Beranda blog Halaman 1506

Karang Taruna Distribusi Bantuan ke Pendalaman Aceh Tamiang Gunakan Boat

0
(Foto: kabartamiang)

Nukilan.id – Karang Taruna Kabupaten Aceh Tamiang menyalurkan bantuan sembako bagi korban banjir dengan menggunakan boat di pendalaman Aceh Tamiang di Kecamatan Bandar Pusaka dan Sekerak, Minggu (6/11/2022).

Ketua Karang Taruna Aceh Tamiang, Joko Sudirman mengatakan bantuan sembako dari yang disalurkan untuk posko pengungsian di Kampung Serba, Babo, Pengidam, Pante Cempa, Baling Karang, Juar dan Kampung Sulum merupakan bantuan dari Perhimpunan Masyarakat Aceh Tamiang (Permata) yang dititipkan melalui Karang Taruna Kabupaten Aceh Tamiang.

“Kami mendapat bantuan tersebut dari Permata yang berpusat di Jakarta untuk warga yang terdampak banjir di Aceh Tamiang. Total kami mendistribusikan bantuan sembako dari Permata untuk 19 posko pengungsian yang tersebar dalam wilayah Aceh Tamiang,” ujarnya.

Joko menjelaskan pendistribusian bantuan sembako ke desa pendalaman di Kecamatan Bandar Pusaka dan Sekerak seharusnya di lakukan pada Sabtu (5/11/2022) tapi berhubung karena cuacanya hujan terus baru bisa dilakukan pada hari ini, Minggu (6/11/2022).

“Pendistribusian bantuan tersebut dengan boat ke wilayah hulu tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Karang Taruna Rantau Bintang, Afrizal Nur Jailani bersama Ketua Karang Taruna Kecamatan Bandar Pusaka, Khairi Ramadhan dan pengurus Karang Taruna Kabupaten, Alkindi,” jelas Joko Sudirman.

Joko menambahkan akses darat menuju lokasi terputus karena terendam banjir setinggi satu meter, sehingga bantuan dari pusat kota melalui kendaraan roda empat dan roda dua sekalipun sulit untuk menembusnya. Satu-satunya sarana yang dapat digunakan melalui angkutan sungai seperti perahu (boat).

Diberitakan sebelumnya, sebagai bentuk kepedulian terhadap korban banjir, Perhimpunan Masyarakat Aceh Tamiang (Permata) menyalurkan bantuan sembako ke sejumlah posko pengungsian di Kabupaten Aceh Tamiang.

Ketua Permata, Sugianto, SE, MM kepada KabarTamiang.com, Sabtu (5/11/2022) mengatakan bantuan sembako dari Permata disalurkan oleh beberapa organisasi di Aceh Tamiang seperti Karang Taruna Aceh Tamiang, Pujakesuma, ISNU, PGSI Aceh serta tim perwakilan Permata Jakarta yang ada di Kabupaten Aceh Tamiang.

“Bantuan sembako ini merupakan bentuk kepedulian Permata atas musibah yang terjadi di Aceh Tamiang, sehingga bantuan ini bisa meringankan beban para korban,
yang terdampak banjir,” ujarnya. []

Tinjau Banjir Tamiang, Pj Gubernur: Segera Penuhi Kebutuhan di Posko Pengungsian

0
Pj. Gubernur Aceh, Achmad Marzuki, didampingi Kalak BPBA Ilyas, dan Karo Umum Setda Aceh, T. Adi Darma, meninjau titik lokasi bencana banjir Aceh Tamiang dan memastikan kelancaran akses pengangkutan logistik, di Aceh Tamiang, Minggu (6/11/2022).

Nukilan.id – Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Achmad Marzuki, mengingatkan seluruh Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) yang terkait dengan penanganan bencana banjir, untuk segera menginventarisir kebutuhan setiap posko pengungsian di Aceh Tamiang, agar seluruh kebutuhan para pengungsi benar-benar terpenuhi.

Hal tersebut disampaikan oleh Pj Gubernur Aceh kepada para kepala SKPA terkait, usai meninjau langsung kondisi banjir Aceh Tamiang, tepatnya di jalan lintas Kuala Simpang ke Perbatasan Aceh – Sumatera Utara, Minggu (6/11/2022). “Banjir tentu membuat masyarakat kita, khususnya di Aceh Tamiang ini menderita, oleh karena itu, inventarisir apa saja kebutuhan di posko dan segera sediakan. Dinas terkait harus selalu berkoordinasi agar penanganannya bisa lebih masif, yang terpenting tentu saja kebutuhan sandang dan pangan,” ujar Pj Gubernur.

