Beranda blog Halaman 1505

Aceh Masih Berpotensi Hujan Hingga Akhir Desember 2022

0
Ilustrasi Hujan (Foto: beritatrans.com)

Nukilan.id – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh menyatakan Aceh berada di puncak musim hujan. Hujan akan berlangsung hingga akhir Desember 2022.

“Perkiraan cuaca di Aceh jika kita lihat dari segi musim, Aceh sedang di puncak musim hujan, ini akan berlangsung hingga akhir Desember 2022, kemudian di Januari 2023 hujan mulai berkurang,” kata Koordinator Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh, Zakaria Ahmad, Senin, 7 November 2022.

Zakaria menerangkan hal tersebut disebabkan karena di musim penghujan terjadi dinamika atmosfer yang berubah-ubah sehingga memicu terbentuknya awan-awan hujan, kilat, petir, dan angin kencang.

“Untuk perkiraan cuaca beberapa hari kedepan ada beberapa daerah yang diperkirakan masih berpeluang terjadinya hujan sedang dan lebat diantaranya Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Tenggara, Aceh Barat dan Nagan Raya,” jelasnya.

Kemudian menurut Zakaria, potensi banjir jika dilihat dari keadaan atmosfer juga masih bisa berlangsung hujan sehingga mengakibatkan banjir seperti di wilayah Kabupaten Aceh Singkil, Aceh Jaya, Aceh Utara dan Aceh Tamiang.

“Ini Disebabkan karena daerah-daerah tersebut di lalui oleh sungai-sungai besar, dimana ketika hujan bukan cuma air hujan di daerah tersebut yang ditampung tapi juga dari daerah-daerah hulu sungai. Jadi, hampir semua Kabupaten/kota berpotensi hujan selama 2 hingga 3 hari kedepan,” ungkapnya.

Sementara untuk gelombang diperairan Aceh masih relatif lebih aman seperti di wilayah Utara Sabang Kemudian Perairan Barat Aceh, Samudera Hindia Barat Aceh ketinggian gelombangnya 1,25 hingga 2,5 meter.

“Sedangkan untuk perairan lain 2,5 sampai dengan 1,5 meter artinya ini rendah. Insyaallah aman untuk wilayah perairan,” ujar Zakaria. (medcom.id)

Muslim Isi Bimbingan Teknis Bersama Dinas UMKM Aceh

0
Anggota DPRA, Muslim Syamsuddin ST MAP saat mengisi Bimtek Pendirian UMKM bagi pelaku usaha Santri Milenial di Kabupaten Aceh Utara, Senin (7/11/2022).

Nukilan.id – Bimbingan Teknis (Bimtek) Pendirian Usaha bagi UMKM Pelaku Usaha Santri Milenial Kabupaten Aceh Utara akan berlangsung tiga hari mulai 7-9 November 2022.

Kegiatan tersebut diawali dengan pengenalan kegiatan yang diisi oleh Anggota DPRA, Muslim Syamsuddin, ST, MAP di Hotel Singapore, Lhokseumawe, Senin 7 November 2022.

Dalam kesempatan itu, Muslim mengatakan aspirasi ini merupakan usulan yang selama ini dia terima dari berbagai lapisan masyarakat dan didukung oleh Dinas UMKM Aceh.

“Manfaatkan kegiatan ini dengan sebaik-baiknya, seraplah semua ilmu yang disampaikan oleh pemateri,” pinta Muslim yang juga Ketum Partai SIRA itu kepada seluruh peserta Bimtek.

Ia berharap, kegiatan ini dapat menjadi peluang usaha yang bisa terealisasi dan membantu para pelaku UMKM dalam kegiatannya sehari-hari.

Sementara itu, Perwakilan Dinas Koperasi UMKM Aceh, Ridwan SSTP MM menyampaikan kegiatan Bimtek ini nantinya dapat menjadi bekal dan pengetahuan yang bermanfaat bagi seluruh peserta yang ikut.

