Beranda blog Halaman 1459

Aminullah Usman Pererat Tali Silaturrahmi Bersama Ustad

0
Aminullah Usman bersama para Ustad.

Nukilan.id – Ketua DPD PAN Kota Banda Aceh, H Aminullah Usman SE Ak MM ngopi bersama para Ustad di Banda Aceh, Selasa (20/12) di Solong Jembatan Peunayong (JePe).

Terlihat para Ustad dan Aminullah saling terlibat diskusi yang penuh keakraban, dan tak jarang canda dan tawa pun saling dilepaskan oleh satu dan lainnya.

Sosok Aminullah sendiri memang dikenal sangat dekat dan bersahabat dengan berbagai stakeholder di Banda Aceh dan Aceh umumnya, diantaranya para Ustad dan Alim Ulama. Kedekatan tersebut bukan hanya saat Aminullah menjabat Wali Kota Banda Aceh, namun ikatan emosional tersebut telah terbangun dari sejak Aminullah memimpin Bank Aceh selama dua periode.

Dikonfirmasi media terkait pertemuan tersebut, Aminullah mengatakan ini adalah momentum dalam merawat tali silaturahmi bersama saudaraku para Ustad di Banda Aceh, karena dalam hidup ini kita harus selalu menekankan semangat persaudaraan dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Ustad Muzakir Hanka kepada media ini mengatakan, pertemuan tersebut merupakan sebuah momentum dalam memperkokoh ikatan silaturahmi antara satu dan lainnya, khususnya dengan “Bapak Yatim dan Duafa Banda Aceh” (Aminullah Usman-red).

“Pak Amin adalah sosok yang selalu menjadi garda terdepan dalam membela kepentingan umat, dan hal itu telah teruji serta terbukti selama masa beliau menjabat Wali Kota Banda Aceh periode 2017-2022, beliau sangat konsen dengan program-program keagamaan dan tak ada satupun kegiatan bahkan pembangunan seputar keagamaan yang tidak beliau dukung.” Ujar Ustad Muzakir Hanka didampingi Abu Mustafa.

Ia melanjutkan, besar harapan kita agar “Bapak Yatim dan Duafa Banda Aceh” H Aminullah Usman SE Ak MM dapat melanjutkan kembali Banda Aceh Gemilang jilid II. Ungkap Ustad Muzakir yang diaminkan para Ustad lainnya.

Sebagaimana diketahui publik, Aminullah memang sosok yang aktif di berbagai kegiatan, walaupun sudah tidak menjabat Wali Kota Banda Aceh, namun ia selalu aktif menerima audiensi dan pertemuan-pertemuan dengan berbagai stakeholder untuk mempererat tali silaturahmi.

Dan Aminullah yang juga Ketua DPD PAN Banda Aceh ini juga masih memimpin belasan organisasi kemasyarakatan diantaranya, Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Provinsi Aceh, Ketua Umum Barisan Atlet Veteran Tenis Indonesia (BAVETI) Provinsi Aceh, Ketua Umum Ikatan Alumni Akuntansi (IAA) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Syiah Kuala (USK),

Selanjutnya, Ketua Ikatan Pensiunan Bank Aceh Syariah (IP-BAS), Ketua Ikatan Keluarga Aceh Barat (IKABA), Ketua Umum Aceh Tennis Club (ATC), Ketua Pembina Majelis Pengajian dan Zikir Gemilang (MPG) Banda Aceh, Ketua Pembina Persatuan Pemuda Gemilang (PPG) Banda Aceh dan lainnya.

Turut hadir dalam ngopi bersama mantan Wali Kota Banda Aceh ini, Ustad Hasanuddin (Tu Sudan), Tgk Muzakkir Hanka, Abu Mustafa, Tgk Al Qarny, Tgk Salman, Tgk Sulaiman Qari dan para Ustad lainnya. []

IPWL Pintu Hijrah Gayo Lues Mulai Jalankan Program Pendaftaran Klien.

