Beranda blog Halaman 163

Pernyataan Kepala BNPB Dinilai Lukai Masyarakat, Taman Pelajar Aceh: Ini Nyawa, Bukan Algoritma Media

0
Ketua Umum Taman Pelajar Aceh Yogyakarta, Muhammad Mufariq Muchlis. (FOTO: FOR NUKILAN)

NUKILAN.ID | YOGYAKARTA – Masyarakat dan mahasiswa Aceh di Yogyakarta menyampaikan kekecewaan mendalam atas pernyataan Kepala BNPB yang menyebut banjir bandang di Aceh “hanya mencekam di media sosial.” Mereka menilai komentar tersebut tidak peka dan menunjukkan minimnya empati terhadap kondisi kemanusiaan yang sedang berlangsung di Aceh.

Ketua Umum Taman Pelajar Aceh Yogyakarta, Muhammad Mufariq Muchlis, dalam keterangannya kepd Nukilan.id menegaskan bahwa penggunaan kata “hanya” dalam konteks bencana besar tidak patut disampaikan oleh pejabat publik. Ia menilai komentar tersebut tidak hanya keliru secara moral, tetapi juga melukai hati masyarakat Aceh yang tengah berada dalam keadaan darurat.

Data sementara menunjukkan skala tragedi yang terjadi di Aceh: 80 warga meninggal dunia, 71 lainnya belum ditemukan, 330 mengalami luka berat, 1.284 luka ringan, serta lebih dari 441 ribu penduduk terdampak. Dari jumlah itu, 207.017 orang harus mengungsi dan 16 kabupaten/kota berada dalam kategori terdampak berat.

Hingga kini, banyak wilayah masih terisolasi akibat akses logistik yang terputus. Pengiriman makanan, obat-obatan, dan bantuan darurat belum berjalan optimal. Sebagian masyarakat mengalami trauma, kekurangan air bersih, serta keterbatasan layanan kesehatan. Dalam situasi seperti ini, mahasiswa Aceh menilai tidak tepat apabila tragedi sebesar ini direduksi sebagai sesuatu yang “mencekam di media sosial.”

Pernyataan pejabat negara, menurut mereka, seharusnya mencerminkan empati, ketepatan informasi, dan komitmen kehadiran negara. Mereka menegaskan bahwa jabatan publik membawa tanggung jawab moral dan kemanusiaan, bukan sekadar tugas administratif.

Mahasiswa Aceh di Yogyakarta juga mengungkapkan bahwa hingga kini mereka masih menunggu kabar keluarga yang terputus komunikasi hampir satu pekan. Rasa cemas dan ketidakpastian itu, kata mereka, tidak bisa disederhanakan dengan narasi yang beredar di media sosial. Situasi di lapangan jauh lebih berat dibandingkan apa yang terlihat di layar ponsel.

Mereka mengajak para pemangku kebijakan untuk turun langsung ke lokasi, melihat kondisi korban, serta memberikan penanganan yang cepat, tepat, dan berkeadilan. Menurut mereka, masyarakat Aceh membutuhkan aksi nyata, kehadiran negara, dan empati—bukan pernyataan yang terkesan meremehkan penderitaan para korban. (XRQ)

Reporter: AKIL

Peduli Korban Banjir, Mahasiswa FKIP USK Galang Donasi untuk Warga Terdampak

0
Flayer donasi untuk korban banjir, informasi kontak dan nomor rekening donasi tercantum di flayer.

NUKILAN.id | Banda Aceh – Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Syiah Kuala (USK) yang dikoordinir oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKIP membuka posko bantuan dan menggalang dana untuk membantu korban banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh.

Ketua BEM FKIP USK, Darlis mengatakan, pembukaan posko ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat yang terdampak bencana. Ia menyebutkan, posko tersebut menerima berbagai jenis bantuan, mulai dari sembako, pakaian layak pakai, hingga kebutuhan darurat lainnya.

“Untuk pemberi donasi, kami buka kesempatan ini secara umum, jadi siapapun boleh memberikan donasi. Semua hasil donasi ini akan kami salurkan untuk membantu masyarakat di daerah yang terkena dampak dari banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di Aceh,” ujar Darlis.

