Beranda blog Halaman 1642

Harga Anjlok, Petani Indonesia Jual Sawit ke Malaysia

0
Sejumlah truk pengangkut Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit mengantre untuk pembongkaran di salah satu pabrik minyak kelapa sawit milik PT.Karya Tanah Subur (KTS) Desa Padang Sikabu, Kaway XVI, Aceh Barat, Aceh, Selasa (17/5/2022). ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/rwa.

Nukilan.id – Petani sawit Indonesia ramai-ramai menjual tandan buah segar (TBS) sawit ke Malaysia. Hal tersebut dipicu anjloknya harga komoditas tersebut di dalam negeri.

Kejadian itu diketahui dari video yang diunggah akun Instagram @majeliskopi08 pada Sabtu (2/7). Dalam video tersebut tampak beberapa truk pengangkut sawit yang sedang terhenti di sebuah jalan.

“Kita mau bawa buah ke Malaysia, kita bawa hari ini 30 ton, soalnya harga buah di Indonesia seperti kata-katanya Indra Kenz ‘Wah murah banget’,” kata seorang pria dalam video tersebut.

Sementara itu dikonfirmasi secara terpisah, Ketua Umum Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Gulat Manurung membenarkan aksi jual tersebut. Ia mengatakan para petani memang menjual TBS ke Malaysia karena harganya yang lebih tinggi.

Penjualan dilakukan para petani sawit di provinsi yang berbatasan dengan negeri tetangga, seperti Kalimantan Utara dan Kalimantan Tengah.

“Memang secara aturan regulasi itu tidak dibenarkan. Tapi mau bagaimana lagi. PKS (pabrik kelapa sawit) banyak sudah menolak TBS pekebun, bahkan sudah banyak yang tutup. Sementara petani sawit harus melanjutkan hidup dan membiayai keluarganya,” kata dia kepada CNNIndonesia.com, Senin (4/7).

Gulat menuturkan perbedaan harga yang cukup signifikan menjadi salah satu penyebabnya. Di Malaysia harga TBS masih berada di kisaran Rp3.500 hingga Rp4.500 per kg.

Sementara harga TBS di Kalimantan Utara dan Kalimantan Tengah hanya sekitar Rp1.200 hingga Rp1.600 per kg.

Gulat menuturkan dalam kondisi seperti ini semua pihak dirugikan, baik petani, negara, korporasi. Oleh karena itu ia mengingatkan pemerintah harus mencari tahu penyebab jatuhnya harga TBS dalam negeri.

“Negara gak boleh hanya mengimbau-mengimbau, tapi perbaiki mana penyebab utamanya. Semua berpacu dengan waktu, sebelum terlambat,” tandasnya. [CNN]

Harapan Wali Nanggroe Makbul

0

Oleh: Fauzan Azima

“Kalau Pak Agung jadi Pj Gubernur Aceh, mari kita bekerja sama untuk mewujudkan sesuatu yang membuat orang bangga kepada Aceh” kata yang mulia Wali Nanggroe Tengku Malik Mahmud Al-Haytar beberapa waktu lalu, di sela-sela sarapan pagi bersama Irjenpol Dr. Agung Makbul, Drs, SH, MH, di Hotel Grand Aston City Hall, Medan.

Wali Nanggroe yang ke-9 itu menyatakan, sejak damai sudah enam kali pergantian Gubernur Aceh, memang sudah ada peningkatan pembangunan dari masa ke masa. Hanya saja hendaknya di masa depan semakin banyak pembangunan yang membanggakan dirinya dan masyarakat Aceh. Harapannya dengan kehadiran Irjenpol Agung Makbul di Aceh mimpinya bisa terwujud.

“Kami tidak minta sesuatu yang bertentangan dengan hukum, tetapi membangun Aceh itu harus bersama-sama, tidak terkecuali sumbang pendapat dari Lembaga Wali Nanggroe” lanjut Perdana Menteri GAM yang ketiga itu.

