Beranda blog Halaman 154

USK Luncurkan Buku “MemoryGraph”, Upaya Merawat Ingatan Kolektif Aceh

0
Universitas Syiah Kuala. (Foto: Humas USK)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Universitas Syiah Kuala (USK) meluncurkan buku berjudul MemoryGraph: Menjaga Kenangan Aceh Lewat Foto sebagai bagian dari kolaborasi internasional dengan Kyoto University melalui Center for Southeast Asian Studies.

Peluncuran buku ini berlangsung pada 26 Maret 2026 di Auditorium Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) USK, Banda Aceh.

Kegiatan ini turut melibatkan sejumlah lembaga, di antaranya Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC), Pusat Riset Ilmu Sosial dan Budaya (PRISB), Program Studi Magister Ilmu Kebencanaan, serta Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).

Buku MemoryGraph tidak hanya menjadi dokumentasi visual, tetapi juga panduan praktis yang mendorong partisipasi masyarakat dalam merawat ingatan kolektif. Inisiatif ini muncul karena, lebih dari dua dekade setelah Tsunami Aceh 2004, masyarakat dihadapkan pada tantangan memudarnya ingatan kolektif.

Di tengah pesatnya pembangunan dan perubahan lanskap pascabencana, jejak masa lalu perlahan menghilang, tidak hanya secara fisik, tetapi juga dari kesadaran generasi muda.

Melalui pendekatan MemoryGraph, masyarakat diajak untuk mempertemukan foto masa lalu dengan kondisi terkini dari titik yang sama, termasuk dengan memanfaatkan teknologi digital. Metode ini menawarkan cara baru dalam membaca lanskap sebagai arsip hidup yang merekam perubahan, kehilangan, dan proses pemulihan.

Salah satu penggagas pendekatan ini, Yoshimi Nishi, menilai bahwa lanskap menyimpan jejak kehidupan yang kerap luput dari perhatian.

“Karena itu, dokumentasi visual menjadi langkah sederhana namun penting untuk menjaga ingatan tetap hidup,” ucapnya.

Pandangan serupa disampaikan oleh Alfi Rahman yang menekankan pentingnya penguatan ingatan kolektif dalam proses pemulihan pascabencana.

“MemoryGraph, menjadi jembatan antara arsip, pengalaman masyarakat, dan pembelajaran lintas generasi,” ucapnya.

Rektor USK, Mirza Tabrani, turut mendukung inisiatif ini. Ia menilai pendekatan tersebut penting tidak hanya sebagai dokumentasi, tetapi juga sebagai sumber pembelajaran bagi generasi mendatang dalam membangun ketangguhan menghadapi bencana.

Sementara itu, Hiroyuki Yamamoto menyebut MemoryGraph membuka ruang baru bagi keterlibatan masyarakat dalam merawat dan mewariskan memori.

Kepala ANRI, Mego Pinandito, menambahkan bahwa pendekatan ini mampu menghidupkan kembali arsip melalui keterhubungan langsung dengan pengalaman masyarakat secara visual dan partisipatif.

Peluncuran buku ini juga akan dirangkaikan dengan diskusi publik yang menghadirkan akademisi, arsiparis, dan praktisi kebencanaan. Melalui MemoryGraph, masyarakat diharapkan dapat berperan aktif dalam mendokumentasikan serta membagikan ingatan dari lingkungannya sebagai bagian dari upaya menjaga sejarah dan memperkuat ketahanan masa depan.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

Komisi Informasi Aceh Nyatakan Data HGU Terbuka untuk Publik, BPN Diminta Lebih Transparan

0
Pembukaan lahan ilegal untuk perkebunan sawit telah merusak hutan dan lingkungan masyarakat di Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam, Aceh. (Foto drone: Junaidi Hanafiah/Mongabay Indonesia)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Komisi Informasi Aceh memutuskan bahwa data Hak Guna Usaha (HGU) merupakan informasi publik yang terbuka dan dapat diakses masyarakat. Putusan ini tertuang dalam Surat Nomor 049/XII/KIA-PS-A/2025 terkait sengketa informasi antara Yayasan Hutan, Alam dan Lingkungan Aceh (HAkA) dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Aceh.