Beberapa kebutuhan yang dinilai mendesak oleh Pj Gubernur adalah, kebutuhan pangan berupa beras, mi Instan, telur, sarden, minyak goreng, tenda, air bersih, matras, selimut, susu, pamper dan pembalut wanita.

Setelah terjun langsung ke Kampung Seumadam, Sungai Liput dan Bukit Rata, Kebun Tengah dan Minuran serta melihat kondisi genangan yang mengakibatkan antrean panjang truk-truk berbadan besar yang mengangkut berbagai komoditi, Pj Gubernur juga mengingatkan Kepala dinas Perhubungan Aceh, Kadis perhubungan Aceh Tamiang serta aparat dari Polri dan TNI untuk membantu mengurai kemacetan tersebut. “Dishub Aceh dan Aceh Tamiang serta teman- teman Polri dan TNI, harus mencari formulasi yang tepat untuk mengurai kemacetan dengan melakukan rekayasa lalu lintas. Prioritaskan truk pengangkut logistik, seperti sayur mayur dan kebutuhan pokok lainnya,” imbuh Achmad Marzuki.

Pj Gubernur menyarankan Dishub bersama Polri dan TNI untuk menentukan titik kumpul truk-truk tersebut agar tidak terjadi kemacetan yang panjang. “Hari ini kan sudah bisa dilalui, maka kebutuhan utama segera didahulukan dan yang tidak prioritas coba dicari lokasi untuk parkir sementara,” kata Pj Gubernur.

Kepada Dinas kesehatan, Pj Gubernur mengimbau untuk segera melakukan langkah antisipasi terhadap kemungkinan serangan diare dan gatal-gatal di lokasi pengungsian.

Pj Gubernur juga menginstruksikan dinas terkait untuk memberikan bantuan alat pembersih kepada sekolah-sekolah yang terendam banjir. Sekolah yang terendam banjir juga harus diberikan bantuan alat-alat untuk membersihkan sekolah, agar anak-anak bisa segera bersekolah lagi.”

“Yang pasti, semua harus bersatu dan bergerak bersama. Pemerintah Aceh, Pemkab Aceh Tamiang, TNI, Polri, organisasi kemasyarakatan dan mahasiswa juga. Harus saling bahu membahu, bekerjasama,” kata Pj Gubernur.

Untuk diketahui bersama, banjir Aceh Tamiang merendam 146 kampung, di 12 kecamatan. Saat ini, Pemerintah telah mendirikan 343 posko pengungsian. Selama beberapa hari tak bisa dilalui, kendaraan pengangkutan kebutuhan masyarakat, terpaksa melalui jalur melingkar dari Medan-Tapaktuan hingga Banda Aceh. Selain itu ada yang menempuh jalur tengah via Aceh Tengara hingga Aceh Tengah, namun risiko agak tinggi, karena medan jalan. []

HMI Bersama Imling Bentangkan Spanduk Tolak Tambang di Desa Lingkar Tambang

0

Nukilan.id – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) bersama Ikatan Mahasiswa Linge (Imling) memasang spanduk tolak tambang dan edukasi terhadap masyarakat lingkar tambang tentang dampak hadirnya tambang emas di Linge, Minggu, (6/11/2022).

Pemasangan spanduk ditempatkan di desa-desa yang berada di sekitar lingkar tambang yang akan didirikan di kecamatan Linge, seperti desa Owaq, Linge,Lumut,Ise-Ise dan Simpang Simpil, dalam spanduk tersebut memuat informasi tentang dampak negatif tambang dan juga 13 alasan untuk menolak tambang.

Kegiatan ini juga sambil melakukan observasi terkait pro dan kontra tentang PT LINGE MINERAL RESOURCE dan juga memberikan pemahaman kepada masyarakat akan bahayanya tambang yang akan merugikan masyarakat.

