Beranda blog Halaman 15

DEMA UIN Ar-Raniry Apresiasi Kinerja Rektor Prof Mujiburrahman, Dukung Keberlanjutan Kepemimpinan 

0
Presiden Mahasiswa UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Tengku Raja Aulia Habibie. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Ar-Raniry Banda Aceh menyampaikan apresiasi sekaligus dukungan terhadap berbagai capaian yang diraih kampus di bawah kepemimpinan Rektor, Prof. Dr. Mujiburrahman.

Dalam beberapa tahun terakhir, UIN Ar-Raniry menunjukkan perkembangan signifikan, baik di tingkat nasional maupun internasional. Salah satu capaian terbaru adalah keberhasilan kampus tersebut meraih peringkat kedua nasional di bidang hukum berdasarkan pemeringkatan Scimago Institutions Rankings (SIR) 2026. Prestasi ini memperkuat posisi UIN Ar-Raniry sebagai salah satu pusat unggulan pengembangan ilmu hukum di Indonesia.

Sebelumnya, UIN Ar-Raniry juga mencatat prestasi sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) terbaik di Indonesia versi SIR 2025, serta menempati posisi ke-27 dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia. Capaian tersebut turut didukung oleh raihan akreditasi “Unggul” serta peningkatan kualitas riset, publikasi ilmiah, dan kolaborasi internasional.

Presiden Mahasiswa UIN Ar-Raniry, Tengku Raja Aulia Habibie, menilai capaian tersebut merupakan hasil dari kepemimpinan yang visioner dan konsisten dalam membangun ekosistem akademik yang kuat.

“DEMA UIN Ar-Raniry melihat bahwa berbagai prestasi yang diraih hari ini merupakan hasil nyata dari arah kebijakan dan kepemimpinan Prof. Mujiburrahman yang berorientasi pada peningkatan mutu, penguatan riset, serta daya saing global kampus,” ujarnya.

DEMA juga menilai transformasi yang terjadi di lingkungan kampus telah memberikan dampak positif, baik bagi mahasiswa maupun terhadap citra UIN Ar-Raniry secara keseluruhan.

Sebagai representasi mahasiswa, DEMA UIN Ar-Raniry menyatakan komitmennya untuk terus mendukung keberlanjutan pembangunan kampus.

“Kami siap menjadi mitra kritis sekaligus konstruktif dalam mendukung keberlanjutan kepemimpinan Prof. Mujiburrahman demi mewujudkan UIN Ar-Raniry sebagai kampus berkelas dunia,” tegasnya.

DEMA berharap capaian yang telah diraih tidak hanya dipertahankan, tetapi juga terus ditingkatkan melalui kolaborasi antara pimpinan kampus, dosen, dan seluruh mahasiswa.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

YLBH-KI Desak Evaluasi Kanit Pidum Polres Aceh Barat

0
Ketua Divisi Advokasi, Hukum, dan HAM Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Keadilan Indonesia (YLBH-KI) perwakilan Aceh Barat, Deni Setiawan. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | MEULABOH – Ketua Divisi Advokasi, Hukum, dan HAM Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Keadilan Indonesia (YLBH-KI) perwakilan Aceh Barat, Deni Setiawan, mendesak Kapolres Aceh Barat segera mengevaluasi Kepala Unit Pidana Umum (Kanit Pidum) Satreskrim Polres Aceh Barat.

Desakan tersebut disampaikan menyusul dugaan adanya persoalan dalam penanganan perkara yang dinilai tidak mencerminkan profesionalisme.

“Adanya beberapa laporan ke Propam Mabes Polri terhadap penyidik unit Pidum dan Kanit nya, itu menunjukkan bahwa ada yg keliru dari kepemimpinan kanit pidum Aceh Barat”.

Deni menyebutkan, berdasarkan temuan di lapangan, terdapat sejumlah persoalan dalam penanganan perkara, di antaranya lambatnya pemberian Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP), dugaan penghentian kasus yang tidak profesional, hingga indikasi perlambatan proses penanganan perkara.

Selain itu, ia juga menyoroti dugaan tidak dijalankannya hasil forum pertemuan yang turut dihadiri oleh Kasat Reskrim dan KBO Reskrim Polres Aceh Barat dalam salah satu perkara.

“Kami meminta kepada Bapak Kapolda Aceh dan Bapak Kapolres Aceh Barat, demi menjunjung tinggi marwah serta keprofesionalan Kepolisian dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap Intatitusi Kepolisian, maka menurut kami ini perlu segera dilakukan evaluasi dan pergantian kepala unit Pidana Umum Polres Aceh Barat”.