Bagi Agung Makbul atau populer dengan sebutan “Pak Agung,” menikai yang mulia Tengku Malik Mahmud adalah orang tua yang harus dihormati, bukan saja dari sisi usia 83 tahun atau di atas rata-rata usia harapan hidup manusia Indonesia, tetapi juga pengetahuannya yang luas dalam segala bidang; terutama dalam bidang ekonomi, sejarah dan lingkungan hidup.

Pengetahuan Wali Nanggroe sangat luas, sehingga dalam bercerita sangat runtut dan detail. Jangankan bercerita tentang hal-hal besar; tentang ekonomi dan sejarah, bercerita tentang seekor burung elang saja bisa berjam-jam. Tidak banyak orang punya kemampuan bercerita seperti itu, kecuali orang itu punya pengetahuan luas dan jujur.

Selama ini, segelintir orang yang tidak menerima manfaat saja yang menuduhnya sebagai orang yang tidak punya kapasitas, mementingkan diri sendiri dan tidak berfikir dan bekerja untuk Aceh. Pada saat ini, jangankan Lembagi Wali Nanggroe yang serba terbatas tugas pokok dan fungsinya, pejabat gubernur yang mengelola uang banyak sekalipun tidak mungkin bisa memuaskan semua orang.

“Dari sisi usia lanjutnya saja, pasti ada rahasia dan keberkahan padanya. Ke depan jika Allah berkehendak kita memimpin Aceh, yang mulia Tengku Malik Mahmud sebagai pribadi maupun sebagai Wali Nanggro adalah orang tua yang harus kita minta restu dalam setiap langkah kita dalam membangun Aceh” kata Agung Makbul yang juga tim penulis pidato Presiden RI.

Sebenarnya, Gubernur dan Wali Nanggroe harus sejalan, saling mendukung dan saling melengkapi. Itulah kekuatan Aceh. Selama ini banyak pihak yang berusaha membenturkan gubernur dengan Wali Nanggroe, yang sadar atau tidak justru melemahkan Aceh. Upaya menjauhkan gubernur dan Wali Nanggroe lagi-lagi karena tidak mendapat manfaat dari keduanya.

Padahal apapun bentuk pekerjaaan Pemerintahan Aceh muaranya adalah rakyat. Selama ini memang ada pihak-pihak yang ingin porsi anggaran lebih banyak pada lembaga tertentu dan tampak terlalu dipaksakan akibat tidak saling percaya dan selalu curiga. Sehingga perlu kedekatan gubernur dengan Wali Nanggroe untuk meminimalisir perpecahan di Aceh.

Begitulah seharusnya politik Aceh. Kompromistis dan tidak monopoli agar selamat sampai ke tepi. Akan tetapi isi kepala sudah dipenuhi sampah korupsi, sehingga siapa pun yang mengelola uang sudah dianggap koruptor. Sikap berfikir negatif harus dicuci bersih dari otak kita agar kembali sehat seperti yang kita dambakan bersama.

Agung Makbul sendiri memang orang yang terakhir bersilaturahmi kepada yang mulia Tengku Malik Mahmud. Beliau dengan jujur mengatakan bahwa sudah ada tiga nama calon yang disodorkan kepadanya dan akan disampaikan kepada Mendagri. Meski demikian bagi “Pak Agung” target utama adalah membina silaturrahmi kepada orang tua.

Kita sudah tahu nama-nama yang dimaksud. Kita percaya siapapun nama yang diusulkan tersebut adalah putra terbaik bangsa yang akan memimpin Aceh sebagai PJ Gunernur. Siapapun yang akan ditunjuk oleh Presiden Jokowi, harus kita dukung dengan sepenuh hati.

Siapapun yang terpilih menjadi PJ Gubernur Aceh, dia adalah yang disebut dalam kitab kuno, bergelar sebagai “Pangeran Waringin Sari” yang intinya pemimpin yang kuat dan melindungi. Hanya saja, kalau kita baca rekam jejak dari sekian banyak calon, hanya Agung Makbul yang punya ciri dan sifat demikian.

Akhirnya, sekali lagi, siapapun yang menjadi PJ Gubernur Aceh, jangan kita cekoki dengan informasi yang merusak hubungan dengan Wali Nanggroe. Mari kita satukan rasa dan perasaan PJ Gubernur Aceh dan Wali Nanggroe untuk masa depan Aceh yang lebih baik. Hanya dengan begitu harapan Wali Nanggroe Makbul.

