Beranda blog Halaman 161

Pemerintah Kirim BBM dan Alat Berat untuk Pulihkan Aceh Tamiang

0
Armada bahan bakar minyak (BBM) Pertamina melintasi jalur terendam banjir dalam perjalanan dari Medan menuju Aceh Tamiang, Selasa (2/12/2025), untuk mendistribusikan bantuan kepada korban terdampak banjir. (Foto: Tim Media Presiden Prabowo)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Pemerintah pusat mengerahkan pasokan bahan bakar minyak (BBM) serta sejumlah alat berat dari Medan menuju Aceh Tamiang sebagai langkah percepatan pemulihan wilayah yang terdampak banjir besar sejak awal pekan. Informasi tersebut disampaikan melalui akun resmi Sekretariat Kabinet (Setkab) RI, Rabu (3/12/2025).

Dalam laporan itu disebutkan bahwa pengiriman BBM dan alat berat dilakukan oleh Pertamina, Kementerian Pekerjaan Umum (PU), dan Kementerian Perhubungan sejak Selasa (2/12).

“Dorongan BBM dan alat berat dari Pertamina, Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Perhubungan dalam perjalanan dari Medan menuju Aceh Tamiang. Akses jalur darat semakin hari harus semakin bisa dilalui,” demikian keterangan Setkab.

Setkab menekankan bahwa pembukaan akses darat menjadi prioritas utama mengingat jalur tersebut sangat menentukan kelancaran pasokan logistik dan proses evakuasi warga. Pemerintah memastikan bahwa upaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terus dipercepat.

Rekaman udara yang dibagikan memperlihatkan barisan truk BBM, kendaraan logistik, serta alat berat yang mengantre melewati ruas jalan yang masih tergenang, dalam perjalanan menuju titik-titik terdampak banjir di Aceh Tamiang.

Dengan dukungan penuh dari sektor energi, pekerjaan umum, dan transportasi, pemerintah menargetkan arus bantuan dapat kembali normal dalam waktu dekat. Koordinasi lintas kementerian juga terus diperkuat untuk mempercepat pemulihan kondisi di wilayah yang mengalami kerusakan infrastruktur akibat banjir tersebut.

Bupati Aceh Utara Menangis, Akui Daerah Tak Mampu Tangani Banjir Besar

0
Bupati Aceh Utara, Provinsi Aceh Ismail A Jalil didampingi Sekda Aceh Utara Jamaluddin resmi menandatangani surta ketidaksanggupan daerah menangani dampak banjir di kabupaten itu, Rabu (3/12/2025). (FOTO: KOMPAS.COM)

NUKILAN.ID | LHOKSUKON — Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil, menyatakan bahwa pemerintah daerah tidak lagi sanggup menangani dampak banjir yang telah melanda wilayah itu sejak 22 November 2025.

Pernyataan tersebut disampaikan saat ia menandatangani surat resmi ketidaksanggupan daerah pada Rabu (3/12/2025), dalam rapat evaluasi di Posko Utama Pendopo Bupati Aceh Utara.

Amatan Nukilan.id dari video yang beredar di media sosial, Ismail—yang akrab disapa Ayahwa—dalam pertemuan tersebut tak mampu menyembunyikan emosinya. Ia mengungkapkan minimnya bantuan yang diterima daerah selama hampir dua pekan bencana berlangsung. Sejak hari pertama banjir, ia telah mengajukan permintaan helikopter untuk distribusi beras ke wilayah pedalaman, namun permintaan itu belum terpenuhi.

“Saya sudah minta helikopter, sampai sekarang belum ada. Baru katanya rencana hari ini, entah jadi entah tidak,” ujarnya sambil menangis.

Ayahwa juga menjelaskan bahwa bantuan dari Badan Urusan Logistik (Bulog) sejauh ini hanya berupa beras. Sekitar 120 ton telah dibagikan kepada pengungsi, namun permintaan tambahan 350 ton hingga kini belum ada kepastian. Situasi ini membuatnya memahami kekecewaan masyarakat.

