Beranda blog Halaman 1526

Pemerintah Aceh Ajak BKSDA Berpatroli di Lokasi Serangan Ajag

0
Kepala Dinas Peternakan Aceh, Zalsufran, ST, M.Si

Nukilan.id – Pemerintah Aceh mengajak Badan Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Aceh untuk melakukan patroli, di lokasi serangan Anjing Ajag (Cuon Alpinus Sumatrensis) yang beberapa waktu belakangan ini memangsa ternak warga, di beberapa gampong di Aceh Besar.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Peternakan Aceh Zalsufran, usai bertemu dengan Agus, selaku Kepala Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Aceh, di ruang rapat BKSDA, Senin (17/10/2022).

“Agar masyarakat tidak resah, maka BKSDA harus turun ke lapangan dan melakukan patroli rutin, masyarakat peternak tentu sangat dirugikan dengan kejadian ini. Namun, mereka juga tidak bisa berbuat banyak karena ternyata Ajag merupakan hewan yang dilindungi,” ujar Zalsufran.

Menanggapi hal tersebut, Kepala BKSDA Aceh menyatakan siap untuk turun ke lapangan dan melakukan patroli serta memetakan pola serangan Ajag ke ternak warga.

“Baik Pak, kita akan turunkan tim untuk melakukan patroli di lapangan serta mempelajari pola serangan mereka untuk merumuskan tindakan lebih lanjut apa yang akan kita lakukan,” ujar Agus.

Usai menggelar pertemuan dengan Kepala BKSDA, Kadis Peternakan Aceh bertolak ke Gampong Luthu Dayah Krueng Kecamatan Suka Makmur Aceh Besar, untuk melihat langsung lokasi Anjing Ajag menyerang ternak dan berdialog dengan sejumlah masyarakat yang ternaknya dimangsa Anjing Ajag.

Di Gampong Luthu Dayah Krueng, Kadis Peternakan Aceh didampingi Kepala Dinas Pertanian Aceh Besar Jakfar dan Camat Suka Makmur Azhari serta sejumlah unsur Forkopimda Aceh Besar, mendengarkan kesaksian Sudarman, salah seorang warga yang sapinya turut dimangsa oleh kawanan Anjing Ajag.

“Ternak saya sudah 10 ekor dimangsa Pak. Umumnya anakan, tapi sekarang ternak dewasa juga sudah dimangsa,” ujar Sudarman.

Hal senada juga disampaikan oleh Syahroni. Syahroni adalah salah seorang warga yang sempat merekam saat-saat ternaknya dimangsa Anjing Ajag.

“Seekor sapi saya juga dimangsa oleh hewan ini. Sesaat setelah berhasil merekam kejadian tersebut, saya langsung melaporkan ke aparat desa, polsek dan koramil. Serangan Ajag ini juga sudah terjadi di Gampong Lam Tanjong, Lambirah serta beberapa Gampong lainnya. Beberapa waktu lalu juga terjadi di kawasan Samahani,” ujar Syahroni.

Usai berdialog dengan para peternak di Luthu Dayah Krueng, Kadis Peternakan Aceh dan rombongan juga bergerak ke Gampong Lam Ara Tunong, untuk berkunjung ke salah satu kandang ternak warga yang 4 ekor ternaknya dimangsa Anjing Ajag.

Di lokasi ini, Zalsufran disambut oleh Camat Kuta Malaka Asnawi dan Geuchiek Gampong Lam Ara Tunong Munawar serta sejumlah warga peternak.

Dalam pertemuan tersebut, Camat Kuta Malaka berharap agar BKSDA segera melakukan upaya penanganan agar masyarakat peternak tidak kembali dirugikan serta memberikan kompensasi kepada masyarakat peternak.

“Kami harap BKSDA bisa segera melakukan upaya penanganan dan pencegahan serangan Anjing Ajag ini. Dan, karena beternak adalah mata pencaharian masyarakat, kami berharap ada kompensasi kepada para petani yang ternaknya dimangsa oleh Ajag, mungkin polanya bisa seperti kompensasi kepada para petani yang padinya yang terkena fuso,” ujar Asnawi.

