Beranda blog Halaman 164

Bank Aceh Tingkatkan Action Mobile, Perkuat Keamanan dan Kinerja Aplikasi

0
Bank Aceh mobile banking. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Bank Aceh melakukan pembaruan layanan mobile banking melalui peningkatan aplikasi Action Mobile dari versi 1.2.7 menjadi versi 1.3.0. Pembaruan ini difokuskan pada penguatan sistem keamanan serta peningkatan performa aplikasi guna memberikan pengalaman transaksi yang lebih aman dan andal bagi nasabah.

Pemimpin Divisi Sekretariat Perusahaan Bank Aceh, Ilham Novrizal, menyampaikan bahwa versi terbaru aplikasi tersebut menghadirkan peningkatan signifikan pada aspek keamanan.

Ia menjelaskan, pembaruan mencakup penguatan mekanisme perlindungan aplikasi, penyempurnaan proses autentikasi, serta peningkatan kemampuan dalam mendeteksi aktivitas tidak wajar dibandingkan versi sebelumnya.

Salah satu fitur baru dalam Action Mobile versi 1.3.0 adalah kemampuan untuk mendeteksi keberadaan aplikasi lain di perangkat nasabah yang dinilai berpotensi berbahaya atau tidak aman. Jika terdeteksi, sistem akan memberikan peringatan kepada pengguna agar segera menghapus aplikasi tersebut demi menjaga keamanan saat bertransaksi.

Selain aspek keamanan, pembaruan ini juga membawa peningkatan pada performa dan stabilitas sistem. Bank Aceh menargetkan proses transaksi menjadi lebih cepat, stabil, dan minim gangguan, sehingga mampu mendukung kebutuhan nasabah dalam beraktivitas secara digital.

Pada versi terbaru ini, nasabah juga mendapatkan kemudahan dalam proses autentikasi. Pengguna kini dapat menggunakan kata sandi tanpa karakter unik, cukup dengan kombinasi huruf besar, huruf kecil, dan angka.

Selain itu, aplikasi telah mendukung metode login berbasis biometrik, seperti sidik jari dan pemindaian wajah, yang dinilai lebih praktis sekaligus tetap aman.

Ilham juga mengingatkan nasabah pengguna Action Mobile untuk tetap waspada dalam bertransaksi. Ia menegaskan pentingnya menjaga kerahasiaan data pribadi, termasuk user, password, PIN, dan kode OTP agar tidak disalahgunakan pihak yang tidak bertanggung jawab.

Ia menambahkan, Bank Aceh tidak pernah meminta data rahasia nasabah dalam bentuk apa pun, baik melalui pesan singkat, telepon, maupun tautan tidak resmi. Karena itu, nasabah diimbau untuk selalu memastikan keamanan perangkat serta hanya mengakses layanan melalui kanal resmi yang disediakan bank.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Kak Na Sapa Anak Korban Banjir di Bireuen, Bagikan Santunan dan Baju Lebaran

0
Kak Na Sapa Anak Korban Banjir di Bireuen, Bagikan Santunan dan Baju Lebaran. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BIREUEN – Senyum hangat terus ia tebarkan, meski tak sepenuhnya mampu menyembunyikan rasa haru di wajahnya. Marlina Muzakir, Ketua TP PKK Aceh, hadir membawa semangat bagi anak-anak yang tengah menghadapi masa sulit.

Istri Gubernur Aceh yang akrab disapa Kak Na itu mengunjungi anak-anak korban banjir dan anak yatim di Gampong Dayah Mesjid, Kecamatan Kuta Blang, Rabu (18/3/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia menyerahkan santunan serta baju lebaran untuk menghibur mereka.

“Alhamdulillah, senang sekali bisa melihat senyum mereka. Tapi, kita tentu sedih membayangkan mereka akan merayakan Idul Fitri di lokasi pengungsian atau di Huntara,” ucapnya.

Di sela kegiatan, Kak Na juga menyapa langsung anak-anak. Ia bahkan sempat bercanda ringan saat memberikan bantuan.