“Kami hanya ada beras, saya paham masyarakat kesal, marah, kecewa. Makilah saya. Dengan masyarakat memaki saya, pusat sadar bahwa Aceh Utara ini besar banjirnya. Apakah pusat tidak tahu, atau bagaimana? Saya tidak mengerti,” kata Ismail.

Ia menyebutkan, bantuan dari perusahaan dan lembaga lain juga sangat terbatas. Salah satu bank hanya mengirim satu unit mobil pikap L300, meski Aceh Utara merupakan salah satu pemegang saham terbesar lembaga tersebut. Sisanya, bantuan datang dalam bentuk sekitar 10 truk logistik dari perusahaan, Pemerintah Aceh, dan Basarnas.

Dengan total 852 desa terendam banjir dan longsor, Aceh Utara menjadi daerah dengan dampak paling luas dan parah. Ketersediaan logistik semakin menipis.

“Kami hanya ada beras, mi instan, dan telur dalam jumlah sedikit. Saya sudah kerahkan semua uang daerah, tapi tidak cukup, mohon maaf rakyat Aceh Utara. Saya sudah berbuat sekuat tenaga saya,” ujarnya.

Hingga kini, sejumlah wilayah masih terisolasi dan belum dapat dijangkau akibat kerusakan dan tingginya genangan. Pemerintah daerah berharap dukungan lebih cepat dari pemerintah pusat dan berbagai pihak untuk mempercepat penanganan darurat. (XRQ)

Reporter: AKIL

ITB Kirim Bantuan untuk Korban Bencana di Aceh, Sumbar, dan Sumut

0
Badan Ganesha Peduli Ikatan Alumni ITB menyalurkan bantuan ke daerah bencana melalui Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. (FOTO: ANTARA)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Institut Teknologi Bandung (ITB) bersama Ikatan Alumni (IA) ITB serta Rumah Amal Salman menyalurkan bantuan untuk warga terdampak banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.

Bantuan tersebut diberangkatkan melalui Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, dengan dukungan Pengda IA ITB Aceh, IA ITB Sumbar, dan IA ITB Sumut.

Direktur Pengabdian Masyarakat dan Layanan Kepakaran (DPMK) ITB, Zulfiadi Zulhan, mengatakan gerakan bertajuk “ITB Peduli Sumatera” dirancang untuk mempercepat respons bantuan di wilayah terdampak.

Sejak akhir pekan lalu, sejumlah bantuan sudah dikirim, termasuk unit filter air dari PT Horizon Teknologi yang diterbangkan ke Aceh menggunakan pesawat Hercules TNI AU pada Sabtu (29/11).

Perangkat tersebut kini diinstalasi oleh tim Pengda IA ITB Aceh untuk menyediakan layanan air bersih keliling di dapur umum. Selain itu, ITB turut mengerahkan inovasi teknologi untuk memenuhi kebutuhan air minum warga. Sebanyak 47 unit teknologi IGW Membran Ultrafiltrasi (UF) disiapkan, dan delapan unit di antaranya sudah dibawa ke Aceh pada Minggu (30/11).

Karena akses darat menuju Bener Meriah terputus, pemasangan dilakukan di Kabupaten Pidie Jaya. Sisanya akan dikirimkan ke tiga provinsi terdampak melalui BNPB dan TNI AU.

Selain teknologi air bersih, akses komunikasi darurat juga menjadi perhatian. Satu unit Starlink hibah alumni ITB telah dipasang di Idi dan Langsa bersama Dinas PU Aceh untuk memperkuat konektivitas. Beberapa titik yang masih terisolasi tetap membutuhkan tambahan perangkat serupa.

