Beranda blog Halaman 1559

Bawaslu Putuskan 7 Partai Politik Tak Lolos Pemilu 2024

0
Empat Majelis Sidang Bawaslu (kiri ke kanan) yakni Herwyn JH Malonda, Puadi, Lolly Suhenty, dan Totok Hariyono saat membacakan putusan atas laporan dugaan pelanggaran administrasi pemilu dari tujuh partai politik calon peserta Pemilu 2024 di Gedung Bawaslu, Jakarta 13 September 2022/Foto: Pemberitaan dan Publikasi Bawaslu RI

Nukilan.id – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) tak meloloskan tujuh partai pada fase proses pendaftaran calon peserta Pemilu 2024.

Hal itu diputuskan dalam sidang administrasi Bawaslu yang menolak tujuh laporan parpol calon peserta Pemilu 2024. Ketujuh parpol itu sebelumnya melaporkan dugaan pelanggaran administrasi oleh KPU, Selasa (13/9) kemarin.

Sidang berkesimpulan bahwa Bawaslu menyatakan KPU tidak melakukan pelanggaran administrasi tentang tata cara pendaftaran parpol.

“Mengadili, menyatakan terlapor (KPU) tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pelanggaran administrasi pemilu,” kata Ketua Majelis Sidang Bawaslu Puadi dalam keterangannya di laman resmi Bawaslu dikutip Rabu (14/9).

Tujuh parpol yang tak bisa melanjutkan tahapan pemilu itu adalah Partai Bhineka Indonesia (PBI), Partai Kedaulatan Rakyat, Partai Pandu Bangsa, Partai Negeri Daulat Indonesia (PANDAI), Partai Masyumi, Partai Kedaulatan dan Partai Reformasi.

Keputusan tersebut berdasarkan beberapa pertimbangan Majelis Sidang yang dibacakan sebelum putusan. Salah satunya laporan Nomor 007/LP/PL/ADM/RI/00.00/VIII/2022 Partai Bhinneka Indonesia.

Anggota Majelis Sidang Lolly Suhenty menyebutkan dalam pertimbangan putusan terdapat kekeliruan Terlapor dalam menghitung keterpenuhan syarat pengurus di kecamatan.

Namun, Lolly mengatakan kekeliruan tersebut telah diperbaiki pihak terlapor secara manual pada tanda pengembalian data dan dokumen persyaratan pendaftaran parpol calon peserta pemilu yang dikeluarkan oleh KPU pada Tanggal 15 Agustus 2022 Pukul 21.31 WIB.

“Menimbang bahwa pada dasarnya terlapor mengembalikan dokumen pendaftaran PBI karena dokumen pendaftarannya tidak lengkap, setelah Terlapor memberikan kesempatan kepada PBI memberikan dokumen fisik. Dengan demikian menurut Majelis, hal tersebut telah sesuai dengan ketentuan Pasal 176 ayat (3) dan Pasal 177 UU Pemilu jo Pasal 8 PKPU 4 Tahun 2022,” ungkapnya.

Kemudian laporan nomor: 009/LP/PL/ADM/RI/00.00/VII/2022 Partai Pandu Bangsa menyatakan terlapor atau KPU telah melakukan penundaan atau jeda dalam pemeriksaan dokumen pendaftaran.

Dalam pertimbangan hukum, majelis berpendapat, dalil itu menjadi tidak berdasar karena telah terdapat kesepakatan antara terlapor dan penghubung Partai Pandu Bangsa atas nama Syamsul Fajri yang dituangkan ke dalam surat kesepahaman serta turut dijelaskan oleh keterangan saksi Syamsul Fajri yang menyatakan benar terdapat kesepakatan tentang penundaan pemeriksaan.

“Menimbang bahwa untuk melakukan pendaftaran sebagai calon peserta pemilu harus disertai dokumen yang lengkap sebagaimana diatur Pasal 176 ayat (3) UU Pemilu dan dokumen persyaratan yang lengkap tersebut diatur pada Pasal 177 UU Pemilu jo Pasal 8 PKPU 4 Tahun 2022,” kata Anggota Majelis Sidang Herwyn J.H Malonda.

Diketahui, Bawaslu menerima laporan sembilan parpol dan ditindaklanjuti terkait sengketa pada tahap pendaftaran parpol calon peserta pemilu 2024.