Mengutip Mongabay Indonesia, putusan tersebut dibacakan dalam sidang terbuka oleh Ketua Majelis M. Nasir bersama anggota Junaidi dan Sabri di Banda Aceh, Rabu (4/3/2026) lalu.

Dalam amar putusannya, majelis memerintahkan BPN Aceh untuk membatalkan lembar uji konsekuensi Nomor B/UP.04.07/101-11/II/2026 tertanggal 10 Februari 2026, serta melakukan uji konsekuensi ulang sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

M. Nasir menyatakan, berdasarkan fakta persidangan, pemohon dinilai sebagai pihak yang berhak memperoleh informasi yang diminta.

“Pemohon merupakan badan hukum yang akta pendiriannya telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan HAM serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia. Informasi yang dimohonkan adalah informasi yang dapat dibuka dan sepenuhnya dikuasai termohon,” jelasnya.

Sengketa ini bermula dari permohonan data yang diajukan HAkA melalui surat Nomor 291/SRP/HakA/X/2025 tertanggal 13 Oktober 2025 kepada Kepala Kantor Wilayah BPN Aceh. Data yang diminta meliputi dokumen HGU milik PT Tegas Nusantara, termasuk informasi pemilik, peruntukan lahan, luas wilayah, peta, masa berlaku, hingga salinan Surat Keputusan Kepala BPN Nomor 34/HGU/BPN/2002.

Namun, pihak BPN Aceh menolak memberikan informasi tersebut dengan alasan termasuk kategori yang dikecualikan. Penolakan itu kemudian mendorong HAkA mengajukan sengketa ke Komisi Informasi Aceh pada 18 Desember 2025.

Proses penyelesaian sengketa dilakukan melalui ajudikasi nonlitigasi. Dalam persidangan, pemohon menghadirkan sejumlah bukti, termasuk rujukan putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 121/K/TUN/2017 dan putusan Komisi Informasi Pusat Nomor 57/XII/KIP-PS-M-A/2015.

Komisi Informasi Aceh menegaskan, apabila dalam waktu 14 hari kerja sejak diterimanya salinan putusan tidak ada upaya hukum lanjutan dari pihak termohon, maka putusan tersebut akan berkekuatan hukum tetap. Pemohon selanjutnya dapat mengajukan permohonan eksekusi ke pengadilan berwenang.

M. Nasir berharap putusan ini dapat menjadi rujukan bagi masyarakat dalam mengakses data HGU sekaligus mendorong badan publik untuk lebih transparan.

“Kami berharap putusan ini menjadi yurisprudensi bagi masyarakat yang membutuhkan data HGU. Badan publik juga diharapkan dapat memenuhi permohonan informasi terkait HGU sehingga sengketa serupa tidak perlu lagi sampai ke Komisi Informasi,” katanya.

Tim legal HAkA, Fahmi Muhammad, menyambut baik putusan tersebut. Ia menilai keterbukaan data HGU penting agar masyarakat dapat mengetahui batas wilayah konsesi dengan permukiman.

“Data ini sangat penting diketahui publik. Misalnya, bagaimana masyarakat mengetahui batas wilayah HGU jika mereka tidak memiliki datanya. Selama ini yang ada hanya klaim sepihak dari pemilik HGU dan pemerintah,” ujarnya, Kamis (5/3/2026).

Ia juga menambahkan bahwa selama ini akses terhadap data HGU sangat terbatas karena sering dianggap sebagai informasi yang dikecualikan.

“Kami berharap, putusan ini menjadi pertimbangan Badan Pertanahan agar kedepan lebih terbuka dalam memberikan informasi.”

Senada, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Aceh menilai keterbukaan informasi HGU masih menjadi persoalan. Kepala Divisi Advokasi dan Kampanye Walhi Aceh, Afifuddin, menyebut selama ini data HGU kerap sulit diakses publik.

“Lembaga pemerintah selalu menyembunyikan data HGU dengan alasan informasi tersebut dikecualikan,” jelasnya, Kamis (26/3/2026).

