Fatul Muhibbil (6) kembali menyosor gol kedua pada menit ke 16. Saat spirit serangan menyala, tim Siumelue bembayar satu gol melalui tendangan spektakuler Yosi Rahmadi (21) di menit 21. Hingga skor sementara menjadi 2-1.

Usai menerima pembayaran gol dari anak-anak Kepulauan Simeulue, lagi-lagi pasukan laskar T Cut Ali memompa kekuatan. Sebelum jeda, M Fadhil (13) kembali melayangkan gol ke gawang yang dikawal  Muhammad Faqih (20). Gol ketiga Aceh Selatan tersebut menutup pertandingan babak pertama dengan skor 3-1.

Menurut ketua kontingen POPDA Aceh Selatan H Rustam, pada babak kedua laskar T Cut Ali mengutamakan penguatan pertahanan. Strategi serangan dibentuk asal tidak patah arang. Sebaliknya, komplotan Siumelue malah gencar melontarkan tendangan-tendangan.

“Tanpa diduga, serangan balik yang dibangun melalui umpan panjang membuahkan hasil. Nyaris end juri time, pemain pengganti Aceh Selatan Ali Muktar (16) seruduk gol ke empat pada menit 81. Akhir pertandingan, bala tentara kubu Laskar T Cut Ali unggul 4-1,” kata Rustam.

Informasi dihimpun KBA.ONE, ke empat pertandingan masing-masing Aceh Selatan Vs Aceh Besar imbang 2-2. Aceh Selatan bertemu Abdya kalah 2-3. Kemudian, Aceh Selatan melawan Kota Subulussalam menang 3-2. Terakhir Aceh Selatan dengan Siumelue menang 4-1. []

Kadispora: POPDA Aceh Barat Berlangsung Seru

0
(Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh, Dedy Yuswardi dalam laporannya saat pembukaan Pekan Olahraga Pelajar (Popda) Aceh XVI di Meulaboh Aceh Barat mengatakan penyelenggaraan akan berlangsung selama sepekan, mulai tanggal 20-26 Juni 2022.

“Ada 12 cabang olahraga yang dipertandingkan di Popda ke-16 ini,” kata Dedy Yuswardi. Dedy menyebutkan, para atlet tersebut merupakan atlet pilihan terbaik yang ada di masing-masing daerah.

Karena itu, pertandingan Popda akan berlangsung seru, penuh dengan aura persaingan yang sehat dan menjungjung tinggi kaidah fairplay.

“Karena persaingan yang dituju para atlet adalah persaingan meraih prestasi, kala mana sportivitas akan selalu terjaga,” sambungnya.

Sementara Bupati Aceh Barat, Ramli dalam sambutannya mengatakan, penyelenggaraan Popda di Aceh Barat menjadi kado terindah bagi masyarakat. “Mudah-mudahan menjadi kenangan bagi kami nantinya,” kata Ramli.

Perhelatan yang diikuti 2.452 atlet terbaik dari seluruh Aceh itu akan memperebutkan 234 medali emas, 234 medali perak dan 323 medali perunggu.

