Beranda blog Halaman 151

Pemerintah Aceh Larang Pengambilan Kayu Banjir Bandang, Ada Apa?

0
Tumpukan kayu gelondongan yang hanyut dari hulu sungai saat banjir bandang dan longsor melanda Aceh Tamiang sejak Rabu (26/11/2025). (FOTO: KOMPAS.com)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) menegaskan larangan bagi siapa pun untuk mengambil kayu-kayu gelondongan yang terbawa arus saat banjir bandang dan longsor melanda sejumlah wilayah di Aceh.

Ia mengingatkan bahwa material kayu tersebut tidak boleh dipindahkan atau dibawa keluar dari lokasi bencana tanpa izin resmi dari otoritas berwenang.

Melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, Mualem menyampaikan bahwa bencana yang terjadi bukan sekadar peristiwa alam biasa, melainkan persoalan dengan “kompleksitas masalah lingkungan yang membutuhkan kehati-hatian”. Pernyataan itu disampaikan dalam siaran pers pada Kamis (11/12/2025).

Mualem meminta warga maupun relawan agar tidak memanfaatkan situasi dengan mengambil kayu-kayu yang hanyut, kecuali untuk kebutuhan darurat di lokasi bencana.

“Siapa pun dilarang mengambil apalagi membawa keluar kayu-kayu tersebut tanpa izin otoritas berwenang,” tegasnya.

Pemerintah Aceh menilai material kayu itu dapat menjadi bagian penting dalam proses penyelidikan aparat penegak hukum (APH), terutama terkait dugaan pelanggaran lingkungan yang mungkin memicu atau memperburuk bencana.

“Kayu-kayu ini bisa menjadi alat bukti. Karena itu semua harus berhati-hati agar tidak melanggar prosedur hukum,” ujar Muhammad MTA.

Selain itu, masyarakat juga diminta ikut mengawasi setiap aktivitas mencurigakan di wilayah terdampak bencana.

Gubernur Mualem menginstruksikan seluruh instansi pemerintah hingga kelompok masyarakat yang terlibat dalam pembersihan untuk menempatkan kayu-kayu tersebut pada lokasi yang sudah ditentukan, agar pendataan dan penanganannya dapat dilakukan secara tertib.

“Kami berharap dinas terkait bersama jajaran di lapangan menentukan lokasi pengumpulan kayu agar semuanya tertata dan tercatat,” katanya.

Status Darurat Bencana Aceh Diperpanjang hingga 25 Desember

0
Banjir yang melanda Aceh Tamiang. (Foto: Antara/Erlangga Bregas Prakoso)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), memperpanjang masa tanggap darurat bencana hidrometeorologi selama 14 hari, terhitung sejak 12 hingga 25 Desember 2025.

Keputusan ini diambil dalam rapat koordinasi lintas sektor di Pendopo Gubernur Aceh pada Rabu malam, 10 Desember 2025, yang dihadiri unsur DPR Aceh, Forkopimda, SKPA, BPBA, TNI/Polri, Dinas Sosial, Dinas PUPR, serta berbagai lembaga kemanusiaan.

Amatan Nukilan.id, Mualem dalam rapat tersebut menegaskan bahwa kondisi bencana di sejumlah kabupaten/kota masih belum stabil.

“Bencana saat ini masih membutuhkan penanganan intensif, terpadu, dan terkoordinasi,” ujarnya.

Beberapa wilayah dilaporkan masih terisolasi dan membutuhkan evakuasi segera. Selain itu, distribusi bantuan terganggu akibat jalan dan jembatan yang rusak sehingga akses darat terputus.

Layanan publik seperti kesehatan, pendidikan, dan fasilitas sosial juga banyak terdampak dan membutuhkan pemulihan secepatnya. Membacakan keputusan perpanjangan status darurat, Mualem menyampaikan tiga poin penting: kondisi bencana masih kritis sehingga memerlukan respons cepat, penetapan masa darurat hingga 25 Desember dengan kemungkinan penyesuaian, serta instruksi kepada seluruh pihak untuk mengutamakan percepatan penanganan, terutama pembukaan akses, pencarian korban, dan stabilisasi sektor vital.

