Beranda blog Halaman 1578

Sri Mulyani Sebut Pertalite Harusnya Rp14.450 dan Solar Rp13.950 per Liter

0
Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: Suara.com)

Nukilan.id – Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan harga BBM subsidi jenis pertalite seharusnya Rp14.450 per liter atau lebih mahal dari harganya saat ini, Rp7.650 per liter.

“Kita jualnya hanya Rp7.650 per liter. Ada perbedaan Rp6.800 per liter itu harus kita bayar ke Pertamina. Itulah subsidi kompensasi,” ujarnya saat menghadiri rapat kerja bersama DPD RI, di Gedung DPR/MPR RI, Kamis (25/8).

Sementara harga solar Rp13.950 per liter atau di atas harganya saat ini Rp5.150 per liter. Artinya ada selisih Rp8.800 per liter.

Pemerintah sudah menambah alokasi subsidi pemerintah dari Rp170 triliun menjadi Rp502 triliun. Namun, ia memperkirakan jumlahnya tidak akan cukup mengingat ada lonjakan harga minyak di atas asumsi awal pemerintah.

“Januari – Juli ini, harga rata-rata dari ICP minyak Indonesia di US$105, ada beda US$5. Yang kita mintakan US$100 tapi ternyata US$105,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga menanggung subsidi lebih besar untuk LPG tabung 3 kg. Saat ini, harga LPG tabung 3 kg hanya Rp 4.250 per kg. Padahal, harga keekonomiannya Rp 18.500 per kg.

Saat ini, pemerintah masih mempertimbangkan berbagai opsi untuk menghadapi risiko jebolnya subsidi BBM.

Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah menaikkan harga BBM.

Sinyal tersebut makin kuat setelah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar mengungkapkan Presiden Joko Widodo akan mengumumkan kenaikan harga BBM subsidi pekan ini.

“Mungkin minggu depan (minggu ini) presiden akan mengumumkan mengenai apa dan bagaimana mengenai kenaikan harga (BBM) ini,” ucap Luhut dalam kuliah umum di Universitas Hasanuddin, Jumat (18/7) lalu. [CNN]

Hubdam IM Lestarikan Makam Ulama masa Kerajaan Aceh

0
Hubdam IM bersihkan makam ulama pada masa kerajaan Aceh di Deah Gelumpang, Meraxa, Banda Aceh, Jumat (26/8/2022). Foto: Nukilan/Reji

Nukilan.id – Personil Perhubungan Daerah Militer Iskandar Muda (Hubdam IM) kembali melakukan program Meuraya pelestarian makam-makam kuno di Deah Glumpang, Meuraxa, Banda Aceh, Jumat (26/8/2022).

Pada kesempatan itu Personil Hubdam membersihkan semak belukar disekitar makam ulama pada masa kerajaan Aceh dan merapikan kembali sejumlah batu nisan yang ada dimakam tersebut.

Kahubdam Kodam IM, Kolonel Jun H Mastra mengatakan, program Meuraya pelestarian makam merupakan kegiaan rutin yang dilakukan Hubdam sebagai bentuk kepedulian terhadap makam-makam kuno yang terbengkalai.

“Kegiatan ini sering kita laksanakan di gampong-gampong yang ada makam kunonya,” kata Kolenel Jun dalam keterangannya kepada Nukilan.

Ia menyebutkan ada beberapa makam ulama yang dibersihkan dalam agenda Meuseraya pelesetarian makam kuno, yaitu makam Syeh Zam Zam dan makam Syeh Waled Khaidir.

“Kedua makam yang saya sebut tadi merupakan sosok ulama pada masa kerjaan Aceh,” ucap Kahubdam IM.

Kegiatan pelestarian makam kuno ini turut dibantu oleh Satpol PP Aceh, Kepolisian Sektor Meuraxa dan masyarakat sekitar desa Deah Geulumpang.