Distribusi kebutuhan pokok juga berjalan. Melalui Pengda IA ITB Aceh dan Rumah Amal USK, bantuan berupa tenda, selimut, makanan siap saji, perlengkapan kebersihan, dan logistik lain telah disalurkan sejak Minggu (30/11). Penyaluran akan diperluas ke Sumbar dan Sumut secara bertahap, menyesuaikan akses dan hasil verifikasi lokasi.

Ketua IA ITB, Agustin Peranginangin, menegaskan bahwa bencana adalah panggilan moral bagi alumni ITB untuk bergerak cepat melalui Badan Ganesha Peduli.

“Kehadiran kami di tengah masyarakat adalah bentuk kepedulian dan pengabdian untuk negeri dengan bertindak cepat, tepat, dan berkolaborasi dengan semua pihak,” ujarnya.

Direktur Rumah Amal Salman, Syachrial, menambahkan bahwa pihaknya membuka kanal donasi publik untuk memperkuat suplai bantuan, terutama bagi daerah yang belum tersentuh layanan darurat. Ia menyebut kolaborasi kampus, alumni, lembaga zakat, serta BNPB dan TNI AU menunjukkan pola respons yang adaptif dan terukur. Gerakan ini akan berlanjut hingga fase tanggap darurat beralih ke pemulihan.

Sekjen IA ITB Pengda Aceh, Mulkan Fadhli, mengatakan pihaknya bersama relawan mengawal pendistribusian bantuan di Pidie Jaya dan wilayah sekitar. Pada dua hari pertama, akses jalan sempat terhambat akibat lumpur namun kini mulai terbuka. Mereka bekerja sama dengan mitra lokal untuk memastikan bantuan tersalurkan tepat guna.

Bantuan difokuskan pada masyarakat di Kecamatan Lansa, Takengon, dan Lhoksukon. Sementara itu, wilayah di Sumatera Utara dan Sumatera Barat terus dipantau untuk penyaluran bantuan lanjutan.

Kapal Cepat Bantu Distribusi Logistik untuk Korban Banjir Aceh

0
Kapal cepat Express Bahari 2F bersandar berdampingan dengan kapal nelayan saat melansir bantuan logistik untuk korban banjir Aceh di Kuala Idi, Aceh Timur (Foto: RRI)

NUKILAN.ID | SABANG — Kapal cepat Express Bahari milik PT Pelayaran Sakti Inti Makmur (PT SIM) turut ambil bagian dalam penyaluran bantuan bagi korban banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh. Pengiriman logistik dilakukan melalui jalur laut menyusul terputusnya sejumlah akses darat akibat banjir dan longsor.

Bantuan diberangkatkan dari Pelabuhan Ulee Lheue menuju beberapa titik, termasuk Krueng Geukueh di Aceh Utara serta Kuala Langsa. Barang yang diangkut antara lain sembako, obat-obatan, perlengkapan kebersihan, alat penerangan, hingga perahu darurat. Proses distribusi dilakukan dengan koordinasi BNPB dan instansi terkait untuk mempercepat penanganan darurat.

Kepala PT SIM Cabang Sabang, Rudi, memastikan bahwa misi kemanusiaan tersebut tidak mengganggu layanan reguler transportasi laut rute Banda Aceh–Sabang. Ia menegaskan komitmen perusahaan dalam menjaga pelayanan bagi masyarakat sambil tetap terlibat dalam operasi kemanusiaan.

“Selama kapal menjalankan tugas kemanusiaan, pelayanan penumpang tetap normal. PT SIM memiliki tiga armada lain yang kami operasikan khusus untuk melayani masyarakat yang bepergian ke Sabang atau ke Banda Aceh,” kata Rudi, Rabu (3/12/2025).

Ia menambahkan bahwa perusahaan siap mendukung pemerintah apabila diperlukan pengiriman bantuan tahap berikutnya. Menurutnya, keterlibatan ini merupakan bentuk kontribusi perusahaan dalam menangani situasi bencana.