“Semoga kegiatan ini menjadi bekal dan ilmu baru yang bermanfaat bagi seluruh peserta, dan dapat diterapkan nantinya dalam kegiatan usaha masing-masing,” tutupnya.

[Wanda]

Kapolda Aceh Minta Personel Junjung Tinggi Etika Pelayanan

0
Kapolda Aceh Irjen Pol Ahmad Haydar. (Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Kapolda Aceh Irjen Ahmad Haydar meminta personelnya yang bertugas di bagian pelayanan untuk menjunjung tinggi dan mengedepankan etika pelayanan.

Hal tersebut disampaikan Ahmad Haydar saat membuka Pelatihan Keterampilan dan Etika Pelayanan Publik bagi Anggota Polri di Aula Machdum Sakti Polda Aceh, Senin, 7 November 2022.

Mantan Kapuslabfor Polri itu mengatakan, etika dalam melayani merupakan tolak ukur terhadap kualitas pelayanan yang diberikan Polri kepada masyarakat yang sedang membutuhkan pelayanan.

“Etika itu perlu dikedepankan saat memberikan pelayanan kepada masyarakat, karena dengan begitu masyarakat akan merasa terlayani dengan baik,” katanya.

Di samping itu, performance atau penampilan juga perlu diperhatikan bagi personel yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, murah senyum, dan melayani dengan hati.

“Penampilan juga bagian dari etika, oleh karena itu perlu tetap diperhatikan saat memberikan pelayanan,” demikian, kata Ahmad Haydar. []

Abdullah Puteh Fasilitasi Lomba Menulis Tjoet Nja Dhien, Diikuti 208 Penulis Se-Indonesia

0
Anggota DPD RI Abdullah Puteh. (Foto: Ist./Nukilan.id)

Nukilan.id – Panitia Lomba menulis artikel bertema “Aktualisasi Spirit Tjoet Nja Dhien di Era Milenial” berhasil menjaring 20 pemenang dari 208 peserta dari Seluruh Indonesia untuk dibukukan.

Lomba menulis tersebut difasilitasi Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Aceh, Dr. H. Abdullah Puteh dengan total hadiah Rp60 juta.

“Lomba menulis diikuti 208 perserta dari berbagai daerah di Indonesia. Rincianya kalau dilihat dari domisili, dari Sumatera Utara 3 peserta, Sumatera Barat 7 peserta, Jakarta 8 peserta, Jawa Timur 5 peserta. Jawa Barat 2 peserta, Jawa Tengah 1 peserta . Papua 2 peserta, dan mahasiswa Universitas Al Azhar Mesir 2 peserta . Selebihnya 175 peserta berdomisili di Aceh,” kata Abdullah Puteh.

Abdullah Puteh melanjutkan, berdasarkan data panitia peserta berdasar profesi, terdapat 9 siswa SMA, 48 mahasiswa, 43 PNS (ASN, Guru dan Dosen termasuk bergelar S3), dan sisanya 108 peserta dari jurnalis, blogger, dan wiraswasta lainnya.

“Melihat animo peserta yang mengikuti lomba menulis Tjoet Nja Dhien ini sangat tinggi,” ujar Abdullah Puteh.

Menurutnya, literasi tokoh Aceh menjadi magnet di seluruh Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan asal daerah yang mengikuti lomba ini tersebar dari lima pulau terbesar di Indonesia, termasuk Pulau Jawa dan Sulawesi,” kata Abdullah Puteh.

Berdasar hasil seleksi tim juri, 20 ada artikel terbaik untuk dibukukan. Panitia sudah mengumumkan 20 peserta pemenang lomba menulis artikel pada Ahad 6 November kemarin yang bertepatan tanggal haul Tjoet Nja Dhien ke-114 tahun. [ji]

Nurdiansyah Alasta Minta Pj Gubernur Juga Tinjau Lokasi Banjir Aceh Tenggara

0
Nurdiansyah Alasta, Bendahara DPD Partai Demokrat Aceh. (Foto: Ist.)

Nukilan.id – Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR Aceh drh. Nurdiansyah Alasta, M.Kes meminta agar Pj Gubernur Aceh Achmad Marzuki untuk ikut juga meninjau bencana banjir yang terjadi di Kabupaten Aceh Tenggara. Banjir tersebut menelan korban dua warga tewas dan puluhan rumah rusak parah akibat banjir bandang yang terjadi, Kamis (3/11/2022).

