Beranda blog Halaman 1654

PDIP Aceh Meriahkan Festival Bakar Ikan Nusantara di Kantor DPD Lampriet

0
(Foto: Nukilan/Wanda)

Nukilan.id – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Provinsi Aceh ikut memeriahkan acara Festival Bakar Ikan Nusantara dan makan bersama seluruh pengurus serta kaderdi Kantor DPD PDIP Aceh, Lampriet, Sabtu (25/6/2022) pagi.

Ketua DPD PDIP Aceh, Dr. Muslahuddin Daud mengatakan agenda ini merupakan rangkaian acara dari refleksi Bulan Bung Karno dengan sajian kuliner nusantara dari buku kuliner warisan Bung Karno yaitu “Mustikarasa”.

“Kegiatan ini adalah tradisi PDIP dalam memperingati bulan Bung Karno yang dilakukan serentak di seluruh indonesia. Karena pada bulan Juni banyak sekali terjadi peristiwa-peristiwa penting, seperti lahirnya pancasila pada 1 Juni, lahir dan meninggalnya Pak Soekarno juga berada dalam bulan Juni,” kata Muslahuddin dalam keterangannya kepada Nukilan di Kantor DPD PDIP Aceh.

Ia menyampaikan, sebagai partai Nasionalis Soekarnois, PDIP betul-betul mengarahkan para kadernya untuk dapat menjalankan/membumikan gagasan-gagasan dari Bung Karno dan juga mengimplementasikannya.

“Salah satunya Bung Karno telah memperkenalkan Mustikarasa sejak zaman dahulu, artinya Mustikarasa ini secara rasa, gizi, dan waktu telah membuktikan kuliner Indonesia kaya akan nutrisi yang bisa mencukupi asupan gizi masyarakat,” ungkap Muslahuddin.

Menurutnya, di tengah serbuan kuliner asing seperti sekarang ini dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat, salah satunya stunting. Muslahuddin menyebutkan, angka stunting di Indonesia saat ini masih sangat tinggi, khususnya Aceh masih berada di angka 17%.

“Sehingga tidak bisa kita banyangkan, jika generasi Aceh kedepan terdampak luas terhadap stunting. Padahal kita tahu, di Aceh hanya 4 Kabupaten saja yang tidak ada laut, selebihnya kita dikelilingi laut dengan ikan yang berlimpah, tetapi karena mungkin pola tradisi kita sedang digurus budaya-budaya luar, sehingga lupa dengan kekayaan kuliner sendiri,” jelas Muslahuddin.

Meriahkan Festival Bakar Ikan Nusantara, DPD PDIP Provinsi Aceh bakar 2 ton ikan segar. (Foto: Nukilan/Wanda)

Selain itu, Muslahuddin juga mengatakan, festival bakar ikan nusantara ini dilaksanakan untuk mengingatkan kembali masyarakat bahwa Aceh masih memiliki banyak makanan yang kaya nutrisi, salah satunya ikan. Menurutnya, ikan memiliki protein hewani sangat tinggi yang baik untuk kesehatan.

“Kita berharap generasi Aceh kedepan itu betul-betul generasi yang memang memiliki kapasitas intelektualita yang tinggi dan IQ tinggi, tentunya dengan terus mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi,” harapnya.

Karena itu, Muslahuddin menghimbau kepada seluruh kader partai untuk mensosialisasikan dan mengingatkan masyarakat bahwa Aceh tidak kekurangan nutrisi, Aceh tidak kekurangan gizi, tetapi yang Aceh butuhkan adalah sedikit kreatifitas.

“Semoga resep mustikarasa dan resep-resep kearifan lokal lainnya juga dapat terus digalakkan masyarakat, untuk mengembalikan lagi kejayaan kuliner nusantara. Mari kita lihat disekeliling kita, mari kita berkreasi apa yang ada disekeliling kita, yang kelihatannya sederhana mari kita buat menjadi istimewa. Jadi jangan main-main dengan makanan, karena you are is what you eat (anda adalah apa yang ada makan),” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia, Hasriadi, SE menyampaikan, festival ini dalam rangka haul Bung Karno, dengan lomba memasak dan makan bersama sajian kuliner nusantara dengan konsep lintas daerah secara serentak di seluruh Indonesia yang dipusatkan di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan.

“Kita di Aceh juga ikut memeriahkan festival ini di beberapa DPC termasuk DPD PDIP Aceh ini. Ada sebanyak 2 ton ikan yang kita bakar yang disponsori oleh Abu Bakar alias Cek Baka yang juga wakil Ketua DPD PDIP Aceh Bidang perekonomian,” kata Hasriadi.

Ia menyebutkan, festival ini dilombakan di tingkat pusat, ada sekitar 30 DPD PDIP yang mengikuti kegiatan ini. Tujuannya menyajikan sajian kuliner khas nusantara untuk menjaga peradaban membangun bangsa, dengan mengupas kembali sejarah resep kuliner “Mustikarasa”.