Ia juga menyoroti masih rendahnya kepatuhan perusahaan sawit terhadap standar lingkungan, mulai dari pengelolaan limbah hingga pengendalian pencemaran.

“Rendahnya kepatuhan terhadap standar lingkungan masih jadi persoalan utama. Konflik lahan dengan masyarakat juga terus terjadi.”

Menurut Walhi, konflik agraria di wilayah HGU terjadi hampir di seluruh daerah di Aceh, seperti Aceh Selatan, Aceh Utara, Aceh Timur, Subulussalam, hingga Aceh Singkil.

Secara keseluruhan, Aceh memiliki sekitar 1,1 juta hektar lahan perkebunan, dengan sekitar 385 ribu hektar dikelola perusahaan besar. Namun, kondisi tersebut dinilai belum sebanding dengan tingkat kesejahteraan masyarakat.

Walhi mendesak Pemerintah Aceh untuk mengevaluasi izin HGU serta melakukan audit menyeluruh terhadap perusahaan sawit agar investasi yang ada memberikan keadilan bagi masyarakat.

“Harus jelas siapa pemegang izin, berapa luas lahannya, dan apa manfaatnya bagi masyarakat,” ujarnya.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Dukung Program Pemerintah, Kinerja BSI Solid Awal 2026

0
Ilustrasi Bank Syariah Indonesia (Foto: Dok. BSI)

NUKILAN.ID | JAKARTA — Kinerja PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) menunjukkan kinerja solid pada awal 2026. Langkah Perseroan mengakselerasi digital, memperluas layanan bisnis emas, memperkuat segmen konsumer serta fokus pada dukungan terhadap program Pemerintah pada sektor produktif dan UMKM terbukti efektif dalam menjaga tren pertumbuhan kinerja Perseroan yang positif dan berkelanjutan.

BSI terus memperkuat komitmen dukungan terhadap program Astacita Pemerintah terutama penyaluran pembiayaan segmen ritel untuk mengakserasi pertumbuhan ekonomi nasional. Melalui dukungan pembiayaan ekosistem MBG melalui penyediaan SPPG, penyaluran pembiayaan mikro, SME maupun KUR Syariah. Langkah ini terbukti efektif, tercermin dari rasio keuangan BSI solid serta fungsi intermediasi yang baik antara dana pihak ketiga dan pembiayaan.

Secara umum, kinerja BSI (unaudited) per Februari 2026 menunjukkan pertumbuhan yang solid di berbagai indikator utama. Pembiayaan tumbuh 14,32% menjadi Rp323 triliun secara YoY, dengan kontribusi terbesar berasal dari segmen konsumer, khususnya bisnis emas. Selain itu, pertumbuhan pembiayaan juga diperkuat melalui kontribusi pembiayaan ritel termasuk UMKM mencapai Rp52,43 triliun naik 6,10% (YoY). Perseroan berkomitmen kuat mendukung UMKM naik kelas mulai dari pendampingan, pelatihan, pembiayaan, business matching hingga penyediaan layanan BSI UMKM Center.

Pertumbuhan pembiayaan juga ditopang dari strategi Perseroan dalam memperkuat diferensiasi melalui bisnis bulion bank yang menjadi salah satu keunggulan BSI. Sejak memperoleh izin bulion bank, bisnis emas BSI menunjukkan pertumbuhan signifikan dan menjadi salah satu pendorong utama kinerja Perseroan. Kinerja ini turut diperkuat oleh peningkatan kelolaan emas yang telah mencapai sekitar 22,5 ton serta basis nasabah yang terus berkembang hingga 23 juta dalam empat tahun terakhir.

Dari sisi profitabilitas, BSI juga mencatat laba sebesar Rp1,36 triliun, tumbuh sekitar 17% (YoY), melanjutkan tren pertumbuhan berkelanjutan dalam beberapa tahun terakhir.

