Beranda blog Halaman 1481

Asisten I Sekda Aceh Serahkan SK Pengangkatan Suhendri Sebagai Ketua BRA

0
Asisten Pemerintahan dan Keistimewaan Aceh, Dr. M. Jafar, SH, M.Hum, menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pengangkatan Ketua Badan Reintegrasi Aceh (BRA) yang baru kepada Suhendri, di Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, Jumat 25 November 2022.

Nukilan.id – Asisten I Sekda Aceh bidang Pemerintahan dan Keistimewaan Aceh, M Jafar, menyerahkan surat keputusan (SK) pengangkatan Ketua Badan Reintegrasi Aceh (BRA) yang baru kepada Suhendri, di Kantor Gubernur Aceh, Jumat, (25/11/2022).

Suhendri usai menerima SK tersebut mengatakan, pengangkatan dirinya sebagai Ketua BRA merupakan rekomendasi dari Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA), Muzakir Manaf. Berdasarkan rekomendasi tersebut, ia diangkat sebagai pimpinan di lembaga penanganan korban konflik itu oleh Pj Gubernur Aceh.

“Ke depan kita akan membuka komunikasi terlebih dahulu dengan Kepala Sekretariat BRA untuk pelaksanaan sertijab dengan ketua yang lama,” kata Suhendri.

Suhendri mengatakan siap untuk bekerja semaksimal mungkin untuk memberikan manfaat terbaik bagi para korban konflik. Untuk menyukseskan berbagai program penanganan konflik, ia akan terlebih dahulu menjalin komunikasi dengan panglima wilayah KPA dan para mantan kombatan untuk menyerap aspirasi mereka. []

Pj Gubernur Bantu Warga Aceh Korban Gempa di Cianjur

0
Kepala BPPA, Akkar Arafat, didampingi Kasubag TU BPPA, Said Marzuki saat melakukan pelepasan bantuan masa panik dari Pemerintah Aceh untuk warga Aceh yang menjadi korban gempa Cianjur di Kantor BPPA, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis 24 November 2022.

Nukilan.id – Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Achmad Marzuki mengirimkan bantuan masa panik kepada 53 masyarakat Aceh yang menjadi korban gempa di Cianjur, Jawa Barat, beberapa hari lalu.

“Pengiriman bantuan masa panik diberikan kepada masyarakat Aceh yang tinggal di Cianjur. Informasi yang kita dapatkan ada 11 Kepala Keluarga (KK) atau 53 orang masyarakat Aceh yang saat ini ada di tenda pengungsian,” ujar Achmad Marzuki melalui Kepala Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA), Akkar Arafat S.STP, MSi, Kamis, 24 November 2022.

Akkar menjelaskan, kondisi masyarakat Aceh yang berada di Cianjur saat ini dalam kondisi baik, namun sebagian besar rumah mereka rusak sedang.

“Informasi terkait warga Aceh yang tinggal di Cianjur ini kita dapatkan dari Aceh Sepakat Cianjur, olehnya kita langsung mempersiapkan tim untuk mengantarkan bantuan langsung,” jelas Akkar.

Adapun bantuan yang akan dikirimkan meliputi Pangan dan Sandang.

“Bapak Pj Gubernur Aceh juga mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya atas musibah ini kepada korban. Diharapkan korban gempa tabah dan sabar menjalani ujian tersebut. Dibalik kejadian ini, Insya ALLAH tentu ada hikmahnya,” kata Akkar.

Diketahui, gempa berkekuatan magnitudo 5,6 mengguncang Cianjur, Jawa Barat, pada Senin, 21 November 2022 siang. Gempa itu menimbulkan getaran hingga ke Jakarta dan sekitarnya. []

Sosok Salima Mukansanaga, Pembuka Pintu Wasit Perempuan di Piala Dunia 2022

0
Wasit Salima Mukansanga. (Foto: Getty Images)

Nukilan.id – Salima Mukansanga, warga Rwanda, berharap terpilihnya dia sebagai wasit di Piala Dunia 2022, akan membuka pintu bagi calon-calon wasit perempuan lainnya di Afrika. Ini pertama kalinya seorang perempuan menjadi ‘pengadil di lapangan’ dalam 92 tahun sejarah kompetisi sepak bola bergengsi itu.