“Dari Aceh juga telah mengirimkan 5 orang untuk mengikuti festival ini di JCC Jakarta, dan ini berdasarkan Perintah DPP,” sebut Hasriadi yang juga Sekretaris Gerakan Nelayan Tani Indonesia-Aceh itu. []

Komisi I DPRA: Bawaslu RI Belum Akomodir Rekrutmen Panitia Panwaslih Aceh

0
Ketua Fraksi PAN DPR Aceh, Fuadri

Nukilan.id – Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) melakulan Koordinasi dan Konsultasi terkait rekrutmen panitia Panwaslih di Aceh bersama Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Republik Indonesia (RI), belum ada kejelasan lebih lanjut.

Demikian disampaikan Fuadri merespon pertemuan DPRA dengan Bawaslu RI pada 22 April lalu di Jakarta.

“Sampai saat ini belum ada kejelasan dari Banwaslu RI. Kita berharap pada Bawaslu RI agar mengakomodir apa yang menjadi harapan undang-undang Nomor 11 tahun 2006 dan juga apa yang di inginkan oleh komisi I DPRA,” Kata Anggota Komisi I DPRA Fuadri, S.Si, M.Si pada Nukilan.id, Jumat (24/06/2022).

Katanya, itu semua untuk keberlangsungan Pemilu yang dilaksanakan di Aceh, sehingga tetap menghargai sesuai dengan kekhususan Aceh.

Dijelaskan Fuadri, DPR Aceh belum menerima aturan dari Banwaslu RI terkait dengan rekrutmen Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) yang mana pada periode yang lalu ini menjadi sebuah perdebatan, bahkan terjadi konflik regulasi dalam menentukan open rekrutmen anggota panwaslih di Aceh.

“Kita akan membangun komunikasi lagi, jika perlu dilakukan pertemuan kembali. Secara materi kita sudah menyampaikannya, agar dalam aturan Bawaslu jangan lupa dimasukan aturan tentang Aceh,” imbuhnya.

Dengan Harapan, ini tidak mengganggu kekhususan Aceh dan Nasional,” pungkasnya.

Reporter: Hadiansyah

Nasdem Sedang Berdakwah Kebangsaan

0
Teuku Taufiqulhadi Ketua DPP Partai NasDem

Partai NasDem sedang berdakwah, dengan mengajak dan menyerukan kepada semua anak negeri agar mengamalkan kehidupan yang lebih baik dalam kehidupan berbangsa dan berbangsa. Kita tidak boleh terpecah-belah dan tidak boleh saling membenci hanya karena persoalan politik.

Negara kita sempat dilanda pembelahan politis. Sehingga menimbulkan disharmoni. Jika ini terus berlangsung, maka pembelahan ini bisa menghancurkan sendi2 kehidupan berbangsa dan bernegara kita.

Sebagai partai politik, maka NasDem mengambil langkah yang berbeda dengan penyeru kebaikan lainnya karena kita memiliki peta praktis penyelesaiannya.

Nasdem mengajak simbul-simbul yang mewakili semua sayap dalam rentang spektrum politik Indonesia untuk bersatu. Kita mengajak Anies Baswedan yang dicitrakan garis agamis; Jenderal Andika yang berspirit di tengah karena TNI, dan Ganjar Pranowo, yang bercitra nasionalis menjadi magnit perekat yang dapat mempertautkankan lkembali pembelahan di atas.

Upaya tersebut tidak mudah. Karena banyak pihak merasa curiga. Sebagian lain lebih merasa senang dengan pembelahan ini karena bagi mereka kondisi tersebut ada peluang kesempatan menangguk keuntungan.

Orang-orang ini pasti akan terganggu jika kondisi menjadi pulih kembali. Karena merasa terancam, mereka sering marah-marah dengan mengatakan NasDem berdua muka, yaitu satu muka menyuarakan pluralisme, sementara muka lainnya senang kepada politik aliran.

Tentu saja tuduhan seperti tidak berdasar sama sekali. Kami menganggap itu benar-benar tuduhan murahan dari orang yang terancam karena akan hilang mainan nanti. Tapi memang berdakwah selalu ada risiko. Tapi kami telah siap.

Teuku Taufiqulhadi
Ketua DPP Partai NasDem

MTQ ke-35 Aceh di Bener Meriah Berakhir, Aceh Besar Pertahankan Juara Umum

0

Nukilan.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Taqwallah atas nama Gubernur Aceh dengan resmi menutup acara Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Provinsi Aceh ke-35 di Redelong, Kabupaten Bener Meriah Jumat malam, 24 Juni 2022.

MTQ yang dimulai 19 Juni itu diikuti seluruh kabupaten kota di Aceh dengan total peserta dari seluruh cabang yang diperlombakan mencapai 1.257 orang.

