Beranda blog Halaman 1546

Pj Bupati Tegaskan Tekad Makmurkan Petani Aceh Besar

0
Foto: Dok Humas Aceh Besar

Nukilan.id – Penjabat (Pj) Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto, melakukan pertemuan dengan petani tembakau di Gampong Lamkleng Kecamatan Kuta Cot Glie, Rabu 28 September 2022.

Dalam pertemuan di lahan pekebunan tembakau itu, Iswanto menyebutkan jika Pemkab Aceh Besar akan memprioritaskan peningkatan hasil pertanian demi kemakmuran para petani. Selain itu dalam kaitan meningkatkan ketahanan pangan, dan meminimalisir dampak kenaikan inflasi.

“Niat Saya, apapun yang bisa kita lakukan, baik itu di tingkat provinsi hingga pusat, para petani akan selalu Saya utamakan,” kata Iswanto.

Iswanto kemudian meminta Kepala Dinas Pertanian Aceh Besar untuk mencatat aspirasi para petani tembakau. Pemerintah nantinya akan mengklasifikasi skala prioritas dari semua permintaan tersebut.

“Tolong rekap yang dibutuhkan, nanti kita akan prioritaskan apa yang paling dibutuhkan petani,” kata Iswanto.

Iswanto berharap dengan dukungan semua pihak, utamanya dewan di DPR Kabupaten Aceh Besar, cita-cita memakmurkan petani di Aceh Besar dapat terwujud.

“Kita juga berharap masyarakat bisa mendukung setiap program pembangunan di Aceh Besar,” kata Iswanto.

Sekretaris Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Aceh Besar, Amiruddin, mengatakan, luas area produksi tembakau di Aceh Besar mencapai 97 hektare. Sekitar 300 petani yang tercatat sebagai pengelola lahan tersebut.

“Sentral produksi di Aceh Besar tersebar di Kuta Cot Glie, Montasik, Indrapuri, Masjid Raya dan Seulimum,” kata dia.

Amiruddin mengatakan, jika produksi rendah, harga tembakau di tingkat petani mencapai Rp.1 juta per satu kilogram. Sementara jika produksi tinggi, harganya bisa turun ke Rp.2,5 juta per 10 kilogram.

APTI, kata Amiruddin menjadi tempat konsultasi bagi para petani tembakau, mulai dari produksi hingga legalitas. Saat ini di Aceh Besar juga sudah tersedia homei ndustri pabrik rokok.

“Dengan dukungan semua pihak ke depan, kita sudah bisa memasarkan rokok ke pasaran. Tentu saja dengan adanya sentra pembuatan rokok,” ujar Amiruddin. Ditambahkan, pihaknya bisa membeli hasil produksi petani dengan harga bersaing meskipun hasil panen melimpah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Aceh Besar, Jakfar mengatakan, Pemkab Aceh Besar memberikan perhatian yang cukup besar kepada petani, utamanya petani tembakau.

Ia berharap dengan dukungan pemerintah itu bisa membuat petani lebih semangat dalam meningkatkan hasil produksi pertanian.

“Harapannya ke depan petani bisa maju mandiri dan modern,” kata Jakfar.

Usai diskusi dengan petani, Iswanto dan rombongan kemudian meninjau lokasi pembuatan rokok dengan nama Haba, singkatan dari Hawa Bakong, di Gampong Lambugak Kecamatan Kuta Cot Glie.

“Rokok ini 100 persen tembakau Aceh Besar,” kata Amiruddin.

Rokok yang diproduksi oleh PT. Hawa Makmu Beurata tersebut dalam proses menunggu cukai. Amiruddin menyebutkan, jika home industri itu memperjakan 6 orang masyarakat lokal.

Hadir dalam pertemuan itu Asisten II Sekda Aceh Besar, Kadis Pertanian, Kadis Perindagkop, Camat, Danramil dan Kapolsek Kota Cot Glie, serta para tokoh masyarakat Kecamatan Kuta Cot Glie. []

Bakri Siddiq Minta Dishub Banda Aceh Maksimalkan Kinerja Juru Parkir

0
Pj Walikota Banda Aceh, Bakri Siddiq. (Foto: Dok.Humas Banda Aceh)

Nukilan.id – Pj Wali Kota Banda Aceh Bakri Siddiq meminta Dinas Perhubungan (Dishub) menata parkir tepi jalan di ibukota Provinsi Aceh itu. Bakri meminta Dishub membina juru parkir (jukir) agar berjiwa melayani pengendara.

