Beranda blog Halaman 1600

Aceh Besar Tonjolkan Masakan “Petuah Indatu” di ACF 2022

0
Pj Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto didampingi Istri, Cut Rezky Handayani dan Sekda Aceh Besar, Sulaimi saat menjamu influencer, Benu Beloe di Anjongan Rumah Adat Aceh Besar, Minggu (7/8/2022). Foto; Nukilan/Wanda.

Nukilan.id – Penjabat (Pj) Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto menjelaskan Aceh Culinary Festival (ACF) 2022 bertujuan untuk memperkuat kembali kuliner-kuliner khas Aceh, khususnya kuliner khas Aceh Besar karena mengingat masakan petuah indatu ini harus kembali ditonjolkan.

“Kuliner khas Aceh Besar merupakan masakan petuah indatu, dan ini harus ditonjolkan kembali,” kata Iswanto saat menjamu para pengunjung di Stan Kuliner Anjungan Rumah Adat Aceh Besar, Taman Sultanah Ratu Safiatuddin, Banda Aceh, Minggu (7/8/2022).

Ia menyebutkan pada event ACF 2022 ini, Aceh Besar menyajikan berbagai ragam kuliner tradisional, antara lain Sie Reboh, Kuah Beulangong, Engkot Paya, Sie Teuom, Keumamah, Manok Asam Keueng, Ayam Pramugari, Boh Itek Deudah, Tape, hingga Rujak U Groh.

“Khusus untuk Kuah Beulangong Aceh Besar mempunyai ciri khas tersendiri, berbeda dari Kabupaten/Kota lain di Aceh, karena Kuah Beulangong ini memakai isinya batang pisang dan buah pisang. Dan semua masakan tradisional ini sudah kita sajikan di stan Aceh Besar sejak hari pertama sampai hari ini,” sebut Iswanto.

“Disini kita juga mengangkat hasanah indatu yang ditinggalkan, seperti cara memasak, penyajian dan racikan rempah-rempah menjadi bumbu yang diwariskan nenek moyang kita,” tambahnya.

Selain itu, Iswanto menambahkan, event ACF 2022 merupakan program nasional di bawah Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh yang bertujuan untuk memperkuat para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) serta membangkitkan kembali ekonomi daerah, khususnya Aceh Besar.

“Lebih kurang ada sekitar 30 pelaku UMKM di stan Aceh Besar. Mereka sangat berperan aktif disini seperti Rujak Groh, Bolu Ikan, Kue Kara, Samaloyang dan lain sebagainya. Dan ini kesempatan mereka untuk memamerkan produknya,” pungkas Iswanto.

Reporter: Reji

Partai Aceh Merndaftar ke KIP, Jubir: Persyaratan Sudah Terpenuhi

0
Ketua PA Muzakir Manaf bersama pengurus PA di Kantor KIP Aceh. (Nukilan.id)

Nukilan.id – Juru Bicara Partai Aceh (PA) Nurzahri mengatakan, Partai Aceh sudah mendaftar sebagai peserta pemilu 2024 , dan panduan sipol semua persyaratan kita sudah terpenuhi secara sempurna.

Hal itu disampaikan Nurzahri pada konfersi pers yang digelar KIP Aceh di Banda Aceh, Minggu (7/8/2022).

“Sebenarnya Partai Aceh mengisi formulir kepengurusan melebihi target yang telah di tentukan yaitu 1/1000 dari penduduk Aceh, kita mengisi yang kita upload 142% dari yang dipersyaratkan,” Kata Nurzahri.

Katanya, Begitu juga keikutsertaan perempuan 32% di semua level kepengurusan, termasuk oersyaratan-persyaratan lainnya.

“Karena kami sudah lewat di treshould 2019, pada pendaftaran kali ini kami hanya diwajibkan mendaftrakna saja dengan melengkapi semua berkas tidak dilakukan verifikasi vaktual lagi,” jelasnya.

Kehadiran Partai Aceh di Kantor KIP Aceh turut diramaikan oleh kader Partai dan seniman penabuh Rapai. Dan, pendafrtan PA sebagai peserta pemilu, menjadi partai lokal pertama yang mendaftar.

