Beranda blog Halaman 16

Bupati Aceh Utara Desak Pusat Percepat Pemulihan 18.000 Hektare Sawah Rusak Pascabanjir

0
Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil, yang akrab disapa Ayah Wa. (Foto: Humas Aceh Utara)

NUKILAN.ID | LHOKSUKON – Bupati Aceh Utara, H. Ismail A Jalil, SE., MM., yang akrab disapa Ayah Wa, meminta Pemerintah Pusat segera memperbaiki sekitar 18.000 hektare lahan sawah yang rusak akibat banjir besar pada akhir November 2025.

Permintaan tersebut disampaikan dalam rapat Monitoring dan Evaluasi (Monev) penggunaan tambahan Transfer Keuangan Daerah (TKD) pascabencana di Provinsi Aceh yang berlangsung di Gedung Serbaguna Sekretariat Daerah Aceh, beberapa hari lalu.

Dalam forum tersebut, Ayah Wa menekankan pentingnya percepatan pemulihan sektor pertanian agar masyarakat dapat kembali beraktivitas seperti semula, terutama para petani yang terdampak langsung.

“Supaya masyarakat kami dapat kembali turun sawah seperti sediakala. Kemudian kami butuh jembatan kami butuh 27 unit. Selain itu, 10.000 lahan tambak masyarakat dan 500 unit bot masyarakat yang kehilangan mohon kiranya pemerintah provinsi dan pemerintah pusat agar memberi perhatian,” jelas Ayah Wa.

Selain kerusakan sawah, ia juga mengungkap sejumlah kebutuhan mendesak lainnya, seperti perbaikan jembatan, bendungan, jalan, hingga infrastruktur irigasi yang rusak akibat bencana.

Ia menyebutkan, terdapat dua bendungan yang jebol serta berbagai fasilitas umum lain yang turut terdampak dan membutuhkan penanganan segera.

Dalam kesempatan itu, Ayah Wa juga menyoroti distribusi TKD yang dinilainya belum sepenuhnya mencerminkan kondisi daerah terdampak.

“Di Aceh Utara yang terdampak sebanyak 696 desa. Tetapi kalau kita lihat TKD di tabel ini, yang terdapat bukan yang terdampak. (Justru) yang tidak terdampak yang dapat. Jadi untuk apa kami diundang, mungkin untuk dapat ya,” pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Aceh, Inspektur Aceh, jajaran pemerintah daerah dari sembilan kabupaten/kota terdampak, serta SKPA terkait yang terlibat langsung dalam pengelolaan dan pengawasan penggunaan TKD pascabencana.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Ratusan KK Korban Banjir di Aceh Utara Masih Mengungsi, Huntara Belum Rampung

0
Tenda pengungsian di Desa Lhok Puuk, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara, Senin (30/3/2026)(FOTO: KOMPAS.COM/MASRIADI SAMBO)

NUKILAN.ID | LHOKSUKON – Pengungsi korban banjir masih tersebar di tiga kecamatan di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, yakni Kecamatan Langkahan, Baktiya, dan Seunuddon.

Berdasarkan data yang dihimpun Kompas.com, sebanyak 204 kepala keluarga (KK) masih bertahan di tenda pengungsian di Desa Lhok Puuk, Kecamatan Seunuddon. Sementara itu, 300 KK lainnya mengungsi di Desa Leubok Pusaka, Kecamatan Langkahan. Adapun di Kecamatan Baktiya, tercatat 19 KK masih berada di pengungsian.

Camat Langkahan, T Reza Ichwan, mengatakan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak hingga kini belum rampung. Ia menyebutkan proses pembangunan masih terus berjalan.

“Pengerjaannya masih berlanjut. April ini mungkin akan rampung. Barulah bisa kita pindahkan pengungsi ke hunian sementara,” ujar T Reza, Senin (30/3/2026).

Ia menambahkan, pemerintah terus mendorong percepatan pembangunan huntara agar para penyintas banjir dapat segera menempati hunian yang lebih layak dan nyaman.

