Beranda blog Halaman 1591

Di Hari Damai Aceh, Demokrat Komit Kawal MoU Helsinki dan Otsus Aceh

0
Ketua DPD Demokrat Aceh, Muslim, SHI, MM didampingi Sekretaris, Arif Fadillah, Bendahara, Nurdiansyah Alasta dan Ketua DPC Demokrat Aceh Besar, Zarwatun Niam di acara Konsolidasi bersama Pengurus DPC Aceh Besar di Hotel Madinatul Zahra, Minggu (14/8/2022). Foto: Nukilan/Wanda.

Nukilan.id – Pada peringatan Hari Damai Aceh ke-17, Partai Demokrat terus berkomitmen untuk mengawal proses pelaksanaan implementasi MoU Helsinki agar dapat berjalan dengan baik sesuai dengan harapan dan cita-cita masyarakat Aceh.

Hal itu disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Aceh, Muslim, S.H.I, MM di sela acara Konsolidasi dan Silaturahmi bersama Pengurus DPC Demokrat Aceh Besar di Hotel Madinatul Zahra, Minggu (14/8/2022).

“Mari kita refresh kembali, dan kita kawal betul bagaimana pelaksanaan MoU ini bisa berjalan dengan baik sesuai harapan dan cita-citanya masyarakat. Tentunya kami dari Partai Demokrat menginginkan masyarakat Aceh yang damai dan sejahtera kedepan,” kata Anggota Komisi VI DPR-RI itu.

Ia menyebutkan, Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) merupakan motor penggerak utama perdamaian di Aceh. Kata Muslim, perjuangan SBY dalam mewujudkan perdamaian Aceh itu tidak mudah, begitu panjang proses perjalanan yang ditempuh untuk bisa mengakhiri konflik yang telah berlangsung 32 tahun lamanya, hingga naskah perjanjian damai antara Pemerintah Indonesia dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) atau MoU Helsinki itu terwujud pada 15 Agustus 2005 di Jenewa.

“Karena itu, Partai Demokrat Aceh akan terus kawal proses pelaksanaan MoU Helsinki ini, bahkan Ketum AHY telah mengintruksikan langsung untuk terus mengawal dan menjaga proses ini,” ujar Muslim.

Selain itu, kata Muslim, Partai Demokrat juga akan berkomitmen untikmenjadi garda terdepan dalam mengawal dan memperjuangkan perpanjangan Dana Otonomi Khusus (Otsus) Aceh yang akan berakhir pada tahun 2027 mendatang.

“Bukan hanya itu, kami bersama teman-teman DPR-RI lainnya juga tetap terus mengawal bagaimana perpanjangan dana Otsus Aceh betul-betul terwujud. Selama ini hanya 20 tahun, kita harapkan kedepan paling minim 40 tahun, bahkan kita minta supaya dana Otsus bisa diperpanjang untuk selamanya,” ungkapnya.

Makanya, kata Muslim, Partai Demokrat akan terus mengawal dan memperjuangkan dengan seluruh kekuatan agar perpanjangan dana Otsus Aceh ini bisa betul-betul terwujud, termasuk implementasi MoU Helsinki, karena ini sangat dibutuhkan masyarakat Aceh. [Wanda]

Gepeuaman: Kembalikan Kesuburan Sawah dengan Pupuk Organik

0
Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Kadistanbun) Aceh, Ir. Cut Huzaimah, MP. (Foto: Ist)

Nukilan.id – Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Kadistanbun) Aceh, Ir. Cut Huzaimah, MP mengatakan, program Gerakan Peningkatan Produktivitas Lahan Sawah Pra Tanam (Gepeuman) diluncurkan untuk mengembalikan kesuburan lahan sawah menggunakan pupuk organik serta bebas dari pencemaran atau kerusakan sawah akibat penggunaan pupuk kimia dan pembasmi hama secara terus menerus.

“Ada beberapa tujuan dari program Gepeuaman yaitu pertama, untuk mengurangi kebiasaan petani menggunakan pupuk kimia (urea, NPK, Sp36, KCl dan ZA) serta beralih ke pupuk organik. Kedua, mengurangi penggunaan bahan kimia untuk memberantas hama dan penyakit tanaman. Ketiga, mengefektifkan penggunaan air agar tidak berlebihan tapi cukup dengan kondisi macak­macak/becek,” sebut Cut Huzaimah.

Baca juga: Akademisi USK Sebut Program Gepeuaman Bisa Jadi Konsep Pertanian Berkelanjutan

Selain itu, sambungnya, program Gepeuaman ini juga bertujuan agar petani tidak membakar jerami sisa panen padi di lahan sawah serta memanfaatkan jerami menjadi pupuk organik.