“Kapal siap kami operasikan setiap kali diminta. Ini komitmen kami untuk mendukung penanganan bencana. Seperti hari ini, kapal cepat berangkat lagi membawa logistik bantuan dari Lanal dan BFLF Sabang,” sambungnya.

Dengan tetap beroperasinya armada laut di tengah gangguan akses darat, pemerintah berharap proses evakuasi dan penyaluran bantuan dapat dilakukan lebih cepat, sehingga kebutuhan mendesak masyarakat terdampak dapat segera terpenuhi.

Empat Kabupaten di Aceh Masih Terisolasi akibat Putusnya Akses Imbas Banjir Bandang

0
Penampakan akses jalan Aceh Utara-Bener Meriah terputus akibat longsor. (FOTO: ANTARA)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan empat kabupaten di Aceh masih terisolasi setelah banjir bandang merusak sejumlah akses penting. Kondisi tersebut membuat penyaluran bantuan ke wilayah terdampak menjadi terkendala.

“Daerah yang masih sulit dijangkau/terisolir akibat putusnya akses jalan dan jembatan adalah Kabupaten Bener Meriah, Kabupaten Aceh Tengah, Kabupaten Gayo Lues dan Kabupaten Singkil,” ujar Kepala BNPB Suharyanto, Selasa (2/12/2025).

Menurut Suharyanto, Kabupaten Aceh Tenggara kini sudah dapat diakses melalui jalur Sumatera Utara sehingga distribusi bantuan dapat dilakukan dari provinsi tetangga tersebut.

BNPB juga mencatat bahwa ruas Banda Aceh-Lhokseumawe, Aceh Utara, Aceh Timur, Langsa, dan Aceh Tamiang hingga kini belum bisa dilewati akibat runtuhnya Jembatan Kutablang di perbatasan Bireuen-Lhokseumawe. Saat ini, petugas tengah membangun jalur alternatif menggunakan jembatan gantung di Awe Geutah, meski aksesnya masih terbatas.

Suharyanto menjelaskan akses dari Batas Sumut menuju Aceh Tamiang juga terdampak longsor di beberapa titik jalan nasional. Kementerian Pekerjaan Umum sedang melakukan perbaikan untuk membuka kembali jalur tersebut.

Di Kabupaten Bireuen, putusnya jembatan Samalanga membuat jalur utama terhenti. Namun, perjalanan sudah bisa dialihkan melalui rute Tringgading Pidie Jaya–Samalanga hingga Bireuen.

Ruas jalan nasional yang menghubungkan Gayo Lues dan Aceh Tenggara juga dilaporkan terputus di empat titik. Meski demikian, titik jalan di Desa Keetamba, Kecamatan Ketambe, Aceh Tenggara, masih bisa dilewati kendaraan roda dua melalui jalur alternatif.

“Akses Aceh Utara menuju Bener Meriah juga dikerjakan secara simultan dengan dukungan enam alat berat dari pemerintah dan pihak swasta. Upaya serupa dilakukan pada jalur Abdya-Gayo Lues serta jalur Gayo Lues menuju Aceh Tengah dan Aceh Tenggara,” kata Suharyanto.

Adapun akses di Aceh Tengah hingga saat ini belum dapat dibuka karena ruas jalan nasional Bireuen–Takengon terputus total. Kondisi yang sama terjadi di Bener Meriah, di mana jalur Bener Meriah–Aceh Tengah dan Bener Meriah–Bireuen tidak bisa dilalui.

Untuk sementara, pengiriman bantuan ke Aceh Tengah dan Bener Meriah dialihkan melalui jalur udara.

“Akses alternatif via udara melalui Bandara Rembele untuk dropping bantuan ke Kabupaten Bener Meriah dan Kabupaten Aceh Tengah,” jelas Suharyanto.

