Beranda blog Halaman 148

[HOAKS] Klaim Bahlil Umumkan Kenaikan BBM 10 Persen pada 1 April 2026 Tidak Benar

0
Ilustrasi berita hoaks. (Foto: Ist)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Beredar unggahan di media sosial Facebook yang menyebut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengumumkan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) sebesar 10 persen mulai 1 April 2026.

Informasi tersebut dipastikan tidak benar.

Berdasarkan penelusuran Nukilan.id, Bahlil tidak pernah mengumumkan kenaikan harga BBM seperti yang diklaim. Ia justru menanggapi isu terkait harga BBM non-subsidi. Penetapan harga BBM sendiri telah diatur dalam Peraturan Menteri ESDM tahun 2022 yang mengatur harga BBM industri dan non-industri.

BBM industri yang dimaksud antara lain bensin dengan RON 95 dan RON 98. Sementara itu, pemerintah memastikan bahwa harga BBM subsidi tidak mengalami kenaikan, meskipun harga minyak mentah dunia mengalami fluktuasi.

Dengan demikian, harga BBM subsidi tetap, yakni Pertalite sebesar Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter.

Kesimpulan: Hoaks.

Sumber: Kompas.com
Link Counter: https://www.kompas.com/cekfakta/read/2026/04/02/100100282/-klarifikasi-tidak-benar-bahlilumumkan-harga-bbm-naik-10-persen

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Eks Pemain PSG Layvin Kurzawa Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Pidie Jaya

0
Eks Pemain PSG Layvin Kurzawa Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Pidie Jaya. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | MEREUDU — Kepedulian terhadap korban bencana kembali ditunjukkan oleh pesepak bola dunia, Layvin Kurzawa. Mantan pemain Paris Saint-Germain yang kini memperkuat Persib Bandung itu turun langsung ke lokasi banjir di Kabupaten Pidie Jaya pada 30 hingga 31 Maret 2026.

Bek kiri asal Prancis tersebut menyambangi sejumlah desa terdampak banjir untuk melihat langsung kondisi warga sekaligus menyalurkan berbagai bantuan yang dibutuhkan masyarakat.

Dalam kegiatan itu, Kurzawa bersama tim relawan menyalurkan fasilitas air bersih, membangun sarana MCK sementara, serta membagikan perlengkapan sekolah bagi anak-anak terdampak.

Selain itu, ia juga memberikan perlengkapan ibadah guna membantu warga tetap menjalankan aktivitas keagamaan di tengah kondisi pascabencana.

Di sela kegiatan, Kurzawa turut berinteraksi dengan anak-anak di lokasi pengungsian. Ia bahkan bermain sepak bola bersama mereka di lapangan sederhana sekitar area pengungsian.

Momen tersebut menjadi pengalaman tak terlupakan bagi anak-anak setempat, terlebih ketika Kurzawa membagikan bola sepak bertanda tangannya sebagai kenang-kenangan.

“Saya sedih melihat kondisi di sini. Semoga keadaan bisa segera membaik dan masyarakat bisa kembali menjalani aktivitas seperti biasa,” ujar Kurzawa saat berbincang dengan warga.

Bagi masyarakat, bantuan tersebut dinilai sangat membantu kebutuhan dasar pascabencana. Ruslan, Ketua Pemuda Desa Meunasah Balek, mengatakan fasilitas air bersih menjadi salah satu bantuan paling penting.

“Terima kasih atas bantuannya. Di desa kami, kemungkinan besar belum akan ada instalasi air bersih dalam waktu dekat, bahkan bisa sampai satu tahun atau lebih. Bantuan ini benar-benar membantu kebutuhan sehari-hari warga,” kata Ruslan.

Hal serupa disampaikan Usman, Keuchik Desa Genteng. Ia menilai pembangunan fasilitas MCK dan penyediaan air bersih sangat membantu masyarakat, terlebih karena lokasinya dekat dengan masjid yang menjadi pusat aktivitas warga.

