Beranda blog Halaman 1530

Melalui Usaha Rakyat Syariah Sektor Parekraf, Kadisbupar Ajak Pengusaha Muda Tingkatkan SDM

0
Foto: Disbudpar Aceh

Nukilan.id – Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI melalui Direktorat Akses Pembiayaan Deputi Bidang Industri dan Investasi menyelenggarakan Coaching Clinic Kredit Usaha Rakyat (KUR) Syariah Sektor Parekraf di Grand Permatahati Hotel, Kota Banda Aceh, Kamis, 13 Oktober 2022.

Kegiatan yang diikuti 50 peserta dari kalangan pelaku ekonomi kreatif (ekraf) merupakan salah satu bentuk usaha dari Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh dalam membangun ekonomi kreatif, memberikan semangat dan mentransfer knowledge kepada seluruh masyarakat Aceh.

“Kita tahu bahwa kolaborasi antar instansi menjadi penting, seperti Kemenparekraf yang hadir untuk berkolaborasi dengan Disbudpar Aceh dalam melahirkan pengusaha-pengusaha yang berdaya guna dan akan bermanfaat bagi peningkatan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” ungkap Almuniza dalam sambutanya.

Almuniza menyebutkan, kegiatan yang menjadi konektifitas antara Pemerintah Aceh, kementerian dan peserta seperti ini merupakan bagi penting agar kedepan program-program intens Kemenparekraf dan pelaku ekraf bisa terus berlanjut (sustainable).

“Pemerintah Aceh baik di sektor permodalan tentu akan melihat peluang tersebut. Kami tidak akan hanya berdiam diri, tentu kami hadir ditengah-tengah masyarakat, artinya pemerintah Aceh akan mengajak seluruh masyarakat Aceh dalam peningkatan sumber daya manusia,” ungkap Almuniza.

Sektor pariwisata, sebut Almuniza, merupakan sektor unggulan karena mengembangkan seluruh potensi yang ada di wilayah Aceh, sehingga potensi laut Aceh bagian pantai barat harus terus dikembangkan dan dilestarikan dengan terus mempromosikan kepada masyarakat luar.

“Disbudpar berharap pada setiap desa wisata harus memiliki produk yang dapat dikembangkan oleh masyarakat Aceh pada umumnya serta wilayah Aceh Besar dan Banda Aceh secara khusus,” tutupnya. []

Senator Abdullah Puteh Gelar Lomba Menulis Spirit Tjoet Nja’ Dhien

0

Nukilan.id – Anggota DPD RI asal Aceh Dr. Ir. H. Abdullah Puteh, M.Si mengadakan lomba menulis artikel bertema “Aktualisasi Spirit Tjoet Nja’ Dhien di Era Milenial”.

Kegiatan menuangkan pemikiran dari warga ini berkaitan dengan haul Tjoet Nja’ Dhien ke 114 tahun pada 6 November 2022.

Sejumlah 20 artikel terbaik, masing-masing mendapatkan uang tunai Rp 3 juta dan 20 artikel terbaik itu akan dibukukan untuk dibagikan kepada penulis dan generasi muda Aceh.

“Membaca kisah perjuangan Tjoet Nja’ Dhien, banyak hal yang bisa dipetik dan diaktualisasikan pada masa kini dan mendatang terutama di era milienial, apalagi nanti setelah ada pemenang artikelnya dibukukan menjadi bacaan masyarakat yang lebih luas ” Kata Abdullah Puteh, Jumat (14/10/2022) di Jakarta.

Abdullah Puteh menyebutkan latar belakang mengadakan lomba menulis adalah sebagai bagian dari penguatan literasi di Indonesia.

Disebutkan, lomba ini terbuka untuk seluruh WNI yang menetap di dalam negeri dan luar negeri.

Demikian juga, panitia lomba tidak membatasi usia peserta lomba dalam menuangkan gagasan atan ide dalam memetik spirit Tjoet Nja’ Dhien pada masa kini.

“Ruh dari perjuangan Tjoet Nja’ Dhien itu tetap harus menyala tanpa dibatasi oleh waktu dan tempat. Kita bisa bercemin pada kegigihan, keikhlasan serta kemahiran Tjoet Nja’ Dhien dalam mengatur strategi perang dan gerilya. Berjuang dari rimba Aceh hingga diasingkan ke Sumedang Jawa Barat mendidik anak-anak belajar mengaji di Sumendang dalam kondisi mata sudah rabun sekalipun,” ungkapnya.

Jadi semangat tersebut perlu mendapat tempat bagi generasi Aceh kedepan. Generasi Aceh harus bangga memiliki sejarah yang penting untuk dijadikan patron dalam bersikap dan berprilaku bagi generasi Aceh kedepan.