Ketua HMI Cabang Takengon menyampaikan tentang kegiatan ini ” Kegiatan ini merupakan awal untuk kita kembali memulai pergerakan penolakan terhadap kehadiran tambang dan juga bentuk komitmen kita yang akan terus bersuara, harapannya kita jangan diam dan terlalu santai sementara mereka terus bergerak untuk memuluskan jalannya pendirian tambang di Linge” ujar Agus Muliara.

Selama ini HMI Cabang Takengon cukup aktif menentang kehadiran tambang emas di Linge dan juga menolak negoisasi dalam bentuk apapun, Karena menilai bahwa tambang yang mensejahterakan rakyat hanyalah sebuah dongeng untuk menipu masyarakat.

Senada dengan apa yang disampaikan Ketua HMI Cabang Takengon, Edi Syahputra juga menyampaikan, gerakan ini kita mulai dari akar rumput dan ini memang perlu dilakukan agar masyarakat tahu dampak yang disebabkan oleh tambang itu sendiri.

Edi Syahputra juga menambahkan setelah turun ke desa-desa lingkar tambang kami melihat bahwa masih banyak masyarakat yang belum paham tentang tambang emas namun mereka sudah dalam posisi yang pro terhadap tambang.

“Kami akan terus berupaya memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk mengetahui tentang bagaimana dampak dan kerugian jika PT LMR beroperasi” terang Edi Syahputra.

Terkait gerakan penolakan tambang, HMI dan Imling akan terus berupaya mengadakan sosialisasi dan edukasi, serta juga akan melakukan kajian bersama masyarakat lingkar tambang.

“Masyarakat masih banyak yang menolak dan juga masyarakat yang menerima masih ragu dan memiliki banyak pertanyaan karena mereka belum paham, ini nantinya akan kita adakan sosialisasi ataupun FGD (Focuss Group Discussion), tutup Agus Muliara. []

Meski Hujan, Penutupan Festival Negeri Antara Sukses Pikat Ribuan Penonton

0

Nukilan.id – Festival Negeri Antara resmi ditutup pada sabtu, 5 November 2022, di Lapangan Baleatu, Kabupaten Bener Meriah.

Selama dua hari pelaksanaannya, event bertajuk berseni kite morom, berjalan dengan sukses meskipun hujan kerap mengguyur kawasan setempat.

Festival Negeri Antara merupakan salah satu dari tiga rangkaian kegiatan yang dijalankan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh. Festival tersebut menjadi salah satu veneu untuk pembukaan dan penutupan rangkaian kegiatan diantaranya Festifal Negeri Antara, Festival Didong dan Gayo Art Fest di Kabupaten Bener Meriah.

Festival ini ditutup oleh Wakli Ketua DPR Aceh, Hendra Budian SH.

Dalam sambutan penutupnya Hendra menyampaikan, “ada yang mengatakan event ini tidak berguna, tapi bagi kami pecinta seni dan budaya, acara ini sangatlah penting. Bagi kami, seni budaya merupakan jalan pulang, identitas kami sebagai bagian kelompok masyarakat yang ada di Aceh.”

Menurutnya, kesuksesan rangkaian kegiatan event tersebut harus mampu mengangkat wisata budaya yang ada di dataran tinggi Gayo.

Selain melestarikan budaya didong kepada kaum muda, Hendra berharap budaya yang telah menjadi warisan takbenda oleh Kementerian Kebudayaan pada tahun 2015 silam tersebut mampu menjadi daya tarik wisatawan baik domestik maupun internasional.

Dia berharap, Pemerintah Aceh melalui Disbudpar agar tahun depan festival yang sama digelar dengan lebih spektakuler.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh yang dalam hal ini di wakili oleh Azizar Mansyah menerangkan, festival seperti ini adalah bentuk dari komitmen Pemerintah Aceh untuk terus melestarikan budaya yang ada di setiap kabupaten/kota dengan tujuan menjadikannya sebagai media promosi pariwisata.

“Saya sangat mengapresiasi antusiasme masyarakat Bener Meriah yang tetap mengunjungi kegiatan ini dari pembukaan dan penutupan meski dalam kondisi hujan”, ujar Azizar.

Pemenang Festival Didong

Penutupan Festival Negeri Antara 2022 dikemas dalam serangkaian kegaiatan.

Mulai dari pertunjukkan kasidah, live painting, penampilan musikalisasi puisi, tari kreasi dan tari guel yang di pertunjukkan pada panggung Gayo Art Fest, serta malamnya diakhiri dengan penampilan Guest Star dengan music etniknya Ervan Ceh Kul.