“Kalau bajunya sedikit kebesaran gak apa-apa ya nak ya,” ucap Kak Na saat menyerahkan santunan kepada Zaskia, siswa kurang mampu yang kini duduk di kelas 3 SMP.

Sebelumnya, Kak Na bersama tim juga mengunjungi Gampong Simpang Rambong, Kecamatan Nisam Antara, Aceh Utara. Di lokasi tersebut, ia berdialog dengan anak-anak di pengungsian serta menyerahkan santunan dan baju lebaran kepada belasan anak korban banjir dan fakir miskin.

“Selamat lebaran untuk anak-anak Bunda semua. Tetap semangat ya, tetap rajin belajar,” kata Kak Na menyemangati para bocah sebelum berpamitan.

Kehadiran Kak Na di tengah anak-anak terdampak bencana diharapkan dapat menghadirkan kebahagiaan kecil sekaligus memberi semangat menyambut Idul Fitri di tengah keterbatasan.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Sekda Aceh Sapa Pemudik di KMP Aceh Hebat 2, 650 Tiket Gratis Disiapkan ke Sabang

0
Sekda Aceh Sapa Pemudik di KMP Aceh Hebat 2, 650 Tiket Gratis Disiapkan ke Sabang. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Muhammad Nasir, menyapa langsung para pemudik tujuan Kota Sabang di atas kapal motor penyeberangan KMP Aceh Hebat 2 di Pelabuhan Ulee Lheue, Rabu (18/3/2026), sesaat sebelum keberangkatan.

Program mudik gratis yang digelar Pemerintah Aceh bekerja sama dengan ASDP Indonesia Ferry menjadi perhatian dalam pelayaran tersebut. Tahun ini, kuota tiket gratis yang disiapkan mencapai 650 orang dan diberangkatkan dalam beberapa jadwal.

Dalam kesempatan itu, Nasir turut menyerahkan bingkisan kepada sejumlah penumpang penerima fasilitas mudik gratis. Ia juga menyampaikan salam dari Gubernur Aceh sekaligus mengingatkan pentingnya keselamatan selama perjalanan.

Salah satu pemudik, Aminah, mengaku terbantu dengan program tersebut. Ia menyebut proses pendaftaran cukup mudah karena hanya menggunakan KTP di posko pelabuhan.

“Alhamdulillah tidak ada kesulitan dalam mendaftarkan. Semoga ke depan lebih baik dan kuota lebih banyak,” ujarnya.

Dari ruang kapten kapal, Nasir juga menyampaikan imbauan keselamatan kepada seluruh penumpang melalui pengeras suara. Ia menegaskan pesan Gubernur Aceh agar masyarakat mengutamakan keselamatan selama perjalanan mudik Idul Fitri.

“Mewakili Gubernur, saya menyampaikan pesan keselamatan bagi seluruh penumpang menuju Pulau Sabang. Kami menghimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati di perjalanan sehingga selamat sampai tujuan. Semoga perjalanan ini menyenangkan. Sampaikan salam Pak Gubernur kepada keluarga di Sabang, dan mari terus promosikan Sabang,” ujar Nasir.

Sementara itu, General Manager ASDP Banda Aceh, Andri Setiawan, melaporkan bahwa pada trip kedua pukul 11.30 WIB tersebut, kapal mengangkut 246 penumpang, dengan 77 orang di antaranya merupakan penerima tiket gratis.

“Total tiket mudik gratis tahun ini kita sediakan 650 orang,” kata Andri.

Menanggapi hal tersebut, Nasir berharap kuota mudik gratis tujuan Sabang dapat ditingkatkan pada tahun mendatang. Ia menargetkan jumlah penerima bisa mencapai 2.500 orang, sekaligus menekankan pentingnya sosialisasi program secara lebih luas agar semakin banyak masyarakat yang memanfaatkannya.

Kepala Dinas Perhubungan Aceh T. Faisal menambahkan, program mudik gratis oleh ASDP merupakan bagian dari sinergi berbagai pihak dalam mendukung kelancaran mobilitas masyarakat selama periode lebaran, khususnya menuju wilayah kepulauan seperti Sabang.