“Fasilitas MCK dan air bersih ini sangat membantu, apalagi lokasinya dekat dengan masjid. Warga sangat terbantu. Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut karena kebutuhan di desa kami masih besar,” ujarnya.

Sementara itu, Keuchik Desa Meunasah Raya, Abdul Halim, turut mengapresiasi kehadiran langsung pemain sepak bola internasional tersebut.

Menurutnya, kehadiran Kurzawa tidak hanya memberikan bantuan fisik, tetapi juga dukungan moral bagi masyarakat yang tengah menghadapi masa sulit.

Crisna Akbar dari Sumatera Environmental Initiative selaku Koordinator Lapangan kegiatan menilai kehadiran Kurzawa memberikan dampak psikologis yang besar, khususnya bagi anak-anak yang sempat mengalami trauma akibat banjir.

“Kehadiran Kurzawa bukan hanya soal bantuan. Anak-anak terlihat kembali ceria. Ini penting untuk membantu pemulihan trauma mereka setelah bencana,” kata Crisna.

Menurutnya, interaksi sederhana seperti bermain bola bersama anak-anak mampu menciptakan suasana yang lebih positif di tengah kondisi pascabencana.

“Kita berharap kehidupan akan kembali normal,” tutupnya.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Cak Imin Kukuhkan Pengurus Baru DPW PKB Aceh Periode 2026–2031

0
Cak Imin Kukuhkan Pengurus Baru DPW PKB Aceh Periode 2026–2031. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Dewan Pimpinan Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa Provinsi Aceh masa bakti 2026–2031 resmi dikukuhkan di Hotel Hermes Palace Banda Aceh, Selasa (31/3/2026).

Pengukuhan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Umum DPP PKB, Abdul Muhaimin Iskandar yang akrab disapa Cak Imin. Dalam kepengurusan baru ini, anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PKB, Ruslan M. Daud dipercaya sebagai Ketua DPW PKB Aceh.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi momentum pengukuhan pengurus, tetapi juga dirangkaikan dengan orientasi politik serta Musyawarah Kerja Wilayah DPW PKB Aceh yang dihadiri jajaran pengurus pusat, tokoh partai, ulama, serta kader dari berbagai daerah di Aceh.

Prosesi pengukuhan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan Dewan Pimpinan Pusat PKB tentang penetapan komposisi dan personalia DPW PKB Aceh masa bakti 2026–2031 oleh Wakil Ketua Umum DPP PKB, Cucun Ahmad Syamsurijal.

Setelah pembacaan keputusan, acara dilanjutkan dengan pengambilan sumpah jabatan bagi para pengurus baru yang dipimpin langsung oleh Cak Imin.

Dalam suasana khidmat, para pengurus mengikuti ikrar sumpah jabatan sebagai bentuk komitmen dalam menjalankan amanah organisasi serta memperjuangkan kepentingan rakyat.

“Sumpah ini bukan sekadar seremonial. Ini adalah amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab kepada bangsa, negara, dan rakyat Indonesia, serta dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT,” ujar Cak Imin.

Dalam struktur kepengurusan baru, DPW PKB Aceh turut melibatkan sejumlah ulama dan tokoh penting Aceh yang masuk dalam Dewan Mustasyar, di antaranya H. Syekh Hasanoel Bashri HG, Nuruzzahri Yahya, Abuya H. Mawardi Wali, Abu H. Syarifuddin, Abiya Dr. Tgk. Anwar Usman, Abi H. Muhammad Daud Hasbi, Waled H. Sirajuddin Hanafiah, Tgk. H. Muhammad Ishak, Drs. Tgk. H. Amri Ahmad, serta Abuya H. Syarkawi Abdul Somad.

