Beranda blog Halaman 1532

Mulai 1 Oktober 2022 Pemkab Aceh Jaya Berhentikan 1.895 Tenaga Kontrak

0
Surat Edaran Pj Bupati Aceh Jaya. (Foto: Antara.com)

Nukilan.id – Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya memberhentikan sebanyak 1.895 Tenaga Honorer atau Tenaga Harian Lepas (THL) dan Tenaga Ahli Tertentu (TAT) di lingkup Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya terhitung mulai 1 Oktober 2022.

“Surat Edaran yang dikeluarkan pada tanggal 4 Oktober 2022 tersebut menindaklanjuti Surat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor: B/185/M.SM.02.03/2022 perihal Status Kepegawaian di Lingkungan Instansi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah,” kata Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Aceh Jaya, Syarif Hidayat di Calang, Rabu.

Ia menjelaskan bahwa pada poin 6 huruf b dan huruf c menyatakan untuk tidak lagi melakukan perekrutan pegawai Non-ASN dan khusus untuk tenaga lain yang dibutuhkan oleh instansi seperti pengemudi, tenaga kebersihan dan Satuan Pengamanan maka harus dilakukan perekrutan melalui tenaga alih daya (Outsourcing).

Ia mengatakan untuk tenaga pelayanan kesehatan bisa dilihat di Dokumen Pelaksana Anggaran (DPA) instansi masing-masing.

“Jika anggarannya hanya tersedia hingga September 2022 berarti termasuk salah satu dari edaran ini,” katanya.

Dalam surat edaran tersebut disampaikan kepada Tenaga Harian Lepas (THL) dan Tenaga Ahli Tertentu (TAT) yang di SK-kan oleh Bupati Aceh Jaya, Sekretaris Daerah dan kepala SKPK di lingkup Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya yang telah diberikan pelimpahan wewenang, terhitung mulai tanggal 1 Oktober 2022 menginstruksikan memberhentikan THL dan TAT dari unit masing-masing.

Dalam surat tersebut ada beberapa yang tidak diberhentikan atau tetap hingga Desember 2022 yaitu, THL pada Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH), TAT pada RSUD Teuku Umar, Petugas Pemadam Kebakaran pada BPBK, Tenaga Kebersihan, Supir, Ajudan dan Penjaga Kantor. [antara.com]

BMKG: Waspada Gelombang Tinggi di Perairan Utara Sabang dan Perairan Barat Aceh

0
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)

Nukilan.id – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG ) Dwikorita Karnawati mengatakan, gelombang tinggi diprediksi berpotensi terjadi di sejumlah wilayah perairan Indonesia pada periode 8 – 14 Oktober 2022.

Gelombang tinggi tersebut diperkirakan mencapai 1,5 hingga 4 meter.

“Berpotensi terjadi di perairan utara Sabang, perairan barat Aceh, perairan barat Pulau Simeulue hingga Kepulauan Mentawai,” ujar Dwikorita dilansir dari siaran pers di laman resmi Sekretariat Presiden, Minggu (9/10/2022).

Kondisi yang sama juga diperkirakan terjadi di perairan Pulau Enggano – Bengkulu, perairan barat Lampung, Samudra Hindia barat Sumatra, Selat Sunda bagian barat dan selatan, perairan selatan Banten hingga Jawa Timur, Selat Bali – Lombok – Alas bagian selatan, Selat Sumba bagian barat, perairan selatan Bali hingga Pulau Sumba, Samudra Hindia selatan Banten hingga Pulau Sumba, dan Laut Natuna.

Selain itu, kata Dwikorita, curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia pada 9-15 Oktober 2022.

Kondisi curah hujan tersebut diprediksi juga akan disertai dengan angin kencang.

“Untuk periode 9 – 15 Oktober BMKG memprediksi potensi curah hujan dengan intensitas sedang-lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di hampir 34 provinsi. Kecuali untuk wilayah Sumatra Barat dan Nusa Tenggara Timur,” jelasnya.