Adapun kriteria peserta yakni peserta hanya boleh mengirim satu artikel, artikel bukan self plagiarism dan belum pernah dipublikasi di media manapun, artikel pemenang menjadi hak panitia penyelenggara, artikel tidak mengandung unsur SARA, plagiasi, ujaran kebencian dan mengandung unsur hoak.

Kriteria peserta ditulis menggunakan Ms Word, Times New Romance, size 12, spasi 1, tulisan minimal 1000 kata dan maksimal 1.500 kata, tulisan memiliki unsur; (1) Fokus pada tema, (2) Orisinalitas ide, (4) kebermanfaatan bagi publik dan nilai sejarah, serta (5) ketajaman analisa, Ppengiriman naskah dalam bentuk Ms Word paling lambat pada 25 Oktober 2022 pukul 24.00 WIB ke email: lombamenuliscutnyakdhien2022@gmail.com serta konfirmasi sudah mengirim arikel ke 0811 – 6880-801 (WA Only). []

Pj Gubernur Aceh Apresiasi Bimtek Dunia Usaha Anti Korupsi

0
Pj. Gubernur Aceh, Achmad Marzuki, saat memberikan sambutan pada acara Bimbingan Teknis Dunia Usaha Anti Korupsi yang diselenggarakan KPK-RI dengan peserta dari BUMN/BUMD Wilayah Aceh, di Aula Serbaguna Setda Aceh, Banda Aceh, Kamis, (13/10/2022).

Nukilan.id – Penjabat (Pj) Gubernur Aceh Achmad Marzuki mengapresiasi kegiatan Bimbingan Teknis Dunia Usaha Anti Korupsi, yang diselenggarakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, di Aula Serbaguna Setda Aceh, Kamis (13/10/2022).

Untuk diketahui bersama, jika merujuk data KPK RI, sejak tahun 2004 hingga Agustus 2022, dari 1.444 orang tersangka korupsi yang ditangani KPK, unsur pihak swasta yang terlibat sebanyak 363 orang. Artinya selain itu adalah aparatur negara.

“Hal inilah yang menjadi dasar bagi KPK menyelenggarakan Bimtek Anti korupsi kepada kalangan dunia usaha. Kita semua tentu berharap, usai mengikuti Bimtek ini. Peran para pelaku bisnis dalam memerangi korupsi akan lebih besar, sehingga budaya anti korupsi menjadi spirit di semua sektor di negeri kita,” ujar Pj Gubernur Aceh.

Para peserta Bimtek hari ini adalah para pelaku dunia usaha yang bergerak di berbagai bidang. Pj Gubernur mengungkapkan, pelaku dunia usaha menjadi sasaran intervensi program pelatihan ini. Sebab sektor swasta merupakan sektor yang juga rentan terhadap praktek tindak pidana korupsi.

“Banyaknya kasus korupsi yang melibatkan pelaku dunia usaha karena sektor ini bersinggungan dengan penyelenggara negara. Biasanya kasus seperti ini terjadi karena didasari oleh keinginan untuk mendapatkan respon cepat dari pengambil kebijakan, sehingga yang terjadi kemudian adalah penyelewengan kekuasaan. Ibarat kata pepatah, ada sebab maka ada akibat,” kata Pj Gubernur.

Oleh sebab itu, sambung Achmad Marzuki, langkah penanganan dan pencegahan korupsi tidak boleh hanya dari satu aspek saja. Upaya ini harus menyentuh secara komprehensif semua pihak yang terlibat, bahkan termasuk peran keluarga.

Pj Gubernur mengungkapkan, kemarin (Rabu, 12/10) KPK telah menyelenggarakan Bimtek penguatan peran keluarga untuk pencegahan kasus korupsi yang diikuti oleh para Kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh beserta istri.

“Hari ini, giliran dunia usaha yang mendapat penguatan. Hal ini sangat penting, sebab ke depan dunia usaha akan kita dorong tampil sebagai pionir dalam pembangunan daerah. Sektor swasta ini juga paling banyak menyerap tenaga kerja, karena itu perannya sangat vital dalam menentukan hajat hidup orang banyak,” imbuh Pj Gubernur.

Oleh karena itu, Pj Gubernur berharap Bimtek pencegahan korupsi yang diselenggarakan oleh KPK ini tidak hanya berhenti pada para pejabat dan kalangan dunia usaha tingkat provinsi saja, namun dilanjutkan juga hingga ke daerah-daerah tingkat II

Untuk itu, Pj Gubernur mengajak para pelaku usaha yang mendapat kesempatan mengikuti Bimtek ini dapat menyebarkan pengetahuan yang diperoleh kepada lingkungan kerja masing-masing, agar semangat melawan korupsi berjalan secara masif. Dengan demikian, semua pihak dapat berkontribusi, baik langsung maupun tidak langsung untuk menciptakan pemerintahan yang bersih dan pelayanan publik yang berkualitas.