Ia menyebut kolaborasi antara pemerintah dan BUMN seperti ASDP menjadi langkah strategis untuk memperluas layanan kepada masyarakat. Selain itu, Pemerintah Aceh juga mendapat dukungan dari Kementerian Perhubungan berupa layanan mudik gratis kapal cepat ke Sabang dengan kuota hingga 2.500 penumpang.

Turut mendampingi Sekda Aceh dalam kegiatan tersebut, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh T. Robby Irza, Kepala Biro Adpim Setda Aceh Akkar Arafat, serta Kepala Dinas Perhubungan Aceh T. Faisal.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Jelang Akhir Ramadhan, MPU Aceh Selatan Dorong Penguatan Baitul Mal Gampong untuk Kelola Zakat

0
Pimpinan Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Aceh Selatan, Ustaz Riza Nazlianto. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.ID | TAPAKTUAN – Menjelang berakhirnya bulan suci Ramadhan, Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Aceh Selatan menekankan pentingnya penguatan Baitul Mal Gampong (BMG) sebagai ujung tombak pengelolaan zakat di tingkat masyarakat.

Momentum akhir Ramadhan dinilai bukan sekadar penutup ibadah puasa, tetapi juga waktu penting untuk menyempurnakan amal melalui penunaian zakat fitrah, yang memiliki nilai kepedulian dan keadilan sosial.

Pimpinan MPU Aceh Selatan, Ustadz H. Riza Nazlianto, Lc, kepada Nukilan.id mengatakan bahwa zakat merupakan ibadah yang berkaitan langsung dengan hak orang lain, sehingga pengelolaannya harus dilakukan secara serius dan penuh tanggung jawab.

“Zakat adalah ibadah yang menyangkut hak orang lain di dalam harta kita. Maka pengelolaannya tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Harus ada sistem yang jelas, amanah yang kuat, dan kejujuran yang terjaga,” ujar Ustadz Riza.

Ia menegaskan, penguatan Baitul Mal Gampong memiliki dasar hukum yang kuat, merujuk pada Qanun Aceh Nomor 10 Tahun 2018 yang telah diperbarui dengan Qanun Aceh Nomor 3 Tahun 2021, serta Peraturan Bupati Aceh Selatan Nomor 32 Tahun 2024.

Menurutnya, regulasi tersebut menjadi landasan penting agar pengelolaan zakat berjalan tertib, profesional, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Dengan adanya aturan ini, kita ingin memastikan bahwa zakat benar-benar dikelola secara terarah, transparan, dan tepat sasaran. Tidak boleh ada keraguan dari masyarakat terhadap proses penyalurannya,” tegasnya.

Ustadz Riza juga mengajak masyarakat untuk menyalurkan zakat fitrah melalui Baitul Mal Gampong agar distribusinya lebih merata dan akuntabel.

“Ketika zakat disalurkan melalui lembaga yang resmi dan terstruktur, maka distribusinya akan lebih adil, merata, dan dapat dipertanggungjawabkan. Ini penting agar tidak ada yang berlebihan dan tidak ada pula yang terlewatkan,” ungkapnya.

Di sisi lain, ia memberikan dukungan kepada pengurus Baitul Mal Gampong agar terus menjaga amanah dalam menjalankan tugas.

“Kami mendukung penuh BMG untuk bekerja secara amanah dan transparan. Karena di situlah letak kepuasan batin masyarakat, ketika mereka melihat zakat yang ditunaikan benar-benar sampai kepada yang berhak secara tepat dan akurat,” ujarnya.

Namun demikian, ia mengingatkan adanya potensi penyimpangan dalam proses pendataan dan penyaluran zakat, terutama menjelang pembagian zakat fitrah.