Akses Medan–Aceh Tamiang Mulai Terbuka Kembali

0
Proses pembukaan dan pembersihan jalan akses dari Sumatra Utara menuju Aceh Tamiang, pada Selasa (2/12/2025). (FOTO: Pusdatinkom BNPB)

NUKILAN.ID | KUALA SIMPANG – Upaya berbagai pihak dalam membuka jalur yang menghubungkan Medan, Sumatra Utara, dengan Aceh Tamiang mulai menunjukkan hasil.

Dilansir Nukilan.id dari Pusdatinkom BNPB, pada hari ini, Selasa (2/12), alat berat dari Dinas Pekerjaan Umum terus bekerja menyingkirkan tanah, lumpur, dan puing yang sebelumnya menutup akses menuju Kuala Simpang, Aceh Tamiang.

Sejumlah kendaraan roda empat sudah bisa melintas meski dengan kecepatan terbatas. Ditargetkan, seluruh badan jalan dapat dilalui sepenuhnya pada Rabu (3/12/2025). Pekerjaan yang dilakukan hari ini difokuskan pada pembersihan sisa material yang masih menumpuk di sisi jalan.

BNPB juga telah menurunkan tim pendampingan di berbagai kabupaten/kota terdampak bencana. Tim tersebut dipimpin Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Deputi 4 BNPB), Jarwansyah.

Pendampingan mencakup distribusi logistik dan peralatan melalui jalur laut maupun udara, pemutakhiran data, penguatan sistem komando, serta kebutuhan lain dalam masa tanggap darurat.

Untuk jalur laut, bantuan dikirim dari Banda Aceh menuju Langsa dengan waktu tempuh sekitar dua hari. Hingga siaran pers ini diturunkan, bantuan untuk Kota Langsa telah tiba di kantor Dinas Sosial setempat, sementara bantuan untuk Aceh Tamiang masih dalam perjalanan dan dijadwalkan mulai disalurkan hari ini.

Adapun pendistribusian melalui udara dilakukan dengan helikopter yang diperintahkan Deputi 4 BNPB untuk mengirimkan dukungan menggunakan metode air drop di sejumlah titik, antara lain lapangan dekat Babo dan Perupuk di Kecamatan Bandar Pusaka.

Jenis bantuan yang dikirim meliputi 100 paket makanan siap saji, 100 hygiene kit, 50 paket sembako, 100 selimut, 100 matras, serta 25 peralatan kebersihan.

Dengan kembali terbukanya akses dari Medan menuju Aceh Tamiang, Langsa, hingga Lhokseumawe, BNPB berharap proses distribusi bantuan, pemulihan jaringan listrik dan telekomunikasi, serta pembersihan material dapat berlangsung lebih cepat dan menyeluruh selama masa tanggap darurat hing  ga tahap pemulihan. (XRQ)

Reporter: AKIL

Kasus HIV Remaja di Aceh Meningkat, Dinkes: Edukasi Harus Dimulai dari Rumah

0
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Aceh, dr. Iman Murahman, Sp.KKLP, MKM. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Dinas Kesehatan Aceh mencatat 285 kasus HIV sejak bulan Januari sampai Oktober 2025, dengan tren mengkhawatirkan pada kelompok remaja usia 11-20 tahun yang mencapai 12 persen dari total kasus tahun ini.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Aceh, dr. Iman Murahman, Sp.KKLP, MKM, dalam peringatan Hari AIDS Sedunia di Bapelkes Aceh, Banda Aceh, pada Senin (1/12/2024). 

Menurutnya, sejak pencatatan dimulai tahun 2004 hingga oktober 2025, total kasus HIV di Aceh telah mencapai 2.085 kasus yang tercatat secara online dengan sistem by name by address.

“Kelompok umur terbanyak memang masih di rentang 21-30 tahun, sekitar 45 persen dari seluruh kasus. Tapi kita tidak bisa memungkiri bahwa remaja usia 11-20 tahun sudah mencapai 12 persen, ini cukup tinggi,” ujar dr. Iman kepada awak media, termasuk Nukilan.