(Mendale, 2 Juli 2022)

Mengenal 5 Jenis Kambing Kurban Unggulan yang Ada di Indonesia

0
Ilustrasi kambing © Bagus Park/Shutterstock

Nukilan.id – Tidak lama lagi umat muslim akan menghadapi perayaan yang lazimnya bertepatan dengan puncak Ibadah Haji, yakni Iduladha.

Di Indonesia, pemerintah melalui Kementerian Agama telah menetapkan bahwa Iduladha atau 10 Zulhijah jatuh pada tanggal 10 Juli 2022. Otomatis, di tanggal tersebut hampir sebagian besar wilayah di tanah air akan melaksanakan pemotongan hewan kurban.

Momen kurban saat Iduladha jelas menjadi salah satu perayaan yang paling dinanti. Karena di samping sebagai sarana ibadah, kebersamaan saat membagikan potongan daging kurban juga sangat berarti bagi sebagian besar kalangan.

Ada dua jenis hewan yang lumrah dijadikan kurban, yakni sapi dan kambing. Bagi mereka yang lebih mampu, kurban sapi dengan harga lebih tinggi kerap jadi pilihan. Namun banyak juga masyarakat yang memilih kambing untuk menunaikan ibadah satu ini.

Bukan hanya satu, di Indonesia sendiri ada berbagai macam rasa tau jenis kambing yang dinilai memiliki kualitas unggul sebagai hewan kurban. Apa saja jenis kambing yang dimaksud? Berikut beberapa contohnya:

1. Kambing etawa

Jika mendengar kata etawa, yang selama ini banyak dikenal adalah hasil produk berupa susu yang diketahui memiliki khasiat tinggi bagi kesehatan. Namun tak hanya dibudidayakan sebagai hewan ternak perah, jenis kambing satu ini sejatinya juga unggul dalam hal produksi daging.

Menilik asal usul aslinya, kambing etawa sebenarnya berasal dari salah satu wilayah India yang bernama Jamnapari. Karena itu tak heran, jenis kambing satu ini biasa dikenal dengan nama Jamnapari.

Jika melihat ras aslinya, kambing satu ini memiliki ukuran terbilang cukup besar dibandingkan kambing biasa. Memiliki telinga panjang dan menggantung, bentuk muka kambing satu ini juga cenderung menonjol dengan bulu di bagian paha yang sangat panjang.

Tinggi pundak dari ras aslinya bisa mencapai 90 sentimeter (betina) hingga 127 sentimeter (jantan). Sedangkan bobot utuk individu jantan bisa mencapai 91 kilogram, dengan betina yang hanya mencapai 63 kilogram.

Terlepas dari kambing etawa murni, saat ini yang lebih banyak dikembangbiakkan oleh peternakan di Indonesia adalah kambing peranakan etawa (PE). Yaitu kambing hasil kawin silang antara kambing etawa dengan kambing lokal.

Salah satu wilayah yang dikenal sebagai pusat budidaya kambing etawa baik untuk susu perah atau produksi daging adalah Kabupaten Kulonprogo, Yogyakarta. Harga kambing etawa dewasa yang memiliki berat maksimal disebut berada di kisaran Rp4 juta sampai Rp6 juta per ekornya.

2. Kambing boer

Bukan dari kawasan Asia, ‘kampung halaman’ asli dari jenis kambing satu ini berasal dari Afrika Selatan. Jenis kambing ini nyatanya juga sangat mudah dibedakan dengan jenis kambing lainnya karena memiliki ciri yang sangat mudah dikenali.

Kambing boer memiliki tubuh yang lebar, panjang, dan berbulu putih. Selain itu, kakinya agak pendek, berhidung cembung, bertelinga panjang menggantung, dengan kepala yang umumnya berwarna cokelat kemerahan atau cokelat muda hingga cokelat tua.

Berbeda dengan etawa, kambing boer merupakan jenis yang seutuhnya dimanfaatkan sebagai kambing pedaging. Bukan tanpa alasan, pasalnya puting susu pada induk betina kebanyakan tidak semuanya menghasilkan susu, dan hanya cukup untuk diproduksi oleh anakannya.