Di sisi lain, pendapatan berbasis komisi (fee based income) meningkat menjadi Rp1,47 triliun, atau tumbuh 30% (YoY). Kontributor utama pertumbuhan FBI berasal dari layanan bank emas yang mencatat lonjakan tertinggi sebesar 136,55% menjadi Rp463 miliar. Selain itu, kinerja FBI juga didukung oleh bisnis treasury dan layanan e-channel, mencerminkan efektivitas strategi digitalisasi dan diversifikasi layanan BSI. Hingga Februari 2026, jumlah pengguna superapps BYOND by BSI mencapai 6,3 juta dengan jumlah transaksi mencapai 125,4 juta transaksi.

Dari sisi intermediasi, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 14,76% (YoY) menjadi Rp366 triliun. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan tabungan sebesar 16,06% (YoY) menjadi Rp154 triliun, yang mencerminkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan syariah.

Likuiditas Perseroan tetap terjaga dengan Financing to Deposit Ratio (FDR) di level 88,20%. Sementara itu, kontribusi fee based income terhadap total pendapatan juga semakin meningkat, tercermin dari kenaikan fee based ratio menjadi 24,59% secara tahunan.

Kinerja ini menegaskan keberhasilan strategi BSI dalam memperkuat struktur pendapatan yang lebih seimbang antara margin dan fee based, sekaligus meningkatkan ketahanan bisnis di tengah dinamika industri keuangan. Sejalan dengan itu, Perseroan optimistis dapat menjaga pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan sepanjang 2026, didukung oleh penguatan ekosistem syariah, transformasi digital, serta pengembangan bisnis emas sebagai salah satu pilar utama pertumbuhan.

BSI Dukung Program Astacita Pemerintah

Selain bullion bank dan penempatan dana SAL, BSI juga berkontribusi pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui penyediaan layanan 1520 virtual account Mitra BGN dan pembiayaan pembangunan Dapur SPPG MBG mencapai Rp194,50 Miliar untuk 145 dapur. BSI juga turut mendukung aspirasi pemerintah mewujudkan sekitar 80.000 koperasi KDMP. Selain itu YtD Februari 2026, BSI telah melakukan penyaluran pembiayaan KUR sebesar Rp1,65 Triliun. BSI juga mendukung Program 3 Juta Rumah FLPP (rumah subsidi) secara YtD Februari 2026 sebesar Rp94,82 Miliar dengan jumlah 582 unit rumah dan penyaluran KPP secara YtD Februari 2026 sebesar Rp259 Miliar.

Kasad Minta Prajurit TNI AD Jadi Pelopor Efisiensi Energi

0
Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | JAKARTA – Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Maruli Simanjuntak menegaskan bahwa prajurit dan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan TNI AD harus menjadi pelopor dalam penerapan efisiensi energi.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan Halal Bihalal bersama warga Mabesad pada hari pertama masuk kerja usai cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Rabu (25/3/2026).

Kasad menyebut, langkah efisiensi energi sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya pengelolaan energi secara efektif.

Menurutnya, efisiensi energi menjadi bagian penting dalam mendukung ketahanan energi nasional serta pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan.

Ia pun meminta seluruh prajurit dan ASN TNI AD tidak hanya memahami kebijakan tersebut, tetapi juga mampu memberikan contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan kerja maupun di luar kedinasan.

Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kesadaran kolektif dalam penggunaan energi secara bijak serta mendukung program pemerintah dalam menjaga keberlanjutan sumber daya nasional.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

Prabowo Sebut Kunjungan Luar Negeri Dilakukan Demi Jaga Lapangan Kerja

0
Presiden Prabowo (Foto: setneg.go.id)

NUKILAN.ID | JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa kunjungan kerja ke luar negeri yang kerap dilakukannya bertujuan untuk menjaga kepentingan rakyat Indonesia, khususnya dalam mempertahankan dan membuka lapangan kerja.

Menurutnya, meskipun para menteri telah menjalankan tugasnya masing-masing, terdapat sejumlah urusan strategis yang tetap memerlukan kehadiran langsung kepala negara, terutama dalam proses lobi dan pengambilan keputusan penting dengan mitra internasional.