Menurutnya, Polres Aceh Barat memiliki sumber daya manusia yang dinilai lebih profesional untuk mengisi posisi tersebut.

“Kami rasa, Polres Aceh Barat banyak memiliki SDM yg lebih profesinal untuk menjalankan tugasnya diunit pidana umum tersebut”.

Ia menegaskan, evaluasi dan pergantian pejabat di unit tersebut penting dilakukan demi menjaga citra institusi kepolisian.

“Demi citra Kepolisian yang profeisonal, dan demi menjaga nama baik institusi dan Kapolres, maka kita mendesak agar dilakukan evaluasi serta adanya pergantian Kepala unit di pidana umum”.

Deni juga menilai persoalan ini harus ditangani secara serius agar tidak berdampak negatif terhadap pimpinan dan institusi Polres Aceh Barat di kemudian hari.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa Kanit Pidum tersebut, menurut pengetahuannya, tidak hanya dilaporkan ke Propam Mabes Polri, tetapi juga telah dilaporkan ke Kabag Wassidik Polda Aceh.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

JKA Disebut Marwah Rakyat Aceh, DPRK Banda Aceh Minta Jangan Dipangkas

0
Wakil Ketua Komisi III DPRK Banda Aceh, Tuanku Muhammad. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Isu perubahan kebijakan Program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) yang mulai berlaku pada Mei 2026 terus menuai sorotan publik. Salah satu poin krusial dalam kebijakan tersebut adalah pembatasan penerima manfaat hanya bagi kelompok ekonomi desil 6 dan 7, sementara kelompok di atasnya tidak lagi ditanggung.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Komisi III DPRK Banda Aceh, Tuanku Muhammad, menyampaikan keprihatinannya terhadap arah kebijakan tersebut. Ia menegaskan bahwa JKA bukan sekadar program bantuan kesehatan, melainkan simbol komitmen dan marwah Pemerintah Aceh dalam menjamin hak dasar masyarakat.

“JKA adalah marwah rakyat Aceh. Program ini lahir dari semangat keadilan sosial dan keistimewaan Aceh. Jangan sampai disunat hanya karena alasan berkurangnya Dana Otsus,” ujar Tuanku Muhammad.

Ia mengingatkan bahwa penguatan JKA juga merupakan bagian dari komitmen politik yang pernah disampaikan dalam masa kampanye kepemimpinan Aceh saat ini, termasuk pasangan Mualem–Dek Fad, yang menekankan pentingnya peningkatan kualitas layanan kesehatan serta perlindungan menyeluruh bagi masyarakat.

Menurutnya, komitmen tersebut harus diwujudkan secara konsisten dalam kebijakan nyata, bukan justru diikuti dengan penyempitan cakupan layanan.

“Komitmen kampanye harus menjadi pijakan moral dan politik dalam menjalankan pemerintahan. Jangan sampai apa yang dijanjikan kepada rakyat justru berbanding terbalik dengan kebijakan yang diambil,” tegasnya.

Ia juga menilai bahwa alasan berkurangnya Dana Otonomi Khusus (Otsus) tidak seharusnya menjadi dasar utama untuk mengurangi cakupan layanan kesehatan. Pemerintah Aceh dinilai perlu membangun kolaborasi yang kuat dengan DPRK, pemerintah kabupaten/kota, maupun pemerintah pusat guna mencari solusi alternatif, seperti optimalisasi anggaran dan efisiensi belanja.

Di sisi lain, Tuanku Muhammad menegaskan bahwa secara hierarki hukum di Aceh, qanun memiliki kedudukan lebih tinggi dibandingkan Peraturan Gubernur (Pergub). Karena itu, kebijakan teknis dalam Pergub tidak boleh bertentangan dengan substansi qanun sebagai payung hukum utama.

“Qanun Aceh nomor 4 tahun 2010 telah menegaskan bahwa pelayanan kesehatan adalah hak seluruh penduduk Aceh. Maka, Pergub sebagai aturan turunan tidak boleh mengurangi substansi tersebut. Ini penting untuk menjaga konsistensi hukum dan keadilan bagi rakyat,” jelasnya.

Ia menilai, kebijakan pembatasan berbasis desil berpotensi menimbulkan kesenjangan baru, terutama bagi masyarakat yang secara administratif tergolong mampu, namun secara riil masih kesulitan mengakses layanan kesehatan. Kondisi ini, menurutnya, semakin relevan pasca bencana banjir dan longsor yang terjadi pada akhir 2025, yang berdampak pada perubahan kondisi ekonomi masyarakat.