POPDA 2022: Maria Gercia Sumbang Emas Pertama untuk Banda Aceh

0
Nukilan.id – Hari kedua pagelaran Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Aceh ke-XVI di Kabupaten Aceh Barat. Kontingen Kota Banda Aceh mulai mengumpulkan pundi-pundi medali.
Salah satunya lewat atlet Lempar Cakram, Maria Gersia Sitohang yang menjadi pahlawan. Ia sukses mempersembahkan medali emas pertama untuk kontingen Ibukota.
Partai final Lempar Cakram dihelat di Stadion Minin Cot Pluh, Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat.
Siswi SMAN 3 Banda Aceh itu saat tampil di final mampu mengalahkan lawan-lawannya dengan lemparan terbaiknya, 24,10 meter.
Dengan hasil tersebut, Maria menjadi atlet pertama POPDA Banda Aceh yang mempersembahkan medali emas.
Medali perak untuk Lempar Cakram diraih atlet dari Kabupaten Aceh Tamiang dan perunggu diraih atlet Aceh Utara.
Raihan emas dari Lempar Cakram mendapatkan apresiasi dari Plt Kadispora Banda Aceh, Reza Kamilin yang saat ini langsung hadir di Meulaboh mendukung anak-anak Banda Aceh yang sedang berjuang di pesta olahraga antar pelajar itu.
“Alhamdulillah, kita sudah mulai membuka kran medali. Emas yang diraih Maria kita harap menjadi pelecut semangat atlet cabor lain untuk meraih prestasi serupa,” kata Reza Kamilin.
Ia pun meminta seluruh atlet untuk terus fokus mempersiapkan diri, menjaga kondisi agar bisa tampil maksimal di setiap cabor yang diikuti. Dengan begitu, target Banda Aceh meraih prestasi terbaik di POPDA dapat terwujud.
Sehari sebelumnya, Banda Aceh juga telah meraih dua medali perak dari tolak peluru juga dipersembahkan oleh Maria dan Chairil Riski.
Di cabang panahan, kontingen Banda Aceh telah meraih 1 emas, 8 perak dan 3 perunggu.
Total raihan medali Banda Aceh hingga saat ini, 2 emas, 10 perak dan 2 perunggu.
Reza Kamilin mengatakan, Banda Aceh berpeluang menambah pundi-pundi medali karena di sejumlah cabor hari ini melangsungkan partai final.
“Hari ini, atlet kita juga masih bertanding di final beberapa cabor, panahan dan atletik. InshaAllah juga berpotensi menambah perolehan medali untuk Kota Banda Aceh,” kata Reza Kamilin.[]

GMPA: Sosok Safrizal ZA Tepat dan Layak Jadi Pj Gubernur Aceh

0
Ketua Gerakan Muda Peduli Aceh (GMPA), Irfan, S.Sos. (Foto: Nukilan)

Nukilan.id – Gerakan Muda Peduli Aceh (GMPA) menilai sosok Dr Safrizal ZA, M.Si sangat layak dan tepat menjadi Pejabat (Pj) Gubernur Aceh dimasa transisi menuju 2024.

Kebutuhan itu, untuk mengisi kekosongan masa jabatan 2022-2024 guna menggantikan posisi Nova Iriansyah karena telah berakhir masa jabatannya pada 5 Juli 2022 mendatang,” ujar Ketua Umum GMPA Irfan Nasruddin, S.Sos kepada Nukilan.id Rabu, (22/6/2022).

“Setelah kita secara keorganisasi melakukan kajian mendalam dari berbagai rujukan informasi dan data yang himpun, baik respon publik, atas dukungan dan harapan dari berbagai elemen masyarakat Aceh.

Atas dasar itu, GMPA merekomendasikan sosok Safrizal sangat layak dan tepat untuk ditunjuk sebagai Pj Gubernur Aceh. Dan sangat mendukung penuh agar Menteri Dalam Negeri (Mendagri) menunjuk Safrizal ZA bisa mengisi jabatan sebagai Pj Gubernur Aceh sampai terpilihnya Gubernur yang baru setelah Pemilihan Kepala Daerah 2024 nantinya,” ujarnya.

Hal itu dapat di lihat oleh GMPA, atas rekam jejak yang dihimpun dari personal Safrizal yang memulai karirnya didalam struktural pemerintah. Dan sampai sekarang Putra asli Aceh ini juga menjabat di Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri.

“Atas pertimbangan itu, tentunya telah menjadi ukuran bahwa apa yang diharapkan oleh segenap elemen di Aceh untuk Pj Gubernur,” pungkas Irfan.