“Kita tidak boleh lengah. Ada oknum-oknum tertentu yang mencoba memanfaatkan momentum ini, seperti muallaf musiman, musafir dadakan, atau berbagai cara lain untuk mengelabui petugas. Ini harus diantisipasi dengan pendataan yang baik dan kehati-hatian,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini berperan dalam pengelolaan zakat di Aceh Selatan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada pengurus Badan Baitul Mal, Dewan Pengawas, serta Sekretariat Baitul Mal Aceh Selatan yang terus konsisten membina dan mengawasi proses pengumpulan dan penyaluran zakat, termasuk zakat fitrah. Ini adalah kerja besar yang membutuhkan komitmen dan keikhlasan,” katanya.

Dalam refleksinya, Ustadz Riza mengajak masyarakat memahami makna zakat tidak hanya sebagai kewajiban, tetapi juga sebagai sarana membersihkan hati dan memperkuat kepedulian sosial.

“Zakat bukan hanya membersihkan harta, tetapi juga membersihkan hati. Ia mengajarkan kita untuk peduli, untuk berbagi, dan untuk menghadirkan kebahagiaan bagi orang lain,” tuturnya.

Menutup pernyataannya, ia menyampaikan pesan kepada masyarakat agar memastikan zakat yang ditunaikan benar-benar memberi manfaat bagi yang membutuhkan.

“Jangan biarkan ada saudara kita yang meneteskan air mata di hari raya karena kekurangan. Pastikan zakat yang kita tunaikan benar-benar menjadi kebahagiaan bagi mereka. Karena sejatinya, keberkahan Idul Fitri bukan hanya tentang apa yang kita miliki, tetapi tentang apa yang kita bagikan.”

Penguatan Baitul Mal Gampong di akhir Ramadhan ini dinilai menjadi langkah penting dalam menjaga amanah, memperkuat kepercayaan masyarakat, serta menghadirkan keadilan sosial melalui pengelolaan zakat yang transparan dan tepat sasaran. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

Garuda Indonesia Tambah Penerbangan Mudik Lebaran Rute Jakarta–Banda Aceh

0
Pesawat Maskapai Garuda Indonesia (Foto: Garuda Indonesia)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Maskapai Garuda Indonesia menambah jadwal penerbangan untuk rute Bandara Soekarno-Hatta menuju Banda Aceh pada arus mudik Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah. Penambahan ini dilakukan menyusul tingginya minat masyarakat yang ingin pulang kampung ke Aceh.

Mengutip ANTARA, Pelaksana Harian (Plh) General Manager Garuda Indonesia Banda Aceh, Jufriandi, mengatakan lonjakan minat pemudik tahun ini jauh lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.

“Animo masyarakat untuk mudik tahun ini sangat tinggi dan ini sangat berbeda dibanding dengan tahun sebelumnya,” ujarnya di Banda Aceh, Selasa (17/3/2026).

Ia menjelaskan, penerbangan tambahan dijadwalkan pada 18 Maret 2026 dengan kapasitas sebanyak 162 kursi untuk rute Bandara Soekarno-Hatta–Banda Aceh.

Menurutnya, tiket penerbangan untuk periode 14 hingga 21 Maret 2026 sudah habis terjual, terutama untuk kelas ekonomi. Sementara itu, kursi yang masih tersedia hanya untuk kelas bisnis. Adapun penerbangan dari Banda Aceh menuju Jakarta masih tersedia.

“Minat masyarakat untuk berlebaran di kampung halaman sangat tinggi. Ini sangat luar biasa,” katanya.

Jufriandi menambahkan, tingginya permintaan perjalanan juga didukung oleh kebijakan pemerintah berupa pembebasan pajak sebesar 11 persen, yang berdampak pada penurunan harga tiket secara signifikan.

Untuk musim mudik Lebaran 2026, harga tiket rute Bandara Soekarno-Hatta–Banda Aceh berkisar antara Rp1,9 juta hingga Rp2,3 juta.

Pihak Garuda Indonesia juga menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan terbaik serta menghadirkan pengalaman penerbangan yang nyaman bagi seluruh penumpang.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

Presiden Kembali Salurkan Bantuan Daging Meugang untuk Korban Bencana di Aceh

0
Presiden Prabowo (Foto: setneg.go.id)

NUKILAN.ID | JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto kembali menyalurkan bantuan daging kepada masyarakat terdampak bencana di Aceh agar tetap dapat menjalankan tradisi meugang menjelang Hari Raya Idulfitri.

