Beranda blog Halaman 1537

Polisi Tetapkan 6 Tersangka Tragedi Kanjuruhan

0

Nukilan.id – Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Listyo Sigit Prabowo menetapkan enam tersangka tragedi Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.

Keenamnya yakni AHL (Dirut PT LIB), AH (ketua panitia pertandingan), SS (security officer), Wahyu SS, (Kabag Ops Polres Malang), H (Brimob Polda Jatim), dan PSA, (Kasatsamapta Polres).

“Berdasarkan gelar dan alat bukti permulaan yang cukup maka ditetapkan saat ini 6 tersangka,” kata Kapolri dalam jumpa pers, Kamis 6 Oktober 2022.

Kapolri menjelaskan, ada dua proses yang dilakukan yakni proses pidana dan proses pemeriksaan etik untuk anggota Polri yang melakukan tindakan penggunaan gas air mata.

Adapun sebanyak 31 personel telah diperiksa terkait tragedi ini.

“Internal 31 personel. Ditemukan bukti yang cukup 20 orang terduga pelanggaran. Personel menembakan gas air mata di dalam stadion ada 11 personel,” ujar Kapolri.

Adapun untuk proses penyidikan, tim sudah memeriksa 48 saksi meliputi 26 personel Polri, 3 orang penyelenggaraan pertandingan, 8 orang steward, 6 saksi di TKP, dan 5 korban. [Wanda]

Ketua Pengadilan Tinggi dan Ketua Mahkamah Syar’iyah Aceh Bahas e-berpadu

0

Nukilan.id – Ketua Pengadilan Tinggi (KPT), Dr. H Suharjono, SH dan Ketua Mahkamah Syar’iyah Aceh, Drs H Zulkifli Yus berbincang-bincang perihal rencana MoU dan pemberlakuan aplikasi e-berpadu.

Pertemuan akrab tersebut berlangsung di di Ruang Kerja Ketua MS Aceh, Jln Teuku Nyak Arif, Banda Aceh, Rabu 6 Oktober 2022.

Dalam pertemuan itu, KPT didampingi Hakim Tinggi Ad Hoc Tipikor, Panitera dan Sekretaris. Sedangkan Ketua Mahkamah Syariah Aceh didampingi oleh Wakil Ketua, dan Hakim Tinggi.

Drs H Zulkifli Yus, MH, Ketua MS Aceh didampingi Wakil Ketuanya menyambut gembira kunjungan Dr. H Suharjono, SH, MH berserta para pejabatnya.

Suharjono yang baru bertugas di Aceh melakukan kunjungan silaturahmi sambil memperkenalkan diri. Sebelumnya Suharjono bertugas sebagai Ketua Pengadilan Tinggi di Maluku Utara.

“Saya orang Aceh pak. Saya berharap bapak nyaman dan menikmati bertugas di Aceh”. Ujar Pak Zul, panggilan akrab KMS Aceh didampingi Dr Alaidin, Wakil Ketua MS Aceh.

Ketua Pengadilan Tinggi dan Ketua Mahkamah Syar’iyah Aceh juga mendiskusikan MoU dan implementasi aplikasi e-berpadu, dimana Mahkamah Syariah Aceh telah ditetapkan oleh Ketua Mahkamah Agung RI sebagai salah satu pilot proyek diantara 7 pengadilan tingkat banding di Indonesia.

Untuk penanganan perkara pidana pada peradilan umum, MoU aplikasi e-berpadu direncanakan akan ditandatangani bersama oleh Kapolda, Kajati, Ketua Pengadilan Tinggi, Ka BNN, dan Ka Kanwil Kumham.

“Semoga dengan MoU tersebut implementasi penanganan perkara pidana bisa terintegrasi antara sesama aparat penegak hukum. Sehingga, pelayanan penyelesaian perkara pidana bisa lebih cepat, tepat, efektif dan efesien”. Pungkas Suharjono. [Wanda]

Dianggap Tidak Kompeten, Masyarakat Pertanyakan Kinerja Komisaris BAS

0
Kabid Humas Koalisi Aktivis Mahasiswa Indonesia (KAMI) Akmilul Fazlan

Nukilan.id – Persoalan kemiskinan di Aceh bukanlah persoalan baru namun menjadi daerah termiskin di Sumatera berulang kali menjadi momok yang membuat Aceh seakan menjadi daerah miskin di lumbung padi. Hal ini pula menjadi persoalan yang harus dituntaskan oleh Pj Gubernur Aceh dengan segenap kebijaksanaan yang diharapkan mampu menghadirkan terobosan berani. Salah satu persoalan yang mesti di benahi sehingga menjadi lokomotif pemerintah Aceh dalam membangun ekonomi rakyatnya adalah persoalan Bank Aceh Syariah (BAS).