Irfan Lanjut menjelaskan, sosok beliau sudah sangat layak untuk memimpin di Aceh, dari jenjang pengalaman dalam hal urusan tata kelola kepemerintahan mulai dari bawah sampai ke ranah tingkatan pusat. Jika diukur dari sisi kepemimpinan, Safrizal juga sebelumnya telah berpengalaman menjabat sebagai Pj Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan beberapa tahun lalu. Jadi, untuk urusan kepemimpinan disegala sektor lini struktural kepemerintahan, beliau juga telah sangat teruji secara latar belakang pengalaman yang ia lewati mulai dari tingkat bawah sampai ke tingkat atas selama dalam perjalanan karir beliau,”

Selain itu, dari sisi jaringan koneksi dan komunikasi yang baik dengan pemerintah pusat selama ini, akan sangat berpengaruh pada kemajuan Aceh kedepannya. Terkhusus menyangkut jalannya sinergitas kolaborasi antara kepentingan Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat untuk implementasi point-point keistimewaan kekhususan Aceh yang masih belum berjalan secara maksimal.

Untuk itulah, kata Irfan, Aceh butuh pemimpin yang mampu melakukan kerja-kerja dengan cara pendekatan seperti itu, serta tepat sasaran dalam menyelesaikan setiap permasalahan yang masih belum berjalan maksimal di Aceh saat ini,” pungkasnya. []

KPwBI Aceh Bedah Buku “Make It Happen, Now!: Buku Pintar Rencana Keuangan Untuk Wujudkan Mimpi”

0
(Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Perpustakaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Aceh menyelenggarakan kegiatan bedah buku “Make It Happen, Now!: Buku Pintar Rencana Keuangan Untuk Wujudkan Mimpi” karya Prita Hapsari Ghozie. Penyelenggaraan bedah buku merupakan salah satu rangkaian rutin tahunan yang diselenggarakan oleh perpustakaan KPwBI Provinsi Aceh.

Acara yang diselenggarakan di Ballroom Rasamala Hotel Banda Aceh ini berlangsung secara hybrid melalui platform zoom dimoderatori oleh Reza Idria (Akademisi UIN Ar-Raniry) dan dihadiri oleh 100 peserta luring yang terdiri dari anggota GenBI Aceh, Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Aceh, Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Banda Aceh, Perpustakaan Universitas Syiah Kuala, Duta Baca Universitas Syiah Kuala, Perpustakaan UIN Ar-Raniry, Ikatan Pustakawan Indonesia Provinsi Aceh, Lib_Talk Provinsi Aceh, Bursa Efek Indonesia Provinsi Aceh dan 200 peserta lainnya yang bergabung melalui daring.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Bank Indonesia Provinsi Aceh, Achris Sarwani. Dalam sambutannya, Achris Sarwani menyampaikan bahwa buku “Make It Happen, Now!: Buku Pintar Rencana Keuangan Untuk Wujudkan Mimpi” merupakan buku yang sangat bermanfaat dan dapat diimplementasikan dalam tahap-tahap perencanaan keuangan terutama kepada para milenials.

Selain itu, kata dia, kegiatan bedah buku ini diharapkan dapat meningkatkan minat baca dan literasi keuangan untuk para pembaca serta dapat memotivasi dan inspirasi dalam perencanaan keuangan secara dini agar tidak terjebak pada kebiasaan konsumtif yang kurang baik.

Buku “Make It Happen, Now!: Buku Pintar Rencana Keuangan Untuk Wujudkan Mimpi” merupakan buku kedua yang ditulis oleh Prita Hapsari Ghozie dan telah mengalami beberapa perubahan hingga cetakan ketiga belas pada Maret 2022. Buku ini memaparkan tentang pentingnya dalam melakukan perencanaan keuangan untuk wujudkan mimpi.

Dalam pemaparannya, Prita menjelaskan bahwa mengatur keuangan itu sangatlah penting agar hidup jadi lebih terencana dan tidak mudah panik saat ada kebutuhan yang mendesak.