“Pada akhirnya, semua ini bermuara untuk menciptakan negara yang makmur dan sejahtera sebagaimana cita-cita bangsa. Terimakasih kepada KPK yang telah menyelenggarakan acara ini di Aceh. Terimakasih juga saya ucapkan kepada kalangan dunia usaha yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini. Semoga Bimtek ini memberi manfaat yang luas kepada dunia usaha dan Pemerintah Daerah, juga kepada masyarakat secara keseluruhan,” pungkas Pj Gubernur.

Sementara itu, Kumbul Kusdwidjanto Sudjadi, selaku Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK RI, dalam pemaparannya menjelaskan, strategi KPK dalam upaya menekan tindak pidana korupsi di Indonesia adalah dengan pendidikan, pencegahan dan penegakan hukum.

“Pendidikan, pencegahan dan penegakan hukum. Ketiga hal ini adalah strategi KPK dalam menekan dan mencegah tindak pidana korupsi. Dalam hal pendidikan, selama ini kita terus mendorong institusi pendidikan memasukkan tema pencegahan korupsi dalam kurikulumnya. Namun, tiga strategi ini tidak akan berhasil tanpa adanya peran serta masyarakat. Oleh karena itu sesuai dengan tagline kita ‘Lihat, Lawan, Laporkan’ kita mendorong masyarakat untuk turut berperan aktif,” kata Kumbul.

Direktur Pembinaan Peran serta Masyarakat KPK RI itu menambahkan, untuk menghindari perilaku korup, integritas dan dukungan serta pemahaman keluarga tentang pentingnya menjauhi perilaku korupsi sangat penting. Namun, kokohnya iman seseorang menjadi senjata ampuh menangkal perilaku korupsi.

“Integritas penting, namun hal tersebut hanya sekedar perkataan. Saat ini mungkin kita akan berkata bahwa kita semua berintegritas, namun kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa mendatang. Senjata ampuh untuk menghindarkan kita dari perilaku korup adalah kokohnya iman,” ujar Kumbul mengingatkan.

Kumbul mengungkapkan, kegiatan Bimtek ini akan diselenggarakan di seluruh Indonesia. Bimbingan Teknis Pemberdayaan Peran Serta Masyarakat yang mengangkat tema ‘Mewujudkan Dunia Usaha Antikorupsi Melalui Penanaman Nilai Integritas ini juga dihadiri oleh perwakilan unsur Forkopimda Aceh. []

Staf Ahli Gubernur Aceh: Pembangunan SDM Butuh Proses Panjang

0
Staf Ahli Gubernur Aceh Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Drs.Bukhari, MM, saat menyampaikan sambutan pada acara Penerimaan dan Pembekalan Lulusan Program Diploma I Pengukuran dan Pemetaan Kadastral Jalur Kerjasama Pemerintah Aceh dengan STPN Yogyakarta Tahun Akademik 2021-2022, di Aula BPSDM Aceh, Banda Aceh, Kamis, (13/10/2022).

Nukilan.id – Pj Gubernur Aceh yang diwakili Staf Ahli Gubernur Aceh, Drs Bukhari MM menyampaikan, pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) butuh proses panjang karena merupakan proses yang tidak pernah selesai, yang hasilnya baru dapat dipetik dalam jangka waktu yang tidak singkat,. Dengan artian hasil yang diperoleh tidak serta merta dirasakan secara langsung.

Hal itu disampaikan Bukhari dalam sambutan Pj Gubernur yang dibacakannya, pada acara Penerimaan dan Pembekalan Lulusan program Diploma I Pengukuran dan Pemetaan Kadastral Jalur Kerjasama Pemerintah Aceh dengan Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional Yogyakarta (STPN) Yogyakarta Tahun akademik 2021-2022, pada Kamis, (13/10/2022), di ruang Aula Lantai dua Gedung BPSDM Aceh.

“Pembangunan SDM adalah investasi panjang. Kendati demikian, pembangunan adalah suatu keharusan, agar bisa memberi arah terhadap indeks peningkatan kualitas masyarakat di Aceh. Sebagaimana visi-misi Pemerintah Aceh dengan slogan Aceh Carong, sebagai upaya untuk memajukan dan meningkatkan mutu pendidikan di Aceh,” katanya.

Untuk diketahui, program ini merupakan satu dari 15 program unggulan Pemerintah Aceh. Di mana rencana ini telah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Aceh 2017– 2022.