Meski mengakui tantangan fiskal akibat menurunnya Dana Otsus, ia menegaskan bahwa kondisi tersebut harus dijawab dengan kebijakan yang inovatif dan kolaboratif, bukan dengan mengurangi hak dasar masyarakat.

Ia juga mendorong Pemerintah Aceh untuk melakukan kajian ulang secara komprehensif dengan melibatkan DPRK, akademisi, serta elemen masyarakat sipil.

“Keputusan besar seperti ini harus melalui pertimbangan matang dan mendengar suara rakyat. Kolaborasi semua pihak menjadi kunci agar JKA tetap kuat, inklusif, dan berkeadilan,” tambahnya.

Sebagai penutup, ia berharap JKA tetap menjadi program unggulan yang melindungi seluruh masyarakat Aceh tanpa terkecuali, sekaligus menjadi bukti nyata keberpihakan pemerintah terhadap kesejahteraan rakyat. Ia juga menegaskan bahwa jika pemerintah menghadapi keterbatasan anggaran, maka efisiensi seharusnya dilakukan pada sektor lain, bukan pada program JKA yang selama ini dinilai sangat membantu masyarakat.

Isu ini diperkirakan akan terus berkembang seiring meningkatnya perhatian publik terhadap masa depan jaminan kesehatan di Aceh, serta konsistensi pemerintah dalam menjalankan komitmen politik dan amanah regulasi yang telah ditetapkan.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Kakanwil Kemenag Aceh Sambut Kepulangan Tgk Habibi, Lanjutkan Safari Dakwah

0
Kakanwil Kemenag Aceh Sambut Kepulangan Tgk Habibi. (Foto: Kemenag Aceh)

NKILAN.ID | BANDA ACEH – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Azhari, menyambut kepulangan Tgk Habibi An Nawawi, juara pertama ajang dakwah Akademi Sahur Indonesia (AKSI) 2026, di Bandara Internasional Iskandar Muda, Aceh Besar, Selasa (31/3/2026).

Penyambutan turut dihadiri Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, Plt Kadis Syariat Islam Aceh Marzuki, Bupati Aceh Barat Tarmizi, serta sejumlah mitra dan masyarakat. Prosesi dilakukan dengan penyematan kain khas Aceh dan peusijuek sebagai bentuk penghormatan adat.

Dalam sambutannya, Azhari menyampaikan rasa haru dan bangga atas kepulangan Tgk Habibi bersama tim Aceh, sekaligus mengapresiasi keberhasilannya meraih juara pertama dalam ajang dakwah nasional tersebut.

Ia menilai, materi dakwah Tgk Habibi dikenal kuat dari sisi literasi, pilihan kata yang bernas, serta relevan dengan generasi muda. Salah satu tema yang kerap diangkat adalah “3 Pilar Utama makmurnya negara” yang mencakup keamanan, kesejahteraan, dan pendidikan.

Prosesi penyambutan turut dimeriahkan dengan Rapai Geleng dan Seurunee yang diiringi Shalawat Badar. Setelah itu, Tgk Habibi juga menyampaikan sambutan serta pesan dakwah di hadapan para tamu yang hadir.

Selanjutnya, Tgk Habibi dijadwalkan menjalani safari dakwah selama empat hari, mulai 1 hingga 4 April 2026, di sejumlah wilayah di Aceh.

Pada Rabu (1/4), ia akan pulang ke kampung halamannya di Mugoe Rayeuk, Kecamatan Panton Reu, Aceh Barat, untuk mengikuti prosesi peusijuek. Ia juga akan berziarah ke makam pahlawan nasional Teuku Umar serta berbagi kisah inspiratif perjalanan hidupnya.

Kemudian pada Kamis (2/4), Tgk Habibi akan mengisi tabligh akbar di Masjid Agung Baitul Makmur, Meulaboh, pada pukul 20.00 WIB dengan tema persatuan masyarakat Aceh Barat. Kegiatan ini diharapkan dapat mempererat ukhuwah Islamiyah.

Selain itu, rangkaian agenda juga mencakup kegiatan akademik dan kepesantrenan, seperti Halal Bihalal di Universitas Teuku Umar serta talkshow di Dayah Ruhul Qur’ani.

Pada Jumat (3/4), ia akan melanjutkan safari dakwah ke Nagan Raya dan Aceh Barat Daya. Di Nagan Raya, Tgk Habibi dijadwalkan menyampaikan khutbah Jumat di Masjid Baitul A’la, sementara di Aceh Barat Daya akan mengisi tabligh akbar di Masjid Baitul Ghafur pada pukul 15.30 WIB.