Hal itu disampaikan Bakri saat melakukan kunjungan ke Kantor Dishub Banda Aceh Jalan T Nyak Arief, Rabu (28/9/2022) pagi. Bakri meminta pendapatan asli daerah (PAD) yang dihimpun Dishub harus bisa dimaksimalkan dengan intensifikasi dan ekstensifikasi.

“Kepada pengelola parkir tepi jalan itu, lakukan pembinaan kepada juru parkir di pinggir jalan itu untuk bisa melayani pengendara dengan baik. Pengendara agar bisa dilayani baik, jangan ketika mau pergi juru parkir baru muncul,” kata Bakri.

Bakri meminta juru parkir harus melayani dengan cara persuasif pada pengendara yang akan memarkirkan kendaraan. Jukir juga harus dibina dan diberikan arahan agar 400 titik pungutan parkir tepi jalan maksimal.

“Agar bisa dibina dan dilakukan penataan, potensi parkir kita untuk bisa mencapai target PAD yang sudah ditetapkan. Juru parkir kita juga harus diberikan pemahaman bahwa tidak hanya mengutip saja, namun berjiwa melayani,”jelasnya.

Dia kemudian meminta Kadis Perhubungan Banda Aceh Wahyudi dan Kabid Darat serta Kabid Parkir agar memaksimalkan capaian PAD, salah satunya penetapan jumlah setoran. Contoh di suatu wilayah jalan, yang ditetapkan setoran Rp 80ribu per hari, namun potensinya Rp 100ribu.

“Harusnya, jika potensi Rp 100ribu. Artinya potensinya, bisa melebihi itu. Untuk itu, capaian setorannya ini harus ditingkatkan lagi, agar bisa maksimal PAD kita. Karena ini salah satu potensi. Tadi saya sudah sampaikan ke Pak Wahyudi, beberapa wilayah jalan potensi bisa dinaikan,”ungkapnya.

Setelah memberikan arahan, Bakri langsung melakukan peninjauan fasilitas Area Traffic Control System (ATCS) Dishub Banda Aceh di Lantai 2. Usai dari situ, Bakri selanjutnya meninjau Terminal L-300 Leung Bata yang dikelola Dishub Banda Aceh dan Uji Speksi kendaraan di Terminal Batoh. []

Gagal Operasi, Arfan Maulana Pasien Bocor Jantung Asal Ulee Kareng Meninggal Dunia

0
Foto: Humas Aceh

Nukilan.id – Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Pasien bocor jantung berusia (5) tahun Arfan Maulana Tanjung, asal Gampong Ilie, Dusun Kuta Lama, Kecamatan Ulee Kareng, Banda Aceh, meninggal dunia di RS Jantung Harapan Kita, Rabu (28/09/2022) sekira pukul 06.30 WIB tadi pagi.

Pemerintah Aceh melalui Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA), memastikan pemulangan Arfan Maulana ditangani oleh Pemerintah Aceh.

“Sudah kita selesaikan semua keperluan untuk pemulangan Alm. dek Arfan Maulana Tanjung ke Banda Aceh, atas perintah langsung Bapak Pj. Gubernur Aceh Achmad Marzuki,” kata Kepala BPPA, Akkar Arafat SSTP MSi di Jakarta, hari ini.

Akkar menyebutkan, Arfan Maulana akan dipulangkan menggunakan Batik Air besok, 29 September 2022 pukul 08.00 WIB dari Bandara Soekarno Hatta dan tiba sekira pukul 10:45 WIB di Bandara Sultan Iskandar Muda.

Sementara orang tua Arfan Maulana Tanjung, Nurhayati (45) tahun mengatakan bahwa anaknya tersebut sudah pernah melakukan operasi pertama, operasi bocor jantung, kemarin, Senin, 26 September 2022 adalah operasi kedua.

“Namun, Allah SWT berkata lain, Allah lebih sayang kepada Arfan,” katanya.