Ia menerangkan, sebagai daerah yang memiliki kewenangan khusus di bidang pertanahan dengan landasan hukum Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh, yang kemudian diimplementasikan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 5 tahun 2015 tentang Kewenangan Pemerintah yang Bersifat Nasional di Aceh, dan Peraturan Presiden Nomor 23 Tahun 2015 tentang Pengalihan Kantor Wilayah Badan Pertanahan Aceh dan Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota menjadi Badan Pertanahan Aceh dan Kantor Pertanahan Aceh Kabupaten/Kota.

Dengan diterbitkannya peraturan perundang-undangan tersebut, selain berdampak pada semakin bertambahnya kewenangan bidang pertanahan di Aceh, hal itu juga beriringan dengan meningkatnya kebutuhan terhadap SDM di bidang pertanahan. Salah satu kebutuhan SDM dimaksud adalah tenaga pengukuran dan pemetaan kadastral (PPK).

“Sebagai aset yang dibutuhkan untuk percepatan program pengukuran, pendaftaran dan pelayanan sertifikat hak atas tanah. Tenaga pertanahan tersebut juga dapat memperkuat profil dan komposisi SDM yang ahli, terampil dan siap mengabdi pada Dinas Pertanahan Aceh dan Dinas Pertanahan Kabupaten/Kota se-Aceh,” ujarnya.

Oleh karena itu, Pemerintah Aceh mengapresiasi putra-putri Aceh Lulusan terbaik Program Diploma I Pengukuran dan Pemetaan Kadastral Jalur Kerjasama Pemerintah Aceh Dengan STPN Yogyakarta Tahun Akademik 2021/2022. Mereka diharapkan dapat mengabdi pada instansi Dinas Pertanahan Aceh di Kabupaten/Kota se-Aceh demi memberikan perubahan dan kemajuan bagi Aceh.

“Selamat Kepada Lulusan Program Diploma I Pengukuran dan Pemetaan Kadastral Jalur Kerjasama Pemerintah Aceh Dengan STPN Yogyakarta Tahun Akademik 2021/2022 semoga sukses dihari ke depannya,” ucap Bukhari. []

Edward Sebut SK Plt Ketua PMI Banda Aceh Masih Berlaku

0
Edward M. Nur (Foto: Ist)

Nukilan.id – Belakangan ini publik menilai kedudukan Plt Ketua PMI Kota Banda Aceh, Edward M. Nur dianggap menyalahi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Palang merah Indonesia (PMI) karena masa menjabatnya sudah berakhir pada 23 September 2022 lalu.

Menanggapi hal itu, Edward M. Nur menyebutkan dirinya masih berhak menjabat Plt Ketua PMI Kota Banda Aceh karena hal itu sesuai dengan Surat Keputusan nomor: 026/KEP/PMI/VI/2022.

“Secara SK itu, masa Plt menjabat selama 3 bulan atau sampai terlaksana musyawarah luar biasa (Muslub), jadi sebelum terlaksananya Muslub berarti belum berakhir,” jelasnya kepada media, Kamis (13/10/2022).

Baca juga: PMI Aceh Bekukan SK Dewan Kehormatan dan Pengurus PMI Banda Aceh

Lebih lanjut, Edward menjelaskan isi surat yang ditandatangani Ketua PMI Aceh, Murdani Yusuf pada 23 Juni lalu disebutkan bahwa Keputusan SK itu berlaku sejak tanggal ditetapkan sampai dengan 23 September 2022 dan atau sampai terlaksananya Musyawarah Luar Biasa PMI Kota Banda Aceh.

“Jadi secara SK itu 3 bulan dan atau sampai terlaksananya musyawarah luar biasa, karena Klausul SKnya seperti itu, jadi selesai musyawarah berarti ya selesai,” ujarnya.

Selain itu, Ia menyampaikan Muslub PMI Kota Banda Aceh akan dilaksanakan pada akhir bulan Oktober 2022 ini. Untuk itu, Edward berpesan kepada publik agar bisa menunggu dan bersabar hingga terlaksana Muslub tersebut.

“Musyawarah nggak lama lagi, dalam bulan ini kita laksanakan musyawarah. Klausul SK kita berakhir setelah terlaksananya Muslub. Ya sabar sajalah, pokoknya akhir bulan ini kita laksanakan musyawarah,” pungkasnya. []

Pengelolaan Zakat di Aceh Memiliki Karakteristik Khusus

0

Nukilan.id – Tenaga Profesional Baitul Mal Aceh Shawan Bandadeh, SHI MSh mengatakan, pengelolaan zakat di Aceh memiliki karakteristik khusus dan berbeda dengan provinsi lain di Indonesia. Di Aceh, pengelolaan zakat dikelola Baitul Mal sebagai bagian dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), sementara di daerah lain dikelola oleh BAZNAS dan bukan PAD.