Acara penyerahan berkas pendaftaran dihadiri hadiri Ketua Umum PA Mualem, Sekjen PA Abu Razak, Pon Yahya, Tarmizi Panyang, Tarmizi Sp, Irfansyah, Azhari Cage, juga turut hadir Ketua Banwaslu Aceh.[]

Reporter: Hadiansyah

Partai Aceh Mendaftar Sebagai Peserta Pemilu ke KIP Aceh

0
Partai Aceh mendaftar ke KIP Aceh. (Foto: Nukilan.id)

Nukilan.id – Partai Aceh mendaftar sebagai peserta pemilu ke Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh, Lingke, Banda Aceh, Minggu (7/8/2022).

Kehadiran Partai Aceh ke Kantor KIP Aceh turut diramaikan oleh kader Partai dan seniman penabuh Rapai. Dan, pendafrtan PA sebagai peserta pemilu, menjadi yang pertama partai lokal yang ikut mendaftar.

Ketua KIP Aceh Samsul Bahri dalam konferensi Pers mengatakan partai Aceh sudah menyerah 3 surat dukumen untuk pendaftaran partai politik lokal, adapun dokumen tersebut berupa Surat pernyataan partai politik lokal, Rekapitulasi pengurus Partai Aceh, dan surat dengan dokumen yang sudah di unggah melalui Sistem Informasi Partai Politik (SSipol).

Selanjutnya Partai Aceh menyerahkan dokumen pendaftaran dari ketua partai Aceh Muzakir Manaf kepada ketua KIP Aceh Samsul Bahri.

“Saat ini di Sipol Partai Aceh sudah lengkap syarat, semoga dukomen yang di bawa juga lengkap nantinya, apabila sudah lengakp Partai Aceh tinggal nenunggu tanggal 14 untuk informasi dari kami yang akan memeriksa dokumen,” kata Samsul Bahri.

Acara penyerahan berkas pendaftaran dihadiri hadiri Ketua Umum PA Mualem, Sekjen PA Abu Razak, Pon Yahya, Tarmizi Panyang, Tarmizi Sp, Irfansyah, Azhari Cage, juga turut hadir Ketua Banwaslu Aceh.

Reporter: Hadiansyah

TA Khalid Bisik Prabowo Suruh Bawa Tim Sepak Bola Aceh ke Luar Negeri

0
Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto dibisiki Ketua Gerindra Aceh TA Khalid dalam penutupan partai final Nusantara Open 2022 di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Senin, (1/8/2022)(FACEBOOK PRABOWO SUBIANTO)

Nukilan.id – Video Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto dibisiki Ketua Gerindra Aceh, TA Khalid viral di media sosial. Video dan foto itu juga diunggah ke akun resmi Facebook Prabowo yang sudah centang biru.

Video itu saat Prabowo menghadiri penutupan Nusantara Open 2022, Senin (1/8/2022) lalu. Saat itu, pada partai final skuad PSLS Lhokseumawe Aceh bertemu Persib Bandung di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, dengan skor akhir 2-0.

Awalnya, Prabowo menyediakan hadiah uang tunai Rp 1 miliar juara pertama, sedangkan runner up sebesar Rp 750 juta, dan juara ketiga Rp 500 juta.

Pada event itu, Persib Bandung keluar sebagai juara pertama, PSLS juara kedua, dan juara ketiga didapuk dua tim, Garuda Nusantara dan Borneo FC.

Khusus untuk juara satu dibawa ke luar negeri, khususnya negara di Benua Eropa selama sebulan untuk latihan bertanding. Belum dijelaskan negara mana yang dipilih untuk lokasi pemusatan latihan itu.

Sesaat sebelum pemberian piala, TA Khalid yang juga anggota DPR RI asal Aceh berbisik dengan Prabowo. Pria yang akrab disapa TA ini membisikan agar juara kedua juga turut dibawa ke luar negeri untuk latihan selama sebulan.

Usai berbisik, Prabowo dalam sambutannya saat penutupan event itu menyebutkan antusias permainan sore itu luar biasa.