Awal tahun ini, dia menjadi perempuan pertama yang memimpin laga di Piala Afrika, yang pertama kali diadakan pada 1958, sementara tahun lalu dia menjadi wasit di Olimpiade Tokyo.

Perempuan berusia 34 tahun itu berharap bahwa menjadi satu dari enam perempuan pionir – bersama wasit Stephanie Frappart dan Yoshimi Yamashita serta tiga asisten wasit – dalam turnamen piala dunia putra itu akan menciptakan peluang bagi lebih banyak perempuan.

“Ini suatu kehormatan dan keistimewaan karena tidak pernah terjadi sebelumnya,” kata Mukansanga kepada BBC Sport Africa.

“Artinya Anda akan menjadi yang pertama dan akan membuka pintu bagi perempuan lain, terutama di Afrika.

“Anda membawa banyak beban di pundak Anda dan Anda harus melakukannya dengan baik, sehingga orang lain dapat melihat bahwa pintunya terbuka dan mereka juga dapat melewatinya.

“Itu berarti peluang itu ada — dan terserah kita untuk mengambilnya dan menjadi produktif darinya.”

Menjadi wasit untuk badan sepak bola dunia FIFA sejak 2012, Mukansanga memenangkan tempatnya di beberapa panggung olah raga terbesar setelah mengalami rentetan penolakan pada awal perjalanan hidupnya.

Penolakan awal

Sebagai seorang gadis muda, dia memilih berkonsentrasi pada sepak bola setelah diberi tahu bahwa dia belum cukup umur untuk menjadi bagian dari tim bola basket U-17 nasional — tetapi akhirnya sepak bola lah yang menyulut semangat dalam dirinya.

“Ketika saya pergi menonton pertandingan, saya melihat orang-orang di dalam [lapangan] yang disebut wasit,” jelasnya di Piala Afrika pada Januari.

“Mereka bisa mengambil keputusan dan mengubah segalanya di lapangan, jadi saya bersemangat dan sejak saat itu, ketika saya masih di sekolah dasar, saya mulai memikirkan orang-orang itu.”

Dia mulai menjadi wasit di sekolah menengah, dan dia belajar dengan cepat.

“Saya tidak tahu banyak yang harus dilakukan – aturan yang harus diikuti, mentalitas, serta sikap profesional – tapi saya mulai belajar selangkah demi selangkah.

“Itu sangat sulit. Ketika Anda membaca aturan permainan, itu mudah untuk dipahami tetapi di lapangan, perlu waktu untuk terbiasa dengan pekerjaan ini.”

Karier singkatnya sebagai pemain amatir menuntunnya pada sebuah iklan tentang pelatihan untuk menjadi wasit.

Namun setelah mendekati PSSI-nya Rwanda (Ferwafa) untuk bergabung dalam kursus wasit itu, dia ditolak karena usianya terlalu muda.

Maka, sosok dengan kepribadian halus, namun memiliki tekad kuat ini, memutuskan untuk menyelesaikan persoalan dirinya sendiri dan belajar tentang peraturan sepak bola FIFA secara mandiri.

Kerja kerasnya dihargai ketika dia akhirnya diberi kesempatan oleh Frwara untuk belajar dengan calon wasit lainnya.

Perjalanan berkelok-kelok Mukansanga telah membawanya dari menjadi wasit pertandingan liga putra di Rwanda, ke Piala Bangsa-Bangsa Wanita 2016, Piala Dunia Wanita 2019, dan Olimpiade Tokyo.

Pada 18 Januari, tonggak yang lebih besar – berada di tengah kemenangan Zimbabwe atas Guinea – datang selama Piala Bangsa-Bangsa Afrika putra di Kamerun. Dalam pertandingan tersebut, Mukansanga membagikan enam kartu kuning dan memisahkan pemain yang bertengkar dalam penampilan yang tenang dan terpuji.

“Setelah peluit akhir, saya benar-benar emosional — saya sangat, sangat bahagia,” katanya kepada wartawan saat itu.