Sementara itu, Wakil Dekan III FKIP USK Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kemitraan, Drs. Abu Bakar, M.Si., membenarkan langkah BEM FKIP USK tersebut. Ia menyatakan bahwa pihaknya merasa terpanggil untuk membantu saudara-saudara yang terkena dampak bencana.

“Kami merasa terpanggil untuk membantu saudara-saudara kami yang terkena dampak bencana. Bantuan yang terkumpul nantinya akan difokuskan untuk memenuhi kebutuhan dasar yang sangat diperlukan, seperti air bersih, obat-obatan, serta logistik yang sangat dibutuhkan oleh para korban,” ujar Drs. Abu Bakar saat dihubungi, Minggu (30/11/2025).

Posko bantuan ini dibuka melihat kondisi ribuan korban banjir yang kesulitan mendapatkan makanan dan logistik akibat bencana yang terjadi beberapa waktu terakhir.

Masyarakat yang ingin berdonasi dapat menyalurkan bantuan melalui rekening Bank Syariah Indonesia (BSI) nomor 7320519351 atas nama BEM FKIP USK, atau datang langsung ke lokasi posko di FKIP Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.

Aksi solidaritas ini diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan pasca-bencana dan memenuhi kebutuhan dasar korban banjir Aceh yang hingga kini masih membutuhkan perhatian.

Melalui langkah konkret ini, BEM FKIP USK menunjukkan kepedulian sosial yang tinggi, sekaligus memberikan teladan bagi mahasiswa dan masyarakat luas untuk turut serta dalam aksi kemanusiaan.

Informasi Kontak:

Untuk informasi lebih lanjut terkait donasi dan bantuan, masyarakat dapat menghubungi:

  • Alfi Rahmawati: +62 813-6114-8878
  • Risa Aulia: +62 822-5984-7846

Rekening Donasi: Bank Syariah Indonesia (BSI): 7320519351 a.n. BEM FKIP USK

Flower Aceh Desak Pemerintah Bertindak Cepat Tangani Banjir Meluas di Aceh dan Sumatera

0
Flower Aceh Desak Pemerintah Bertindak Cepat Tangani Banjir Meluas di Aceh dan Sumatera. (FOTO: FOR NUKILAN)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Flower Aceh menyampaikan duka cita dan keprihatinan mendalam atas bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera, termasuk Aceh. Organisasi ini menilai situasi di lapangan masih sangat memprihatinkan, terutama bagi kelompok perempuan, anak, lansia, penyandang disabilitas, serta kelompok rentan lainnya yang membutuhkan respon cepat dan terkoordinasi dengan pendekatan kemanusiaan.

Koordinator Program Flower Aceh, Ernawati, menjelaskan bahwa kondisi di berbagai titik banjir menunjukkan kerusakan sarana dan prasarana, jembatan dan jalan yang terputus, hingga rusaknya fasilitas umum serta rumah warga. Meski air mulai surut, masyarakat tetap berada dalam kondisi siaga karena debit sungai masih tinggi dan berpotensi kembali meluap.

Krisis air bersih terjadi di banyak lokasi sehingga warga kesulitan mendapatkan air minum layak konsumsi. Minimnya penerangan juga menjadi masalah serius karena menghambat evakuasi, menyulitkan mobilitas perempuan dan anak, serta meningkatkan potensi risiko keamanan.

Selain itu, panic buying di pasar mengganggu distribusi logistik dan mendorong kenaikan harga bahan pokok. Beberapa kebutuhan seperti telur bahkan disebut sulit ditemukan, sehingga memperberat beban ekonomi keluarga, terutama perempuan kepala keluarga dan rumah tangga berpenghasilan rendah.

Flower Aceh memetakan sejumlah kebutuhan mendesak bagi masyarakat terdampak banjir di wilayah kerja mereka. Kebutuhan tersebut mencakup air bersih dan air minum, penerangan darurat, sembako dan makanan siap saji, serta kebutuhan spesifik perempuan, bayi, lansia, dan penyandang disabilitas seperti makanan bayi, popok, pembalut, pakaian dalam, selimut, dan kit darurat.