Adapun selain dua kondisi tersebut, BMKG juta memperkirakan cuaca ekstrem berpotensi akan terjadi di sejumlah wilayah Indonesia selama sepekan mendatang

“Berdasarkan analisis terkini bahwa kondisi dinamika atmosfer di wilayah Indonesia masih cukup signifikan berpotensi mengakibatkan peningkatan potensi cuaca ekstrem di beberapa wilayah dalam sepekan ke depan,” ungkapnya.

Oleh karenanya, Dwikorita meminta pihak-pihak terkait untuk melakukan persiapan dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem, antara lain:

Pertama, memastikan kapasitas infrastruktur dan sistem tata kelola sumber daya air siap untuk mengantisipasi peningkatan curah hujan.

Kedua, melakukan penataan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan dan tidak melakukan pemotongan lereng atau penebangan pohon yang tidak terkontrol serta melakukan program penghijauan secara lebih masif.

Ketiga, melakukan pemangkasan dahan dan ranting pohon yang rapuh serta menguatkan tegakan/tiang agar tidak roboh tertiup angin kencang.

Keempat, menggencarkan sosialisasi, edukasi, dan literasi secara lebih masif untuk meningkatkan pemahaman dan kepedulian pemerintah daerah, masyarakat serta pihak terkait dalam pencegahan/pengurangan risiko bencana hidrometeorologi (banjir, longsor, banjir bandang, angin kencang, puting beliung dan gelombang tinggi).

Kelima, lebih mengintensifkan koordinasi, sinergi, dan komunikasi antarpihak terkait untuk kesiapsiagaan antisipasi bencana hidrometeorologi.

“Terus memonitor informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini cuaca ekstrem dari BMKG,” tambah Dwikorita.[]

Polda Aceh Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Aceh Timur

0
Karoops Polda Aceh Kombes Pol Agus Sarjito. Foto: Antara)

Nukilan.id – Kepolisian RI Daerah (Polda) Aceh menyalurkan bantuan sosial kepada warga yang terdampak banjir di Kecamatan Pantee Bidari dan Kecamatan Banda Alam, Kabupaten Aceh Timur.

Kapolda Aceh Irjen Pol Ahmad Haydar melalui Kepala Biro Operasi Polda Aceh Kombes Pol Agus Sarjito di Aceh Timur, Rabu, mengatakan bantuan tersebut disalurkan untuk membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak banjir.

“Kami minta maaf Kapolda Aceh berhalangan hadir. Seyogianya bantuan ini diserahkan Bapak Kapolda, namun karena kegiatan maka mewakilkan kepada kami. Bapak Kapolda berpesan tetap semangat meskipun sedang dalam musibah,” kata Agus Sarjito.

Bantun sosial untuk korban banjir tersebut terdiri 98 paket, meliputi beras serta kebutuhan pokok seperti mi instan, telur, gula pasir, minyak goreng, air mineral, dan lainnya.

Agus Sarjito mengatakan penyaluran bantuan sosial tersebut merupakan wujud kepedulian Kapolda Aceh dan jajaran kepolisian di provinsi ujung barat Indonesia tersebut kepada masyarakat terdampak banjir.

“Kami mengharapkan bantuan sosial dan layanan kesehatan tersebut dapat membantu meringankan beban masyarakat terdampak banjir,” kata mantan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Aceh itu.

Sementara itu, bantuan serupa juga disalurkan kepada masyarakat terdampak banjir di Desa Jambo Reuhat, Kecamatan Banda Alam, Kabupaten Aceh Timur.

Bantuan Polda Aceh dan jajaran tersebut diserahkan Kapolres Aceh Timur AKBP Andy Rahmansyah didampingi sejumlah pejabat utama Polres Aceh Timur dan unsur muspika setempat.