Namun di lapangan, sejumlah warga menyebut fasilitas huntara belum memadai. M Tahir, salah seorang penyintas banjir di Desa Lhok Puuk, Kecamatan Seunuddon, mengungkapkan bahwa hunian sementara belum dilengkapi sarana dasar.

“Sehingga warga belum menempatinya,” tutur dia.

Kondisi serupa juga terjadi di Kecamatan Baktiya. Huntara di wilayah tersebut dilaporkan belum dilengkapi pintu, jendela, toilet, maupun instalasi listrik.

Ismail, penyintas banjir di Desa Matang Linya, Kecamatan Baktiya, mengatakan keterlambatan pembangunan sempat dipicu ketiadaan material.

“Sebelumnya tidak ada bahan material untuk hunian sementara. Sehingga pekerja pulang dulu. Kami berharap bisa segera pindah ke huntara,” ujarnya.

Para pengungsi juga memprotes data yang dirilis satuan tugas rekonstruksi dan rehabilitasi Sumatera yang menyatakan tidak ada lagi warga yang tinggal di tenda pengungsian di Aceh Utara.

“Kami ini apa bukan pengungsi, apa bukan di tenda,” tegas Ismail.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Wagub Aceh Sambut Hangat Kepulangan Dai Juara Nasional

0
Wagub Aceh Sambut Hangat Kepulangan Dai Juara Nasional. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menyambut kepulangan dai muda berprestasi, Tgk. Habibi An Nawawi, di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Selasa (31/3/2026).

Penyambutan berlangsung khidmat dengan prosesi adat Aceh, mulai dari penyematan syal hingga peusijuk yang sarat makna doa dan keberkahan. Suasana haru dan kebanggaan turut mewarnai momen tersebut.

Kehadiran Tgk. Habibi tidak hanya disambut sebagai seremoni, tetapi juga menjadi simbol apresiasi atas capaian generasi muda Aceh yang mampu berprestasi di tingkat nasional, khususnya di bidang dakwah.

Dalam pernyataannya, Fadhlullah menegaskan bahwa keberhasilan Tgk. Habibi sebagai juara nasional merupakan bukti kuatnya tradisi keilmuan Islam yang tumbuh dan berkembang di Aceh.

Ia menilai, capaian tersebut dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus menuntut ilmu, memperkuat nilai keagamaan, serta berkontribusi melalui dakwah yang menyejukkan dan konstruktif.

“Ini bukan sekadar kemenangan individu, tetapi kebanggaan kolektif masyarakat Aceh,” ujar Fadhlullah.

Momentum ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya dukungan bersama dalam melahirkan generasi unggul yang mampu membawa nama baik daerah di kancah nasional.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Kak Na Apresiasi Hasil Renovasi Galeri Dekranasda Aceh: “Nyoe Bereh!”

0
Kak Na Apresiasi Hasil Renovasi Galeri Dekranasda Aceh. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.ID | Banda Aceh – Ketua Umum Dekranasda Aceh, Marlina Muzakir, mengapresiasi keberhasilan renovasi total Galeri Dekranasda Aceh yang dinilai tampil lebih modern, nyaman, dan estetik.

Apresiasi tersebut disampaikan saat meninjau langsung galeri yang berada di kompleks Taman Ratu Syafiatuddin, Selasa (31/3/2026) sore. Ia didampingi Ketua Dharma Wanita Persatuan Aceh Malahayati serta Ketua Harian Dekranasda Aceh, T Adi Darma.

“Nyoe bereh. Lage nyoelah galery (ini beres/keren. Seperti inilah seharusnya galery),” ujar perempuan yang akrab disapa Kak Na itu sesaat setelah memasuki galeri.

Meski belum diisi dengan berbagai produk kerajinan, tampilan galeri pascarenovasi sudah menunjukkan desain kekinian yang dinilai mampu menarik perhatian. Kak Na optimistis suasana baru tersebut akan meningkatkan minat wisatawan untuk berkunjung dan berbelanja produk kerajinan khas Aceh.