Hal senada juga disampaikan oleh Keuchiek Gampong Lam Ara Tunong Munawar, yang berharap agar ada kompensasi bagi para peternak yang hewan ternaknya dimangsa oleh Ajag.

Menanggapi hal tersebut, Rahmat selaku Koordinator Polhut Aceh di BKSDA Aceh menyatakan, BKSDA akan segera berkoordinasi dengan para pemangku kebijakan terkait untuk merumuskan upaya penanganan dan pencegahan serangan Ajag.

“Setelah mendengarkan keterangan dari warga hari ini, kita akan segera melakukan maping serta merumuskan upaya penanganan yang tepat. Hari ini kita juga akan melakukan patroli. Kita juga akan memasang kamera trap untuk mempelajari pola pergerakan Anjing Ajag ini,” ujar Rahmat.

Rahmat mengungkapkan, dari kamera trap, BKSDA pernah mendeteksi keberadaan kawanan Anjing Ajag ini di sekitar kawasan belakang PT SAI. Rahmat mengakui, selama ini BKSDA belum pernah memasang kamera trap di Samahani dan Kuta Makmur.

Dalam kesempatan tersebut, Rahmat berpesan agar untuk sementara waktu masyarakat tidak melepas liar ternaknya.

“Sebaiknya, untuk saat ini ternak yang dilepas liar agar dikandangkan terlebih dahulu, sehingga kita bisa mengawasi dengan lebih baik. Kita akan segera merumuskan penanganan yang akan kita lakukan. Namun yang pasti, patroli akan kita lakukan di kawasan ini, untuk mempelajari pola dari serangan Ajag ini.

Sebagaimana diketahui, dalam beberapa hari ini, masyarakat peternak di sejumlah gampong di Aceh Besar dihebohkan dengan kejadian penyerangan ternak mereka oleh kawanan Anjing Ajag. Namun masyarakat tidak bisa melakukan upaya perburuan karena ternyata hewan ini masuk dalam daftar hewan dilindungi karena keberadaannya yang semakin sedikit di alam liar.

Kepada para peternak, Zalsufran mengungkapkan, dirinya selaku Kepala Dinas Peternakan Aceh sudah berkomunikasi dengan Kepala BKSDA terkait penanganan Anjing Ajag ini.

“Tadi kita sudah sampaikan ke BKSDA. Warga peternak tentu sangat dirugikan dengan kejadian ini. Namun, karena anjing jenis ini merupakan binatang dilindungi, maka kita tentu tidak ingin masyarakat kita justru disalahkan jika terjadi perburuan oleh warga. Oleh karena itu penanganan harus segera dilakukan oleh BKSDA, salah satunya tentu dengan menggelar patroli rutin,” ujar Zalsufran.

“Menghadirkan rasa aman bagi masyarakat, ini yang harus kita hadirkan. Oleh karena itu, penting untuk menerjunkan tim BKSDA ke sejumlah lokasi yang pernah dilaporkan terjadi penyerangan ternak warga oleh kawanan Anjing Ajag ini,” pungkas Zalsufran. []

Sisa Warisan Hutang Pemko Banda Aceh Rp23 Miliar

0
(Foto: Nukilan/Wanda)

Nukilan.id – Penjabat (Pj) Walikota Banda, Bakri Siddiq memaparkan berbagai persoalan dan capaian Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh di bawah kepemimpinannya yang kini telah memasuki 100 hari kerja, sejak dilantik pada 7 Juli 2022 lalu.

“Saat pertama kali dilantik per tanggal 7 Juli, saya menerima warisan berupa dua persoalan krusial terkait kondisi keuangan Pemko Banda Aceh dari pemerintah sebelumnya,” ungkap Bakri dalam acara silaturahmi bersama insan pers di Pendopo Walikota, Senin (17/10/2022).

Ia menjelaskan dua persoalan krusial tersebut yaitu pertama, Pemko Banda Aceh memiliki sisa hutang tahun anggaran 2021 sebesar Rp158 miliar dan kedua, Kota Banda Aceh berpotensi defisit anggaran pada tahun 2022 ini sebesar Rp225 miliar apabila Anggaran Pendapatan dan Belanja Kota (APBK) dilaksanakan seluruhnya.

