Beranda blog Halaman 1608

Ribuan Pengunjung Sesaki Acara Penutupan Festival Kuliner Pidie Jaya

0

Nukilan.id – Pemerintah Aceh berupaya semaksimal mungkin agar tradisi kuliner yang telah diwariskan secara turun temurun dari para leluhur dapat terjaga dengan baik.

“Kegiatan Festival Kuliner Kabupaten Pidie Jaya 2022 yang telah berjalan dalam 3 hari terakhir merupakan salah satu ikhtiar kita bersama agar warisan kuliner khas Aceh, khususnya kuliner di Pidie Jaya ini dapat terus dilestarikan,” sebut Kadisbudpar Aceh, Almuniza Kamal, yang disampaikan oleh Sub Koordinator Nilai Budaya, Jihadul Hayat, dalam sambutannya saat acara penutupan Festival Kuliner Kabupaten Pidie Jaya 2022

Lebih lanjut Jihadul menjelaskan kekayaan kuliner yang dimiliki Kabupaten Pidie Jaya merupakan potensi yang harus dimanfaatkan dengan baik. Menurutnya, potensi ini menjadikan kuliner tradisional Aceh memiliki tempat tersendiri dan mempunyai peluang yang menjanjikan dalam industri kuliner.

“Dengan adanya event ini, kita harapkan mampu mewujudkan dampak positif bagi pelaku usaha dan memberikan manfaat untuk kebangkitan dan pemulihan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Diterangkan Jihadul, selaras dengan misi Disbudpar dalam melestarikan kuliner-kuliner tradisional, khususnya kuliner khas Aceh, pada beberapa hari mendatang tepatnya tanggal 5-7 Agustus 2022, pihaknya akan menggelar acara serupa di Banda Aceh dengan tajuk Aceh Culinary Festival.

“Dalam pelaksanaannya nanti akan melibatkan partisipasi beberapa provinsi di Indonesia dan sejumlah kabupaten/kota di Aceh,” terang Jihadul.

Pada rangkaian acara yang lain, panitia mengumumkan para pemenang lomba yang diperlombakan dalam ajang tersebut, antara lain, lomba artikel kuliner khas Kabupaten Pidie Jaya, lomba memasak dan pengumuman stan favorit.

Pada akhir acara, tepuk tangan meriah ribuan penonton yang menyesaki lokasi acara di halaman Komplek Kantor Bupati Lama, Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya bergemuruh seiring berakhirnya penampilan apik penari sanggar Cut Nyak Dhien Banda Aceh. [Wanda]

Kata Akademisi, Ini Sebab DPRA Minta Pj Gubernur Copot Sekda Aceh

0
Usman Lamreung (Foto: Dok.Ist)

Nukilan.id – Terkait permintaan DPRA untuk mencopot Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Taqwallah merebak pasca pelantikan Pj Gubernur Ahmad Marzuki. Memang kalau ditarik kebelakang hubungan eksekutif dan legislatif tidak seharmonis sekarang. Bisa dilihat dalam dua tahun terakhir hubungan kedua lembaga tersebut komunikasinya sangatlah buruk sampai ke interpelasi. Hingga molornya pembahasan dan kesepakatan anggaran, dan macetnya realisasi anggaran menyebabkan terjadi Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) begitu fantantis.

Hal itu disampaikan Akademisi Universitas Abulyatama (Unaya) Aceh Besar, Usman Lamreung dalam keterangannya kepada Nukilan di Aceh Besar, Jum’at (29/7/2022).

Ia menilai masalah ini juga disebabkan buruknya komunikasi yang seyogyanya menjadi tugas Sekda melakukan koordinasi dan komunikasi harmonis. Namun, itu tidak dilakukan, hingga terjadi kekisruhan dua lembaga yang mebawa citra tak baik pada masyarakat Aceh.

“Padahal Sekda itu merupakan pimpinan eksekutif tertinggi dalam menjalankan peran strategis pemerintahan Aceh dalam mewujudkan birokrasi yang ideal,” ujar Usman.

Ia menjelaskan, kerja Sekda itu menjalankan Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) sebagaimana diatur dan dijelaskan dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah.

“Nah, untuk menjalankan tupoksi tersebut Sekda Aceh harus punya kemampuan sebagai komunikator, koordinator, dinamisator, dan fasilitator dalam menjembatani dan membantu Gubernur selaku kepala daerah mewujudkan visi dan misinya,” jelas Usman.

Karena itu, kata dia, Sekda diberi tugas menyiapkan, menyusun dan menyepakati Program Legislasi Daerah (Prolegda) dengan DPRA. Tujuannya agar dapat menjaga kestabilan kinerja aparatur masing- masing SKPA untuk mensinergikan implementasi kebijakan daerah melalui program- program nyata sehingga masyarakat Aceh mampu berdaya saing dan mandiri.