“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat karena Bapak Kapolda Aceh berhalangan hadir dan beliau menitipkan amanah kepada kami untuk menyampaikan bantuan ini. Semoga dapat meringankan masyarakat yang terdampak banjir,” kata Andy Rahmansyah.[antara]

Reses dengan Warga Banda Aceh, HT. Ibrahim Singgung Kesejahteraan dan Rumah

0
Anggota DPRA H.T. Ibrahim. (Foto: Nukilan.id)

Nukilan.id – Anggota DPR Aceh Fraksi Partai Demokrat HT. Ibrahim, ST, MM menyampaikan, masyarakat miskin dan dhuafa harus punya rumah dan punya usaha, sebab walau Kota Banda Aceh menjadi ibukota Provinsi Aceh, namun masih ada masyarakat yang mengeluh soal rumah.

“Kedepan harus berubah, orang yang berhak mendapatkan rumah harus diberikan rumah yang layak,” kata HT Ibrahim saat menggelar Reses bersama warga Banda Aceh di Sultan Caffee, Lamtemen, Banda Aceh, Rabu (12/10/2022).

Hal itu dijelaskan H.T. Ibrahim atau akrab disapa Bang Bram setelah warga mempertanyakan bantuan rumah dhuafa dan orang miskin serta bantuan alat usaha.

Kata Bang Bram, dirinya akan memperjuangan rumah bagi kaum yang membutuhkan, namun pengadaannya harus tetap sesuai dengan prosedur dan jujur, agar yang mendapatkan benar-benar tepat sasaran.

“Rumah diperuntukan untuk kaum dhuafa dan orang miskin,” kata Bang Bram lagi.

Dijelaskan, kebutuhan dan pengadaan rumah bagi orang miskin dan dhuafa bersumber dari pokok pikiran, dan dapat mengajukan langsung, dan tentu yang memenuhi syarat.

“Saya akan memperjuangkannya di DPRA, tapi tahun depan, karena tahun ini sudah berjalan,” ujar Bang Bram.

Selain itu–katanya–untuk mendorong ekonomi masyarakat, Bang Bram siap membantu alat usaha kepada warga memiliki usaha kecil, tentu itu baru dapat disalurkan setelah masyarakat membentuk kelompok usaha yang sejenis.

“Untuk mendorong ekonomi masyarakat, bantuan alat usaha memang harus disalurkan, namun tentu mereka yang menjalankan usaha kecil dabn menengah saja,” jelasnya.

Hadir pada reses III DPRA tersebut, Sekretrais DPD Partai Demokrat Aceh Arif Fadillah dan sejumlah tokoh di beberapa Kecamatan di Banda Aceh.[]

Editor: js

Atlet Taekwondo STIM Banda Aceh Raih Medali Emas Even POMDA Langsa

0

Nukilan.id – Atlet Taekwondo Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen (STIM) Banda Aceh, Rizki Alfarizi meraih mendali emas pada event kejuaraan Pekan Olahraga Mahasiswa Daerah (POMDA).

Rizki Alfarizi meraih mendali emas untuk kelas Over 87 putra dalam event POMDA yang diselenggarakan Universitas Samudra (Unsam) di Langsa.

Wakil Direktur III STIM Banda Aceh, Muhammad Munzir, SH., M.Si, turut mendampingi dari awal hingga akhir event tersebut mengaku bangga atas prestasi mahasiswanya.

“Prestasi ini diperoleh sesuai harapan yang awalnya tercantum dalam motto kita “Satu Atlet Satu Emas”, karena memang pada tahun ini Kampus kita hanya mengirimkan satu orang delegasi atlet tunggal,” ujarnya.

Dijelaskan Munzir, atas raihan tersebut STIM Banda Aceh meraih tingkat ke 5 dari cabor Taekwondo dan peringkat ke 14 dari seluruh cabor dari 28 kampus peserta POMDA di Langsa.

Sementara itu, Ketua Yayasan STIM Banda Aceh Drs.Asbawi SE mengapresiasi setinggi-tingginya kepada atlet, pelatih dan wakil Direktur III selaku official yang hadir mewakili kampus.

Harapannya dengan hasil perolehan medali emas ini secara otomatis menjadi salah satu perwakilan dari Aceh untuk mengikuti event ditingkat berikutnya pada Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) yang akan diadakan di Padang, Sumatera Barat pada 16-22 November mendatang.