Ia menekankan, produk yang nantinya dipajang harus merupakan hasil kerajinan pilihan dengan kualitas terbaik serta mencerminkan identitas dan nilai ke-Acehan.

“Bang Darma sudah bisa menghubungi pengurus Dekranasda kabupaten dan kota untuk segera mengirimkan hasil kerajinan terbaik karya para pengrajin se-Aceh,” kata Kak Na.

“Jadi harus hasil kerajinan pilihan dan tentu saja dengan hasil pengerjaan dan kualitas terbaik serta mencerminkan ciri khas Aceh,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Harian Dekranasda Aceh, T Adi Darma, menyatakan pihaknya siap menindaklanjuti arahan tersebut dengan segera berkoordinasi bersama pengurus Dekranasda di seluruh kabupaten dan kota.

“Saat ini kita masih melakukan sentuhan akhir pada proses renovasi galery. Sesuai permintaan Ibu Ketum, kami tentu akan segera menindaklanjuti hal tersebut, agar saat proses renovasi selesai, galery bisa segera kita isi dengan berbagai hasil kerajinan khas yang mewakili 23 kabupaten dan kota se-Aceh,” ujar Darma.

Selain ruang pajang, Galeri Dekranasda Aceh kini juga dilengkapi dengan sejumlah fasilitas pendukung seperti ruang rapat, dapur bersih, dan toilet.

Dalam peninjauan tersebut, Kak Na turut didampingi jajaran pengurus Dekranasda Aceh lainnya.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Kak Na Dorong Pendataan Pengrajin Terdampak Bencana di Seluruh Aceh

0
Ketua TP PKK Aceh sekaligus Ketua Dekranasda Aceh, Marlina Muzakir, mengajak seluruh jajaran pengurus Dekranasda untuk segera menginventarisasi para pengrajin yang terdampak bencana di 18 kabupaten/kota di Aceh. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Ketua TP PKK Aceh sekaligus Ketua Dekranasda Aceh, Marlina Muzakir, mengajak seluruh jajaran pengurus Dekranasda untuk segera menginventarisasi para pengrajin yang terdampak bencana di 18 kabupaten/kota di Aceh.

Hal tersebut disampaikan Marlina saat kegiatan silaturahmi dan halal bihalal Idul Fitri 1447 Hijriah bersama jajaran pengurus Dekranasda Aceh di Meuligoe Gubernur Aceh, Senin (30/3/2026) pagi.

“Upaya pendataan dan inventarisasi pengrajin yang terimbas bencana harus secepatnya kita lakukan. Karena itu, koordinasi dengan Dekranasda kabupaten dan kota penting untuk terus kita perkuat,” ujar perempuan yang akrab disapa Kak Na itu.

Ia menambahkan, pemulihan kondisi para pengrajin tidak hanya menyangkut aspek ekonomi, tetapi juga kondisi psikologis serta keberlangsungan usaha mereka.

“Pemulihan psikis dan tempat usaha mereka tentu menjadi PR kita bersama. Insya Allah, dengan kebersamaan kita akan menemukan solusi bagi upaya pemulihan saudara-saudara kita para perajin agar bisa segera bangkit dan kembali berusaha,” sambungnya.

Menurut Kak Na, momentum Hari Raya Idul Fitri harus dimanfaatkan untuk memperkuat solidaritas dan kebersamaan dalam mendukung kebangkitan para pengrajin pascabencana.

Dalam kegiatan tersebut, Kak Na turut didampingi Ketua Dharma Wanita Persatuan Aceh, Malahayati. Acara itu juga dihadiri oleh para pengurus serta guru Taman Kanak-Kanak (TK) binaan TP PKK Aceh.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Mulai 1 Mei, Iuran BPJS Sebagian Warga Aceh Tak Lagi Ditanggung JKA

0
Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA. Foto: (Humas Aceh).

NUKILAN.ID | Banda Aceh – Pemerintah Aceh mengumumkan perubahan kebijakan terkait Jaminan Kesehatan Aceh (JKA). Mulai 1 Mei 2026, pembayaran iuran BPJS bagi sebagian warga tidak lagi ditanggung oleh pemerintah daerah.

Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, menyampaikan bahwa kebijakan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Peraturan Gubernur Aceh Nomor 2 Tahun 2026 tentang JKA. Sosialisasi aturan ini telah dilakukan pada Senin (30/3) secara daring dan dipimpin oleh Asisten I mewakili Sekda Aceh, serta diikuti oleh SKPA, bupati, SKPK, rumah sakit, dan pihak terkait lainnya.

“Substansi sosialisasi terkait pelaksanaan JKA 2026 adalah mulai 1 Mei 2026 masyarakat Aceh yang masuk dalam kategori sejahtera (desil 8, 9 dan 10) tidak lagi ditanggung oleh JKA. Namun untuk masyarakat dengan kasus medis serius katastropik seperti cuci darah tetap ditanggung JKA dan tidak dipengaruhi desil tertentu,” kata MTA, Selasa (31/3/2026).

Ia menjelaskan, selama ini masyarakat Aceh dengan kategori desil ekonomi 1 hingga 5 telah ditanggung melalui APBN dalam program Jaminan Kesehatan Nasional Penerima Bantuan Iuran (JKN PBI JK). Sementara itu, masyarakat pada desil 6 hingga 10 sebelumnya ditanggung melalui program JKA, kecuali TNI, Polri, dan ASN.

Namun dalam kebijakan terbaru, JKA hanya akan menanggung masyarakat pada kategori ekonomi menengah, yakni desil 6 dan 7. Sedangkan masyarakat dengan kategori sejahtera pada desil 8, 9, dan 10 diminta untuk membayar iuran BPJS secara mandiri.

“Untuk itu masyarakat desil 8, 9 dan 10 diharapkan dapat mengalihkan ke BJPS mandiri untuk mempertahankan UHC-nya,” jelasnya.

MTA menambahkan, kebijakan ini diambil dengan mempertimbangkan kondisi fiskal Aceh yang mengalami penurunan, terutama dari pendapatan dana otonomi khusus yang berkurang hingga 50 persen.

“Masyarakat Aceh dapat mengecek status desil pribadi masing-masing melalui link datawarga.acehprov.go.id,” lanjutnya.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Bunda Salma Kecam Pengeroyokan Haji Faisal di Polda Metro Jaya, Desak Penegakan Hukum Transparan

0
bunda salma
Anggota DPRA dari Partai Aceh, Salmawati SE., MM—yang akrab disapa Bunda Salma. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Anggota DPRA Komisi III Fraksi Partai Aceh, Salmawati SE., MM—yang akrab disapa Bunda Salma, mengecam keras aksi pengeroyokan terhadap tokoh masyarakat Aceh, Haji Faisal, yang terjadi di lingkungan Polda Metro Jaya pada Rabu (26/3/2026). Ia menilai insiden tersebut memprihatinkan karena berlangsung di institusi penegak hukum yang seharusnya menjadi tempat aman bagi masyarakat untuk mencari keadilan.

Menurut Bunda Salma, apa pun persoalan yang sedang dihadapi korban, pendekatan kemanusiaan serta prinsip perlindungan hukum harus tetap dikedepankan. Ia menegaskan bahwa peristiwa yang terjadi di ruang penyidikan merupakan hal serius dan tidak bisa dianggap sebagai kejadian biasa.

Sebagai tokoh perempuan Aceh, ia menilai insiden tersebut telah mencederai rasa keadilan publik dan memicu keprihatinan luas, khususnya di kalangan masyarakat Aceh. Karena itu, ia meminta aparat kepolisian segera mengusut tuntas seluruh pihak yang terlibat, baik pelaku langsung maupun pihak yang diduga berada di balik kejadian tersebut.

Bunda Salma juga mendesak Kapolri untuk memastikan proses hukum berjalan secara profesional, transparan, dan tanpa pandang bulu. Ia menegaskan bahwa setiap warga negara memiliki hak yang sama dalam memperoleh perlindungan hukum, terlebih ketika peristiwa terjadi di lingkungan aparat penegak hukum.