Sementara itu, Dewan Syura DPW PKB Aceh dipimpin oleh Waled H. Muniruddin M. Diah sebagai Ketua, didampingi Wakil Ketua Abu H. Tarmizi atau Abu Cut dan H. Marwan Abdullah. Posisi Sekretaris Dewan Syura dijabat Tgk. Muhammad Hafiz H. IB dengan Wakil Sekretaris Abiya Afifuddin dan H. Musannif Sanusi. Adapun anggota Dewan Syura terdiri dari Waled H. Dhiauddin HS, Abi H. Afiddin dari Pidie, Tgk. Faisal Hadi, Mawaddah, serta Qurratul Aini.

Pada jajaran Dewan Tanfidz, kepemimpinan DPW PKB Aceh dipercayakan kepada Ruslan M. Daud sebagai Ketua. Ia didampingi sejumlah wakil ketua dari berbagai latar belakang, baik akademisi, tokoh masyarakat, maupun kader partai dari berbagai wilayah di Aceh.

Posisi Sekretaris dijabat oleh Tgk. Mujlisal, S.Ag., M.H., dengan dukungan puluhan wakil sekretaris. Sementara itu, jabatan Bendahara dipercayakan kepada Dony Arega Rajes yang juga dibantu oleh sejumlah wakil bendahara.

Dalam sambutannya, Cak Imin menyampaikan harapan besar kepada kepengurusan baru DPW PKB Aceh. Ia menegaskan bahwa kepemimpinan di bawah Ruslan M. Daud harus mampu membawa energi baru bagi perjuangan politik PKB di Aceh.

“Kita harus yakin dan optimis bahwa di bawah pimpinan Haji Ruslan M. Daud, PKB Aceh mampu berjuang mewujudkan Aceh yang makmur dan sejahtera. Selamat berjuang untuk bangsa dan negara,” ujar Cak Imin.

Ia juga menegaskan bahwa PKB memiliki komitmen untuk memperjuangkan kepentingan rakyat melalui politik yang berlandaskan nilai kebangsaan, keadilan sosial, serta keberpihakan kepada masyarakat kecil.

Ketua DPW PKB Aceh, Ruslan M. Daud, menegaskan akan bekerja serius dalam memperkuat konsolidasi partai sekaligus memperjuangkan kepentingan masyarakat Aceh melalui jalur politik yang konstruktif.

“Kepengurusan baru ini akan fokus memperkuat basis kader dan konsolidasi organisasi hingga ke tingkat bawah, sehingga PKB semakin kokoh di tengah masyarakat Aceh,” ujar Ruslan.

Menurutnya, PKB Aceh harus menjadi wadah yang mampu merangkul berbagai elemen masyarakat, khususnya ulama dan santri.

“PKB Aceh harus menjadi rumah besar bagi semua kalangan, khususnya ulama, santri, dan masyarakat yang menginginkan politik yang berpihak kepada kepentingan rakyat,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh kader untuk menjaga kekompakan dan memperkuat kerja sama dalam membesarkan partai.

“Kami mengajak seluruh kader untuk tetap solid, menjaga kebersamaan, dan bekerja bersama demi membesarkan PKB serta memperjuangkan kepentingan rakyat Aceh,” pungkasnya.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Pemerintah Pastikan Harga BBM Belum Naik per 1 April 2026, Masyarakat Diminta Tidak Panik

0
Menteri Sekretaris Negara RI, Prasetyo Hadi. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | JAKARTA – Pemerintah memastikan belum ada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), baik subsidi maupun non-subsidi, per 1 April 2026. Pernyataan ini disampaikan untuk merespons beredarnya informasi keliru terkait rencana kenaikan harga BBM nonsubsidi.

Menteri Sekretaris Negara RI, Prasetyo Hadi, mengatakan keputusan tersebut diambil berdasarkan arahan Presiden RI Prabowo Subianto dengan mengedepankan kepentingan masyarakat.