Berdasarkan penilaian dewan hakim, diputuskan juara umum MTQ Tingkat Provinsi Aceh ke 35 Tahun 2022 berhasil diraih oleh Kabupaten Aceh Besar dengan perolehan nilai 69.
Bagi Aceh Besar status juara itu adalah untuk keduakalinya secara beruntun, setelah sebelumnya juga juara umum MTQ Aceh ke-34 di Pidie.

Selanjutnya juga diumumkan kabupaten kota yang berhasil memperoleh juara 2,3,4 dan seterusnya dalam kategori 10 besar.

Kabupaten kota tersebut yaitu Pidie dan Aceh Timur sebagai peringkat 2 dengan perolehan nilai 42, peringkat 3 Bener Meriah dengan nilai 41, serta Aceh Selatan sebagai juara 4 dengan nilai 37.

Selanjutnya Aceh Utara peringkat 5 dengan nilai 35, Simeulue peringkat 6 dengan nilai 21, Lhokseumawe peringkat 7 dengan nilai 20, Subulussalam peringkat 8 dengan nilai 16, Banda Aceh peringkat 9 dengan nilai 14 dan terakhir Pidie Jaya berada di peringkat 10.
Seremonial penyerahan piala bergilir juara umum dilakukan oleh Sekda Aceh Taqwallah dan diterima Bupati Aceh Besar Mawardi Ali.

Dalam sambutan Gubernur yang dibacakan Taqwallah menyebutkan pemerintah mengucapkan syukur atas kesuksesan seluruh rangkaian kegiatan MTQ ke-35 tahun 2022.

Event MTQ itu disebut sebagai salah satu sarana yang paling efektif bagi umat Islam untuk berinteraksi dengan Al-Qur’an. “Hal ini terlihat jelas, dimana para peserta membaca dengan seni dan suara yang merdu, menghafal, memahami, menulis dan menyampaikan syarahannya. Maka bentuk interaksi ini perlu dikembangkan terus menerus dari satu generasi ke generasi berikutnya,” kata Taqwallah.

Layaknya sebuah kompetisi, lanjut Taqwallah, MTQ tetsebut telah melahirkan sejumlah peserta dengan perolehan nilai yang berbeda-beda.

“Oleh karena itu kami berharap kepada seluruh peserta, terutama bagi para juara, agar tidak lekas berpuas diri. Karena akan banyak lagi tantangan ke depan, terlebih dalam menghadapi even MTQ tingkat nasional dan internasional,” ujar Taqwallah.

Begitu pula bagi peserta yang belum berhasil, diharapkan tidak kehilangan semangat dan berkecil hati. Mereka diminta menjadikan event MTQ itu sebagai ajang refleksi, evaluasi dan terus meningkatkan kemampuan, serta terus berinteraksi dengan Al-Qur’an.

Taqwallah juga mengucapkan terima kasih kepada para pimpinan kafilah, pelatih, pembimbing dan official, atas kerja kerasnya dalam rangka mengajarkan dan memberikan bimbingan dan motivasi kepada seluruh peserta.

Kepada dewan hakim, juga disampaikan perhargaan atas kinerja mereka selama MTQ berlangsung.

“Khusus kepada panitia pelaksana, terutama Pemerintah Kabupaten Bener Meriah, LPTQ, Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA) terkait, tokoh agama, tokoh adat dan semua pihak yang telah mendukung dan memberikan kontribusi serta memfasilitasi pelaksanaan MTQ ke 35 ini, kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi, atas dedikasi yang terbaik dalam menyukseskan event ini, semoga semua ini menjadi catatan amal saleh dan mendapatkan ganjaran pahala di sisi Allah ta’ala,” kata Taqwallah.

Acara penutupan MTQ ke-35 tersebut juga tampak hadir Wakil Ketua DPRA Hendra Budian, Wakil Bupati Bener Meriah Dailami, beberapa Bupati dan Walikota di Aceh, sejumlah Kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) dan Kepala SKPK Bener Meriah. []

Tingkat Konsumsi Ikan 5 Kabupaten Kota di Aceh Masih Dibawah Rata-Rata Nasional

0
Ilustrasi. (Foto: mongabay)

Nukilan.id – Tingkat konsumsi ikan di Aceh secara umum mencapai 63,33 kilogram perkapita. Jumlah itu melebihi target nasional, yaitu 55,37 kg perkapita tahun itu.

Kasi Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan DKP Aceh Fitriani mengatakan, jumlah 63,33 kg perkapita berdasarkan hasil perhitungan konsumsi ikan terakhir tahun 2020 yang dikeluarkan DKP Aceh pada Agustus 2021.

Dikatakan, sejauh ini memang baru selesai dilakukan rekapitulasi angka konsumsi 2020, sedangkan untuk 2021 baru dikeluarkan akhir 2022 nanti.

“Kalau untuk 2022 juga belum dihitung karena masih proses rekapitulasi hingga akhir tahun, dan hasilnya itu dikeluarkan tahun 2023 nanti,” katanya Sabtu (25/6/2022).