Bawaslu telah memberi putusan terhadap Partai Pelita dan Partai IBU pada Jumat (9/9) lalu. Kedua parpol tersebut juga tidak dapat lolos ke tahapan selanjutnya yakni proses verifikasi administrasi. [CNN]

Sukses Tangani PMK, Kadisnak Aceh Apresiasi Dukungan Mentan RI

0
Kepala Dinas Peternakan Aceh, Zalsufran, ST, M.Si

Nukilan.id – Pemerintah Aceh mengapresiasi dukungan Kementerian Pertanian RI dan seluruh pemangku kebijakan terkait di Aceh, yang telah secara bersama membantu upaya pencegahan dan penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Bumi Serambi Mekah.

Apresiasi tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Peternakan Aceh Zalsufran, mewakili Pj Gubernur Aceh Achmad Marzuki, di ruang kerjanya, Selasa (13/9/2022) siang.

“Saya Zalsufran Kepala Dinas Peternakan Aceh, mengucapkan terima kasih kepada Bapak Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dan Seluruh jajaran Kementerian Pertanian yang telah mendukung kami untuk menangani PMK di Aceh,” ujar Zalsufran.

Kadisnak Aceh itu menambahkan, keberhasilan penanganan dan pencegahan PMK di Aceh, juga tidak terlepas dari dukungan dan sinergitas yang kokoh antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah termasuk TNI-Polri, Perguruan Tinggi, dan Organisasi Profesi yang tergabung dalam Gugus Tugas PMK, dalam melakukan pengendalian PMK seperti bantuan vaksin, obat-obatan dan vitamin, desinfektan dan peralatan lainnya yang terus menerus dilakukan.

“Apresiasi juga kami sampaikan kepada para pemangku kebijakan di Aceh yang telah secara bersama mendukung penanganan PMK di Aceh. Semoga dengan sinergitas ini akan terjalin lebih baik lagi antara Pemerintah Pusat dan daerah, sehingga upaya kita wujudkan Indonesia bebas PMK akan mendapatkan hasil maksimal,” kata Zalsufran.

Kadisnak Aceh itu mengungkapkan, saat ini Aceh berhasil menekan angka kasus PMK dengan sangat baik. Hingga hari ini, yang sakit hanya tersisa 113 ekor atau sebesar 0,24 persen

“Persentase ternak yang sembuh dari PMK juga cukup baik, sudah mencapai 46,833 ekor atau sebesar 89,99, dari total 47.310 ekor ternak yang terjangkit selama wabah ini melanda. Sementara itu, jumlah ternak yang sudah divaksinasi sebanyak 47.993 dosis,” imbuh Zalsufran.

Zalsufran menambahkan, selama PMK melanda, sebanyak 300 ternak mati dan 64 ternak warga harus dipotong paksa.

Sebagaimana diketahui, upaya pencegahan dan penanganan PMK menjadi hal yang sangat diperhatikan oleh Pj Gubernur Aceh Achmad Marzuki.

Beberapa waktu lalu, Pj Gubernur bahkan menugaskan Satgas Penanganan PMK Aceh untuk terjun langsung ke 23 kabupaten/kota, untuk memantau serta menyalurkan vaksin dan obat-obatan pendukung lainnya.

Pada kesempatan tersebut, Zalsufran juga mengapresiasi tiga kabupaten di Aceh, yaitu Aceh Tengah, Bener Meriah dan Simeulue, yang berhasil menjaga daerahnya sebagai zona hijau atau tidak ada laporan kasus PMK.

“Apresiasi kami kepada Pemkab Aceh Tengah, Bener Meriah dan Simeulue yang sukses melakukan upaya pencegahan dan menjaga daerahnya sebagai zona hijau PMK. Apresiasi juga pada 20 kabupaten/kota lainnya yang sukses melakukan upaya penanganan PMK. Alhamdulillah, hingga saat ini apa yang kita lakukan bersama sukses mencegah dan penangani PMK,” pungkas Zalsufran. []

Anggota DPRK Harapkan Rumah Kreatif Bermanfaat bagi Pelaku UMKM

0

Nukilan.id – Anggota (DPRK) Banda Aceh, Ilmiza Sa’aduddin Djamal, berharap kehadiran rumah kreatif benar-benar bermanfaat bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Banda Aceh.

Hal tersebut disampaikan Ilmiza Sa’aduddin Djamal di sela-sela peresmian Gedung Rumah Kreatif Banda Aceh oleh Pj Wali Kota Banda Aceh, Bakri Siddiq, yang dipusatkan di Pasar Al-Mahirah, Gampong Lamdingin, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh, Rabu (14/09/2022).

“Sebagai anggota dewan, tentu kami berharap dengan hadirnya Rumah Kreatif ini betul-betul dapat dipergunakan dan dimanfaatkan oleh masyarakat pelaku usaha,” kata Ilmiza Sa’aduddin Djamal.