“Saya berharap dan meminta Pj Gubernur Aceh segera meninjau kondisi banjir di Aceh Tenggara. Banjir kali ini cukup parah, menerjang sembilan kecamatan dan telah merenggut dua orang korban jiwa,” kata Nurdiansyah Alasta melalui rilis Senin (7/11/2022).

Seperti diketahui, Minggu kemarin Pj Gubernur Aceh Ahmad Marzuki telah mengunjungi lokasi banjir di Aceh Tamiang.

Nurdiansyah menyampaikan, banjir terjadi akibat luapan tiga sungai besar di Aceh Tenggara. Sungai Alas, Sungai Lawe Bulan dan Sungai Lawe Kinga. Ia berharap ada upaya serius yang dilakukan pemerintah (Pemerintah Aceh dan Pemerintah Pusat) untuk mencegah bencana alam yang berulang terjadi di Aceh Tenggara.

Apresiasi atas Respon BPBA

Nurdiansyah Alasta yang juga putra Alas pada kesempatan yang sama memberi apresiasi terhadap respon dan penanganan cepat yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) di Aceh Tenggara.

Bersama BPBD Aceh Tenggara telah melakukan evakuasi korban di lokasi banjir, mengerahkan dua unit alat berat dan memasang tenda pengungsi dan membuat dapur umum untuk korban banjir.

Dari pendataan sementara BPBA, korban terdampak sebanyak 1.846 jiwa dalam 466 kepala keluarga (KK) yang tersebar di Kecamatan Bukit Tusam, Darul Hasanah, Lawe Sigala-Gala, Babul Rahmah dan dan Lawe Alas.

Banjir merusak 189 unit rumah warga, diantaranya 47 unit rusak berat, tiga unit rusak sedang, dan 139 unit rusak ringan. Selain itu juga terdapat lima jembatan penghubung antar desa putus total, pagar Puskesmas yang jebol serta beberapa kerusakan fasilitas umum lainnya.[rls/ji]

Permudah Ujian Bikin SIM, Satlantas Polres Aceh Besar Gelar Coaching Clinic

0

Nukilan.id – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Aceh Besar menggelar program Coaching Clinic bertujuan membantu masyarakat untuk siap saat ujian membuat surat izin mengemudi (SIM).

Dalam Program tersebut diberikan materi, panduan, kiat-kiat serta tips agar lulus ujian teori maupun ujian praktek pembuatan SIM.

Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Aceh Besar, AKP Rina Bintar Handayani mengatakan, Program Coaching Clinic ini merupakan program unggulan Satlantas Polres Aceh Besar dalam membantu pelayanan kepada masyarakat yang ingin membuat SIM.

Program Coaching Clinic tersebut dikhususkan untuk melatih masyarakat sebelum mengikuti ujian pembuatan SIM. Program itu dibuka setiap hari Senin, Rabu dan Sabtu pukul 09.00 wib s/d 12.00 WIB yang bertempat di Satpas SIM Polres Aceh Besar.

Dengan mengikuti program tersebut, nanti masyarakat akan dipandu bagaimana cara menjawab soal-soal ujian SIM dan cara lulus ujian praktek melalui pemberian kisi-kisi dan tips dari petugas kepolisian.

Kami mengajak masyarakat untuk mematuhi dan mentaati aturan berkendara di jalan raya. Selanjutnya, yang telah dinyatakan lulus coaching clinic, akan diberikan surat keterangan untuk melanjutkan ke ujian pembuatan SIM sebenarnya dan melengkapi berkas-berkas yang diminta.