Meski secara umum angka konsumsi ikan Aceh 2020 itu melampaui target nasional, namun masih ada lima dari 23 daerah dengan tingkat konsumsi ikan rendah atau di bawah rata-rata nasional.

Berdasarkan data rekapitulasi terakhir yang dikeluarkan 2021, kata Fitriani, kabupaten/kota di Aceh dengan tingkat AKI rendah yaitu Aceh Tengah 50,38 kg perkapita, Gayo Lues 52,88 perkapita.

Kabupaten Aceh Tamiang dengan tingkat AKI 48,24 kg perkapita, Nagan Raya 54,87 kg perkapita, dan terakhir Kota Subulussalam hanya 47 kg perkapita.

“Sedangkan untuk 18 kabupaten/kota di Aceh lainnya pada 2020 lalu melebihi target nasional, dan AKI yang tertinggi dari Aceh Selatan mencapai 82,72 kg perkapita,” katanya.

Dirinya berharap semua pihak untuk memperhatikan tingkat konsumsi ikan ini sehingga kedepannya lebih tinggi lagi. Terutama di daerah yang menjadi lokus intervensi penurunan stunting.

“Ini perlu menjadi perhatian bersama, karena dengan tingginya kita konsumsi ikan, maka dapat membantu dalam mencegah dan menurunkan stunting,” kata Fitriani.[SuaraSumut.id]

Syafikri dan M Riza Terpilih Jadi Ketua HMP Ilmu Perpustakaan UIN Ar-Raniry

0

Nukilan.id – Syafikri Syafi’i dan M Riza Taufiq terpilih sebagai Ketua dan Wakil Ketua Himpunan Mahasiswa Prodi Ilmu Perpustakaan (HMP-IP) FAH UIN Ar-Raniry Banda Aceh periode 2022-2023 pada pemilihan raya (Pemira) serentak yang dilaksanakan di Fakultas tersebut, Kamis (23/6/2022).

Paslon Syafikri dan M Riza terpilih setelah unggul atas rivalnya Armiko Putra Ariga dan M Rizqan Yulandika setelah berhasil meraup 197 suara, sementara Paslon nomor urut 1 Armiko – Rizqan mendapatkan 84 suara.

Pada pesta demokrasi ala mahasiswa tersebut, selain ditetapkannya Syafikri dan M Riza sebagai Ketua dan Wakil HMP Ilmu Perpustakaan juga ditetapkan Khaliqul Badar dan M Erlangga Subekti sebagai Ketua HMP Bahasa dan Sastra Arab dan Ahmad Fauzan dan Nasrul Haq terpilih secara aklamasi sebagai Ketua HMP SKI.

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FAH UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Drs Anwar MHum menjelaskan bahwa penetapan pasangan calon (paslon) Ketua dan Wakil Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP) di lingkungan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry Banda Aceh pada pemilihan raya (pemira) serentak yang digelar hari ini, Kamis (23/6) merupakan bukti komitmen bersama untuk menanti kembalinya kiprah organisasi mahasiswa (ornawa) yang sempat vakum selama 1 tahun.

“Pesta demokrasi ala mahasiswa pada FAH UIN Ar-Raniry Banda Aceh hari ini (red.Kamis) berlangsung cukup seru dan berjalan lancar hingga telah terpilihnya Ketua dan Wakil HMP di lingkungan FAH untuk periode 2022-2023,”kata Drs Anwar MHum usai pemilihan dan penetapan paslon HMP terpilih, Kamis (23/6) di pelataran fakultas tersebut.

Anwar juga berharap kepada pasangan calon (paslon) Ketua dan Wakil HMP yang tidak terpilih agar bersama-sama bersinergi dan berkontribusi untuk membangun organisasi mahasiswa (ormawa) baik di tingkat fakultas mulai dari Senat Mahasiswa (SEMA), Dewan Eksekutif (DEMA) maupun HMP di tingkat Prodi.

“Kepemimpinan setiap periode harus digilir, siapapun ketua yang terpilih harus bertanggungjawab untuk membangun organisasi dan melakukan pergerakan. Kita akan mengukir sejarah karena sudah berbuat sesuatu, teruslah berkiprah dan berkontribusi untuk pengembangan almamater dan fakultas,” kata Anwar.[]

Kabupaten Simeulue Raih Peringkat Ke-6, KNPI Apresiasi Hasil MTQ Aceh di Bener Meriah

0
Ketua DPD KNPI Kabupaten Simeulue, Adi Saleh (Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Simeulue memberikan apresiasi terhadap hasil/pencapaian kontingen Simeulue yang menduduki peringkat ke-6 pada ajang MTQ tingkat Provinsi Aceh yang berlangsung di Kabupaten Bener Meriah.