“Pengelolaan zakat dan infak merupakan bagian dari penerapan syariat Islam dan dikelola secara khusus sebagai bagian PAD. Ini akan berkonsekuensi terhadap penyusunan laporan keuangan zakat dan infak,” kata Shafwan saat menjadi pemateri pada Pelatihan Penyusunan Pelaporan Zakat Tahunan Unit Pengumpulan Zakat, Infak dan Sedekah Politeknik Negeri Lhokseumawe (UPZIS-PNL), 12-13 Oktober 2022

Menurut Shafwan, modernisasi pengelolaan zakat, infak dan sedekah (ZIS) yang dilakukan oleh PNL patut diapresiasi, yaitu dengan membentuk UPZIS, “Mungkin ini masih embrio, kita harap terus berkembang sampai bisa mempunyai badan hukum, sehingga bisa mengembangkan pengelolaan zakat dan wakaf yang lebih luas lagi,” harapnya.

Menurut dia, dasar hukum zakat itu merupakan perintah agama, yang termaktub dalam beberapa ayat Alquran. “Memberikan zakat tak akan mengurangi harta kita, tapi malah akan menambah berkah harta itu. Ada dua jenis zakat, yakni zakat fitri atau fitrah, dan zakat mal atau harta,” jelasnya.

Shafwan menambahkan, zakat juga bisa diberdayakan berbasis kegiatan sosial, dalam bentuk santunan dana, bantuan non tunai, fasilitas umum, dan pemberdayaan ekonomi. “Adapun tujuan zakat konsumtif adalah untuk memenuhi keperluan pokok mustahik, menjaga martabat dan kehormatan mustahik dari meminta-minta,” katanya.

Pemateri selanjutnya Sayed M Husen, yang juga dari Baitu Mal Aceh mengatakan, UPZ posisi dan perannya lebih kecil dibandingkan Baitul Mal, “Tapi UPZ dapat terus berkembang sampai menjadi lembaga amil zakat dan nazir wakaf yang berbadan hukum. Hal ini perlu dibicarakan dengan Baitul Mal,” sarannya.

Dia menambahkan, yang penting adalah bagaimana memaksimalkan program zakat dan meningkatkan fundraising. ” Yang penting badan amil harus punya data calon muzakki. Saya kira kalau di lembaga seperti PNL ini relatif mudah mendapatkan data calon muzakki. Jika sasaran muzakki juga alumni PNL, maka kita harus punya database alumni,” ujarnya.

Menurutnya, yang penting harus ada program yang unik, sehingga menarik minat muzakki berzakat, infak atau sedekah. “Segala potensi pendukung seperti BKM masjid kampus, Badan Sosial PNL dan media sosial harus dimanfaatkan untuk memberi pemahaman kepada muzakki bahwa tidak sah zakatnya kalau disalurkan sendiri tanpa melalui badan amil zakat,” tegasnya.

Pro kontra

Ketua UPZ PNL Dr Ir H Ridwan, MT, dalam laporannya mengatakan, kegiatan tersebut diperuntukkan bagi pengelola UPZIS-PNL, Pengurus Masjid Albayan, Badan Sosial PNL, dan Kepala UPT. Dia mengakui, masih timbul tanda tanya terkait pengelolaan zakat dan terjadi pro dan kontra dalam pemungutan zakat penghasilan dan transparansi pengelolaannya.

“Saya masih memiliki tanda tanya yang besar terkait zakat, karena dalam pelaksanaannya masih ada pro dan kontra zakat gaji atau penghasilan. Sehingga kita harapkan teman-teman di PNL bisa mengelola zakat, sesuai dengan tuntunan syariah,” kata mantan Direktur PNL periode lalu ini.

Untuk itu, Ridwan berharap pelatihan ini memberi pencerahan, supaya pihaknya sebagai pengumpul zakat di PNL bisa melakukan terobosan dan perbaikan yang diperlukan.

“Kami perlu terobosan supaya bisa meyakinkan teman-teman untuk menunaikan zakat, karena ada anggapan pengelolaan zakat belum transparan, sehingga UPZ-PNL sering dipertanyakan,” ungkap Ridwan.

“Kami berharap pelatihan ini memperjelas mekanisme pengelolaan zakat yang profesional. Sebab potensi zakat itu sebenarnya luar biasa dan ini peluang besar dalam penyelesaian masalah-masalah sosial dan ekonomi di kalangan mahasiswa yang berasal dari keluarga miskin,” pungkas Ridwan.

Wakil Direktur Bidang Akademik, Mahasiswa dan Alumni PNL Ir Zamzami ST MEng, mengatakan, pengurus UPZIS telah melakukan suatu terobosan yang sangat besar dalam memajukan pengelolaan zakat. “Untuk itu, kita perlu melakukan terobosan berikutnya, sehingga ini menjadi suatu bentuk pengelolaan zakat yang mempermudah muzakki dalam menunaikan zakat,” ujar Zamzami.