Selanjutnya, pada Sabtu (4/4), Tgk Habibi akan mengisi tabligh akbar di Pesantren Darul Amilin, Aceh Selatan, sebelum kembali bertolak ke Banda Aceh.

Safari dakwah ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga membawa misi memperkuat ukhuwah serta meningkatkan semangat keagamaan masyarakat. Usai rangkaian kegiatan tersebut, Tgk Habibi direncanakan akan melanjutkan pendidikan ke Yaman.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Eks Pemain PSG Layvin Kurzawa Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Pidie Jaya

0
Eks Pemain PSG Layvin Kurzawa Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Pidie Jaya. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | MEREUDU — Kepedulian terhadap korban bencana kembali ditunjukkan oleh pesepak bola dunia, Layvin Kurzawa. Mantan pemain Paris Saint-Germain yang kini memperkuat Persib Bandung itu turun langsung ke lokasi banjir di Kabupaten Pidie Jaya pada 30 hingga 31 Maret 2026.

Bek kiri asal Prancis tersebut menyambangi sejumlah desa terdampak banjir untuk melihat langsung kondisi warga sekaligus menyalurkan berbagai bantuan yang dibutuhkan masyarakat.

Dalam kegiatan itu, Kurzawa bersama tim relawan menyalurkan fasilitas air bersih, membangun sarana MCK sementara, serta membagikan perlengkapan sekolah bagi anak-anak terdampak.

Selain itu, ia juga memberikan perlengkapan ibadah guna membantu warga tetap menjalankan aktivitas keagamaan di tengah kondisi pascabencana.

Di sela kegiatan, Kurzawa turut berinteraksi dengan anak-anak di lokasi pengungsian. Ia bahkan bermain sepak bola bersama mereka di lapangan sederhana sekitar area pengungsian.

Momen tersebut menjadi pengalaman tak terlupakan bagi anak-anak setempat, terlebih ketika Kurzawa membagikan bola sepak bertanda tangannya sebagai kenang-kenangan.

“Saya sedih melihat kondisi di sini. Semoga keadaan bisa segera membaik dan masyarakat bisa kembali menjalani aktivitas seperti biasa,” ujar Kurzawa saat berbincang dengan warga.

Bagi masyarakat, bantuan tersebut dinilai sangat membantu kebutuhan dasar pascabencana. Ruslan, Ketua Pemuda Desa Meunasah Balek, mengatakan fasilitas air bersih menjadi salah satu bantuan paling penting.

“Terima kasih atas bantuannya. Di desa kami, kemungkinan besar belum akan ada instalasi air bersih dalam waktu dekat, bahkan bisa sampai satu tahun atau lebih. Bantuan ini benar-benar membantu kebutuhan sehari-hari warga,” kata Ruslan.

Hal serupa disampaikan Usman, Keuchik Desa Genteng. Ia menilai pembangunan fasilitas MCK dan penyediaan air bersih sangat membantu masyarakat, terlebih karena lokasinya dekat dengan masjid yang menjadi pusat aktivitas warga.

“Fasilitas MCK dan air bersih ini sangat membantu, apalagi lokasinya dekat dengan masjid. Warga sangat terbantu. Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut karena kebutuhan di desa kami masih besar,” ujarnya.

Sementara itu, Keuchik Desa Meunasah Raya, Abdul Halim, turut mengapresiasi kehadiran langsung pemain sepak bola internasional tersebut.

Menurutnya, kehadiran Kurzawa tidak hanya memberikan bantuan fisik, tetapi juga dukungan moral bagi masyarakat yang tengah menghadapi masa sulit.

Crisna Akbar dari Sumatera Environmental Initiative selaku Koordinator Lapangan kegiatan menilai kehadiran Kurzawa memberikan dampak psikologis yang besar, khususnya bagi anak-anak yang sempat mengalami trauma akibat banjir.

“Kehadiran Kurzawa bukan hanya soal bantuan. Anak-anak terlihat kembali ceria. Ini penting untuk membantu pemulihan trauma mereka setelah bencana,” kata Crisna.

Menurutnya, interaksi sederhana seperti bermain bola bersama anak-anak mampu menciptakan suasana yang lebih positif di tengah kondisi pascabencana.

“Kita berharap kehidupan akan kembali normal,” tutupnya.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Cak Imin Kukuhkan Pengurus Baru DPW PKB Aceh Periode 2026–2031

0
Cak Imin Kukuhkan Pengurus Baru DPW PKB Aceh Periode 2026–2031. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Dewan Pimpinan Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa Provinsi Aceh masa bakti 2026–2031 resmi dikukuhkan di Hotel Hermes Palace Banda Aceh, Selasa (31/3/2026).