“Semoga nantinya juga mendapat prestasi cemerlang baik itu medali emas, perak maupun perunggu. Yang pastinya kita tetap menargetkan mahasiswa kita mendapatkan medali emas,” tutupnya. [Wartanusa]

Antropolog Dr. KBA : Pemilu 2024 Potensi Lahirkan Radikalisme dan Terorisme

0
Dr Kamaruzzaman Bustamam Ahmad. (foto: Nukilan.id)

Nukilan.id – Antropolog Dr. Kamaruzzaman Bustamam Ahmad, MA yang juga Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar- Raniry mengatakan, berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa pemilu 2024 bakal banyak potensi lahirnya radikalisme dan kritik, dan itu paling rentan di Aceh, wilayah Tengah Aceh , Banten, Bima, dan Makasar.

“Itu daerah-daerah yang rentan terhadap Radikalisme dan Terorisme tahun 2023 sd 2024. Bisa terjadi reproduksi musuh dalam masyarakat internal, semisal Beda Capres, Beda Keyakinan,” kata Kamaruzzaman Bustamam Ahmad atau KBA saat menjadi pembicara Training of Trainer Guru Pelopor Moderasi Beragama dan Lomba Pembuatan Video Pendek yang digelar FKPT Aceh dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) di Gedung Dekranas Aceh Besar, Blang Bintang, Rabu (12/10/2022).

Menurut KBA, riset potensi pemilu 2024 akan banyak melahirkan buzzer-buzzer yang dibayar untuk memproduksi dan menyebarkan informasi maupun konten-konten.

Sebagai contoh–lanjut KBA–apabila seorang ibu memiliki keyakinan terhadap salah satu kandidat Capres, maka dia akan menularkannya kepada anak. Bahkan produksi Kebencian juga mungkin dihidupkan dilingkungan sekolah sekalipun, yang melibatkan anak-anak di bawah umur.

“Contoh paling sederhana pernah kami menggelar kegiatan bersama Kesbangpol Aceh, ada Pengaduan seorang Ibu, anak perempuannya yang kelas 5 SD, pulang kerumah sudah berani mengatakan Kafir. Karena anak-anak itu, tingkat militansi dan intoleransinya sudah anak-anak. Cek dan Kroscek , dia ternyata memiliki Paman yang berada di Pulau Jawa, dan aktif berkomunikasi dengan anak-anak tersebut melalui Dunia Maya/secara virtual yang sering dilakukan Energi Kebencian, itu Real,” jelasnya.

jangan heran nantinya, pelaku kejahatan kedepan lahir dari anak-anak shaleh atau kaum remaja yang tidak pernah bermasalah dilingkungan sosial. “Ini Potensi yang Saya Katakan,” lanjutnya.

Jadi–jelas KBA–kecanduan Radikalisme dan Terorisme saat ini lebih banyak menjadi Pemicu karena banyak orang yang membagikan informasi melalui whatsApp, telegram dan sebagainya, yang muatannya emosional bukan Rasional.

“Informasi yang disebarkan umumnya informasi yang memancing emosi seseorang atau banyak orang,” kata Kamaruzzaman Bustamam Ahmad.

KBA juga menyampaikan homegrowm Terorisme, pergerakan Terorisme tidak diproduksi dari dalam dan tepi Hutan, tepi sungai maupun tepi laut. Tetapi di produksi dari dalam Rumah, sehingga banyak aksi terorisme terjadi dari Produksi Dalam Rumah, seperti kasus Bom Panci.

“Jika kita berbicara masalah Aceh, berarti berbicara Kerajaan Diplomasi, Ilmu-ulama dan Perperangan-Perjuangan-Pengkhianatan (Istilah Kopi, Beuleukat dan Bude). Tipologi Masyarakat Aceh selama ini didominasi karakter yang suka Berperang,” jelasnya.

Sementara–lanjutnya–basis spiritual Aceh, ada tiga yaitu: Han, Han Roh, Han Jroeh, dan Han Jeut. “Spirit ini kekuatan Masyarakat, mengapa Snouck Hurgronje melakukan penelitian Spirit Orang Aceh. Jika dasar spiritual Orang Aceh dapat dikelola, maka dia dapat menggerakkan,” demikian KBA.