“Setelah kami melakukan koordinasi, dalam hal ini pemerintah bersama dengan Pertamina dan atas petunjuk dari Bapak Presiden untuk selalu mengedepankan kepentingan rakyat, Pertamina belum akan melakukan penyesuaian harga baik untuk BBM subsidi maupun BBM non subsidi,” kata Prasetyo dalam pernyataan resmi, Selasa (31/3/2026).

Ia mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak benar. Pemerintah juga memastikan ketersediaan BBM tetap aman dengan harga yang terjangkau.

“Kami berharap dengan pernyataan ini masyarakat dapat mendapatkan informasi yang lebih jelas, yang lebih akurat. Kami berharap masyarakat tidak perlu panik, tidak perlu resah karena ketersediaan BBM kami jamin. Kita jamin dan harga tidak terjadi penyesuaian,” tegasnya.

Sebelumnya, beredar unggahan di media sosial Facebook yang mengklaim bahwa Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengumumkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) sebesar 10 persen mulai 1 April 2026.

Namun, setelah ditelusuri oleh Nukilan.id, klaim tersebut tidak benar. Bahlil tidak pernah mengumumkan kenaikan harga BBM. Ia hanya memberikan tanggapan terkait isu kenaikan harga BBM non-subsidi. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

FPKR Silaturahmi ke Baitul Mal Aceh Selatan, Perkuat Sinergi Sosial di Kluet Raya

0
FPKR Silaturahmi ke Baitul Mal Aceh Selatan. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | TAPAKTUAN – Pengurus Forum Peduli Kluet Raya (FPKR) melakukan kunjungan silaturahmi ke Baitul Mal Kabupaten Aceh Selatan, Senin (30/3/2026), sebagai upaya memperkuat kolaborasi di bidang sosial dan kemanusiaan.

Rombongan yang dipimpin Ketua Umum FPKR, Tabrani Atim, bersama jajaran pengurus dan pendiri, disambut langsung oleh perwakilan Baitul Mal Aceh Selatan, Gusmawi Mustafa, yang akrab disapa Ogek Agus.

Pertemuan berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan. Kedua pihak membahas penguatan sinergi dalam merespons berbagai persoalan sosial di wilayah Kluet Raya.

Dalam kesempatan itu, Gusmawi Mustafa mengapresiasi kiprah FPKR yang dinilai aktif dan responsif terhadap berbagai musibah di masyarakat, khususnya di wilayah Pasie Raja, Kluet Utara, Kluet Tengah, Kluet Selatan, dan Kluet Timur.

Menurutnya, FPKR telah menjadi garda terdepan dalam membantu masyarakat saat terjadi bencana maupun kondisi darurat.

“FPKR adalah lembaga pertama yang langsung berkomunikasi dan berkoordinasi ketika terjadi musibah di wilayahnya. Ini sudah menjadi tradisi yang sangat baik. Tidak lebih dari hitungan 10 menit, mereka langsung menghubungi kami,” ujar Ogek Agus.

Ia menambahkan, meskipun belum terikat dalam kerja sama formal, hubungan kemitraan antara FPKR dan Baitul Mal Aceh Selatan telah terjalin sejak awal berdirinya FPKR dan terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Selama ini, FPKR dikenal aktif menjalankan berbagai program sosial, seperti respons cepat terhadap musibah kebakaran, kematian, dan kecelakaan, penggalangan dana untuk warga yang membutuhkan biaya pengobatan, santunan bagi anak yatim dan dhuafa, hingga gerakan donasi berbasis komunitas.

Program-program tersebut dinilai menjadi bukti nyata kehadiran FPKR di tengah masyarakat Kluet Raya.

Sementara itu, Ketua Umum FPKR, Tabrani Atim, menyebutkan bahwa silaturahmi ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi dengan Baitul Mal Aceh Selatan.

“Kami sangat mengapresiasi keterbukaan dan respons cepat dari Baitul Mal selama ini. Ini menjadi kekuatan bagi kami dalam bergerak di lapangan,” kata Tabrani.