Panitia juga mengumumkan pemenang festival didong, juara 1 diraih oleh SMA N Bustanul Ullum Kab. Bener Meriah, juara 2 SMA N 1 Bukit Kab. Bener Meriah dan juara 3 SMA N 1 Takengon Kab. Aceh Tengah, sementara suporter terbaik diberikan kepada SMA N 1 Bukit Kab. Bener Meriah.

PWI Aceh Serukan Penggalangan Bantuan untuk Wartawan Korban Banjir

0
Rumah salah seorang wartawan di Aceh Tamiang yang jadi korban banjir. Foto direkam Jumat, 4 November 2022. (Dok KabarTamiang)

Nukilan.id – Banjir di sejumlah wilayah Aceh sejak beberapa hari terakhir telah memunculkan penderitaan ribuan kepala keluarga termasuk di dalamnya wartawan lintas organisasi pers maupun media.

Laporan sementara hingga Jumat 4 November 2022 yang dihimpun Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh mencatat tidak kurang 26 wartawan di Aceh Tamiang menjadi korban banjir.

“Jumlah pastinya masih terus kita update, termasuk di Kota Langsa yang menurut kabar ada juga wartawan yang jadi korban,” kata Ketua PWI Aceh, Nasir Nurdin didampingi Koordinator PWI Aceh Wilayah 1, Sayuti Achmad.

Salah seorang Pengurus PWI Aceh asal Aceh Tamiang, Saiful Alam melaporkan, dirinya bersama puluhan wartawan lainnya menjadi korban akibat dahsyatnya banjir kali ini.

“Kondisi masyarakat termasuk kami semakin memprihatinkan. Banjir belum ada tanda-tanda surut,” kata Saiful Alam, Wartawan The Aceh Post.

Laporan serupa juga disampaikan Muhammad Hendra Vramenia dari Media KabarTamiang.

“Rumah saya nyaris tenggelam. Sudah empat hari saya dan keluarga mengungsi. Titik pengungsian berpindah-pindah karena banjir terus meluas,” lapor Hendra yang tinggal di Dusun Bahagia, Kampung Bundar, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang.

Data sementara yang dihimpun PWI Aceh dari wartawan di lapangan, khususnya di Aceh Tamiang tercatat tidak kurang 26 wartawan berbagai media dan organisasi pers menjadi korban.

“Update terus kami lakukan karena dipastikan jumlah korban terus bertambah dan bisa jadi ada wartawan yang belum terdata,” kata Ketua PWI Aceh.

Berikut data sementara nama-nama wartawan yang jadi korban banjir di Aceh Tamiang:

1. Muhammad Hendra Vramenia (KabarTamiang)
2. Abdul Karim (Harian PikiranSumut)
3. Amnurdani (Harian9)
4. Suparmin (TamiangNews)
5. Saiful Alam (The Aceh Post)
6. Erwan (BernasAceh)
7. Syawaluddin (AtjehDaily/Mediaaceh)
8. Rahmad Wiguna (Serambi Indonesia)
9. Abd Rozzaq Mubaraq (TVRI)
10. Muhammad Hanafiah (Hr. Waspada)
11. Alyandi
12. Dedi Mulyadi
13. Lili Suhemi
14. Muharam
15. Nasir El Syahrini
16. Zulfadli Iyoeng
17. Tarmizi Puteh
18. Zulherman Yoengchik
19. Nanda
20. Sayuti
21. Afrizal
22. Yoga
23. Zulkarnaen
24. Burhanuddin
25. Rotua
26. Hendra

Galang Bantuan

Ketua PWI Aceh, Nasir Nurdin dan Korwil I PWI Aceh, Sayuti Acmad yang juga Ketua PWI Aceh Utara-Lhokseumawe mengimbau para wartawan lintas media dan organisasi pers menggalang bantuan kemanusiaan untuk wartawan yang jadi korban banjir di Aceh Tamiang dan kawasan lainnya di Aceh.

“Mari kita galang bantuan kemanusiaan untuk para wartawan tanpa membeda-bedakan media maupun organisasinya. Ini menyangkut kemanusiaan dan PWI siap mengkoordinirnya,” tandas Nasir Nurdin.