Reporter: Reji

Irjen Ferdy Sambo Dipecat Secara Tidak Hormat

0
Irjen Ferdy Sambo diberi sanksi pemecatan dalam sidang etik kepolisian terkait kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Yosua Hutabarat alias Brigadir J (Tangkapan layar youtube POLRI TV RADIO)

Nukilan.id – Komisi Kode Etik Polri (KKEP) menjatuhkan sanksi pemecatan tidak dengan hormat (PTDH) terhadap mantan Kepala Divisi Propam Irjen Ferdy Sambo. terkait kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

“Pemberhentian tidak dengan hormat (Ferdy Sambo) sebagai anggota Polri” kata Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Kabaintelkam) Komjen Ahmad Dofiri selaku pimpinan sidang, Jumat (26/8).

Ferdy Sambo dinilai terbukti melakukan sejumlah pelanggaran kode etik terkait kasus pembunuhan Brigadir J. Sambo dianggap merekayasa hingga menghalangi penyidikan kasus tersebut.

Dalam sidang ini, terdapat 15 saksi yang dihadirkan. Mereka yang telah diperiksa di antaranya tiga tersangka pembunuhan berencana terhadap Brigadir J, yakni Bharada Richard Eliezer (E), Bripka Ricky Rizal (RR), dan asisten rumah tangga Kuat Maruf.

Selain itu, Brigjen Hendra Kurniawan, Brigjen Benny Ali, AKBP Arif Rahman, Kombes Agus Nurpatria, dan Kombes Susanto, AKBP Ridwan Soplanit, dan AKBP Arif Rahman. Kemudian AKBP Arif Cahya, Kompol Chuk Putranto, AKP Rifaizal Samual, Brigjen Hari Nugroho dan Kombes Murbani Budi Pitono.

Bertindak sebagai majelis sidang KKEP yakni Kabaintelkam Komjen Ahmad Dofiri selaku ketua, Irwasum Komjen Agung Budi Maryoto, Kadiv Propam Polri Irjen Syahardiantono, Analis Kebijakan Utama bidang Sabhara Baharkam Polri Irjen Rudolf Alberth Rodja, serta Gubernur PTIK Irjen Yazid Fanani sebagai anggota.

Sambo sebelumnya telah mengajukan surat pengunduran diri kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Namun, surat itu tak diproses lantaran Sambo harus menjalani sidang etik.

Ferdy Sambo terlibat dalam kasus pembunuhan berencana terhadap anak buahnya sendiri yakni Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J pada 8 Juli lalu. Brigadir J ditembak di rumah dinas Ferdy Sambo. Dalam kasus ini, total ada lima orang yang ditetapkan sebagai tersangka antara lain Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Bharada E, Bripka RR dan Kuat Maruf.

Ferdy Sambo juga sempat membuat skenario palsu ihwal penyebab kematian Brigadir J di rumah dinasnya. Narasi palsu itu pun sempat diumumkan kepada publik oleh sejumlah pejabat kepolisian pada 11 Juli.

Mulanya, Polri mengumumkan bahwa Brigadir J tewas akibat baku tembak dengan Bharada E. Menurut Polri kala itu, baku tembak terjadi usai Brigadir J melakukan pelecehan seksual terhadap istri Ferdy Sambo, yakni Putri Candrawathi.

Namun, kejanggalan tercium oleh keluarga Brigadir J yang menemukan luka lain selain luka tembak di tubuh jenazah. Keluarga lalu meminta autopsi ulang. Publik turut menyorot kejanggalan itu.

Hingga kemudian, Polri membentuk tim khusus untuk mengusut kematian Brigadir J. Seiring berjalannya waktu, skenario palsu Ferdy Sambo terungkap. Brigadir J tidak tewas akibat baku tembak.

Ferdy Sambo yang memerintahkan Bharada E menembak Brigadir J. Selain itu, Ferdy Sambo juga menghilangkan sejumlah barang bukti untuk menghilangkan jejak penyebab kematian Brigadir J. [CNN]

Seleksi Tahap II Pemain Persiraja Banda Aceh, 33 Orang Dinyatakan Lolos

0
Tim Persiraja Banda Aceh bersama 33 peserta seleksi tahap II. (Foto: Nukilan/Reji)

Nukilan.id – Persiraja Banda Aceh kembali melakukan seleksi pemain tahap II untuk berlaga di kompetisi liga 2 Indonesia musim 2022/2023.

Sebanyak 60 pemain lokal mengikuti seleksi tahap II yang berlangsung di Stadion H. Dimurthala, Banda Aceh, Kamis (25/8/2022).

