Beranda blog Halaman 1500

Cara Sederhana dalam Mencegah Stunting pada Anak

0
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Aceh, dr. Sulasmi, MHSM. (Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Sebagian masyarakat belum mendapatkan informasi yang jelas mengenai apa itu stunting. Apakah itu disebabkan karena kurangnya informasi dan sosialisasi mengenai stunting dan bagaimana pencegahannya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, dr. Sulasmi, MHSM dalam keterangannya mengatakan bahwa stunting itu merupakan masalah gizi kronis yang disebabkan kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama yang mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada balita.

“Biasanya tinggi anak yang mengalami stunting itu pertumbuhannya jauh lebih lambat atau lebih pendek dari standar usianya,” ujar dr. Sulasmi kepada Nukilan, Kamis (10/11/2022).

Hal ini, kata dia, biasanya terjadi pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yaitu sejak anak masih di dalam kandungan hingga anak usia 2 tahun.

“Dan apabila tidak tertangani maka akan berpengaruh terhadap tingkat kecerdasan anak dan status kesehatan pada saat dewasa,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Sulasmi menjelaskan, salah satu penyebabnya adalah kurangnya asupan protein. Selain itu, Stunting pada anak juga bisa disebabkan masalah pada saat kehamilan, melahirkan, menyusui, atau setelahnya, seperti pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang tidak mencukupi asupan nutrisi.

“Yang menjadi penyebab terjadinya stunting adalah rendahnya tingkat asupan gizi baik pada ibu hamil, ibu menyusui maupun balita,” jelasnya.

Seperti yang diketahui, tambah Sulasmi, makanan bergizi tidak harus didapatkan dari makanan yang benilai mahal ataupun berbahan import. Tapi makanan bergizi ini bisa didapatkan tanpa harus mengeluarkan banyak biaya.

Kemudian, tanpa mengesampingkan perhatian pada pemenuhan Angka Kecukupan Gizi (AKG), dan juga tak kalah penting yakni menyusun menu harian untuk mencegah stunting.

“Ada beberapa bahan makanan murah meriah dan mudah didapatkan disekitar kita, yaitu seperti tempe dan tahu, kacang – kacangan, telur, hati ayam serta ikan,” sebutnya.

Selain makanan diatas, kata dia, Air Susu Ibu (ASI) juga tak kalah penting manfaatnya untuk menurunkan stunting.

“Dan tetap mengatur porsi makan yang dikonsumsi dalam satu piring pada setiap kali makan dengan 50 persen buah dan sayur serta 50 persennya karbohidrat dan protein, agar memenuhi gizi seimbang. Mari cegah stunting sejak dini,” pungkas dr. Sulasmi.

Baca juga: BKKBN Aceh: Penanganan Stunting Tanggung Jawab Bersama

Reporter: Wanda
Editor: Mirzu

Penjelasan Iskandar Alfarlaki Soal Pentingnya Perubahan Qanun Jinayat

0
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Iskandar Usman Al-Farlaky. (Foto: ESDM Aceh)

Nukilan.id – Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Iskandar Usman Alfarlaki menyampaikan maksud dan tujuan Revisi Qanun Aceh nomor 06 tahun 2014 tentang hukum jinayat.

Katanya, itu semangat melindungui perempuan dan anak dari angka keterlaluan dan seksual terhadap mereka, bahkan sudah menuju ke ketertarikan.

Hal ini disampaikannya selesai rapat RDPU, Banda Aceh, Kamis, (10/11/2022)

“Kasusnya sudah mencapai ratusan bahkan perhari bisa kita hitung sampai 2 kasus di Aceh,” kata Iskandar Usman Alfarlaki.

Dijelaskan, beberapa pasal yang akan kita lakukan revisi, khusus pada pasal perempuan dan anak, yang sudah diatur umurnya, dan bagaimana kasus anak dengan anak, antara orang dewasa dengan anak dan dewasa dengan dewasa

Kemudian dipasal yang semula hanya pada cambuk , nanti akan ada akumulatif, yang tidak hanya pada hukuman cambuk tetapi juga pada hukuman penjara, mengapa seperti ini? karena para pelaku yang telah dicambuk saja kembali kelingkungan dan bertemu lagi dengan korban yang akan membuat korban secara pisikologis akan tertekan.

Menurut Arfarlaki, bila tertekan maka pemulihan terhadap korban akan sia-sia.