“Menjalankan amanah dalam mengimplementasikan tugas dan fungsi tersebut, banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan dan kegagalan Sekda dalam menjalankan program daerah. Secara teoritis ada faktor yang mempengaruhi kerja Sekda yaitu faktor lingkungan, nilai, sumberdaya, profesionalisme, politik dan birokrasi,” jelas Usman.

Kemudian, lanjutnya, kekuasaan seorang Sekda dari pengaruh faktor tersebut adalah kompetensi Sekda menjadi kekuatan utama dalam mengelola faktor- faktor yang mempengaruhi tersebut untuk lancar atau terhambatnya setiap implementasi kebijakan dalam pembangunan daerah.

“Inilah sisi lemah Sekda yang terjadi selama ini, hingga menyebabkan mosi tak percaya DPRA yang pada akhirnya muncul rekomendasi untuk copot Sekda,” terang Usman.

Menurutnya, copot atau tidak Sekda ada di tangan Pj Gubernur Aceh, Ahmad Marzuki, pastinya rekomendasi DPRA adalah sebuah pertimbangan. Selain itu,  pasti ada tim Pj Gubernur akan mengkaji dengan pertimbangan layak atau tidak sekda untuk diganti.

“Pj Gubernur Aceh pasti ada pertimbangan politik, dan pertimbangan lainnya, apalagi Pj Gubernur harus mengevaluasi para pembantunya yang tidak cakap, agar tata kelola birokrasi selama ini macet, tersumbat dan tersesat bisa kembali pada jalan yang benar,” harap Usman.

“Dan tata kelola birokrasi ada pada Sekda, apabila Sekda lebih sering turun kelapangan ketimbang membenahi tupoksi yang menjadi tanggungjawab dirinya, bagaimana tata kelola birokrasi berjalan dengan baik kedepan?,” tutup Akademisi Unaya itu. []

Kelas 1, 2, 3 Dihapus, Ini Tarif BPJS Kesehatan Terbaru

0
Ilustrasi kantor BPJS Kesehatan. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).

Nukilan.id – Pemerintah akan menghapus kelas 1,2 dan 3 yang selama ini berlaku pada kepesertaan BPJS Kesehatan.

Nantinya fortmat yang akan berlaku adalah Kelas Rawat Inap Standar (KRIS). Bagaimana dengan iuran peserta?

“Selanjutnya terkait iuran, saat ini tidak ada wacana perubahan iuran,” kata Pps Kepala Humas BPJS Kesehatan Arif Budiman kepada CNBC Indonesia, beberapa waktu lalu.

“Skema dan besaran iuran masih sama dengan sebelumnya. Mengacu kepada Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2020 Tentang Perubahan Kedua Atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 Tentang Jaminan Kesehatan, bahwa besaran iuran ditentukan berdasarkan jenis kepesertaan setiap peserta dalam program JKN,” jelasnya.

Arif menuturkan, bagi masyarakat miskin dan tidak mampu yang terdaftar sebagai Peserta PBI, iurannya sebesar Rp. 42.000 dibayarkan oleh Pemerintah Pusat dengan kontribusi Pemerintah Daerah sesuai kekuatan fiskal tiap daerah.

Selanjutnya bagi Peserta PPU (Pekerja Penerima Upah) atau pekerja formal baik penyelenggara negara seperti ASN, TNI, POLRI dan pekerja swasta, besaran iuran sebesar 5% dari upah, dengan rincian 4% dibayarkan oleh pemberi kerja dan 1% oleh pekerja. Untuk perhitungan iuran ini berlaku pula batas bawah yaitu upah minimum kabupaten/kota dan batas atas sebesar Rp 12 juta.

“Jadi perhitungan iuran dari penghasilan seseorang hanya berlaku pada jenis kepesertaan PPU, pekerja formal yang mendapat upah secara rutin dari pemberi kerjanya,” imbuhnya.

Terakhir bagi kelompok peserta sektor informal yang tidak memiliki penghasilan tetap dikelompokkan sebagai peserta PBPU (Pekerja Bukan Penerima Upah) dan BP (Bukan Pekerja). Untuk jenis kepesertaan ini, peserta dapat memilih besaran iuran sesuai yang dikehendaki. Kelas 1 sebesar Rp. 150.000 per orang per bulan, kelas 2 sebesar Rp. 100.000 per org per bulan dan kelas 3 sebesar Rp. 35.000 per org per bulan.

Perlu diketahui juga bahwa khusus PBPU kelas 3 sebetulnya mendapat bantuan dari pemerintah sebesar Rp. 7.000 per org per bln, sehingga sebetulnya total nya Rp. 42.000.