“Yang menang akan kita kirim ke luar negeri untuk latihan pertandingan minimal satu bulan. Tapi, saya lihat tadi runner-up sangat semangat dan terampil, yang juara kedua kita kirim keluar negeri juga,” kata Prabowo Subianto.

Sontak saja, seluruh pemain U-16 asal Lhokseumawe itu bersorak gembira. Video bisikan TA Khalid dan pengumuman dari Prabowo inilah viral di semua platform media sosial.

TA Khalid yang dihubungi per telepon Jumat (5/8/2022) menyebutkan, dirinya mengapresiasi kegigihan perjuangan skuad PSLS Lhokseumawe.

“Ini ikhtiar kita untuk kemajuan sepak bola Aceh dan Indonesia. Saya tentu berbisik pada Bapak (Prabowo) agar Lhokseumawe juga merasakan bagaimana berlaga di luar negeri, selama sebulan. Bekal pengalaman ini baik untuk kemajuan sepak bola Aceh,” kata TA Khalid.

Dia mendorong, pemerintah daerah di Aceh serius mengembangkan potensi anak muda bidang olah raga. “Beri apresiasi bagi mereka anak muda Aceh, beri jalan dan ruang. Agar mereka bisa berprestasi tingkat nasional dan internasional,” pungkasnya. [Kompas]

Kuasa Hukum Tuding Kejari Aceh Singkil Tidak Humanis

0
Penasehat Hukum, Kasibun Daulay, SH (kiri) dan Faisal Qasim, SH, MH (kanan). Foto: Dok. ist)

Nukilan.id – Kuasa hukum tersangka kasus tindak pidana korupsi di Singkil mempertanyakan sikap humanis Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Singkil yang tidak memberikan akses yang memadai untuk keluarga bertemu tersangka.

Mereka juga mempertanyakan keseriusan Kejari Aceh Singkil terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan kapal penumpang di Dinas Perhubungan (Dishub) Aceh Singkil yang saat ini masih diproses Kejaksaan dan sudah memasuki tiga kali perpanjangan penahanan dan belum juga dilimpahkan ke pengadilan Tindak Pidana Korupsi Pada Pengadilan Negeri Banda Aceh.

“Hingga kini Kejaksaan belum jelas mau diapakan kasus ini. Jika memang sangkaan terhadap tersangka belum terpenuhi unsur pidana, lebih baik proses hukumnya dihentikan saja.
Apalagi selama ini proses hukum terhadap mereka mencederai rasa keadilan bagi tersangka,” kata Advokat Guntur Rambe, salah seorang kuasa hukum para tersangka kepada Nukilan, Minggu (7/8/2022).

Sejak awal perlakuan Kejari Aceh Singkil dinilai tidak manusiawi karena ditutupnya akses tersangka bertemu keluarga dalam waktu yang lama, termasuk ketika salah seorang tersangka yang ditahan di Rutan Singkil, harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Aceh Singkil.

“Bahkan situasi tersebut terus terjadi hingga saat ini,” ujar Guntur.

Sementara itu, Advokat Kasibun Daulay dan Nourman Hidayat, mengatakan, pihaknya sudah pernah minta atensi Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh agar menegur dan mengawasi proses hukum yang sedang ditangani Kejari Aceh Singkil tersebut.

“Sejak awal penetapan tersangka, kejaksaan negeri Singkil terlalu gegabah sampai ekspose di media massa dan sosial media secara besar-besaran,” terang Kasibun.

Terkesan seolah sudah berhasil membongkar kejahatan nasional dengan kerugian negara yang maha dahsyat. Padahal jika kasus ini sampai putusan dan harus kembalikan kerugian negara, masing-masing tersangka hanya harus kembalikan 40 juta rupiah saja.

“Itupun kalau terbukti. Jika tidak terbukti maka kemerdekaan tersangka yang direnggut hingga kini harus dikembalikan dengan cara apa?,” tanya Faisal Qasim, Advokat lain dalam kasus ini.

Menurut Kasibun apa yang dilakukan oleh Kejari Aceh Singkil ini sudah terlalu melukai rasa keadilan. Ini contoh buruk penegakan hukum oleh Kejaksaan Negeri di Aceh.