“Kebiasan petani membakar jerami di lahan sawah seusai panen itu kurang baik, makanya kita ubah menjadi kebiasaan baru yakni memanfaatkan jerami padi menjadi pupuk organik,” ungkap Cut Huzaimah.

Menurutnya, selama ini petani tidak atau jarang memberikan pupuk organik ke lahan sawahnya. Kondisi itu sudah terbukti berdasarkan penelitian sampel tanah sawah di Kecamatan Kembang Tanjong dan Kecamatan Mutiara, Kabupaten Pidie yang dilakukan di Laboratorium Fakutas Pertanian Universitas Syiah Kuala (FP USK), dimana hasilnya menunjukkan hara tanah yang dibutuhkan tanaman berada dalam konsentrasi yang rendah.

Baca juga: Program Gepeuaman Distanbun Aceh Jamin Hemat Biaya dan Produksi Meningkat

“Sehingga ini yang menjadi alasan kami kenapa program Gepeuaman ini diluncurkan,” kata Cut Huzaimah.

Lebih lanjut, Cut Huzaimah menjelaskan lahan sawah yang kekurangan bahan organik membuat tingkat kesuburannya menjadi rendah dan hal ini akan mengakibatkan pertumbuhan tanaman menjadi lamban atau terhambat. Jika itu terjadi, maka produktivitas tanaman padi akan rendah dan bulir padi yang dihasilkan juga kurang berkualitas atau tidak bernas.

“Karena itu, kami mengajak petani di Aceh untuk mau melaksanakan program Gepeuaman yang telah kita luncurkan ini,” ujar Kadistanbun Aceh.

Baca juga: Pandam IM dan Kadistanbun Aceh Dukung Ketahanan Pangan

Untuk keberlanjutan program Gepeuaman dan meningkatkan kemandirian petani, kata Cut Huzaimah, Distanbun Aceh bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Aceh akan melatih petani secara berkala untuk membuat pupuk organik dengan memanfaatkan sumber bahan baku yang tersedia di sekitar.

“Pada tahap awal, pelatihan akan kita berikan kepada delapan kelompok tani di Kecamatan Mutiara Timur, Pidie dan empat kelompok tani di Kecamatan Celala, Aceh Tengah,” pungkasnya. [Wanda]

Tim Lintas Fakultas USK Wujudkan Konsep Sustainability pada Kedai Kopi

0
Foto: Ist

Nukilan.id – Kedai atau warung kopi merupakan tempat favorit semua golongan masyarakat di Aceh baik untuk bersantai maupun melakukan pertemuan. Sayangnya kebanyakan warung kopi belum ramah terhadap lingkungan.

Hal ini terlihat dari sampah bubuk kopi dibuang begitu saja tanpa ada pengolahan. Begitu juga dengan sampah non-organik lainnya yang berasal dari kemasan susu, botol minuman, gelas plastik dan lain sebagainya.

Rata-rata sampah wadah minuman plastik tersebut berjumlah 100 buah/hari termasuk botol-botol minuman dan ampas kopi yang dibuang sebanyak 0,5 kg./hari.

Kepedulian terhadap sampah yang dihasilkan oleh kedai kopi seharusnya menjadi tanggungjawab bersama antara produsen, konsumen dan pemerintah seperti yang tertuang dalam UU Nomor 18 Tentang Pengelolaan Sampah dan Peraturan Gubernur Aceh Nomor 138 Tahun 2018 Tentang Kebijakan dan Strategi Provinsi Aceh Dalam Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga Tahun 2017-2025 untuk Aceh bebas sampah di tahun 2025.

Menanggapi fenomena ini, Tim pengabdi Universitas Syiah Kuala (USK) melalui Program Pengabdian Kepada Masyarakat berbasis Produk (PKMBP) tahun 2022 dibawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) telah melaksanakan kegiatan pengabdian dalam bentuk pembinaan pengelolaan sampah pada Kedai Kopi Barika di Lambaro, Aceh Besar. Kedai Kopi Barika dinilai memiliki desain arsitektur yang “sustainable” dengan menekankan konsep “open air”, suasana yang nyaman dan ruangan terbuka namun sayangnya masih belum melakukan pengelolaan sampah yang memenuhi “zero waste management” untuk perwujudan sustainability.

Kegiatan pengabdian ini bertujuan menciptakan bisnis kedai kopi yang ramah terhadap lingkungan dan membuka peluang usaha baru bagi remaja dengan memanfaatkan sampah. Tim Pengabdi diketuai oleh Dr. Ratna Mulyany, BAcc, MSAcc dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, dan dianggotai Dr. Cut Nursaniah, ST., MT dan Nurisra, ST., MT dari Fakultas Teknik beserta tiga anggota mahasiswa yaitu Rana Anoora, Rauzatul Geubrina, dan Siti Raisha Faziya.