Menurut Ilmiza, pemerintah kota perlu memperbanyak ruang-ruang bagi pelaku UMKM seperti rumah kreatif karena selain akan merangsang berkembangnya usaha warga, juga bisa berdampak pada meningkatanya pendapatan asli daerah Kota Banda Aceh.

Pada kesempatan itu politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu juga berharap agar semua organisasi perangkat daerah (OPD) di Banda Aceh bisa menjadi sumber PAD dengan melakukan sesuatu yang kreatif dan menguntungkan.

Terobosan itu dinailai sangat penting mengingat kondisi keuangan di Kota Banda Aceh saat ini sedang sulit. Apalagi kata Ilmiza,  transfer dari dana otonomi khusus juga sudah menurun sehingga berimbas pada keuangan Pemerintah Kota Banda Aceh.

“Karena itu kami berharap kegiatan-kegiatan yang seperti ini dapat menghasilkan pendapatan bagi Pemerintah Kota Banda Aceh. Di samping juga bermanfaat bagi masyarakat kreatif, pemerintah juga bisa mendapatkan hasil dari itu,” tutur Ilmiza.

Peresmian itu juga dihadiri Wakil Ketua DPRK Banda Aceh, Usman SE; Sekdako, Amiruddin, Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto; Dandim 0101/BS, Kol Inf Muhammad Nas; Kajari Banda Aceh, Edi Ermawan; Camat Kuta Alam, Arie Januar; para kepala SKPK; muspika; dan keuchik. [Reji]

Keunggulan Program Gepeuaman Hingga Meningkatnya Hasil Panen

0
Lahan sawah di Keumala, Pidie yang berumur 2,5 bulan tinggal menunggu musim panen. [Foto: Dialeksis/Nora]

Nukilan.id – Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh, Safrizal SP MPA, menjelaskan, Gerakan Peningkatan Produktivitas Lahan Sawah Pra Tanam (Gepeuaman) dengan cara mengolah sawah menggunakan bahan organik seperti jerami, selain menaikkan tingkat kesuburan lahan, juga bisa menghemat biaya produksi sebesar 30-40 persen dan meningkatkan produksi padi.

Melalui gerakan ini, Safrizal berharap petani mau mengubah perilakunya untuk membiasakan diri memanfaatkan sumber daya bahan organik lokal seperti jerami diolah menjadi pupuk organik. Tujuannya, untuk memperbaiki sifat-sifat fisik kimia dan biologi tanah, agar lahan menjadi lebih subur dan gembur.

Kondisi ini, lanjutnya, akan mendorong anakan tanaman padi yang baru ditanam cepat tumbuh dengan subur dan berkembang. Selain itu, menurut safrizal, saat padi bunting jumlah bulirnya menjadi banyak dan padat. Kondisi ini akan membuat produktivitas tanaman padi menjadi tinggi dan berkualitas.

Dampak positif lain dari Gepeuaman adalah, secara perlahan-lahan petani padi tidak lagi tergantung dengan pupuk kimia–seperti pupuk urea, NPK, TSP, ZA, dan SP 36–setiap musim tanam. Tanaman padi yang menggunakan pupuk berbahan organik, akan menghasilkan beras yang sangat lezat, higienis, dan bergizi tinggi.

Dalam perjalanannya implementasi program Gepeuaman, Distanbun Aceh ikut menyalurkan berbagai bantuan penunjang untuk peningkatan produktivitas lahan sawah, seperti yang diterima oleh petani di Keumala, Kabupaten Pidie berupa benih padi dan pupuk cair organik.

Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Keumala, Nazariah mengatakan terdapat beberapa perbedaan dari program Gepeuaman dibanding dengan program lainnya. Salah satunya, dari segi bentuk penyaluran bantuan, biasanya petani hanya menerima benih saja tetapi dengan Gepeuaman ini terdapat juga bantuan berupa pupuk cair dan pengolah lahan.

Sebelum di Kecamatan Keumala, program Gepeuaman sudah berhasil diterapkan di Kecamatan Mutiara Timur. Menurut Nazariah, Geupeuaman sangat bagus untuk peningkatan produksi lahan sawah karena ada penggunaan pupuk hayati dan pupuk untuk mengembalikan kesuburan lahan sawah.

Respons Petani di Keumala

Selama penerapan program Gepeuaman ini, Petani semakin bersemangat dalam membudidaya tanaman padi mereka, karena dari segi kebutuhan dan keperluan menanam padi sudah banyak dibantu oleh pemerintah.