Pakaian layak pakai juga dibutuhkan lantaran banyak pakaian dan perlengkapan rumah tangga terendam lumpur. Obat-obatan untuk penanganan gatal, diare, infeksi kulit, demam, dan penyakit umum lainnya juga menjadi kebutuhan penting.

Melihat perkembangan situasi, Direktur Eksekutif Flower Aceh, Riswati, mendesak pemerintah untuk mengambil langkah cepat, tepat, dan terukur dalam merespon banjir Aceh. Ia meminta penguatan koordinasi lintas lembaga serta distribusi bantuan yang adil dan tidak diskriminatif.

Flower Aceh juga mendorong pemerintah menetapkan status Bencana Nasional mengingat luasnya dampak banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Riswati menekankan pentingnya memastikan akses bagi kelompok rentan dalam proses evakuasi, distribusi bantuan, hingga tahap pemulihan.

Pemerintah juga diminta menjamin penyediaan air bersih, makanan bergizi melalui dapur umum, penerangan, lokasi pengungsian yang ramah perempuan dan anak, serta layanan kesehatan untuk mencegah krisis lanjutan.

Selain itu, Flower Aceh meminta pemerintah mengendalikan lonjakan harga kebutuhan pokok agar masyarakat tidak semakin terpuruk secara ekonomi.

Flower Aceh bersama Forum PRB, Koalisi NGO HAM, Walhi Aceh, YPANBA, dan jejaring masyarakat sipil lainnya berkomitmen terlibat dalam respon bencana, memantau situasi di lapangan, serta memastikan suara dan kebutuhan masyarakat — termasuk perempuan, anak, penyandang disabilitas, dan kelompok rentan — tetap menjadi perhatian utama dalam penanganan bencana.

Mualem Turun Langsung Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Aceh Utara

0
Mualem Turun Langsung Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Aceh Utara. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | LHOKSEUMAWE – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem, meninjau langsung penyaluran bantuan tanggap darurat bagi warga terdampak banjir di Kabupaten Aceh Utara pada Sabtu (29/11/2025) malam. Bantuan tersebut dibagikan hingga larut malam kepada para pengungsi yang membuka dapur umum di sepanjang ruas jalan nasional Banda Aceh–Medan.

Pada Sabtu sore, Mualem berangkat dari Banda Aceh menuju Aceh Utara menggunakan pesawat, mengingat akses jalur darat belum bisa dilalui akibat banjir. Setiba di Pendopo Bupati Aceh Utara, ia menyerahkan bantuan simbolis berupa 10 ton beras dari Dinas Pangan Aceh serta paket logistik dukungan Triangle Pase dan BPMA.

Usai prosesi penyerahan, Mualem bersama rombongan langsung menuju sejumlah titik pengungsian di sepanjang jalan nasional. Lokasi pertama yang didatangi adalah Alue Gunto, Kecamatan Syamtalira Aron, kemudian disusul Geumata dan Meunasah Reudeup di Kecamatan Lhoksukon.

Selanjutnya bantuan juga disalurkan kepada pengungsi di Keude Sampoiniet, Kecamatan Baktiya Barat, serta Panton Labu di Tanah Jambo Aye.

Di beberapa kawasan, genangan air masih menutup jalur utama tersebut, termasuk di Cot Mane, Kecamatan Baktiya, dengan tinggi air mencapai sekitar 70 sentimeter.

“Kami mengantar bantuan ke semua pelosok di seluruh Aceh. Kendala dalam distribusi bantuan karena ada wilayah yang tidak dapat diakses transportasi,” kata Mualem.

“Daerah yang bisa dilewati kendaraan seperti Pidie, Pidie Jaya, dan Bireuen sudah kita salurkan bantuan. Untuk wilayah lain akan kita tempuh lewat darat, laut, dan udara,” ujarnya.

Ia turut menegaskan bahwa pemulihan listrik dan jaringan komunikasi menjadi prioritas. “Ini yang paling urgent. Kita sudah koordinasi supaya listrik dan sinyal komunikasi bisa dipulihkan secepat mungkin,” katanya.