“Kegiatan ini sangat kami dukung. Harapan kami, pemateri dapat menularkan pengalaman Baitul Mal Aceh yang sukses dalam pengelolaan dan pengembangan zakat dan infak di Aceh, sehingga di PNL bisa sukses juga, bila perlu bisa menjangkau zakat dari alumni PNL,” harap Zamzami.

Zamzami menambahkan, kelak jika memungkinkan, UPZIS PNL bisa juga membantu mahasiswa yang kurang mampu dengan dana zakat yang terkumpul. “Satu lagi harapan kami supaya bisa didoakan rekan-rekan kami untuk mau menyalurkan zakat melalui UPZIS, apalagi ini akan dikelola secara transparan dan amanah. Tidak ada upaya untuk penggelapan zakat yang masuk,” tegas Zamzami.

Pelatihan ini terlaksana dengan menggunakan dana DIPA PNL 2022 melalui Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Hal ini diungkapkan ketua pelaksana kegiatan PKM Dr Ahmad Fauzan Lc MA yang didampingi anggota kegiatan M Arifai SE MAcc Ak, Hamdani SE MSM, Mukhlis SE MEc, dan Dwi Meilvinasvita SHI MSi. []

BSI dan REI Komit Hadirkan Rumah Layak Huni Lewat Life With BSI Expo Aceh

0
(Foto: Humas BSI Aceh)

Nukilan.id – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menggandeng Real Estate Indonesia (REI) Aceh menggelar Life With BSI Expo Aceh dalam rangka memberikan solusi pendanaan dan pembiayaan syariah untuk mengurangi backlog perumahan di Aceh.

Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna mengatakan program Life With BSI Expo Aceh yang digelar di Plaza Aceh Mall ini adalah bentuk kolaborasi antara BSI dengan developer, dealer, dan support dari beragam instansi untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan pemenuhan kebutuhan dan lifestyle dengan prinsip syariah.

Selain dengan REI Aceh, tambah Anton, BSI juga mengadakan kerja sama dengan Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) untuk mempercepat penyediaan rumah bagi masyarakat.

“Kerjasama ini dalam rangka mendukung dan mensukseskan program pemerintah, khususnya penyediaan rumah bagi masyarakat. Untuk itu BSI juga  melakukan penandatanganan dengan BP Tapera untuk Penyaluran Pembiayaan Perumahan Bagi Peserta Tapera,” jelasnya.

Saat ini, BSI masih aktif menyalurkan rumah subsidi KPR Sejahtera FLPP dan  kedepannya BSI juga akan menyalurkan produk KPR Tapera Syariah tersebut, tambah Anton.

Dalam acara ini kami menawarkan berbagai program promosi Expo antara lain margin spesial untuk BSI Griya Special Price setara 2,34 % eff p.a,  DP mulai dari 0 %, dan cash back by asuransi sebesar Rp 500.000. BSI juga mempunyai layanan khusus untuk millenials melalui produk BSI Griya Simuda dengan benefit jangka waktu sampai dengan 30 tahun.

Sementara itu, untuk masyarakat yang membutuhkan kendaraan bermotor, promo yang diberikan adalah Special Price setara 2,5 %, DP mulai 0 %, angsuran mobil mulai dari Rp 2juta-an, angsuran motor mulai dari Rp 30ribu-an/hari, Free Voucher BBM Rp 1juta untuk pembelian mobil dan Rp 200ribu untuk pembelian motor baru. Selain itu terdapat layanan perbankan lainnya seperti pembukaan rekening secara online, program hadiah langsung untuk pembukaan rekening, BSI Cicil Emas, Hasanah Card, BSI Mitraguna dan BSI Pensiun.

“Harapan kami BSI dapat memberikan akses solusi layanan keuangan syariah yang berkah, bermanfaat, dan berhasanah bagi semua pihak,” kata Anton.

Sementara Ketua DPD REI Aceh Muhammad Noval mengatakan sinergi ini harus terus dilakukan sehingga dapat menghadirkan solusi perumahan bagi masyarakat Aceh.

“Semoga REI Aceh dan Bank BSI bisa terus bekerjasama karena kedepannya REI akan terus menyediakan rumah baik untuk ASN/PNS, tenaga kontrak maupun dari pihak wiraswasta,” tutup Noval dalam sambutannya. [Wanda]

Aceh Juara 4 KSM Nasional 2022, Berikut Nama Para Pemenang

0
(Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Kontingen Provinsi Aceh berhasil meraih prestasi juara 4 tingkat nasional Kompetisi Sains Madrasah (KSM) Tahun 2022, sedangkan Madrasah Young Researchers Supercamp (Myres), Aceh berada di urutan harapan 3 nasional.