“Saya jalan-jalan [kunjungan kerja luar negeri] untuk menjaga rakyat saya. Untuk menjaga lapangan kerja. Saya kalau enggak lobi, tentunya menteri-menteri yang kerja, namun di ujungnya saya harus datang,” kata Prabowo sebagaimana diunggah akun Instagram Kementerian Sekretariat Negara (@kemensetneg.ri), Kamis (26/3/2026).

Prabowo juga menekankan pentingnya posisi tawar Indonesia dalam hubungan antarnegara. Ia menyebut, kekuatan posisi tersebut menjadi kunci dalam melindungi kepentingan nasional di tengah dinamika global.

“Ada hal-hal yang penting harus deal langsung. Dalam setiap hubungan memang harus ada posisi tawar, harus dari posisi kuat. Nah, itu yang sedang kita kerjakan sekarang.”

Ia menilai, kehadiran langsung presiden dalam forum atau pertemuan internasional dapat mempercepat tercapainya kesepakatan strategis yang berdampak pada ekonomi nasional, termasuk penciptaan lapangan kerja.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

Kodam Iskandar Muda Genjot Pembangunan Jembatan Armco di Sejumlah Wilayah Aceh

0
Kodam Iskandar Muda Genjot Pembangunan Jembatan Armco di Sejumlah Wilayah Aceh. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) melalui jajaran Kodam Iskandar Muda terus melanjutkan pembangunan jembatan Armco di berbagai wilayah Provinsi Aceh sebagai bagian dari upaya mempercepat pembangunan infrastruktur dan konektivitas daerah.

Dilansir Nukilan.id, program ini juga diarahkan untuk mendukung pemulihan wilayah terdampak bencana, sekaligus membuka akses antarwilayah yang sebelumnya terbatas.

Hingga saat ini, progres pembangunan menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. Dari total 105 titik yang direncanakan, sebanyak 40 titik telah menyelesaikan tahap Detail Perencanaan Teknis (DPT), satu titik masih dalam proses, sementara tiga titik telah rampung pada tahap pemasangan konstruksi. Selain itu, 38 titik masih dalam tahap mobilisasi material dan 23 titik lainnya masih dalam rencana komando atas.

Pembangunan jembatan Armco dilakukan secara bertahap dan tersebar di sejumlah wilayah strategis, seperti Kabupaten Aceh Timur, Bener Meriah, Aceh Tamiang, Bireuen, hingga Aceh Utara.

Pada Tahap I, sejumlah desa di Aceh Timur, seperti Alue Gadeng Dua, Alue Sentang I dan II, serta Buket Kuta, telah menuntaskan DPT hingga 100 persen. Jembatan ini berfungsi sebagai penghubung antar desa sekaligus akses menuju jalan lintas nasional Medan–Banda Aceh.

Kemajuan serupa juga terlihat di Kabupaten Bener Meriah, dengan sejumlah desa seperti Weh Pase, Burni Pase, Pasar Buntul, dan Bahgie Bertona yang telah menyelesaikan perencanaan teknis. Infrastruktur ini diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat serta distribusi hasil pertanian.

Sementara itu, di Kabupaten Aceh Tamiang, pembangunan di Desa Terban, Blangkandis, dan Suka Mulia juga telah menyelesaikan tahap DPT, dengan fungsi sebagai penghubung antar dusun dan akses menuju jalur utama provinsi.

Memasuki Tahap II, cakupan pembangunan semakin luas, meliputi wilayah Aceh Timur, Bireuen, dan Aceh Utara. Secara umum, seluruh titik pada tahap ini telah merampungkan DPT dan siap memasuki tahap konstruksi fisik.

Di Kabupaten Bireuen, pembangunan tersebar di sejumlah desa seperti Batee Raya, Juli Tambo Tanjong, hingga kawasan Salah Sirong Jaya, yang sebelumnya mengalami keterbatasan akses antar desa.

Adapun di Aceh Utara, pembangunan difokuskan pada wilayah penghubung strategis, seperti Desa Alue Capli, Buket Linteueng, dan Mesjid Meuraksa.