Dr. Iman mengidentifikasi beberapa faktor penyebab tingginya kasus HIV pada remaja, antara lain kondisi fatherless dalam keluarga dan minimnya pengetahuan tentang fungsi organ reproduksi. Kondisi ini menyebabkan terjadinya hubungan seksual berisiko, termasuk hubungan sesama jenis pada anak laki-laki yang berujung pada penularan HIV.

“Ini seharusnya dari rumah kita sudah mulai memberikan edukasi kepada anak, terutama anak laki-laki, agar mereka mengetahui fungsi alat kelaminnya dan memahami perbedaan hubungan seksual yang normal dan tidak normal,” jelasnya.

Untuk deteksi dini, Dinkes Aceh telah menyediakan layanan pemeriksaan HIV menggunakan Rapid Diagnostic Test (RDT) di seluruh puskesmas. Pemeriksaan dilakukan sesuai Standar Pelayanan Minimal (SPM) kabupaten/kota, dengan fokus pada delapan kelompok rentan.

Kelompok yang menjadi prioritas pemeriksaan meliputi ibu hamil, pasien TBC, lelaki seks lelaki, waria, pengguna narkoba suntik, warga binaan pemasyarakatan, dan calon pengantin. Jika hasil pemeriksaan reaktif positif, akan dilakukan pemeriksaan lanjutan untuk konfirmasi.

Dr. Iman juga menyebutkan bahwa 20 persen layanan kesehatan HIV di Aceh terpusat di Banda Aceh, sehingga banyak kasus terdeteksi di ibu kota provinsi. “Mudah-mudahan layanan HIV ini terus bertambah di seluruh Aceh,” harapnya.

Dinkes Aceh mengimbau masyarakat untuk menjaga anggota keluarga masing-masing, terutama anak remaja yang kini menjadi kelompok rentan penularan HIV. Edukasi kesehatan reproduksi di lingkungan keluarga menjadi kunci pencegahan.

“Edukasi harus dimulai dari keluarga, terutama tentang organ reproduksi dan bahaya hubungan seksual berisiko. Anak-anak SMP kita harus sudah teredukasi dengan baik di rumah,” pungkas dr. Iman.

Reporter: Rezi

TNI AL Pastikan Bantuan Presiden untuk Korban Banjir Tiba di Aceh

0
TNI AL Pastikan Bantuan Presiden untuk Korban Banjir Tiba di Aceh. (FOTO: FOR NUKILAN)

NUKILAN.ID | JAKARTA – TNI Angkatan Laut memastikan bantuan logistik dari Presiden Prabowo Subianto untuk korban banjir di Aceh telah tiba dengan aman. Kepastian tersebut diperoleh setelah KRI Sutedi Senoputra-378 yang mengangkut sekitar 50 ton bantuan berlabuh di Aceh pada Selasa (2/12/2025) dini hari.

Kapal perang dari Komando Daerah Maritim I itu berangkat dari Belawan, Sumatera Utara, pada Senin (1/12) sebelum melanjutkan perjalanan menuju Aceh. Panglima Komando Armada (Koarmada) RI Laksamana TNI Denih Hendrata menjelaskan bahwa pengerahan KRI dilakukan untuk memastikan distribusi bantuan dapat berlangsung cepat dan aman.

“Kegiatan ini dilaksanakan guna memastikan bantuan Presiden RI sampai di lokasi bencana alam dengan cepat dan optimal,” kata Denih saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.

Setibanya di pelabuhan, bantuan tersebut kemudian diteruskan ke sejumlah titik terdampak banjir menggunakan perahu nelayan yang telah disiapkan sebelumnya. Denih menegaskan bahwa TNI AL akan terus menyiagakan unsur-unsur KRI untuk mendukung pendistribusian logistik.

“Upaya ini adalah penegasan bahwa TNI AL sebagai aset pertahanan negara memiliki fungsi vital dalam operasi bantuan kemanusiaan atas instruksi dari Presiden RI,” ujar Denih.