Kegiatan nasional tersebut resmi ditutup Sekjen Kemenag, Prof Dr H Nizar Ali MAg, Kamis malam, 13 Oktober 2022 di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta Timur.

Aceh mendapatkan, 4 emas, 2 perak dan 3 perunggu, sementara juara umum pertama ditempati Jawa Timur, juara 2 Jawa Tengah, disusul Jawa Barat. Dengan peringkat ini Aceh unggul tertinggi setelah pulau Jawa.

Atas perolehan prestasi nasional ini, Kakanwil Kemenag Aceh, Dr H Iqbal SAg MAg mengucapkan selamat dan mengapresiasi keberhasilan yang diraih itu.

“Alhamdulillah, anak-anak kita di madrasah dari Aceh mampu berkompetisi pada tingkat nasional. Ini menjadi bukti bahwa madrasah mampu mendidik dan melahirkan siswa dengan kualitas yang teruji se-Indonesia,” kata Iqbal.

Ia juga menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh peserta dari Aceh, guru pendamping, oficial, dan semua pihak yang telah berkonstribusi mengantarkan anak-anak berprestasi di tingkat nasional.

“Tentu ini bukanlah pencapaian yang mudah, mesti selama ini telah banyak prestasi madrasah yang telah diraih tingkat nasional, tapi mempertahankan dan memperoleh peringkat nasional tidaklah semudah membalik telapak tangan,” ucap Iqbal.

Karenanya, Iqbal berterimakasih atas kerja keras dan kerjasama yang baik seluruh tim hingga mampu mengharumkan nama Aceh di nasional.

“Semoga prestasi ini, selalu menjadi spirit bagi pendidik dan anak didik dalam menghasilkan kreasi, inovasi dan prestasi lainnya,” katanya.

Sementara Kabid Pendidikan Madrasah, H Zulkifli SAg MPd mengatakan even nasional ini telah berlangsung sejak 9 – 13 Oktober 2022.

Dikatakan Zulkifli, KSM ini bertujuan menyiapkan siswa-siswa madrasah yang tidak hanya pintar di bidang sains, tetapi juga agama Islam.

Ia menjelaskan komposisi soal-soal KSM yang lombakan, 50% murni soal olimpiade dan 50% soal integrasi keislaman dan ilmu yang diujikan, ada juga variasi soal yang disampaikan dalam bahasa Inggris dan Arab. Sehingga inilah bedanya KSM dengan olimpiade lainnya, katanya.

Berikut nama para juara KSM Aceh dan MYRES Kemenag Aceh tahun 2022:

Kompetisi Sains Madrasah:

  1. Juara 1 Dzakwan Dhiya Ramadhana pelajaran IPA Teritegrasi (SMP Aron) Lhoksemawe.
  2. Juara 1 Iffah Azka Alia Pelajaran IPS Terintegrasi (MTsS Yapena Aron) Lhoksemawe.
  3. Juara 1 Muhammad Faras Munawar Pelajaran Matematik Terintegrasi (SMA Modal Bangsa) Aceh Besar.
  4. Juara 1 M Arif Khalfani Ismail pelajaran Fisika Terintegrasi (SMA Fatih Billingual School) Banda Aceh.
  5. Juara 2 Fauzil Adhim pelajaran Biologi Terintegrasi (SMA Modal Bangsa) Aceh Besar.
  6. Juara 2 Nanda Novira pelajaran Giografi terintegrafi (MAS Jeumala Amal) Pijay.
  7. Juara 3 Khalisa Marematika Terintegrasi (MTsN 1) Banda Aceh.
  8. Juara 3  Fathannur akonomi Terintegrasi (MAN Model) Banda Aceh.
  9. Juara 3 Ahmad Arib Matematika Terintegrasi (MIN 27) Aceh Besar.

Sedangkan juara Myres atas nama Siti Marfika dan Najwa Safira, dari MTsN 2 Aceh Besar dengan judul penelitiannya: “Aktifitas Taman Edukasi Aceh: Sebuah Implementasi Kepedulian Terhadap Pendidikan anak-anak Pemulung di Kota Banda Aceh.” [Wanda]

H.T Ibrahim Dorong “Kuah Plik” dan “Kuah Cue” Leupung Jadi Kuliner Nasional

0
H.T. Ibrahim bersama Istri sedang mencicipi masakan peserta Lomba Masak Kuah Plik dan Kuah Cue Lepung Aceh Besar. (Foto: Nukilan.id)

Nukilan.id – Anggota DPR Aceh H.T. Ibrahim, ST.MM mendorong masyarakat Leupung, Aceh Besar, untuk memanfaatkan potensi kuliner daerah itu. Menurutnya, Kuah Plik dan Kuah Cue, adalah salah satu potensi yang dimiliki masyarakat di Kecamatan Leupung, sehingga harus didorong untuk berkembang.