Dari hasil seleksi tersebut, sebanyak 33 pemain lokal dinyatakan lolos dan melanjutkan seleksi tahap ketiga.

Baca Juga: Washiyatul Akmal Jadi Pelatih Baru Persiraja Banda Aceh di Liga 2

Kepala pelatih (head coach) Washiyatul Akmal mengatakan, hasil dari seleksi tahap II cukup maksimal, namun ada beberapa lini yang harus lebih dimaksimalkan lagi.

“Pastinya kita udah maksimalkan para pemain tetapi kalau kita liat ada beberapa lini yang masih kurang,” kata pelatih Laskar Rencong.

Lebih lanjut, kata Akmal, dirinya sebagai pelatih akan bekerjasama dengan tim manajemen untuk mengevaluasi para pemain.

“Kami akan mengevaluasi para pemain secara tim untuk mecari pemain-pemain berkualitas dan mempunyai visi game play sepakbola,” ujarnya.

Baca Juga: Persiraja Banda Aceh Mulai Seleksi Pemain, 22 Orang Dinyatakan Lolos ke Tahap II

Akmal juga menargetkan 24 pemain dari seleksi calon pemain Persiraja Banda Aceh yang nantinya akan bermain di Liga 2 Indonesia.

“Kita menargetkan 24 pemain untuk berlaga di liga 2. Sedangkan 33 pemain yang lolos tahap 2 itu keputusannya belum final tetapi mereka sudah masuk kriteria kami dan nanti akan diseleksi lagi,” pungkasnya.

Reporter: Reji

Pemerintah Daerah se-Aceh Komit Raih Nilai Terbaik MCP 2022

0

Nukilan.id – Pemerintah di seluruh Aceh baik provinsi maupun kabupaten/kota, menyatakan komit dan serius untuk meraih nilai terbaik pada program monitoring centre for prevention (MCP) KPK tahun 2022.

Hal tersebut disampaikan Asisten Administrasi Umum Sekda Aceh, Iskandar dalam Rapat Koordinasi (Rakor) dan evaluasi MCP 2022 yang digelar oleh KPK RI secara virtual, di Kantor Gubernur Aceh, Kamis, (25/8/2022).

Dalam kesempatan tersebut Iskandar didampingi para pejabat dari SKPA terkait. Selain dari unsur Pemerintah Aceh, rapat tersebut diikuti juga oleh seluruh pejabat Satuan Kerja Perangkat Kabupaten/Kota (SKPK) pada setiap Pemerintah Kabupaten/Kota di seluruh Aceh.

Iskandar mengatakan, keseriusan pemerintah di Aceh dalam meraih MCP terbaik 2022 dapat dilihat dari penandatanganan komitmen Sekda se- Aceh dalam menargetkan nilai MCP.

Iskandar lebih lanjut mengatakan, pihaknya menganggap penting Rakor dan evaluasi bersama KPK tersebut. Rapat tersebut menjadi wadah untuk mendampingi dan mendorong pemerintah daerah dalam meraih nilai terbaik MCP 2022.

Iskandar menyebutkan, capaian akumulatif sementara MCP 2022 seluruh pemda se-Aceh berada pada angka 36,94 persen. Sementara capaian khusus Pemerintah Aceh berada pada angka 39 persen.

Iskandar berharap, dengan pendampingan yang diberikan KPK capaian MCP 2022 di Aceh dapat meraih nilai terbaik, sesuai dengan target yang telah ditargetkan. “Pemenuhan target nilai dalam MCP ini bermuara pada pembentukan pemerintahan yang bersih khususnya dalam tata kelola keuangan daerah,” ujar Iskandar. []

Tersangka Kasus SPPD Fiktif DPRK Simeulue Dijamin Kooperatif

0
Penasehat Hukum, Kasibun Daulay, SH. (Foto: Ist)

Nukilan.id – Penasehat Hukum para Tersangka kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) kelebihan bayar Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) anggota DPRK Simeulue Tahun anggaran 2019 menyebutkan bahwa para kliennya yang terdiri dari tiga orang Tersangka yang merupakan 2 orang anggota DPRK aktif dan 1 orang mantan anggota DPRK Simeulue akan sangat kooperatif dan terbuka dalam menjalani semua proses penyidikan di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh. Walaupun ia merasa kliennya jadi korban pertikaian politik yang tidak berkesudahan di Kabupaten Simeulue.