“Saya tidak sendirian di lapangan. Emosi itu datang dari rekan-rekan saya dan itu menghasilkan kebahagiaan – karena kami membuat sejarah dan membuat permainan berjalan lancar.

“Kami layak berada di sini. Kami memiliki latar belakang kami, dan dari situ muncul semangat dan kerja keras dan inilah buahnya.”

Namun, untuk menikmati manisnya kemenangan seperti itu dia perlu bertahun-tahun mengatasi rintangan.

Sebuah ‘tonggak yang luar biasa’

Tak lama setelah prestasinya di Piala Bangsa-Bangsa, Mukansanga – yang tugasnya hanya memimpin pertandingan – menguraikan beberapa tantangan yang dia hadapi untuk sukses, mulai dari perbedaan seksual dan budaya hingga biologi dasar.

“Kami mengalami menstruasi – jadi kadang-kadang Anda tidak dapat berlari atau memimpin pertandingan,” dia menerangkan.

“Kalau sedang hamil – Anda tidak bisa lari. Kami melahirkan – jadi butuh waktu untuk pemulihan, mempersiapkan tubuh lagi untuk pertandingan berikutnya.

“Kecepatan pria ada di level teratas jadi kadang-kadang saya tidak bisa berlari seperti pria, tapi saya bisa berbuat lebih banyak, berusaha lebih keras, untuk setidaknya berada di kecepatan yang sama, menjaga jarak dengan pemain dan mempertahankan sudut pandang yang bagus.”

Sesi latihan dan tes kebugarannya dilakukan bersama pria, dengan Mukansanga sangat berterima kasih kepada FIFA dan Konfederasi Sepak Bola Afrika (Caf) untuk kelas kepelatihan mereka.

Setelah menghadapi sambutan dingin di pertandingan putra, sang perempuan asal Rwanda – yang membuat keputusan cepat di lapangan – menerima tantangan pekerjaan.

“Dalam bidang yang didominasi laki-laki, Anda perlu bekerja dua kali lebih keras – kemudian memiliki passion, karena tanpa passion ini Anda akan lelah dan kemudian meninggalkannya,” jelasnya.

“Tapi kami tidak ingin berhenti. Kami harus selangkah lebih maju dan bekerja, sukses, dan berjuang bersama.”

Kepala instruktur wasit Caf Jerome Damon yakin Mukansanga pantas mendapatkannya.

“Ini benar-benar tonggak yang luar biasa – dia berada dalam posisi unik di mana dia adalah salah satu dari sedikit orang yang bisa pergi ke Piala Dunia pria senior dan Piala Dunia Wanita senior,” kata Damon.

“Itu tidak pernah dilakukan sebelumnya, sehingga ini menunjukkan bagaimana perwasitan dan perkembangannya di Afrika.”

Mendukung perempuan akan ‘berbuah’

Awal tahun ini, FIFA mengatakan penunjukan ofisial perempuan untuk Piala Dunia pria, yang pertandingannya di Qatar belum diumumkan, merupakan “proses panjang”.

“Yang penting bagi kami adalah kualitas dan bukan jenis kelamin,” lanjut Pierluigi Collina, ketua komite wasit FIFA.

“Saya berharap ke depan, pemilihan ofisial elite pertandingan putri untuk pertandingan penting putra dianggap sebagai sesuatu yang wajar.

“Mereka pantas berada di Piala Dunia karena mereka selalu menunjukkan performa di level yang sangat tinggi.”

Mukansanga akan bergabung di Qatar bersama Frappart dari Prancis dan Yamashita dari Jepang, serta asisten wasit Neuza Back dari Brasil, Karen Diaz Medina dari Meksiko dan Kathryn Nesbitt dari Amerika Serikat.

“Kami akan bekerja sama untuk kesuksesan perempuan,” kata Mukansanga.

“Jika seorang perempuan mendukung perempuan lain, tentu Anda akan melihat buahnya.

“Ada halangan, hambatan, dan tantangan. Tidak ada lagi yang bisa dilakukan selain berjuang dengan mentalitas yang kuat, komitmen, dan usaha seratus persen – maka kita akan mengatasinya.”