Mengutip Metrotvnews.com, bantuan serupa sebelumnya juga telah diberikan menjelang bulan Ramadan 1447 Hijriah sebagai bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap masyarakat Aceh.

“Ini merupakan bentuk kepedulian nyata pemerintah pusat terhadap masyarakat Aceh, terutama di tengah kondisi sebagian warga yang sedang menghadapi dampak bencana hidrometeorologi,” kata Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem), dikutip dari Antara, Selasa (17/3/2026).

Sebelumnya, Presiden Prabowo telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp72,7 miliar untuk bantuan daging bagi masyarakat Aceh menjelang Ramadan. Menjelang Idulfitri, bantuan dengan nilai yang hampir sama kembali disalurkan.

Pada penyaluran kali ini, anggaran bantuan daging meugang mencapai Rp72,2 miliar yang didistribusikan ke sejumlah daerah di Aceh. Di antaranya, Kota Lhokseumawe sebesar Rp550 juta, Kabupaten Aceh Tamiang Rp10,5 miliar, Pidie Jaya Rp4,9 miliar, serta Aceh Timur Rp7,55 miliar.

Selain itu, bantuan juga disalurkan ke Kabupaten Bireuen Rp2,25 miliar, Kota Langsa Rp600 juta, Aceh Utara Rp19,55 miliar, Aceh Barat Rp1 miliar, Pidie Rp2 miliar, Aceh Tengah Rp6,05 miliar, dan Bener Meriah Rp4,55 miliar.

Selanjutnya, Kabupaten Gayo Lues menerima Rp4,3 miliar, Aceh Tenggara Rp2,25 miliar, Aceh Barat Daya Rp1 miliar, Kota Subulussalam Rp1 miliar, Aceh Besar Rp500 juta, Nagan Raya Rp1,45 miliar, Aceh Selatan Rp500 juta, serta Kabupaten Simeulue Rp250 juta.

Gubernur Aceh Muzakir Manaf menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden atas bantuan tersebut. Ia menilai bantuan sapi untuk tradisi meugang tidak hanya bernilai budaya, tetapi juga menjadi bentuk dukungan nyata bagi masyarakat yang terdampak bencana.

“Kami atas nama Pemerintah Aceh dan seluruh rakyat Aceh mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto atas bantuan sapi meugang ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, dalam situasi pascabencana, bantuan tersebut memiliki makna lebih luas, tidak sekadar menjaga tradisi, tetapi juga membantu pemulihan sosial masyarakat dan menghadirkan kebahagiaan di tengah kondisi yang masih sulit.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

Hilal Syawal 1447 H di Aceh Belum Penuhi Kriteria Imkan Rukyat

0
Hilal Syawal 1447 H di Aceh Belum Penuhi Kriteria Imkan Rukyat (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Aceh menyatakan posisi hilal Syawal 1447 Hijriah masih berada di bawah kriteria imkan rukyat MABIMS. Meski demikian, rukyatul hilal tetap akan dilaksanakan pada Kamis (19/3/2026) di enam titik pengamatan di Aceh.

Pengamatan hilal dipusatkan di sejumlah lokasi, yakni Observatorium Tgk Chiek Kuta Karang Lhoknga di Aceh Besar, Tugu 0 Km Kota Sabang, Bukit Blang Tiron Perta Arun Gas di Lhokseumawe, Pantai Lhokgeulumpang Kecamatan Setia Bakti Kabupaten Aceh Jaya, POB Suak Geudubang Aceh Barat, serta Pantai Nancala Teupah Barat di Simeulue.

Ketua Tim Falakiyah Kanwil Kemenag Aceh, Dr Alfirdaus Putra SHI MH, menjelaskan bahwa secara astronomi posisi hilal pada 29 Ramadan 1447 H memang sudah berada di atas ufuk, namun belum memenuhi syarat imkan rukyat yang ditetapkan oleh MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura).