“Jadi bagi seseorang yang belum memiliki penghasilan atau sudah tidak berpenghasilan dapat memilih menjadi peserta PBPU dengan pilihan kelas 1, 2 atau 3. Atau jika masuk dalam kategori masyarakat miskin dan tidak mampu yang terdata dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dapat masuk menjadi kelompok peserta PBI yang iurannya dibayar pemerintah,” pungkasnya. [CNBCIndonesia]

Koalisi Semut Merah yang Digagas PKB dan PKS Bubar

0

Nukilan.id – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Gerindra, hampir dipastikan menjalin koalisi menyongsong Pemilu 2024.

Walau sebelumnya sempat terjalin komunikasi politik antara PKB dan PKS, hingga menamakan diri mereka sebagai Koalisi Semut Merah.

Menyikapi itu, Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu mengatakan Koalisi Semut Merah dengan sendirinya dinyatakan bubar.

“Iya ya otomatis (batal koalisi semut merah PKS-PKB),” kata Syaikhu kepada wartawan disela-sela kunjungannya ke Kantor PP Muhammadiyah, Menteng Jakarta, Jumat, 29 Juli 2022.

Kendati demikian, Syaiku mengaku tetap menghormati keputusan partai politik yang telah melakukan penjajakan mencari kawan koalisi.

Termasuk, terang Syaikhu, keputusan koalisi yang disepakati PKB dan Gerindra. Syaikhu menyambut positif kerja sama kedua partai menjelang Pilpres 2024 tersebut.

“Tentu kita menghormati kalau ada partai-partai yang mau melakukan koalisi. Kalau PKB dengan Gerindra kita hormati lah,” ujarnya.

Menurut Syaikhu, semakin banyak parpol yang berkoalisi semakin banyak pula pasangan yang akan mengikuti kontestasi elektoral 2024.

“Bagian dari apa namanya yang harus kita jaga bersama agar banyak lagi kandidat yang bisa maju dalam kontestasi pemilu 2024,” imbuhnya. [Viva]

DPRA Dorong Pemerintah Ganti Nama Blok Andaman Sesuai Wilayah Aceh

0
Azhar Abdurrahman. (Foto:Irfan/Nukilan.id)

Nukilan.id – Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Azhar Abdurrahman mendorong pemerintah Aceh dan pemerintah pusat untuk mengganti penamaan Blok Andaman sesuai dengan wilayah Aceh, karena wilayah tersebut masuk dalam perairan Provinsi Aceh.

“Kita sepakat untuk penyesuaian nama tersebut, supaya lebih ada rasa memiliki wilayah kerjanya dalam wilayah kewenangan pemerintah Aceh, misalnya, namanya wilayah kerja Pulo Rondo atau wilayah kerja Sabang,” kata Azhar Abdurrahman kepada Nukilan di Banda Aceh, Jum’at (29/7/2022).

Baca juga: Premier Oil Andaman Ltd Temukan “Harta Karun” Migas di Perairan Aceh, Ini Penjelasannya

Sebelumnya, dalam penamaan Blok Andaman itu kemungkinan ada penyesuaian dengan muka bumi secara geografis, karena bentaran laut samudera ini berdekatan dengan wilayah perairan selat malaka, perairan andaman, dan masuk dalam Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) atau wilayah laut internasional.

Namun demikian, Azhar berharap kepada Gubernur Aceh agar dapat mengusulkan kepada Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk membuat satu nama wilayah kerja Andaman yang sesuai wilayah Aceh.

Baca juga: Total Oil Ingin Kembali Masuk Indonesia, Tertarik Garap Blok Gas Andaman Aceh

Ia juga mendorong pemerintah Aceh dan pemerintah pusat untuk menyepakati kembali penyesuaian nama Blok Andaman agar penamaannya lebih keacehan.

“Dan ini mungkin bisa mendapat suatu pertimbangan dari Pemerintah. Karena itu, kalau kita bahas dengan BPMA mereka sepakat untuk mengusulkan nama tersebut. Tapi apakah kemarin pada survei awal tidak mengarah kesana?. Maka jika iya, saya kira sekarang harus mengarah ke penamaan secara permanen, sehingga ini perlu adanya peninjauan kembali,” tegas Politisi Senior Partai Aceh itu.

Seperti diketahui, potensi sumber daya minyak dan gas bumi di Blok Andaman berada di kisaran 6 triliun kaki kubik (TFC) dari masing-masing tiga blok yang dikembangkan. Tiga blok tersebut yakni Andaman I yang dikelola oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Mubadala Petroleum, Andaman II oleh KKKS Primier Oil, dan Andaman III yang saat ini baru akan dieksplorasi oleh KKKS Repsol Andaman B.V di Sumur Rencong-1X yang terletak di dasar laut sedalam 1,100 meter di Perairan Selat Malaka. Sehingga digadang-gadang sumber minyak dan gas bumi di Blok Andaman yang berlokasi di perairan Aceh ini berpotensi menjadi yang terbesar di dunia. Untuk Blok Andaman III yang dioperasikan oleh Repsol Andaman BV ini kontrak bagi hasilnya berada dibawah pengawasan BPMA.