Selain itu, ia mengajak masyarakat Aceh, khususnya yang berada di perantauan seperti Pulau Jawa dan wilayah Jabodetabek, untuk tetap solid serta mengawal proses hukum secara damai dan konstitusional. Ia berharap kehadiran negara melalui penegakan hukum yang tegas dan berkeadilan dapat memulihkan rasa aman serta kepercayaan masyarakat terhadap institusi hukum di Indonesia. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Bupati Bireuen Sampaikan Duka atas Gugurnya Prajurit TNI dalam Misi PBB di Lebanon

0
Bupati Bireuen, H Mukhlis ST bersama Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) TNI, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BIREUEN – Bupati Bireuen, H. Mukhlis ST, menyampaikan belasungkawa atas gugurnya seorang prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon.

Prajurit tersebut adalah Praka Farizal Rhomadhon (28), personel Satgas Yonmek TNI Kontingen Garuda (Konga) XXIII-S UNIFIL, yang meninggal dunia dalam insiden penyerangan di Distrik Marjayoun, Lebanon Selatan.

Menanggapi kabar duka itu, H. Mukhlis mengungkapkan rasa kehilangan yang mendalam, sekaligus mendoakan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan. Ia juga berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan.

“Kami atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Bireuen menyampaikan belasungkawa atas gugurnya Praka Farizal, kita mendo’akan semoga almarhum mendapatkan tempat yang layak di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberi ketabahan,” ujarnya.

Diketahui, almarhum meninggalkan seorang istri, Fafa Nur Azila (25), dan seorang anak perempuan, Shanaya Almahyra Elshanu (2), yang saat ini tinggal di asrama Kompi Markas Yonif 113/JS di Bireuen.

Mukhlis menyebut, peristiwa tersebut menjadi duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga masyarakat. Pemerintah Kabupaten Bireuen, kata dia, siap memberikan perhatian kepada keluarga yang ditinggalkan.

“Kami mengutuk keras tindakan penyerangan terhadap prajurit yang menjalankan misi perdamaian, mereka menjalankan tugas menjaga perdamaian dan seharusnya dilindungi oleh semua pihak,” tegasnya.

Selain pemerintah daerah, berbagai elemen masyarakat juga turut menyampaikan rasa duka atas insiden tersebut.

Sebelumnya, prajurit TNI tersebut dilaporkan meninggal dunia akibat insiden yang diduga terkait serangan artileri di kawasan Adshit Al-Qusayr, Lebanon Selatan, pada Kamis malam waktu setempat.

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, turut mengecam keras insiden tersebut. Ia menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban serta pemerintah Indonesia.

“Saya menyampaikan belasungkawa kepada keluarga, teman dan kolega penjaga perdamaian yang meninggal serta kepada Indonesia,” ungkap Guterres.

Farizal Rhomadhon yang lahir di Kulon Progo, Yogyakarta, pada 3 Januari 1998, direncanakan akan segera dipulangkan ke Indonesia. Namun, lokasi pemakaman masih menunggu keputusan pihak keluarga, mengingat istri dan anaknya berada di Bireuen.

Pihak UNIFIL dalam pernyataan resminya juga membenarkan adanya satu personel yang tewas akibat serangan di wilayah tersebut, serta satu lainnya dalam kondisi kritis. Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Israel dan Hizbullah di Lebanon Selatan.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Wakil Ketua DPRK Banda Aceh Daniel Abdul Wahab Gelar Halal Bihalal Bersama Jajaran Dewan

0

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Wakil Ketua DPRK Banda Aceh, Daniel Abdul Wahab, menggelar kegiatan halal bihalal bersama jajaran anggota dewan dan pegawai Sekretariat DPRK Banda Aceh di Balai Meusapat Lampaseh Aceh, Banda Aceh, Senin (30/3/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Para anggota dewan, pegawai sekretariat, serta staf pendukung saling bersilaturahmi dan bertukar cerita usai menjalani bulan suci Ramadhan dan merayakan Idulfitri, sebelum kembali menjalankan aktivitas seperti biasa.