Kegiatan pengabdian melibatkan beberapa mitra yaitu Yulia Andira seorang remaja lulusan Sarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry selaku owner Kedai Kopi Barika dan kelompok anak muda yang berasal dari lingkungan sekitar kedai tersebut yang diwakili oleh Yanti, seorang remaja putri lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kayee Lee yang mempunyai keterampilan dalam mengolah sampah non-organik, namun belum mempunyai pengetahuan bagaimana menjalankan usaha dan pemasaran produknya.

Produk yang dihasilkan pada kegiatan ini adalah berbagai kerajinan tangan seperti tempat tisu, bunga, alas meja, pot bunga, reusable bag (tas) dan berbagai produk lainnya yang menggunakan sampah daur ulang dari kedai kopi seperti bekas tutup botol, sedotan minuman, botol plastic dan lain-lain. Beberapa produk lainnya juga akan dihasilkan secara terus menerus dari sampah daur ulang yang dihasilkan oleh Kedai Kopi Barika sehingga bukan saja kegiatan ini menunjang pengelolaan sampah yang baik namun juga mendukung kegiatan kreativitas masyarakat.

Menurut Ketua Pengabdi, Dr. Ratna Mulyany, seandaikan kedai ini mengolah sampahnya sendiri dan memanfaatkan hasil pengolahan sampahnya serta mengurangi penggunaan wadah plastik, maka kedai ini satu-satunya kedai kopi yang telah menerapkan sustainability program yang ramah terhadap lingkungan di Kabupaten Aceh Besar.

Owner Kedai Kopi Barika, Yulia Andira juga mengungkapkan rasa penghargaan sebesar-besarnya atas inisiatif yang dilakukan oleh Tim Pengabdi karena kegiatan ini menggerakkan tim Kedai Kopi Barika untuk melakukan pengelolaan sampah dengan benar dengan mengurangi sampah dari sumbernya dan mengolah sampah tersebut menjadi barang yang bernilai jual.

Yanti yang mewakili kelompok remaja daerah sekitar yang mempunyai keterampilan dalam mengolah sampah non-organik, turut mengungkapkan bahwa kegiatan ini membuka kesempatan untuk remaja seperti beliau untuk turut berperan dalam mewujudkan kelestarian lingkungan dan menghasilkan produk berbasis sampah daur ulang yang diharapkan juga mampu memiliki nilai jual untuk meningkatkan pendapatan masyarakat lokal seperti beliau.

Dengan adanya kegiatan pengabdian ini yang melibatkan kolaborasi pihak kampus baik akademisi dan mahasiswa lintas fakultas USK dan berbagai mitra pengusaha dan masyarakat lokal diharapkan terwujudnya bisnis kedai kopi yang sustainable dari seluruh aspek dan membuka peluang usaha untuk masyarakat tempatan serta pada akhirnya mewujudkan visi Aceh bebas sampah tahun 2025. []

Di Aceh Besar, Muslim Minta DPC Demokrat Mulai Siapkan Saksi dari Kader Sendiri

0
(Foto: Bakomstra Demokrat Aceh)

Nukilan.id – Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat (DPD-PD) Aceh Muslim, SHi, MM meminta kepada seluruh pengurus DPC agar mulai mempersiapkan saksi sejak sekarang untuk menghadapi pemilu 2024.

Menurut Muslim, mempersiapkan saksi-saksi sangat penting, mengingat pengalaman pemilu lalu banyak yang kalah dalam pemilihan gara-gara kurang saksi dan saksi yang kurang berkompeten.

“Saksi itu harus dipersiapkan dari sekarang, agar kedepan lebih mudah,” kata Muslim pada acara Konsolidasi dan Silaturrahmi DPC Partai Demokrat Aceh Besar di Hotel Madinatul Zahra, Jalan Batoh, Darul Imarah, Aceh Besar, Minggu (14/8/2024).

Anggota DPR RI asal Aceh itu juga meminta seluruh pengurus agar mempersiapkan saksi dari kalangan sendiri, karena lebih bertanggungjawab dan lebih militan.

“Kita berdayakan kader sendiri untuk saksi pada pemilu 2024 nanti, karena kader sendiri lebih militan dan bertanggungjawab,” ujarnya.

Untuk itu–katanya–yang harus dijaga adalah soliditas dan kekompakan dalam menjalankan kerja-kerja politik, dan jangan berdiam tapi harus terus menyapa rakyat sesuai dengan slogan “Demokrat Berkoalisi dengan Rakyat”.

“Sapa rakyat, terus berdampingan dengan rakyat untuk memenangkan harapan rakyat, bantu rakyat bila ada masalah, sowan ulama untuk minta petunjuk, jangan berdiam diri, teruslah bekerja ketika orang lain tidak melakukan apa-apa,” ujar Muslim.

Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat (DPC PD) Aceh Besar Zarwatun Niam dalam sambutannya menyampaikan, pengurus Demokrat Aceh Besar siap untuk menenangkan AHY sebagai presiden dan memperjuangkan peraihan kursi untuk DPRK, DPRA, dan DPR RI.

“Aceh Besar sudah bertekad akan memenangkan Demokrat dari pemenangan AHY sebagai Presiden dan peraihan kursi di Parlemen,” kata Zarwatun Niam.

Dijelaskan, saat ini seluruh kader dan pengurus DPC PD Aceh Besar sudah bertekat untuk menambah kursi DPRK dari saat ini sebayak 3 kursi, pada pemilu 2024 menjadi 7 kursi.

“Kami optimis untuk peraihan 7 kursi pada pemilu mendatang,” demikian Zarwatun Niam.

Kehadiran Muslim dan pengurus DPD Partai Demokrat Aceh di Aceh Besar adalah rangkaian kunjungan konsolidasi dan Silaturahmi dengan DPC 5 Kabupaten Kota di Aceh. Sebelumnya Muslim hadir di Pidie Jaya, Pidie, Banda Aceh, Kota Sabang, dan Aceh Besar

Turut Hadir pada acara Konsolidasi dan Silaturahmi DPC Kota Sabang Sekretaris DPD PD Arif Fadillah, Bendahara Nurdiansyah Alasta, Wakil Ketua I HT. Ibrahim, Wakil Ketua Iqbal Farabi, Pengurus DPP yang menjadi Korwil Aceh Rian Syaf, Kepala Bakomstra Firdaus Noezula, Kepala Balitbang Iswadi, pengurus dan kader DPC Aceh Besar serta pengurus DPD PD Aceh lainnya. [Wanda]

Dihadapan Muslim, Demokrat Aceh Besar Yakin Raih 7 Kursi DPRK di Pemilu 2024

0
(Foto: Nukilan/Wanda)

Nukilan.id – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Aceh Besar, Zarwatun Niam telah menargetkan 7 kursi Dewan Perwakilan Kabupaten (DPRK) Aceh Besar pada Pemilu tahun 2024 mendatang.

“Target kami hari ini dari Partai Demokrat Aceh Besar bisa mendapatkan 7 kursi di parlemen, dan kami yakin bisa meraih itu” tegas Niam dengan semangat dihadapan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Aceh, Muslim, S.H.I, MM pada acara Konsolidasi dan Silaturahmi pengurus DPC Demokrat Aceh Besar dengan DPD Demokrat Aceh di Hotel Madinatul Zahra, Aceh Besar, Minggu (14/8/2022).

Ia menyampaikan, keyakinan bisa meraih 7 kursi DPRK Aceh Besar ini karena pihaknya telah bekerja secara terukur dan terstruktur. Pihaknya juga berkomitmen memenangkan Partai Demokrat sampai ke tingkat ranting dengan harapan agar kursi Partai Demokrat Aceh Besar bisa mendapatkan 7 kursi dengan jumlah pemilih dua kali lipat dari target 2019 menjadi 30.000 pemilih di 2024.

“Kursi yang kami dapat saat ini sebanyak 3 kursi dengan total suara yang diraih 18.000 suara. Cita-cita ini tentu butuh kerja keras kita tidak bisa berpangku tangan, jadi kami berharap kepada semua kader kembali ke masyarakat, serap aspirasi masyarakat sesuai dengan slogan Partai Demokrat berkoalisi dengan rakyat,” ucap Niam yang juga Anggota Komisi I DPRK Aceh Besar itu.

Karena itu, Niam berharap kepada Ketua DPD Demokrat Aceh, Muslim dan para senior Partai Demokrat Aceh untuk memberikan arahan agar cita-citanya itu bisa tercapai dan bisa menghantar H.T. Ibrahim ke kursi Bupati Aceh Besar.

“Dan kami juga punya cita-cita untuk memenangkan Ketum AHY sebagai Presiden RI dan menghantarkan Muslim sebagai Gubernur Aceh. Setelah konsolidasi dan silaturrahmi ini kita akan terus bekerja keras dan membentuk strategi-strategi pemenangan Pemilu 2024,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPD partai Demokrat Aceh, Muslim menyampaikan kebanggaannya terhadap DPC Demokrat Aceh Besar yang telah berhasil menyelenggarakan acara Konsolidasi dan Silaturahmi ini dengan begitu rapi, tertib dan teratur.

“Saya bangga acara hari ini begitu tertib dan rapi dari mulai kedatangan sampai penyambutan, sehingga sudah terasa aura-aura kemenangan Partai Demokrat tahun 2024 akan hadir di Aceh Besar ini,” ucap Muslim dan disambut gemuruh tepuk tangan seluruh kader.