Padahal slogan kejaksaan dalam ulang tahunnya yang ke-62, adalah salah satunya, penegakan hukum yang humanis. Apa yang dilakukan oleh Kejari Aceh Singkil seolah membuyarkan semangat baru korp Adhiyaksa untuk menjadi terbaik dalam hal pelayanan dan sikap humanis.

Sebelumnya Jaksa Agung S Burhanuddin menegaskan warga Adhyaksa seluruhnya baik di pusat maupun di daerah, mengakhiri praktek penegakkan hukum yang tidak terpuji. Akan tetapi, kembangkan praktik penegakan hukum integral, yang dapat menjamin keadilan dan keamanan warga masyarakat, peradilan yang jujur dan bertanggung jawab, etis dan efesien, serta berpatokan pada hati nurani.

“Namun arahan Jaksa Agung ini tidak dilaksanakan oleh Kejari Singkil,” pungkas Kasibun lagi. []

Nourman: Sampai Kiamat Unsur Pidana Ahmadi Cs Tidak Dapat Dipenuhi

0
Pengacara Nourman Hidayat. (foto: Ist)

Nukilan.id – Dua dari tiga tersangka kasus penjualan kulit harimau di Bener Meriah, Ahmadi dan Syuryadi, terhitung sejak 1 Agustus 2022 dikeluarkan dari ruang tahanan Polda Aceh karena masa penahanan terhadapnya sudah berakhir.

Demikian disampaikan Kuasa Hukum Ahmadi, Nourman Hidayat dalam keterangannya kepada Nukilan, Minggu (7/8/2022).

Menurut Nourman, masa penahanan dan perpanjangan masa penahanan terhadap Ahmadi sudah selesai per 1 Agustus, dan pada hari yang sama Ahmadi dijemput pihak keluarganya untuk pulang ke kampung halamannya di bener meriah.
Masa penahanan pertama selama dua puluh hari dan perpanjang kedua juga sudah selesai, namun penyidik PPNS KLHK belum mampu penuhi arahan jaksa terkait unsur pidana yang bisa disangkakan kepada kliennya.
Hingga kini berkasnya belum lengkap dan statusnya masih P19.
Menurut Nourman, akan lebih baik jika penyidik PPNS menghentikan proses hukum ini karena lemah dalam pemberkasan dan unsur pasal. Menurut keterangan Nourman, unsur pasal 21 ayat 2 huruf d , yakni memiliki, menyimpan, dan memperniagakan, belum terpenuhi.
“Apalagi unsur memperniagakan , sampai kiamat tidak akan sanggup mereka penuhi karena pembelinya tidak dibidik sebagai tersangka” kata Nourman serius.
Untuk itu akan lebih baik Gakkum KLHK bekerja lebih rapi dan dengan pendekatan penegakan hukum yang profesional, humanis dan asas praduga tak bersalah.

8 Kuliner Aceh yang Wajib Dicicipi Pelancong

0
Timphan | ROMY PARLA/COOKIN.ID

Nukilan.id – Aceh merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang diberi status sebagai daerah istimewa dan juga diberi kewenangan otonomi khusus. Terletak di ujung utara pulau Sumatera, daerah yang kerap dijuluki ‘Serambi Mekah’ ini memiliki banyak varian kuliner kaya rempah dan rasa.

Sebagai rekomendasi, berikut 8 kuliner Aceh yang bisa dicicipi saat berkunjung ke Tanah Rencong ini:

1. Pisang Sale

Pisang Sale terbuat dari pisang yang dibaluri gula tebu, kemudian diasap seperti ikan salai. Sudah ada sejak dahulu kala, Pisang Salai digemari banyak orang berkat rasa manisnya yang khas.

2. Kembang Loyang

Jajanan khas Aceh ini berbentuk menyerupai bunga atau kembang, dan terbuat dari campuran tepung beras dan wijen. Bercita rasa manis gurih, Kembang Loyang umum disajikan saat Hari Raya Idul Fitri.

3. Keukarah

Keukarah atau Kue Karah termasuk jajanan populer di kalangan masyarakat Aceh. Kue ini terbuat dari tepung beras yang dibentuk menyerupai bongkahan bihun kering. Bercita rasa manis dan renyah, Keukarah kerap disajikan dalam acara tradisional masyarakat Aceh, terutama Aceh Barat.