Pada Tahap III, beberapa titik telah memasuki proses pemasangan konstruksi, di antaranya di Desa Cot Girek dan Blang Aman, Aceh Utara, dengan progres masing-masing mencapai 80 persen dan 40 persen. Sementara itu, di Desa Simpur II, Kabupaten Bener Meriah, progres DPT telah mencapai 45 persen.

Sebagian besar lokasi pembangunan merupakan wilayah terdampak bencana, sehingga keberadaan jembatan ini dinilai sangat penting untuk memulihkan akses transportasi masyarakat yang sebelumnya terputus akibat banjir, longsor, maupun kerusakan infrastruktur.

Program ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya TNI AD dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembukaan akses ekonomi, pendidikan, dan layanan kesehatan.

Kodam Iskandar Muda menyatakan akan terus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak serta mengoptimalkan sumber daya agar seluruh target pembangunan dapat tercapai tepat waktu dan sesuai standar kualitas.

Dengan progres yang terus meningkat, diharapkan seluruh pembangunan jembatan Armco dapat segera rampung dan dimanfaatkan masyarakat untuk mendorong pertumbuhan wilayah serta memperkuat ketahanan daerah di Aceh. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Pemkab Aceh Barat Siapkan Intervensi Pasar Tekan Inflasi 6,83 Persen di Meulaboh

0
Bupati Aceh Barat, Tarmizi. (Foto: Pemkab Aceh Barat)

NUKILAN.ID | MEULABOH – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat berencana melakukan intervensi pasar guna menekan angka inflasi di Meulaboh yang mencapai 6,83 persen secara tahunan (year on year).

Bupati Aceh Barat, Tarmizi, mengatakan salah satu penyumbang utama inflasi di daerah tersebut adalah kenaikan harga beras.

“Salah satu faktor inflasi tertinggi di Meulaboh (ibu kota Kabupaten Aceh Barat) disumbang dari tingginya harga beras,” kata Tarmizi belum lama ini di Meulaboh.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Aceh Barat pada Februari 2026 mencatat inflasi year on year sebesar 6,83 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 114,70.

Kenaikan inflasi tersebut dipicu oleh naiknya harga di sejumlah kelompok pengeluaran, di antaranya makanan, minuman dan tembakau sebesar 5,38 persen, pakaian dan alas kaki sebesar 3,14 persen, serta perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga yang melonjak hingga 19,03 persen.

Selain itu, kelompok kesehatan mengalami kenaikan sebesar 3,06 persen, pendidikan 3,45 persen, restoran 5,62 persen, serta perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 19,80 persen. Sementara itu, beberapa kelompok mengalami penurunan harga seperti perlengkapan rumah tangga, transportasi, serta rekreasi, olahraga, dan budaya.

BPS juga mencatat inflasi bulanan (month to month) sebesar 0,48 persen dan inflasi tahun berjalan (year to date) sebesar 0,03 persen.

Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menemukan adanya kenaikan harga sejumlah bahan pokok saat melakukan inspeksi mendadak di Pasar Bina Usaha Meulaboh.

Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan di antaranya cabai merah dari Rp30.000 menjadi Rp40.000 per kilogram, beras premium naik sekitar Rp900 per kilogram menjadi Rp16.300, serta ayam potong dari Rp30.000 menjadi Rp32.500 per kilogram.

Kenaikan harga juga terjadi pada telur dari Rp30.000 menjadi Rp32.500 per kilogram, gula pasir dari Rp15.700 menjadi Rp18.500 per kilogram, serta bawang merah dan bawang putih dari Rp30.000 menjadi Rp35.000 per kilogram.

Menurut Tarmizi, kenaikan harga tersebut dipicu oleh meningkatnya permintaan masyarakat menjelang tradisi meugang dan Hari Raya Idul Fitri.

Meski demikian, pemerintah daerah memastikan kenaikan harga masih dalam batas wajar dan belum melampaui harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

Mendagri Desak Pemda Percepat Pendataan Korban Banjir Sumatera

0
Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera sekaligus Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | JAKARTA – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta pemerintah daerah di wilayah terdampak banjir dan longsor di Sumatera untuk segera mempercepat pendataan rumah rusak berat.