“Tentu dengan spirit hari ini kita harus siap bekerja keras untuk meraih kemenangan itu, khususnya Partai Demokrat Aceh Besar di Pemilu 2024,” sambungnya.

Maka itu, Muslim meminta seluruh kader mulai dari DPD, DPC, dan DPAC harus berjalan bersamaan dalam mewujudkan kerja-kerja dari 10 program unggulan Partai Demokrat.

“Kalau ingin AHY menang, maka hari ini pertama tugas kita seluruh kader sampe ke daerah pelosok harus mengkampanyekan bahwa AHY Presiden 2024 dari partai demokrat,” ujar Anggota DPRI-RI itu.

Muslim menyebutkan, adapun 10 program unggulan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurthi Yudhoyono (AHY) yaitu mencetak SDM yang unggul dan militan, memperkuat kepemimpinan dan manajemen yang efektif, modernisasi partai Demokrat menuju “Smart Party”, memperkuat komunikasi politik yang efektif di setiap lini, meningkatkan program-program pengabdian masyarakat.

“Kemudian, membina dan memperluas jaringan konstituen, menangkan suara generasi muda (Bonus Demografi), menyukseskan kepala daerah tahun 2020 dan 2024, menyukseskan pemilihan legislatif tahun 2024, dan terakhir adalah menyukseskan pemilihan Presiden 2024,” sebutnya. [Wanda]

Gelar Konsolidasi, Silaturahmi dan Bimtek, Demokrat Aceh Besar Siap Menangkan Pemilu 2024

0

Nukilan.id – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Aceh Besar sukses menggelar konsolidasi, silaturahmi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Partai Politik di Aula Hotel Madinatul Zahra, Aceh Besar, Minggu (14/8/2022).

Acara yang dibuka langsung Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Aceh Besar, Zarwatun Niam ini diikuti oleh seluruh pengurus DPC, DPAC, dan seluruh kader Partai Demokrat Aceh Besar.

Adapun pemateri dalam kegiatan ini, Ir. Tarmizi, MH selaku Wakil Ketua KIP Aceh yang juga Mantan Ketua KIP Aceh Besar, Iswadi, SH, MELP selaku Ketua Balitbang DPD Demokrat Aceh, dan H. T. Ibrahim, ST, selaku Wakil Ketua DPD Demokrat Aceh yang juga Anggota DPRA Fraksi Partai Demokrat.

Dalam sambutannya, Ketua DPC Partai Demokrat Aceh Besar, Zarwatun Niam menyampaikan terima kasih kepada seluruh kader, pengurus DPC, dan DPAC dari 23 Kecamatan di Kabupaten Aceh Besar yang telah bersedia hadir meluangkan waktu untuk belajar bersama dengan mengikuti Bimtek partai politik ini.

“Ada sebuah kebanggaan bagi kita semua yang harus kita rasakan, kita berada di sebuah partai politik yang pernah memimpin Republik Indonesia ini selama dua periode di bawah kepemimpinan Bapak Susilo Bambang Yudhoyono,” kata Politisi Termuda Partai Demokrat Aceh itu.

Menurutnya, Partai Demokrat memiliki ideologi yang jelas, ideologi yang berbasis, religius, dan nasionalis. Sehingga basis-basis dari ideologi inilah yang mewarnai Republik ini khususnya masyarakat di Kabupaten Aceh Besar.

“Maka besar harapan kami bagi seluruh kader agar dapat berbakti kepada masyarakat, bisa menjadi bagian dari masyarakat, mendengarkan seluruh aspirasi-aspirasi masyarakat, seperti selogannya, Partai Demokrat terus berkoalisi dengan rakyat,” ucap Niam.

Lebih lanjut, Niam mengatakan, sekarang ini semua bisa melihat berbagai dinamika partai politik, berbondong-bondong mendaftarkan partainya untuk menjadi peserta Pemilihan Umum (Pemilu) yang akan berlangsung pada tahun 2024. Akan tetapi, seluruh kader harus berbangga hati, berada di sebuah partai yang memiliki agenda dan keberhasilan politik yang jelas.

“Makanya pada hari ini kita hadirkan para pemateri handal untuk kita belajar dan mendengar bersama terkait apa yang menjadi tahapan-tahapan dan langkah-langkah yang harus kita ambil dalam menghadapi Pemilu 2024,” ujar Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Besar itu.

Karenanya, Niam berharap kepada seluruh kader Partai Demokrat Aceh Besar yang telah berhadir agar dapat mengikuti acara ini dengan seksama, dan mudah-mudahan ilmu yang didapatkan bisa bermanfaat untuk semua.

“Dan kami berharap nantinya nilai-nilai yang ada dalam Partai Demokrat bisa kita tuangkan di dalam kehidupan kita sehari-hari,” harapnya.