Iswanto Minta Dukungan FKPT dan BNPT Ciptakan Aceh Besar Bebas Radikalisme dan Terorisme

0
Penjabat (Pj) Bupati Aceh Besar Muhammad Iswanto, S.STP., MM bersama pengurus FKPT Aceh dan guru peserta trainer. (Foto: Nukilan.id)

Nukilan.id – Penjabat (Pj) Bupati Aceh Besar Muhammad Iswanto, S.STP., MM mengapresiasi kegiatan khusus untuk guru untuk membendung paham radikalisme, terutama di Aceh Besar. Katanya, lembaga pendidikan seperti sekolah dan madrasah memiliki peran strategis baik untuk penyebaran maupun pencegahan paham radikal terorisme.

“Kita berharap lembaga pendidikan dapat membentengi peserta didik dari penyebaran dan pengaruh paham radikal terorisme ini,” kata Muhammad Iswanto saat membuka Training of Trainer Guru Pelopor Moderasi Beragama dan Lomba Pembuatan Video Pendek yang digelar FKPT Aceh dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) di Gedung Dekranas Aceh Besar, Blang Bintang, Rabu (12/10/2022).

Iswanto juga memberi apresiasi pelaksana acara, Aceh Besar kedepan juga akan berupaya mengajak, membina dan mengayomi kegiatan-kegiatan positif.

“Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dengan segala kemampuan nanti akan terus berupaya melakukan pembinaan terhadap Para Napiter yang ada di wilayah Kabupaten Aceh Besar. Saat ini lebih kurang ada 14 Orang mantan Napiter di Aceh Besar,” ujarnya.

Menurutnya, peristiwa tahun 2010 soal pelatihan teroris di Kawasan Bukit Jalin Jantho, Kabupaten Aceh Besar, secara Khusus Pemerintah Aceh Besar dirugikan, karena telah menimbulkan imej buruk Aceh Besar.

“Oleh Karena itu, Pemerintah Aceh Besar berkepentingan terhadap upaya-upaya Pencegahan radikalisasi dan terorisme ini,” katanya

Untuk itu Pemerintah Kabupaten Aceh Besar Berharap dukungan BNPT dan FKPT untuk menjadikan Kabupaten Aceh Besar sebagai Kabupaten yang Bebas dari Radikalisasi dan Terorisme.

Acara Training of Trainer Menjadi Guru Pelopor Moderasi Beragama dan Lomba Pembuatan Bahan Ajar Video Pendek turut dihadiri 100 guru Paud dan SMA dari Banda Aceh dan Aceh Besar, dan menjadi pembicara Dr. Kamaruzzaman Bustamam Ahmad, M.A. (Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar- Raniry), Maira Himadhani, S.T., M.Sc. (Subkoordinator Partisipasi Masyarakat BNPT), Dr. Anis Maskur, M.Ag (Kasubdit GTK Kemenag RI), dan Moderator Dr. Sulaiman Tripa, S.H., M.H. (Kabid Agama, Sosial, Ekonomi dan Budaya FKPT Aceh).[]

Editor: js

Ketua FKPT Aceh: Peran Guru Sentral untuk Membendung Paham Radikalisme

0
Ketua FKPT Aceh, Mukhlisuddin Ilyas. (Foto: Nukilan.id)

Nukilan.id – Ketua Forum Koordinasi dan Pencegahan Terorisme (FKPT) Aceh Dr Mukhlisuddin Ilyas, M.PT mengatakan, peran guru sangat sentral untuk membendung paham radikalisme di Aceh. Untuk itu, Guru harus mampu mengajarkan sikap, perilaku dan tindakan yang saling toleran dan damai.

“Guru harus mampu membimbing peserta didik untuk saling hidup rukun dan menghindari saling hujat. Guru harus bisa menjadi penengah diatas perbedaan pendapat,” kata Mukhlisuddin Ilyas pada acara Training of Trainer Menjadi Guru Pelopor Moderasi Beragama dan Lomba Pembuatan Bahan Ajar Berupa Video Pendek Sosiodrama Moderasi Beragama yang digelar FKPT Aceh berkerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) di Gedung Dekranas Aceh Besar, Blang Bintang, Rabu (12/10/2022).