Editor: Mirzuanda.R

Jokowi Bertemu Relawan Bahas Politik dan Ekonomi Global

0
Presiden Jokowi yang juga Ketua Dewan Pembina relawan Pro Jokowi (Projo) hadir dalam rakernas bertajuk Haluan Baru Projo 2024 di kawasan sekitar Borobudur, Jawa Tengah, Sabtu, 21 Mei 2022. Dok. Relawan Projo

Nukilan.id – Presiden Jokowi mengumpulkan sejumlah relawan dan loyalis di Istana Bogor, Jawa Barat pada Jumat, 29 Juli 2022. Mereka dikumpulkan untuk membahas sejumlah persoalan di dalam negeri, kondisi politik, dan ekonomi global.

“Presiden bertemu dengan loyalis-loyalisnya di Istana Bogor siang ini. Pertemuan ini membahas beberapa masalah di dalam negeri, kondisi politik, dan ekonomi global,” ujar Pendiri Relawan Buruh Sahabat Jokowi Andi Gani Nena Wea dihubungi dari Jakarta, Jumat.

Andi mengatakan dalam pertemuan yang berlangsung selama hampir 3 jam itu Presiden Jokowi menyampaikan harapan kepada para relawan dan loyalis agar dapat lebih menyerap permasalahan yang terjadi di tengah masyarakat.

Selain itu, kata Andi Gani, beberapa permasalahan aktual dibahas dalam pertemuan tersebut.

Sementara itu berdasarkan informasi yang dihimpun, selain Relawan Buruh Sahabat Jokowi, turut hadir dalam pertemuan itu sejumlah pimpinan organisasi relawan dan loyalis lain, seperti Posko Perjuangan Rakyat (Pospera), Persatuan Nasional Aktivis 98 (Pena 98), Projo, Aliansi Relawan Jokowi, dan lainnya. [Tempo]

Kadis Perindag: Harga Sembako di Aceh Stabil

0
Kepala Disperindag Aceh, Ir. Mohd. Tanwier, MM. (Foto: Nukilan)

Nukilan.id – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Aceh, Ir. Mohd. Tanwier, MM mengatakan harga bahan pokok di Aceh pasca Idul Adha untuk sementara stabil, dan tidak ada yang mengalami kenaikan yang signifikan.

“Pasca Idhul Adha perkembangan harga bahan pokok Alhamdulilah sekarang sudah lumayan stabil, dan kondisi pasar tidak ada kenaikan tidak tinggi, seperti yang lalu soal kenaikan cabai,” kata Ir. Mohd. Tanwier, MM kepada Nukilan.id jumat (29/07/2022).

Tanwier menyebut, namun untuk kedepannya belum dapat diprediksi apakah ada kenaikan atau turun, itu tergantung kondisi cuaca yang berpengaruh hasil panen petani.

“Sekarang lagi musim hujan, kalau ada banjir yang mengakibatkan lahan petani rusak, kemungkinan akan terjadi kenaikan lagi,” ujarnya

Sedangkan terkait minyak goreng, Tanwier menyebutkan hingga saat ini masih aman-aman saja, masih tersedia stok.

Reporter: Hadiansyah

Wisata Kuliner di Banda Aceh yang Murah dan Enak

0
Sie Reuboh (Foto: Lamurionline.com)

Nukilan.id – Berwisata ke Banda Aceh menjadi semakin lengkap jika Anda sekaligus mencicipi wisata kuliner yang ada di Banda Aceh. Selain lezat, menikmati makanan khas juga dapat melepas penat.

Banda Aceh merupakan salah satu provinsi di Indonesia. Aceh yang juga dikenal sebagai serambi Mekah terletak di bagian paling barat negara ini. Letaknya yang demikian membuat kota ini menyimpan pesona yang menarik. Tidak hanya menampilkan destinasi wisata alam yang mempesona. Berada di Aceh juga membuat siapa pun pengunjung merasa nyaman dengan hidangan lezat yang ditawarkan.

Aceh mampu menghadirkan banyak sajian makanan yang menggugah selera. Anda yang hobi berwisata kuliner wajib datang di kota ini. Ada banyak olahan lezat yang siap memanjakan perut setiap pengunjung. Ada dapat berwisata kuliner sembari berkeliling di berbagai tempat indah yang ada di sana. Pengalaman akan lebih berkesan dengan datang bersama rekan atau keluarga.