Meski begitu, alasan lain yang membuat kambing boer unggul sebagai pedaging adalah karena pertumbuhan dan penambahan bobot mereka terbilang sangat cepat.

Saat usianya masih lima hingga enam bulan, bobotnya sudah bisa mencapai 35-45 kilogram. sedangkan saat sudah berusia dewasa, individu jantan dapat memiliki bobot di kisaran 120-150 kilogram untuk pejantan, dan 80-90 kilogram untuk bobot betina.

Tak heran, jika kambing boer dari tahun ke tahun kian banyak diminati sebagai hewan kurban karena memang bobot dagingnya yang dikenal tebal.

3. Kambing muara

Kambing muara merupakan salah satu jenis kambing lokal yang paling terkenal. Berasal dari wilayah yang memiliki nama sama, yakni Kecamatan Muara, Babupaten Tapanuli Utara, Sumatra Utara.

Tak kalah unggul dengan dua jenis sebelumnya, kambing muara juga dikenal sebagai penghasil daging dan susu yang melimpah dari ras kambing lokal. Tinggi pundak individu betina bisa mencapai 69,7 sentimeter. Sedangkan pada kambing jantan tingginya bisa mencapai 87,6 sentimeter.

Dari segi bobot, kambing muara jantan bisa memiliki berart berkisar 68 kilogram, dan 49 kilogram untuk betina. Jika dibandingkan posisi kambing muara berada di kelas yang sama dengan kambing hasil peranakan etawa dengan kambing lokal.

Tentu karena merupakan kambing lokal, salah satu keunggulan yang dimiliki dari jenis kambing satu ini adalah kemudahan dalam pembudidayaan. Sebagai hewan ternak mereka tahan terhadap iklim dan cuaca tropis di Indonesia, dan bisa hidup dengan baik dalam kondisi panas ataupun hujan.

Lain itu dari segi pakan, kambing muara Tapanuli juga memiliki daya tahan tubuh yang baik. Serta tetap bisa berkembang dan tumbuh dengan baik meski mendapat pakan yang minim.

4. Kambing gembrong

Salah satu jenis lain dari kambing Indonesia, yang berasal dari wilayah Bali terutama di Kabupaten Karangasem. Penamaan gembrong sendiri diberikan lantaran cirinya yang memiliki bulu panjang dan lebat.

Bulu tersebut terlihat mengkilap dan tumbuh mulai dari kepala hingga ekor. Bila dibiarkan, panjangnya bisa mencapai 25-30 sentimeter. Karena itu biasanya peternak akan secara rutin memotong bulu yang dimaksud, agar tidak menutupi bagian mata dan telinga, yang akan mempersulit kambing saat makan.

Kambing gembrong sebenarnya merupakan hasil persilangan antara kambing Kashmir dengan kambing Turki. Kedua jenis kambing tersebut dibawa masuk ke Bali dari luar negeri sebagai hadiah untuk seorang bangsawan Bali, yang kemudian berkembang sampai sekarang.

Warna dominan tubuh kambing gembrong pada umumnya putih dengan sebagian berwarna cokelat muda. Tinggi bahu kambing dewasa bisa mencapai 58-65 sentimeter, dengan bobot badan dewasa di kisaran 32-45 kilogram.

Sayangnya kambing gembrong saat ini bisa dibilang ada di kondisi terancam punah, karena populasi serta pembudidayaannya yang semakin sedikit. Sehingga di samping itu, ada juga yang mengawin silangkan jenis kambing satu ini dengan kambing peranakan etawa. [GNFI]

Angka SiLPA Tinggi, Demokrat: Perencanaan Penganggaran di SKPA Tidak Efektif

0
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Fraksi Demokrat, Edi Kamal. (Foto:Ist)

Nukilan.id – Fraksi Demokrat memberikan catatan penting dalam rapat pembahasan Rancangan Qanun Pertanggungjawaban LPJ APBA tahun 2021 yang dilaksanakan Jumat (1/7/2022).