Telkomsel Pulihkan Hampir 80% Layanan Telekomunikasi di Sumatera dan Aceh

0
Telkomsel Pulihkan Hampir 80% Layanan Telekomunikasi di Sumatera dan Aceh. (FOTO: FOR NUKILAN)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Telkomsel terus mempercepat pemulihan jaringan telekomunikasi di wilayah yang terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Hingga kini, operator tersebut telah memulihkan 76,5% layanan seluler atau 5.851 dari total 7.640 site. Sementara itu, layanan IndiHome yang berada di bawah Telkomsel juga telah pulih hingga 79,7%, yakni 422.551 dari 530.502 line.

Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, menyampaikan empati sekaligus komitmen perusahaan dalam menjaga konektivitas masyarakat di masa darurat.

“Telkomsel menyampaikan empati dan keprihatinan mendalam atas musibah yang menimpa saudara-saudara kita di Sumatera. Kami berkomitmen untuk hadir di setiap situasi, memastikan layanan komunikasi tetap tersedia, dan memberikan bantuan bagi masyarakat terdampak. Bersama Kemkomdigi, pemerintah daerah, serta berbagai instansi, kami terus berupaya mempercepat pemulihan jaringan dan menyalurkan bantuan agar masyarakat dapat kembali bangkit,” ujar Nugroho dalam keterangannya, Selasa (2/12/2025).

Upaya pemulihan dilakukan dengan mengerahkan 346 personel teknis, penggunaan genset tambahan, pengalihan rute backbone, pemanfaatan perangkat alternatif, serta pemasangan BTS mobile di lokasi prioritas. Telkomsel juga berkoordinasi dengan Kemkomdigi, pemerintah daerah, PLN, dan aparat penanggulangan bencana untuk memastikan layanan tetap berjalan di pusat pengungsian maupun area kritis.

Capaian Pemulihan per Provinsi

  • Aceh: 36% site pulih (708 dari 1.964), 41,2% line IndiHome pulih (59.836 dari 145.384)

  • Sumatera Utara: 90% site pulih (4.136 dari 4.610), 93,3% line IndiHome pulih (293.911 dari 314.957)

  • Sumatera Barat: 94% site pulih (1.007 dari 1.066), 93,3% line IndiHome pulih (68.804 dari 70.161)

Paket Siaga Peduli Sumatera

Sebagai bentuk perhatian terhadap pelanggan terdampak, Telkomsel menghadirkan Paket Siaga Peduli Sumatera yang dapat diakses melalui UMB 88820#. Paket ini menyediakan 3 GB data selama 7 hari atau 300 menit telepon dan 3.000 SMS ke semua operator selama 7 hari. Setiap pelanggan dapat mengaktifkannya satu kali dan hanya berlaku di wilayah bencana.

Layanan Tanggap Bencana

Telkomsel juga membuka sekitar 100 Posko Layanan Pelanggan Tanggap Bencana di tiga provinsi. Dukungan yang tersedia mencakup:

  • Telepon dan SMS gratis hingga pemulihan selesai

  • Penggantian kartu dan perpanjangan masa aktif

  • Penyesuaian paket data serta tagihan prabayar/pascabayar

  • Penggantian modem ONT dan STB yang rusak

  • Penyediaan layanan IndiHome 3P dan Orbit di kantor Basarnas

Selain itu, bersama Telkom Group, Telkomsel menyalurkan bantuan kemanusiaan dengan mendirikan sejumlah posko, menyediakan WiFi gratis, membuka dapur umum, hingga mengirim logistik menggunakan kapal dan pesawat. Mereka juga menambah kapasitas jaringan dan memasang 120 unit perangkat satelit dari Telkomsat.

Aksi cepat ini mendapat apresiasi dari pemerintah. Menteri Komunikasi dan Digital RI, Meutya Hafid, menyampaikan dukungan penuh terhadap pemulihan layanan bagi masyarakat.