Syarat pembuatan SIM saat ini bukan hanya KTP, dan surat kesehatan saja, melainkan juga harus menyertakan surat tes psikologi yang dikeluarkan oleh rumah sakit atau instansi yang berwenang. Jadi mau bikin SIM A atau SIM C, dua-duanya harus menyertakan surat hasil tes psikologi. []

KNPI Aceh Gelar Coaching Clinic Barista Muda

0
(Foto: Nukilan/Wanda)

Nukilan.id – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Aceh melaksanakan kegiatan coaching clinic barista muda yang berlangsung selama tiga hari mulai 7-9 November 2022.

Kegiatan yang didukung oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Aceh ini dibuka Kepala Bidang Kepemudaan Dispora Aceh, Ir. Saifullah, M.Si, di Hotel Lading, Banda Aceh, Senin (7/11/2022).

Dalam sambutannya, Saifullah menyampaikan apresiasi kepada KNPI Aceh yang terus fokus melakukan kegiatan positif dalam menjawab tantangan bagi generasi muda Aceh kedepan, seperti kegiatan coaching clinic barista muda yang dilaksanakan hari ini.

“Kami memberikan apresiasi yang baik kepada KNPI Aceh dengan kegiatan hari ini, semoga kedepan terus memberikan inovasi inovasi baru dalam rangka menjawab tantangan bagi generasi muda Aceh,” ucapnya.

Saifullah mengatakan, kegiatan ini merupakan program Dispora yang diselenggarakan oleh KNPI Aceh, pihak terus melakukan kegiatan yang menumbuhkan jiwa entrepreneur bagi generasi muda Aceh. Karena kegiatan seperti ini yang sangat baik agar para Pemuda bisa lebih kreatif dan berinovasi.

“Kami terus membangun generasi muda Aceh kedepan dengan kegiatan-kegiatan positif. Apalagi generasi muda saat ini di Aceh berjumlah 1,3 juta atau 26% diatas rata-rata nasional dengan usia 16-30 tahun. Karena itu, kami akan terus berusaha melakukan kegiatan setiap tahunnya agar para pemuda lebih mandiri, kreatif dan inovatif,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan coaching clinic ini dapat bermanfaat bagi generasi muda Aceh, sehingga mereka mampu menjawab berbagai tantangan untuk mewujudkan Aceh yang hebat dan berdaya saing, baik tingkat nasional maupun internasional.

“Terima kasih kepad seluruh peserta yang telah bersedia hadir dan mengikuti kegiatan ini, semoga dapat bermanfaat,” harapnya.

Dalam kesempatan sama, Perwakilan KNPI Aceh, Isnadi, M.Si mengucapkan terima kasih kepada Dispora Aceh yang selalu memberi dukungan dalam setiap kegiatan kepemudaan.

“Dispora selalu menjadi mitra yang baik dalam setiap kegiatan kepemudaan, salah satunya seperti kegiatan hari ini. Semoga kemitraan ini dapat terus berlanjut. Dan juga kami sangat berterima kasih atas dukungannya,” ucapnya.

(Foto: Nukilan/Wanda)

Menurut Isnadi, KNPI dan Dispora Aceh memiliki peran penting dalam melahirkan generasi muda yang berkualitas dan berjiwa entrepreneur, karena generasi muda adalah salah satu unsur utama penggerak kewirausahaan yang akan memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi, khususnya di Aceh.

Sementara itu, Ketua Panitia, Dedi Kusnaidi melaporkan, kegiatan coaching clinic barista muda ini diikuti sebanyak 80 peserta yang berasal dari Banda Aceh, Aceh Besar, Pidie dan Lhokseumawe. Dan kegiatan ini dilaksanakan oleh KNPI Aceh dengan menggunakan anggaran dari Dispora Aceh.