“Kami usahakan secepat mungkin bantuan sampai kepada masyarakat terdampak.”

Keuchik Alue Gunto, M Umar, menyebut warganya sudah empat malam bertahan di pinggir jalan nasional. “Kampung tenggelam semua, air dua meter. Bantuan sangat dibutuhkan karena di sini tidak ada barang. Beras yang sudah kena air itu kami masak,” ujarnya.

“Baru malam ini bantuan datang. Sekitar 120 KK mengungsi,” lanjutnya.

Sementara itu, Mudar, salah satu pengungsi di Meunasah Reudeup, mengungkapkan banjir di kampung mereka belum menunjukkan tanda-tanda surut.

“Ini malam kelima kami mengungsi di sini. Ketinggian air setinggi dada hingga kepala orang dewasa,” katanya.

TNI AL Kirim KRI dan Helikopter untuk Tangani Bencana di Aceh-Sumut

0
KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali (kedua dari kanan). (FOTO: Brigitta/detikcom)

NUKILAN.ID | BAND ACEH – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengerahkan sejumlah armada laut dan udara untuk membantu penanganan bencana di berbagai wilayah Aceh hingga Sumatera Utara.

Tiga kapal perang serta lima helikopter diterjunkan untuk mengirimkan bantuan logistik, alat berat, hingga tenaga kesehatan.

“Pada pagi hari ini serentak kita akan mengirim dari Jakarta tiga KRI ya, yaitu KRI dr Soeharso, KRI Semarang, dan KRI Teluk Gilimanuk. Nanti mereka split, ada yang ke Lhokseumawe, kemudian Nias, Sibolga, hingga Langsa,” ujar Ali di Kolinlamil TNI AL, Jakarta Utara, Minggu (30/11/2025).

Selain tiga kapal tersebut, dua KRI lain juga bergerak dari wilayah berbeda. KRI dr Radjiman berangkat dari Surabaya menuju Sibolga, sedangkan KRI Sutedi Senoputra dari Belawan langsung mengarah ke Aceh.

Untuk menjangkau area terdampak yang benar-benar terisolasi dan tak dapat ditembus jalur darat, TNI AL menurunkan lima helikopter, termasuk Heli Panther. Armada helikopter ini juga masih mungkin diperkuat oleh Heli Bell. Dalam operasi ini, helikopter dikerahkan untuk distribusi logistik serta evakuasi warga di lokasi yang sulit dijangkau.

“Helikopter ini akan membantu terutama men-drop bahan logistik ke daerah-daerah yang terputus dan terisolasi akibat bencana,” jelasnya.

Ali menuturkan sejumlah daerah mengalami kerusakan parah, terutama Aceh, Sibolga, dan Nias yang akses daratnya putus total.

“Di Nias ini terputus sehingga logistik tidak bisa sampai. Ini tugasnya KRI nanti,” kata dia.

Selain pengiriman bantuan fisik, TNI AL juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk memulihkan jaringan komunikasi yang lumpuh di wilayah terdampak. Banyak warga dan keluarga korban mengalami kesulitan berkomunikasi akibat infrastruktur telekomunikasi yang rusak.

“Mungkin kita juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Komdigi (Komunikasi dan Digital) untuk mempermudah sinyal, terutama untuk bisa dihidupkan kembali di wilayah-wilayah yang terdampak bencana,” tuturnya.

Polda Aceh Sediakan Internet Darurat untuk Korban Banjir

0
Ilustrasi internet gratis. (FOTO: Kupas)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Polda Aceh melalui Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) menyediakan layanan internet darurat bagi masyarakat terdampak banjir di sejumlah wilayah provinsi tersebut. Fasilitas ini disiapkan untuk membantu warga menghubungi keluarga setelah jaringan komunikasi lumpuh selama lima hari terakhir.

Kepala Bidang Humas Polda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto, di Banda Aceh, Minggu, mengatakan gangguan jaringan akibat banjir sempat memutus akses internet di berbagai titik. Karena itu, perangkat internet darurat dipasang di lokasi-lokasi yang terdampak paling parah.