“Ketinggian hilal berkisar antara 1,25 derajat di Papua hingga 3,1 derajat di Aceh. Namun elongasi antara bulan dan matahari masih di bawah kriteria, yakni 4,5 derajat di Papua dan 6,1 derajat di Aceh, sementara syarat MABIMS minimal 6,4 derajat,” jelas Alfirdaus.

Ia menambahkan, secara empiris hilal belum pernah berhasil diamati pada elongasi di bawah 6,4 derajat. Kondisi ini membuat cahaya matahari lebih dominan dibandingkan pantulan cahaya bulan, sehingga peluang terlihatnya hilal sangat kecil.

Meski demikian, Kementerian Agama tetap melaksanakan rukyatul hilal sebagai bagian dari verifikasi lapangan. Hasil pengamatan nantinya dapat menjadi bahan evaluasi terhadap kriteria imkan rukyat yang selama ini digunakan.

Rukyatul hilal dijadwalkan berlangsung saat matahari terbenam sekitar pukul 18.50 WIB. Di Observatorium Tgk Chiek Kuta Karang Lhoknga, durasi pengamatan diperkirakan selama 15 menit 33 detik.

Apabila hilal terlihat, maka 1 Syawal 1447 H diperkirakan jatuh pada Jumat (20/3/2026). Namun jika tidak terlihat, bulan Ramadan akan disempurnakan menjadi 30 hari sehingga Idul Fitri berpotensi jatuh pada Sabtu (21/3/2026).

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Aceh, Drs H Azhari MSi, menyampaikan bahwa pelaksanaan rukyatul hilal di daerah berlangsung bersamaan dengan sidang isbat yang dipimpin Menteri Agama Republik Indonesia di Jakarta.

Hasil pengamatan dari seluruh wilayah Indonesia akan menjadi dasar penetapan awal Syawal yang diumumkan langsung oleh Menteri Agama, Nasaruddin Umar, sekitar pukul 19.30 WIB.

Azhari mengimbau masyarakat untuk menunggu hasil resmi pemerintah serta tetap menjaga persatuan apabila terjadi perbedaan dalam penentuan hari raya.

“Bila ada perbedaan, tetap saling menghargai dan menghormati, karena semua memiliki landasan masing-masing. Jadikan perbedaan sebagai rahmah yang bermuara pada toleransi dalam beribadah,” ujarnya.

Dilansir Nukilan.id dari berbagai sumber, Imkan rukyat adalah metode penentuan awal bulan Hijriyah yang menetapkan kriteria “kemungkinan hilal dapat terlihat” secara ilmiah, menjembatani hisab (perhitungan) dan rukyat (pengamatan). Saat ini, kriteria Neo-MABIMS di Indonesia menetapkan hilal dianggap mungkin dirukyat jika ketinggiannya minimal dan elongasi minimal saat matahari terbenam. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

Reporter: Akil

Liga Muslim Dunia Salurkan Bantuan Rp4,5 Miliar untuk Masyarakat Aceh Sambut Tradisi Meugang Jelang Lebaran

0
Logo Liga Muslim Dunia (Foto: Wikipedia)

NUKILAN.ID | JAKARTA – Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, mengungkapkan bahwa Liga Muslim Dunia menyalurkan bantuan sebesar 1 juta riyal atau setara lebih dari Rp4,5 miliar kepada masyarakat Aceh.

Mengutip Kompas.com, bantuan tersebut diberikan dalam rangka mendukung tradisi Meugang, yang rutin dilaksanakan masyarakat Aceh menjelang Hari Raya Idul Fitri.

“Sebagai bentuk salah satu implementasi kunjungan Sekjen Liga Muslim Dunia Syaikh Dr Muhammad Abdul Karim Al-Issa kepada Presiden RI Prabowo Subianto pada Desember 2025, Liga Muslim Dunia membantu masyarakat Aceh terdampak banjir bandang,” ujar Muzani dalam keterangannya, Selasa (17/3/2026).