Dikatakan Mukhlisuddin, Radikalisme dan terorisme tidak mengenal agama, profesi, jenjang pendidikan, kaya atau miskin. Semua berpotensi terpapar virus radikalisme dan terorisme ini.

“Hasil Kajian BNPT menyebutkan, potensi radikalisme lebih tinggi pada kalangan perempuan. Kejadian Surabaya, Batam, Medan dan penyerangan Mabes Polri yang dilakukan oleh seorang mahasiswi, harus menjadi catatan dan pembelajaran,” jelasnya.

Radikalisme dan terorisme adalah sebuah fakta. Khusus di Aceh, domain diskursus radikalisme sudah bergeser, dari wilayah politik ke wilayah agama. Padahal dalam agama apapun di dunia ini, tidak membenarkan tindakan teror, apalagi membunuh.

Disampaikan, moderasi beragama adalah sebuah gagasan membangun toleransi, sikap anti kekerasan dan akomodatif terhadap kebudayaan lokal.

“Dalam sejarah masyarakat Aceh, kita punya kearifan lokal yang matang soal toleransi dan moderat. Sejarah keberagaman orang Aceh sudah teruji. Dalam perspektif sejarah, orang Aceh sulit terpapar radikalisme dan terorisme,” lanjutnya.

Untukm itu–katanya–guru sangat berperan penting dalam pencegahan radikal, ikut mengarahkan tindakan hidup yang toleran.

“Tentu berperan untuk Hindari berhubungan dengan kelompok yang suka menyalahkan amaliyah orang lain, suka membidahkan kelompok lain, suka mengkafirkan orang lain, kehidupan yang eksklusif, dan tergabung dalam organisasi ekstrimis. Tujuan pelaksanaan acara ini juga untuk menumbuhkembangkan moderasi beragama dikalangan Pendidik,” jelas Mukhlisuddin.

acara Training of Trainer Menjadi Guru Pelopor Moderasi Beragama dan Lomba Pembuatan Bahan Ajar Video Pendek turut dihadiri 100 guru Paud dan SMA dari Banda Aceh dan Aceh Besar, dan Pj Bupati Aceh Besar Muhammad Iswanto, S.STP., MM.

Tampil sebagai pembicara Dr. Kamaruzzaman Bustamam Ahmad, M.A. (Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar- Raniry), Maira Himadhani, S.T., M.Sc. (Subkoordinator Partisipasi Masyarakat BNPT), Dr. Anis Maskur, M.Ag (Kasubdit GTK Kemenag RI), dan Moderator Dr. Sulaiman Tripa, S.H., M.H. (Kabid Agama, Sosial, Ekonomi dan Budaya FKPT Aceh).[]

Editor: js

1.557 Hektar Sawah di Aceh Utara Terancam Gagal Panen Akibat Banjir

0
Lahan persawahan tergenang banjir di Kabupaten Aceh Utara, Aceh. (Foto: Ist)

Nukilan.id – Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Aceh Utara menyatakan lahan persawahan sebanyak 1.557 hektare di Kabupeten Aceh Utara terancam gagal panen akibat terendam banjir.

“Berdasarkan perkembangan hasil kaji cepat lahan persawahan yang terendam banjir sebanyak 1.557 hektare,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Aceh Utara, Erwandi, Rabu (12/10/2022).

Asnawi mengatakan, terendamnya ribuan lahan persawahan itu dikarenakan hujan yang terjadi dengan itensitas sedang hingga lebat. Genangan diperparah banjir kiriman dari hulu di Kabupaten Bener Meriah.

“Tinggginya curah hujan itu mengakibatkan sungai Krueng Keuroto, Krueng Pirak dan Krueng Pase kehilangan kemampuan untuk menampung debit air sehingga air melipasi permukiman penduduk dan juga lahan pertanian yang ada di Kabupaten Aceh Utara,” ujarnya.