Mukansanga tahu akan ada pengawasan ekstra padanya mengingat perhatian pada turnamen sepak bola terbesar itu.

“Orang-orang tidak akan selalu senang dengan Anda. Jadi, terserah Anda untuk melakukan apa yang harus Anda lakukan — tetap di jalur, jangan keluar dari interpretasi Aturan Permainan dan apa yang dituntut permainan.

“Dan kemudian, pada akhirnya, orang akan berkata: ‘Ya, dia benar’.” [BBCIndonesia]

Siswa SD di Blitar Meninggal Dunia Diduga Terpapar Radiasi HP

0
Ilustrasi bocah main HP. (Foto: Bernas)

Nukilan.id – Seorang siswa Kelas VI SD berinisial RA di Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar, dikabarkan meninggal dunia setelah diduga terkena radiasi telepon pintar (HP). Saat korban ditemukan tak bernyawa dengan pipi kiri kehitam-hitaman, HP yang berada di dekat kepala korban dalam kondisi menyala.

Kepala Kepolisian Sektor Wates Ajun Komisaris Polisi Suhariyanto mengatakan, berdasarkan pengakuan ibu korban, RA diketahui meninggal dunia saat dibangunkan di kamarnya pada Rabu, 23 November 2022, pagi sekira pukul 05.30 WIB. Ternyata, korban sudah tidak bernyawa dengan posisi HP menyala berada di sebelah kiri kepala korban.

Sebelum ditemukan meninggal dunia, korban bersama kakaknya, RM, memang bermain HP di kamar pada Selasa malam, 22 November 2022, sekira pukul 22.00 WIB. Keduanya bermain HP sampai tertidur. Hingga akhirnya keesokan harinya RA ditemukan meninggal dengan kondisi pipi bagian kiri berwarna biru kehitaman.

Sayangnya, lanjut Suhariyanto, pihak keluarga tidak melaporkan peristiwa tersebut ke kepolisian dan menerima itu sebagai musibah. Pihak keluarga menyatakan ikhlas dengan membuat surat pernyataan resmi di hadapan kepala desa setempat.

“Jenazah dimakamkan di TPU desa pada hari Rabu, 23 November 2022 pukul 10.00,” kata Suhariyanto kepada Viva Jatim, Jumat, 25 November 2022.

Terpisah, Kepala Seksi Humas Polres Blitar Inspektur Polisi Satu Udiyono menyampaikan bahwa berdasarkan keterangan dari pihak rumah sakit, dugaan kuat korban meninggal dunia karena terpapar radiasi dari HP korban.

Polisi tidak menindaklanjuti kasus itu karena pihak keluarga sudah mengikhlaskan kepergian RA. “Intinya, dari keluarga sudah menerima benar adanya musibah. Tapi indikasi ke arah situ [korban meninggal karena terpapar radiasi HP] memang ada, itu bentuknya ada tubuhnya itu ada lebam-lebam,” pungkas Udiyono. [Viva]

Tim Monev Kementan RI Kunjungi UPTD BBHTPP Unit Keumala Pidie

0

Nukilan.id – Tim monev Kementerian Pertanian Ditjen Tanaman Pangan Direktorat Perbenihan mengunjungi UPTD Balai Benih Hortikultura, Tanaman Pangan dan Tanaman Perkebunan (BBHTPP) unit produksi tanaman pangan padi di Keumala, Pidie, Rabu 23 November 2022.

Pada kesempatan itu, tim monev Kementan melakukan sosialisasi dan dialog bersama Kepala UPTD BBHTPP Ahmad Zaini, SP, M.Si yang didampingi Kasubbag Tata Usaha dan Kepala Seksi Produksi Benih Hortikultura dan Tanaman Pangan.

Kepala UPTD BBHTPP Ahmad Zaini, SP, M.Si melalui melalui Kasubbag Tata Usaha Malik Ridhwan Z, SE, MM menjelaskan bahwa tahun 2022 telah selesai dilaksanakan perbanyakan benih padi BS-BD dan BD-BP serta akan melakukan musim tanam kembali untuk percepatan kegiatan guna memenuhi kebutuhan benih padi pada musim tanam tahun 2023.