4. Lepat

Lepat merupakan jajanan khas Aceh yang dibungkus menggunakan daun pisang. Terbuat dari tepung ketan, irisan gula, dan kepala parut oseng, Lepat umum disajikan ketika acara perayaan-perayaan masyarakat Gayo.

5. Dodoi Teupong

Dodol khas Aceh ini memiliki rasa manis, legit, dan enak. Masyarakat Aceh kerap menjadikan Dodoi Teupong sebagai kue hantaran pengantin.

6. Bu Gring

Jajajan khas Aceh satu ini terbuat dari nasi yang dijemur sampai kering, kemudian digoreng. Usai digoreng nasi dicampur dengan gula karamel dan dimasukkan ke cetakan.

7. Kue Timpan

Kue Timpan merupakan jajanan khas asal Nanggroe Aceh Darussalam. Kue manis ini terbuat dari tepung ketan yang diberi isian nangka dan kelapa muda parut. Di Aceh, kue timpan umum ditemukan dalam acara-acara resmi maupun non resmi.

8. Mi Aceh

Mi Aceh sudah banyak dijual di berbagai daerah di Indonesia. Bercita rasa kenyal dan kaya rempah, Mi Aceh tersedia dalam dua varian sajian: kuah dan goreng. Dan bisa ditambahkan berbagai topping, mulai telur, daging, kepiting, seafood, dan lain-lain. [Kompas]

Ketum DPP IKAN Apresiasi Disdikbud Aceh Besar Terkait Sosialisasi P4GN ke Sekolah-Sekolah

0
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Inspirasi Keluarga Anti Narkoba (DPP IKAN) Syahrul Maulidi, SE, M.Si. (Foto: Ist)

Nukilan.id – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Besar atas kontribusi bersama Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) Kemdikbudristek telah melakukan pengembangan Konten Publikasi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan peredaran gelap (P4GN) dalam rangka penurunan angka Prevalensi Penyalahgunaan Narkoba dikalangan generasi milenials dan melakukan sosialisasi kepada siswa SMP di Kabupaten Aceh Besar.

Pada kegiatan tersebut Disdikbud Aceh Besar menggandeng Inspirasi Keluarga Anti Narkoba (IKAN) dan budayawan untuk mensosialisasikannya.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Inspirasi Keluarga Anti Narkoba (DPP IKAN) Syahrul Maulidi, SE, M.Si sangat mengapresiasi atas terlaksananya kegiatan Sosialisasi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) ke sekolah -sekolah tingkat SMP yang diinisiasi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar.

“Kegiatan sosialisasi ini sangat menarik karena mensinergikan materi tentang bahaya narkoba dengan seni tutur syair-syair Aceh dan kearifan lokal (bahasa Aceh),” kata Syahrul Maulidi dalam keterangannya kepada Nukilan, Jum’at (5/8/2022).

“Konsep sosialisasi seperti ini tentu sangat menarik perhatian dan antusias dari siswa dalam mengikutinya,” tambahnya.

Ia melihat para siswa sangat teredukasi tentang wawasan bahaya narkoba dan mereka juga teredukasi dengan syair-syair mencegah narkoba dengan bahasa Aceh.

Syahrul berharap kerjasama seperti ini bisa terus berlanjut tidak hanya ke 5 (lima) sekolah saja tapi kita juga harus mampu lakukan kesekolah-sekolah yang lain di Aceh Besar.

“Semoga saja kegiatan yang sudah kita mulai di Aceh Besar ini juga bisa menjadi inspirasi bagi daerah-daerah yang lain,” harapnya.

Menurutnya, semua pihak harus bergerak bersama dalam upaya pencegahan dini bahaya penyalahgunaan narkoba bagi siswa dan generasi muda bangsa.

Syahrul juga berharap adanya dukungan yang lebih besar lagi dari pemerintah Aceh.