Ia menjelaskan salah satu titik pemasangan berada di Desa Tingkeum, Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen. Perangkat berbasis sambungan nirkabel atau Wi-Fi menggunakan Starlink tersebut telah aktif dan langsung digunakan warga untuk berkomunikasi dengan keluarga.

“Alhamdulillah, masyarakat sekarang sudah bisa menghubungi keluarganya setelah beberapa hari tidak ada sinyal. Masyarakat antusias memanfaatkan akses internet tersebut,” ujar Joko Krisdiyanto.

Selain di Bireuen, fasilitas serupa juga disediakan di Polsek Jagong Jeget, Polres Aceh Tengah. Layanan internet ini dapat digunakan masyarakat secara bergantian selama masa tanggap darurat.

Menurut Joko Krisdiyanto, langkah ini merupakan upaya Polda Aceh untuk mendukung pemulihan konektivitas sebagai bentuk tanggung jawab kemanusiaan.

“Akses internet tersebut dioperasikan hingga kondisi jaringan komunikasi di wilayah terdampak bencana alam kembali pulih sepenuhnya,” katanya.

Reporter: AKIL

Hoaks Soal 400 Korban Tewas Banjir Aceh, Pemerintah Pastikan Data Resmi Berbeda

0
Ilustrasi Hoax. (Foto: genta.fkip.unja.ac.id)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Informasi yang menyebut jumlah korban meninggal akibat banjir di Aceh mencapai 400 orang dipastikan tidak benar. Juru Bicara Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh, Murthalamuddin, menegaskan bahwa kabar tersebut merupakan hoaks.

“Saya pastikan data itu tidak benar alias kabar hoax,” ujar Murthalamuddin dalam keterangan tertulis yang diterima Nukilan.id Minggu (30/11/2025). Ia meminta masyarakat tidak mudah percaya pada informasi yang beredar di media sosial tanpa sumber resmi.

Menurutnya, “Kabar resmi terkait dengan korban bencana banjir hanya dari pemerintah dan lembaga-lembaga resmi lainnya.”

Sementara itu, Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, menyampaikan bahwa hingga saat ini jumlah korban meninggal dunia akibat banjir dan longsor di Aceh tercatat sebanyak 83 jiwa. Data tersebut merupakan hasil pendataan dari 15 kabupaten/kota terdampak.

“Korban meninggal 83 jiwa, hilang 65, mengungsi 65.061 KK atau 174.198 jiwa,” kata MTA kepada awak media di Banda Aceh.

MTA menambahkan, distribusi logistik bagi masyarakat terdampak terus dilakukan. Namun ia mengakui, cakupan wilayah terdampak yang luas membuat berbagai kendala di lapangan tak bisa dihindari.

“Namun yakinlah pemerintah di semua level kepemimpinan beserta semua perangkat kerjanya sedang bekerja penanganan maksimal,” tegasnya. (xrq)

Reporter: AKIL

Gajah Sumatera Ditemukan Tewas Terjepit Material Banjir di Pidie Jaya

0
Gajah Sumatera Ditemukan Tewas Terjepit Material Banjir di Pidie Jaya. (FOTO: SOSIAL MEDIA)

NUKILAN.ID | MEUREUDU – Seekor gajah sumatera ( Elephas maximus sumatranus ) ditemukan mati di antara tumpukan kayu hutan dan lumpur setelah banjir bandang melanda Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Bangkai satwa dilindungi itu berada di kawasan terpencil di Gampong Meunasah Lhok, Kecamatan Meureudu, dan baru diketahui warga pada Sabtu (29/11/2025).

Lokasi tersebut sulit dijangkau karena aksesnya terputus akibat banjir. Tim yang meninjau harus berjalan kaki sekitar dua jam untuk mencapai titik penemuan. Gajah itu terlihat terbenam di antara sisa material banjir, dengan sebagian tubuh tertutup lumpur dan kepalanya mengarah ke bawah.

“Di desa ini tidak ada gajah, warga belum pernah lihat gajah karena biasanya gajah ada di hutan. Baru sekarang ini kami lihat gajah mati karena banjir,” kata Muhammad Yunus, warga Meunasah Lhok.