“Alhamdulillah kita bersyukur atas pencapaian yang luar biasa ini dan tidak terlepas dari peran semua pihak terutama Pemerintah Daerah. LPTQ dan pihak terkait yang fokus pada pembinaan kegiatan-kegiatan keagamaan. Program Bupati Simeulue 1 Desa 1 Hafidz memberikan dampak yang positif terhadap keberlangsungan kegiatan-kegiatan para penghafal Al-Qur’an,” kata Ketua DPD KNPI Simeulue Adi Saleh dalam keterangan tertulisnya kepada Nukilan.id Sabtu, (25/6/2022).

Adi Saleh merasa bangga dan bersyukur kepada Allah SWT atas capaian yang diraih oleh Qari dan Qariah yang telah mengharumkan nama Kabupaten Simeulue. Ini merupakan kado terindah dipenghujung masa Kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Simeulue yang sebentar lagi akan diisi oleh Pejabat (Pj) Bupati.

Ia berharap, pada ajang MTQ berikutnya yang akan dilaksanakan pada tahun 2023 mendatang, Kabupaten Simeulue mudah-mudahan kembali meraih peringkat yang lebih baik.
Adapun nama-nama yang meraih peringkat ke VI dalam ajang MTQ ke XXXV Provinsi Aceh Tahun 2022 ialah:
1. Al-Hadi Harma (Juara 3 Tartil Putra)
2. Mariska (Juara 1 Tartil Putri)
3. Izzatul Lutfiah (Juara 2 Tilawah Putri Golongan anak)
4. Oriza Sativa (Juara 1Tilawah Remaja Putri)
5. Rizki Candra (Juara 3 Qira’ah Murattal Remaja Putra)
6. Desmarita ( Juara 1 Qira’ah Reamaja Putri)
7. Mawardi (Harapan 1 Qira’ah Mujawad Remaja Putra)
8. Lidasmita (Harapan 3 Qira’ah Sab’ah Mujawad remaja Putri)
9. Ramita Irma (Juara 3 Qira’ah Sab’ah Mujawad Dewasa Putri)
10.Khairi Febriansyah (Harapan 2 Hifzil Qur’an golongan 1 Juz)
11. Nugraha Adı Luhur (Juara Harapan 1 Hifzil Qur’an Gol 10 Juz).

Harga TBS Anjlok, Apkasindo: Petani Rugi Rp30 Triliun

0
Ilustrasi kelapa sawit, perkebunan kelapa sawit.(Foto: SHUTTERSTOCK/litalalla)

Nukilan.id – Petani kelapa sawit Indonesia mengalami kerugian hingga triliunan rupiah menyusul kisruh minyak goreng dan anjloknya harga tandan buah segar (TBS) di berbagai wilayah sentra sawit.

Menurut Ketua Umum Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Gulat Manurung, petani tekor hingga Rp 30 triliun sejak Februari 2022 sampai saat ini. Kerugian tersebut dipicu oleh jatuhnya harga TBS serta langka dan mahalnya harga minyak domestik selang beberapa bulan terakhir.

“Kami hitung petani sawit sampai hari ini merugi Rp 18 triliun. Namun jika dihitung sejak kisruh minyak goreng awal Februari 2022 kerugian mencapai Rp30 triliun,” kata Gulat kepada media dalam konferensi pers daring, Kamis, 23 Juni 2022.

Gulat mengatakan, pihaknya mengamati harga TBS kelapa sawit jeblok sebesar 72% menjadi Rp 1.150 per kilogram, dibandingkan dengan awal April 2022 yang dibanderol seharga Rp 4.250 per kilogram.

Menurutnya, pemerintah harus segera bertindak untuk menekan penurunan harga TBS. Di antaranya adalah mencabut beban harga TBS. Beban itu, kata Gulat, termasuk pungutan ekspor, bea keluar, pemenuhan kewajiban pasar domestik (DMO), dan kewajiban harga domestik (DPO).

“Saran kami beban tersebut diturunkan seperti bea keluar dari US$288 menjadi US$200 per ton. Demikian juga pungutan ekspor dari US$200 menjadi US$100 per ton. Jadi beban yang akan ditanggung tandan buah segar dalam konteks CPO (minyak sawit mentah)-nya menjadi US$350 per ton,” papar Gulat.

Menurut Gulat, harga CPO di Indonesia dapat turun menjadi US$1.050 per ton dari US$1.400 jika hal tersebut dilakukan. Apkasindo menghitung angka itu setara dengan Rp 15.500 per kilogram.

Harga tersebut dapat berpengaruh pada harga TBS petani sawit yang diperkirakannya dapat berada di level Rp 3.300 per kilogram. “Inilah yang disebut Pak Luhut (Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi ) bahwa harga TBS harus di atas Rp 3.000 per kilogram,” tuturnya.

Menurut Gulat, hingga saat ini TBS dari kebun petani kelapa sawit belum terserap. Hal itu berdasarkan laporan bahwa tangki di sejumlah pabrik kelapa sawit penuh. Selain itu 58 dari 1.118 pabrik kelapa sawit tutup. Sementara itu terdapat 114 pabrik berstatus buka-tutup.