“Hingga saat ini, kita melihat BAS dengan kucuran dana yang begitu besar ratusan milyar hingga triliunan rupiah dari pemerintah masih belum mampu melakukan terobosan signifikan untuk membantu pertumbuhan ekonomi Aceh. Bank Plat merah itu terkesan masih terpaku pada sektor konsumtif yang hanya bisa menjerat kalangan ASN dengan kreditnya, sementara sangat minim membantu pembiayaan usaha masyarakat kecil menengah. Disini, kita melihat salah satu penyebabnya adalah lemahnya kinerja komisaris untuk mengawasi manajemen, dikarenakan komisaris yang dipilih berdasarkan kedekatan dengan kekuasaan sebelumnya bukan berdasarkan kapasitas dan profesionalitasnya,” ungkap Kabid Advokasi Koalisi Aktivis Mahasiswa Indonesia(KAMI) Aceh, Akmilul Fazlan kepada media, Kamis 6 Oktober 2022.

Menurut KAMI, jika peranan BAS tidak mampu dioptimalkan maka kinerja Pj Gubernur dengan semangat juangnya untuk membebaskan Aceh dari belenggu kemiskinan akan lebih sulit dilakukan. Untuk itu, diperlukan keberanian Pj Gubernur untuk merombak terlebih dahulu sistem yang telah berjalan dengan fungsi pengawasan yang telah lama sembraut.

“Kinerja komisaris BAS yang dinilai tak mampu mengawasi bank dan mendorong hadirnya terobosan-terobosan menjadi salah satu persoalan mendasar , dimana BAS selama ini terlihat lebih memilih ternak uang di bank-bank lain ketimbang menyalurkan kepada umkm dalam bentuk pembiayaan mikro, kecil dan menengah. Hal ini semestinya sudah menjadi rumusan kebijakan yang didorong dan diawasi ketat oleh para dewan komisaris, namun karena dewan komisaris di perbankan kebanggaan masyarakat Aceh tersebut bekerja hanya berdasarkan perintah sang majikan, sehingga aspek terobosan yang profesional tak kunjung dilakukan,” ujarnya.

Selama ini, lanjut Fazlan, masyarakat bertanya-tanya apa peran dan fungsi komisari BAS, apakah hanya menerima gaji dan fasilitas saja. Pasalnya tak ada kebijakan dan peran berarti yang ditunjukkan.

“Disini Pj Gubernur kita harapkan dapat lebih bijak dan teliti. Ganti komisaris yang mumpuni memiliki kapasitas dan track record baik, benar-benar harus dari kalangan profesional serta memiliki komitmen tinggi untuk memajukan bank milik masyarakat Aceh ini. Karena sesuatu harus diserahkan kepada ahlinya, jika tidak maka akan menghadirkan petaka dan akan kurang dirasakan manfaatnya,” paparnya.

Apabila tidak ada penggantian dikhawatirkan kinerja bas jalan ditempat, tentunya akan terus menerus menjadi perbankan yang tidak diperuntukkan untuk masyarakatnya. Bahkan masyarakat inginkan BAS menjadi bank devisa yang bisa melayani transaksi ATM internasional agar para pihak wisatawan asing mudah datang ke Aceh, tapi sepertinya itu akan sulit terwujud jika sistemnya tidak dibenahi terlebih dahulu.

“Mirisnya, komisaris nya dengan gaji lumayan besar namun tidak dapat menjalankan tupoksi kinerjanya secara profesional, sehingga berdampak kepada terobosan kebijakan di BAS itu sendiri, jika yang tidak kompeten dipertahankan dan tidak diganti sungguh untuk mewujudkan BAS sebagai perbankan yang merakyat namun go internasional tak lebih dari sebuah mimpi, dan untuk lebih lanjut akan lebih sulit untuk bangkit dalam mendongkrak ekonomi rakyat Aceh dsri keterpurukan,” sebutnya.