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Fraksi Demokrat, Edi Kamal menyampaikan salah satu catatan kritis fraksi Demokrat yang dibacakan dalam rapat pembahasan rancangan qanun tersebut adalah mengenai tingginya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA).

Ia mengatakan bahwa tingginya SiLPA adalah salah satu bukti tidak efektifnya perencanaan penganggaran di tiap Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA).

“Tingginya SiLPA beberapa tahun terakhir ini salah satu bukti  tidak efektifnya perencanaan penganggaran di tiap-tiap SKPA,” ucap Bendahara Fraksi Demokrat itu dalam keterangannya kepada Nukilan, Minggu (3/7/2022).

Edi Kamal meminta agar kedepan pemerintah melakukan perencanaan yang matang dan efektif dengan cara menetapkan skala prioritas dalam rencana kerjanya untuk mewujudkan penggunaan APBA secara maksimal.

“Pemerintah perlu melakukan perencanaan pelaksanaan APBA yang efektif dengan menetapkan skala prioritas tahunan. Misalnya untuk saat ini pemulihan ekonomi pasca Covid-19 menjadi prioritas kita bersama. Ini penting untuk dilakukan dengan kondisi Aceh saat ini”. Lanjut Edi Kamal.

Anggota DPRA asal Daerah Pemilihan Aceh 10 tersebut juga menyayangkan besarnya jumlah SiLPA dua tahun terakhir ini mengingat masih tingginya angka kemiskinan di Aceh.

“Jumlah SiLPA sangat besar dalam dua tahun terakhir ini. Ini sangat disayangkan. Seharusnya dapat digunakan untuk kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat untuk pengentasan kemiskinan di Aceh yang angkanya masih sangat tinggi untuk saat ini,” tutup Edi. []

Gempa 5,1 Magnitudo Guncang Nagan Raya, Tidak Berpotensi Tsunami

0
Ilustrasi Gempa. (Foto: Antara)

Nukilan.id – Gempa bumi kekuatan 5,1 magnitudo mengguncang Nagan Raya, Provinsi Aceh pada Minggu (3/7/2022) pagi.

Berdasarkan keterangan resmi dari laman Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui website inatews.bmkg.go.id, bahwa gempa tersebut terjadi tepat pukul 07:10:37 WIB.

Lebih lanjut, BMKG menjelaskan pusat gempa berada di lokasi 4.46 LU, 96.55 BT, tepatnya berada di 36 km Timur Laut Kabupaten Nagan Raya, Aceh.

BMKG juga menyatakan, gempa yang terjadi di kedalaman 10 kilometer tersebut tidak berpotensi tsunami.

Meskipun demikian, BMKG mengimbau kepada masyarakat, agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap gempa bumi susulan yang mungkin terjadi.

“Hati-hati terhadap gempabumi susulan yang mungkin terjadi,” demikian peringatan yang dikeluarkan BMKG dalam situs resminya.

Reporter: Reji

Dian Rubianty Ditetapkan Sebagai Kepala Ombudsman Aceh

0
Dian Rubianry (Foto: Anterokini)

Nukilan.id – Ketua Ombudsman RI, Mokhammad Najid menetapkan Dian Rubianty sebagai Kepala Perwakilan Ombudsman Provinsi Aceh melalui pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan yang berlangsung di Kantor Pusat, Jakarta (1/7/2022).

Selain Dian Rubianty, Ombudsman RI juga menetapkan empat orang Kepala Perwakilan, yaitu Ni Nyoman Sri Widhiyanti Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Bali, Dedy Irsan Kepala Perwakilan Ombudsman RI Jakarta Raya, Maria Ulfah Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kalimantan Utara, serta Ismu Iskandar sebagai Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Sulawesi Selatan.

Dalam sambutannya, Ketua Ombudsman RI, Mokhammad Najid menyampaikan, seleksi Kepala Perwakilan ini melewati serangkaian tahapan mulai dari seleksi administrasi, ujian tulis, ujian kesehatan hingga profile assessment dan wawancara. Proses yang bertahap ini menggambarkan Kepala Perwakilan yang terpilih merupakan yang terbaik hasil dari seleksi yang ketat.