Namun, Bakri bersyukur selama dirinya menerima amanah memimpin Ibukota Provinsi Aceh ini, sisa hutang Kota Banda Aceh yang sebelumnya sebesar Rp158 miliar, kini tersisa hanya Rp23 miliar. Dan untuk melunasi hutang tersebut, Pemko Banda Aceh terpaksa menunda sejumlah program pembangunan yang dinilai tidak menyentuh langsung dengan masyarakat. 

“Program-program yang dipangkas itu hanya program yang tidak bersentuhan langsung dengan masyarakat. Tapi untuk program-program yang ada hubungannya dengan masyarakat, seperti menyangkut dengan masjid dan pengadaan Al-Quran itu tidak kita pangkas, malah akan terus kita tingkatkan. Jadi kalau ada informasi program itu kita hilangkan merupakan informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan,” kata Bakri.

Disisi lain, mantan Kepala Biro Perencanaan dan Kerjasama Sekretariat Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) ini menyampaikan, Pemko Banda Aceh sampai saat ini belum membayar Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) kepada 4.100 lebih ASN  sejak Januari-Juni 2022 sebesar Rp8 miliar/bulan, termasuk Alokasi Dana Gampong (ADG) yang mencakup gaji aparatur dan operasional kantor desa belum terealisasikan.

“Saya sangat berterima kasih kepada ASN Kota Banda Aceh yang dengan sabar menunggu dari bulan Januari sampao Juni, dan saya juga berterima kasih kepada Keuchik yang belum menerima honor dan gaji selama dua bulan,” ucap Bakri.  

kendati demikian, kata dia, selama dirinya menjabat Pj Walikota Banda Aceh, TPP ASN sudah mampu dibayarkan tiga bulan berturut-turut dari Juli-Septemper dengan nominal Rp8 miliar/bulan. Begitu juga dengan ADG tahap pertama mulai dari Januari-Mei 2022 telah dicairkan pada Agustus lalu sebesar Rp22,9 miliar atau setara dengan 40% dari total ADG 2022.

“Untuk ADG tahap kedua yaitu Juni-Agustus sekitar Rp13 miliar pun telah kita salurkan pada awal September lalu,” tambah Bakri.

Selanjutnya terkait dengan potensi defisit anggaran Kota Banda Aceh, Bakri mengatakan hal itu akan terjadi apabila seluruh program dan kegiatan pembangunan sebagaimana termaktub dalam APBK murni 2022 tetap dilaksanakan. Untuk menyikapi hal tersebut, Bakri Siddiq menginstruksikan pencermatan anggaran untuk diakomodir dalam APBK-Perubahan 2022.

“Jadi jika APBK murni kemarin kita laksanakan semua, maka berpotensi defisit anggaran sebesar Rp225 miliar. Namun, dengan disahkannya APBK-perubahan oleh Dewan, maka kondisi keuangan Banda Aceh sudah semakin sehat dan membaik. Alhamdulillah saya merasa senang dan bahagia karena semua dewan menyetujuinya,” ungkap Bakri.

“Bahkan para dewan bersedia dipangkas pokirnya demi kesehatan keuangan Banda Aceh, saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada DRPK Banda Aceh,” pungkasnya.

Untuk diketahui, kondisi kewajiban Pemko Banda Aceh Tahun 2021 yang harus diselesaikan sebesar Rp158,7 miliar, yang sampai dengan 30 Juni 2022 telah terealisasi yaitu hutang belanja sebesar Rp118,5 miliar telah terealisasi sebesar Rp107,1 miliar dan masih tersisa sebesar Rp11,4 miliar. Hutang belanja Earmark sebesar Rp40,1 miliar telah terealisasi sebesar Rp28,4 miliar dan masih tersisa sebesar Rp11,7 miliar. Jadi total seluruh kewajiban sebesar Rp158 miliar yang terealisasi per 30 Juni sebesar Rp135,5 miliar dan masih tersisa sebesar Rp23,2 miliar. [Wanda]

Punya Alpukat Kualitas Unggul, Sabang Didukung Jadi Lokasi Agrowisata

0
Kepala UPTD BPSBTPHP Distanbun Aceh, Habiburrahman, S.TP, M.Sc saat melakukan identifikasi potensi Alpokat lokal Sabang. (Foto: Ist)

Nukilan.id – Kota Sabang merupakan salah satu kota di Aceh yang berkembang sebagai kota wisata, dimana setiap tahunnya lebih dari 10 juta turis manca negara dan lokal yang berkunjung ke Sabang.