1

Nukilan.id – Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) rehabilitasi Sosial NAPZA Pintu Hijrah selain di wilayah Aceh Selatan Juga membangun satu unit Panti Rehabilitasi untuk wilayah Tengah-Tenggara tepatnya di desa Agusen Kabupaten Gayo Lues. Dan setelah dilaksanakannya soft Lounching dan Doa Bersama maka kini Panti Pintu Hijrah wilayah Gayo Lues sudah siap menerima Residen/klien yang mahu mengikuti program rehabilitasi Sosial Napza.

Dedy Saputra ZN, S.Sos.I selaku pendiri dan pimpinan Pintu Hijrah di Banda Aceh mengatakan dengan dibukanya panti di wilayah Gayo Lues semoga semakin memudahkan keluarga terutama wilayah tengah-tenggara dalam menangani generasi Aceh diwilayah tersebut untuk kembali pulih dari ketergantungan narkotika dan juga produktif. Banda Aceh, Selasa, (20/12/2022)

“Selama ini puluhan orang dari Kabupaten Aceh Tenggara, Gayo Lues, Aceh Tengah dan Bener Meriah harus ke panti rehab di Banda Aceh untuk menjalani rehabilitasi, ini tentu sedikit menyusahkan bagi keluarga residen/klien, selain jarak tempuh yang mencapai 9-11 jam, juga dari sisi anggaran pembiayaan perjalanan menjadi hambatan tersendiri”. Kata Dedy

Untuk pelaksanaan kegiatan disana Pintu Hijrah menunjukkan dr Syafwan SpB. Sebagai ketua Wilayah dan Saidi sebagai Manajer Program dalam menjalan program pemulihan bagi pecandu narkotika di panti tersebut. Ujarnya

Perlu disampaikan juga bahwa panti rehabilitasi Pintu Hijrah Gayo lues berdiri atas kerjasama dengan Pemkab Gayo Lues, BNN Kabupaten Gayo Lues, dan berbagai stakeholder diwilayah tersebut, panti yang berlokasi didesa Agusen ini juga memiliki kapasitas 85 orang.

Untuk saat ini pembiayaan Rehabilitasi masih bersifat mandiri, artinya ditanggung oleh keluarga mengingat belum teralokasikannya anggaran, baik dari pemerintah kabupaten maupun provinsi untuk alokasi biaya rehab tersebut, terkait besaran biaya rehabilitasi selama 6 bulan maka Dedy mempersilahkan keluarga yang mahu mengikuti program tersebut menghubungi langsung dr.Safwan selaku Ketua atau program manajernya Saidi, intinya saat ini kita sudah mulai menerima Residen/klien untuk mengikuti program rehabilitasi di Gayo Lues. Imbuhnya

Kita berharap agar semua pihak di Kabupaten Gayo Lues dan sekitarnya mampu bersinergi dengan baik antar lembaga dan institusi demi menyelamatkan generasi kita dari ketergantungan narkotika, jika bersama pasti bisa, buktinya pamti wilayah Gayo lues ini berdiri atas kerjasama yang baik dari berbagai pihak yang ada, tutup Dedy yang juga melahirkan konsep rehabilitasi Islami melalui 12 Langkah pemulihan. Tuturnya [Hadiansyah]

Muhammad Iswanto Komit Dukung Peningkatan Sektor Kinerja Perusahaan dan UMKM

0
Asisten Pemerintahan dan Keistimewaan Aceh, Dr. M. Jafar, SH, M. Hum, saat menyerahkan piagam penghargaan lencana produktivitas tahun 2022 kepada Pj. Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto, S.STP, MM, pada malam Anugerah Siddhakarya Provinsi Aceh Tahun 2022 di Hotel Kyriad Muraya Aceh, Banda Aceh, Senin, (19/12/2022).

Nukilan.id – Penjabat Bupati Aceh Besar Muhammad Iswanto, bersama Pj Bupati Bireuen dan Pj Wali Kota Banda Aceh, menerima Lencana Produktivitas diberikan oleh Pemerintah Aceh.