Pengurus PWI di Kabupaten/Kota di Aceh diharapkan bisa langsung bergerak menggalang bantuan dari kalangan internal maupun eksternal dan selanjutnya bantuan yang terkumpul ditransfer ke “Rekening PWI Peduli” yang akan dibuka oleh PWI Aceh di Bank Aceh.

“Kita akan berkoordinasi terus mengenai penggalangan bantuan dan teknis penyaluran kepada wartawan yang jadi korban,” demikian Ketua PWI Aceh. []

Kemenag Aceh Salurkan Dana BOS dan BOP Rp90,375 Miliar

0
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Dr H Iqbal SAg MAg. (Foto: Nukilan/Reji)

Nukilan.id – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh meluncurkan dana Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) pada Raudhatul Athfal (RA) dan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) pada Madrasah tahun 2022, bagi 1165 RA dan madrasah di Provinsi Aceh.

Untuk tahap ke-2 ini jumlahnya mencapai Rp 90,375 miliar.

Kakanwil Kemenag Aceh Dr H Iqbal SAg MAg merincikan dana BOS dan BOP RA sebesar Rp 90,375 miliar tersebut diperuntukkan bagi 1165 Madrasah mulai jenjang Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTS), dan Madrasah Aliyah (MA) yang ada di Aceh.

Penyaluran tersebut merupakan bagian dari program dana BOS Kementerian Agama untuk 48.660 madrasah di seluruh Indonesia, yang menyalurkan dana BOS dan BOP RA tahap ke-2 melalui rekening bank penyalur (RPL) sebanyak Rp 1.166 Triliun.

Iqbal mengatakan dana tersebut itu terdiri atas Rp 3,167 miliar untuk 49 Madrasah di Aceh Selatan, Rp 4,952 miliar untuk 61 Madrasah di Aceh Tenggara, Rp 6,342 miliar untuk 71 Madrasah di Aceh Timur, Rp 4,406 miliar untuk 87 Madrasah di Aceh Tengah, Rp3,978 miliar untuk 38 Madrasah di Aceh Barat, Rp 8,835 miliar untuk 73 Madrasah di Aceh Besar.

Kemudian Rp 8,530 miliar untuk 107 Madrasah di Pidie, Rp 7,844 miliar untuk 124 Madrasah di Aceh Utara, Rp 1,071 miliar untuk 27 Madrasah di Simeulue, Rp 1,783 miliar untuk 23 Madrasah di Aceh Singkil, Rp 7,316 miliar untuk 79 Madrasah di Bireuen, Rp 1,630 miliar untuk 23 Madrasah di Aceh Barat Daya.

Selanjutnya Rp 1,415 miliar untuk 21 Madrasah di Gayo Lues, Rp 1,340 miliar untuk 25 Madrasah di Aceh Jaya, Rp 1,320 miliar untuk 25 Madrasah di Nagan Raya, Rp 4,073 miliar untuk 88 Madrasah di Aceh Tamiang, Rp 2,655 miliar untuk 49 Madrasah di Bener Meriah, Rp 3,138 miliar untuk 47 Madrasah di Pidie Jaya, Rp 5,558 miliar untuk 33 Madrasah di Banda Aceh, Rp 605,2 juta untuk 7 Madrasah di Sabang, Rp 4,868 miliar untuk 47 Madrasah di Lhoksumawe, Rp 4,025 miliar untuk 37 Madrasah di Langsa dan Rp 1,514 miliar untuk 20 Madrasah di Kota Subulussalam.

“Dari semua dana BOS dan BOP RA yang disalurkan memang ada beberapa yang terdapat keterlambatan akibat pemblokiran dan perlu buka blokir satu persatu, jadi itu yang memperlambat, tapi alhamdulillah saat ini prosesnya sudah berjalan lancar,” Kata Iqbal didampingi Kabid Penmad Zulkifli.

Ia menyebutkan penyaluran di Aceh bekerjasama dengan dua bank dalam proses pencairannya, yakni Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Bank Aceh Syariah.

“Jadi nanti dari masing-masing daerah, proses pencairannya di bank yang paling terdekat dari bank tersebut,” ucapnya.

Ia berharap, dengan adanya dana BOS dan BOP RA ini, ke depan bisa tertib dan efisien dan sistem penyalurannya dari pihak bank harus aktif untuk lembaga madrasah yang terpencil.