Pengukuhan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Umum DPP PKB, Abdul Muhaimin Iskandar yang akrab disapa Cak Imin. Dalam kepengurusan baru ini, anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PKB, Ruslan M. Daud dipercaya sebagai Ketua DPW PKB Aceh.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi momentum pengukuhan pengurus, tetapi juga dirangkaikan dengan orientasi politik serta Musyawarah Kerja Wilayah DPW PKB Aceh yang dihadiri jajaran pengurus pusat, tokoh partai, ulama, serta kader dari berbagai daerah di Aceh.

Prosesi pengukuhan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan Dewan Pimpinan Pusat PKB tentang penetapan komposisi dan personalia DPW PKB Aceh masa bakti 2026–2031 oleh Wakil Ketua Umum DPP PKB, Cucun Ahmad Syamsurijal.

Setelah pembacaan keputusan, acara dilanjutkan dengan pengambilan sumpah jabatan bagi para pengurus baru yang dipimpin langsung oleh Cak Imin.

Dalam suasana khidmat, para pengurus mengikuti ikrar sumpah jabatan sebagai bentuk komitmen dalam menjalankan amanah organisasi serta memperjuangkan kepentingan rakyat.

“Sumpah ini bukan sekadar seremonial. Ini adalah amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab kepada bangsa, negara, dan rakyat Indonesia, serta dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT,” ujar Cak Imin.

Dalam struktur kepengurusan baru, DPW PKB Aceh turut melibatkan sejumlah ulama dan tokoh penting Aceh yang masuk dalam Dewan Mustasyar, di antaranya H. Syekh Hasanoel Bashri HG, Nuruzzahri Yahya, Abuya H. Mawardi Wali, Abu H. Syarifuddin, Abiya Dr. Tgk. Anwar Usman, Abi H. Muhammad Daud Hasbi, Waled H. Sirajuddin Hanafiah, Tgk. H. Muhammad Ishak, Drs. Tgk. H. Amri Ahmad, serta Abuya H. Syarkawi Abdul Somad.

Sementara itu, Dewan Syura DPW PKB Aceh dipimpin oleh Waled H. Muniruddin M. Diah sebagai Ketua, didampingi Wakil Ketua Abu H. Tarmizi atau Abu Cut dan H. Marwan Abdullah. Posisi Sekretaris Dewan Syura dijabat Tgk. Muhammad Hafiz H. IB dengan Wakil Sekretaris Abiya Afifuddin dan H. Musannif Sanusi. Adapun anggota Dewan Syura terdiri dari Waled H. Dhiauddin HS, Abi H. Afiddin dari Pidie, Tgk. Faisal Hadi, Mawaddah, serta Qurratul Aini.

Pada jajaran Dewan Tanfidz, kepemimpinan DPW PKB Aceh dipercayakan kepada Ruslan M. Daud sebagai Ketua. Ia didampingi sejumlah wakil ketua dari berbagai latar belakang, baik akademisi, tokoh masyarakat, maupun kader partai dari berbagai wilayah di Aceh.

Posisi Sekretaris dijabat oleh Tgk. Mujlisal, S.Ag., M.H., dengan dukungan puluhan wakil sekretaris. Sementara itu, jabatan Bendahara dipercayakan kepada Dony Arega Rajes yang juga dibantu oleh sejumlah wakil bendahara.

Dalam sambutannya, Cak Imin menyampaikan harapan besar kepada kepengurusan baru DPW PKB Aceh. Ia menegaskan bahwa kepemimpinan di bawah Ruslan M. Daud harus mampu membawa energi baru bagi perjuangan politik PKB di Aceh.

“Kita harus yakin dan optimis bahwa di bawah pimpinan Haji Ruslan M. Daud, PKB Aceh mampu berjuang mewujudkan Aceh yang makmur dan sejahtera. Selamat berjuang untuk bangsa dan negara,” ujar Cak Imin.

Ia juga menegaskan bahwa PKB memiliki komitmen untuk memperjuangkan kepentingan rakyat melalui politik yang berlandaskan nilai kebangsaan, keadilan sosial, serta keberpihakan kepada masyarakat kecil.

Ketua DPW PKB Aceh, Ruslan M. Daud, menegaskan akan bekerja serius dalam memperkuat konsolidasi partai sekaligus memperjuangkan kepentingan masyarakat Aceh melalui jalur politik yang konstruktif.

“Kepengurusan baru ini akan fokus memperkuat basis kader dan konsolidasi organisasi hingga ke tingkat bawah, sehingga PKB semakin kokoh di tengah masyarakat Aceh,” ujar Ruslan.