“Penanganan harus terus dilakukan tanpa jeda. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama,” tegasnya.

Sejak akhir November, Aceh menghadapi banjir besar yang melanda Aceh Utara, Bireuen, Aceh Tamiang, dan Aceh Timur, serta longsor di Aceh Tengah, Gayo Lues, dan Aceh Barat.

Ratusan ribu warga terdampak, sementara sejumlah jembatan dan ruas jalan utama terputus, menghambat distribusi logistik. Hingga Rabu malam, beberapa titik bencana masih belum dapat diakses kendaraan.

Perpanjangan status darurat juga membuka ruang dukungan tambahan dari pemerintah pusat dan berbagai daerah. Bantuan dari Bengkulu, Jawa Timur, Sumatera Utara, dan Riau telah tiba berupa logistik, tenaga kesehatan, dan armada evakuasi.

Pemerintah Aceh memastikan bahwa penanganan bencana difokuskan pada normalisasi sungai, pembersihan dan perbaikan infrastruktur, penguatan layanan dapur umum dan kesehatan, serta pendataan kerusakan untuk persiapan tahap rehabilitasi dan rekonstruksi. (XRQ)

Reporter: AKIL

Tenda BNPB Dipasang Jelang Kunjungan Presiden, Warga Aceh Tamiang Angkat Suara

0

NUKILAN.ID | KUALA SIMPANG – Deretan tenda bertuliskan BNPB terlihat rapi di atas jembatan sungai Tamiang, Kecamatan Kuala Simpang, Aceh Tamiang. Menurut warga, tenda-tenda itu baru dipasang beberapa jam sebelum rencana kedatangan Presiden Prabowo Subianto.

Amri, salah seorang warga yang telah lebih dari seminggu mengungsi di jembatan tersebut, mengatakan bahwa sebelumnya ia dan keluarganya menumpang di tenda milik warga lain. Ia menyebut tenda BNPB baru mulai terpasang tidak lama sebelum ia diwawancarai.

“Hari pertama di atas titi ini numpang-numpang lah, kalau BNPB ini baru ini baru satu jam lalu,” ujar Amri, Rabu (10/12/2025).

Amri menambahkan, tenda yang ia tempati sebelumnya diisi empat kepala keluarga (KK), sehingga mereka tidur berhimpitan. Kini, dengan tenda BNPB yang baru didirikan, ia dan keluarga bisa menempati satu tenda tersendiri.

“Saat itu kami 4 KK tidur dalam satu tenda, macam ikan dalam fiber itu disusun gitu, kalau ini (tenda BNPB) isinya satu tenda satu keluarga, ada 4 orang, 3 orang, 2 orang,” jelasnya.

Terkait bantuan, Amri menilai kebutuhan makanan sudah terpenuhi. Namun ia berharap ketersediaan air bersih dapat diperbaiki agar warga tidak kesulitan mengambil air dari bawah jembatan ketika kendaraan melintas.

“Alhamdulillah di sini sudah baik, tinggal selimut aja sama air bersih untuk masak… jadi lebih baik kalau dibuat penampungan air untuk pengungsi di sini,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Suriani, warga lain yang juga mengungsi di lokasi tersebut. Ia menegaskan bahwa tenda BNPB memang baru dipasang.

“Yang ini (tenda BNPB)? Baru ini masuk tenda ini, sebelumnya buat tenda sendiri di sini,” kata Suriani.

Sebelumnya, Suriani beserta enam anggota keluarganya menumpang di tenda berisikan tujuh kepala keluarga. Kini mereka juga mendapat satu tenda untuk satu keluarga.

“Waktu tenda pertama itu 7 kepala keluarga, kalau ini (tenda BNPB) sudah masing-masing keluarga, ku satu keluarga 7 orang,” ujarnya.