“Karena itu, kami mengucapkan terima banyak kepada Dispora Aceh yang telah mendukung kegiatan ini. Dan juga kepada seluruh peserta yang telah bersedia mengikuti kegiatan ini. Semoga kegiatan ini dapat terus meningkat kapasitas dan skil para peserta terkait makna dari barista itu sendiri,” pungkasnya. [Wanda]

Kotoran Kelelawar dari Indonesia Laris di Luar Negeri

0
Ilustrasi. Kotoran kelelawar dari Indonesia memang dijual sampai keluar negeri untuk menjadi pupuk yang disebut bat guano. © Wikimedia Commons

Nukilan.id – Bagi negara dengan kekayaan alam yang luar biasa besar, mengekspor produk alam adalah hal biasa bagi Indonesia. Bentuk produk yang diekspor pun tentunya beraneka ragam.

Dari sekian banyak produk alam Indonesia yang diekspor tersebut, salah satunya adalah kotoran kelelawar. Ya, kotoran kelelawar dari Indonesia memang dijual sampai keluar negeri untuk menjadi pupuk yang disebut bat guano.

Bat guano laris di luar negeri karena manfaat besarnya untuk keperluan pertanian. Laman resmi Kementerian Pertanian menyebut pupuk guano alias pupuk berbahan dasar kotoran hewan yang didapat dari gua efektif untuk menyuburkan tanah karena mengandung fosfor dan nitrogen yang tinggi.

Pupuk guano dapat menjadi aktifator dalam pembuatan kompos. Selain itu, pupuk guano membuat tanaman mudah menyerap unsur yang bermanfaat dalam pupuk, serta memperbaiki dan memperkaya struktur tanah. Manfaat lainnya adalah adanya kandungan bakteria dan mikrobiotik flora yang berfungsi sebagai fungsida dan pemacu pertumbuhan tanaman utamanya daun, juga menguatkan batang tanaman.

Selain kelelawar, dunia pertanian juga sebenarnya mengenal pupuk berbahan kotoran hewan lain. Pupuk jenis itu biasa disebut dengan pupuk kandang dan bisa dibuat dari kotoran hewan seperti burung, bebek, dan ayam.

Untuk memenuhi kebutuhan ekspor bat guano, beberapa daerah menerapkan kebijakan-kebijakan tertentu mulai dari optimalisasi proses pengiriman hingga kontrol kualitas agar mutu kotoran kelelawarnya selalu terjaga.

Ekspor dari Jatim dan Sulsel
Salah satu daerah yang mengekspor bat guano adalah Jawa Timur. Ekspor perdana berhasil dilaksanakan dari sana pada akhir Maret lalu.

Guna menjaga kualitas kotoran kelelawar,Karantina Pertanian Surabaya memberi sertifikasi ekspor untuk tujuan Australia. Volume ekspor diklaim mencapai 129,76 ton dengan nilai Rp 838 juta.

Pada Maret lalu saat Jatim mulai mengekspor pupuk bat guano, produk diperiksa oleh Karantina Pertanian Surabaya untuk memastikan guano yang dieksplor bebas dari avian influenza (AI). Hasilnya, sebanyak 129,76 ton pupuk dengan nilai ekspor Rp 838 juta dinyatakan sehat, demikian seperti diwartakan Republika.

Daerah lain yang mengekspor bat guano adalah Sulawesi Selatan. Sama seperti Jatim, Sulsel juga diketahui mengekspor bat guano pada Maret lalu dengan terlebih dahulu menerapkan sertifikasi ekspor.

Bisnis.com mewartakan bahwa saat itu ada 46 ton bat guano yang disertifikasi dan siap diekspor ke Amerika Serikat dengan nilai Rp330 juta. Sertifikasi dilakukan dengan memeriksa kesesuaian dokumen dengan fisik barang. [GNFI]

Pengusaha Tambang Diminta Taat Hukum dan Membantu Daerah di Wilayah Kerjanya

0
Direktur Forum Bangun Investasi Aceh (ForBINA), Muhammad Nur, (Foto: Ist)

Nukilan.id – Direktur Eksekutif Forum Bangun Investasi Aceh (ForBINA) Muhammad Nur menyebutkan hingga akhir 2022, sejumlah catatan penting yang menjadi perhatian bersama. Dimana, berbagai fakta juga realita bahwa ada ratusan investasi sudah bekerja di Aceh.