Sawah yang terendam banjir terletak di Kecamatan Pirak Timu, Kecamatan Matangkuli, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara.

“Kemudian, Kecamatan Kuta Mamur dan Kecamatan Lapang,” jelasnya.

Sebelumnya, banjir merendam168 Gampong (desa) di 19 kecamatan, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh. Sebanyak 15.948 Kepala Keluarga (KK) dengan 53.828 jiwa terdampak,

Kemudian 11.106 KK dengan 38.278 jiwa mengungsi di 77 titik pengungsian. Untuk kerusakan ada 13 kerusakan tanggul, 3 kerusakan tebing, 17 kerusakan jalan/jembatan dan 5 kerusakan rumah. [sumber:medcom]

Disdikbud Aceh Besar dan Dirjen PAUD Kemendikbudristek Gelar Bimtek LBB

0
Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Besar Agus Jumaidi, S.Pd,. M.Pd saat membuka Bimtek LBB di Gedung PGRI Aceh Besar, Selasa (11/10/2022)

Nukilan.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Aceh Besar bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Paud Kemdikbudristek melaksanakan kegiatan Bimtek Lingkungan Belajar Berkualitas (LBB) Program Perencanaan Berbasis Data (PBD) bagi Satuan pendidikan Paud.

Kegiatan ini dibuka oleh Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Besar Agus Jumaidi, S.Pd,. M.Pd, Selasa (11/10/2022) di Gedung PGRI Aceh Besar.

Dalam sambutannya plt Kadisdikbud mengatakan peserta yang hadir pada kegiatan ini merupakan yang terpilih setelah mengikuti acara ini semoga dapat mengimbaskan kepada teman-teman yang lain.

“Bapak ibu kami harapkan menjadi agen transformasi informasi bukan hanya untuk materi ini saja, namun juga yang lainnya, mari bergerak bersama-sama seiring sejalan mewujudkan Lingkungan PAUD berkualitas, “pungkas Agus Jumaidi.

Sebelumnya Kabid PAUD Disdikbud Aceh Besar, Cut Jarita Susanti SPd mengatakan Bantuan Lingkungan Belajar Berkualitas adalah Bantuan yang diberikan Direktorat PAUD kepada Dinas Pendidikan Kab/Kota untuk membiayai penyelenggaraan bimbingan teknis lingkungan belajar berkualitas dalam rangka menguatkan kapasitas PKG PAUD untuk mendampingi satuan PAUD melakukan perencanaan berbasis data.

Pusat Kegiatan Gugus Pendidikan anak usia dini yang selanjutnya disingkat PKG PAUD adalah penggerak utama dalam pembinaan layanan pendidikan bagi anak usia dini guna mendukung terwujudnya layanan PAUD Berkualitas.

PKG PAUD merupakan kumpulan dari beberapa gugus PAUD di tingkat Kecamatan. Gugus PAUD terdiri dari 3-8 lembaga PAUD yang berdomisili dalam area terdekat dan untuk semua bentuk layanan PAUD.

“Kegiatan ini diikuti oleh 20 PKG Paud yang ada di Kabupaten Aceh Besar sedangkan narasumber dari unsur BPMP, Seni Yuliarni SPd, Pengawas sekolah, Nurhanifah SPd MPd, perwakilan PKG dan dari Ormit yang dalam hal ini diwakili oleh IGTKI, Eldawarita SPd, Nurliana Hamsatun Siregar SPd MPd.

“Tujuan kegiatan, mendorong Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan PKG melaksanakan perencanaan berbasis data untuk mendampingi satuan PAUD melakukan perencanaan berbasis data dalam mewujudkan lingkungan belajar berkualitas, “katanya.

Selanjutnya mendorong PKG PAUD berperan dalam mendampingi satuan PAUD, melakukan perencanaan berbasis data agar dapat menyediakan lingkungan belajar berkualitas.

Dan yang terakhir mendorong satuan PAUD dapat melakukan perencanaan berbasis data untuk menyediakan lingkungan belajar berkualitas sebagai salah satu pemenuhan indikator kinerja. []