Idris, salah satu petani di Gampong Kumbang, Keumala, Pidie saat diwawancarai Dialeksis.com [Foto: Dialeksis/AU]
Lebih lanjut, petani berharap kedepan bantuan yang disalurkan dapat meningkat dan terus diberikan untuk membantu para petani. Di samping itu, petani juga mengharapkan segera terwujudkan akses jalan pertanian yang lebih memadai, agar saat mengangkut hasil panen lebih efisien dari segi waktu dan lebih efektif dari segi biaya.

“Karena yang selama ini kami lakukan, hasil panen harus kami pikul dari sawah ke jalan raya, tidak ada jalan yang bisa melintasi langsung ke area sawahnya,” ungkap salah satu petani Keumala, Idris.

Lanjutnya, untuk infrastruktur lainnya di area persawahan di sana sudah cukup memadai. Seperti air irigasi sudah sangat lancar dan melimpah, tidak ada lagi kendala yang berkaitan dengan kebutuhan air sawah. [Wanda]

Resmikan Rumah Kreatif, Bakri Siddiq Ajak Perbankan Bantu UMKM

0

Nukilan.id – Penjabat Wali Kota Banda Aceh, Bakri Siddiq resmikan Rumah Kreatif Al Mahirah, Rabu, 14 September 2022, di lingkungan Pasar Al Mahirah Lamdingin. Peresmian ditandai dengan pemotongan pita dan penandatanganan prasasti oleh Bakri Siddiq.

Pada kesempatan tersebut, turut hadir pimpinan DPRK Banda Aceh Usman SE, Sekdako Amiruddin, Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Joko Krisdiyanto, Dandim 0101/BS Kol Inf Muhammad Nas, Kajari Banda Aceh Edi Ermawan, Camat Kuta Alam Arie Januar, para kepala SKPK, Keuchik dan unsur muspika setempat.

Dalam sambutannya, Bakri mengatakan, pembangunan Rumah Kreatif merupakan salah satu upaya Pemko Banda Aceh untuk menyediakan dan melengkapi sarana perdagangan di Pasar Al Mahirah Lamdingin.

“Kawasan Pasar Al Mahirah kita harapkan menjadi sebuah kawasan baru pertumbuhan perekonomian di Banda Aceh, untuk itu saya mengajak semua pihak seperti sektor perbankan dapat membantu pelaku usaha kecil seperti UMKM, memberikan akses pembiayaan murah bagi pedagang seperti KUR, layanan ATM dan digitalisasi pasar,” ujarnya.

Ia melanjutkan, dukungan lain juga diharapkan dari Dinas PUPR bagi peningkatan infrastruktur jalan dan saluran. Kemudian DLHK3, tugasnya dalam peningkatan kualitas lingkungan dan kebersihan kawasan pasar, Satpol PP dan WH bagi peningkatan keamanan dan ketertiban di sekitar kawasan pasar serta berbagai pihak lainnya yang terkait langsung dengan aktivitas pembangunan di kawasan pasar Al Mahirah Lamdingin.

“Saya melihat kolaborasi antara Pemerintah dan berbagai lintas sektor, tak terkecuali para pelaku usaha ekonomi kreatif khususnya UMKM sangat diperlukan. Dengan jumlah UMKM sebanyak 17.308 per Agustus 2022, peran pelaku UMKM sebagai salah satu penggerak roda perekonomian menjadi salah satu sektor pendukung yang penting dalam upaya pemulihan ekonomi nasional,” ungkapnya.

Gedung Rumah Kreatif itu, kata Bakri, idealnya harus dapat dimanfaatkan secara maksimal dengan melibatkan badan usaha atau pelaku usaha yang profesional di bidangnya, dan memberi manfaat bagi pelaku usaha UMKM dalam mengembangkan usahanya. Di samping itu juga dapat memberi manfaat bagi peningkatan PAD Kota Banda Aceh.

“Maka dari itu teman-teman, saya mengajak kepada seluruh masyarakat Kota Banda Aceh untuk hadir meramaikan langsung ke sini dan memanfaatkan fasilitas yang ada.
Kita ingin kegiatan ini dapat mendukung secara totalitas kebangkitan, pemulihan, dari pariwisata dan ekonomi kreatif di Kota Banda Aceh,” tutup Bakri.