Ia menambahkan, warga tidak mampu mengevakuasi bangkai satwa tersebut karena medan berat dan tidak adanya peralatan yang memadai. Menurutnya, gajah tersebut kemungkinan besar terseret arus deras dari kawasan hulu.

Warga juga terkejut melihat banyaknya kayu berukuran besar yang terbawa banjir hingga mencapai permukiman.

“Kami juga kaget ada banyak kayu hutan terbawa sampai ke sini. Saya tidak pernah lihat kayu-kayu sebesar ini,” ujarnya.

Wakil Bupati Pidie Jaya, Hasan Basri, mengonfirmasi laporan penemuan bangkai gajah yang terjepit dalam material banjir bandang. Meski demikian, ia belum bisa memastikan apakah peristiwa tersebut berkaitan dengan kerusakan hutan di wilayah hulu.

“Sampai hari ini saya belum tahu kondisi di gunung bagaimana. Apakah kayu-kayu ini akibat penebangan atau apa, kami belum tahu. Insha Allah setelah ini kita akan cek kondisi hutan,” katanya.

Hingga Sabtu sore, bangkai gajah masih berada di lokasi, terjepit di antara sisa material banjir dan mulai mengeluarkan bau menyengat. (XRQ)

4 Fakta Gempa Megathrust Simeulue yang Terasa hingga Malaysia

0
Ilustrasi Gempa. (Foto: Istockphoto)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Gempa bermagnitudo (M) 6,3 mengguncang wilayah Kabupaten Simeulue, Aceh, pada Kamis (27/11/2025) pukul 11.56 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa guncangan tersebut tidak berpotensi tsunami. Pusat gempa berada pada kedalaman dangkal, yaitu sekitar 10 kilometer.

BMKG melaporkan episentrum gempa berada di koordinat 2,61° LU dan 95,83° BT atau sekitar 1 kilometer di selatan Simeulue, pada kedalaman 14 kilometer. Hingga pukul 13.00 WIB, terdeteksi enam gempa susulan, dengan magnitudo terbesar M 4,8.

Berikut Nukilan.id rangkum empat fakta terkait gempa tersebut:

1. Termasuk Gempa Megathrust

Daryono, Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, menjelaskan bahwa gempa ini dipicu oleh aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah Lempeng Eurasia.

Ia menegaskan bahwa, berdasarkan mekanisme sumber, gempa memiliki karakteristik pergerakan naik atau thrust fault.

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault),” ujarnya.

Melihat lokasi episentrum dan pola patahannya, Daryono menyebut gempa M 6,3 di Simeulue sebagai gempa megathrust.

“Ini event megathrust banget. Karena lokasi episenternya dan bentuk patahannya yang naik (thrusting),” katanya.

2. Letak Zona Megathrust

Zona megathrust diketahui membentang dari Samudera Hindia sebelah barat Sumatera, terus ke selatan Jawa hingga wilayah Sumba, Nusa Tenggara Timur. Daryono menjelaskan bahwa gempa megathrust tidak harus memiliki magnitudo besar. Yang menentukan adalah apakah pusat gempanya berada pada bidang kontak antarlempeng.

“Gempa 2,0 sampai 3,0 bisa disebut gempa megathrust kalau pusatnya di bidang kontak antarlempeng,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa gempa-gempa kecil pada zona ini kerap terjadi setiap hari, namun biasanya tidak dirasakan oleh masyarakat.

3. Getaran Terasa di Banyak Wilayah

Guncangan M 6,3 dirasakan luas di berbagai daerah di Aceh dan Sumatera Utara. Getaran terkuat terjadi di Simeulue dengan intensitas IV MMI, yang membuat banyak orang merasakan getaran di dalam rumah serta menyebabkan pintu dan jendela berderik.

Sebaran intensitas guncangan antara lain:

  • IV MMI: Simeulue

  • III–IV MMI: Aceh Selatan

  • III MMI: Banda Aceh, Aceh Besar, Aceh Tenggara, Abdya, Singkil

  • II–III MMI: Kabanjahe, Berastagi, Tiganderket, Pidie, Lhokseumawe

  • II MMI: Medan, Silangit

4. Getaran Terasa hingga Malaysia

Otoritas Meteorologi Malaysia atau MetMalaysia melaporkan getaran gempa juga dirasakan di sejumlah kawasan pesisir Malaysia. Lembaga tersebut mencatat gempa pada pukul 12.56 waktu setempat dengan magnitudo 6,5.