Pada kunjungan tersebut tim monev yang di ketuai oleh Bapak Catur Setiawan sebagai Subdit Bidang Perencanaan Direktorat Perbenihan Tanaman Pangan juga melihat kondisi fisik sarana dan prasarana penunjang pengolahan produksi benih pada unit UPTD tersebut seperti traktor dan combine Hasverter serta alat prosesing benih seperti Seed Cleaner dan Silo dalam gudang penyimpanan benih.

Tim Monev juga berkesempatan melihat sarana pengairan pada areal perbanyakan benih padi di unit keumala tersebut.

Menurut Malik Ridhwan Z, SE, MM bahwa perlu adanya renovasi pada beberapa seksi saluran tersier dan sekunder tersebut.

“Kami berharap adanya alokasi anggaran terhadap perbaikan saluran tersebut baik dari sumber APBN maupun DAK pada tahun depan,” kata Malik dalam keterangannya kepada Nukilan, Kamis (24/11/2022).

Sementara itu Subdit Bidang Perencanaan Direktorat Perbenihan Tanaman Pangan Catur Setiawan mengatakan perlu adanya lantai jemur dengan sistem buka tutup atap sehingga mempermudah proses penjemuran pada saat cuaca yang kurang bagus.

“Untuk perbanyakan benih juga melihat varietas yang diminati oleh petani sehingga mengurangi kemungkinan benih tidak terjual habis,” pungkasnya. [Reji]

BPBA Gelar Pelatihan Mitigasi Kebencanaan Menuju Desa Tangguh Bencana 2022

0

Nukilan.id – Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) menyelenggarakan Pelatihan Mitigasi Kebencanaan Menuju Desa Tangguh Bencana Tahun 2022 yang berlangsung di hotel Madinatul Zahra, Batoh, Banda Aceh pada 25 – 26 November 2022.

Kegiatan pelatihan ini dibuka langsung oleh Fadmi Ridwan. SP. MA yang mewakili Kalak BPBA, Dr. Ilyas. MP.

Ketua Panitia dari LSM JARA Aceh, Subki, SP melapokan bahwa acara ini terselenggara berkat adanya dukungan dari pokok pikiran atau dana aspirasi dari H.T. Ibrahim. ST. MM Anggota DPRA komsi IV dari fraksi Demokrat yang bekerjasama dengan LSM JARA Aceh, yang dihadiri juga oleh Ketua Forum PRB Aceh Mohammad Hasan.

“Pelatihan dilaksanakan selama dua hari yang menghadirkan 9 orang narasumber dengan kapasitas mumpuni dari tingkat provinsi. Peserta yang mengikuti pelatiha berjumlah 80 orang yang adalah para kader yang mendapatkan utusan dari desa masing – masing di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar,” ucap Subuki.

Dalam sambutnya, H.T Ibrahim mengatakan bahwa pelatihan kesiap siagaan ini penting untuk dilaksanakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bagaimana menganggulangi dampak terburut dari sebuah bencana yang terjadi. Dan dalam rangka mewujudkan Desa Tangguh Bencara di Aceh akan cepat untuk kita realisasikan.

“Kepada peserta yang sudah terpilih dalam pelatihan ini saya harapkan untuk dapat mengikutinya dengan serius, sehingga sepulang dari pelatihan ini dapat langsung menerapkan ilmu yang sudah didapat selama pelatihan di desanya masing – masing. Dalam pelatihan ini kita juga menghadirkna pemateri yang memang sudah ahli dalam bidangnya,” ujar H.T. Ibrahim. ST.MM dalam sambutannya.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan mandiri masyarakat dalam menghadapi bencana. Artinya, masyarakat harus mampu melakukan serangkaian upaya yang dilakukan sendiri dengan memberdayakan dan memobilisasi sumber daya yang dimiliki masyarakat desa untuk mengenali ancaman dan risiko bencana yang dihadapi.