Halal bihalal ini menjadi upaya mempererat hubungan antaranggota DPRK Banda Aceh, termasuk aparatur sipil negara di lingkungan sekretariat serta staf pendukung yang selama ini berperan dalam menunjang kinerja dewan.

Daniel Abdul Wahab menyampaikan harapannya agar momentum tersebut dapat memperkuat ukhuwah, kebersamaan, dan kekompakan seluruh pihak. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini juga menjadi ruang untuk saling bermaafan dan mempererat silaturahmi.

“Halal bihalal ini semata-mata untuk silaturahmi, saling bermaafan, dan meningkatkan kekompakan, karena setelah ini kita kembali melaksanakan kerja-kerja untuk masyarakat,” ujar politisi muda Partai NasDem tersebut.

Selain jajaran internal DPRK Banda Aceh, kegiatan ini turut melibatkan perangkat Gampong Lampaseh Aceh sebagai tuan rumah.

Ia berharap, setelah Ramadhan dan Idulfitri, seluruh pihak dapat meningkatkan semangat dan kinerja dalam menjalankan tugas, serta terus membangun kebersamaan demi memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

PKB Aceh Pererat Hubungan dengan Insan Pers, Dorong Peran Media sebagai Kontrol Sosial

0

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Aceh menggelar kegiatan coffee morning sekaligus halal bihalal bersama insan pers di Banda Aceh, Senin (30/3/2026).

Kegiatan ini menjadi wadah silaturahmi antara pengurus partai, anggota legislatif, dan para jurnalis yang selama ini berperan dalam menyampaikan informasi kepada publik serta menjalankan fungsi kontrol sosial.

Acara yang berlangsung dalam suasana hangat tersebut dihadiri Ketua DPW PKB Aceh yang juga Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, Ruslan M. Daud, sejumlah anggota DPRA dari PKB, jajaran pengurus wilayah, serta perwakilan media di Aceh.

Dalam sambutannya, Ruslan menyebut kegiatan ini sebagai momentum mempererat hubungan antara PKB dan insan pers, khususnya pasca-Idulfitri.

“Ini momentum silaturahmi setelah Lebaran. Kami ingin mempererat hubungan baik dengan teman-teman media yang selama ini menjadi mitra penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat,” kata Ruslan.

Ia menilai media memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah. Melalui pemberitaan yang objektif dan berimbang, masyarakat dapat memperoleh informasi yang akurat terkait berbagai kebijakan dan perkembangan di Aceh.

Ruslan juga mengapresiasi peran jurnalis yang selama ini mengawal berbagai isu pembangunan, termasuk program di sektor infrastruktur, kebencanaan, dan kesejahteraan masyarakat.

“Pers adalah mitra strategis bagi pemerintah dan juga bagi partai politik. Melalui media, masyarakat bisa mengetahui apa yang sedang terjadi dan bagaimana arah pembangunan daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Wilayah (Sekwil) PKB Aceh periode 2026–2031, Tgk Mujlisal, menekankan pentingnya fungsi media sebagai pengontrol sosial dalam kehidupan demokrasi.

Ia mengingatkan bahwa insan pers memiliki tanggung jawab besar dalam menyampaikan informasi yang benar kepada publik.

“Media adalah pengontrol sosial. Karena itu, ketika datang suatu berita kepada kalian, maka sampaikanlah kebenarannya kepada publik,” ujar Mujlisal.

Ia menambahkan, sinergi antara partai politik dan media menjadi kunci dalam menciptakan iklim demokrasi yang sehat, sekaligus mendukung pembangunan daerah yang transparan dan akuntabel.

Menurutnya, kegiatan coffee morning dan halal bihalal ini juga menjadi ruang dialog terbuka antara pengurus PKB dan jurnalis untuk bertukar pandangan terkait isu-isu yang berkembang di Aceh.

“Kami berharap hubungan baik ini terus terjalin. Media bukan hanya penyampai informasi, tetapi juga mitra yang membantu mengingatkan dan mengontrol jalannya pemerintahan maupun kebijakan publik,” katanya. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News