Dia menegaskan, untuk menunjang dan memaksimalkan kinerja pemerintah Aceh dalam pengentasan kemiskinan di bumi serambi mekkah ini, langkah dan kebijakan berani Pj Gubernur sangat diperlukan. Sehingga nantinya BAS yang merupakan salah satu ujung tombak pemerintah perannya dalam meningkatkan perekonomian Aceh dengan segenap strategi dapat dilakukan.

“Kami yakin Pj Gubernur dengan segenap kebijaksanaannya akan melakukan langkah berani demi kebaikan Aceh. Salah satu hal yang mesti segera dilakukan yakni bagaimana mereformasi sistem yang ada di BAS mulai dengan mengganti seluruh jajaran komisaris yang merupakan perpanjangan pemerintah Aceh untuk mengawasi kebijakan dan kinerja Bank kebanggaan rakyat Aceh itu,” tegasnya.

Jika pembenahan itu segera dilakukan, pihaknya yakin Pj Gubernur akan lebih mudah menjalankan cita-citanya untuk membangun ekonomi Aceh.

“Jadi, uang triliunan yang ada di BAS tersebut dapat dimaksimalkan untuk mendongkrak perekonomian masyarakat kecil dengan berbagai produk pembiayaan dan juga menghadirkan fasilitas-fasilitas yang lebjh memudahkan masyarakat nantinya,” tutupnya.

Prodi PMI STAIN Meulaboh Terakreditasi Baik

0

Nukilan.id – Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Jurusan Dakwah dan Komunikasi Islam, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh, memperoleh Akreditasi ‘BAIK’ dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) tahun 2022.

Hal itu sebagaimana tertuang dalam dalam Surat Keputusan BAN-PT Nomor 6704/SK/BAN-PT/Ak/S/X/2022, dengan total nilai 236.

Keputusan tersebut juga sekaligus membatalkan Keputusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi Nomor 8758/SK/BAN-PT/Ak-TMSP/S/VI/2021 dan SK Nomor 842/SK/BAN-PT/Ak-PKP/S/II/2022 tentang Status Peringkat Akreditasi Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam pada Program Sarjana STAIN Tengku Dirundeng Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat.

Atas capaian tersebut, Kepala Pusat Penjaminan Mutu (P2M) STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Amrizal Hamsa menyampaikan selamat dan terimakasih kepada seluruh tim akreditasi yang telah bekerja keras untuk memperoleh hasil maksimal.

“Alhamdulillah, capaian peringkat ini cukup memuaskan bagi kampus,” ujarnya, Kamis, 06 Oktober 2022.

Amrizal berharap, hasil akreditasi yang diperoleh Prodi PMI dapat meningkatkan jumlah mahasiswa yang melanjutkan pendidikan di STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh.

Ia menambahkan, unsur pimpinan dan seluruh civitas akademika STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh selalu memberikan dukungan terhadap kegiatan-kegiatan yang menunjang akreditasi.

Ketua Prodi PMI STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Baihaqi menjelaskan, Akreditasi ‘BAIK’ yang diperoleh tersebut merupakan satu capaian luar biasa.

Baihaqi mengatakan, sebelumnya pada tahun 2021, Prodi PMI sempat dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat Peringkat Akreditasi (TMSP) oleh BAN-PT, karena tidak memenuhi 9 standar yang ditetapkan secara nasional.

Setelah melakukan perbaikan dan berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk BAN-PT, Prodi PMI STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh diperbolehkan untuk mengajukan reakreditasi.

Baihaqi mengatakan, pihaknya telah mempersiapkan segala kebutuhan akreditasi sejak tahun 2021 dan diajukan melalui aplikasi SAPTO BAN-PT dan perbaikan pada tahun 2022.

Proses asesmen lapangan dilakukan pada 21-22 September 2022 secara virtual, oleh dua asesor BAN-PT, yaitu Yopi Kusmiati, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah dan Abdur Rozaki, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga.