“Kita juga menambahkan rancangan untuk tanggung jawab pemerintah korban, bagaimana nantinya korban harus difasilitasi oleh pemerintah baik pemulihan dan psikologinya,” ujarnya.

Alfarlaki berharap dengan pemberlakuan Qanun Jinayat perubahan ini dapat meberikan aspek keadilan bagi seluruh korban dan dapat membuka ruang untuk jaminan korban.

Reporter: Hadiansyah

Ketua DPRA Apresiasi “Pejuang” Perubahan RDPU Qanun Jinayat

0
Ketua DPRA, Saiful Bahri alias Pon Yahya. (Foto: Nukilan/Hadiansyah).

Nukilan.id – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Saiful Bahri mengapresiasi inisiator yang telah berjuang agar perubahan Qanun Aceh nomor 06 tahun 2014 tentang hukum jinayat, ditetapkan dalam prolega prioritas tahun 2022.

“Tentunya para inisiator terpanggil untuk segera melakukan perubahan Qanun jinayah agar angka pelecehan seksual, khususnya terhadap anak-anak, dapat berkurang karena anak-anak adalah tumpuan masa depan,” kata Saiful Bahri kepada Nukilan.id, Banda Aceh, kamis, (10/11/2022).

Katanya, Aceh sebagai bagian dari negara kesatuan Republik Indonesia memiliki keistimewaan dan kekhususan, salah satunya kewenangan untuk melaksanakan syariat islam, dengan menjunjung tinggi keadilan, kemaslahatan dan kepastian hukum.

“Hukum Jinayat (hukum pidana) merupakan bagian dari syariat islam yang dilaksanakan di Aceh. dan amanah dari pasal 125 undang-undang nomor 11 tahun 2006 tentang pemerintahan Aceh,” ujarnya.

Menurutnya, proses sosial dan perkembangan masyarakat saat ini membuat Qanun Hukum jinayat diperlukan penguatan untuk kesempurnaannya.

“Perlu kita garis bawahi juga bahwa dalam penerapan Qanun Hukum Jinayat sering menimbulkan sejumlah perdebatan, terutama berkenaan dengan bentuk hukuman dan pengaturan tentang pemerkosaan dan pelecehan seksual. oleh karena itu, DPRA pada tahun 2022 ini sepakat untuk memperkuat qanun hukum jinayat ini dengan melakukan perubahan, ” lanjutnya. .

Disampaikan juga kegiatan RDPU ini bertujuan untuk penyempurnaan substansi rancangan Qanun Aceh tentang hukum jinayat ini, dan untuk memenuhi pasal 22 Qanun Aceh nomor 5 tahun 2011 tentang tata cara pembentukan Qanun.

Repirter: Hadiansyah

Daftar Benih Tanaman Perkebunan dari Aceh yang Sudah Varietas Unggul Nasional

0
Kepala UPTD BPSBTPHP Distanbun Aceh, Habiburrahman, STP< M.Sc bersama Kasie PSBun dan Komisi Ahli Distanbun Aceh, Nurjiah, SP saat melakukan pemeriksaan lapangan penangkaran Benih Cengkeh Lokal. (Foto: Ist)

Nukilan.id – Benih tanaman yang tergolong tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan merupakan titik awal yang menentukan Pertumbuhan dan perkembangan tanaman, karena hal tersebut penggunaan benih tanaman yang berkualitas ikut pula menentukan produksi serta pendapatan petani.

Salah satu komoditi tanaman keras yaitu tanaman perkebunan merupakan infestasi jangka Panjang yang mana periode tanaman belum menghasilkan khususnya tanaman tahunan relative lama 4 sampai 5 tahun, disamping masa produksi juga relatif lama 10 hingga tahun.

Kepala UPTD Balai Pengawasan dan sertifikasi Benih Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (BPSBTPHP) Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh Habiburrahman, S.TP, M.Sc mengatakan peredaran benih tanaman perkebunan ini perlu dilakukan pengawasan mutu dan peredarannya melalui sertifikasi dimana untuk Provinsi Aceh satu-satunya lembaga yang diberi amanah secara regulasi untuk melakukan sertifikasi benih termasuk pelabelan adalah UPTD BPSBTPHP Distanbun Aceh.

“Provinsi Aceh mempunyai beberapa komoditi unggulan daerah untuk tanaman perkebunan antara lain kelapa sawit, kelapa, karet, kakao, kopi cengkeh, lada, nilam, pinang, pala dan serewangi,” sebut Habib kepada Nukilan di Banda Aceh, Kamis (10/11/2022).