Hal tersebut diungkapkan setelah pada Senin (22/8/2022) kemarin, para Tersangka tersebut dipanggil oleh Kejati Aceh guna dilakukan pemeriksaan perdana pasca mereka ditetapkan sebagai Tersangka.

Salah seorang Penasehat Hukum para Tersangka, Kasibun Daulay menyampaikan bahwa kliennya tersebut pasca ditetapkan sebagai tersangka pada Jum,at (22/07/2022) yang lalu, memang telah di panggil secara resmi oleh Kejati Aceh untuk diperiksa dan didengarkan keterangannya dihadapan penyidik Kejati Aceh pada Senin kemarin, dan terhadap pemanggilan itu ketiga tersangka telah hadir dan menjalani pemriksaan dengan lancar.

“Klien kami sangat kooperatif dan tidak pernah mempersulit proses Lidik maupun Sidik, baik waktu di kejaksaan negeri Simeulue dulu maupun Kejaksaan Tinggi Aceh,” ucap Kasibun.

Ia menambahkan, sebagai warga negara yang baik dan taat hukum, tentu saja kliennya akan mengikuti seluruh proses hukum yang sedang berjalan sekarang dan yang akan datang secara baik dan lancar. Walaupun menurutnya terhadap apa yang disangkakan kepada para tersangka tersebut tidak seluruhnya benar.

“Dan sebenarnya klien kami telah menjalankan tupoksi yang dimilki untuk kepentingan kemajuan demokrasi di kepulauan simeulue negeri betuah. Tak hanya bekerja, mereka juga telah berupaya mencurahkan pikiran untuk rakyat simeulue siang dan malam,” tambah Kasibun.

Terkait materi pemeriksaan, menurut Kasibun tidak ada hal baru yang terungkap dalam pemerikasaan penyidik kejati Aceh Senin kemarin. Karena semuanya masih menyangkut dugaan kelebihan bayar & beberapa item laporan pertanggungjawaban biaya perjalanan Dinas yang dianggarkan dalam APBK tahun 2019 yang tidak sesuai seperti keadaan sebenarnya.

“Tidak ada hal baru dalam dalam pemeriksaan kemarin. Semuanya masih seputar kelebihan bayar & laporan SPPD yang beberapa tidak sesuai,” ujar Kasibun.

Namun demikian, menurut Kasibun Daulay bersama tim penasehat hukum Tersangka lainnya yaitu advokat Faisal Qasim dan advokat Erha Ari Irwanda, bahwa para kliennya tersebut juga menjadi korban pertikaian politik yang tidak berujung dan kurang dewasanya para pimpinan daerah dalam menyikapi berbagai perbedaan pandangan politik di Simeulue.

“Masalah inti sebenarnya adalah ini persoalan kepala daerah yang tidak dewasa dalam mengelola konflik politik, sehingga semacam ada upaya balas dendam politik dengan berbagai cara, termasuk apa yang dialami klien kami ini, yang menurut kami mereka jadi tersangka ini pun ada unsur tarik-menarik dan nuansa politik.” pungkas pungkas Kasibun.

Walaupun menurutnya hal tersebut kemudian akan sangat merugikan daerah Simeulue sendiri.

“Karena persoalan politik ini yang berlarut-larut, sehingga mengakibatkan mereka saling mencari kesalahan, kemudian menghambat produktifitas pembangunan dan pemulihan ekonomi di Kabupaten Simeulue.” Jelas Kasibun.

Selain itu, menurut Kasibun Daulay, terkait pengambilan keputusan DPRK termasuk dalam kaitan penggunaan & pengelolaan anggaran perjalan dinas seperti dalam perkara ini, bahwa itu dilakukan berdasarkan pengambilan keputusan bersama, bukan berjalan sendiri-sendiri. Apalagi menurutnya kalau ada anggapan hanya dijalankan oleh Ketua DPRK saja atau 2 dua orang anggota DPRK yang jadi tersangka saat ini, tentu hal tersebut adalah keliru besar.