Sama seperti Amri, Suriani menyebut bantuan makanan sudah mencukupi. Kebutuhan utama para pengungsi saat ini adalah air bersih.

“Alhamdulillah kalau sekarang untuk makanan aman, nggak terlantar. Yang kami butuhkan sekarang air untuk minum, masak, dan mandi, kadang sekali 2 hari datang mobil air,” ucapnya.

Sementara itu, Presiden Prabowo semula dijadwalkan berkunjung ke Aceh Tamiang pada Kamis (11/12). Ia direncanakan terbang menggunakan helikopter menuju Aceh Tamiang dan Aceh Tengah. Namun kunjungan itu ditunda dan diperkirakan berlangsung pada Jumat (12/12), setelah Presiden tiba dari Medan usai lawatan luar negeri.

Korban Banjir Aceh Bisa Tukar Uang Rusak di Bank Indonesia, Ini Syaratnya

0
Ilustrasi uang rusak terkena lumpur banjir. (Foto: AI)

NUKILAN.id | Banda Aceh Masyarakat Aceh yang menjadi korban banjir dan longsor kini dapat menukarkan uang rusak melalui kantor cabang perbankan terdekat maupun Kantor Perwakilan Bank Indonesia di Aceh dan Lhokseumawe.

Kepala Unit Kehumasan KPwBI Provinsi Aceh, Langitantyo T. Gezar mengatakan, layanan penukaran uang rusak tersedia setiap hari Selasa dan Kamis pukul 09.00-11.00 WIB.

“Masyarakat dapat menukarkan uang yang rusak akibat bencana di kantor cabang perbankan terdekat atau di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh dan Lhokseumawe,” ujar Langitantyo saat dikonfirmasi Nukilan, Kamis (11/12/2025).

Ia menjelaskan, uang rusak yang dapat ditukarkan adalah uang yang mengalami kerusakan fisik seperti terbakar, berlubang, hilang sebagian, robek, atau mengerut. Syarat utamanya, tanda keaslian uang tersebut masih dapat dikenali.

Untuk uang kertas, penukaran dengan nilai penuh diberikan jika fisik uang lebih besar dari 2/3 ukuran asli dan keasliannya masih dapat dikenali. Uang juga harus masih dalam satu kesatuan, dengan atau tanpa nomor seri lengkap.

Sebaliknya, jika fisik uang kertas sama dengan atau kurang dari 2/3 ukuran asli, maka tidak dapat ditukar.

Sementara untuk uang logam, penukaran diberikan jika fisik uang lebih besar dari 1/2 ukuran asli dan keasliannya masih dapat dikenali. Jika sama dengan atau kurang dari 1/2 ukuran asli, tidak ada penggantian.

Khusus untuk uang yang rusak akibat terbakar, Bank Indonesia tetap dapat memberikan penggantian sepanjang keasliannya masih dapat dikenali. Dalam kondisi tertentu, BI dapat meminta surat keterangan dari kelurahan atau kantor polisi setempat.

Namun Langitantyo menegaskan, Bank Indonesia tidak memberikan penggantian jika kerusakan uang diduga dilakukan dengan sengaja. Begitu pula untuk uang yang hilang atau musnah sepenuhnya, tidak dapat diganti.

Dengan adanya layanan ini, diharapkan masyarakat korban bencana dapat menukarkan uang rusak mereka sehingga tetap dapat menggunakan hak ekonominya dengan baik. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui https://pintar.bi.go.id/Order/SyaratPenukaran

BI Aceh Kembali Bantu Warga Terdampak Banjir di Bireuen

0
Bantuan logistik dari Bank Indonesia Aceh disalurkan kepada dua desa di Bireuen, Kamis 11 Desember 2025. (Foto: Nukilan/Rezi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Bank Indonesia Provinsi Aceh kembali mengulurkan tangan kepada korban bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh. Bantuan kemanusiaan keempat kalinya ini disalurkan ke Kabupaten Bireuen, tepatnya di Gampong Tingkeum dan Desa Kulu, pada Kamis (11/12/2025).