Di antaranya ada beberapa komoditi Aceh telah memiliki varietas unggul yang sudah di lepas oleh Menteri Pertanian yang mana ini merupakan kekayaan genetik Aceh (plasma nutfah) yaitu nilam dengan Varietas Lhokseumawe, Varietas Tapaktuan dan Varietas Sidikalang. Nilam Aceh telah memiliki Indentifikasi Geografis (IG) karena memiliki nilai PA nya yang tinggi.

“Komoditi lain varietas unggul yang Aceh miliki adalah kopi arabika yaitu Gayo 1, Gayo 2 dan Gayo 3 dan untuk kopi juga telah memiliki IG dengan khasnya masing masing,” ujarnya.

Selain Kopi dan nilam, kata Habib, kelapa Aceh juga telah memiliki varietas unggul yaitu kelapa lampanah. Sementara komoditi yang dalam proses memperoleg IG adalah pala.

“Dalam pelaksanaan pengembangan komoditas diatas penyaluran benih harus dilakukan sertifikasi, sehingga dapat menjaga kemurnian varietas,memelihara mutu benih , memberikan jaminan kepada penggunan serta memberikan legalitas kepada produsen benih,” jelas Habib.

Evaluasi Kebun Sumber Benih Pinang Lokal Aceh Utara. (Foto: Ist)

Sementara itu, Komisi Ahli Distanbun Aceh, Nurjiah, SP mengatakan bahwa secara regulasi UPTD BPSBTPHP untuk Benih Perkebunan mengacu kepada Peraturan Menteri No 50/Permentan/KB.020/9/2015 tentang Produksi, sertifikasi, peredaran dan pengawasan benih tanaman perkebunan sehingga sertifikasi ini dibutuhkan dalam rangka melakukan penilaian terhadap kebun sumber benih tanaman agar terjaga mutu sesuai jargon Bpsb Aceh Na Berkat (Gunakan Benih Bersertifikat) terus meningkat.

Selain kebutuhan tersebut, sertifikasi ini perlu dilakukan agar mencegah terjadinya peredaran benih ilegal (tidak bersertifikat) yang bisa mengakibatkan kerugian waktu, biaya dan tenaga.

“Untuk itu diharapkan melalui adanya sertifikasi benih perkebunan dapat memberikan jaminan kepada pengguna atau pembeli benih terhadap kemurnian dan mutu benih dengan harapan agar menjaga dan meningkatan produksi tanaman perkebunan,” pungkas Nurjiah.(Adv)

Fraksi Demokrat Desak Pemerintah Aceh Prioritaskan Pemulihan DAS

0
Ketua Fraksi Demokrat Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Nurdiansyah Alasta. (Foto: Dok. Pribadi Nurdiansyah Alasta)

Nukilan.id – Aceh kembali dilanda banjir parah dalam beberapa hari ini. Khususnya Aceh Tamiang dan Aceh Tenggara. Sebelumnya banjir juga sempat melanda beberapa daerah lain di Aceh di tahun ini.

Salah satu penyebab dari banjir tersebut adalah karena rusaknya sebagian Daerah Aliran Sungai (DAS) yang ada di Aceh. Hal ini disampaikan oleh Ketua Fraksi Demokrat Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Nurdiansyah Alasta.

“Bencana banjir di Aceh kian masif. Ini disebabkan oleh daya dukung lingkungan kita yang kian melemah. Salah satunya yaitu rusaknya DAS yang kita miliki saat ini” ujar anggota DPRA dari Dapil Aceh 8 tersebut, Rabu (9/11/2022).

60 persen DAS di Aceh berada dalam kawasan hutan sementara sebagian yang lain berada dalam kawasan penggunaan lainnya. Namun, menurut Nurdiansyah, hutan Aceh kian rusak karena aktivitas alih fungsi lahan sehingga berdampak pada rusak DAS yang ada.

“Sebagian besar DAS kita berada dalam kawasan hutan. Namun kawasan hutan kita semakin hari kian menyusut karena alih fungsi lahan. Hal ini mengakibatkan rusaknya DAS. Sehingga mengakibatkan air meluap dan banjir” lanjutnya.