Sementara itu, Kadis Kopukmdag, M Nurdin mengatakan telah membuka lelang mitra sewa kelola Rumah Kreatif yang terletak di Pasar Al Mahirah Lamdingin mulai tanggal 12-16 September 2022. Pelelangan tersebut katanya, untuk memberi kesempatan kepada pelaku usaha memanfaatkan bangunan milik daerah guna mengembangkan usaha secara profesional sekaligus sebagai ruang partisipasi masyarakat dalam mendukung program Pemko Banda Aceh untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kota Banda Aceh. []

Implementasi Program Gepeuaman Distanbun Aceh di Keumala Pidie

0
Salah satu petani di Gampong Kumbang Kecamatan Keumala, Pidie sedang menyemprot tanaman padinya. [Foto: Dialeksis/Nora]

Nukilan.id – Guru Besar IPB University, Iswandi Anas Chaniago mengungkapkan bahwa 72 persen dari tanah-tanah pertanian di Indonesia saat ini sedang sakit karena kekurangan bahan organik.

Menurut dia, kondisi tersebut disebabkan oleh penggunaan pupuk kimia yang masih sangat tinggi.

Di era 1960-an, lanjutnya, tanah di Indonesia masih bagus karena kadar organiknya masih saat tinggi, sehingga dengan tambahan pupuk kimia pertumbuhan tanaman meloncat dua kali lipat.

“Tapi sifat manusia ingin mudahnya saja lebih memilih Urea atau SP saja daripada harus membawa pupuk organik begitu banyak, akhirnya pupuk organiknya ditinggalkan, sehingga lama kelamaan tanahnya rusak,” katanya seperti dilansir Antara, Sabtu (28/5).

Atas fenomena tersebut, Pemerintah Aceh melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun Aceh) telah meluncurkan Program Gepeuaman (Gerakan Produktivitas Lahan Sawah Pra Tanam) sebagai salah satu upaya peningkatan produktivitas lahan sawah. Gerakan ini menjadi harapan dan sekaligus tantangan dalam mewujudkan ketahanan dan kedaulatan pangan di Aceh.

Gerakan peningkatan produktivitas lahan sawah pra tanam merupakan teknik atau metode pengelolaan lahan sawah sebelum penanaman. Teknik dan metode dimaksud setidak-tidaknya harus memenuhi empat kriteria utama yaitu: teknologi tersebut adalah mudah dan praktis dalam aplikasinya di lapangan; dapat menekan biaya produksi pertanian; dapat meningkatkan produktivitas tanaman; serta mencegah degradasi lahan dan lingkungan dalam jangka panjang.

Program Gepeuaman sebaiknya menjadi tujuan bersama antara elemen masyarakat di Provinsi Aceh, dengan demikian akan timbul kekuatan yang dapat mendorong Gepeuaman mencapai harapan trend produktivitas padi di Aceh kembali meningkat dan berkelanjutan.

Tiga kabupaten di Aceh terapkan program Gepeuaman

Ada 3 Kabupaten yang telah menerapkan program Gepeuaman, yaitu Kabupaten Pidie, Aceh Timur dan Kabupaten Aceh Jaya. Dan nantinya pihak Distanbun akan melakukan sosialisasi program ini ke seluruh Kabupaten/Kota. Sehingga diharapkan seluruh Kabupaten/Kota nantinya bisa menerapkan program Gepeuaman ini.

Tahun 2021 dibuat percontohan di Gampong Jumphoih Adan, Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie seluas 200 hektar, dari percontohan tersebut dihasilkan produksi mencapai 12 ton/hektar Gabah Kering Panen (GKP).

Selain Kecamatan Mutiara Timur, petani di Kecamatan Keumala juga sudah menerapkan program Gepeuaman dan semua petani sangat antusias.

Dalam liputan khusus Nukilan, Jumat (14/9/2022) berhasil berbincang-bincang bersama Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Keumala, Nazariah dan petani setempat terkait informasi, respon masyarakat dari pengimplementasian program Gepeuaman.

Cara implementasi Gepeuaman di Keumala

Tim penyuluh dari BPP Kecamatan Keumala gencar melakukan sosialisasi kepada petani dan ketika ada bantuan pihaknya mengadakan pertemuan dan langsung diserahkan kepada kelompok tani atau penerima manfaat dari program tersebut.

Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Keumala, Nazariah.

 

Selama proses sosialisasi, Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Keumala, Nazariah mengatakan terdapat berbagai kendala yang ditemukan pada petani. Ia juga mengakui harus lebih bersabar dengan para petani karena di antara mereka terdapat petani yang maju dan tertinggal.

“Tapi kami tetap harus melakukan sosialisasi, terus berupaya agar petani mau beralih menggunakan pupuk organik untuk mengembalikan kesuburan lahan dan dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia (urea, NPK, Sp36, KCl dan ZA),” kata Nazariah.

Di samping itu, petani juga merasa gembira dengan kehadiran program Gepeuaman karena petani memperoleh ilmu baru dalam membudidaya tanaman padi langsung dari pihak berwenang.