Namun demikian, dengan berbagai alasan Pemerintah pusat mencabut beberapa Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi (OP) diminta untuk tidak melakukan kegiatan operasional lapangan hingga benar-benar dicabut izin atau dipulihkan kembali sebagaimana dialami beberapa perusahaan.

Berdasarkan data ForBINA untuk pertambangan mineral logam, perusahaan yang dicabut izin OP seperti PT Tambang Indrapuri Jaya, dengan luas 538 hektare (Ha) melalui surat nomor 20220405-01-78727 tertanggal 5 April 2022 lalu.

“Hal yang sama juga dialami oleh PT Lhong Setia Mining, dengan luas 500 Ha pemegang IUP-OP telah dicabut melalui surat nomor 20220405-0116330 tertangal 5 April 2022,” kata Muhammad Nur, Kamis (3/11/2022).

Ia mengatakan, begitu juga dengan PT Megallanic Garuda Kencana dengan luas 3.250 Ha, pemagang IUP-OP dinyatakan dicabut melalui surat nomor 20220405-01-50069 tertanggal 5 April 2022.

Nasib yang sama dialami PT Multi Mineral Utama, dengan luas mencapai 1.000 Ha. Sementara untuk PT Estamo Mandiri, dengan luas 600 Ha, juga dicabut melalui surat nomor 20220405-01-12285 tertanggal 5 April 2022.

“Sementara pemegang izin untuk batu bara, PT Nirmala Coal Nusantara, dengan luas 3.198 Ha, selaku pemegang IUP-OP, juga dicabut melalui surat nomor 20220423-01-080601 tertanggal 23 April 2022,” ujar Muhammad Nur.

ForBINA mengingatkan, agar perusaha-perusahaan yang sudah dipulihkan untuk tidak lalai dalam memenuhi hak kewajiban sebagai perintah hukum yang berlaku.

Dimana, masa pulih kembali izin-izin yang sudah dicabut harus dikawal bersama, jika tidak juga melakukan sebagaimana hak dan kewajiban, maka bukan tidak mungkin, izinnya bakal dicabut kembali.

Berdasarkan data yang ForBINA, ada 14 perusahaan tambang yang begerak sektor Mineral Logam, sedangkan sektor batu bara ada tujuh perusahaan yang sudah memegang IUP-OP.

“Sementara Minenal Non Logam Jenis tertentu, ada Sembilan IUP-OP yang sudah ready (selesai) proses izinnya,” jelas Muhammad Nur.

Untuk pertambangan Mineral bukan logam dan batuan ini, Sambung Muhammad Nur, tersebar diberbagai Kabupaten. Diantaranya, Subulussalam enam izin.

“Aceh singkil lima izin, Simulue enam izin, Posoe 30 izin, Pidie Jaya sembilan izin, Nagan raya 16 izin, Lhokseumawe lima izin, serta Langsa lima izin,” terangnya.

Lebih lanjut, kata Muhammad Nur kemudian Gayo Lues dua izin, Bireun 26 izin, Bener Meriah 10 izin, Aceh Utara 14 izin, Aceh Timur 19 izin, Aceh Tenggara tiga izin, Aceh Tengah 15 izin. Aceh Tamiang 42 izin, Aceh Selatan delapan izin, Aceh Jaya 13 izin, Aceh besar 27 izin, Aceh Barat tiga izin, dan Aceh Barat Daya (Abdya) delapan izin.

“Untuk itu, kita menyoroti kebijakan industri dari pemegang IUP yang tidak aktif dalam membantu daerahnya masing-masing,” ucapnya.

Muhammad Nur menambahkan, dimana saat bencana terjadi pengusaha diam seribu bahasa, hanya sibuk urusan Corporate social responsibility (CSR) yang jumlahnya tidak seberapa. Begitu juga dengan sektor perkebunan pemegang Hak Guna Usaha (HGU) yang mencapai 236 Pengusaha di Aceh.