Banjir yang melanda Aceh berdampak sangat besar pada ekonomi dan sosial masyarakat Aceh. Fraksi Demokrat menyayangkan apabila hal tersebut tidak segera diatasi maka masyarakat akan selalu menjadi korban setiap kali musibah banjir itu datang.

“Banjir yang melanda Aceh berdampak sangat luas. Terjadi kerugian secara ekonomi dan juga sosial. Apabila tidak segera kita cari solusi, maka masyarakat akan menanggung semua resiko dan kerugian itu” ucapnya.

Oleh karena itu, untuk menanggulangi banjir tersebut, Fraksi Demokrat di DPRA mendesak pemerintah Aceh memprioritaskan pemulihan DAS yang ada di Aceh. Terlebih saat ini Aceh sudah memiliki Qanun Nomor 7 Tahun 2018 Tentang Pengelolaan DAS Terpadu.

“Kita mendesak Pemerintah Aceh untuk memprioritaskan pemulihan DAS rusak yang ada di Aceh. Ini juga merupakan salah satu komitmen kita terhadap implementasi Qanun tentang DAS Terpadu dalam upaya mengurangi resiko banjir di Aceh” tutup bendahara umum Demokrat Aceh itu.

Pasokan Telur dari Medan ke Aceh Capai 2,3 Juta Butir Setiap Hari

0
Kepala Disperindag Aceh, Ir. Mohd. Tanwier, MM. (Foto: Nukilan)

Nukilan.id – Aceh membutuhkan 2.3 juta butir telur yang dipasok dari Medan. Jumlah ini masih kalah dengan produksi daerah sendiri hanya 650 ribu butir.

“Ini fakta yang kita alami selama hampir sepuluh tahun lebih sehingga sangat tergantung dengan tetangga,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh, Ir. Mohd. Tanwier, MM, Rabu (9/11/2022).

Menurutnya kendala dasar di Aceh disebabkan selain tidak adanya pabrik pakan ternak kemudian masih belum maksimalnya para peternak khususnya ayam petelur dalam mengembangkannya.

Kita hanya sedikit – sedikit yang menggarap sehingga sangat berpengaruh dengan produksi telur untuk kebutuhan masyarakat di 23 kabupaten/kota di Aceh.

Untuk membangun pakan ternak kata Tanwier harus ada investor yang berani bangun pakan ternak di Aceh agar peternak mau mengembangkan dengan jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan telur.

Tidak hanya telur, Tanwir juga menambahkan bahwa Aceh juga mengimpor beras dari luar, ini meski kita punya lahan sawah yang luas namun belum bisa memenuhi pemenuhan beras bagi masyarakat Aceh.

Ada beras dari NTT dan Pula Jawa masuk ke Aceh. Sebab kita (perindag) ngak punya bupper stok yang ada di bulog dan sangat terbatas juga..karena mereka tak sanggup juga membeli gabah petani,’ jelasnya lagi.

Tanwir tidak sempat merinci data berapa ribu ton beras luar masuk ke Aceh namun katanya setiap bulan pasokan beras tetap diimpor untuk Aceh.

Karenanya sebut mantan plt Bupati Aceh Tengah ini sudah saatnya ada industri yang membackup karena kalau hanya pemerintah saja justru tak sanggup justru ada pengusaha yang mau bersama mendukungnya. [Harianrakyataceh]

Ikatan Arsitek Indonesia Gelar Rakernas di Aceh

0
Asisten Administarsi Umum Sekda Aceh, Dr. H. Iskandar, AP, S.Sos, M.Si, saat menyampaikan sambutan Pj. Gubernur Aceh sekaligus membuka rapat kerja nasional (Rakernas) Tahun 2022 yang digelar Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) di Museum Aceh, Banda Aceh, Rabu, (9/11/2022) malam.

Nukilan.id – Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) menggelar rapat kerja nasional (Rakernas) Tahun 2022 di Banda Aceh. Pembukaan Rakernas dilakukan Asisten Administrasi Umum Sekda Aceh, Dr. Iskandar mewakili Pj Gubernur Aceh di Museum Aceh, Rabu, 9 November 2022.

Rakernas ini akan berlangsung empat hari dengan diikuti para ketua dan pengurus IAI seluruh provinsi di Indonesia.

Asisten Administrasi Umum Sekda Aceh, Dr. Iskandar atas nama Pemerintah Aceh mengucapkan selamat datang dan terima kasih telah memberi kepercayaan kepada Aceh sebagai tuan rumah pelaksanaan Rakernas IAI tahun ini.