Wisata kuliner menjadi pengalaman seru. Tidak hanya membuat dahaga lapar terpenuhi melainkan membuat siapa saja semakin nyaman di tempat yang dikunjungi. Berikut beberapa wisata kuliner di Aceh yang enak dan murah wajib Anda kunjungi.

1. Ayam Tangkap

Mengonsumsi berbagai olahan ayam pasti kebanyakan orang sudah tak asing. Namun pernahkah Anda mencoba ayam tangkap khas Aceh?. Ayam tangkap merupakan makanan khas yang populer di kota ini. Olahan yang super lezat ini di masak menggunakan banyak rempah alami sehingga soal rasa tentu menggugah siapa pun yang hendak memakannya.

Dalam pengolahan pada umumnya tak beda jauh dengan olahan ayam lain. Ayam di racik dengan berbagai bumbu seperti biasa. Bedanya saat kondisi setengah matang, perlu ditambahkan berbagai dedaunan seperti salam, daun kari hingga daun pandan. Dedaunan itu menambah aroma sedap pada makanan serta bisa pula di konsumsi. Tambahan nasi hangat membuat rasa lapar hilang seketika.

Lokasi: Jl. T. Panglima Nyak Makam, Doy, Kec. Syiah Kuala, Kota Banda Aceh.

2. Kuah Beulangong

Datang ke Aceh maka jangan lupa mencicipi kuah beulangong. Makanan khas serambi mekah ini dikenal sangat lezat bercita rasa tinggi. Nama beulangong itu sendiri mengambil dari tempat memasak yang menggunakan kuali besar. Proses meraciknya pun tidak mudah membutuhkan proses yang agak rumit. Menu masakan lezat ini biasanya lebih mudah ditemukan saat perayaan hari besar.

Kuah beulangong memiliki keunikan tersendiri. Sebab kuahnya tidak menggunakan santan melainkan dengan memanfaatkan parutan kelapa ditambah bahan lainnya. Umumnya kuah akan berisi potongan daging kambing ataupun sapi. Soal rasa tentu Anda tak perlu ragu lagi, sudah pasti lezat dan nikmat.

Lokasi: Jl. Sultan Iskandar Muda, Sukaramai, Kec. Baiturrahman, Kota Banda Aceh.

3. Sate Matang

Penggemar menu masakan sate wajib mencoba mencicipi sate matang. Olahan sate ini cukup terkenal di Aceh berkat kelezatannya yang menggugah selera makan. Anda juga dapat dengan bebas menentukan daging apa yang hendak di pilih. Entah itu sapi ataupun kambing yang jelas keduanya memiliki cita rasa yang mampu mengguncang di lidah.

Bila di lihat dari tampilan mungkin sate ini terlihat kecil tapi soal rasa Anda pasti tak menyesal mencicipinya. Di lumuri berbagai olahan kacang dan kaldu membuat cita rasa semakin menggoda. Belum lagi tambahan rawit dan bahan lain akan membuat rasa pedas tercipta. Anda dapat bebas mencoba makanan lezat ini baik di waktu pagi, siang atau malam.

Lokasi: Jl. Sri Ratu Syafiatuddin, Peunayong, Kec. Kuta Alam, Kota Banda Aceh.

4. Sie Reuboh

Rekomendasi masakan berikut datang dari sie reuboh. Masakan ini merupakan perpaduan berbagai macam bumbu alami yang menyelimuti daging sapi dan tetelan. Tambahan bumbu alami yang ada di olahan tentu menambah wangi dan lezat makanan yang satu ini.

Selain cita rasa yang menggugah selera, masakan khas Aceh yang populer ini juga dikenal tahan lama. Bahkan sie reuboh mampu awet hingga berbulan-bulan. Hal itu ternyata dipengaruhi dari tambahan bumbu berupa cuka Aceh. Cuka dengan bahan alami demikian mampu mengawetkan daging sekaligus membuat lunak.

Lokasi: Peunayong, Kec. Kuta Alam, Kota Banda Aceh.

5. Mie Razali

Mie Razali menjadi tempat wisata yang wajib dikunjungi bagi pecinta olahan mie. Tempat makan yang terkenal di Aceh ini memang sudah lama dikenal menyajikan berbagai macam olahan mie yang lezat. Apalagi harga makanan ini terbilang terjangkau bergantung dari menu yang di pilih.

Ada banyak menu olahan mie yang bisa di pesan. Jadi Anda dapat lebih bebas memilih beragam menu kesukaan. Di buat dengan bahan mie yang berkualitas membuat siapa pun akan merasakan kenikmatan saat mengonsumsi. Ada pula tambahan berupa toge dan kol yang menambah selera makan. Untuk tambahan menu spesial seperti kepiting juga begitu direkomendasikan.