Salah satu petani di Keumala, Sulaiman menceritakan pengalamannya selama penerapan program Gepeuaman. Menurutnya, hasil yang didapat dari setiap musim panen jauh lebih meningkat. Hal itu karena disalurkan pupuk berkualitas tinggi dari pemerintah. [Wanda]

Tanggung Jawab Penyuluh dalam Mengawasi Program Gepeuaman di Keumala Pidie

0
Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Keumala, Nazariah.

Nukilan.id – Pemerintah Aceh melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh telah meluncurkan Program Gerakan Produktivitas Lahan Sawah Pra Tanam (Gepeuaman) sebagai salah satu upaya peningkatan produktivitas lahan sawah.

Adapun metode dan sistem penerapan program Gepeuaman terhadap petani di kabupaten/kota yaitu dengan cara mensosialisasikan program ini kepada petani untuk menggunakan pupuk organik dan mengurangi penggunaan pupuk kimia, melatih petani untuk membuat pupuk organik sendiri dengan bahan organik di sekitarnya.

Pidie menjadi salah satu Kabupaten yang telah menerapkan program Gepeuaman dan sudah terbukti menghasilkan keuntungan yang melimpah. Tahun 2021 dibuat percontohan di Kabupaten Pidie seluas 200 hektar, dari percontohan tersebut dihasilkan produksi mencapai 12 ton/hektar Gabah Kering Panen (GKP).

Bentuk Pengawasan dari Penyuluh

Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Keumala Pidie, Nazariah mengatakan penyuluh dan petugas lapangan selalu mensosialisasikan program Gepeuaman kepada petani.

Hal itu karena Penyuluh Pertanian dan Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) memiliki tugas dan tanggung jawab institusi pelaksana terhadap Program tersebut antara lain; Mengidentifikasi dan mengusulkan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) kepada Tim Teknis Kabupaten/Kota. Melakukan pendampingan kepada Kelompok tani mulai dari penyaluran sarana produksi, olah tanah, tanam, sampai panen.

Memonitoring dan mengevaluasi terhadap kelompok tani dalam pemanfaatan saprodi. Menyampaikan laporan perkembangan/kemajuan kegiatan secara tertulis ke Dinas Pertanian Kabupaten/Kota.

Selain itu, pada saat melakukan pedampingan atau turun ke lapangan, penyuluh menyebarkan informasi seputar pertanian, memberikan saran dan rekomendasi bagi usaha tani yang lebih menguntungkan.

Memotivasi petani untuk merubah sikap, perilaku dan keterampilan dalam berusaha tani. Melakukan pelatihan-pelatihan dan kursus-kursus tani. Membantu petani untuk memperoleh kemudahan baik sarana, fasilitas modal kerja dan lain-lain. Mengembangkan kemandiran pada petani.

Selain menjalankan program dari pemerintah propinsi, tugas Balai Penyuluhan Pertanian menurut Pasal 15 Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2006 tentang Sistem

Penyuluh Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (SP3K) adalah: Menyusun Programa Penyuluhan pada tingkat kecamatan sejalan dengan program penyuluhan Kabupaten/Kota. Melaksanakan penyuluhan berdasarkan program penyuluhan.

Menyediakan dan menyebarkan informasi teknologi, sarana produksi, pembiayaan dan pasar. Memfasilitasi pengembangan kelembagaan dan kemitraan pelaku utama dan pelaku usaha.

Memfasilitasi peningkatan kapasitas penyuluh PNS, penyuluh swadaya, dan penyuluh swasta memalui proses pembelajaran secara berkelanjutan. Melaksanakan proses pembelajaran melalui percontohan dan pengembangan model usaha tani bagi pelaku utama dan pelaku usaha. [Wanda]

FKIP USK Jalin Kerja Sama dengan Kemenag se-Aceh dan Pegadaian Syariah

0
(Foto: Dok FKIP USK)

Nukilan.id – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Syiah Kuala (USK) melakukan penandatanganan kesepakatan kerja sama atau Memorandum of Agreement (MoA) dengan Kementerian Agama (Kemenag) se-Aceh dan Kantor Pegadaian Syariah Aceh, Rabu (14/9/2022).

Penandatangan ini dilakukan langsung antara Dekan FKIP USK, Dr. Drs. Syamsulrizal, M.Kes dengan Kepala Kantor  Kemenag Kabupaten/Kota se-Aceh dan Asisten Vice Presiden Deputi Pengembangan Bisnis Pegadaian Syariah Aceh, H. Syamsul Syahrizal di Gedung FKIP USK.