“Ingat, jangan pernah kita lengah dan lupa bahwa Aceh masih berada dalam kondisi Darurat Narkoba,” pungkas Syahrul Maulidi.[Wanda]

Warga Indrapuri Ditemukan Meninggal Terseret Arus di Pantai Lhoknga

0

Nukilan.id – Nazaruddin (31) Warga Desa Lingom, Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar ditemukan Tim SAR Kota Banda Aceh dalam kondisi meninggal dunia di Pantai Lhoknga, Sabtu (6/8/2022).

Berdasarkan informasi diterima Nukilan, korban diduga terseret arus saat memancing ikan di sekitaran lokasi Pantai Lhoknga, Aceh Besar.

“Kronologinya, pukul 17.00 WIB kemarin, saat masyarakat berenang di sekitar pantai Lhoknga, terlihat 1 orang korban terseret arus yang diperkirakan sudah meninggal dunia,” kata Kepala Basarnas Banda Aceh, Ibnu Harris Al Hussain dalam keterangannya kepada Nukilan.

Kata dia, pada pukul 17.30 WIB saat akan dievakuasi, korban tersebut kembali hilang dihempas ombak dan terseret arus.

“Kemudian pukul 07.30 WIB pagi tadi, pelaksanaan operasi SAR dilanjutkan kembali dengan memperluas pencarian hingga 3 NM dari LKP dan melakukan penyisiran darat sejauh 2 km,” ujar Ibnu Harris.

Akhirnya, pada pukul 10.15 WIB korban ditemukan sekitar 2 Km arah Timur dari LKP dalam kondisi meninggal dunia.

Kemudian korban langsung dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Zainal Abidin (RSUDZA).

Reporter: Hadiansyah

UIN Ar-Raniry Target Raih Akreditasi Unggul 2023

0

Nukilan.id – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, Prof. Dr. Mujiburahman, M.Ag menargetkan pada tahun 2023 mendatang kampus UIN Ar-Raniry Banda Aceh bisa meraih akreditasi unggul.

“Ini menjadi tugas besar kita saat ini, yaitu menjadikan UIN Ar-Raniry mencapai akreditasi unggul di tahun 2023,” kata Prof Mujiburrrahman dalam diskusi santai di Aula Rektor UIN Ar-Raniry Banda, Sabtu (6/8/2022).

Menurutnya, dengan umur UIN Ar-Araniry yang sudah sangat tua yaitu 70 tahun, sudah sepatutnya mendapatkan akreditasi unggul, dan ini akan diupayakan pada tahun 2023 mendatang.

“Jadi dalam 100 hari pertama ini kita akan membenah kembali aura kampus pasca pandemi kemarin. Dan kita juga akan meningkat tridarma perguruan tinggi, untuk mencapai tata kelola yang baik, dan kita juga akan menggarap kampus lanjutan,” lanjut Prof Mujiburrahman.

Selain itu, Prof Mujiburrahman mengatakan dalam membangun kemajuan UIN Ar-Raniry kedepan pihaknya akan tetap mengacu pada nilai-nilai pancasila.

“Seperti moto kampus kita, yaitu energi kebangsaan, sinergi membangun negeri,” kata Prof Mujiburrahman.

Fungsi dan tugas UIN Ar-Raniry kedepan yaitu memberikan edukasi kepada masyarakat. Makanya, ia berharap media masa dapat bekerja sama dalam menyampaikan informasi tentang UIN Ar-Raniry, tentunya dengan informasi yang mendidik dan menyatukan masyarakat.

“Kita berharap pemberitaan tentang UIN Ar-Raniry terus digalakkan, karena ini bagian dari pengaruh dunia maya dalam meningkatkan elektabilitas. Karena seperti kita ketahui tahun 2021 lalu elektabilitas UIN Ar-Raniry berada di luar peringkat 10 besar dan sekarang sudah berada di peringkat 9,” harapnya.

Disisi lain, Rektor UIN Ar-Raniry ini menyampaikan, pihaknya akan mengadakan silaturahmi, sosialisasi dan membuat Kenduri Raya dengan mengundang seluruh tokoh-tokoh alumni UIN Ar-Raniry.

“InsyaAllah kegiatan itu akan digelar bertepatan Milad UIN Ar-Raniry pada Oktober mendatang,” pungkas Prof Mujiburrahman.

Reporter: Hadiansyah