“Dengan diselenggarakan pelatihan ini kami berharap bahwa semakin sadar akan kondisi bencana yang terjadi kedepannya, sehingga kita bersama lebih tangguh lagi dalam menghadapi sebuah bencana,” tutup H.T Ibrahim. []

Menteri ESDM Keluarkan SK Penetepan Kawasan Bentang Alam Karst Aceh Tamiang

0

Nukilan.id – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Badan Geologi menyerahkan Surat Keputusan (SK) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral tentang Penetapan Kawasan Bentang Alam Karst Aceh Tamiang kepada Pemerintah Aceh di Hotel Melia Purosani Yogyakarta, Kamis (24/11/2022).

SK Tersebut diserahkan oleh Kepala Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan Ibu Rita Susilowati kepada Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Aceh.

Rita Susilowati menyampaikan bahwa Penetapan kawasan bentang alam karst ini merupakan amanat peraturan perundang-undangan yaitu Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional.

Kawasan Bentang Alam Karst (KBAK) merupakan kawasan lindung geologi yang perlu dilestarikan guna menunjang pembangunan berkelanjutan

“KBAK Aceh Tamiang yang ditetapkan adalah seluas 1.995 Ha yang terletak pada tiga Kecamatan Kabupaten Aceh Tamiang diantaranya Kecamatan Bandar Pusaka, Tamiang Hulu dan Tenggulun,” kata Rita Susilowati.

Sementra itu, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Aceh, Ir. Mahdinur, MM menyampaikan Kawasan karst Kabupaten Aceh Tamiang merupakan kawasan lindung geologi yang juga bagian kawasan lindung nasional memiliki unsur unsur komponen geologi yang unik dan berfungsi sebagai pengatur alami tata air dan menyimpan nilai-nilai keilmiahan.

Oleh karena itu kawasan tersebut perlu untuk dilestarikan dan dilindungi keberadaannya dalam rangka mencegah kerusakan serta mendukung pembangunan secara berkelanjutan dan pengembangan ilmu pengetahuan sesuai peraturan perundang-undangan.

“Penetapan kawasan karst ini juga bermanfaat sebagai obyek wisata yang dapat memberikan efek tambahan /multiflyer effect bagi perekonomian masyarakat, dan tentu saja dengan penetapan ini dapat memberikan kejelasan objek geologi yang harus dilindungi dan yang dapat dibudidaya. Selain itu juga dapat menghindari obyek geologi tersebut dari kepunahan dan kerusakan,” kata Mahdinur.

Ir. Mahdinur MM mengatakan bahwa Proses pengusulan hingga penetapan kawasan karst Aceh Tamiang ini sendiri telah dimulai sejak usulan Surat Gubernur Aceh tahun 2017 yang kemudian ditindaklanjuti dengan survei dan penyelidikan baik oleh Badan Geologi dan juga Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Aceh, selanjutnya dilaksanakan Focus Group Discussion (FGD) di Aceh Tamiang pada tahun 2019 sampai akhirnya ditetapkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral pada tahun 2022.

Padi Varietas Cakra Buana Agritan Favorit Petani di Food Estate Sibreh Aceh Besar

0
Kepala Seksi Pengawasan dan Sertifikasi Benih UPTD BPSBTPH Distanbun Aceh, Anwar, SP. (Foto: Ist)

 

Nukilan.id – UPTD Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (BPSBTPHP) Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh melakukan sosialisasi Benih Bersertifikat (Na berkat) yang terdiri dari tiga varietas di Gampung Luthu Lamweu, Kecamatan Suka Makmur, Kabupaten Aceh Besar.

Hal tersebut dalam rangka mendukung program Food Estate pada area irigasi fungsional. Diketahui, Aceh Besar dengan luas irigasi fungsional seluas 650 Ha dengan kebutuhan benih bersertifikat 25 hektare setara 16.250 kilogram.

Adapun ketiga varietas itu diantaranya varietas Cakra Buana Agrietan, varietas M-70 dan varietas Pejajaran, dimana vareitas tersebut merupakan varietas ultra genjah dengan umur benih lebih kecil 90 hari setelah semai.