Iskandar mengatakan, Pemerintah Aceh menyambut baik dan mendukung pelaksanaan Rapat kerja Nasional IAI dan berharap kegiatan itu bisa melahirkan program strategis dalam memajukan dunia arsitektur di Indonesia, sehingga arsitek negeri ini tidak hanya siap menjadi tuan rumah di daerah sendiri, tapi juga dapat bersaing di tingkat global.

Lebih lanjut Iskandar menyebut, jika melihat sejarah, terlihat jelas bahwa seni arsitektur sesungguhnya telah dimulai semenjak zaman Renaissance, di mana bangunan yang dibuat para arsitek ketika itu bukan hanya memikirkan fungsi bangunan, tapi juga mementingkan dari sisi estetika.

Namun tradisi ini disebut menciut seiring tumbuhnya industrialisasi di mana orang-orang cenderung mempersingkat waktu dalam bekerja sehingga nilai seni terkadang diabaikan. Yang muncul hanyalah orientasi kepada fungsi.

“Ketika desain arsitektur hanya berorientasi kepada fungsi,dampaknya akan berpengaruh kepada wajah kota,” kata Iskandar.

Selain itu, desain arsitektur yang buruk juga dikatakan akan membuat wajah kota kurang indah. Sebaliknya, desain arsitektur dengan nilai seni tinggi akan membuat tampilan kota lebih indah.

“Barangkali nilai seni inilah yang perlu menjadi perhatian para arsitek di era modern ini. Tentu saja nilai seni itu harus dibarengi dengan daya tahan bangunan yang tinggi agar bangunan bisa tahan menghadapi berbagai kondisi alam, termasuk bencana alam,” kata Iskandar.

Provinsi Aceh disebut punya pengalaman dengan semua fenomena itu. Aceh punya banyak bangunan dengan nilai seni tinggi yang menambah indahnya tampilan kota. Namun ada pula bangunan yang hanya berorientasi kepada fungsi , yang dibangun tanpa memikirkan kondisi alam. Sehingga ketika bencana melanda, bangunan itu runtuh hingga rata dengan tanah.

“Tentunya pengalaman buruk tentang konsep desain yang salah itu menjadi pengalaman berharga bagi arsitek untuk berkarya lebih baik ke depan. Para arsitek tidak hanya dituntut menghasilkan karya dengan nilai seni tinggi, tapi juga harus memikirkan aspek fungsi dan daya tahan secara bersamaan.”

Untuk itu, IAI yang merupakan wadah bagi bernaungnya arsitek Indonesia, diharapkan dapat mengarahkan arsitek Indonesia khususnya Aceh berkarya dengan menyentuh ketiga aspek itu.

“Oleh karena itu, organisasi ini perlu mendapat penguatan, baik dari sisi kepengurusan maupun dalam bidang program,” kata Iskandar.

Rakernas tersebut dihadiri Ketua IAI Georgius Budi Yulianto, Ketua IAI Aceh Aulia Rahman, serta para ketua IAI seluruh Indonesia. []

Gempa 4,9 Magnitudo Guncang Takengon

0
Ilustrasi Gempa. (Foto: Antara)

Nukilan.id – Gempa bumi 4,9 magnitudo mengguncang Kota Takengon, Kabupaten Aceh Tengah pada Kamis (10/11/2022) siang.

Berdasarkan keterangan resmi dari laman Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika melalui website inatews.bmkg.go.id, bahwa gempa tersebut terjadi tepat pukul 12:56:30 WIB.

Lebih lanjut, BMKG menjelaskan pusat gempa berada di lokasi 4.28 LU, 96.72 BT, tepatnya berada di 40 km BaratDaya Takengon

BMKG juga menyatakan, gempa yang terjadi di kedalaman 10 kilometer tersebut tidak berpotensi tsunami.

Meskipun demikian, BMKG mengimbau kepada masyarakat, agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap gempa bumi susulan yang mungkin terjadi.

“Hati-hati terhadap gempabumi susulan yang mungkin terjadi,” demikian peringatan yang dikeluarkan BMKG dalam situs resminya.