Langkah ini dinilai penting agar para korban tidak terlalu lama tinggal di hunian sementara (huntara) dan dapat segera menempati hunian tetap (huntap).

“Rakyat menunggu, mereka jangan terlalu lama juga tinggal di huntara. Mereka mengharapkan hunian tetap, maka kunci utama hunian tetap itu adalah data,” ujar Tito dalam jumpa pers di Istana, Jakarta, Rabu (25/3/2026).

Ia juga meminta para kepala daerah segera membentuk tim khusus atau satuan tugas untuk mempercepat pendataan di lapangan.

“Saya mohon dengan segala hormat rekan-rekan bupati, wali kota, tolonglah bantu gubernur atau wakil gubernur, buatlah tim satgas, kecil saja atau apapun namanya untuk mendata yang rumahnya rusak berat dan hilang,” ujarnya.

Pemerintah menargetkan pembangunan sekitar 37.000 unit hunian tetap bagi masyarakat terdampak bencana di Sumatera.

Dalam skema yang disiapkan, masyarakat diberikan pilihan untuk membangun rumah secara mandiri di lokasi asal, selama wilayah tersebut dinilai aman dari risiko bencana.

Jika memilih pembangunan mandiri, pemerintah pusat akan memberikan bantuan dana sebesar Rp60 juta per rumah, yang disalurkan dalam dua tahap masing-masing Rp30 juta.

“Anda mau di tanah sendiri dengan Rp 60 juta, mau bangun sendiri boleh. Sehingga, dia sesuai seleranya, mau dia per desa, dengan anggaran sendiri tambahan dari keluarga monggo juga, atau dari pemerintah daerah yang mau bantu tambahan silakan juga sehingga lebih layak,” kata Tito.

Selain itu, pemerintah juga menyediakan opsi pembangunan hunian tetap oleh negara melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan batas anggaran maksimal Rp60 juta per unit.

Alternatif lain yang disiapkan adalah relokasi ke kawasan permukiman baru berbasis komunitas. Untuk itu, pemerintah daerah diminta segera menyiapkan lahan, termasuk memanfaatkan aset milik negara maupun BUMN.

“Pak, kami mau tinggal di kompleks Pak, kami ada 100 orang, 75 orang kami maunya di kompleks saja. Pemda, segera siapkan tanahnya di mana dan perintah Presiden jelas, semua tanah milik negara termasuk juga yang punya BUMN itu bisa dipakai untuk prioritas bagi penyintas bencana,” ujar Tito.

Pembangunan kawasan permukiman tersebut nantinya akan didukung oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).

Namun demikian, Tito mengakui bahwa proses pembangunan hunian tetap saat ini masih terkendala oleh lambatnya pengumpulan data dari pemerintah daerah.

“Yang mau membangunkan siap, tapi yang minta dibangunkan lambat-lambat. Nah, ini jadi sekali lagi kesempatan ini bagi saya sangat baik,” tuturnya.

Pemerintah pusat sendiri telah menyiapkan rencana induk pembangunan untuk tiga provinsi terdampak dalam jangka waktu tiga tahun dengan estimasi anggaran mencapai Rp130 triliun. Angka tersebut masih bersifat sementara dan akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

“Nah, saya belum bisa menentukan berapa angka untuk huntap ini, karena saya lagi ngejar-ngejarin kepala daerah untuk menyerahkan data,” imbuh Tito.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

Balap Robin Meriahkan Lebaran di Subulussalam, Jadi Simbol Kebangkitan Pasca Banjir

0
Balap Robin atau Robin Cross. (Foto: Badan Komunikasi Pemerintah RI)

NUKILAN.ID | SUBULUSSALAM – Masyarakat di Kecamatan Rundeng, Kota Subulussalam, mulai bangkit dari dampak banjir yang melanda pada akhir November 2025. Salah satu wujud kebangkitan itu terlihat dari penyelenggaraan Balap Robin yang digelar untuk memeriahkan momen Lebaran.