Ia menegaskan, FPKR lahir dari semangat kepedulian masyarakat, sehingga setiap gerakan yang dilakukan bertujuan memastikan tidak ada warga yang menghadapi musibah sendirian.

“Kolaborasi ini adalah bagian dari ikhtiar bersama untuk memperluas manfaat dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Tabrani juga menyatakan kesiapan FPKR untuk mendukung berbagai program Baitul Mal Aceh Selatan, termasuk berpartisipasi dalam kegiatan edukasi publik seperti Podcast Kito Sahabat Zakat.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak menyepakati sejumlah poin penting, antara lain memperkuat koordinasi dan komunikasi, mendukung program-program sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat, serta meningkatkan respons bersama dalam penanganan isu kemanusiaan.

Selain itu, FPKR juga menyatakan kesediaannya untuk terlibat sebagai narasumber dalam program Podcast Kito Sahabat Zakat.

Silaturahmi ini tidak hanya menjadi ajang pertemuan, tetapi juga mempertegas komitmen kedua lembaga dalam mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan.

FPKR hadir sebagai simbol kepedulian sosial berbasis masyarakat, sementara Baitul Mal Aceh Selatan terus berkomitmen mengelola zakat, infak, dan sedekah secara amanah, transparan, dan tepat sasaran.

Dengan sinergi yang semakin kuat, pelayanan kepada masyarakat, khususnya di wilayah Kluet Raya, diharapkan dapat semakin optimal. Kebaikan tidak perlu menunggu besar, cukup dimulai dari kepedulian yang tulus dan tindakan yang cepat.

DPKA Gandeng Kampus, Percepat Transformasi Perpustakaan Digital dan Literasi di Aceh

0
DPKA Gandeng Kampus, Percepat Transformasi Perpustakaan Digital dan Literasi di Aceh (Foto: Arpus)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh (DPKA) terus memperkuat komitmennya dalam membangun budaya literasi dan sistem kearsipan modern melalui kolaborasi strategis. Salah satu langkah konkret dilakukan dengan menggandeng Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Nusantara Banda Aceh.

Kerja sama ini difokuskan pada percepatan transformasi layanan perpustakaan berbasis digital, peningkatan kualitas pengelolaan arsip, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang literasi informasi. DPKA menilai perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus agen perubahan dalam membangun masyarakat yang melek informasi.

Kepala DPKA Aceh, Dr. Syaridin, M.Pd, menegaskan komitmen pihaknya untuk menjadi mitra strategis kampus dalam pengembangan perpustakaan dan kearsipan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

“DPKA siap mendukung peningkatan kualitas layanan perpustakaan kampus melalui pelatihan berbasis digital, pendampingan akreditasi, serta penguatan sistem kearsipan modern. Kolaborasi ini penting untuk melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga mampu mengelola informasi secara tepat,” ujarnya.

Menurutnya, penguatan literasi tidak lagi cukup hanya dengan mendorong minat baca, tetapi juga harus diiringi kemampuan mengakses, mengolah, dan memanfaatkan informasi secara efektif serta bertanggung jawab.

Sementara itu, Pembina STAI Nusantara Banda Aceh, Dr. Jamaluddin M. Thaib, M.A, menyambut baik kerja sama tersebut. Ia menilai sinergi ini menjadi peluang penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan di lingkungan kampus.

“Kami berharap kolaborasi ini mampu menumbuhkan budaya literasi di kalangan mahasiswa sekaligus meningkatkan kompetensi mereka dalam pengelolaan informasi dan kearsipan. Mahasiswa harus siap menghadapi tantangan era digital dengan keterampilan yang relevan,” ungkapnya.

Sebagai implementasi, kedua pihak akan menggelar berbagai program kolaboratif seperti seminar literasi, workshop kearsipan, serta program magang mahasiswa di lingkungan DPKA. Program ini diharapkan memberikan pengalaman praktis sekaligus memperkuat keterhubungan antara dunia akademik dan kebutuhan di lapangan.