Nurhayati mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Aceh tepatnya kepada Pj Gubernur Achmad Marzuki, yang telah memberikan bantuan kepada keluarganya dan melakukan pelunasan pembayaran seluruh biaya pemulangan jenazah Arfan Maulana.

Sebelumnya, tersebar di grup media WhatsApp terkait dengan permintaan bantuan dana pemulangan jenazah Arfan Maulana Tanjung ke Aceh karena meninggal dunia setelah gagal operasi.

Atas permintaan bantuan tersebut, Pj Gubernur Aceh, Achmad Marzuki langsung merespons dan memberikan arahan kepada Kepala BPPA untuk segera memberikan bantuan kepada keluarga Arfan Maulana Tanjung. []

Mayjen TNI Mohamad Hasan Pimpin Sertijab dan Tradisi Satuan Kodam IM

0
(Foto: Pendam IM)

Nukilan.id – Panglima Kodam Iskandar Muda Mayor Jenderal TNI Mohamad Hasan memimpin serah terima jabatan (Sertijab) dan acara tradisi melepas pejabat Kodam Iskandar Muda di Gedung Malahayati Makodam IM, Rabu (28/09/2022)

Beberapa pejabat Kodam IM yang melaksanakan serah terima jabatan diantaranya Kabekangdam IM dan Kababinminvetcaddam IM serta penerimaan jabatan Perwira Liaison Officer (PA LO) TNI AL dan tradisi satuan pelepasan pejabat lama Pamen Ahli Bidang OMSP Sahli Pangdam IM, Karumkit TK. II 05.01 Iskandar Muda Kesdam IM, Sekretaris Itdam IM dan Wakakumdam IM.

Serah terima jabatan Kabekangdam IM dari Kolonel Cba Rudiar Rasmono, S.Sos. kepada Kolonel Cba Suparmanto, S.I.P. dan Kababinminvetcaddam IM dari Kolonel Inf Budhi Nurochman, S.I.P. kepada Letkol Inf Noralim, sedangkan penerimaan jabatan Perwira Liaison Officer (PA LO) TNI AL yakni Letkol Mar Wempi, M.Tr.Hanla, M.M.

Adapun tradisi satuan pelepasan pejabat lama adalah Pamen Ahli Bidang OMSP Sahli Pangdam IM Kolonel Inf Jan Pribadi, S.E., pejabat lama Karumkit TK. II 05.01 Iskandar Muda Kesdam IM yakni Kolonel Ckm dr. MHD. Nasir Tarigan, pejabat lama Sekretaris Itdam Letkol Arm Gregorius Eka Setiawan, S.E. serta pejabat lama Wakakumdam IM Letkol Chk Bahrun Taslim, S.H.

“Saya berpesan tetaplah menjadi prajurit Sanggamara sejati. Artinya bahwa kita sebagai seorang prajurit TNI AD dan khususnya sebagai warga Sanggamara itu akan kekal sampai kapanpun dan dimanapun. Tradisi baik ini kita harus pelihara dan terus laksanakan”, ucap Pangdam IM.

Hadir pada acara tersebut diantaranya Kasdam IM, Irdam IM, Kapoksahli Pangdam IM, para pejabat utama Kodam IM, Ketua Seksi Organisasi Persit KCK PD Iskandar Muda beserta pengurus, serta para prajurit Kodam IM dan tamu undangan. [Wanda]

Pangdam IM Lantik Tamtama TNI-AD Gelombang I TA 2022

0
(Foto: Pendam IM)

Nukilan.id – Panglima Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Pangdam IM) Mayjen TNI Mohamad Hasan secara resmi menutup Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) dan melantik Tamtama TNI AD Gelombang I Tahun 2022 di lapangan Blang Padang Kota Banda Aceh, Selasa sore (27/09/2022).

Dalam amanatnya Pangdam IM mengucapkan selamat dan sukses kepada para mantan Siswa Dikmata TNI AD yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan ini dengan aman dan lancar, serta sekaligus melantik 154 Tamtama PK TNI AD dengan pangkat Prajurit Dua (Prada) yang diambil sumpah menurut agama dan kepercayaannya masing-masing.