Balap Robin atau Robin Cross merupakan lomba perahu tradisional bermesin robin milik nelayan. Kegiatan ini menjadi hiburan rakyat yang dinantikan, terutama saat perayaan Idulfitri atau menyambut 1 Syawal.

Perlombaan berlangsung di Sungai Lae Soraya yang membentang di wilayah Kecamatan Rundeng. Ratusan warga tampak memadati bantaran sungai untuk menyaksikan adu cepat perahu kayu dengan suara khas mesin robin yang menggema di sepanjang lintasan.

Antusiasme masyarakat terlihat tinggi, baik dari peserta maupun penonton. Kegiatan ini juga menjadi tanda bahwa kondisi sosial masyarakat mulai pulih setelah terdampak bencana banjir beberapa bulan lalu.

Salah seorang warga, Tengku Fikri Wirlandi Kombi, menilai kegiatan tersebut memberikan dampak positif bagi masyarakat, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Kegiatan ini sangat positif karena menjunjung tinggi silaturahmi antara masyarakat. Dan kami harap kepada pemerintah agar selalu men-support event-event tahunan ini,” kata Fikri, dikutip Rabu (25/3).

Ketua Panitia Balap Robin, Muhammad Ikhwan Sambo, mengatakan kegiatan ini mendapat dukungan dari jajaran Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Rundeng.

Meski berlangsung meriah, perlombaan sempat diwarnai insiden ketika salah satu perahu peserta karam akibat derasnya arus sungai. Namun, panitia sigap memberikan pertolongan sehingga tidak ada korban dalam kejadian tersebut.

“Masyarakat yang mengikuti perlombaan ini dari kalangan masyarakat seluruh Kecamatan Rundeng. Kami berencana mengajukan ke pemerintah kota untuk dilangsungkan perlombaan tingkat kota,” kata Ikhwan.

Panitia berharap Balap Robin dapat terus digelar setiap tahun, tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga untuk mempererat silaturahmi serta melestarikan budaya sungai yang menjadi identitas masyarakat Rundeng.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

Aceh Masuk 10 Besar Provinsi dengan SPPG Terbanyak, Capai 1.440 Unit

0
sppg
Potret SPPG di Aceh. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Provinsi Aceh masuk dalam jajaran 10 besar daerah dengan jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terbanyak di Indonesia. Berdasarkan data per 5 Februari 2026, Aceh menempati peringkat ke-10 dengan total 1.440 unit SPPG yang telah beroperasi.

Dilansir Nukilan.id, SPPG merupakan unit dapur pusat yang dibentuk oleh Badan Gizi Nasional. Fasilitas ini berfungsi untuk memproduksi dan mendistribusikan makanan bergizi, aman, dan higienis kepada masyarakat.

Program SPPG menjadi bagian dari implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar siswa sekolah, ibu hamil, serta balita sebagai kelompok prioritas penerima manfaat.

Dalam pelaksanaannya, SPPG dibangun di tingkat kecamatan dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari petani, nelayan, hingga pelaku UMKM lokal. Skema ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi di daerah.

Secara nasional, jumlah SPPG masih didominasi oleh provinsi dengan populasi besar. Jawa Barat menempati posisi tertinggi dengan 12.002 unit, diikuti Jawa Tengah sebanyak 8.395 unit dan Jawa Timur dengan 7.048 unit.

Dominasi wilayah Jawa menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap infrastruktur layanan gizi masih sangat dipengaruhi oleh jumlah penduduk. Di sisi lain, distribusi SPPG yang masih terkonsentrasi di Pulau Jawa juga mencerminkan tantangan pemerataan layanan, khususnya di wilayah luar Jawa dan Indonesia bagian timur.

Masuknya Aceh dalam 10 besar dinilai menjadi sinyal positif dalam upaya memperkuat layanan pemenuhan gizi di daerah. Program SPPG juga dipandang sebagai salah satu instrumen penting dalam menekan angka stunting melalui intervensi gizi yang terpusat dan terukur.

Meski demikian, pemerataan distribusi SPPG masih menjadi tantangan bagi pemerintah, terutama untuk menjangkau wilayah terpencil agar manfaat program dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat. (xrq)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.