“Karena di DPRK itu kan proses pengambilan keputusan dilakukan secara kolektif kolegial, tidak ada keputusan yang diambil sepihak apalagi hanya satu orang ketua atau ketiga orang tersangka tersebut saja. Semua itu diputuskan bersama-sama dan melibatkan para pihak yang berkepentingan, termasuk dalam hal-hal teknis dalam penggunaan anggaran perjalanan dinas luar daerah tersebut,” terang Kasibun. []

Sekda Aceh: Mempertahankan Koperasi Adalah Sebuah Tantangan Besar

0

Nukilan.id – Mempertahankan keberadaan atau eksistensi sebuah koperasi di era global saat ini adalah sebuah tantangan besar, yang harus dihadapi.

Karena itu perlu bertransformasi dengan inovasi yang adaptif, terhadap berbagai tantangan zaman. Serta juga dituntut untuk terus berupaya mewujudkan wajah baru koperasi, dari citra model lama dan konvensional menjadi modern dan profesional.

Hal itu disampaikan Sekda Taqwallah pada Puncak Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Koperasi, di Anjong Mon Mata, Kamis 25 Agustus 2022. Kali ini HUT ke-75 Koperasi mengusung tema “Transformasi Koperasi Untuk Ekonomi Berkelanjutan.”

Di sisi lain, Sekda Aceh, dr Taqwallah juga mengatakan, koperasi layak dianugerahi label pahlawan. Karena mampu memberikan manfaat bagi orang banyak. Terutama dari sisi menampung tenaga kerja dan membuka kesempatan kerja. “Pahlawan sebenarnya adalah orang-orang yang mampu membuka lapangan kerja bagi orang banyak, seperti yang dilakukan para Koperasi berprestasi ini,” kata Sekda.

Di usia Koperasi yang ke 75 ini, kata Sekda, menandakan kematangan dalam berorganisasi dan kemampuan menjawab semua tantangan ekonomi berbasis kemasyarakatan. Karena itu ia meminta pihak pengelola koperasi dan pemerintah setempat untuk mempertahan dan mengkaderisasi, profesionalitas dan budaya koperasi yang telah berjalan baik ini. “Paling susah mendidik kader baru. Saya harap kita semua, bisa lakukan apa yang kita bisa melakukannya. Karena bisa bertahan di era sekarang ini berat,” katanya.

Sebabnya, pemerintah terus bergerak menggelorakan gerakan “Ayo Berkoperasi” yang terhubung dengan Program Gerakan Revolusi Mental, yang bertujuan untuk meningkatkan literasi perkoperasian, serta menarik minat generasi muda untuk ikut berkoperasi.

Melalui koperasi, generasi muda, sebagai agen pembangunan bangsa dapat menambah pengalaman berusaha mereka serta pembangunan karakter yang berbasis nilai gotong-royong dan usaha bersama, yang keseluruhannya akan diperoleh hanya melalui koperasi.

Selain itu, dukungan regulasi menjadi satu langkah penting agar koperasi terus diminati serta menciptakan ekosistem bisnis yang dinamis, adaptif, dan akomodatif bagi kepentingan anggota dan masyarakat. Sehingga koperasi dapat lebih lincah dan dinamis dalam menangkap berbagai peluang usaha, serta mendapat kepercayaan publik.

Pada kesempatan itu, Sekda Aceh Taqwallah, secara langsung menyerahkan hadiah kepada Koperasi Berprestasi Tingkat Provinsi Aceh Tahun 2022, yang di bagi dalam 5 jenis koperasi. Berikut pemenangnya;

Kategori koperasi simpan pinjam;

[ ] Juara 1 Kota Sabang, dengan Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah Maritim Sabang Indonesia.
[ ] Juara 2 Kabupaten Aceh Selatan, dengan Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah Kagum.
[ ] Juara 3 Kabupaten Pidie Jaya “Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah Pegawai Negeri Guru-Guru Trieng Gadeng.

Kategori koperasi produsen;

[ ] Juara 1 Provinsi Aceh, Koperasi Produsen Perikanan Budidaya Aceh
[ ] Juara 2 Kabupaten Aceh Utara, Koperasi Peternakan Sumber Rezeki
[ ] Juara 3 Kabupaten Aceh Jaya, Koperasi Rizki Tamita Na

Kategori Koperasi konsumen;

[ ] Juara 1 Kabupaten Bireun, Koperasi Pegawai Negeri SMA Negeri Peusaangan (KPN KOSMA ).
[ ] Juara 2 Kabupaten Aceh Singkil, Koperasi Nafas Karya Sawita.
[ ] Juara 3 Kabupaten Bireun Koperasi Pesantren Nurul Islam.