Lokasi: Jl. T. Panglima Polem No.83-85, Peunayong, Kec. Kuta Alam, Kota Banda Aceh.

6. Restoran Banda Seafood

Di lihat dari namanya pasti Anda sudah paham apa yang disajikan di restoran yang satu ini. Ada banyak sekali menu seafood yang siap memanjakan perut pengunjung. Tempat wisata kuliner populer ini memang sudah lama dikenal lezat dan menjadi surga untuk para pecinta masakan hasil laut.

Semua olahan yang ditawarkan tentu enak. Meski begitu Anda wajib mencoba beberapa menu favorit di sini. Misalnya ikan bakar Jimbaran yang memberikan sensasi ikan bakar yang menggugah di mulut. Ada pula udang goreng tepung yang tak kalah lezat untuk di nikmati sembari bersantai.

Lokasi: Ulhe Lheu

7. Kue Bhoi

Menu berikutnya merupakan olahan makanan berupa kue. Kue Bhoi menjadi makanan berupa kue yang harus Anda coba. Rasa kue terbilang lembut dan enak untuk di konsumsi. Hal itu tak mengherankan mengingat bahan pembuatan berupa tepung terigu, gula dan juga telur.

Untuk menemukan kue khas Aceh ini terbilang mudah. Anda dapat mencari baik itu di pasar maupun di beberapa tempat kue. Menariknya bentuk makanan ringan ini bervariasi ada yang berupa ikan, bunga ataupun binatang.

Lokasi: Jl. Sultan Iskandar Muda, Lambung, Kec. Meuraxa, Kota Banda Aceh.

8. Rujak Aceh

Puas dengan banyak pilihan makanan berat, jangan lupa untuk mencoba menu pencuci mulut. Tak lain tak bukan adalah rujak Aceh yang layak untuk di coba. Berbahan dasar banyak buah seperti bengkuang, nanas, timun, belimbing dan lainnya membuat rasa rujak terbilang segar.

Apalagi berbagai bahan di atas akan dipadu dengan saus gula Jawa yang akan membuat cita rasa rujak sangat nikmat. Rujak ini begitu populer di serambi mekah bahkan beberapa orang menambah bahan lain seperti salak agar rasa lebih gurih. Anda yang penasaran dengan rasa rujak ini tak perlu ragu membelinya sebab harganya pun sangat terjangkau.

Lokasi: Jl. Tgk. Pulo Dibaroh No.15, Kp. Baru, Kec. Baiturrahman, Kota Banda Aceh.

9. Eungkot Keumamah

Banda Aceh berada tak jauh dari perairan berupa laut. Letak geografis demikian membuat hasil tangkapan laut banyak. Hal itu menjadi keuntungan tersendiri terhadap olahan hasil laut seperti eungkot keumamah. Ikan yang digunakan ialah ikan tongkol yang terkenal keras dan padat.

Meski begitu justru menjadi keuntungan untuk pembeli. Sebab ikan menjadi lebih awet untuk bisa di masak lagi sewaktu-waktu. Maka dari itu eungkot dapat pula menjadi oleh-oleh untuk di berikan kepada rekan lain atau Anda bisa mengolah kapan pun.

Lokasi: Ceurih, Kec. Ulee Kareng, Kota Banda Aceh.

10. Nasi Goreng Daus

Nasi goreng pasti kebanyakan dari Anda sudah mencoba. Namun di restoran terkenal di Aceh ini memberikan sentuhan tersendiri pada menu masakan. Pilihan menu sangat beragam jadi pengunjung dapat memesan sesuai yang diinginkan. Misalnya dengan tambahan mie atau bahan lain agar rasa menjadi lebih menggugah selera.

Anda yang datang ke Aceh wajib mencoba menu masakan ini. Rasa dahaga lapar yang menggebu bisa hilang seketika dengan sajian lezat pada resto ini. Bagaimana pun racikan nasi goreng paling enak di makan saat malam hari. Apalagi sembari bersama rekan atau keluarga.

Lokasi: Jl. T. Panglima Polem No.87-89, Peunayong, Kec. Kuta Alam, Kota Banda Aceh.

11. Tempat Makan Ayam Pramugari

Dari nama yang ada mungkin Anda sedikit merasa keheranan. Namun menu yang disajikan kebanyakan memang berbahan dasar ayam. Penamaan pramugari terinspirasi dari banyaknya pramugari yang berdatangan untuk menikmati kelezatan menu di restoran populer tersebut.

Ada banyak sekali menu pilihan yang bisa Anda cicipi. Sebut saja ayam tangjkap, gulai ayam hingga gulai kambing. Semua menu di masak dengan tambahan bumbu rempah yang membuatnya semakin mengguncang di lidah.

Lokasi: Jl. Prof. Ali Hasyimi, Pango Raya, Kec. Ulee Kareng, Kota Banda Aceh.