Menurutnya, PKB Aceh harus menjadi wadah yang mampu merangkul berbagai elemen masyarakat, khususnya ulama dan santri.

“PKB Aceh harus menjadi rumah besar bagi semua kalangan, khususnya ulama, santri, dan masyarakat yang menginginkan politik yang berpihak kepada kepentingan rakyat,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh kader untuk menjaga kekompakan dan memperkuat kerja sama dalam membesarkan partai.

“Kami mengajak seluruh kader untuk tetap solid, menjaga kebersamaan, dan bekerja bersama demi membesarkan PKB serta memperjuangkan kepentingan rakyat Aceh,” pungkasnya.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

FPKR Silaturahmi ke Baitul Mal Aceh Selatan, Perkuat Sinergi Sosial di Kluet Raya

0
FPKR Silaturahmi ke Baitul Mal Aceh Selatan. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | TAPAKTUAN – Pengurus Forum Peduli Kluet Raya (FPKR) melakukan kunjungan silaturahmi ke Baitul Mal Kabupaten Aceh Selatan, Senin (30/3/2026), sebagai upaya memperkuat kolaborasi di bidang sosial dan kemanusiaan.

Rombongan yang dipimpin Ketua Umum FPKR, Tabrani Atim, bersama jajaran pengurus dan pendiri, disambut langsung oleh perwakilan Baitul Mal Aceh Selatan, Gusmawi Mustafa, yang akrab disapa Ogek Agus.

Pertemuan berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan. Kedua pihak membahas penguatan sinergi dalam merespons berbagai persoalan sosial di wilayah Kluet Raya.

Dalam kesempatan itu, Gusmawi Mustafa mengapresiasi kiprah FPKR yang dinilai aktif dan responsif terhadap berbagai musibah di masyarakat, khususnya di wilayah Pasie Raja, Kluet Utara, Kluet Tengah, Kluet Selatan, dan Kluet Timur.

Menurutnya, FPKR telah menjadi garda terdepan dalam membantu masyarakat saat terjadi bencana maupun kondisi darurat.

“FPKR adalah lembaga pertama yang langsung berkomunikasi dan berkoordinasi ketika terjadi musibah di wilayahnya. Ini sudah menjadi tradisi yang sangat baik. Tidak lebih dari hitungan 10 menit, mereka langsung menghubungi kami,” ujar Ogek Agus.

Ia menambahkan, meskipun belum terikat dalam kerja sama formal, hubungan kemitraan antara FPKR dan Baitul Mal Aceh Selatan telah terjalin sejak awal berdirinya FPKR dan terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Selama ini, FPKR dikenal aktif menjalankan berbagai program sosial, seperti respons cepat terhadap musibah kebakaran, kematian, dan kecelakaan, penggalangan dana untuk warga yang membutuhkan biaya pengobatan, santunan bagi anak yatim dan dhuafa, hingga gerakan donasi berbasis komunitas.

Program-program tersebut dinilai menjadi bukti nyata kehadiran FPKR di tengah masyarakat Kluet Raya.

Sementara itu, Ketua Umum FPKR, Tabrani Atim, menyebutkan bahwa silaturahmi ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi dengan Baitul Mal Aceh Selatan.

“Kami sangat mengapresiasi keterbukaan dan respons cepat dari Baitul Mal selama ini. Ini menjadi kekuatan bagi kami dalam bergerak di lapangan,” kata Tabrani.

Ia menegaskan, FPKR lahir dari semangat kepedulian masyarakat, sehingga setiap gerakan yang dilakukan bertujuan memastikan tidak ada warga yang menghadapi musibah sendirian.

“Kolaborasi ini adalah bagian dari ikhtiar bersama untuk memperluas manfaat dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Tabrani juga menyatakan kesiapan FPKR untuk mendukung berbagai program Baitul Mal Aceh Selatan, termasuk berpartisipasi dalam kegiatan edukasi publik seperti Podcast Kito Sahabat Zakat.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak menyepakati sejumlah poin penting, antara lain memperkuat koordinasi dan komunikasi, mendukung program-program sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat, serta meningkatkan respons bersama dalam penanganan isu kemanusiaan.

Selain itu, FPKR juga menyatakan kesediaannya untuk terlibat sebagai narasumber dalam program Podcast Kito Sahabat Zakat.

Silaturahmi ini tidak hanya menjadi ajang pertemuan, tetapi juga mempertegas komitmen kedua lembaga dalam mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan.