Kota Sabang ini memiliki banyak potensi wisata yang bisa dikunjungi, mulai dari wisata air hingga Tugu 0 Kilometer. Selain itu, potensi agrowisata juga punya prospek yang bagus di Sabang seperti salak, alpukat dan aneka tanaman lainnya.

Kepala UPTD Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (BPSBTPHP) Distanbun Aceh, Habiburrahman, S.TP, M.Sc mengatakan, alpukat lokal Sabang memiliki tekstur buah tanpa serat warna kuning mentega yang sangat gurih dinikmati dalam keadaan buah segar.

Hal itu diungkap Habib dalam kunjungan bersama Tim Ahli Amrullah, Kasie PSTPHP Anwar dan Koordinator Pengawas Benih Tanaman (PBT) Ridwan, Adi Candra dan Irvan dalam rangka finalisasi observasi pelepasan salak lokal Sabang menjadi salak unggul nasional beberapa waktu lalu.

Tim tersebut juga ikut serta melakukan identifikasi potensi alpukat lokal yang selama ini sudah mulai berkembang di Sabang dengan jumlah populasi tanaman mencapai 600 batang.

“Berdasarkan hasil identifikasi awal yang dilakukan oleh Tim BPSB Aceh bersama Distanpang Kota Sabang menyimpulkan bahwa alpukat Sabang menjadi salah satu varietas baru dan sangat berpeluang digarap untuk didaftarkan menjadikan varietas unggul nasional,” kata Habib dalam keterangannya kepada Nukilan, Senin (17/10/2022).

Menurutnya, spesifik alpukat lokal Sabang untuk dataran rendah ini sudah mulai di tanam sejak 30 tahun yang lalu atau pada tahun 1992 di kota Sabang yang penanam pertama adalah almarhum Sumadi Suji warga Gampong Cot Ba’U.

Menurut Istri almarhum Sumadi Suji Alima menyebutkan, selama ini hasil panen dijual dengan harga Rp25 ribu/kg (rata” per kg 2 s.d 3 buah) yang masa panen setahun sekali dengan kepemilikan 20 batang alpukat.

Disisi lain, Tim Ahli BPSB Aceh, Ir. Amrullah mengatakan, pihaknya akan melakukan observasi lanjutan dengan melihat karakteristik batang, buah dan daun dari tanaman alpukat tersebut.

“Tujuannya untuk menyusun deskripsi awal sebagai salah satu syarat pelepasan menjadi varietas unggul nasional, dengan harapan ke depan Pemerintah Kota (Pemko) Sabang bisa menjadikan lokasi agrowisata alpukat yang punya prospek bukan hanya untuk pemasaran buah, akan tetapi bisa menjadi lokasi penangkaran benih alpukat dataran rendah,” ujar Amrullah.

Sementara itu, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Muchlis Zulkifili, ST berharap Kota Sabang bisa menjadi lokasi agrowisata alpukat, salak dan komoditi lainnya.

“Jadi, Sabang nantinya bisa pada even-even tertentu digelar pesta buah dan kegiatan wisata lainnya,” kata anggota DPRA Dapil 1 Aceh Besar, Banda Aceh dan Sabang itu.

Sebagai Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Aceh Besar, Muchlis sangat mendukung Sabang sebagai pusat agrowisata alpukat, salak dan komoditi lainnya sebagai sektor untuk mendongkrak pertumbuhan perekonomian masyarakat pada sektor pariwisata dalam arti luas di daerah itu.

“Kita minta Distanbun Aceh prioritas Sabang menjadi Kota Wisata buah dan dapat dibina petani hingga sebagai penghasil benih alpukat maupun salak,” pintanya.(Adv)

Tersangka Kasus Pembakaran Bendera Diserahkan ke JPU Kejati Aceh

0
(Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Penyidik Ditreskrimum Polda Aceh menyerahkan tersangka kasus pembakaran bendera merah putih RA (21) ke Kejaksaan Negeri Bireuen setelah berkas perkaranya dinyatakan lengkap atau P21 oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Aceh, Senin, 17 Oktober 2022.