Selama proses akreditasi, lanjut Baihaqi, Prodi PMI terus didampingi oleh Pusat Penjamin Mutu (P2M) STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh guna melengkapi bahan-bahan pendukung yang diperlukan.

“Terima kasih kepada pimpinan dan seluruh sivitas akademika STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, atas dukungan dan partisipasinya selama akreditasi Prodi PMI, hingga mendapatkan hasil yang cukup memuaskan,” ucapnya. []

Bersama Rombongan Demokrat Aceh, Muslim dan Istri Takziah Ke Kediaman Abu Tumin

0
Foto: Ist

Nukilan.id – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Demokrat Aceh melakukan takziah ke kediaman almarhum Abu Tumin. Rombongan DPD Demokrat hadir dipimpin langsung oleh ketua DPD Demokrat Aceh, Muslim dan istrinya, Jamila Catheleya, Rabu (6/10/2022).

Kedatangan rombongan Demokrat disambut langsung oleh anak almarhum, Tu Syah. Dalam sambutannya Muslim menyampaikan rasa duka yang mendalam atas berpulangnya ke Rahmatullah Abu Tumin yang merupakan salah satu ulama Kharismatik Aceh.

“Kita sangat berduka atas berpulang nya Abu. Ini kehilangan besar bagi masyarakat Aceh. Almarhum adalah Sosok yang bersahaja dan menjadi suluh bagi masyarakat Aceh”, ujar Muslim.

Anggota DPR-RI asal Dapil Aceh 2 tersebut juga berterimakasih kepada Keluarga Besar Dayah Babussalam atas sambutan dan keramah tamahan dalam menerima Takziah rombongan Demokrat ini.

“Kami mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada keluarga besar Dayah yang telah menerima Takziah kami dengan penuh kehangatan”, tutup pria yang akrab disapa Bang Muslim ini.

Ikut hadir bersama rombongan Deputi BPOKK Pusat, Rian Syaf, Sekretaris DPD PD Aceh, Arif Fadillah, Kepala Bappilu yang juga mantan Bupati Bireuen, Muzakkar A Gani, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRA, Nurdiansyah Alasata, dan Anggota DPRA Demokrat lainya, serta pengurus teras Demokrat Aceh. []

Realiasi Belanja P3DN Provinsi Aceh Diatas Target Nasional

0
Pj Gubernur Aceh, Achmad Marzuki saat mengikuti Business Matching tahap IV, di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) Denpasar - Bali, 6 Oktober 2022. (Foto: Humas BPPA)

Nukilan.id – Penjabat (Pj) Gubernur Aceh Achmad Marzuki menghadiri acara Temu Bisnis Matching tahap IV didampingi Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setda Aceh, T Aznal Zahri, di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) Denpasar-Bali, Kamis 6 Oktober 2022.

Kegiatan temu bisnis yang digelar Kamis dan Jumat, 6-7 Oktober 2022 itu, membahas percepatan realisasi belanja produk dalam negeri oleh Kementerian/lembaga, pemerintah daerah dan BUMN. Sebagaimana dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2022 tentang percepatan peningkatan penggunaan produk dalam negeri dan produk usaha mikro, usaha kecil dan koperasi dalam rangka menyukseskan gerakan nasional bangga buatan Indonesia pada pelaksanaan barang dan jasa.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan, saat membuka acara tersebut menyampaikan apresiasi kepada pihak kepolisian karena telah menyelenggarakan temu bisnis tahap empat ini.

“Acara ini menjadi baik menujukan komitmen nyata keberpihakan pemerintah ke produk dalam negeri, UMKM dan koperasi,” kata Luhut.

Menko Marves juga berpesan apa yang selalu disampaikan Presiden RI Joko Widodo dengan mengingatkan kondisi perekonomian global saat ini yang tengah tidak menentu.

“Oleh karena itu kita harus antisipasi dan membangun kekompakkan untuk bisa jalan salah satu penggunaan produk dalam negeri,” sebut Luhut.

Kemudian Luhut mengajak kepada semua pihak supaya merapatkan barisan dalam mengatasi keadaan global saat ini. Tentunya harus menahan inflasi di Indonesia, dengan cara mengajak masyarakat untuk menanamkan kebutuhan pangan, seperti cabai, bawang merah dan lainnya.