Selain itu, DPKA juga akan memberikan pendampingan dalam pengembangan perpustakaan kampus, termasuk digitalisasi koleksi dan peningkatan standar layanan sesuai ketentuan yang berlaku. Langkah ini menjadi bagian dari strategi untuk mewujudkan perpustakaan yang modern, inklusif, dan mudah diakses.

Kolaborasi antara DPKA Aceh dan STAI Nusantara Banda Aceh diharapkan menjadi model kemitraan berkelanjutan dalam membangun ekosistem literasi yang kuat di Aceh. Dengan dukungan berbagai pihak, penguatan literasi dan kearsipan diyakini mampu menjadi fondasi penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul, kritis, dan adaptif di tengah perkembangan zaman.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Kadis ESDM Aceh Dorong Sinergi Antarbidang dan Disiplin Kerja ASN

0
Asnawi, S.T., M.S.M., yang kini resmi menjabat sebagai Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh. (Foto: Dok Pribadi)

NUKILAN.ID | Meulaboh – Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh, Asnawi, menekankan pentingnya kolaborasi aktif antarbidang serta keterlibatan seluruh pegawai dalam mendukung pelaksanaan program kerja dan visi pembangunan Pemerintah Aceh.

Hal tersebut disampaikan Asnawi pada Selasa (31/3), saat memberikan arahan kepada jajaran internal Dinas ESDM Aceh. Ia menegaskan bahwa keberhasilan program tidak dapat dicapai secara individual, melainkan membutuhkan kerja sama yang solid.

“Kita harus saling bekerja sama dan bersinergi untuk mewujudkan serta menjalankan visi dan misi Bapak Gubernur Aceh. Tidak ada keberhasilan yang diraih secara individual. Semua harus bergerak bersama dalam satu tujuan,” ujarnya.

Selain itu, Asnawi juga menyoroti pentingnya peningkatan disiplin kerja di lingkungan dinas, khususnya dalam mematuhi jam kerja. Ia mengingatkan agar pegawai tidak menggunakan waktu dinas untuk kepentingan di luar tugas.

“Saya meminta kepada seluruh pegawai untuk meningkatkan disiplin jam kerja. Jangan menghabiskan waktu di warung kopi pada saat jam kerja. Setelah Lebaran nanti, pengawasan akan kita perketat. Jangan sampai ada staf Dinas ESDM Aceh yang terjaring razia pada saat jam kerja,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) telah disahkan. Oleh karena itu, seluruh jajaran diminta segera mengoptimalkan pelaksanaan program prioritas yang telah direncanakan.

“APBA sudah disahkan. Mari kita bersama-sama bekerja secara maksimal untuk menjalankan seluruh program prioritas yang telah direncanakan,” katanya.

Di akhir arahannya, Asnawi mengajak seluruh pegawai untuk menjaga kepercayaan dan integritas dalam pengelolaan sektor energi dan sumber daya mineral di Aceh.

“Mari kita saling percaya dan bekerja sama untuk mewujudkan tata kelola energi dan sumber daya mineral di Aceh menjadi semakin baik, transparan, dan efisien. Semua ini kita lakukan demi satu tujuan besar: kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat Aceh,” tutupnya.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Plt Kadistanbun Aceh Tinjau Perkembangan Padi Gogo di Aceh Utara

0
Plt Kadistanbun Aceh Ir. Azanuddin Kurnia,SP, MP,Tinjau Padi Gogo di Aceh Utara (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Kadistanbun) Aceh, Ir. Azanuddin Kurnia, SP, MP, meninjau langsung perkembangan tanaman padi gogo di lahan terdampak bencana hidrometeorologi di Matang Siujuek, Kecamatan Baktiya Barat, Kabupaten Aceh Utara, Jumat (27/3/2026).