Selain tersangka, penyidik juga menyerahkan barang bukti berupa bendera merah putih sisa pembakaran, satu korek api, satu topi beratribut bulan bintang, satu celana jeans, sepasang sandal, satu unit handphone, dan satu keping CD-R berisi video pembakaran merah putih oleh RA.

“Tersangka dan barang bukti kasus pembakaran bendera merah putih sudah diserahkan oleh penyidik ke Kejari Bireuen. Hal itu dilakukan setelah berkas perkaranya P21 atau dinyatakan lengkap oleh JPU Kejati Aceh,” kata Kabid Humas Polda Aceh Kombes Winardy, dalam keterangannya di Polda Aceh, Senin, 17 Oktober 2022.

Winardy menjelaskan, sebelumnya RA ditangkap karena menghina bendera merah putih dengan cara membakar, merobek, dan menginjak, pada 23 Agustus lalu, di Desa Pantee Gajah, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen.

Saat itu, sambung Winardy, RA menyuruh saksi MA untuk naik ke lantai dua warung kopi dan memakai handphone-nya untuk melakukan panggilan video atau video call dengan WY–teman RA, WNI yang bekerja di Malaysia.

Dalam panggilan video tersebut, RA diprovokasi oleh WY untuk membakar bendera merah putih dan mengatakan bahwa Aceh bukan bagian dari Indonesia. Bila RA berani, maka WY akan merekrutnya bergabung dengan Tentara Aceh Merdeka (TAM).

Oleh karena itu, RA ditangkap dan ditahan selama 55 hari di Rutan Mapolda Aceh untuk diproses hukum, sebelum diserahkan ke Kejaksaan Negeri Bireuen, hari ini.

“RA disangkakan Pasal 66 Jo Pasal 24 Huruf a Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan dengan ancaman pidana paling lama 5 tahun penjara,” kata Winardy. []

Pj Walikota Banda Aceh: Pembangunan Masjid dan Pengadaan Al-Qur’an Tetap Jalan

0
Pj Walikota Banda Aceh, Bakri Siddiq, (Foto: Nukilan/Wanda).

Nukilan.id – Pj Walikota Banda Aceh, Bakri Siddiq memastikan program pembangunan sarana dan prasarana ibadah seperti pembangunan masjid serta program pengadaan Al-Quran tetap berjalan tidak ada pemangkasan meski Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh saat ini sedang melakukan rasionalisasi anggaran.

Hal ini disampaikan Bakri Siddiq dalam acara temu ramah dengan insan pres di Pendopo Walikota Banda Aceh, Senin (17/10/2022).

Sosok yang pernah menjabat sebagai Kepala Biro Perencanaan dan Kerjasama Sekretariat Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Kementerian Dalam Negeri (kemendagri) ini menagtakan, program pembangunan sarana dan prasaran rumah ibadah dan pengadaan Al-Quran akan terus berjalan.

“Program-program yang dipangkas itu hanya program yang tidak bersentuhan dengan masyarakat,” kata Bakri.

Lanjutnya, kalau ada informasi yang mengatakan anggaran pembangunan sarana dan prasarana rumah ibadah dipangkas atau dihentikan itu merupakan informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Bahkan, kata Bakri, di masa kepemimpinannya, program pengadaan Al-Quran untuk didistribusikan untuk balai pengajian, majlis taklim dan masjid/meunasah akan ditingkatkan.

“Yang tidak menyentuh masyarakat itu yang kita pangkas. Dan program-program yang ada hubungannya dengan masyarakat, dengan agama seperti pengadaan Al-Quran akan kita tingkatkan terus. Jadi kalau ada informasi program itu kita hilangkan merupakan informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan,” pungkas Bakri. []

Tim Kajian Buku Pendidikan Perdamaian Bahas Tulisan Khairil Miswar Soal Syariat Islam

0
Khairil Miswar, S.Ag. (Foto: Nukilan.id)

Nukilan.id – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kersbangpol) Aceh menggelar kajian materi buku Khairil Miswar, S.Ag berjudul “Syariat Islam dan Perubahan Sosial Masyarakat Aceh”.