Kategori Koperasi Pemasaran;

[ ] Juara 1 Kabupaten Aceh Tengah, Koperasi Pedagang Kopi KETIARA.
[ ] Juara 2 Kabupaten Aceh Tamiang, Koperasi Sawit Murni.
[ ] Juara 1 Kabupaten Pidie, Koperasi Konsumen Wanita Cut Nyak Dhien.

Kategori Koperasi Jasa;

[ ] Juara 1 Kabupaten Aceh Utara, Koperasi Karyawan Syariah PT, Pupuk Iskandar Muda.
[ ] Juara 2 Kabupaten Aceh Besar, Koperasi Produsen Unit Desa Ujung Raja.
[ ] Juara 3 Kabupaten Aceh Besar, Koperasi Pegawai Negeri Japuga SPMA Saree. []

Baitul Mal Aceh Salurkan Bantuan Pemberdayaan Muallaf Rp 1,68 Miliar

0

Nukilan.id – Baitul Mal Aceh (BMA) telah menyalurkan bantuan pemberdayaan muallaf tahap kedua sebesar Rp1,68 miliar kepada 143 mustahik se Aceh.

Sebelumnya BMA telah salurkan bantuan serupa tahap pertama sebesar Rp 396 juta untuk 52 mustahik. Adapun penyaluran tahap kedua secara simbolis dilakukan oleh Kepala Sekretariat BMA, Rahmad Raden di Gampong Pulau Baguk, Kec. Pulo Banyak, Kab. Aceh Singkil, Jumat (26/08/2022) sore.

“Tahun ini BMA menganggarkan dana zakat Rp6,4 miliar untuk kegiatan pada asnaf muallaf. Sedangkan untuk pemberdayaan muallaf ini, dana zakat yang telah dialokasikan sebesar Rp3,5 miliar,” kata Rahmad Raden.

Rahmad Raden mengatakan Pemerintah Aceh melalui BMA memberikan perhatian khusus kepada muallaf sebagai salah satu asnaf yang secara spesifik disebutkan sebagai kelompok penerima zakat.

Setiap tahunnya BMA menganggarkan bantuan untuk kelompok muallaf itu baik dalam bentuk beasiswa, pemberdayaan ekonomi maupun santunan muallaf baru bagi mareka yang baru ikrar syahadat sebagai muslim.

“Adapun program pemberdayaan muallaf ini merupakan sebuah keniscayaan yang harus kita pikirkan bersama untuk saudara baru kita agar para muallaf merasa diterima dan nyaman sebagai seorang muslim,” kata Rahmad Raden.

Ia menjelaskan program pemberdayaan muallaf ini bertujuan untuk memberikan jaminan terhadap pembekalan ilmu aqidah, syariah, ibadah serta keberlanjutan ekonomi keluarga muallaf.

“Semoga dengan bantuan ini kita mengharapkan para muallaf akan lebih tenang dan nyaman dalam menjalankan kewajiban ibadahnya sebagai umat muslim dan secara ekonomi menjadi mustahik yang mandiri dan produktif,” pungkas Rahmad Raden. []

Baitul Mal Aceh Bangun Cotagge VIP Wisata Bahari Pulau Panjang

0

Nukilan.id – Baitul Mal Aceh (BMA) berkomitmen dalam peran pengentasan kemiskinan melalui kegiatan pemberdayaan ekonomi baik individu maupun kelompok dari sumber dana zakat dan infak.

Salah satu program unggulan BMA adalah program Gampong Zakat Produktif (GZP). Program tersebut menyasar gampong yang memiliki potensi dan konsep pengembangan ekonomi berbasis kearifan lokal masing-masing gampong.