“Kemendagri sudah menyampaikan kepada Gubernur/Bupati. Ayo kita tunjukkan bahwa bangsa Indonesia ini adalah bangsa besar yang kompak bisa bersama-sama mengatasi keadaan sulit, seperti kita mengatasi Covid-19 kemarin,” ujarnya.

Dalam hal tersebut, ia juga menyampaikan apresiasi kepada para Polri, Gubernur, Bupati/Walikota, karena telah menggunakan produk dalam negeri ini.

Sementara, Pj Gubernur Aceh, Achmad Marzuki mengatakan, penggunaan Produk Dalam Negeri (PDN) dalam Pengadaan Barang dan Jasa minimal 40 Persen Sesuai Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2022, dalam hal ini Aceh dengan melakukan berbagai langkah.

“Pertama kita menambahkan layanan pendaftaran bagi pelaku usaha sebagai penyedia barang/jasa Pemerintah (SPSE dan SIKAP) pada mall pelayanan publik daerah, termasuk layanan konsultasi pendaftaran sebagaai merchant pada Penyelenggaraan Perdagangan Melalui Sistem Elektronik,” katanya.

Kemudian kata Pj Gubernur, mendorong percepatan produk dalam negeri dan/atau produk usaha mikro, usaha kecil dan koperasi pada masing-masing daerah untuk tayang dalam katalog lokal dan toko daring.

“Dan memerintahkan Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) untuk belanja produk dalam negeri melalui Katalog Lokal dan Toko Daring,” sebutnya.

Pj Gubernur juga menyampaikan bahwa raslisiasi belanja Aceh saat ini telah berada di atas skala nasional, yakni 50.43 persen. Selain itu, Indeks implementasi katalog local Aceh 74,34%, urutan 2 (dua) setelah DKI Jakarta 74,82%.

Sementara, kebijakan dan langkah-langkah yang telah ditindaklanjuti terkait percepatan realisasi belanja antara lain, Keputusan Pj Gubernur Aceh tentang pembentukan Tim Percepatan Penggunaan Produk dalam Negeri (P3DN), Keputusan Pj Gubernur tentang Pembentukan tim Verifikator e-Katalog Lokal, Surat Pj Gubernur tentang Percepatan Penyelenggaraan e-Katalog Lokal, Surat Edaran Pj Gubernur Aceh tentang Percepatan Produk dalam Negeri melalui katalog Elektronik Lokal dan Toko Daring di Lingkungan Pemerintah Aceh.

“Selain itu, pemerintah Aceh juga telah membuat 20 Etalase e-Katalog Lokal Provinsi Aceh, Pembuatan Video Animasi tentang Tata Cara Pendaftaran e-Katalog Lokal Provinsi Aceh, Publikasi Pengumuman Penayangan Produk Lokal bagi Pelaku usaha melalui media cetak dan elektronik, Sosialisasi Pendaftaran Produk bagi Pelaku Usaha, dan Layanan Pandampingan Pendaftaran Produk bagi Pelaku Usaha di Biro Barang/Jasa,” ujarnya. []

Polres Aceh Besar Gelar Shalat Ghaib untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

0
Polres Aceh Besar melaksanakan shalat ghaib, tahlil dan doa bersama untuk korban tragedi kanjuruhan. (Foto: Ist)

Nukilan.id – Polres Aceh Besar melaksanakan shalat ghaib serta doa bersama untuk almahrum Tgk Muhammad Amin Bin Mahmud Syah dan korban jiwa tragedi Kanjuruhan.

Pelaksanaan Shalat Ghaib, Tahlil dan Doa bersama dipimpin oleh Ustadz Fuadi yang berlangsung di Mushola Polresta Aceh Besar, Rabu (5/10/2022).

Kapolres Aceh Besar, AKBP Carlie Syahputra Bustamam mengatakan, kegiatan ini dalam rangka aksi solidaritas dan juga membangun komunikasi publik yang baik terkait dengan peristiwa yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Malang.

“Kita mendoakan supporter aremania yang meninggal atas peristiwa yang terjadi di Stadion Kanjuruan Malang Jawa Barat,” terangnya.