Prosesi penyerahan lencana diselenggarakan pada Malam Penganugerahan Siddhakarya Tahun 2022, di Aula Sigli, Kyriad Muraya Hotel, Senin (19/12/2022) malam.

Lencana Produktivitas diberikan kepada ketiga Kepala Daerah ini, karena dinilai peduli dan berprestasi dalam meningkatkan produktivitas di daerah masing-masing.

Usai menerima lencana, Pj Bupati Aceh Besar menegaskan komitmennya dalam mendukung bangkit dan berkembangnya perusahaan-perusahaan hingga UMKM di Aceh Besar.

“Saya bersama seluruh jajaran Pemkab Aceh besar berkomitmen mendukung peningkatan kinerja dan produktivitas sektor swasta di daerah kami, termasuk sektor UMKM tentunya. Karena kita semua yakin peningkatan produktivitas perusahaan akan berimbas positif pada geliat ekonomi di Aceh Besar, yang secara langsung akan membuka lapangan kerja baru dan tentu saja akan berimbas pada penurunan angka kemiskinan,” kata Iswanto.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Keistimewaan Sekda Aceh M Jafar, saat membacakan sambutan tertulis Gubernur Aceh, menyampaikan apresiasi kepada ketiga kepala daerah tersebut.

“Saya mengucapkan selamat kepada Bapak Pj. Bupati Aceh Besar, Pj. Bupati Bireuen dan Pj. Walikota Banda Aceh, atas peran Saudara sebagai pembina yang terpilih sebagai penerima lencana produktivitas, mudah-mudahan prestasi yang Saudara raih ini dapat menjadi semangat untuk terus dapat mendorong perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah kerja Saudara untuk terus meningkatkan produktivitasnya, serta mematuhi segala peraturan yang berlaku agar dapat meningkatkan daya saing di kancah nasional dan internasional,” ujar M Jafar.

“Pada kesempatan ini, kami juga mengucapkan selamat kepada Bapak dan Ibu, para pimpinan perusahaan penerima penghargaan Siddhakarya Tahun 2022. Prestasi yang Bapak Ibu raih hari ini patut dibanggakan, mengingat tidak banyak perusahaan yang mampu mengikuti proses seleksi ini sampai dengan selesai,” imbuh Jafar.

Dalam sambutannya, M Jafar menjelaskan, pentingnya peran dunia usaha dalam memajukan perekonomian suatu daerah. Oleh karena itu, Pemerintah secara rutin memberikan penghargaan kepada perusahaan-perusahaan yang berperan dalam peningkatan produktivitas dan juga menciptakan lapangan pekerjaan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Hal ini bertujuan untuk memotivasi dunia usaha agar terus berupaya menerapkan prinsip-prinsip efektivitas, efisiensi, kualitas dan ramah lingkungan dalam melakukan usaha sehingga tetap produktif,” kata M Jafar.

Dunia usaha, sambung M Jafar, merupakan pemain utama dalam pertumbuhan ekonomi suatu wilayah. Jika dunia usaha sehat, maka dapat dipastikan perekonomian juga dapat tumbuh dan berkembang, yang ditandai dengan meningkatnya lapangan pekerjaan serta kesejahteraan masyarakat.

Penghargaan Produktivitas yang diberikan adalah Siddhakarya dan Paramakarya. Siddhakarya merupakan penghargaan produktivitas yang diberikan oleh Gubernur di setiap tahun genap. Sementara Paramakarya adalah penghargaan produktivitas tingkat nasional yang diberikan oleh presiden setiap dua tahun sekali di tahun ganjil.

“Saya mengharapkan perusahaan yang telah ditetapkan sebagai penerima penghargaan produktivitas, dapat mempertahankan dan meningkatkan produktivitasnya, melalui sistem manajemen peningkatan produktivitas secara berkelanjutan, sehingga mampu bersaing di kancah nasional maupun internasional. Semoga ke depan akan muncul perusahaan-perusahaan potensial lainnya dari kabupaten/ kota lainnya di Aceh,” pungkas M Jafar. []

Asisten II Sekda Aceh Dipanggil Penyidik Kejati, Ada Apa?