“Memang, umumnya mengatur keuangan terasa seperti hal yang sangat sulit dilakukan. Namun, jika kita mengetahui caranya ternyata tidak bikin kening berkerut lho!,” tutur Prita.

“Jika selama ini kita menganggap cara terbaik mengatur keuangan adalah dengan menabung, dibuku ini kita akan lebih mengenal berbagai info baru soal membuat perencanaan keuangan yang lebih baik dari sekedar menabung melainkan memahami soal investasi dan gambaran cara untuk memulai,” tambahnya.

Selain itu, Prita juga mengajak para pembaca untuk memeriksa kondisi kesehatan keuangan, memulai dan menyusun rencana keuangan, mengenal berbagai macam produk keuangan, hingga mewujudkan berbagai mimpi besar dengan memulai rencana keuangan sedini mungkin.

“Nggak usah khawatir kalau nggak punya latar belakang ilmu ekonomi, buku ini cukup ringan dan sangat menyenangkan untuk diikuti. Make it Happen, Now!,” tutup Prita pada akhir pemaparannya. []

IMPAS Dukung Safrizal Jadi Pj Gubernur Aceh

0

Nukilan.id – Ikatan Mahasiswa Pascasarjana (IMPAS) Aceh – Jakarta menilai sosok safrizal sangat layak dan tepat menjadi Pejabat (Pj) Gubernur Aceh yang akan menggantikan posisi Nova Iriansyah karena telah berakhir masa jabatannya pada juli 2022 mendatang.

Hal tersebut disampaikan ketua IMPAS Nazarullah kepada Nukilan.id Rabu (22/06/2022) mengatakan dari berbagai nama yang telah mencuat dimunculkan kepublik akhir-akhir ini dengan beragam pendapat dari berbagai elemen yang ada di Aceh. Maka kita melihat sosok Safrizal sangat cocok dan tepat untuk ditunjuk sebagai Pj Gubernur Aceh.

“Setelah kita melakukan analisa mendalam dari berbagai rujukan yang ada, baik kemunculan dukungan, harapan, usulan dari berbagai elemen di Aceh selama ini. Sosok safrizal sangat layak dan tepat untuk ditunjuk sebagai Pj Gubernur Aceh, dan kita sangat mendukung untuk Menteri Dalam Negeri (Mendagri) menunjuk beliau agar mengisi jabatan sebagai Pj Gubernur Aceh sampai terpilihnya Gubernur yang baru setelah Pemilihan Kepala Daerah 2024 nanti,” ujarnya.

Adapun alasan pihaknya menyatakan dukungan untuk Safrizal agar ditunjuk sebagai Pj Gubernur Aceh dikarenakan beberapa penilaian yang menurutnya akan berdampak baik untuk kemajuan keberlangsungan jalannya pembangunan Aceh dimasa mendatang. Hal itu dapat kita lihat dari proses sepak terjang pengalam safrizal yang memulai karirnya didalam struktural pemerintah diawali sejak menjadi lurah di kota lhokseumawe, hingga pernah menjadi Kasubbag tata Pemerintahan dan Otonomi Daerah di Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh di tahun 2000.

“Dari sisi tersebut, tentunya telah menjadi ukuran bahwa apa yang diharapkan oleh segenap elemen di Aceh untuk Pj Gubernur nantinya, telah dimiliki sosok Safrijal. Apalagi beliau juga putra asal Aceh yang telah melalui proses jenjang pengalaman dalam hal urusan tata kelola kepemerintahan mulai dari bawah sampai ke ranah tingkatan pusat. Jika diukur dari sisi kepemimpinan, sosok Safrizal juga sebelumnya telah berpengalaman menjabat sebagai Pj Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan beberapa tahun lalu. Jadi, untuk urusan kepemimpinan disegala sektor lini struktural kepemerintahan, beliau juga telah sangat teruji secara latar belakang pengalaman yang ia lewati mulai dari tingkat bawah sampai ke tingkat atas selama dalam perjalanan karir beliau”, Imbuhnya.