“Tentunya hari ini kita semua merasa gembira dan bangga, menyaksikan generasi penerus TNI AD lulusan Dikmata Rindam Iskandar Muda, yang baru saja dilantik dan disumpah dengan pangkat Prajurit Dua”, ungkap jenderal bintang dua ini.

Pangdam IM menyampaikan bahwa sebagian besar prajurit yang baru dilantik ini adalah putra asli Aceh, dimana Pangdam juga telah mengusahakan penambahan alokasi rekruitmen prajurit asal Aceh, khususnya melalui jalur santri dan lintas agama.

Usai upacara penutupan, Pangdam IM beserta PJU Kodam IM memberikan penghargaan kepada lulusan terbaik untuk kategori umum dan bidang akademik yang diraih Prada Bayu Tri Atmojo asal dari Stabat, serta kategori sikap perilaku dan kesemaptaan jasmani yang diraih Prada Yoga Sigit Satrio asal dari Banda Aceh.

Suasana menjadi riuh dan penuh haru saat para orangtua dan keluarga dipersilahkan bertemu dengan anaknya yang baru dilantik menjadi Prajurit Dua TNI AD, di bawah derasnya guyuran hujan yang turun menjelang selesainya upacara.

Hadir pada upacara tersebut diantaranya Kasdam IM, Irdam IM, Kapoksahli Pangdam IM, Kabinda Aceh, Kajati Aceh, Danrindam IM, para Pamen Sahli, Asisten Kodam IM, Pa LO AL, Pa LO AU dan para Kabalakdam IM, Dansat jajaran Kodam IM, Walikota Banda Aceh serta para tamu undangan.

Melalui Festival Saman Se-Aceh, Disbudpar Ajak Generasi Merawat Tradisi

0
Gelaran Seni Aceh. (Foto: Disbudpar Aceh)

Nukilan.id – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh melalui Bidang Seni dan Budaya menggelar Festival Saman bertajuk “Sinergi Lintas Generasi dalam Merawat Tradisi” di Taman Seni dan Budaya Aceh pada 27-28 September 2022.

Kepala Disbudpar Aceh melalui Kasie Bidang Seni dan Bahasa, Azizarmansyah menyampaikan, Disbubpar Aceh akan terus konsen untuk memberikan perhatian penuh kepada kegiatan seni dan budaya Aceh, terutama kesenian tradisi.

“Kita memiliki seni budaya yang ragam, hampir seluruhnya bernafaskan Islam, dan ini tentunya tidak terlepas dari peran leluhur yang telah mewariskannya kepada kita hari ini,” ungkap Aziz.

Menurut Aziz, tari Saman menjadi tanggung jawab kita bersama dalam menjaganya agar terus berkembang dan semakin dikenal di masyarakat luas.

Tari Saman, tambah Aziz, sejak ditetapkan pada tanggal 24 November 2011 silam oleh UNESCO dan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) sebagai warisan budaya tak benda, tarian ini terus dikembangkan di berbagai daerah dengan berbagai event, mulai pelatihan guru tarian Saman dan pelatihan menari Saman hingga masuk keberbagai sekolah dan universitas.

“Kegiatan ini merupakan suatu wadah dalam mengangkat kreativitas para pelaku tari, sekaligus dapat melihat sejauh mana pencapaian artistis,” jelas Aziz.

Aziz berharap kepada peserta yang mengikuti lomba harus dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya untuk menunjukkan keahlian dan bersaing secara sehat, sehingga dapat menjadi yang terbaik.

“Untuk mengembangkan serta mengevaluasi tari Saman dan sekaligus mematangkan daya pikir, daya ingat, perlu adanya sebuah lomba atau kompetisi tari Saman,” sebut Aziz.

Terakhir, Aziz menyampaikan kepada dewan juri yang tidak diragukan lagi kredibilitasnya agar dapat memilih juara yang terbaik dan mengedepankan profesionalitas.

“Penilaian pada tari Saman akan dititikberatkan pada kemampuan setiap grup dalam mengikuti berbagai pergerakan,” tutup Aziz. []

Abu Tumin Meninggal Dunia, Bakri Siddiq: Kita Kehilangan Guru Terbaik

0
Foto: Pemko Banda Aceh

Nukilan.id – Pj Walikota Banda Aceh Bakri Siddiq menyampaikan rasa duka mendalam atas meninggalnya ulama kharismatik Aceh, H Muhammad Amin bin H Mahmud atau yang lebih dikenal dengan Abu Tumin.