Ia menjelaskan, bantuan tersebut disalurkan melalui 150 pondok pesantren di 14 kabupaten di Provinsi Aceh.

“Bantuan senilai 1 juta riyal tersebut disalurkan melalui 150 pondok-pondok pesantren, yang diwujudkan dalam bentuk 90 sapi dan 13.500 bingkisan Lebaran, dimanfaatkan peruntukannya bagi para santri, asatidz dan masyarakat sekitar pesantren di 14 kabupaten di Provinsi Aceh untuk pelaksanaan tradisi Meugang yang dilakukan setiap tahun,” sambungnya.

Muzani menambahkan, distribusi bantuan mulai dilakukan sejak hari ini hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri. Ia menyebut bantuan ini sebagai bentuk penguatan tradisi Meugang, yakni kebiasaan masyarakat Aceh mengonsumsi daging menjelang hari besar keagamaan.

Sementara itu, penyaluran bantuan turut melibatkan sejumlah tokoh pesantren dan ulama Aceh, di antaranya Pengasuh Pesantren Ummul Aiman sekaligus Rais Syuriah PWNU Aceh, Tengku Waled Nuruzzahri, Dr Iskandar Zulkarnain, serta KH Anizar Masyhadi MA.

“‘Kami menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang tinggi atas bantuan bagi masyarakat Aceh dari Liga Muslim Dunia melalui Ketua MPR RI Ahmad Muzani. Hal serupa juga disampaikan oleh para pengasuh pesantren, ulama dan tokoh masyarakat Aceh,’ ucap Ustaz Anizar.

Distribusi bantuan dilakukan secara simbolis di enam pesantren dengan dihadiri para pimpinan pondok pesantren penerima bantuan. Kegiatan ini juga didampingi oleh tim Liga Muslim Dunia Kantor Indonesia yang dipimpin H Faiz Wardi serta unsur Pimpinan Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

Pemkot Banda Aceh Gelar Pasar Murah Daging Jelang Idulfitri 1447 H

0
Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Pangan Pertanian Kelautan dan Perikanan (DP2KP) menggelar pasar murah daging dalam rangka menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. (Foto: Dok DP2KP Banda Aceh)

NUKILAN.ID | Banda Aceh – Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Pangan Pertanian Kelautan dan Perikanan (DP2KP) menggelar pasar murah daging dalam rangka menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan Bank Indonesia Perwakilan Aceh, Bank Aceh Syariah, dan Perumdam Tirta Daroy.

Program pasar murah tersebut dijadwalkan berlangsung selama dua hari, pada 17 hingga 18 Maret 2026. Kepala DP2KP Kota Banda Aceh, Iskandar, mengatakan daging dalam kegiatan ini dijual dengan harga Rp140.000 per kilogram. Harga tersebut lebih rendah dibandingkan harga pasar yang umumnya mengalami kenaikan saat tradisi meugang.

Menurut Iskandar, program ini merupakan upaya pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengendalikan inflasi daerah.

“Penyediaan daging dengan harga terjangkau diharapkan dapat membantu masyarakat serta menjaga stabilitas harga yang berdampak pada pengendalian inflasi,” kata Iskandar dalam keterangannya kepada Nukilan, Selasa (17/3/2026).

Untuk menghindari penumpukan massa, DP2KP menetapkan tujuh lokasi pelaksanaan yang tersebar di sejumlah kecamatan di Banda Aceh. Pada Selasa, 17 Maret 2026, pasar murah digelar di tiga lokasi, yaitu Jalan K.H. Ahmad Dahlan (eks Pasar Aceh) di Gampong Kampung Baru, Kecamatan Baiturrahman; depan UPTD KPH Wilayah I di Gampong Lampoh Daya, Kecamatan Jaya Baru; serta Jalan Angsa Pasar Gampong Batoh, Kecamatan Lueng Bata.