Terakhir, kehadiran sosok safrizal yang memiliki jaringan koneksi dan komunikasi yang baik dengan pemerintah pusat selama ini, akan sangat berpengaruh pada tercapainya harapan masyarakat di Aceh terkhusus menyangkut jalannya sinergitas kolaborasi antara kepentingan Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat untuk implementasi point-point keistimewaan kekhususan Aceh yang masih belum berjalan secara maksimal.

“hal ini penting untuk digarisbawahi agar bagaimana kedepannya untuk posisi Pj Gubernur Aceh harus dijabat oleh sosok yang memang mampu melanjutkan estafet kepemimpinan di Aceh dengan menjalin kolaborasi agar stabilitas politik di Aceh juga tetap berjalan kondusif. Seperti salah satu contoh yang terjadi baru-baru ini menyangkut persoalan empat pulau yang ada di Aceh, sempat menuai masalah karena urusan kewenangan administrasi wilayah. Adanya keberadaan sosok Safrizal distruktur pemerintah pusat yang memiliki kecakapan dalam merespon secara cepat melalui pendekatan persuasif antara semua pihak yang terlibat, akhirnya dapat menemukan titik penyelesaian secara baik tanpa adanya konflik horizontal ditatanan masyarakat bawah,” ungkapnya.

Oleh karena itu, kata dia — Nazarullah, Aceh butuh pemimpin yang mampu melakukan kerja-kerja dengan cara pendekatan seperti itu, serta tepat sasaran dalam menyelesaikan setiap permasalahan yang masih belum berjalan maksimal di Aceh saat ini.

“Sosok tersebut dimiliki oleh Safrizal dan saat ini sedang menjabat sebagai Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri,” tutupnya.[]

Fuadi Satria Dukung Pengusaha Muda Pimpin Kadin Aceh

0
Ketua BPC HIPMI Kota Banda Aceh, Fuadi Satria (kiri) bersama Ketua HIPMI Aceh, Rizky Syahputra (kanan). Foto: Dok. Ist

Nukilan.id – Dalam hitungan hari Kadin akan memilih ketua baru melalui musyawarah provinsi yang akan dilaksanakan pada 27-29 Juni 2022.

Salah satu hal yang menarik, munculnya pengusaha muda yang berkontestasi meraih kepercayaan konstituen kadin menjadi ketua kadin Aceh periode berikutnya

Menanggapi hal itu, Pengusaha Muda asal Kota Banda Aceh, Fuadi Satria mengatakan, partisipasi pengusaha muda dalam mewarnai pemilihan Ketua Kadin Aceh menunjukkan kepedulian kaum muda terlibat lebih aktif secara kelembagaan Kadin untuk memajukan perekonomian di Aceh.

“Peran pengusaha muda bagian penting untuk memajukan kemandirian ekonomi di Aceh, sehingga penting diberikan kesempatan memimpin Kadin Aceh,” kata Fuadi yang juga Ketua Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Banda Aceh itu kepada Nukilan, Rabu (22/6/2022).

Disisi lain, lanjut Fuadi, positifnya pemimpin dari kalangan pemuda memiliki energi besar melalui kreatifitas, inovasi, dan terobosan baru.

“Namun, kami juga sangat perlu bimbingan dari pengusaha senior untuk bersama-sama membuat perubahan ekonomi Aceh menjadi lebih baik ke depan,” pungkasnya. []

401 Perkara Terdaftar di Mahkamah Syar’iyah Jantho Aceh Besar

0
Gedung Mahkamah Syar'iyah Jantho Aceh Besar.

Nukilan.id – Mahkamah Syar’iyah Jantho sampai dengan hari ini telah menerima 401 perkara, sebagaimana yang tercatat disistem informasi penelusuran perkara (SIPP) dengan klasifikasi 266 perkara gugatan (Contensius) dan 113 perkara Permohonan (Voluntair) dan 21 perkara Pidana (Jinayat) di semester pertama Tahun 2022, Jantho Aceh Besar Selasa, (21/6/2022).