Sosialisasi dihadiri oleh Kepala UPTD BPSBTPHP Aceh, Habiburrahman, S.TP, M.Sc, Kabid Produksi TPH Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Besar, Kasie Pengawasan dan Sertifikasi Benih TPH UPTD BPSBTPHP, Anwar, SP, Kepala BPP Kecamatan Suka Makmur, Komisi Ahli Distanbun Aceh, Nurjiah, SP, Mantri Tani, PPL dan PBT dan peserta penangkar serta petani benih padi.

Kepala UPTD BPSBTPHP Distanbun Aceh Habiburrahman, S.TP, M.Sc, melalui Kasie Pengawasan dan Sertifikasi Benih TPH, Anwar, SP mengatakan dari ketiga varietas tersebut para petani sangat menyukai varietas Cakra Buana Agritan.

“Dari hasil ubinan yang dilakukan oleh Menteri Tani, Penyuluh beserta Gapoktan Alfalah produksinya mencapai 9,25 ton, hal ini menunjukan bahwa potensi hasil varietas cakra buana agritan sesuai diskrepsi varietas berkisar 10,12 ton gabah kering panen,” kata Anwar.

Ia menjelaskan varietas Cakra Buana Agritan tersebut memiliki adaptasi dengan lingkungan setempat mengingat varietas cakra buana agritan memiliki umur yang ultra genjah, maka disarankan dalam rangka mendukung program IP 300 menjadi IP 400 dapat digunakan varietas cakra buana agritan.

“Untuk memproduksi benih bersertifikat oleh penangkar benih maka diperlukan benih sumber dari varietas cakra buana agritan,” ujar Anwar.

Disebutkan, produksi benih sumber klas benih dasar (BD) dilakukan oleh Balai Benih Induk (BBI) padi, dan turunan berikutnya akan diproduksi oleh Balai Benih Utama (BBU) dari benih dasar (BD) ke benih pokok (BP) yang akan digunakan oleh penangkar benih dalam rangka memproduksi benih sebar (BR).

“Apabila alur ini dilakukan dengan baik, maka kebutuhan benih untuk petani sebagai pengguna benih bersertifikat dapat dipenuhi,” terang Anwar.

Untuk diketahui, dalam diskusi tersebut juga disampaikan ketentuan Undang-Undang (UU) Nomor 22 tahun 2019 tentang Sistim Budidaya Pertanian Berkelanjutan, dimana pada pasal 114 berbunyi setiap orang yang mengedarkan varietas hasil pemuliaan atau introduksi yang belum dilepas oleh Pemerintah Pusat sebagaimana dimaksud dalam pasal 29 ayat (4) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan pidana denda paling banyak Rp300.000.000.

Selanjutnya, pada pasal 115 dijelaskan bahwa setiap orang yang mengedarkan benih unggul yang tidak sesuai dengan standar mutu tidak bersertifikat dan/atau tidak berlabel sebagaimana dimaksud dalam pasal 30 ayat (4) dipidana dengan pidana penjara penjara paling lama 6 tahun dan pidana denda paling banyak Rp3.000.000.000. []

3 Desember, Anies Baswedan Sapa Rakyat Aceh

0
Anies Baswedan. (Foto: For Nukilan)

Nukilan.id – Calon Presiden Partai Nasional Demokrat (NasDem) Anies Rasyid Baswedan dijadwal akan menyapa Rakyat Aceh, Sabtu 3 Desember 2022 pagi di Panggung Utama Taman Sulthananh Ratu Safiatuddin (lokasi PKA), Banda Aceh.

Ketua DPW NasDem Aceh Teuku Taufiqulhadi mengatakan, Anies tiba di Aceh pada Jum’at 2 Desember 2022 dan langsung menuju ke Mesjid Raya baiturrahman untuk melaksanakan shalkat Jum’at.

Dilanjut, setelah shalat Jum’at Anies dan rombongan yang dipimpin Wakil Ketua Umum Partai NeSdem Ahmad Ali akan menghadiri undangan Wali nanggroe ke Meuligoe Wali Nanggroe. Selain bertemu Wali nanggroe, Anies njuga akan bertemu tokoh dan ulama Aceh.