Sedangkan angka kemiskinan masih tinggi, oleh karena itu, ForBINA meminta Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, bersama bupati wali kota, untuk mendorong agar pengusaha membuka kantor di daerah.

“Hal ini dilakukan dalam rangka menciptakan lapangan kerja bagi generasi Aceh. Dan menunjukan daerah tersebut juga tidak anti investasi,” tuturnya. [Reji]

Empat Pencuri Pintu Besi Toko di Banda Aceh Diringkus Polisi

0

Nukilan.id – Polisi dari tim gabungan Satreskrim dan Satintelkam Polresta Banda Aceh meringkus empat pelaku pencuri pintu besi toko milik M. Imam Zamzami warga Gampong Ceurih, Ulee Kareng, Banda Aceh, Jumat (4/11/2022).

Pencurian pintu besi milik korban dilaporkan ke Polresta Banda Aceh sesuai dengan Laporan Polisi Nomor : LPB/500/XI/2022/SPKT/Polresta Banda Aceh/Polda Aceh pada hari Kamis (3/11/2022) sekira jam 21.20 WIB.

Toko milik korban yang berada di gampong Ateuk Pahlawan, Banda Aceh tersebut dilaporkan telah kehilangan 10 lembar pintu besi berwarna orange di ambil oleh pelaku yang belum diketahui identitasnya.

Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Joko Krisdiyanto, SIK melalui Kasatreskrim Kompol Fadillah Aditiya Pratama, SIK mengatakan empat pelaku pencurian diamankan dilokasi yang berbeda.

“Empat pelaku pencurian yang kami amankan diantaranya RI (36), BH (18) dan Komo (31) merupakan warga Kota Banda Aceh. Sementara OS (32) warga Medan,” sebut Kompol Fadillah.

Fadillah menjelaskan, pada hari Kamis (3/11/2022) sore, korban diberitahu oleh sepupunya yang saat itu melintas di depan toko miliknya, dan melihat pintu besi toko milik korban sudah tidak ada lagi.

” Setelah mendengar kabar tersebut, kemudian korban langsung ke TKP dan melihat toko tersebut pintu bersama kosennya telah hilang yang diambil oleh pelaku yang belum diketahui identitasnya, sehingga ianya mengalami kerugian Rp. 40 juta dan melaporkan ke Polresta Banda Aceh untuk pengusutan lebih lanjut, ” kata Fadillah.

Dari hasil penyelidikan sidik jari oleh Unit Inafis Satreskrim, lanjutnya, ditemukan jejak pelaku, sehingga tim saling melakukan pencarian terhadap pelaku.

” Saat dilakukan penyelidikan dengan cara mencari jejak pelaku, ditemukan bukti sidik jari di seputaran toko, dan data tersebut tertuju pada pelaku RI ” tambahnya.

Mendapat arahan dari pimpinan, tim langsung menuju ke lokasi persembunyian pelaku RI, dan mengamankan nya terkait dugaan melakukan tindak pidana pencurian, sambung Kasatreskrim.

Dari keterangan pelaku RI, ianya mengakui benar telah melakukan pencurian pintu besi toko milik korban pada hari Kamis (3/11/2022) sekitar jam 11.00 WIB bersama pelaku OS dan WI (30) yang saat ini dalam pencarian polisi, katanya.

Kemudian, setelah dilakukan interogasi, pada hari Jumat (4/11/2022) dini hari, tim kembali mendapatkan informasi bahwa pelaku OS sedang berada di rumahnya di salah satu gampong dalam kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh dan berhasil diringkus.

Sementara itu, barang hasil curian tersebut telah di jual ke tempat penampungan barang bekas di gampong Batoh dan di gampong Pango. Polisi pun kemudian melakukan penyitaan barang bukti berupa 10 lembar pintu besi warna orange dan empat pelaku pun kini memdekam di sel tahanan Polresta Banda Aceh.

Atas kejadian tersebut, Polisi menerapkan Pasal 362 KUHP dengan ancaman kurungan lima tahun penjara, pungkas Kasatreskrim. [Hadiasnyah]