Selain penandatangan MoA, juga dilakukan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) antara Rektor USK, Prof. Dr. Ir. Marwan, M.Sc dengan Kakanwil Kemenag Aceh, Dr. H. Iqbal, M. Ag dan Kepala Pegadaian Syariah Aceh.

(Foto: Dok. FKIP USK)

Penandatanganan tersebut turut disaksikan seluruh Kepala Kantor Kemenag se-Aceh dan para wakil rektor, Dekan dan para Wakil Dekan FKIP USK, Ketua Senat FKIP USK, Ketua dan Sekretaris Ikatan Keluarga Alumni (IKA) FKIP USK, dan para Ketua Jurusan di lingkungan FKIP USK.

Dalam sambutannya, Rektor USK, Prof. Dr. Ir. Marwan, M.Sc., menyambut baik program kerja sama yang diinisiasi oleh Dekan FKIP USK tersebut.

“Kerja sama yang baik seperti ini perlu terus ditingkatkan dan dikembangkan. Terima kasih kami ucapkan kepada Dekan FKIP USK dan jajarannya yang sudah mempersiapkan kerja sama ini,” ujar Prof. Marwan.

(Foto: Dok. FKIP USK)

Sementara itu, Kakanwil Kemenag Aceh, Dr. H. Iqbal, M.Ag., mengaku sangat senang dengan kerja sama ini.

Karena itu, Iqbal mengucapkan terima kasih kepada USK yang telah berkenan untuk menjalin kerja sama dengan Kemenag Aceh dan Kemenag seluruh Kabupaten/Kota di Aceh.

Dalam kesempatan sama, Wakil Dekan I FKIP USK, Dr. Sanusi, M.Si., yang memberikan sambutan dalam kegiatan tersebut mengungkapkan persiapan kerja sama itu sudah direncanakan jauh hari.

(Foto: Dok. FKIP USK)

Untuk itu, kata Sanusi, kerja sama ini tidak hanya sampai di atas kertas dalam bentuk MoU, tetapi dapat diimplementasikan di lapangan dalam bentuk yang lebih konkret.

“Kami berharap, ke depan mahasiswa kami dapat mengabdi, baik dalam bentuk praktik, magang, maupun kerja langsung di kantor-kantor Kemenag di Aceh,” ujar Sanusi.

Beberapa waktu lalu, sebutnya, FKIP USK juga sudah menjalin kerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota di seluruh Aceh.

“Kerja sama ini akan menjadi pondasi FKIP USK membangun generasi Aceh yang berkarakter di mata dunia,” pungkas Sanusi. []

Petani Pidie Akui Sangat Terbantu dengan Program Gepeuaman Distanbun Aceh

0
Petani di Keumala, Pidie. (Foto: Dialeksis/Nora)

Nukilan.id – Pemerintah Aceh melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh telah meluncurkan Program Gerakan Produktivitas Lahan Sawah Pra Tanam (Gepeuaman) sebagai salah satu upaya peningkatan produktivitas lahan sawah.

Adapun metode dan sistem penerapan program Gepeuaman terhadap petani di kabupaten/kota yaitu dengan cara mensosialisasikan program ini kepada petani untuk menggunakan pupuk organik dan mengurangi penggunaan pupuk kimia, melatih petani untuk membuat pupuk organik sendiri dengan bahan organik di sekitarnya.

Ketua Kelompok Tani Desa Pulo Cahi Kecamatan Keumala, Kabupaten Pidie, Rahmad Syarial mengatakan pihaknya sangat terbantu dengan adanya program Gepeuaman dari Distanbun Aceh.

“Sekarang kami dalam bertani sudah banyak dibantu, yaitu berupa benih dan pupuk cair organik,” kata Rahmat saat diwawancarai.

Tak hanya itu, kata dia, setelah penerapan program Gepeuaman, hasil produksi dari setiap musim panen jauh lebih meningkat.

Hal itu, lanjutnya, karena penggunaan pupuk dan benih berkualitas dari bantuan pemerintah.

Kedepan, petani juga berharap agar program Gepeuaman bisa berjalan secara masif dan dari segi bantuan juga bisa bertambah.

“Kami sadar selama ini, penggunaan pupuk kimia yang berlebihan membuat produktivitas lahan kami jadi menurun. Makanya kami sangat butuh program-program seperti ini,” terangnya.

Petani juga meminta pemerintah agar ikut membantu petani dengan mengratiskan biaya bajak sawah.