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Hertha Bastiawan, yang melepas langsung penyaluran bantuan tersebut menjelaskan bahwa donasi kali ini merupakan hasil penggalangan dana dari pegawai Bank Indonesia se-Indonesia.

“Hari ini Bank Indonesia Provinsi Aceh menyalurkan donasi untuk korban bencana. Titiknya ada dua di daerah Bireuen, di Tingkeum dan Kulu,” ujar Hertha dalam keterangannya.

Ia menambahkan, penghimpunan dana tidak hanya berasal dari pegawai BI Aceh, tetapi juga kantor pusat, para pensiunan BI, hingga mitra kerja di seluruh Indonesia. 

“Alhamdulillah kita bisa menghimpun donasi dari seluruh pegawai BI se-Indonesia, bukan hanya dari Aceh. Ada juga dari pensiunan dan rekan kerja lain yang turut membantu,” katanya.

Bantuan yang disalurkan mencakup 1 ton beras, alat-alat salat, mie instan, air mineral, serta pakaian layak pakai. 

Hertha menjelaskan, pihaknya tidak menyertakan obat-obatan karena memilih memprioritaskan kebutuhan pangan dan logistik dasar yang masih sangat dibutuhkan di banyak titik bencana.

“Ini sebenarnya bukan yang kedua, tapi sudah yang keempat. Untuk Bireuen ini kita fokuskan pada logistik karena di banyak titik masih kekurangan bahan pokok,” jelasnya.

Sebelumnya, Bank Indonesia telah menyalurkan bantuan ke tiga lokasi berbeda, yakni Rembele, Bener Meriah, Takengon, serta wilayah Meureudu dan Lhokseumawe.

Penyaluran bantuan kali ini dilakukan melalui jalur darat menuju titik terdekat sebelum kawasan yang aksesnya terputus akibat kerusakan jembatan. Hertha menyampaikan empati mendalam atas musibah yang menimpa warga.

“Kami berempati atas musibah banjir dan longsor yang terjadi. Kami berharap masyarakat tetap bersabar dan terus mengikuti informasi terkait bantuan maupun program pemerintah untuk proses pemulihan pascabencana,” ucapnya.

Lebih lanjut, Hertha mengungkapkan bahwa Bank Indonesia masih membuka peluang donasi tambahan dan siap menyalurkan bantuan lanjutan jika ada dana masuk dari pegawai maupun mitra.

Sementara itu, Keuchik Gampong Tingkeum, Mawardi, menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan Bank Indonesia. Menurutnya, bantuan ini sangat berarti bagi 181 kepala keluarga yang terdampak Banjir Sumatera November 2025.

“Saya dan warga masyarakat Gampong Tingkeum berterima kasih kepada Bank Indonesia yang telah membantu terutama memberi bantuan logistik. Atas kepedulian ini kami merasa terharu atas kepedulian kepada warga terutama Gampong Tingkeum,” pungkas Mawardi. []

Aksi Kemanusiaan Aliansi Masyarakat Peduli Nanggroe: Distribusi Bantuan untuk Korban Banjir di Pidie Jaya dan Bireuen

0

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Aliansi Masyarakat Peduli Nanggro menggelar aksi kemanusiaan dengan mendirikan posko bantuan di Taman Adipura, depan Kodim 0101 Banda Aceh. Posko ini beroperasi sejak 1 hingga 6 bulan ini, sebelum tim turun langsung menyalurkan bantuan ke wilayah terdampak banjir di Kabupaten Pidie Jaya dan Kabupaten Bireuen pada 7–10.

Koordinator lapangan, Iwan Rismadi, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk keterlibatan langsung pemuda dalam membantu masyarakat.