12. Rumah Makan Bu Sie Itek Bireuen

Image Credit: Tripadvisor.co.id
Sepertinya beragam menu di Banda Aceh memang mengandalkan rempah di dalamnya. Demikian pula pada rumah makan Bu Sie Itek Bireuen yang memberikan sentuhan bumbu lezat pada sebuah hidangan. Masakan yang tersaji di rumah makan ini ialah nasi gulai bebek yang super nikmat.

Nasi gula bebek pada restoran ini beda dengan yang lain. Sebab seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa racikan bumbu menggunakan banyak bahan rempah penunjang yang tentu nikmat. Apalagi daging bebek di olah dengan sedemikian rupa membuat teksturnya lembut saat di gigit.

Lokasi: Geuceu Kayee Jato, Kec. Banda Raya, Kota Banda Aceh.

13. Ayam Penyet Pak Ulis

Olahan ayam berupa penyet mungkin terdengar biasa. Sudah banyak tersedia pula di berbagai kota di Indonesia. Meski begitu ketika datang ke Aceh wajib mencoba ayam penyet pak Ulis. Menu ayam penyet di sini memiliki cita rasa yang dari pada yang lain.

Tambahan racikan bumbu dan sambal dengan bahan spesial membuat rasa pada ayam akan menyatu dengan maksimal. Apalagi ayam yang tersaji sangat lembut dan enak di lidah. Hal itu tak terlepas dari pengolahan alam yang terlebih dahulu di kukus dan di goreng sebelum di proses penyet.

Lokasi: Geuceu Kayee Jato, Kec. Banda Raya, Kota Banda Aceh.

14. Break Time Coffee

Ada kalanya Anda perlu bersantai sejenak dari berbagai aktivitas padat. Break time Coffee akan menjadi tempat sempurna untuk di kunjungi. Desain tempat yang dibuat semenarik mungkin akan menjadi tempat santai yang nyaman untuk pengunjung yang datang.

Di sini tidak hanya tersedia pilihan menu berupa minuman. Untuk beragam makanan pun tersedia mulai dari dimsum, olahan ayam, puding dan lain-lain. Anda dijamin akan betah selama berada di tempat dengan nuansa kafe ini.

Lokasi: Dr H Teuku Mohammad Hasan No.10A, Sukadamai, Kec. Lueng Bata, Kota Banda Aceh.

15. Warung Nasi Aceh Tulen

Rekomendasi terakhir datang dari warung nasi Aceh Tulen yang ada di Sabang. Beragam menu di warung ini memiliki cita rasa yang mengguncang ketika di cicipi. Apalagi beragam hidangan di masak dengan olahan dan bumbu rempah-rempah sehingga makin lezat.

Ada beberapa menu khas yang bisa Anda coba. Sebut saja mie jalak yang memiliki cita rasa super lezat. Harga hidangan pun terbilang murah sehingga ramah di kantong. Pengunjung dijamin tak menyesal datang menikmatinya.

Lokasi: Santan, Kec. Ingin Jaya, Kab. Aceh Besar.

Itulah beberapa rekomendasi wisata kuliner yang ada di Banda Aceh. Provinsi yang berada di ujung barat ini tidak hanya indah melainkan banyak pula masakan khas yang mengguncang di lidah. Anda dijamin akan makin betah selama berkunjung. Rasanya yang lezat dan murah menjadi kelebihan tersendiri. [Andalastourism]

Aceh Bertahan di Peringkat Tiga Indeks Keterbukaan Informasi Publik

0
Kadis Kominsa Aceh, Marwan Nusuf, B.HSc., MA. (Foto: Humpro)

Nukilan.id – Komisi Informasi Pusat Republik Indonesia mengumumkan nilai Indeks Keterbukaan Informasi Publik (IKIP) tahun 2022. Aceh meraih peringkat tiga tertinggi se-Indonesia dengan nilai 79,13, berada di bawah Jawa Barat dengan nilai 81,93 dan Bali dengan nilai 80,99.

Pada tahun ini, Aceh meraih skor lebih tinggi dari nilai IKIP secara nasional sebesar 74,43. Tahun lalu, Aceh juga berada di posisi tiga besar secara nasional.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominsa) Aceh selaku Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Utama Aceh, Marwan Nusuf menyambut gembira skor IKIP tersebut. Hasil indeks itu merupakan bukti bahwa pelaksanaan amanah Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP) di Aceh telah berjalan sesuai harapan.

“Alhamdulillah, sama seperti tahun sebelumnya, di 2022 Aceh masih berada dalam tiga besar dengan nilai IKIP tertinggi,” kata Marwan pada Jumat, 29 Juli 2022.