Khairil Miswar dihadapan ketua tim editor Prof. Yusni Saby dan peserta undangan khusus dari kampus UIN Ar-raniry dan Universitas Syiah Kuala memaparkan muatan materi miliknya berdasarkan riset, dari sejarah awal mula Aceh menjadi daerah syariat Islam, hingga penerapannya kini.

“Salah satu Kajian ini kita harapkan jadi catatan sejarah masyarakat Aceh dalam perjalanan syariat Islam di Aceh,” kata Khairil Miswar di Aula memorial Perdamaian Aceh Kesbangpol, Senin (17/10/2022).

Menurut Khairil, syariat Islam yang disandang Aceh saat ini memang sangat beralasan dan dianggap dapat menjadi model penerapan Islam. Karena Aceh memiliki sejarah Islam yang kuat.

“Kekuatan itu lantaran Islam masuk di Indonesia Pertama kali masuk di Aceh, Sejarah Aceh yang memiliki kerajaan-kerajaan besar, dan Aceh memiliki ulama-ulama besar,” kata Khairil.

Kepala Bidang Penanganan Konflik Dan Kewaspadaan Nasional Dedy Andrian dalam sambutannya mengatakan, kajian ke V Buku Pendidikan Perdamaian Khairil Miswar, S.Ag adalah yang terakhir. Sebelumnya beberapa penulis sudah menyampaikan kajiannya. Penulis yang terlibat adalah Dr Wiratmadinata, Dr Sulaiman Tripa, Siti Rahma, Miswari, Dr Danial, dan Khairil Miswar.

Untuk Editor Ketua Prof Yusni Sabi, Wakil Ketua Dr Bustami Abubakar, dan Srkretaris Mukhlisuddin Ilyas.

“Buku kajian pendidikan Perdamaiannya akan diterbitkan Desember 2022 mendatang,” kata Dedy Andrian.[]

11 Wanita Beserta Botol Miras Diamankan di Ulee Lheue

0
11 Wanita beserta botol minuman keras diamankan di pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh. (Foto: IHadiansyah/Nukilan)

Nukilan.id – Sebanyak 11 wanita serta botol bekas minuman keras diamankan oleh Muspika Meuraxa, Satpol Pramong Praja (PP) dan wilayatul Hisbah (WH) Kota Banda Aceh serta Pemuda Kecamatan Meuraxa di bundaran Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, Minggu (16/10/2022).

Diketahui 11 wanita tersebut diamankan saat k
egiatan patroli rutin gabungan yang dilakukan oleh Muspika Meuraxa bersama Satpol PP dan WH Banda Aceh dan para pemuda dipimpin oleh Kapolsek Ulee Lheue Iptu Hilmi.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto, SIK melalui Kapolsek Ulee Lheue mengatakan, patroli rutin yang dilakukan oleh petugas keamanan guna menciptakan situasi yang kondusif.

“Tujuan kegiatan yang kita lakukan pada saat ini tidak lain untuk menciptakan kamtibmas yang kondusif agar warga dalam melakukan aktifitas tanpa adanya gangguan,” ungkapnya.

Iptu Hilmi menjelaskan, sebelum pelaksanaan patroli, seluruh personel yang terlibat mendapatkan arahan di Mapolsek Ulee Lheue agar dalam kegiatan sesuai dengan SOP.

Sekitar jam 03.00 WIB, personel gabungan Polsek Ulee lheu, Koramil 15/Meuraxa dan Satpol PP-WH Banda Aceh serta para pemuda melaksanakan patroli di seputaran jalan menuju pelabuhan Ulee lheu. Di lokasi ditemukan 11 wanita beserta botol bekas minuman keras.

“Kami mengamankan 11 wanita bersama botol bekas minuman keras jenis anggur di seputaran bundaran Ulee – Lheue, dan kemudian dibawa ke Kantor Satpol PP dan WH Banda Aceh untuk diproses seuai dengan Qanun Aceh No 11 tahun 2000 tentang ketertiban umum, akidah dan syariat Islam,” kata Kapolsek lagi.