Abu Tumin meninggal dunia, Selasa (27/9/2022). Ulama besar Aceh itu mengembuskan nafas terakhir di usia 95 tahun. Pimpinan Dayah Al-Madinatuddiniyah Babussalam Blang Blahdeh itu meninggal di RS Fauziah, Bireuen, sekitar pukul 15.45 WIB.

“Innalillahi wainnailaihi rajiun. Kita telah kehilangan salah satu guru terbaik, sosok yang selama ini menjadi panutan dan tempat kita belajar,” kata Bakri Siddiq begitu mendengar kabar meninggalnya Abu Tumin.

Atas nama pemerintah dan warga Kota Banda Aceh, ia menyampaikan belasungkawa dan mengajak semua pihak untuk mendoakan almarhum.

“Insyaallah beliau husnul khatimah dan semoga dimudahkan hisabnya di hadapan Sang Khalik.”

Di mata Bakri, Abu Tumin merupakan salah satu ulama yang mencerdaskan umat semasa hidupnya.

“Begitu banyak pesan dan contoh yang beliau tinggalkan untuk kita. Kita tentu sangat bersedih karena satu lagi pelita ilmu telah padam, namun janji Allah itu pasti, kita semua akan menghadap-Nya.”

Tak ketinggalan, ia berharap keluarga yang ditinggalkan dapat tabah menerima ketentuan Allah.

“Tinggal bagaimana kita yang masih hidup ini dapat mengambil pelajaran, meneruskan petuah-petuah beliau agar kita juga bisa menghadap Yang Maha Kuasa dalam keadaan yang baik, jauh dari lumuran dosa. Amin ya rabbal ‘alamin,” ujarnya. []

Abu Tumin Meninggal Dunia, Alhudri: Kita Semua Berduka Cita

0
Ulama Kharismatik Aceh, Tgk Muhammad Amin bin H Mahmud (Abu Tumin Blang Blahdeh).

Nukilan.id – Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Alhudri, tak bisa menyembunyikan rasa duka setelah mendengar kabar Tgk Muhammad Amin bin H Mahmud meninggal dunia. Ulama yang dikenal dengan sapaan Abu Tumin Blang Blahdeh itu meninggal dunia di RS Fauziah Bireuen, sore tadi.

“Kepergian beliau adalah kehilangan besar bagi umat Islam, khususnya masyarakat Aceh. Semoga Allah mengampuni segala kesalahan dan menempatkan sosok teladan itu di tempat terbaik,” kata Alhudri, Selasa, 27 September 2022.

Alhudri mengatakan Abu Tumin berkontribusi besar terhadap kehidupan masyarakat Aceh. Abu Tumin, kata Alhudri, adalah panutan, guru, dan tempat masyarakat Aceh bertukar pendapat. Pandangan-pandangan Abu Tumin, tambah dia, adalah modal besar membangun sumber daya manusia Aceh, terutama setelah perdamaian di Aceh.

Kesederhanaan sikap dalam keseharian Abu Tumin, bagi Alhudri, adalah teladan yang penting yang harus ditiru. Kerendahan hati Abu Tumin juga mengajarkan masyarakat bahwa ilmu dan adab adalah satu hal yang harus berjalan seiring.

Mengutip ayat Alquran, Alhudri mengatakan, “dan jangan sekali-kali kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; sebenarnya mereka itu hidup di sisi Tuhannya mendapat rezeki.”

Alhudri juga berharap seluruh kerabat dan saudara yang ditinggalkan Abu Tumin diberikan kesabaran. Abu Tumin, kata dia, sedang meneruskan kehidupan menuju tingkat yang lebih tinggi dan mulia.

“Saya bersyukur karena pernah dipertemukan Allah dengan sosok sebaik Abu Tumin. Kehilangan sosok Abu Tumin juga kita rasakan. Semoga Allah senantiasa melindungi kita sepeninggalan para ulama-ulama besar Aceh,” kata Alhudri.