Menurutnya, “aksi ini adalah bentuk aksi nyata oleh pemuda dan mahasiswa/i dalam melakukan pengabdian masyarakat dan juga ini langkah kepedulian kepada daerah Aceh.”

Bantuan yang disalurkan meliputi pakaian layak pakai, paket sembako, serta donasi uang sebesar Rp10 juta yang berhasil dihimpun dari masyarakat.

Dalam pernyataannya, Iwan turut menyinggung kejanggalan kondisi banjir yang terjadi. Ia mempertanyakan banyaknya tumpukan kayu rapi yang terseret arus.

Ia menegaskan, “kenapa yang seharus nya banjir adalah air, namun sekarang yang banjir adalah tumpukan kayu yang hanyut dengan potongan yang rapi, jelas ini adalah sebuah fenomena yang terlihat sangat menjanggalkan.”

Iwan juga mendesak pemerintah pusat dan daerah untuk mengambil tanggung jawab penuh atas situasi tersebut.

Ia menambahkan, “mentri kehutanan dan juga pemerintah daerah harus bertanggung jawab atas eksploritasi hutan yang selama ini berlangsung di Aceh, jelas hal ini terjadi di karena kan besar nya kerukan hutan yang di sebab kan oleh tangan manusia yang memberikan izin kepada mereka yang ingin merusak hutan.”

Adapun wilayah distribusi bantuan meliputi:Kabupaten Pidie Jaya – Lhok Sandeng, Babah Krueng, Drien Tujoh, Tijien Daboh Kabupaten Bireuen – Gampong Kandang dan Gampong Leungkeubeu.

Aliansi Masyarakat Peduli Nanggro sendiri terdiri dari tiga organisasi, yakni Cakrawala Muda Aceh (CMA), Solidaritas Mahasiswa Pemuda Aceh (SMPA), dan Ikatan Pemuda Mahasiswa Singkil (IPMA Singkil).

Aksi ini diharapkan dapat meringankan beban warga yang terdampak banjir sekaligus menjadi dorongan bagi pemerintah untuk memperhatikan persoalan lingkungan di Aceh dengan lebih serius.

Tokoh Masyarakat Bantah Pungutan Rp 75 Ribu di Penyeberangan Darurat Jembatan Teupin Mane

0
Jembatan Teupin Mane, Kecamatan Juli, Bireuen. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Bireun – Tokoh masyarakat Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Muhammad Nazir atau yang akrab disapa Apa Cut, membantah keras informasi yang beredar di media sosial terkait adanya pungutan hingga Rp75 ribu per orang pada penyeberangan darurat di Jembatan Teupin Mane.

Pernyataan klarifikasi tersebut disampaikan Apa Cut pada Rabu (10/12/2025) di Posko Penyeberangan Gampong Bunyot, Dusun Mane, Kecamatan Juli. 

Ia menegaskan bahwa penyeberangan darurat menggunakan tali baja dan katrol merupakan inisiatif bantuan dari Mapala Leuser Universitas Syiah Kuala (USK) bersama tokoh masyarakat setempat.

“Tarif penyeberangan orang hanya Rp25 ribu per orang. Untuk barang, seperti beras 15 kilogram, dikenakan Rp3 ribu khusus bagi pedagang yang menjual kembali. Sementara bantuan kemanusiaan digratiskan,” tegas Apa Cut kepada Nukilan.

Menurut penjelasannya, biaya yang dipungut tersebut digunakan untuk operasional dan sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat yang terlibat dalam penyeberangan. Biaya tersebut juga memperhitungkan risiko keselamatan petugas yang bertugas di lapangan.

Apa Cut juga menyampaikan bahwa berdasarkan kesepakatan di posko, terdapat beberapa kategori yang mendapat layanan penyeberangan gratis. Penyeberangan bagi warga sakit, tenaga medis, relawan, serta personel TNI dan Polri diberikan tanpa dipungut biaya. Warga yang tidak mampu tetap dilayani melalui mekanisme bantuan di dapur umum warga.