Adapun 11 wanita yang diamankan tersebut berinisial, JM (26) asal Aceh Besar, SF (22) asal Aceh Utara, AH (21) asal Aceh Utara, MF (25) asal Pidie, DS (25) asal Sumut, ROS (25) asal Banda Aceh, WN (40) asal Sumut, CNF (18) asal Bireuen, NTS (25) asal Aceh Besar, EM (25) asal Aceh Besar dan RWD (18) asal Aceh Tamiang, sebut Kapolsek.

“Kesemua pelanggar syariat islam dan barang bukti tersebut, kini telah diamankan oleh Satpol PP dan WH Banda Aceh gunan menjalankan hukuman sesuai dengan Qanun Aceh No 11 tahun 2000,” pungkasnya. [Hadiansyah]

Heru Budi Hartono Jabat Pj Gubernur DKI Jakarta

0
Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono menjadi salah satu calon Pj gubernur DKI pengganti Anies Baswedan yang diusulkan DPRD DKI. (Muchlis - Biro Setpres)

Nukilan.id – Heru Budi Hartono resmi menjabat Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta. Heru akan menggantikan Anies Baswedan yang telah menuntaskan masa jabatannya.

Pelantikan Heru dilakukan di Gedung Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta. Mendagri Tito Karnavian memimpin langsung pelantikan tersebut.

“Demi Allah saya bersumpah, akan memenuhi kewajiban saya sebagai penjabat Gubernur DKI Jakarta dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan menjalankan segala undang-undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya,” kata Tito diikuti Heru pada pelantikan yang dilaksanakan Senin (17/10).

Pada kesempatan itu, pemerintah juga resmi memberhentikan Anies Baswedan dari jabatan Gubernur DKI Jakarta. Keputusan presiden pemberhentian Anies dibacakan sebelum pelantikan Heru dimulai.

Selain itu, pemerintah juga melantik Pj. Bupati Yapen dan Pj. Bupati Tolikara. Dua pejabat tersebut dilantik bersamaan dengan Heru.

Heru akan langsung bekerja sebagai Pj. Gubernur DKI Jakarta hari ini. Ia memiliki masa jabatan satu tahun dan dapat diperpanjang satu tahun berikutnya.

Ia tak akan meninggalkan jabatan sebagai Kepala Sekretariat Presiden. UU Pilkada mengatur pj. gubernur harus berasal dari pejabat pimpinan tinggi madya atau orang yang duduk di posisi eselon I. [CNNIndonesia]

Bunda Literasi Aceh Ajak Orangtua Membaca Bersama Anak Sejak Dini

0
Bunda Literasi Aceh, Ayu Marzuki, bersama Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Aceh, Mellani Subarni, dan anak-anak, saat mendengarkan dongeng salah satu Pahlawan Nasional asal Aceh Cut Nyak Dhien yang disampaikan oleh Bunda Ani, di bawah replika Pesawat RI 001, Blang Padang, Banda Aceh, Minggu (16/10/2022).

Nukilan.id – Mendung selimuti langit Banda Aceh pagi ini, sejak kemarin (Sabtu, 15/10) hujan lebat dan angin mengguyur Kuta Raja. Gerimis tipis mulai turun. Namun, itu tidak menghalangi Bunda Literasi Aceh Ayu Marzuki, untuk hadir ke Lapangan Blang Padang.

Ya, Bunda PAUD Aceh itu seperti tak ingin mengecewakan para bocah yang telah menantinya sejak pagi, tepatnya di bawah replika Pesawat Indonesian Airways RI-001, untuk mendengarkan dongeng kisah perjuangan Pahlawan Nasional asal Aceh Cut Nyak Dhien, yang disampaikan oleh Bunda Ani, di bawah replika Pesawat RI 001, Blang Padang, Minggu (16/10/2022) pagi.

Ayu Marzuki tampil santai dengan pakaian olahraga, baju putih berlengan panjang. Senyumnya mengembang kepada Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Aceh Mellani Subarni serta para bocah yang menyambut kedatangannya.