Ketua Mahkamah Syar’iyah Jantho, Siti Salwa SH.I M.H melalui juru bicaranya Fadhlia, S.Sy., M.H, mengatakan jumlah perkara mengalami kenaikan secara signifikan di bulan pertama tahun 2022. Ada berbagai faktor penyebab yang melatar belakangi sehingga perkara grafik perkara yang diadili oleh Mahkamah Syar’iyah Jantho meningkat.

Dan untuk perkara perdata gugatan, Perkara Cerai Gugat (Istri Gugat Suami) masih mendominasi dengan jumlah perkara 152. Sedangkan perkara Cerai Talak (Suami memohon izin talak terhadap istri) dengan jumlah perkara 37 perkara, dan perkara sengketa harta bersama berjumlah 3 perkara, serta perkara Isbath nikah yang diajukan secara gugatan ada 19 perkara dan perkara kewarisan ada 8 perkara. Perkara permohonan izin poligami 2 perkara, pencabutan kekuasaan anak 1 perkara, dan pengesahan anak 1 perkara, dan perkara lain lain 3 perkara.

Lanjutnya, perkara perdata Permohonan Yaitu Perkara Isbath Nikah 27, Dispensasi Kawin 21 perkara, dan Wali Adhal 1 perkara, serta Permohonan perwalian 1 perkara, dan perkara Permohonan Penetapan ahli waris 62 perkara.

Sedangkan untuk perkara pidana (Jinayat) kasus pemerkosaan (verkrachting) masih mendominasi, dengan jumlah 22 perkara pidana (Jinayat) dengan klasifikasi pemerkosaan oleh anak pelaku terhadap anak korban 1 perkara, pemerkosaan pelaku dewasa 6 perkara, Ikhtilat 4 perkara, Khalwat 4 perkara, dan Maisir ada 5 perkara serta khamar 2 perkara. Jelasnya

Fadlia menambahkan, untuk fasilitas yang disediakan oleh Mahkamah Syar’iyah Jantho yang paling banyak digunakan oleh Para Pihak pencari keadilan yaitu perdaftaran secara perkara E Court, dimana perkara Gugatan terdaftar 181 perkara dan perkara permohonan 96 perkara artinya 85 persen masyarakat Pencari Keadilan di Aceh menggunakan Fitur E Court untuk mendaftarkan perkaranya di Mahkamah Syar’iyah Jantho, dan selain E Court Mahkamah Syar’iyah jantho juga menyediakan fasilitas lainnya yaitu Fasilitas Anjungan Gugatan Mandiri, Fasilitas Pos Bantuan Hukum, Fasilitas Layanan disabilitas, Fasilitas Sidang Keliling, Serta Pelayanan kemudahan akses informasi di Website Mahkamah Syar’iyah Jantho ujar Fadlia Juru Bicara Mahkamah Syar’iyah Jantho.[]

DPRA Komit untuk Masukkan Anggaran Verifikasi Parlok di APBA-P

0
Ketua Fraksi PAN DPR Aceh, Fuadri

Nukilan.id – Terkait dengan pernyataan Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh yang menyatakan bahwa sampai hari ini Anggaran untuk verifikasi Partai Lokal (Parlok) belum ada. Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) berkomitmen untuk mengusulkan di Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) Perubahan.

“Mengacu pada anggaran APBA tahun 2022 memang belum tersedia anggarannya untuk verifikasi Parlok di KIP Aceh, namun pemerintah sudah berkokitmen untuk menyediakan anggaran untuk Verifikasi Parlok di APBA perubahan”. Kata Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRA, Fuadri, saat dikonfirmasi Nukilan.id Rabu (22/06/2026).