Selanjutnya, Niam meminta seluruh kader untuk siap memenangkan Partai Demokrat dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Presiden di Pemilu 2024, maka langkah kongkit yang harus dilakukan adalah belajar bertumbuh berada di tengah masyarakat agar kemenangan dan kejayaan Partai Demokrat bisa dikembalikan.

“Bersama kita kuat bersatu kita bangkit. Demokrat Siap, Demokrat Setia, Demokrat Jaya, AHY Presiden, 2024 Menang,” ucap Niam dengan penuh semangat dan diikuti teriakan seluruh kader.

“Dengan mengucapkan bismilllahirrahmanirrahim acara konsolidasi, silaturahmi dan bimbingan teknis partai politik DPC partai Demokrat Kabupaten Aceh Besar dengan resmi kami nyatakan dibuka. kami harapkan kepada semua kader agar dapat mengikuti acara ini dengan seksama, kita belajar bersama, semoga materi yang disampaikan nantinya bisa menjadi bekal bagi kita untuk menghadapi Pemilu 2024. Selamat mengikuti Bimtek, semoga kita semua dapat diberikan keberkahan oleh Allah SWT,” tutup Ketua DPC Partai Demokrat Aceh Besar itu.

Dalam acara itu turut hadir, Sekretaris DPC Demokrat Aceh Besar, Hj. Rida Aryani, Bendahara DPC Demokrat Aceh Besar yang juga Anggota DPRK Aceh Besar, Firdaus Armia, Wakil Ketua DPC Demokrat Aceh Besar yang juga Anggota DPRK Aceh Besar, Yuhelmi, dan pengurus DPC, seluruh KSB DPAC di 23 Kecamatan di Kabupaten Aceh Besar. [Wanda]

Akademisi USK Sebut Program Gepeuaman Bisa Jadi Konsep Pertanian Berkelanjutan

0
Pakar Kesuburan Tanah dari Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kula (FP USK), Dr Ir Yadi Jufri MP. (Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Pakar Kesuburan Tanah dari Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kula (FP USK), Dr Ir Yadi Jufri MP, untuk menjaga kesuburan tanah, harus diterapkan konsep ekosistem hutan dimana tidak ada bahan yang keluar dari hutan dengan sistem tertutup. Makdsudnya, semua yang berasal dari tanah harus dikembalikan ke tanah.

“Makanya, kami selaku pakar dalam bidang kesuburan tanah sangat mendukung program Gepeuaman, inovasi yang digagas oleh Kadistanbun Aceh, Ir Cut Huzaimah MP, dalam menjaga dan upaya mengembalikan produktivitas lahan sawah dengan bahan organik,” jelas Yadi.

Baca juga: Program Gepeuaman Distanbun Aceh Jamin Hemat Biaya dan Produksi Meningkat

Karena itu, ia berharap Gepeuaman mendapat respons dan dukungan dari kelompok tani dengan cara menjaga dan menjalankan program tersebut secara berkelanjutan pada setiap musim tanam baik musim gadu maupun musim rendengan.

Sebab, kata Yadi, gerakan tersebut akan memberikan manfaat langsung bagi petani yang melaksanakannya serta membantu usaha pemerintah dalam mengurangi ketergantungan penggunaan pupuk nonorganik dalam berbagai kegiatan usaha tani.

Bila petani sudah berhasil menerapkan konsep Gepeuman untuk budidaya padi sawah dan komoditas lain, tambah Yadi, berarti petani di Aceh sudah menjalankan konsep pertanian berkelanjutan dengan memanfaatkan bahan organik lokal.

Baca juga: Distanbun Aceh Usul 3 Program Pertanian ke Mentan RI

Dengan demikian, sebut Yadi, petani sudah terlibat secara langsung dalam menjaga kesubururan tanah dan peningkatan produksi padi miliknya, serta menjaga kelestarian lingkungan dari ancaman pencemaran tanah dan air irigasi dari bahan kimia.

Yadi yakin, program ini akan mudah dilaksanakan oleh petani. Sebab, bahan-bahan organik yang dibutuhkan seperti jerami mudah diperoleh di gampong.

“Jika selama ini petani kita memanfaatkan jerami untuk pakan ternak atau dibakar sawah, maka dengan melaksanakan Gepeuaman, jerami akan berfungsi sebagai pupuk organik yang dapat menggemburkan dan menyuburkan tanah,” urai Yadi.

Diketahui, Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Selasa (14/9/2021) meluncurkan kembali Program Gerakan Peningkatan Produktivitas Lahan Sawah Pra Tanam (Gepeuaman) di Gampong Jumphoih Adan Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie.