FPKR hadir sebagai simbol kepedulian sosial berbasis masyarakat, sementara Baitul Mal Aceh Selatan terus berkomitmen mengelola zakat, infak, dan sedekah secara amanah, transparan, dan tepat sasaran.

Dengan sinergi yang semakin kuat, pelayanan kepada masyarakat, khususnya di wilayah Kluet Raya, diharapkan dapat semakin optimal. Kebaikan tidak perlu menunggu besar, cukup dimulai dari kepedulian yang tulus dan tindakan yang cepat.

DPKA Gandeng Kampus, Percepat Transformasi Perpustakaan Digital dan Literasi di Aceh

0
DPKA Gandeng Kampus, Percepat Transformasi Perpustakaan Digital dan Literasi di Aceh (Foto: Arpus)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh (DPKA) terus memperkuat komitmennya dalam membangun budaya literasi dan sistem kearsipan modern melalui kolaborasi strategis. Salah satu langkah konkret dilakukan dengan menggandeng Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Nusantara Banda Aceh.

Kerja sama ini difokuskan pada percepatan transformasi layanan perpustakaan berbasis digital, peningkatan kualitas pengelolaan arsip, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang literasi informasi. DPKA menilai perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus agen perubahan dalam membangun masyarakat yang melek informasi.

Kepala DPKA Aceh, Dr. Syaridin, M.Pd, menegaskan komitmen pihaknya untuk menjadi mitra strategis kampus dalam pengembangan perpustakaan dan kearsipan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

“DPKA siap mendukung peningkatan kualitas layanan perpustakaan kampus melalui pelatihan berbasis digital, pendampingan akreditasi, serta penguatan sistem kearsipan modern. Kolaborasi ini penting untuk melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga mampu mengelola informasi secara tepat,” ujarnya.

Menurutnya, penguatan literasi tidak lagi cukup hanya dengan mendorong minat baca, tetapi juga harus diiringi kemampuan mengakses, mengolah, dan memanfaatkan informasi secara efektif serta bertanggung jawab.

Sementara itu, Pembina STAI Nusantara Banda Aceh, Dr. Jamaluddin M. Thaib, M.A, menyambut baik kerja sama tersebut. Ia menilai sinergi ini menjadi peluang penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan di lingkungan kampus.

“Kami berharap kolaborasi ini mampu menumbuhkan budaya literasi di kalangan mahasiswa sekaligus meningkatkan kompetensi mereka dalam pengelolaan informasi dan kearsipan. Mahasiswa harus siap menghadapi tantangan era digital dengan keterampilan yang relevan,” ungkapnya.

Sebagai implementasi, kedua pihak akan menggelar berbagai program kolaboratif seperti seminar literasi, workshop kearsipan, serta program magang mahasiswa di lingkungan DPKA. Program ini diharapkan memberikan pengalaman praktis sekaligus memperkuat keterhubungan antara dunia akademik dan kebutuhan di lapangan.

Selain itu, DPKA juga akan memberikan pendampingan dalam pengembangan perpustakaan kampus, termasuk digitalisasi koleksi dan peningkatan standar layanan sesuai ketentuan yang berlaku. Langkah ini menjadi bagian dari strategi untuk mewujudkan perpustakaan yang modern, inklusif, dan mudah diakses.

Kolaborasi antara DPKA Aceh dan STAI Nusantara Banda Aceh diharapkan menjadi model kemitraan berkelanjutan dalam membangun ekosistem literasi yang kuat di Aceh. Dengan dukungan berbagai pihak, penguatan literasi dan kearsipan diyakini mampu menjadi fondasi penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul, kritis, dan adaptif di tengah perkembangan zaman.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Kadis ESDM Aceh Dorong Sinergi Antarbidang dan Disiplin Kerja ASN

0
Asnawi, S.T., M.S.M., yang kini resmi menjabat sebagai Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh. (Foto: Dok Pribadi)

NUKILAN.ID | Meulaboh – Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh, Asnawi, menekankan pentingnya kolaborasi aktif antarbidang serta keterlibatan seluruh pegawai dalam mendukung pelaksanaan program kerja dan visi pembangunan Pemerintah Aceh.

Hal tersebut disampaikan Asnawi pada Selasa (31/3), saat memberikan arahan kepada jajaran internal Dinas ESDM Aceh. Ia menegaskan bahwa keberhasilan program tidak dapat dicapai secara individual, melainkan membutuhkan kerja sama yang solid.

“Kita harus saling bekerja sama dan bersinergi untuk mewujudkan serta menjalankan visi dan misi Bapak Gubernur Aceh. Tidak ada keberhasilan yang diraih secara individual. Semua harus bergerak bersama dalam satu tujuan,” ujarnya.