Kunjungan tersebut turut didampingi Kepala UPTD Mektan, Zubir Syahputra, SE, MM, serta Kepala Dinas Pertanian Aceh Utara, Erwandi, SP, M.Si.

Dalam keterangannya, Senin (30/3/2026), Azanuddin menyampaikan pihaknya terus berupaya memfasilitasi penanganan sesuai kewenangan yang dimiliki. Ia juga mengungkapkan bahwa total luas lahan persawahan terdampak bencana di Aceh mencapai 57.364 hektare per 6 Februari 2026, dengan rincian rusak ringan 27.437 hektare, rusak sedang 13.651 hektare, dan rusak berat 16.276 hektare.

“iya kita telah melakukan kunjungan langsung kelapangan untuk melihat kerusakan ringan dan sebagian sedang, saat ini sedang diproses melalui Kementerian Pertanian. Sementara kerusakan berat direncanakan ditangani oleh Kementerian PUPR,”

Ia meminta seluruh pihak, termasuk dinas terkait di kabupaten/kota dan masyarakat, untuk segera melengkapi persyaratan yang dibutuhkan agar proses pemulihan dapat segera dilakukan.

Kunjungan ini merupakan yang kedua kalinya dilakukan Azanuddin ke lokasi tersebut. Sebelumnya, ia hadir saat penanaman perdana sekitar 42 hari lalu bersama Kabid Tanaman Pangan Distanbun Aceh, Safrizal. Peninjauan kali ini bertujuan untuk melihat perkembangan tanaman sekaligus memberikan semangat dan apresiasi kepada petani, serta LSM GNRI Aceh dan GNRI Aceh Utara yang menjadi pelopor penanaman padi gogo di lahan terdampak bencana.

Usai peninjauan, Azanuddin juga berdialog dengan kelompok tani di rumah warga. Dalam diskusi tersebut, petani menyampaikan sejumlah kebutuhan mendesak, seperti bantuan pompa air dan tambahan benih padi gogo untuk memperluas areal tanam.

“Kita harus mengembalikan kondisi sawah minimal seperti sebelum bencana, bahkan kalau bisa lebih baik,, astacita pemerintah pusat harus kita jalankan ” tegasnya.

Ia menambahkan, sesuai arahan pemerintah, Aceh harus tetap menjaga kontribusi terhadap ketahanan dan swasembada pangan nasional, termasuk mempertahankan Luas Baku Sawah (LBS).

“Perbaikan lahan akan terus dilakukan meski membutuhkan waktu dan perjuangan panjang,” tutupnya.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Bupati Aceh Utara Desak Pusat Percepat Pemulihan 18.000 Hektare Sawah Rusak Pascabanjir

0
ayah wa
Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil, yang akrab disapa Ayah Wa. (Foto: Humas Aceh Utara)

NUKILAN.ID | LHOKSUKON – Bupati Aceh Utara, H. Ismail A Jalil, SE., MM., yang akrab disapa Ayah Wa, meminta Pemerintah Pusat segera memperbaiki sekitar 18.000 hektare lahan sawah yang rusak akibat banjir besar pada akhir November 2025.

Permintaan tersebut disampaikan dalam rapat Monitoring dan Evaluasi (Monev) penggunaan tambahan Transfer Keuangan Daerah (TKD) pascabencana di Provinsi Aceh yang berlangsung di Gedung Serbaguna Sekretariat Daerah Aceh, beberapa hari lalu.

Dalam forum tersebut, Ayah Wa menekankan pentingnya percepatan pemulihan sektor pertanian agar masyarakat dapat kembali beraktivitas seperti semula, terutama para petani yang terdampak langsung.

“Supaya masyarakat kami dapat kembali turun sawah seperti sediakala. Kemudian kami butuh jembatan kami butuh 27 unit. Selain itu, 10.000 lahan tambak masyarakat dan 500 unit bot masyarakat yang kehilangan mohon kiranya pemerintah provinsi dan pemerintah pusat agar memberi perhatian,” jelas Ayah Wa.