Terkait isu yang beredar luas di media sosial, Apa Cut menyebut pihaknya telah melakukan klarifikasi bersama Muspika Kecamatan Juli ke Polres Bireuen dan persoalan dinyatakan selesai. Penyeberangan darurat akan tetap beroperasi hingga jembatan selesai diperbaiki.

Sementara itu, Juru Bicara Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh, Murthalamuddin, mengimbau masyarakat untuk menahan diri dan tidak memperkeruh suasana di tengah situasi bencana.

“Situasi saat ini membutuhkan ketenangan dan solidaritas. Setiap persoalan sebaiknya diselesaikan melalui musyawarah tanpa mengangkat isu yang berpotensi memecah kebersamaan,” ujar Murthalamuddin.

Reporter: Rezi

TIDAR Salurkan Bantuan Sembako bagi Warga Terdampak Banjir dan Longsor di Aceh Tengah

0
TIDAR Salurkan Bantuan Sembako bagi Warga Terdampak Banjir dan Longsor di Aceh Tengah. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | TAKENGON — Organisasi kepemudaan Tunas Indonesia Raya (TIDAR) menyalurkan bantuan sembako untuk warga yang terdampak banjir dan longsor di Aceh Tengah. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua PC TIDAR Aceh Tengah, Fikry Mahendra Siregar, pada Selasa (09/12/2025).

Paket bantuan ini merupakan hasil penggalangan dari PP TIDAR, PD TIDAR, serta PC TIDAR se-Indonesia yang dikoordinasikan oleh Ketua Umum TIDAR, Rahayu Saraswati. Penyaluran ini menjadi bentuk solidaritas organisasi tersebut terhadap masyarakat yang sedang menghadapi situasi sulit.

“Kami berharap bantuan ini bisa meringankan beban masyarakat dan menjadi bukti nyata bahwa TIDAR hadir untuk membantu,” ujar Fikry Mahendra Siregar saat penyaluran berlangsung.

Distribusi sembako dilakukan di beberapa titik wilayah Aceh Tengah dengan dukungan pengurus dan relawan. Warga penerima bantuan menyampaikan apresiasi atas respons cepat TIDAR dalam memenuhi kebutuhan mendesak di lapangan.

Melalui kegiatan ini, TIDAR menegaskan komitmennya untuk terus terlibat dalam aksi sosial dan memberikan dukungan kepada masyarakat di berbagai daerah di Indonesia.

Pertamina Patra Niaga Kirim LPG ke Aceh Melalui Jalur Udara

0
Di tengah kondisi darurat yang menyulitkan akses darat, Pertamina Patra Niaga berupaya memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi. Pagi ini, bantuan LPG Bright Gas 12 kg diterbangkan langsung menggunakan helikopter menuju wilayah Bener Meriah yang terdampak. (Foto: Humas Pertamina Sumbagut).

NUKILAN.ID | LHOKSEUMAWE – Pertamina Patra Niaga kembali memastikan layanan energi tetap menjangkau masyarakat terdampak bencana di Aceh. Dengan akses darat yang masih terhambat, perusahaan memilih mengirimkan LPG Bright Gas 12 kg menggunakan helikopter menuju wilayah Bener Meriah.

Bantuan ini diterbangkan pada Rabu (10/12/2025) dari Bandara Malikussaleh, Lhokseumawe. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun menjelaskan bahwa total bantuan awal berjumlah 72 tabung Bright Gas 12 kg. Tabung-tabung tersebut dikemas dalam tiga paket, masing-masing berisi 24 tabung, dan diprioritaskan untuk dapur umum, posko pengungsian, serta warga di lokasi terdampak.

Roberth mengatakan pengiriman dilakukan dengan teknik sling load operations, yakni “menggantungkan barang dengan tali pengaman dan jaring yang sudah dicek tingkat keamanannya. Metode ini memungkinkan pengangkutan tabung dalam jumlah banyak untuk wilayah yang sulit dijangkau.”