“Getaran terasa di sekitar wilayah pantai barat Peninsular Malaysia,” demikian pernyataan MetMalaysia.

Pihak Malaysia memastikan gempa tersebut tidak menimbulkan potensi tsunami dan tidak menimbulkan kerusakan di wilayah mereka. (XRQ)

Reporter: AKIL

MPU Aceh Terbitkan Fatwa Pemerintah Wajib Awasi Harga Barang Sesuai Syariat Islam

0
Fatwa Nomor 30 Tahun 2015 tentang Penentuan dan Pengawasan Harga Barang oleh Pemerintah Menurut Perspektif Syariat Islam. (Foto: tangkapan layar)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh menetapkan Fatwa Nomor 30 Tahun 2015 tentang Penentuan dan Pengawasan Harga Barang oleh Pemerintah Menurut Perspektif Syariat Islam. Fatwa ini resmi disahkan dalam Sidang Dewan Paripurna Ulama pada 30 November–2 Desember 2015 di Banda Aceh, dan dikeluarkan sebagai respon atas gejolak harga kebutuhan masyarakat yang dinilai semakin tidak stabil.

Dikutip Nukilan dari fatwa tersebut, dalam poin pertimbangannya, MPU menegaskan bahwa saat ini telah terjadi ketidakstabilan harga barang dan kondisi tersebut telah menimbulkan keresahan dan kesulitan dalam masyarakat. Karena itu, lembaga ulama tertinggi di Aceh tersebut memandang perlu adanya fatwa yang mengatur kewenangan pemerintah dalam menstabilkan harga dan mengawasi pasar agar selaras dengan prinsip ekonomi Islam

Melalui ketetapan yang dikeluarkan, MPU menegaskan kewajiban pemerintah dalam mengawal interaksi ekonomi. “Pemerintah wajib melakukan pengawasan terhadap operasional pasar, harga barang dan jasa sesuai dengan syariat Islam,” demikian bunyi keputusan pertama. Sementara itu, dalam keadaan darurat pemerintah tidak hanya boleh namun diwajibkan menetapkan harga. “Penetapan harga barang dan jasa oleh pemerintah dalam kondisi darurat hukumnya wajib,” tulis bagian kedua dalam fatwa tersebut.

MPU juga menyoroti praktik ekonomi yang berpotensi merusak keseimbangan pasar. Dalam keputusan kelima disebutkan bahwa pelaku usaha dilarang mempermainkan distribusi maupun harga. “Pelaku pasar haram hukumnya mempermainkan harga, menimbun dan menahan barang untuk memperoleh keuntungan yang tinggi,” tegas MPU

Fatwa tersebut turut menekankan bahwa pemerintah harus turun tangan bila terjadi kelangkaan barang pokok. Selain harga dan distribusi barang, fatwa ini juga menyoroti keamanan pangan dan produk kesehatan. Pemerintah diminta memperketat kontrol standar konsumsi masyarakat.

“Pemerintah berkewajiban meningkatkan pengawasan terhadap gizi dan kehalalan produk makanan dan obat-obatan,” demikian seruan dalam bagian tausiyah. Sementara itu pelaku usaha diwajibkan memastikan produk sesuai aturan agama Islam: “Pelaku usaha wajib memproduksi makanan dan obat-obatan yang sesuai dengan syariat Islam.”

Dokumen fatwa ditandatangani Ketua MPU Aceh Drs Tgk H Gazali Mohd. Syam beserta tiga wakilnya, Prof Dr Tgk H Muslim Ibrahim, MA, Tgk H M Daud Zamzamy, serta Tgk H Faisal Ali. MPU berharap fatwa ini dapat menjadi rujukan pemerintah dalam menata ekonomi daerah berdasarkan nilai syariat, sekaligus mencegah gejolak harga dan praktik perdagangan merugikan masyarakat. []

Reporter: Sammy