Reporter: Reji

Direktur AirAsia Group Kagum Kemegahan Museum Tsunami Aceh

0
Direktur AirAsia Group Dato’ Abdul Aziz bersama rombongan kunjungi museum Aceh. (Foto: Disbudpar Aceh)

Nukilan.id – Direktur AirAsia Berhad Dato’ Abdul Aziz Bin Abu Bakar beserta rombongan mengunjungi Museum Tsunami Aceh, Selasa 4 Oktober 2022.

Para rombongan tersebut disambut langsung oleh Kepala UPTD Museum Tsunami Aceh, M. Syahputra AZ serta Kepala Bidang Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, T. Hendra Faisal.

Para rombongan diajak berkeliling melihat gedung mahakarya dari Ridwal Kamil serta sejumlah koleksi yang ada di Museum Tsunami.

Syahputra, merasa senang dapat menyambut kembali wisatawan mancanegara asal negeri jiran Malaysia kembali ke museum.

“Selamat datang kembali di Banda Aceh semoga tuan dan puan dapat berwisata di Aceh dengan nyaman,” imbuhnya.

Dato’ Abdul Aziz dan rombongan merasa kagum akan kemegahan museum yang dibangun oleh pemerintah Aceh untuk mengenang musibah gempa dan tsunami 26 Desember 2004 silam.

“Ini adalah tempat yang menyimpan bukti serta memori dahsyatnya musibah yang menimpa Aceh serta menjadi pelajaran untuk kita agar lebih siap jika terjadi bencana,” katanya.

Dato’ berharap dengan dibukanya kembali rute Kuala Lumpur ke Banda Aceh, AirAsia dapat melayani wisatawan-wisatawan dari Malaysia yang sudah tidak sabar untuk berkunjung Aceh, khususnya kemuseum ini.

Maskapai AirAsia rute Kuala Lumpur (KUL) ke Banda Aceh (BTJ) akhirnya mendarat perdana di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh Besar, Senin, 3 Oktober 2022, sekitar pukul 10.50 WIB.

Sebagai grup maskapai dengan konektivitas yang luas di ASEAN maupun Asia Pasifik, AirAsia, diharapkan dapat berperan besar untuk membawa turis asing langsung ke berbagai kota di Indonesia termasuk Banda Aceh. []

Daftar Lima Provinsi Penghasil Kopi Terbesar di Indonesia

0
Kebun kopi di Aceh | MIB stockimages/Shuttertstock

Nukilan.id – Pada tahun 2020, International Coffee Organization merilis laporan mengenai negara apa saja yang ada di posisi teratas sebagai penghasil kopi terbesar dunia. Hasilnya, Indonesia ada di peringkat 5 besar.

Lebih jelas, Indonesia ada di peringkat ke-empat tepat setelah Brasil, Vietnam, dan Kolombia. Detailnya, Indonesia tercatat menghasilkan sebanyak 11,95 juta karung kopi. Di sisi lain, setahun setelahnya BPS mencatat produksi kopi di Indonesia mencapai 774,60 ribu ton.

Lalu dari mana saja sebenarnya kopi-kopi yang dihasilkan Indonesia berasal? Berikut 5 provinisi penghasil kopi terbesar di RI:

Sumatra Selatan

Banyak diketahui jika pulau Sumatra jadi salah satu wilayah penghasil kopi terbesar di tanah air. Mengutip Republika, secara umum biji kopi asal Sumatra memiliki bentuk yang tebal, dengan tingkat keasaman yang rendah.

Daerah spesifik yang dikenal punya perkebunan kopi paling besar adalah Sumatra Selatan. Provinsi Sumatra Selatan punya luas lahan perkebunan kopi sebesar 249.963 hektare, di mana mayoritas produksinya berasal dari perkebunan rakyat.

Membahas lokasi spesifik, kawasan perkebunan kopi populer di Sumsel dapat dijumpai di Pagar Alam, Lahat, Muara Enim, dan Empat Lawang. Sedangkan untuk jenis kopi yang unggul di provinsi ini sendiri berjenis robusta.