“Maksudnya buka tutup mereka terpaksa mengurangi pembelian TBS petani untuk mengantisipasi penuhnya tangki. Ini terjadi di 22 provinsi,” ujar Gulat.

Menurut Gulat situasi saat ini turut merugikan negara. Termasuk Direktorat Jenderal Bea Cukai dan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).

Gulat mendesak Presiden Joko Widodo dan menteri sektor ekonomi untuk mencabut aturan yang membebani harga TBS. “Semua beban itu ujung-ujungnya kami petani kecil yang menanggung. Itu berlaku umum untuk semua produk bahwa sektor hulu yang menanggung beban biaya yang keluar di hilir,” pungkasnya. [Betahita]

Melancong ke Pulau Siberut, Melihat Satwa Endemik dan Kehidupan Suku Mentawai

0
Mentawai | Wikimedia Commons

Nukilan.id – Familier dengan nama Pulau Siberut? Jadi pulau ini berada di sebelah utara Mentawai dan berjarak sektar 150 km dari bagian barat Pulau Sumatra. Pulau ini dihuni oleh sejumlah penduduk dari Suku Mentawai yang terkenal dengan keunikan budayanya.

Pada tahun 1993, Pulau Siberut ditetapkan menjadi taman nasional karena memiliki keanekaragaman hayati yang terbilang tinggi. Sebelum menjadi taman nasional, Pulau Siberut terlebih dahulu ditetapkan sebagai cagar biosfer oleh UNESCO pada 1981.

Di Taman Nasional Siberut, hidup ratusan spesies tumbuhan berkayu, 31 spesies mamalia, 134 spesies burung, dan empat primata endemik yang terancam punah. Di taman nasional tersebut, pengunjung bisa melakukan berbagai kegiatan wisata dan edukasi, mulai dari mengamati flora dan fauna, mempelajari budaya masyarakat Suku Mentawai, bahkan berselancar.

Flora dan fauna Taman Nasional Siberut

Berdasarkan pengukuran planimetris dan peta hasil interpretasi citra satelit LIPI tahun 1995, tutupan hutan di Siberut meliputi hutan primer, hutan sekunder, hutan rawa, dan lahan pertanian. Pulau Siberut sendiri memiliki tujuh tipe ekosistem dengan berbagai jenis floranya, yaitu hutan primer Dipterocarpaceae, hutan primer campuran, hutan rawa air tawar, hutan bakau, hutan rawa sagu, dan hutan pantai.

Untuk flora sendiri, ada lebih dari 896 spesies tumbuhan berkayu dan secara umum persebarannya sesuai dengan tipe ekosistem di taman nasional. Beberapa tumbuhan yang dapat dijumpai di sana antara lain anekq jenis palem, bulu rotan, aroid, bakau rhizopora, rumbia atau pohon sagu, pakis, jamur dan lumut, cemara laut, waru, butun, pandan, dan 25 jenis anggrek yang terbagi menjadi 22 anggrek epifit dan 3 anggrek tanah.

Ada pula enam spesies flora endemik yaitu Mesua cathairinae, Diospyros brevicalyx, Aporusa quadrangularis, Baccaurea dulcis, Drypetes subsymmetrica, dan Horsfieldia macrothyrsa. LIPI (sekarang BRIN) tahun 1995 mencatat 846 spesies, 390 genus dan 131 famili dari kelompok pohon, semak belukar, herba, liana, dan epifit. Kemudian ada 18 spesies pakis serta 5 spesies lumut dan jamur.

Sementara itu untuk fauna, di Taman Nasional Siberut terdapat primata endemik yaitu owa Mentawai, simakobu atau monyet ekor babi, lutung Mentawai, beruk Mentawai, dan empat jenis bajing endemik. Selain itu, ada 106 jenis burung termasuk endemik seperti celepuk Mentawai, 17 jenis satwa mamalia, kupu-kupu, dan untuk reptil endemik ada katak (Rana signata siberut).

Kegiatan wisata

Untuk kegiatan wisata, pengunjung dapat melakukan trekking di Taman Nasional Siberut. Anda akan melewati hutan-hutan primer dengan tanah berlumpur dan di kanan-kiri jalan terdapat pepohonan, anggrek hutan, hingga satwa liar. Anda juga bisa menyusuri sungai dengan sampan dan di sana ada pondok tempat masyarakat beternak dan berladang.

Pulau Siberut dihuni oleh sekitar 30 ribu masyarakat Suku Mentawai yang terisolasi dari kehidupan modern. Ketika Anda mengunjungi taman nasional, tentunya melihat kehidupan Suku Mentawai jadi momen yang tak boleh disia-siakan. Mereka masih tinggal di rumah-rumah panggung dari kayu dan juga terkenal dengan tradisi-tradisinya yang masih terus dilestarikan.