Najib berharap para Kepala Perwakilan terpilih dapat segera membangun komunikasi dan konsolidasi baik internal maupun eksternal agar dapat segera meneruskan tugas-tugas keombudsmanan dalam pengawasan pelayanan publik di tingkat provinsi.

“Kepala Perwakilan memiliki kewenangan tunggal di provinsi masing-masing, gunakan kesempatan awal untuk mempelajari, melakukan orientasi dan mengenal seluruh insan Ombudsman yang ada di lingkungan masing-masing”, ucap Najih dalam sambutannya.

Serangkaian dengan kegiatan pelantikan dan pengangkatan sumpah/janji jabatan Kepala Perwakilan Ombudsman RI ini, dilaksanakan juga penyerahan secara langsung SK Pengangkatan kepada 38 Calon Asisten Ombudsman RI yang telah lolos seleksi dan bertugas di Kantor Pusat, dan diikuti melalui daring oleh 65 Calon Asisten yang lolos seleksi di berbagai Kantor Perwakilan. [Reji/Ombudsman]

Ketua Pusda: Siapapun Pj Gubernur Harus Sayang dengan Rakyat Aceh

0
Ketua Pusat Studi Pemuda Aceh (PUSDA), Heri Safrijal. Foto: Dok.Ist

Nukilan.id – Ketua Pusat Studi Pemuda Aceh (PUSDA) Heri Safrijal SP.MT mengatakan siapa saja boleh menjabat sebagai Pejabat (Pj) Gubernur Aceh, sosok Pj Gubernur itu diharapkan yang bisa mengayomi dan sayang seluruh masyarakat Aceh.

“Calon PJ apakah sipil (ASN), TNI, Polri yang masih aktif atau tidak, itu tidak masalah. Asalkan mereka (Pj Gubernur) paham tentang Aceh, tentang kondisi masyarakat Aceh,” kata Heri dalam keterangannya, Sabtu (2/7/2022).

Heri menyampaikan, calon Pj Gubernur Aceh yang nantinya akan ditunjuk oleh Presiden RI Joko Widodo diharapkan mampu memahami kondisi Aceh paska konflik bersenjata dan paska bencana gempa dan tsunami.

“Pj Gubernur Aceh nantinya sosok yang tahu karakter masyarakat Aceh dan yang bisa bersama-sama dengan masyarakat untuk membangun Aceh lebih baik lagi,” ucapnya

Menurut Aktivis Aceh ini, Pj Gubernur Aceh merupakan sosok yang bisa mengatur seluruh Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA). Pj Gubernur nantinya akan ditugaskan di Aceh pada awal Juli 2022 harus mampu merebut hati masyarakat Aceh, yang mayoritas muslim.

“Untuk Pj Gubernur kedepan harus sayang seluruh masyarakat Aceh, yang bisa mengatur seluruh dinas. Orangnya siapa saja boleh,” ujar Mantan Sekjend BEM USK.

Ia berharap, Pj Gubernur dalam melaksanakan tugas diharapkan mengerti apa yang harus dilakukan selama menjabat Pj Gubernur Aceh nantinya. Sebab, Aceh ini terendah hampir semua lini.

“Pj Gubernur aceh harus tahu apa yang harus dilakukan semua stekholder di Aceh harus dekat ulama, politisi ketua partai pengusaha dan mahasiswa sehingga bersama-sama mengayomi seluruh masyarakat dan yang bisa komunikasi dengan pusat dengan baik,” harapnya.

“Aceh adalah salah satu provinsi Termiskin di kita yang terendah, apapun terendah. Kemiskinan tertinggi se-Sumatera, yang tidak ada orang ngomong terbodoh, kalau termiskin orang ngomong jadi malu kita, tutur Ketua Pusda.

Reporter: Reji

Golkar Abdya Target Menang, Pimpinan DPRK di Pemilu 2024

0
Konsolidasi Struktur, Kader, dan Orientasi DPD II partai Golkar Abdya (Foto: Dok. DPD II partai Golkar Abdya)

Nukilan.id – Untuk memantapkan persiapan menghadapi pemilu Tahun 2024 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II partai Golkar Aceh Barat Daya (Abdya) melaksanakan kegiatan konsolidasi kader, struktur dan orientasi fungsionaris di kantor DPD II partai Golkar Abdya di Kota Blangpidie, Sabtu (2/7/2022).