Selain kerusakan sawah, ia juga mengungkap sejumlah kebutuhan mendesak lainnya, seperti perbaikan jembatan, bendungan, jalan, hingga infrastruktur irigasi yang rusak akibat bencana.

Ia menyebutkan, terdapat dua bendungan yang jebol serta berbagai fasilitas umum lain yang turut terdampak dan membutuhkan penanganan segera.

Dalam kesempatan itu, Ayah Wa juga menyoroti distribusi TKD yang dinilainya belum sepenuhnya mencerminkan kondisi daerah terdampak.

“Di Aceh Utara yang terdampak sebanyak 696 desa. Tetapi kalau kita lihat TKD di tabel ini, yang terdapat bukan yang terdampak. (Justru) yang tidak terdampak yang dapat. Jadi untuk apa kami diundang, mungkin untuk dapat ya,” pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Aceh, Inspektur Aceh, jajaran pemerintah daerah dari sembilan kabupaten/kota terdampak, serta SKPA terkait yang terlibat langsung dalam pengelolaan dan pengawasan penggunaan TKD pascabencana.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Ratusan KK Korban Banjir di Aceh Utara Masih Mengungsi, Huntara Belum Rampung

0
Tenda pengungsian di Desa Lhok Puuk, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara, Senin (30/3/2026)(FOTO: KOMPAS.COM/MASRIADI SAMBO)

NUKILAN.ID | LHOKSUKON – Pengungsi korban banjir masih tersebar di tiga kecamatan di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, yakni Kecamatan Langkahan, Baktiya, dan Seunuddon.

Berdasarkan data yang dihimpun Kompas.com, sebanyak 204 kepala keluarga (KK) masih bertahan di tenda pengungsian di Desa Lhok Puuk, Kecamatan Seunuddon. Sementara itu, 300 KK lainnya mengungsi di Desa Leubok Pusaka, Kecamatan Langkahan. Adapun di Kecamatan Baktiya, tercatat 19 KK masih berada di pengungsian.

Camat Langkahan, T Reza Ichwan, mengatakan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak hingga kini belum rampung. Ia menyebutkan proses pembangunan masih terus berjalan.

“Pengerjaannya masih berlanjut. April ini mungkin akan rampung. Barulah bisa kita pindahkan pengungsi ke hunian sementara,” ujar T Reza, Senin (30/3/2026).

Ia menambahkan, pemerintah terus mendorong percepatan pembangunan huntara agar para penyintas banjir dapat segera menempati hunian yang lebih layak dan nyaman.

Namun di lapangan, sejumlah warga menyebut fasilitas huntara belum memadai. M Tahir, salah seorang penyintas banjir di Desa Lhok Puuk, Kecamatan Seunuddon, mengungkapkan bahwa hunian sementara belum dilengkapi sarana dasar.

“Sehingga warga belum menempatinya,” tutur dia.

Kondisi serupa juga terjadi di Kecamatan Baktiya. Huntara di wilayah tersebut dilaporkan belum dilengkapi pintu, jendela, toilet, maupun instalasi listrik.

Ismail, penyintas banjir di Desa Matang Linya, Kecamatan Baktiya, mengatakan keterlambatan pembangunan sempat dipicu ketiadaan material.

“Sebelumnya tidak ada bahan material untuk hunian sementara. Sehingga pekerja pulang dulu. Kami berharap bisa segera pindah ke huntara,” ujarnya.

Para pengungsi juga memprotes data yang dirilis satuan tugas rekonstruksi dan rehabilitasi Sumatera yang menyatakan tidak ada lagi warga yang tinggal di tenda pengungsian di Aceh Utara.

“Kami ini apa bukan pengungsi, apa bukan di tenda,” tegas Ismail.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News