“Ini kan ada juga lokasi madrasah yang berada di daerah terpencil dan jauh dari bank ini berada. Maka kalau untuk ke bank tersebut untuk pencairan, tidak mudah, kami sudah konfirmasikan kalau bisa pihak bank yang langsung ke sana bawa buku sekaligus dengan dananya,” harapnya.[]

Krueng Arakundo Meluap, Kapolres Aceh Timur Imbau Masyarakat Waspada

0
(Foto: Ist)

Nukilan.id – Kapolres Aceh Timur AKBP Andy Rahmansyah mengimbau masyarakat untuk waspada seiring meluapnya Krueng (sungai) Arakundo yang berpotensi banjir besar.

Andy mengatakan, meluapnya sungai Arakundo diakibatkan tingginya curah hujan yang mengguyur Aceh Timur dalam beberapa hari ini.

“Genangan air masih rendah diakibatkan meluapnya sungai Arakundo. Namun, tidak menutup kemungkinan akan terjadi banjir besar, baiknya masyrakat waspada,” kata Andy, dalam rilisnya, Sabtu, 5 November 2022.

Saat ini, kata Andy, ada beberapa titik atau dusun di Gampong Lhok Seuntang, Kecamatan Julok, Kabupaten Aceh Timur, yang sudah tergenang banjir dengan ketinggian air capai 40 cm.

Selain itu, luapan sungai Arakundo tersebut juga sudah mulai merangsek masuk kepemukiman dan perkebunan warga, sehingga akan berpotensi merusak tanaman.

Andy berharap, masyarakat di sepanjang sungai Arakundo agar berhati-hati terhadap potensi banjir yang bisa saja lebih besar. Masyarakat juga diharapkan selalu berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas dan Babinsa di desa untuk langkah-langkah evakuasi bila keadaan darurat. []

Permata Jakarta Bantu Korban Banjir di Posko Pengungsian Aceh Tamiang

0

Nukilan.id – Sebagai bentuk kepedulian terhadap korban banjir, Perhimpunan Masyarakat Aceh Tamiang (Permata) menyalurkan bantuan sembako kepada korban Banjir sejumlah posko pengungsian di Kabupaten Aceh Tamiang.

Ketua Permata, Sugianto, SE, MM kepada KabarTamiang.com, Sabtu (5/11/2022) mengatakan bantuan sembako dari Permata disalurkan oleh beberapa organisasi di Aceh Tamiang seperti Karang Taruna Aceh Tamiang, Pujakesuma, ISNU, PGSI Aceh serta tim perwakilan Permata Jakarta yang ada di Kabupaten Aceh Tamiang.

“Bantuan sembako ini merupakan bentuk kepedulian Permata atas musibah yang terjadi di Aceh Tamiang, sehingga bantuan ini bisa meringankan beban para korban,
yang terdampak banjir,” ujarnya.

Sugianto menjelaskan penyaluran bantuan sembako ini tersebar hampir di seluruh Kecamatan dalam kabupaten Aceh Tamiang. Misalnya seperti yang dilakukan Karang Taruna Aceh Tamiang, yang menyalurkan bantuan sembako dari Permata ke 19 posko pengungsian di 18 Kampung yang ada di Kecamatan Bandar Pusaka, Sekerak, Karang Baru, Kota Kualasimpang, Bendahara.

Sedangkan organisasi Pujakesuma mendistribusikan bantuan Permata ke sejumlah posko pengungsian yakni untuk Kecamatan Seruway sebanyak 5 Kampung, Kecamatan Banda Mulia sebanyak 6 Kampung, Kecamatan Bendahara sebanyak 8 kampung, Kecamatan Manyak Payed sebanyak 9 Kampung dan kecamatan Karang Baru sebanyak empat titik posko pengungsian di tiga kampung yakni Paya Kulbi, Sukajadi Paya Bujok dan Kebun Tanjung Seumantoh.

“Untuk PGSI Aceh menyalurkan bantuan Permata untuk posko pengungsian di Kampung Durian Kecamatan Rantau,” jelas Sugianto.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Aceh Tamiang, Joko Sudirman mengucapkan terima kasih kepada Ketua dan pengurus Permata yang telah menyalurkan bantuan ke sejumlah titik posko pengungsian dalam Kabupaten Aceh Tamiang.