“Petani juga mau dibantu dari segi biaya bajak sawah, kalau sekarang semua kami masih bayar sendiri, kalau bisa juga dibantu oleh pemerintah,” ungkapnya. [Wanda]

Kaprodi KSDL-USK Nilai Program Gepeuaman Sangat Inovatif

0
Ketua Prodi Magister Konservasi Sumber Daya Lahan (KSDL) USK, Dr.Purwana Satriyo, STP,MT. (Foto: Ist)

Nukilan.id – Ketua Prodi Magister Konservasi Sumber Daya Lahan (KSDL) USK, Dr.Purwana Satriyo, STP,MT. menilai program Gerakan Produktivitas Lahan Sawah Pra Tanam (Gepeuaman) sangat inovatif.

Program Gepeuaman yang merupakan inovasi yang digagas oleh Kadistanbun Aceh, Ir Cut Huzaimah MP dinilai bisa jadi konsep pertanian berkelanjutan.

Menurut Purwana, manfaat dari Gepeuaman dapat meningkatkan produksi, nilai tambah dan daya saing komoditas padi di daerah yang menghadapi masalah penurunan produktivitas lahan sawah.

“Untuk itu, kami sangat mendukung program Gepeuaman ini sebagai upaya untuk menjaga dan mengembalikan produktivitas lahan sawah dengan bahan organik,” kata Purwana di Banda Aceh.

Sebagai salah satu tim Juknis Gepeuaman, Purwana menjelaskan proses perjalanan penyusunan alur kerja program Geupeuaman, pada dasarnya ada indikasi dari hasil monev Tim Distanbun Aceh pada daerah sawah.

Karena terjadinya penurunan produktivitas tanah atau penurunan tingkat kesuburan lahan yang disebabkan oleh salah satunya penggunaan pupuk kimia yang terus menerus tanpa diiringi oleh pemberian pupuk organik secara berimbang.

“Maka lahan tersebut perlu diperbaiki dan ditingkatkan produktivitasnya untuk meningkatkan ketahanan pangan,” jelasnya lagi.

Dalam upaya peningkatan produksi dan produktivitas tanaman pangan, Distanbun Aceh melaksanakan kegiatan Gerakan Peningkatan Produktivitas Lahan Sawah Sebelum Tanam (Gepeuaman).

Kegiatan ini, untuk menambah atau memperbanyak pupuk organik dan bahan pembenah tanah di dalam tanah pada saat olah tanah dan setelah panen.

Yaitu menggunakan benih varietas bermutu dan bersertifikat yang berpotensi produksi tinggi, kecukupan pengelolaan air secara optimal, Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), Penerapan Teknologi Pengelola Tanaman sumber daya Terpadu (PTT), alsintan, penanganan panen, pasca panen dan lain-lain.

Atas dasar itu, kata Purwana, maka menjadi dorongan untuk peningkatan produksi sehingga terciptanya sebuah inovasi yaitu Geupeaman.

Pemerintah Aceh mengeluarkan regulasi dalam bentuk Peraturan Gubernur Aceh Nomor 19 Tahun 2022 tentang Gerakan Peningkatan Produktivitas Lahan Pra Tanam. Juga dikuatkan oleh Qanun Aceh Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani.

Komisi Ahli Distanbun Aceh itu mengatakan, salah satu skenario yang direkomendasikan pemerintah untuk mempertahankan swasembada beras secara berkelanjutan adalah melalui Gepeuaman.

“Yang merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan produkvitas tanaman padi pada daerah yang menghadapi masalah penurunan produktivitas lahan sawah,” terangnya.

Dalam melaksanakan regulasi Pergub Aceh Nomor 19 Tahun 2022 tentang Gerakan Peningkatan Produktivitas Lahan Pra-Tanam, Distanbun Aceh menyusun Juknis Gepeuaman yang menyangkup semua bidang Pertanian lingkup Distanbun Aceh dan BPTP Aceh.

Menurutnya, dalam memaksimalkan program Gepeuaman harus berjalan sesuai dengan Pergub Aceh Nomor 19 Tahun 2022 tentang Gerakan Peningkatan Produktivitas Lahan Pra-Tanam dan Juknis Gepeuaman antara lain;

Pertama, pelaksanaan sebagaimana pedoman dalam usaha budidaya tanaman pertanian dan pelaku dalam kegiatan ini.

Kedua, lanjutnya, lokasi yang akan diterapkan program Gepeuaman sebaiknya pada daerah sentral produksi yang telah mengalami penurunan produktivitas lahan.

Kemudian, diperlukan sosialisasi yang dilaksanakan secara berjenjang terhadap materi Gepeuaman sehingga menjadi sebuah gerakan yang massif dan berkelanjutan terutama terhadap komoditi padi.

Tak hanya itu, perlu juga pembinaan dan pengawasan secara berkala setiap musim tanam. [Wanda]