“Kemkomdigi mengapresiasi langkah cepat Telkomsel dan seluruh pihak dalam memastikan layanan komunikasi tetap tersedia di tengah kondisi darurat. Kolaborasi ini penting agar masyarakat terdampak tetap terhubung dan mendapatkan akses informasi yang dibutuhkan. Pemerintah juga terus berkomitmen mendukung percepatan pemulihan jaringan dan distribusi bantuan sosial,” ujar Meutya.

Starlink Gratiskan Internet untuk Korban Banjir Sumatera, Warga Aceh Keluhkan Dugaan Pungli

0
Ilustrasi Starlink. (Foto: Net)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Layanan internet Starlink milik Elon Musk disediakan secara gratis bagi masyarakat yang terdampak banjir di Aceh dan sejumlah wilayah Sumatera selama Desember 2025. Namun, di tengah kebijakan itu, muncul laporan dugaan pungutan liar (pungli) terhadap akses internet gratis tersebut di Aceh.

Banjir dan tanah longsor melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dalam beberapa hari terakhir. Data BNPB hingga Senin pagi (1/12) mencatat 129 orang meninggal dunia akibat bencana di Sumatera Barat. Sementara itu, di Sumatera Utara, jumlah korban meninggal mencapai 217 orang. Selain jatuhnya korban jiwa, bencana turut memutus akses transportasi dan mengganggu jaringan komunikasi.

Menanggapi kondisi tersebut, Starlink mengumumkan pemberian layanan internet gratis bagi seluruh pelanggan lama maupun baru di wilayah terdampak hingga akhir Desember 2025. Kebijakan itu disampaikan melalui situs resmi Starlink dan akun X perusahaan.

“Bagi mereka yang terdampak banjir parah di Indonesia, Starlink menyediakan layanan gratis untuk pelanggan baru dan lama hingga akhir Desember,” tulis @Starlink dalam unggahan pada Sabtu (29/11/2025).

Starlink juga menyebut tengah berkoordinasi dengan pemerintah Indonesia untuk merelokasi terminal serta memulihkan konektivitas di wilayah bencana. Layanan gratis otomatis berlaku bagi pelanggan aktif. Sementara itu, pelanggan yang sebelumnya menonaktifkan layanan bisa kembali mengaktifkannya dan tetap mendapatkan akses tanpa biaya sepanjang Desember 2025. Untuk pelanggan baru di wilayah bencana, aktivasi dapat dilakukan dengan membuat tiket dukungan dan mencantumkan “Indonesia Flood Support”.

Meski demikian, muncul dugaan pungli yang beredar di media sosial. Seorang pengguna X bernama Narra Arraesya (@narraesya) membagikan tangkap layar percakapan dengan temannya di Langsa, Aceh. Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa layanan internet yang seharusnya gratis justru disewakan Rp20 ribu per jam oleh sejumlah orang.

“Elon, info dari teman saya di Langsa, Aceh: saat banjir Sumatra, layanan Starlink yang seharusnya gratis malah disewakan dengan harga 20 ribu rupiah per jam. Apa yang harus kita lakukan?” tulis @narraesya dikutip Nukiln.id pada Senin (1/12/2025).

Unggahan tersebut telah ditonton lebih dari 1,6 juta kali dan dibagikan ribuan pengguna. Beberapa pengguna lain juga mengaku mengalami hal serupa, termasuk akun @nyinyuujun yang menulis, “Ini bener kak, malah ada yang dimintain 5 menit 5k. tolong dong aku juga udah bilangin kalo itu gratis tapi ada aja oknum yang cari kesempatan dalam kesempitan.”

Hingga saat ini, Starlink belum memberikan tanggapan resmi mengenai laporan pungli tersebut. Padahal berdasarkan pengumuman resminya, layanan internet Starlink dapat digunakan masyarakat secara cuma-cuma selama masa darurat banjir dan longsor di Sumatera. (XRQ)

Reporter: AKIL