Usai mendengarkan dongeng, Bunda Literasi Aceh mengajak para orangtua untuk mulai memperkenalkan buku dan membaca bersama anak-anak.

“Ayo baca, baca dan baca. Saya ingat, Wahyu yang pertama kali Allah turunkan kepada Rasulullah adalah Iqra’, baca. Itu harus menjadi sarana pengingat bagi kita semua, bahwa untuk mengenal dunia itu dimulai dari membaca. Jadi, mari mulai saat ini kita ajarkan dan biasakan anak-anak kita untuk selalu membaca,” ujar Ayu Marzuki.

Tak hanya mendengarkan dongeng, anak-anak juga diajak senam bersama serta memainkan sejumlah permainan untuk menambah keceriaan suasana Minggu pagi mereka.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh Zulfadli, mengaku senang dengan antusiasme orangtua yang mengunjungi Perpustakaan Keliling DPKA.

“Alhamdulillah, kita tentu sangat senang dengan antusiasme hari ini. Meski gerimis namun anak-anak tetap datang dan membaca buku yang telah kita sediakan di mobil perpustakaan keliling hari ini,” ujar Zulfadli.

Zulfadli menegaskan, Pemerintah Aceh melalui DPKA akan terus mengampanyekan literasi kepada seluruh masyarakat melalui berbagai media, tidak hanya perpustakaan keliling, namun juga melalui dongeng dan media literasi lainnya.

“Tak hanya buku, kampanye literasi juga kita sampaikan melalui dongeng seperti hari ini. Harapan kita tentu saja agar anak-anak terbiasa membaca sejak dini sehingga saat beranjak remaja dan dewasa, membaca menjadi sebuah kebiasaan bagi mereka,” imbuh Zulfadli. []

Tim KIA Melakukan Monev Keterbukaan Informasi di BMA

0

Nukilan.id – Baitul Mal Aceh (BMA) menerima kunjungan dari Komisi Informasi Aceh (KIA) terkait penilaian tentang keterbukaan informasi badan publik tahun 2022 bertempat di ruang rapat BMA, Senin (17/10/2022).

Dalam kunjungannya KIA yang dihadiri langsung oleh Komisioner KIA yaitu Andy Rahmadsyah dan Nurlaily Indrus beserta tenaga ahli KIA yaitu Yarmen Dinamika dan Zainuddin T, disambut langsung oleh Komisioner BMA, Rani Usman dan Kepala Sekretariat BMA, Rahmad.

Nurlaily Idrus mewakili KIA menyampaikan bahwasannya tujuan kunjungan ini dikarenakan KIA memiliki kewenangan melakukan Monev Keterbukaan Informasi Publik. Sebelumnya PPID Aceh sudah meminta seluruh instansi di Pemerintahan Aceh untuk pengisian Self Assesment Questionnaire (SAQ) keterbukaan Informasi Publik di Badan Publik.

“Hasil penilaian verifikasi website, BMA masuk dalam penilaian selanjutnya, yaitu visitasi dan presentasi,” ujarnya.

Selanjutnya Rahmad sebagai Kepala Sekretariat BMA memaparkan Inovasi dan Kolaborasi Keterbukaan Informasi Publik dihadapan Tim Penilai KIA.

“Kami merasa bersyukur karena tahun inilolos dalam tahapan verifikasi website badan publik, tentu kami berharap bisa lebih baik dari tahun sebelumnya,” ujarnya.

Rahmad juga menambahkan dengan keterbatasan anggaran dalam operasional sosialisasi sehingga Tim PPID sangat dibutuhkan terutama mengaktifkan media online karena menjadi salah satu opsi yang paling diutamakan sehingga website serta sosial media seperti youtube slalu update untuk menyebarkan semua kegiatan di BMA.

Komisioner BMA, A Rani Usman, juga memberikan informasi bahwasannya BMA terus melakukan sosialisasi dan edukasi terkait kinerja dan ZIS baik internal dan eksternal salah satunya pelaporan pengumpulan zakat infak yang bisa disaksikan secara realtime di website BMA.

Ia berharap semua pihak khususnya pegawai sekretariat BMA dan terkhusus pada tim PPID BMA, terus bekerja keras agar informasi yang dikelola semakin terbuka dan transparan. []