Peluncuran Gepeuaman dibuka Bupati Pidie, Roni Ahmad diwakili Asisten I Setda Pidie Samsul Azhar, dihadiri Kepala Distan Pidie Ir Sofyan, Kepala Perwakilan BI Aceh Achris Sarwani, Kepala DLHK Aceh Abdul Hanan, Kepala Dinas Pertanian Aceh drh Rahmandi, sejumlah kepada bidang, kepala UPTD Lingkup Distanbun Aceh, penyuluh pertanian, pengamat hama lapangan, dan lainnya.

Baca juga: Kadistanbun Aceh Bersama Pemuda Tani HKTI Panen Buah Melon di Aceh Besar

Bupati Pidie, Roni Ahmad, yang diwakili Asisten I Setdakab Pidie, Drs Samsul Azhar, dalam sambutannya saat meluncurkan Gerakan Peningkatan Produktivitas Lahan Sawah Pra Tanam (Gepeuaman), mengatakan, Kabupaten Pidie memiliki luas lahan sawah produktif 24.000 hektare (Ha) lebih yang tersebar mulai dari pinggir pantai sampai ke pegunungan dengan kondisi berbeda-beda.

Pemkab dan masyarakat Pidie mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah Aceh melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh atas perhatian dan bantuannya kepada petani di Pidie terlebih pada masa Pandemi Covid-19 sekarang ini.

“Kita berharap Gepeuaman yang dilaksanakan di Kecamatan Mutiara Timur ini dapat menjadi contoh, uji coba, dan aplikasi teknologi dalam rangka memperbaiki sifat-sifat fisik dan kandungan hara tanah yang terindikasi mulai rusak,” jelas Samsul Azhar.

Ia juga mengharapkan agar uji aplikasi ini dapat membawa dampak dan pengaruh nyata, sehingga ke depan ada penambahan volume kegiatan untuk dicoba ke kecamatan lain.

“Perlu juga kami sampaikan bahwa alam Kabupaten Pidie selain cukup adaptif dengan komiditi pangan, juga respons terhadap hortikultura lainnya,” ungkapnya. [Wanda]

Muhammad Nazar: Partai SIRA Siap Menangkan Rakyat Aceh

0

Nukilan.id – Partai Soliditas Independen Rakyat Aceh (SIRA) merupakan salah satu partai politik lokal tertua yang ada di Aceh. Partai ini didirikan untuk melanjutkan perjuangan Aceh, khususnya melalui partai politik sesuai yang diamanahkan dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh atau biasa disebut UUPA.

Hal itu disampaikan Ketua Majelis Tinggi Partai SIRA, H. Muhammad Nazar, S.Ag dalam konferensi pers di sela pendaftaran Partai SIRA ke Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh, Sabtu (13/8/2022).

“Kita berharap ada perubahan di Aceh termasuk bagaimana mentransformasikan para pemilih yang selama ini berada di transisi konflik pasca damai, dan ini bisa lebih matang,” kata Nazar yang juga Wakil Gubernur Aceh periode 2007-2012 itu.

Nazar mengajak seluruh masyarakat Aceh  yang ingin mencalonkan diri di DPRA, DPRK, Walikota, dan Bupati bisa melalui Partai SIRA.

“Kita berharap ada perubahan di Aceh termasuk bagaimana mentransformasikan para pemilih yang selama ini berada di transisi konflik pasca damai,” ucapnya.

Ia menegaskan, visi dari partai SIRA bukan hanya sekedar memenangkan kursi, tetapi pihaknya juga siap memenangkan rakyat untuk membangun Aceh menjadi lebih baik.

“Jadi kita tidak hanya mengincar kursi, tapi kita memikirkan kemenangan rakyat dan membenahi pembangunan di Aceh merupakan VISI dari Partai SIRA,” kata Nazar.

Nazar menyebutkan terkait target kursi, secara umum Partai SIRA menargetkan setiap Daerah Pemilihan (Dapil) ada kursi baik DPRA maupun DPRK, nanti apakah dua atau tiga kursi perdapil.

“Partai lokal saat ini sangat banyak, tidak mungkin kami menargetkan 80 sampai 90 persen, jadi kita bicara realistis kalau kita menargetkan dua atau tiga kursi itu masih realistis,” pungkasnya.

Reporter: Reji

Adian Napitupulu: Pernyataan Ketum Projo Bisa Merusak Kualitas Demokrasi

0
Adian Napitupulu. (Foto: gesuri.id)

Nukilan.id – Pernyataan bernada ancaman dari Ketua Umum Projo “Karena kalau kalah meleset, bos, masuk penjara,” akan berdampak panjang termasuk berpotensi menguatnya polarisasi bahkan bisa merusak kualitas proses demokrasi karena demokrasi yang sehat hanya bisa tumbuh jika proses politik elektoral berjalan dalam kegembiraan bukan dalam ancaman dalam segala macam bentuknya.

Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Persatuan Nasional Aktivis 98 (PENA 98), Adian Napitupulu, Jakarta, 13 Agustus 2022.

Ia menilai mengkaitkan kalah menang Pemilu dengan Penjara disisi lain bisa diartikan bahwa Projo menuding Presiden Jokowi selama 2 Periode gagal memisahkan penegakan hukum dan pilihan politik dengan kata lain penegakan hukum ditentukan oleh siapa yang menang dalam Pemilu.

Menurut Adian, kalimat ketum Projo itu kenapa bisa serupa dengan _mind set_ orde baru yang menggunakan ancaman hukum dalam hal ini penjara pada partai politik dan siapapun yang berbeda pilihan politik dengan Orde Baru.

“Tentu sangat disayangkan di era reformasi saat ini pernyataan serupa masih saja bisa diucapkan,” ujarnya.

Baginya, penjara itu sanksi hukum dari perbuatan yang melanggar hukum, bertentangan dengan hukum, tidak sesuai dengan kaidah hukum atau melawan hukum bukan sanksi dari perbedaan politik bukan sanksi dari perbedaan pilihan dalam Pemilu.

Dalam pilkada bahkan pilkades sekalipun, lanjut Adian, jika hanya ada satu calon maka untuk memastikan hak demokrasi berjalan selalu ada ruang bagi yang tidak bersetuju pada calon itu. Sehingga panitia penyelenggara pemilihan memungkinkan membuat satu kotak kosong agar Rakyat tetap boleh punya pilihan.

“Perbedaan Pilihan itu bahkan di lindungi oleh konstitusi kita,” tegasnya.

Menurutnya, salah satu kelebihan sistem demokrasi di banding sistem lainnya adalah karena demokrasi membuka ruang dan berterima terhadap perbedaan apapun selama sesuai dengan koridor hukum dan nilai nilai Hak Azazi Manusia (HAM).

“Termasuk membuka ruang pada perbedaan memilih Capres dan Cawapres bagi partai dan perbedaan memilih bagi rakyat dalam bilik suara,” tutur Adian.

Karena itu, kata dia, sebenarnya pernyataan Ketum Projo itu mengancam partai, mengancam pelaku politik atau justeru mengancam demokrasi dengan mengancam perbedaan pilihan atau jangan jangan malah mengancam konstitusi yang jelas jelas melindungi perbedaan.

“Untuk itu perlu rasanya Ketum Projo meralat dan meluruskan apa maksud dari pernyataannya tersebut,” pungkas Adian. []

Demokrat Dukung Program Prioritas Pj Bupati Pidie Terkait Pembangunan Pabrik Semen

0
Ketua DPC Demokrat Kabupaten Pidie, Teuku Syawal, M.Pd, CHt. (Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat Kabupaten Pidie mendorong percepatan pembangunan pabrik semen di Kecamatan Muara Tiga (Laweung) untuk kembali dilanjutkan.

Untuk diketahui, kegiatan pembangunan pabrik semen di Laweung itu mangkrak sejak Oktober 2017 lalu.

Teuku Syahwal, Ketua DPC Partai Demokrat Pidie mengatakan pembangunan pabrik semen itu akan memberi efek baik terhadap iklim investasi di Pidie serta memberikan manfaat untuk masyarakat sekitar.

“Citra Pidie sangat dipertaruhkan dengan hadirnya pabrik semen, kondusif atau tidaknya Pidie untuk berinvestasi,” kata Teuku Syahwal dalam rilisnya. Sabtu, 13 Agustus 2022.

Menurutnya, niat baik PJ Bupati Pidie, Wahyudi Adisiswanto melanjutkan kembali pembangunan pabrik semen harus kita dukung secara bersama hingga bisa beroperasi.

“Efek baik terhadap perekonomian daerah. Namun, serapan tenaga kerja lokal harus jadi prioritas, pemberdayaan masyarakat sekitar perusahaan serta menjaga kelestarian lingkungan,” kata Teuku Syahwal.

Diakuinya, selama ini beliau berkomunikasi intens terkait pabrik semen di Laweung dengan Ketua DPD Partai Demokrat Aceh, Muslim, S.HI, MM yang merupakan Anggota DPR RI Dapil II Aceh Komisi VI Fraksi Partai Demokrat.

Komisi VI DPR RI sudah melakukan kunjungan kerja ke Aceh pada 8 Agustus 2022 kemarin, dalam pertemuan tersebut juga dihadiri PJ Gubernur Aceh, Achmad Marzuki.

“Beliau mempertegas supaya pabrik semen di Laweung bisa beroperasi kembali,” ucap Teuku Syahwal menirukan ucapan Muslim, S.HI. MM.

“Kita berharap kepada PJ Bupati Pidie untuk mengambil langkah cepat dan strategis menyahuti peluang ini,” tutupnya. [Wanda]