Fuadri mengatakan, untuk saat ini proses pembahasan APBA Perubahan belum berjalan Namun demikian, kita berharap supaya KIP Aceh tetap membangun komunikasi dan koordinasi dengan pihak Pemerintah Aceh.

“Memang betul untuk sekarang ini belum ada anggaran di KIP Aceh dari APBA dan itu akan ada saat pembahasan APBA perubahan,” Ujar anggota Komisi I DPRA, Fuadri.

Lanjutnya, pihak Pemerintah Aceh dan DPRA sudah berkomitmen untuk menyediakan anggaran tersebut.

“Untuk verifikasi partai Nasional dan Partai Lokal yang sedang dijalankan oleh KIP Aceh, Saya pikir itu dijalankan saja, masalah anggaran bisa disesuaikan nanti di APBA Perubahan, jadi tidak perlu terlalu khawatir.” ungkap Fuadri.

Selanjutnya, Fuadri menyampaikan, di APBA Perubahan juga tersedia anggaran di tahun 2023 untuk KIP Aceh dan segala jenis bentuk kegiatan untuk Partai Lokal.

Kami berharap kepada KIP Aceh untuk melakukan koordinasi dengan Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA) mana yang diplotkan anggaran untuk KIP Aceh,”pintanya.

Apabila anggaran tersebut masih tertahan mohon di temui Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh selaku ketua Tim Anggaran Pemerintah Aceh (Tapa). Karena ada komitmen Pemerintah Aceh, DPRA dan KIP Aceh untuk menyediakan anggaran di perubahan APBA di tahun 2022,” tuturnya.

Reportet: Hadiansyah

ASN BKA dan Sekretariat Wali Nanggroe Donor 91 Kantong Darah

0
ASN beserta non-ASN BKA dan Sekretariat Lembaga Wali Nanggroe Aceh saat mengikuti kegiatan Donor Darah Rutin ASN Pemerintah Aceh, di Instalasi UTD RSUDZA, Banda Aceh, Rabu, (22/6/2022).

Nukilan.id – Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Aceh yang berdinas di Badan Kepegawaian Aceh (BKA) dan Sekretariat Lembaga Wali Nanggroe Aceh mengumpulkan 91 kantong darah pada hari ini Rabu (22/6), dalam kegiatan donor darah rutin yang dipusatkan di RSUDZA.

Dengan penambahan tersebut, maka total yang terkumpul selama tahun 2022 mencapai 5.273 kantong darah. “Terimakasih pada ASN yang begitu antusias mendonorkan darah,” kata Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Aceh, Muhammad Iswanto, saat mengabarkan data capaian pelaksanaan kegiatan donor darah rutin Pemerintah Aceh, petang tadi.

Iswanto merinci, dari 91 kantong yang terkumpul hari ini, masing-masing didonorkan 33 kantong darah dari ASN BKA dan 58 kantong lainnya disumbangkan ASN Sekretariat Wali Nanggroe.

Iswanto mengatakan, sumbangan 91 kantong pada hari ini menambah jumlah akumulatif yang terkumpul selama 2022, yaitu 5.273 kantong darah.

Sementara total terkumpul sejak pertama aksi sosial donor darah ASN Pemerintah Aceh pada Mei 2020 digelar, hingga kini telah mencapai 25.508 kantong.

“Syukur Alhamdulillah, jumlah darah yang disumbangkan lewat RSUDZA itu sangat bermanfaat bagi mereka yang memerlukan, ” kata Iswanto.

Lebih lanjut, Iswanto menginformasikan jika pelaksanaan kegiatan donor darah rutin ASN Pemerintah Aceh resmi dipusatkan di Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) tepatnya di Instalasi Unit Transfusi Darah Gedung Pusdiklat lantai satu sejak Mei lalu.

Menurut Iswanto, pelaksanaan donor darah di RSUDZA akan lebih efektif dan efisien pemanfaatannya. Dimana darah yang disumbangkan para ASN bisa langsung didistribusikan kepada para pasien yang sedang membutuhkan. []