Menurutnya, capaian baik ini merupakan hasil kerja kolaboratif para pihak yang telah menunjukkan komitmennya dalam keterbukaan informasi publik di Aceh sehingga memperoleh hasil yang maksimal sampai tingkat Nasional.

“Hasil IKIP merupakan potret langsung kondisi pelaksanaan Keterbukaan Informasi Publik di Aceh. Terima kasih kepada semua elemen di Aceh yang telah menerapkan amanah UU KIP guna memenuhi hak masyarakat untuk tahu akan informasi publik,” ujar Marwan.

Sementara itu, Ketua Bidang Penelitian dan Dokumentasi (Litdok) Komisi Informasi Pusat Republik Indonesia Rospita Vici Paulyn dalam rilisnya menyampaikan, adanya kenaikan nilai IKIP di tahun 2022 dari 71,37 menjadi 74,43.

Kenaikan nilai IKIP merata pada tiga dimensi lingkungan sekaligus yakni dimensi politik, ekonomi, dan hukum. Ia menyampaikan bahwa uraian nilai IKIP 2022 diperoleh dari nilai rata-rata dari tiga dimensi tersebut, masing-masing sebesar 74,53 nilai dimensi fisik dan politik, 74,84 nilai dimensi ekonomi, dan 73,98 nilai dimensi hukum.

Menurutnya, nilai akhir IKIP 2022 sebesar 74,43 diperoleh dari gabungan penilaian dari 306 Informan Ahli (IA) dari 34 Provinsi seluruh Indonesia dengan penilaian dari 17 Informan Ahli Nasional yaitu unsur internal Komisioner Komisi Informasi Pusat Republik Indonesia dan unsur eksternal.

Marwan menjelaskan metode pengumpulan nilai IKIP 2022 sama dengan tahun lalu, yaitu melalui pengumpulan nilai yang melibatkan tim Kelompok Kerja (Pokja) IKIP Pusat dan Pokja Daerah di 34 Provinsi.

“Pengumpulan nilai IKIP dilaksanakan melalui kuesioner yang sampaikan tim Pokja Daerah ke 9 IA di setiap provinsi. IA meliputi unsur pemerintah daerah, unsur dunia usaha, unsur akademisi, dan unsur CSO atau LSM,” pungkasnya. [diskominsaaceh]

Editor: Mirzuanda.R 

Rahasia Gisella Anastasia Punya Wajah Cantik dan Mulus

0
Gisel Anastasia. (Foto: Instagram)

Nukilan.id – Artis Gisella Anastasia mengetahui betul bagaimana cara untuk menjaga kesehatan kulit wajahnya. Sebagai seorang penyanyi, wanita 31 tahun ini tentunya perlu untuk selalu tampil cantik lewat penampilan wajahnya yang sehat dan terawat.

Tak bisa dipungkiri bahwa ibu dari Gempita Nora Marten ini kerap disibukkan dengan pekerjaan yang cukup padat. Hal itu membuat dirinya tentu kesulitan untuk memiliki waktu ke klinik dan melakukan perawatan wajah.

Kendati demikian, pelantun Cara Lupakanmu ini memiliki rutinitas perawatan kulit yang hampir tidak pernah ia lupakan. Apalagi penggunaan skincare yang rutin, dianggapnya sebagai salah satu cara yang cukup efektif dan terjangkau, bila belum memiliki waktu untuk datang ke klinik saat wajah mengalami breakout.

“Kalau ke klinik kan nggak setiap hari, setiap waktu kita bisa, tapi kalau udah ada permasalahan kulit banget yauda mau nggak mau to the rescue ke klinik. Makanya penggunaan skincare kayak gini penting. Kulit kita nggak keburu breakout, nggak keburu mukanya ngambek, terus baru kita pergi,” ungkap Gisel pada Kamis, 28 Juli 2022.

Biasanya, Gisel yang mengaku memiliki kulit kombinasi cenderung berminyak ini melakukan deep clean untuk membersihkan sisa-sisa makeup yang menempel di wajahnya. Hal itu dilakukan olehnya agar jangan sampai pori-pori masih tertutup dengan makeup seusai mencuci muka.

“Cuci muka, pastiin sampai bersih karena kadang-kadang kalau pakai makeup tuh kalau cuci muka biasa aja dia masih nyisa, pori-porinya masih ketutup,” tuturnya.

Setelah selesai mencuci muka dan menganggap bahwa wajahnya telah bersih, ia pun melanjutkan langkah selanjutnya dengan menggunakan toner. Kemudian dilanjut dengan penggunaan serum, hingga ditutup dengan pelembab yang mampu untuk menutrisi kulitnya.

“Kalo misalnya lagi rajin bgt, pake oil-oil atau pakai masker yang sheet atau apa gitu,” tandasnya. [Okezone]