Dalam sambutannya, Ketua DPD II Golkar abdya Agusri Samhadi menyampaikan pemilu 2024 akan menjadi tantangan tersendiri bagi partai Golkar, ditengah ketatnya persaingan dan banyaknya partai yang akan ikut bertarung.

“Kita sudah sepakat target untuk pemilu kedepan ini harus mendapat pimpinan di DPRK Abdya, serta memenangkan Airlangga Hartarto sebagai presiden Republik Indonesia pada pemilu 2024,” kata Agusri Samhadi.

Oleh karena itu, ia mengajak kepada seluruh kader untuk solid dan terus bekerja mendekatkan diri dengan masyarakat guna merebut kemenangan di pemilu yang akan datang.

“Disaat kita solid dan bersatu dengan masyarakat, kemenangan apapun bisa kita capai,” tuturnya.

Selanjutnya, pengurus DPD I Partai Golkar Aceh Wakil Ketua OKK Sukri Rahmat, mengatakan agar partai Golkar Abdya terus melakukan konsolidasi dan memantapkan infrastruktur partai sampai ke tingkat desa.

“Ini penting karena basis pertarungan yang sebenarnya adalah di Desa,” pintanya.

Sukri juga meminta Golkar abdya untuk segera menyiapkan seluruh dokumen dan persyaratan dalam rangka pendaftaran partai politik yang akan segera dimulai termasuk target Kartu Tanda Anggota (KTA) Partai Golkar.

Dalam acara tersebut, kader partai golkar turut dibekali materi tahapan pemilu 2024 yang dihadiri oleh ketua KIP ABdya Yudi Nirmansyah dan Anggota KIP abdya Seliah.

Acara tersebut dihadiri oleh Pengurus DPD I Partai Golkar Aceh yaitu wakil ketua OKK Sukri Rahmat, Korda IX Muazam, Aidil Fitri dan Cut Sopia, Ketua Dewan Pertimbangan Rs.Darmansyah dan anggota DPRK abdya, serta puluhan pengurus, pimpinan kecamatan dan calon fungsionaris.

Atasi Kemiskinan di Aceh, Fraksi Demokrat Minta Pemerintah Fokus Pemberdayaan Masyarakat

0

Nukilan.id – Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) melaksanakan rapat paripurna pembahasan Rancangan Qanun Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBA Tahun Anggaran 2021. Salah satu agenda pada Jumat (1/7) adalah penyampaian pendapat akhir fraksi-fraksi di DPRA.

Dalam pandangan yang dibacakan oleh ketua fraksi Demokrat, Nurdiansyah Alasta, Fraksi Demokrat memberikan beberapa catatan penting terhadap tanggapan Gubernur dalam pembahasan rancangan qanun tersebut, salah satunya adalah mengenai tingginya angka kemiskinan di Aceh.

“Salah satu yang menjadi perhatian kita adalah tingginya angka kemiskinan di Aceh. Kita masih menempati peringkat atas untuk angka kemiskinan di Sumatera” ucap Nurdiansyah Alasta.

Selanjutnya anggota DPRA asal daerah pemilihan Aceh VIII tersebut juga menyampaikan bahwa pemerintah Aceh harus fokus pada kegiatan pemberdayaan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Perencanaan penggunaan anggaran yang efektif dapat mengurangi angka kemiskinan di Aceh. Pemerintah harus fokus pada kegiatan pemberdayaan agar msyarakat dapat mandiri secara ekonomi” lanjut pria yang akrab disapa DNA itu.

Ketua IPI Aceh: Masa Depan Internet Terang, Tingkat Literasi Kurang

0

Nukilan.id – Ketua Pengurus Daerah Ikatan Pustakawan Indonesia (PD-IPI) Aceh Nazaruddin Musa mengatakan bahwa berdasarkan hasil survey yang dirilis Kompas menyebutkan bahwa masa depan internet terang namun tingkat literasi kurang.

Hal tersebut disampaikan pada acara Ngopi “Ngobrol Inspirasi” bersama Coach Dosi Elfian dalam program republik literasi, Kamis (30/6/2022).