Suku Mentawai disebut-sebut sudah ada sejak tahun 500 SM dan merupakan salah satu suku tertua di dunia. Masyarakat Mentawai juga dikenal dengan seni tato yang dirajah di bagian tubuh mereka. Bagi mereka, tato merupakan peninggalan masyarakat prasejarah dari kebudayaan Neolithik. Tato sendiri akan dibuat sesuai dengan status sosial orang tersebut.

Biasanya seseorang akan ditato beberapa kali, mulai dari telapak tangan, kaki, dan ke seluruh tubuh. Tentunya proses membuat tato pun masih dilakukan dengan cara tradisional, seperti menggunakan pewarna dari campuran arang tempurung kelapa dan daun pisang, kemudian untuk alat tato terbuat dari tulang hewan atau kayu karai yang diruncingkan.

Selain tato, masyarakat Suku Mentawai juga punya tradisi meruncingkan gigi sebagai simbol kecantikan. Semakin runcing gigi seseorang, maka ia akan dianggap semakin cantik pula. Tak hanya itu, meruncingkan gigi juga merupakan simbol dari keseimbangan tubuh dan jiwa.

Ketika bertemu dengan masyarakat Suku Mentawai di kawasan Taman Nasional Siberut, pengunjung juga bisa menyaksikan kehidupan mereka sehari-hari, seperti memasak sagu, berburu, membuat racun panah, membuat celana tradisional yang disebut kabit, upacara adat khas Mentawai, hingga ritual pengobatan oleh dukun atau Sikerei. Ada pula desa tradisional yang bisa dikunjungi, yaitu Desa Madobak, Ugai, dan Matotonan.

Untuk aktivitas wisata lain yang bisa dilakukan di Siberut adalah berselancar di Pulau Nyang-Nyang dan Karang Bajat. Selama ini, Kepulauan Mentawai memang sudah tersohor sebagai kawasan selancar dan wisata bahari.

Selanjutnya, wisatawan juga bisa mengunjungi Air Terjun Ulukubuk, hutan bakau yang berpadu dengan Teluk Katurei, dan mengunjungi pulau-pulau kecil di sekitarnya untuk menyelam, berenang, memancing, atau sekadar bersantai di pantai pasir putih. []

Ini Sosok Rizky Syahputra Pengusaha Muda Berbakat Jadi Calon Ketua Kadin Aceh

0

Nukilan.id – Kemampuanya sebagai pengusaha muda tidak perlu diragukan lagi. Demikian dengan sejumlah amanah sudah diletakan dibahunya. Berbagai tugas yang dipercayakan kepadanya mampu diselesaikan dengan baik.

Dia masih terbilang muda dan energik. Dia dikenal sebagai pengusaha muda yang berbakat, memiliki talenta dan punya terobosan ke depan. Rizky begitu panggilanya. Dia kini menjadi pusat perhatian setelah meramaikan bursa kandidat ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Aceh.

Rizky Syahputra SE, MM, sudah menunjukan kepeduliannya sebagai pengusaha muda bartisipasi, turut mewarnai pemilihan Ketua Kadin Aceh. Munculnya Rizky sebagai kandidat sudah membuktikan generasi muda Aceh juga punya visi ke depanya dalam memajukan perekonomian Aceh.

“Saya menjalankan amanah atas kepercayaan teman-teman pengusaha muda Aceh untuk maju sebagai kandidat di pemilihan ketua Kadin Aceh,” sebut Rziky ketika ditanya tentang sikapnya masuk dalam bursa kandidat Kadin.

Munculnya Rizky sebagai kandidat Kadin Aceh, bukan hanya menambah ramainya bursa calon pemimpin di lembaga para pengusaha ini. Namun kehadiran Rziky menambah nuansa baru dan menjadi pembahasan.

Apalagi Rizky sudah menyampaikan ke publik tentang gagasanya untuk mengayuh bahtera di Kadin. Jika dia terpilih membawa biduk haluan para pengusaha ini, dia sudah menyiapkan konsep bagaimana mengembangkan organisasi ini sehingga membawa manfaat untuk rakyat Aceh khususnya.

Sekilas konsep yang ditawarkanya memang elegen. Dia akan merangkul seluruh pengusaha di Aceh, mengajak kembali para senior–senior supaya dapat bergabung kembali untuk menjalankan lembaga Kadin Aceh. Dia juga bertekad membawa investasi ke Aceh, karena hari ini investasi di Aceh masih minim.

Rizky sejak muda memang sudah dikenal aktif diorganisasi. Dia punya kiat memajukan organisasi dan juga sudah menjadikan dunia bisnis sebagai bagian dari darah dagingnya. Dia mahir meyakinkan pihak lain untuk berinvestasi

“Dulu ketika jadi Ketua HIPMI Aceh sudah ada investasi yang turun ke Aceh dan sudah jalan. Semoga inventasi ke Aceh untuk pertumbuhan ekonomi masyarakat semakin berkembang. Kita harus menyiapkan itu, apalagi APBA sudah mulai sedikit,” ucapnya Rizky kepada Nukilan..