Sementara pada Rabu, 18 Maret 2026, kegiatan dilaksanakan di empat lokasi, yakni Jalan Sultan Iskandar Muda di Gampong Punge Ujong, Kecamatan Meuraxa; Jalan Wedana di Gampong Lam Ara, Kecamatan Banda Raya; Jalan Rama Setia di Gampong Alue Deah Teungoh, Kecamatan Meuraxa; serta Jalan T. Iskandar di depan SD 56 Gampong Lamglumpang, Kecamatan Ulee Kareng.

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk datang lebih awal ke lokasi terdekat guna memperoleh daging dengan harga subsidi. Antusiasme warga diperkirakan tinggi mengingat tradisi meugang merupakan bagian penting dalam menyambut hari raya di Aceh. []

Reporter: Sammy

NTP Aceh Februari 2026 Naik Tipis, Daya Beli Petani Masih Terjaga

0
Ilustrasi petani. (Foto: Pixabay)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) pada Februari 2026 sebesar 125,21 atau mengalami kenaikan tipis sebesar 0,03 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Data BPS menunjukkan, kenaikan NTP tersebut mencerminkan masih terjaganya daya beli petani di tengah dinamika harga di perdesaan. NTP sendiri merupakan indikator kemampuan tukar produk pertanian terhadap barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.

Kepala BPS Provinsi Aceh, Agus Andria, mengatakan bahwa peningkatan NTP pada Februari terjadi meski relatif terbatas.

“NTP Februari 2026 tercatat sebesar 125,21 atau naik 0,03 persen dibanding Januari 2026,” ujar Agus dalam laporan BPS, dirangkum Nukilan, Selasa (17/3/2026).

Secara tidak langsung, Agus menjelaskan bahwa kenaikan tersebut dipengaruhi oleh penurunan indeks harga yang dibayar petani (Ib) yang lebih besar dibanding penurunan indeks harga yang diterima petani (It). Kondisi ini membuat rasio NTP tetap mengalami peningkatan meskipun secara umum harga hasil pertanian menurun.

Berdasarkan laporan BPS, Indeks Harga yang Diterima Petani (It) pada Februari 2026 turun sebesar 0,14 persen. Penurunan ini terjadi hampir di seluruh subsektor, kecuali tanaman perkebunan rakyat dan peternakan.

Sementara itu, Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) juga mengalami penurunan sebesar 0,17 persen. Penurunan ini disebabkan turunnya harga pada seluruh subsektor, termasuk komponen konsumsi rumah tangga dan biaya produksi.

Agus Andria menilai, kondisi ini menunjukkan adanya tekanan harga di sektor pertanian, namun belum berdampak signifikan terhadap daya beli petani. Ia menyebut, penurunan biaya yang ditanggung petani menjadi faktor penahan agar NTP tetap meningkat.

Selain NTP, indikator lain yakni Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) juga tercatat meningkat. Pada Februari 2026, NTUP mencapai 129,89 atau naik 0,05 persen dibandingkan Januari 2026.

Dari sisi subsektor, peningkatan NTP terutama terjadi pada subsektor tanaman perkebunan rakyat dan peternakan. Sebaliknya, subsektor tanaman pangan, hortikultura, dan perikanan mengalami penurunan. Data BPS menunjukkan subsektor peternakan mencatat kenaikan tertinggi sebesar 3,21 persen, sementara hortikultura turun 1,41 persen.

Di sisi lain, perkembangan harga di perdesaan menunjukkan adanya deflasi. BPS mencatat deflasi perdesaan pada Februari 2026 sebesar 0,17 persen, yang dipicu terutama oleh penurunan harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau.

“Terjadi deflasi di perdesaan sebesar 0,17 persen pada Februari 2026,” kata Agus.

Ia menambahkan secara tidak langsung bahwa penurunan harga sejumlah komoditas pangan seperti bawang merah, telur ayam ras, dan cabai rawit menjadi faktor utama deflasi di wilayah perdesaan.

Secara umum, BPS menilai kondisi pertanian Aceh pada Februari 2026 masih relatif stabil. Meskipun terdapat tekanan pada harga hasil pertanian, penurunan biaya yang dikeluarkan petani mampu menjaga keseimbangan daya beli di sektor tersebut. []

Reporter: Sammy