Ia menambahkan bahwa penggunaan metode ini telah dikonsultasikan dan dianalisis keamanannya bersama BNPB.

Operasi udara ini dimulai pukul 07.00 WIB menggunakan helikopter Sikorsky S-61A dari Bandara Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh. Setelah tiba di Bandara Malikussaleh sekitar sejam kemudian, helikopter langsung mengangkat paket pertama tanpa melakukan pendaratan penuh untuk mempercepat pengiriman menuju Bandara Rembele, Bener Meriah. Prosedur yang sama dijalankan untuk paket kedua dan ketiga, sehingga seluruh distribusi berlangsung tanpa jeda.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menyampaikan bahwa selain 72 tabung awal, perusahaan juga menyiapkan operasi udara dengan skala lebih besar.

Ia mengatakan sebanyak 288 tabung LPG akan diterbangkan dalam tiga sortie atau misi angkutan udara. “Heli akan terbang bolak-balik Banda Aceh – Malikussaleh – Rembele hingga seluruh tabung tersalurkan,” ujarnya.

Fahrougi berharap pengiriman energi melalui jalur udara ini dapat membantu mengoperasikan dapur umum, menyediakan makanan hangat, serta menunjang kebutuhan dasar warga yang terdampak bencana.

Listrik Aceh Tamiang Belum Stabil, Warga Terpaksa Bakar Kayu dan Gunakan Genset

0
Suasana malam di jalan lintas Kuala Simpang-Langsa gelap gulita karena listrik masih padam (FOTO: Nizar Aldi/detikSumut)

NUKILAN.ID | KUALA SIMPANG – Pemulihan pasokan listrik di Aceh Tamiang pascabanjir masih belum merata. Hingga Kamis (11/12/2025) pagi, sejumlah kawasan di kabupaten tersebut masih berada dalam kondisi gelap gulita. Aliran listrik baru pulih di beberapa titik di Kecamatan Kuala Simpang, ibu kota Aceh Tamiang.

Menurut laporan detikSumut, lampu mulai terlihat menyala di beberapa rumah, ruko, dan perkantoran dari kawasan jembatan sungai Tamiang hingga melewati Mapolres Aceh Tamiang pada Rabu (10/12) malam. Namun, sebagian besar permukiman warga di sepanjang jalur tersebut masih belum mendapat pasokan listrik.

Ketiadaan penerangan membuat banyak warga, terutama para pengungsi yang tinggal di tenda di pinggir jalan, menyalakan api dengan membakar papan bekas rumah yang rusak diterjang banjir bandang. Di beberapa rumah dan warung sekitar Mapolres Aceh Tamiang, warga juga mengandalkan lampu emergency dan genset sebagai sumber penerangan sementara.

Kondisi gelap tak hanya terjadi di Aceh Tamiang. Hingga perbatasan dengan Kota Langsa, suasana malam masih dipenuhi kegelapan. Di wilayah Kota Langsa sendiri, aliran listrik juga dilaporkan masih padam di sebagian besar kawasan, termasuk hingga ke pusat kota.

Sebagaimana diberitakan oleh Detik.com, seorang warga bernama Dedy menggambarkan betapa sulitnya kondisi warga pada malam hari sejak banjir melanda. Ia menyebut aliran listrik mulai pulih hanya dalam beberapa hari terakhir.

“Sejak awal memang mati lampu, gelap kalau malam, makanya banyak yang bakar kayu, ada juga buat lampu dari botol minuman,” ungkap Dedy.

Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Aceh Tamiang, Zuwan Fakhri, membenarkan bahwa listrik masih padam di mayoritas wilayah. Ia menyebut pemerintah kabupaten telah berkoordinasi dengan PLN untuk mempercepat pemulihan jaringan.

“Udah kita minta PLN bisa nyalakan semua secepatnya,” kata Zuwan Fakhri melalui pesan singkat.