“Sudah saatnya Warga Leupung mengembangkan kuliner khas daerahnya, karena Lepung dari dulu sudah terkenal dengan kuah Pliek dan Kuah Cue, selain itu Leupung memang kawasan yang memproduksi ikan asin,” kata HT. Ibrahim saat bertemu warga 6 Gampong di Leupung, pada reses III DPRA TA 2022 di Pante Krueng, Gampong Dayah Mamplam, Leupung, Aceh Besar, Kamis (13/10/2022).

Kata Pak Bram–panggilan akrab–H.T. Ibrahim–dirinya optimis apabila Kuah plik U dan Kuah Cue Leupung bisa bersaing dengan kuliner lain di Indonesia.

“Saya akan mendorong kuliner Leupung ini menjadi salah satu masakan khas yang dimiliki Aceh khususnya dan Indonesia secara umum,” ujarnya.

Untuk itu–lanjut Pak Bram–dirinya bertekad akan memberi prioritas pokok pikirannya untuk memperkenalkan produk kuliner Leupung ini dikenal, tentu, sekaligus dapat membawa Leupung menjadi kawasan wisaata alam dan wisata kuliner.

“Saya optimis Kuah plik dan kuah Cue Leupung ini akan dikenal seperti halnya masakan khas Aceh Besar lain seperti Kuah Beulagong, Sie Reuboh, dan 200 lebih jenis masakan di Aceh Besar,” Kata H.T. Ibrahim.

Pada Reses III Anggota DPRA H.T. Ibrahim di Leupung, turut digelar lomba memasak menu Kuah Plik dan Kuah Cue yang diikuti warga dari 6 Gampong di Kecamatan Leupung.[]

Editor: js

Setelah Mangkrak 4 Tahun, Cold Storage PPS Kutaraja Berfungsi

0

Nukilan.id – Setelah selama 4 tahun mangkrak, akhirnya Gedung Cold Storage di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kutaraja,  Lampulo, Kota Banda Aceh telah berfungsi kembali.

Gedung Cold Storage ini merupakan bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) yang diberikan kepada Pemerintah Aceh pada tahun 2015 silam.

“Setelah diberikan, cold storage tersebut belum dimanfaatkan dan dijalankan oleh pemerintah daerah selama 4 tahun. Sehingga Komisi IV DPR-RI merekomendasikan untuk melakukan kunjungan kerja ke PPS Kutaraja. Dan Alhamdulillah, sejak kunjungan itu tahun 2021 sampai saat ini sudah berjalan dan difungsikan kembali,” kata Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Laksamana Muda TNI Adin Nurawaluddin, M.Han dalam kunjungan kerja Komisi IV DPR-RI bersama KKP ke PPS Kutaraja, Kamis (13/10/2022).

Ia mengatakan pengelola gedung cold storage saat ini ditugaskan kepada Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh melalui Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) PPS Kutaraja.

Karena itu, Adin berharap kepada Pemerintah Aceh agar pengelolaan gedung cold storage dapat berjalan dengan baik, termasuk melibatkan para pengusaha perikanan, sehingga semua nelayan bisa ikut terbantu.

Sementara itu, Kepala DKP Aceh, Aliman, S.Pi, M. Si menyampaikan berjalannya cold storage ini tidak terlepas dari usaha pemerintah daerah dan Komisi IV DPR-RI untuk melakukan koordinasi dengan pihak KKP sehingga gedung cold storage ini dapat difungsikan kembali.

“Alhamdulilah cold storage kita sudah berjalan untuk saat ini, setelah mangkrak yang lama. Dan kita usahakan ke depan dirawat dan dijaga agar bisa berjalan dengan lebih baik,” ucapnya.

Ia menjelaskan, dalam gedung cold storage ini ada dua perusahaan, satu milik swasta dan satunya lagi milik pemerintah daerah.

“Kalau milik pemerintah untuk saat ini masih kita lakukan secara swakelola oleh UPTD PPS Kutaraja. Dan kedepannya kita lihat kembali pengelolaan di UPTD PPS Kutaraja seperti apa, apakah efektif secara swakelola atau kontrak. Tapi yang intinya kita bisa membantu nelayan, mana kira-kira yang menguntungkan nelayan dalam pengelolaan cold storage, maka itu yang kita pakai,” jelas Aliman.

Lebih lanjut, Aliman menyatakan, semua nelayan bisa menyimpan ikan di gedung cold storage, tapi untuk cara pelaksanaannya bisa langsung melakukan koordinasi dengan pihak UPTD PPS Kutaraja.

“Pada prinsipnya cold storage ini untuk membantu nelayan. Untuk itu kita harapkan ke depan gedung ini dapat terus berjalan dengan baik sehingga nelayan bisa terbantu,” pungkas Aliman. [Wanda]