Setelah ke Wali nanggroe, pada Jumat malam Anies akan berbincang-bincang dengan kader NasDem dan realawan.

Semnetara pada Sabtu (3/11) sebelum acara puncak acara akan diawali “Jalan Sehat Bersama Anies” pada pukul 07.00 WIB. Jalan sehat ini “start” dari titik Taman Ratu Safiatuddin (PKA), berputar satu kali, kemudian kembali ke Taman PKA.

Bagi peserta “Jalan Sehat Bersama Anies”, Partai NasDem turut menyediakan “door price”, berupa dua paket umrah dan dua buah sepeda motor merk “Beat”, dan puluhan hadiah hiburan lainnya seperti kulkas, TV dan lain-lain.

Anies akan menyapa dan menyampaikan Pidato pada Pukul 08.30 WIB langsung di panggung utama. []

Distanbun Aceh Laksanakan Pertemuan Singkronisasi Aset

0

Nukilan.id – Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh melaksanakan kegiatan Pertemuan Singkronisasi Aset dengan Kabupaten Kota di Hotel Royal Idi Aceh Timur pada tanggal 24 – 25 November 2022. Kegiatan tersebut dibuka oleh Kadistanbun Ir. Cut Huzaimah yang diwakili oleh Sekdistanbun Azanuddin Kurnia, SP, MP tadi malam.

Dalam sambutan dan arahannya Azanuddin Kurnia mengatakan bahwa Aset merupakan bagian penting yang harus di jaga dan dipelihara karena ada sanksi bagi yang menelantarkan dan menyalahgunakan aset. Barang Milik Negara/Daerah adalah semua barang yang diperoleh meliputi tanah, gedung dan bangunan, jalan, irigasi dan jaringan dan aset tetap lainnya.

Barang atau Aset daerah merupakan sumber daya penting bagi pemerintah Daerah, selain mempunyai potensi guna menunjang Pendapatan Asli Daerah juga merupakan salah satu indikator keberhasilan Pemerintah Daerah dalam mengelola Pemerintahannya, ujarnya.

Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh sudah melaksanakan beberapa kegiatan tindak lanjut dari temuan BPK diantaranya melakukan penghapusan barang rusak berat sebesar 2.109 Unit barang dengan nilai 1.998.468.582, selain itu Barang Milik Aceh yang hilang berupa Sepeda Motor sudah diajukan surat ke Majelis TGR (Tindak Ganti Rugi) sebanyak 2 unit dengan nilai 26.493.582.Sedangkan barang hibah ke Kab/Kota sebanyak 7.705 unit dengan nilai 63.009.621.394 juga sudah ditindak lanjuti.

Dalam kegiatan ini peserta juga diharapkan memahami prosedur pengadministrasi Pengelolaan Barang Milik Aceh, maka harapannya semua aset daerah dapat terkelola dengan baik agar dapat berdayaguna dan berhasil guna, ujar Azan.

Azan berharap agar seluruh tim yang mendapatkan amanah dalam mengurus dan mengelola aset dapat bekerja secara baik dan sesuai aturan dan tetap memegang amanah. Pekerjaan kita sangat mulia karena menjaga aset negara walau penuh resiko. Yakinlah bila kita bekerja dengan hati dan sesuai aturan, Insya Allah, Allah akan memberikan kemudahan kepada kita semua.

Sebelumnya Ketua Panitia Roki Safrianto, SP, M.Si melaporkan bahwa tujuan dilaksanakan pertemuan ini adalah untuk mengsinkronkan data aset Barang Milik Aceh yang tercatat pada Kartu Inventaris Barang (KIB) Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh dengan Barang Milik Aceh (BMA) yang ada di Kab/Kota serta memberikan pemahaman terkait proses hibah Barang Milik Aceh.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pengurus barang kabupaten/kota se Aceh dan juga pengurus barang dan pembantu pengurus barang lingkup Distanbun Aceh termasuk UPTD didalamnya. Pada pembukaan acara tadi malam turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan dan Kepala Dinas Pangan dan Penyuluhan Kabupaten Aceh Timur.