Siapa sebenar Rizky Syahputra SE, MM, yang kini namanya menjadi buah bibir sebagai kandidat kuat untuk menjadi nohada Kadin Aceh, yang pemilihan ketua organisasi ini akan dilaksanakan pada 27 Juni 2022 ini?

Rizky, kelahiran Lhokseumawe 8 September 1987, meraih pendidikan S-2 Magister Managemen di Universitas Sumatera Utara (2012-2026). Sebelumnya dia menyelesaikan pendidikan S1 di Fakultas Ekonomi Universtas Islam Sumatera Utara tahun 2004 – 2008.
Rizky juga dikenal di dunia usaha sebagai Direktur Utama PT. Rivelindo Jaya Persada, Direktur CV. Nikama Global Mandiri dan Direktur PT. Nykama Group.

Lelaki energik ini juga aktif bergabung di organisasi sejak masih pelajar hingga kini. Seperti menjadi ketua OSIS di SMPN 1 Lhoksuemawe pada tahun 1999-2000, menjadi anggota PASKIBRA SMPN 1 Lhokseumawe (2000-2001).

Kemudian ketika menuntut ilmu di negeri Deli, Medan Sumatera Utara, dia juga terlibat aktif sebagai anggota OSIS di SMAN 4 Medan. Tidak hanya sampai di sana, dia juga tercatat sebagai anggota Aceh sepakat Cabang Medan, serta pernah juga menjadi kompartemen bidang hubungan luar negeri BPD HIPMI Sumut.

Sebelumnya di Aceh, pada 2011-2014 Ketua Umum BPC HIPMI Pidie Jaya, kemudian menjadi angota KADIN Pidie Jaya, juga pernah dipercayakan sebagai Bendahara Umum BPD HIPMI Aceh, pada 2016-2017 sebagai anggota IKAL LEMHANAS. Dia juga dipercayakan sebagai ketua umum HIPMI Aceh, serta pada 2019-2022 Wakil Ketua KADIN Aceh.

Dia sosok yang sudah banyak merasakan asam dan garam sebagai pengusaha. Maka tidaklah heran bila dia memiliki konsep akan mengoptimalkan peran Kamar dagang dan industri (Kadin) Aceh dalam menggalang investasi, sebagai upaya mendongkrak pertumbuhan ekonomi untuk kemajuan provinsi Aceh di masa mendatang.

“Jika terpilih sebagai ketua Kadin Aceh maka saya akan mengoptimalkan peran Kadin dalam menggalang investasi yang berkolaborasi dengan pengusaha lokal serta bersinergi dengan pemerintah demi kemajuan dan kemakmuran ekonomi Aceh,” kata Rizky menjawab media.

Dia akan membentuk membentuk jaringan serta membangun komunikasi di segenap Kadin Kabupaten/Kota, untuk menggali potensi lokal demi peningkatan ekonomi daerah ke arah yang lebih baik.

Rizky juga punya konsep, bersama pemerintah Aceh ikut membentuk landasan pemikiran terbentuknya “road map” jangka panjang. Hal itu dilakukan untuk terciptanya iklim investasi bagi dunia usaha yang mendukung tumbuh kembangnya UMKM dan industri kreatif dalam menghadapi bonus demografi.

Selain itu, Rizky juga akan mendorong pengusaha daerah dalam menjalin kerja sama dengan komunitas bisnis nasional dan internasional yang relevan dengan memanfaatkan segala potensi sumber daya daerah yang ada.

Jika dia terpilih menjadi ketua Kadin Aceh, Rizky akan mendorong tumbuh kembangnya inovasi dan teknologi pelaku dunia usaha yang berbasis di daerah dalam menghadapi persaingan global. Hal itu harus dilakukan, agar mampu bersaing dan bersanding dengan para pelaku usaha lainnya baik skala nasional maupun internasional.

Selain itu, Rizky juga akan mendorong pemerintah Aceh maupun Pemerintah Pusat untuk dapat membuka jalur masuk ke Aceh, melalui akses udara dan laut sebagai optimalisasi gerbang masuk ke Aceh.

Sudah pasti, pihaknya juga akan mendukung Pemerintah Aceh dan Pemerintah Pusat dalam kebijakan-kebijakan yang dapat memberikan rasa aman dan nyaman kepada para pelaku usaha yang akan melakukan investasi di Aceh.

Rizky namanya kini menjadi pembahasan menjelang dilaksanakan pemilihan ketua Kadin Aceh yang akan diselenggarakan pada 27 Juni ini. Pengusaha muda yang punya talenta, sudah kaya akan pengalaman dan punya teroban ke depan. Tidak ada salahnya di bahunya disematkan kepercayaan. []