Selain itu, Asnawi juga menyoroti pentingnya peningkatan disiplin kerja di lingkungan dinas, khususnya dalam mematuhi jam kerja. Ia mengingatkan agar pegawai tidak menggunakan waktu dinas untuk kepentingan di luar tugas.

“Saya meminta kepada seluruh pegawai untuk meningkatkan disiplin jam kerja. Jangan menghabiskan waktu di warung kopi pada saat jam kerja. Setelah Lebaran nanti, pengawasan akan kita perketat. Jangan sampai ada staf Dinas ESDM Aceh yang terjaring razia pada saat jam kerja,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) telah disahkan. Oleh karena itu, seluruh jajaran diminta segera mengoptimalkan pelaksanaan program prioritas yang telah direncanakan.

“APBA sudah disahkan. Mari kita bersama-sama bekerja secara maksimal untuk menjalankan seluruh program prioritas yang telah direncanakan,” katanya.

Di akhir arahannya, Asnawi mengajak seluruh pegawai untuk menjaga kepercayaan dan integritas dalam pengelolaan sektor energi dan sumber daya mineral di Aceh.

“Mari kita saling percaya dan bekerja sama untuk mewujudkan tata kelola energi dan sumber daya mineral di Aceh menjadi semakin baik, transparan, dan efisien. Semua ini kita lakukan demi satu tujuan besar: kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat Aceh,” tutupnya.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Plt Kadistanbun Aceh Tinjau Perkembangan Padi Gogo di Aceh Utara

0
Plt Kadistanbun Aceh Ir. Azanuddin Kurnia,SP, MP,Tinjau Padi Gogo di Aceh Utara (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Kadistanbun) Aceh, Ir. Azanuddin Kurnia, SP, MP, meninjau langsung perkembangan tanaman padi gogo di lahan terdampak bencana hidrometeorologi di Matang Siujuek, Kecamatan Baktiya Barat, Kabupaten Aceh Utara, Jumat (27/3/2026).

Kunjungan tersebut turut didampingi Kepala UPTD Mektan, Zubir Syahputra, SE, MM, serta Kepala Dinas Pertanian Aceh Utara, Erwandi, SP, M.Si.

Dalam keterangannya, Senin (30/3/2026), Azanuddin menyampaikan pihaknya terus berupaya memfasilitasi penanganan sesuai kewenangan yang dimiliki. Ia juga mengungkapkan bahwa total luas lahan persawahan terdampak bencana di Aceh mencapai 57.364 hektare per 6 Februari 2026, dengan rincian rusak ringan 27.437 hektare, rusak sedang 13.651 hektare, dan rusak berat 16.276 hektare.

“iya kita telah melakukan kunjungan langsung kelapangan untuk melihat kerusakan ringan dan sebagian sedang, saat ini sedang diproses melalui Kementerian Pertanian. Sementara kerusakan berat direncanakan ditangani oleh Kementerian PUPR,”

Ia meminta seluruh pihak, termasuk dinas terkait di kabupaten/kota dan masyarakat, untuk segera melengkapi persyaratan yang dibutuhkan agar proses pemulihan dapat segera dilakukan.

Kunjungan ini merupakan yang kedua kalinya dilakukan Azanuddin ke lokasi tersebut. Sebelumnya, ia hadir saat penanaman perdana sekitar 42 hari lalu bersama Kabid Tanaman Pangan Distanbun Aceh, Safrizal. Peninjauan kali ini bertujuan untuk melihat perkembangan tanaman sekaligus memberikan semangat dan apresiasi kepada petani, serta LSM GNRI Aceh dan GNRI Aceh Utara yang menjadi pelopor penanaman padi gogo di lahan terdampak bencana.

Usai peninjauan, Azanuddin juga berdialog dengan kelompok tani di rumah warga. Dalam diskusi tersebut, petani menyampaikan sejumlah kebutuhan mendesak, seperti bantuan pompa air dan tambahan benih padi gogo untuk memperluas areal tanam.

“Kita harus mengembalikan kondisi sawah minimal seperti sebelum bencana, bahkan kalau bisa lebih baik,, astacita pemerintah pusat harus kita jalankan ” tegasnya.

Ia menambahkan, sesuai arahan pemerintah, Aceh harus tetap menjaga kontribusi terhadap ketahanan dan swasembada pangan nasional, termasuk mempertahankan Luas Baku Sawah (LBS).

“Perbaikan lahan akan terus dilakukan meski membutuhkan waktu dan perjuangan panjang,” tutupnya.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News