Abu Tumin Blang Blahdeh merupakan pimpinan Dayah Al-Madinatuddiniyah Babussalam Blang Blahdeh, Kota Juang, Bireuen. Abu Tumin meninggal dunia pada usia 90 tahun.[]

Ketum Partai Gabthat Apresiasi Kinerja KIP Aceh

0
(Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Partai Generasi Ajteh Beusaboh Tha’at Dan Taqwa (Partai Gabthat) kembali mendaftar setelah melakukan perbaikan keanggotaan ke Komisi Indenpenden Pemilihan (KIP) Aceh, Selasa (27/9/2022).

Pendaftaran ini dipimpin langsung Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Partai Gabthat Aceh, Tgk H. Ahmad Tajuddin yang didampingi pengurus dan Ketua Dewan Pimpinan Daerah DPD Partai Gabthat Kabupaten/Kota sekira pukul 14.30 WIB.

Kedatangan rombongan pengurus dan Ketum Umum Partai Gabthat disambut langsung oleh anggota Komisioner KIP Aceh, Ir, Tharmizi, MH selaku Wakil Ketua KIP Aceh.

Tgk H. Ahmad Tajuddin alias Abi Lampisang ini langsung menyerahkan dokumen perbaikan keanggotaan Partai secara simbolis yang diterima oleh Wakil Ketua KIP Aceh, Ir. Tharmizi, MH dan disaksikan juga Anggota Komisioner KIP Aceh serta pengurus Partai Gabthat.

Pada kesempatan itu, Ketua Umum DPP Partai Gabthat Aceh, Tgk H. Ahmad Tajuddin, langsung mengagendakan konferensi pers pada Center DPP Partai Gabthat Aceh pada hari Selasa sekitar Pukul 17:30 WIB. Alamat Gampong Lambhuk, Kecamatan Ulee Kareng, Kota Banda Aceh.

“Kami jajaran Pengurus Partai Gabthat Aceh sangat mengapresiasi atas kinerja Komisioner KIP Aceh dalam mengayomi Partai-Partai Politik di Aceh. Kerjanya Kompak dalam beberapa bulan ini secara terbuka dan sangat Independen, hingga kami sangat puas dalam berkomunikasi dan bekerja untuk kepentingan Aceh,” ungkap Abi.

Ia mengatakan, pihaknya sangat menjunjung tinggi peraturan dan kebijakan pemerintah, dan dia tetap mengikuti tahapan yang telah ditetapkan KPU RI asalkan sesuai, selagi tidak bertentangan dengan UU RI Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

“Kerja Kami kedepannya, akan bentuk tim penyaringan dan rekrutmen untuk calon legislatif khususnya untuk masyarakat Aceh, siapa saja yang berminat menjadi calon legislatif di parlementer Aceh,” ujar Abi.

Pengumuman secara terbuka untuk masyarakat Aceh dapat mendaftar diri sebagai Bakal Calon Legislatif (Bacaleg), melalui koordinator tim pada tingkat DPD dan DPC Partai Gabthat Kabupaten/ Kota dan Masing-masing.

“Kemudian Rekrutmen Bacaleg melalui Partai Gabthat nantinya terutama dilakukan dari kalangan santri-santriwati lulus Dayah, kalangan aktivis lulusan perguruan tinggi dan tokoh masyarakat Gampong yang lulusan SMA/sederajat. Mereka-Merekan ini yang di Rekrutmen kedepannya mampu menjalankan 5 lima Visi dan 1 satu Misi Partai Gabthat dalam Pemerintahan Aceh mendatang,” terang Abi.

Abi berharap kedepan pihaknya dapat memperbaiki Pemerintahan dan Perekonomian Aceh yang Syariat Islam secara Ahlul Sunnah Waljamaah (Aswaja). Ia juga berharap kepada semua pengurus DPD Kabupaten/Kota dan pengurus DPC Kecamatan tetap bersinergi membangun persatuan dan kesatuan.

“Terutama tidak saling menyalahkan satu sama lain dan tetap solid. Partai Gabthat, Motto; Sekali Gabthat Tetapi Gabthat,” tutupnya. [Wanda]

PEMA dan PT Carbon Aceh Teken JVE Project CCS

0

Nukilan.id – PT. Pembangunan Aceh (PEMA) dan Carbon Aceh Pte Ltd sepakat melakukan Joint Venture Agreement/JVE (Perjanjian Usaha Patungan), tentang project Carbon Capture and Storage (CCS) di Lapangan Gas Arun, Lhokseumawe.