GZP ini juga memiliki konsep pemberdayaan masyarakat melalui usaha produktif yang dikelola secara bersama. Kegiatan ekonomi yang dibantu oleh BMA ini dalam jangka panjang diharapkan bisa meningkatkan ekonomi, produktifikas dan kemandirian masyarakat di gampong tersebut.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Sekretariat BMA, Rahmad Raden saat meresmikan Cotagge VIP Wisata Bahari Pulau Panjang di Gampong Pulau Baguk, Kec. Pulo Banyak, Kab. Aceh Singkil, Jumat (26/08/2022) sore.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pj Bupati Aceh Singkil yang diwakili Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setdakab Aceh Singkil, Faisal, S.Pd, Camat Pulau Banyak, Mukhlis S.STP dan undangan lainnya.

“Gampong Pulau Baguk ini merupakan salah satu penerima bantuan GZP tahun 2021 bersama 32 gampong lain diseluruh Aceh. Adapun jumlah bantuannya sebesar Rp100 juta yang disalurkan BMA melalui Baitul Mal Gampong (BMG). Bantuan BMA tersebut digunakan BMG Pulau Baguk untuk membangun cotagge VIP yang kita resmikan ini,” kata Rahmad Raden.

Rahmad Raden menjelaskan BMA melihat potensi pariwisata bahari Pulau Panjang di Gampong Pulau Baguk ini memiliki prospek yang sangat besar sebagai salah satu destinasi wisata tingkat nasional. Sehingga potensi ini bisa ikut mendongkrak perekonomian masyarakat di Pulau Banyak.

“Bantuan yang diserahkan BMA diharapkan menjadi investasi berkelanjutan bagi mustahik/dhuafa yang ada di Pulau Baguk. Dengan demikian perekonomian masyarakat setempat akan menjadi lebih baik lagi,” harap Rahmad.

Pada kesempatan tersebut Rahmad Raden juga mengapresiasi dan berterima kasih kepada mitra sukses BMA yang telah mendukung kegiatan ini, diantaranya DPMG Provinsi Aceh, BMK Aceh Singkil, pendamping desa, kepala desa, BUMDES, dan BMG.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setdakab Aceh Singkil, Faisal, S.Pd. dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada BMA atas dukungan kegiatan Gampong Zakat Produktif tersebut. Menurutnya Gampong Pulau Baguk adalah gampong yang tepat dipilih oleh BMA untuk bekerja sama karena termasuk gampong yang aktif dalam hal pemberdayaan masyarakat.

“Kegiatan GZP ini menjadi contoh bagi yang lainnya dalam hal pemberdayaan ekonomi masyarakat,” kata Faisal.

Sementara itu Kepala Desa Kades Pulau Baguk Hardi juga mengucapkan terima kasih kepada BMA atas bantuan tersebut. Ia menambahkan hasil usaha penyewaan cotage ini, nantinya sebanyak 40% dari keuntungan akan salurkan kepada fakir dan miskin yang ada di desanya setiap 3 bulan. []

Washiyatul Akmal Jadi Pelatih Baru Persiraja Banda Aceh di Liga 2

0
Kepala pelatih Persiraja Banda Aceh, Washuyatul Akmal (tengah baju warna biru). Foto: Nukilan/Reji

Nukilan.id – Washiyatul Akmal resmi menjadi Kepala pelatih (head coach) klub sepak bola Persiraja Banda Aceh di Liga 2 Indonesia musim 2022/2023.

Hal itu disampaikan Presiden Persiraja Banda Aceh dalam agenda memperkenalkan head coach saat konferensi pers di Stadion H. Dimurthalla, Banda Aceh, Kamis (25/8/2022).

Washiyatul Akmal merupakan mantan kepala pelatih klub sepak bola Persija Jakarta U-20 pada tahun 2020-2022.

Dalam kesempatan itu, Kepala pelatih baru Persiraja Washiyatul Akmal menegaskan bahwa dirinya sudah bertekad untuk berkontribusi dan memberikan yang terbaik untuk Laskar Rencong.

“Saya sebagai kepala pelatih akan bekerja keras untuk memaksimalkan para pemain  Persiraja yang nantinya akan berlaga di Laga 2,” tegasnya.

Pelatih Persiraja tersebut juga akan membangun komunikasi untuk kepentingan dan kemajuan klub berjulukan Laskar Rencong ini.

“Akan kita bangkitkan kembali Persiraja ini dengan semangat-semangat baru tentunya dengan dukungan dari masyarakat atas kecintaannya terhadap Persiraja,” pungkasnya.

Reporter: Reji