“Permata hadir di saat masyarakat sedang tertimpa musibah dan ini yang kami harapkan. Mudah-mudahan kebaikannya mendapat ridha dari Allah SWT,” ucapnya.

Joko menjelaskan, pengurus Karang Taruna Aceh Tamiang menyalurkan bantuan dari Permata ke posko pengungsian di Kampung Bundar, Tanjung Seumantoh, Simpang IV Upah, Tanjung Karang, Menanggini, Ingin Jaya, Kota Lintang, Rantau Bintang, Sekumur.

“Sedangkan untuk hari ini, Sabtu (5/11/2002), tim sedang mendistribusikan bantuan Permata dengan menggunakan boat ke kampung Lubuk Sidup, Serba, Babo, Pantai Cempa, Pengidam, Sulum, Juar dan Kampung Baling Karang. Saat ini tim, yang diwakili pengurus Karang Taruna sedang dalam perjalanan,”ujar Joko Sudirman. []

Senin, BPBA akan Paparkan Hasil Pantauan Banjir Pada Pj Gubernur Aceh dan Forkopimda

0
Lahan persawahan tergenang banjir di Kabupaten Aceh Utara, Aceh. (Foto: Ist)

Nukilan.id — Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA mengatakan pemerintah Aceh siap terus memantau kondisi daerah terdampak banjirdan Senin (7/11) tim Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) akan memaparkan hasil tinjauan lapangan kepada Pj Gubernur dan Forkopimda, untuk selanjutnya akan dirumuskan kebijakan penanganan yang terpadu yang melibatkan lintas instansi dan kabupaten/kota.

“Koordinasi dan mobilisasi bantuan dari provinsi ke daerah terdampak banjir masih terus berlangsung saat ini. Personil Dinas Sosial dan BPBA sampai saat ini juga masih di lapangan,” ujar MTA, Sabtu, (5/11/2022) kemarin.

Dikatakan, berdasarkan pengumuman resmi BMKG, dalam waktu 4-5 November, Aceh termasuk kawasan yang berstatus siaga terhadap hujan lebat. Curah hujan yang tinggi berpotensi mengakibatkan banjir, apalagi adanya aktivitas penggerusan kawasan hutan yang mengakibatkan perubahan peta kondisional bentang alam, terutama terkait terus berkurangnya area tangkapan air di hulu.

“Tim saat ini masih terus bekerja di lapangan, di daerah intensitas banjir yang semakin meluas. Singkil dan Aceh selatan juga mengalami hal yang sama. Aceh Tamiang bahkan lebih parah dari tahun sebelumnya,” kata MTA. [red]

 

Banjir Aceh Tamiang Berlanjut, Logistik Mulai Menipis

0
Ilustrasi Banjir. (Foto: For Nukilan)

Nukilan.id – Bantuan logistik untuk korban banjir di Kabupaten Aceh Tamiang kini mulai menipis, Sabtu (5/11/2022). Logistik yang menipis berupa beras, minyak goreng, lauk, dan lain sebagainya.

Juru bicara Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, Agusliana Devita, saat dihubungi melaui telepon membenarkan mulai menipisnya logistik untuk korban banjir.

“Kalau untuk beras masih ada. Namun kalau untuk lauknya seperti telur dan sarden, ini yang menipis sekali,” kata Devi, panggilan Agusliana Devita.

Dia menyebutkan, banjir meluas ke sejumlah desa lainnya dalam 12 kecamatan di Kabupaten Aceh Tamiang. Bantuan sejumlah pihak dari Pemerintah Aceh dan institusi lainnya mulai berdatangan di Aceh Tamiang. Namun ada kendala dalam penyaluran bentuan.

“Kendala lain, akses jalan sebagian besar belum bisa diterobos. Khusus jalan utama masih lumpuh,” kata Devi.

Dia mengimbau, masyarakat yang ingin berpergian jalan darat ke Medan, Sumatera Utara atau sebaliknya, untuk sementara waktu membatalkan niatnya. Karena jalan utama belum bisa dilalui.

“Semoga tidak hujan lagi, sehingga banjir mulai surut,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, empat hari terakhir banjir merendam 12 kecamatan di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. Ratusan titik pengungsian terpaksa dibuka sejak 31 Oktober 2022 hingga Sabtu. (Kompas.com)