Perjanjian itu dituangkan dalam penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) oleh Direktur Utama PT PEMA, Ali Mulyagusdin dengan Direktur Pelaksana Carbon Aceh Pte Ltd, Cheong Seng David Lim di Hotel Kriyad Muraya, Kota Banda Aceh, Selasa 27 September 2022 malam.

Direktur Pema, Ali Mulyagusdin, menyampaikan project tersebut lahir untuk mendukung program Perjanjian Paris (Paris Agreement) mengenai mitigasi pengurangan emisi gas rumah kaca untuk mencapai net zero emisi di tahun 2060.

Lalu, pemerintah pusat meratifikasi UU Nomor 16 tahun 2016 dan dilanjutkan dengan surat Kementerian ESDM RI – Ditjen Migas tentang Usulan Kerja Sama Studi CCUS (Carbon Capture, Utilizaton and Storage).

“Project ini salah satu opsi untuk mengurangi emisi rumah kaca dengan menggunakan teknologi CCS dan berpotensi menambah pendapatan asli daerah (PAD) yang berskala internasional,” kata Ali.

Ia menyebut setelah penandatanganan ini pihaknya dalam 30 hari ke depan akan menandatangani nota pendirian perusahaan dengan Carbon Aceh Pte Ltd.

Kemudian, PT PEMA melalui anak perusahaannya akan melakukan studi kelayakan di depleted reservoir Lapangan Gas Arun, Lhokseumawe.

“Nah, setelah itu kita akan melakukan validasi data, sehingga muncul kesimpulan di depleted reservoir boleh digunakan dan punya potensi pendapatan sekian,” sebutnya.

Saat ini, PT PEMA mendapat arahan dari pemerintah untuk menangkap dan menyimpan karbon yang ada di dalam negeri. Menurutnya, hal tersebut merupakan langkah positif untuk mengembangkan industri-industri yang menggunakan energi fosil dalam skala besar.

“Kerja sama PT PEMA dengan PT Carbon Aceh ini sangat dibutuhkan. Sebab dalam proses pembangunan memerlukan biaya yang besar. Tujuan besarnya adalah saat dia beroperasi mampu memberikan pendapatan asli Aceh (PAA),” ujar Ali.

“Semoga dengan penandatanganan ini dapat berpengaruh positif bagi perkembangan perekonomian daerah Aceh dan menjadi keberkahan bagi kita semua,” ungkapnya.

Turut hadir pada acara ini, Pj Gubernur aceh yang diwakili Asisten II, Mawardi, Ketua Komisi III DPRA, Azhar Abdurrahman, Ketua dan Wakili Banleg DPRA, Mawardi M – Khairil Syahrial, Kepala BPMA, Teuku M Faisal, Kadis ESDM Aceh, Mahdinur, Timsus Pj Gubernur Aceh Bidang Hukum, Mukhlis Yunus, Komisaris Utama PT Pema Global Energi, Zubir Sahim, Karo Ekonomi Setda Aceh, Amirullah, serta dewan komisaris dan direksi PT PEMA – Carbon Aceh Pte Ltd.

Sebagai informasi, PT PEMA merupakan salah satu Badan Usaha Milik Aceh (BUMA) yang didirikan sejak 5 April 2019 berdasarkan amanat Qanun Aceh Nomor 16 tahun 2017 tentang Perubahan Bentuk Hukum Perusahaan Daerah Pembangunan Aceh menjadi Perseroan Terbatas Pembangunan Aceh, yang ditandatangani oleh Gubernur Aceh pada waktu itu.

Selama tiga tahun perjalanan, PT PEMA dengan dukungan dan perhatian penuh dari Pemerintah Acej beserta jajarannya terus berupaya untuk meningkatkan kinerja agar dapat menjadi salah satu perusahaan daerah yang lebih baik di masa depan, berkontribusi untuk kemajuan perekonomian Aceh, serta membuka lapangan pekerjaan bagi putra-putri Aceh. []