Getaran gempa juga dirasakan di Nagan Raya, Bener Meriah, Pidie, Lhokseumawe. Belum diketahui ada tidaknya dampak yang ditimbulkan akibat gempa tersebut. [Reji]

Komisi I DPRA Gelar Dengar Pendapat Soal Perubahan Qanun Tentang Hukum Jinayat

0

Nukilan id – Komisi I DPRA menggelar rapat dengar pendapat umum (RDPU) terkait “Rancangan Qanun Aceh tentang Perubahan atas Qanun Aceh nomor 6 tahun 2014 tentang hukum jinayat

“Tidak ada yang namanya namanya perzinaan antara anak dan orang dewasa,” kata Prof Abdul Razak, salah seorang peserta RDPU di Gedung Paripurna DPRA, Banda Aceh, Kamis (10/11/2022)

Abdul Razak menyebut Perlindungan ini harus kita lindungi bukan hanya pada korban, tapi juga harus ada bagi orang-orang baik yang di fitnah.

Swemwentara, Rudi Bastian LBH anak Kota Banda Aceh Meminta alternatif antara hukum cambuk, penjara, dan denda. pemimpin pelaku harus di cambuk dan di penjara.

Sedangkan Anggopta DPRA Iskandar Alfarlaki menyampaikan semua pendapat yang disampaikan sangat berharga dan menjadi masukan bagi kami (DPRA) sebagai tim perumus, kekerasan seskual bagi perempuan dan anak. Kita berharap Qanun ini bisa berdampak positif setelah direvisi.

Reporter: Hadiansyah

Presiden Rusia Dipastikan Tak Hadiri KTT G20

0
Presiden Rusia Vladimir Putin. (AP/Alexander Zemlianichenko)

Nukilan.id – Presiden Rusia Vladimir Putin dipastikan tak menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi negara-negara kelompok 20 (KTT G20) di Bali pada 15-16 November.

Seperti dikutip dari Reuters, kepastian Putin bakal absen disampaikan salah satu pejabat pemerintah RI.

Rusia bakal diwakilkan oleh Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov di KTT G20 di Bali.

Juru bicara Menteri Koordinator Maritim dan Investasi, Jodi Mahardi, mengatakan Putin kemungkinan hadir secara virtual di KTT G20.

Sementara itu, Lavrov sebelumnya menghadiri pertemuan antar Menlu G20 di Bali secara langsung.

AFP melaporkan bahwa Kedutaan Besar Rusia di Jakarta juga memastikan bahwa Lavrov akan menggantikan Putin hadir di KTT G20.

“Saya dapat memastikan (Menlu) Sergei Lavrov akan memimpin delegasi Rusia di G20. Program untuk Presiden Putin masih berproses, ia kemungkinan hadir secara virtual,” tutur Kepala Protokol Kedubes Rusia, Yulia Tomskaya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan sinyal bahwa Putin kemungkinan tak hadir dalam KTT G20 di Bali.

Jokowi mengatakan percakapan teleponnya dengan Putin pada pekan lalu menyisakan “kesan kuat” bahwa pemimpin Rusia itu tidak akan menghadiri pertemuan di Bali.

Dalam wawancara dengan Financial Times yang dilansir Reuters pada Selasa (8/11), Jokowi mengatakan Rusia tetap disambut dalam KTT itu yang sejauh ini didominasi ketegangan atas invasi Rusia ke Ukraina.

Di kesempatan itu, Jokowi juga meluapkan kekhawatirannya sebagai tuan rumah G20 tahun ini jika KTT forum itu akan berlangsung di bawah bayang-bayang ketegangan internasional “yang sangat mengkhawatirkan”.

“G20 bukan untuk forum politik. Ini untuk forum ekonomi dan pembangunan,” ucap Jokowi.

Selain Putin, Indonesia juga mengundang Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky untuk hadir dalam KTT G20 nanti meski Kyiv bukan lah anggota forum tersebut.

Namun, kepada wartawan di Jakarta, Jokowi mengatakan Zelensky masih mempertimbangkan situasi dan kondisi di negaranya dan belum memberi kepastian.

“Beberapa hari yang lalu saya juga sudah bertelepon, berbicara lewat telepon dengan Presiden Putin dan Presiden Zelensky, beliau menyampaikan akan hadir kalau kondisinya memungkinkan,” kata Jokowi dalam keterangan tertulis, Selasa (8/11).

CNNIndonesia.com sudah menghubungi juru bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah untuk mengonfirmasi soal kepastian Putin bakal absen di KTT G20 Bali. Namun, sejauh ini belum ada jawaban dari Faizasyah. [CNN]