Lampung

Sama halnya seperti Sumsel, robusta juga jadi jenis kopi yang populer dihasilkan di Lampung. Luas perkebunan kopi di provinsi ini sendiri mencapai 156.836 hektare. Dengan luas perkebunan sebesar itu, hasil panennya disebut mampu menyumbang sebanyak 17,44 persen dari keseluruhan komoditas kopi yang dihasilkan Indonesia.

Contoh perkebunan kopi yang terkenal dan cukup besar di Lampung dapat dijumpai di Ulu Belu. Di mana hasil panennya tak hanya tersebar di pasar nasional, namun juga pasar internasional denngan keberhasilan ekspor ke luar negeri.

Aceh

Mendengar nama Aceh, jenis kopi yang pasti otomatis langsung terlintas di pikiran adalah kopi gayo. Ada yang menyebut, kopi dari Aceh juga menjadi primadona dalam dunia perkopian. Di wilayah Aceh Tengah terdapat dataran tinggi gayo yang dikenal menjadi pusat tumbuhnya kopi jenis arabika berkualitas unggul.

Secara spesifik, disebutkan kalau luas area perkebunan kopi di Aceh mencapai 125.443 hektare. Sedangkan beberapa daerah spesifik penghasil kopi dapat ditemui di Kabupaten Aceh Tengah, Kab. Takengon, Kab. Gayo Lues, dan Kab. Bener.

Sumatra Utara

Dari seluruh jumlah komoditas kopi yang dihasilkan Indonesia, sekitar 9,9 persennya berasal dari Sumatra Utara. Luas perkebunan kopi yang ada di provinsi ini mencapai 95.263 hektare. Lebih detail, wilayah perkebunan kopi dapat dijumpai di kawasan Mandailing Natal atau Panyabungan.

Keunikan dari kopi asal Sumatra Utara adalah memiliki daya tarik yang amat besar, bahkan dilirik masyarakat dunia akibat cita rasanya. Salah satu jenis kopi yang populer dari provinsi ini adalah kopi arabika SSumatra Mandailing.

Jawa Timur

Berpaling dari pulau Sumatra, provinsi penghasil kopi lainnya juga dapat dijumpai di Jawa Timur. Provinsi satu ini memiliki total area perkebunan kopi mencapai 89.894 hektare. Seperti yang diketahui, Jawa Timur sendiri merupakan wilayah yang banyak memiliki gunung api.

Abu vulkanik yang muncul dari berbagai erupsi di kawasan Jawa Timur diyakini menyuburkan tanah, sehingga area perkebunan kopi di Jawa dianggap tak kalah unggul dari yang ada di Sumatra. Secara keseluruhan, disebutkan bahwa produksi kopi di Jawa Timur menyumbang sebesar 9,7 persen dari total komoditas kopi yang dihasilkan Indonesia. [GNFI]

Lima Unit Kios di Geucu Iniem Banda Aceh Terbakar

0
Lima unit kios di Geucu Iniem Banda Aceh terbakar. (Foto: Dok.BPKP Banda Aceh)

Nukilan.id – Sebanyak lima unit kios berkontruksi kayu di Jalan Jendral Sudirman, Gampong Geucu Iniem, Banda Aceh ludes dilalap si jago merah sekira pukul 01.20 WIB, Kamis (6/10/2022).

Kelima kios tersebut milik Fadhil (50) kios doorsmeer, Tukimin (45) kios knalpot, Feri (45) kios bangunan, Ira (55) kios laundry dan M Yusuf (58) kios kelontong.

Kasi Pembinaan dan Pengembangan Tenaga Damkar Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Banda Aceh, Yudi mengatakan, api bermula dari kios doorsmeer yang berada ditengah pada kelima kios itu.

“Berdasarkan keterangan saksi Izzudin selaku geuchik geucu iniem ia melihat kios doorsmeer sudah terbakar, lalu api tersebut menjalar ke beberpa kios yang ada didekatnya,” kata Yudi.

Sekiranya pukul 01.39 wib api dapat dipadamkan dan selanjutnya dilakukan upaya pendinginan, dan selesai bertugas armada kembali ke pos pukul 03.10 wib.

Saat proses pemadaman turut dibantu petugas PLN, Polsek Banda Raya di back up Polresta Banda Aceh, personel Kodim, Koramil setempat, relawan ERPA dan RAPI dalam pengamanan di lokasi kejadian.

Reporter: Reji