Nazar menyebutkan bahwa saat ini kebanyakan penggunaan internet di Indonesia bertujuan untuk komunikasi lewat media sosial yang ada, mulai dari Facebook, Instagram, Twitter, WhatsApp dan berbagai aplikasi medsos lainnya.

“Kita sangat berharap tidak hanya masa depan internet yang cemerlang seperti hasil survei yang dirilis Kompas yang menyebutkan masa depan Internet terang, tetapi kita juga berharap masa depan generasi Internet,”kata Nazar disela-sela diskusi berlangsung, di El Coffe, Jln. Cot Sibati, Rukoh, Banda Aceh.

Diskusi seputar literasi tersebut berlangsung di El Coffee, Jln. Cot Sibati, Rukoh Banda Aceh. Acara dimulai pukul 16.30 itu diawali dengan acara Open Mic.

Dosi Elfian selaku tuan rumah acara NGO-PI Ngobrol Inspirasi menyebutkan bahwa acara Open Mic merupakan salah satu yang untuk memberikan kesempatan kepada para peserta berlatih public speaking. Tiap minggu diberikan 5 slot untuk siapa saja yang ingin menggunakan kesempatan tersebut baik baik untuk anak-anak pajak maupun orang dewasa.

Tema yang disampaikan Nazar dalam ngobrol literasi tersebut adalah Republik literasi. Ini terinspirasi dari paparan filsuf muda Indonesia Martin tentang filsafat gerakan literasi yang berlangsung di Eropa pada abad ke 17 dan 18.

Dalam paparannya Nazar menyebutkan bahwa Republik literasi merupakan satu jeringan korespondensi para imajiner dari beberapa negara Eropa.

Lebih jauh Nazar memaparkan konsep literasi dalam perspektif Islam dan Barat. Dalam perspektif Islam literasi sering dihubungkan dengan iqra. Dengan demikian gerakan literasi dalam Islam Islam sudah berlangsung sejak lahirnya Islam.

Dengan merujuk pada penjelasan Ustaz Adi Hidayat dan KH Masykur bahwa makna Iqra bukan hanya membaca tetapi memahami dan mengamalkan. Interaksi juga berarti menyelidiki.

“Banyak ayat Alquran yang memerintahkan kepada umat manusia memperhatikan bagaimana alam ini diciptakan,”kata Nazar.

Menurut Nazar, gerakan literasi telah mengalami sukses besar di awal masa keemasan Islam. Banyak para pemikir dan tokoh-tokoh terkenal dunia berasal dari intelektual muslim. Namun sangat disayangkan kejayaan literasi lalu kini redup dan bersinar di barat.

Lebih lanjut, Nazar menjelaskan bahwa perkembangan literasi di barat didorong oleh tiga faktor. Pertama, ditemukannya mesin cetak abad ke-17 oleh gutenberg. Penemuan ini berdampak pada meningkatnya produksi produksi tulisan.Kedua, terbentuknya jejaringan korespondensi para pemikir di Eropa. Ketiga lahirnya diskusi warung kopi.

“Ketika pendorong ini menarik untuk disandingkan dengan keadaan era sekarang. Misalnya kehadiran internet itu identik dengan penemuan mesin cetak yang salah satu dampaknya terjadinya ledakan informasi. Idealnya ini akan meningkatkan produksi tulisan yang lebih banyak dibandingkan dulu,”tegas Nazar.

Kedua, perkembangan media komunikasi terutama media sosial swharusnya juga mendorong diskusi literasi secara lebih luas dan konsisten. Ketiga, munculnya fenomena diskusi warung kopi terutama di Aceh yang bahkan telah dikenal dunia.

Ketika fenomena ini seharusnya memiliki potensi besar untuk pengembangan literasi. Namun pada kenyataannya indonesia dan Aceh pada khususnya masih terpuruk dalam indeks literasi.

Oleh karena itu Nazar mengajak generasi muda untuk mengenang kembali kejayaan literasi masa lalu dan bertekad untuk menjadikan literasi kembali berjaya di era teknologi yang menwarkan berbagai kemudahan ini. []