0
Kasi Penkum dan Humas Kejati Aceh, Ali Rasab Lubis, SH. (Foto: Nukilan)

Nukilan.id – Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh telah melayangkan surat pemanggilan terhadap Mantan Kepala Dinas Pengairan Aceh, Ir. Mawardi sebagai saksi dalam Kasus dugaan korupsi pembayaran ganti rugi pengadaan tanah untuk pembangunan jaringan irigasi di Sigulai Kabupaten Simeulue Tahun Anggaran 2019.

Ir Mawardi merupakan Mantan Pengguna Anggaran (PA) di Dinas Pengairan Aceh, yang saat ini beliau juga menjabat Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh.

Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh Bambang Bachtiar S.H, M.H melalui Plh Kasi Penkum Kejati Aceh, Ali Rasab Lubis S.H, menyampaikan pihaknya telah melayangkan surat pemanggilan tersebut sejak Rabu, 14 Desember 2022 kemarin untuk menghadap memenuhi panggilan penyidik.

“Namun, karena yang bersangkutan masih banyak kegiatan tidak bisa ditinggalkan maka pemeriksaan akan dijadwalkan Rabu, 21 Desember 2022 besok, untuk memberikan keterangan di depan penyidik,” kata Ali dalam keterangannya kepada Nukilan, Selasa (20/12/2022).

Selain Ir. Mawardi, sebut Ali, sebelumnya penyidik Kejati Aceh juga telah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa orang saksi terkait kasus dugaan korupsi pembayaran ganti rugi pengadaan tanah tersebut.

Untuk diketahui, pada tahun 2019 lalu, Dinas Pengairan Aceh mengaloksikan anggaran sebesar Rp. 39.956.500.000,- bersumber dari Dana Otsus untuk Pengadaan Tanah Pembangunan Jaringan Irigasi di Desa Sigulai Kecamatan Simeulue Barat Kabupaten Simeulue seluas 885.216,67 m² / 88,52 Ha.

Tahapan pengadaan tanah untuk pembangunan jaringan irigasi di Desa Sigulai Kabupaten Simeulue Tahun Anggaran 2019, Berdasarkan UU No.2 Tahun 2012 yaitu perencanaan, persiapan, pelaksanaan, dan penyerahan hasil.

Pada tahap pelaksanaan pengadaan tanah pembangunan di Sigulai dibuat berdasarkan dokumen perencanaan pengadaan tanah TA. 2019 tertanggal Maret 2019 yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Pengairan Aceh yaitu Sdra. Ir. Mawardi, dengan total luas 88,52 Ha, dan biaya untuk pembebasan lahan yakni ​Harga Terendah (Rp. 26.556.500.100,-) dan Harga tertinggi (Rp. 38.250.000.000,-).

Yang mana penetapan harga tanah terendah dan tertinggi tersebut tidak sesuai /bertentangan dengan harga larap D.I. Sigulai Kab. Simeulue yang dikerjakan oleh Konsultan CV. Bandawasa Utama sejumlah Rp. 17.897.053.300,-.

Dalam kegiatan pelaksanaan pengadaan tanah di Desa Sigulai tersebut Tim Persiapan mengeluarkan hasil dengan jumlah bidang/persil 26 yang dikuasai 25 Warga Terkena Dampak dan 1 kepemilikan atas nama Tanah Desa khusus di Desa Sigulai pada lokasi Sekitar Rencana Bendung, namun berubah pada Tahap Pelaksanaan menjadi 76 /persil dengan Data Kepemilikan yang berbeda dengan Data Awal Pihak yang Berhak yang dikeluarkan oleh Tim Persiapan Pengadaan Tanah.

Sementara biaya ganti rugi yang seharusnya dikeluarkan oleh Dinas Pengairan Aceh untuk 1 (satu) bidang Tanah Desa, berubah menjadi 32 (tiga puluh dua) bidang kepemilikan perseorangan, sehingga terjadi kerugian Negara sebesar Rp. 2.123.394.160,-. []

Soal Penuntasan TPP ASN Hingga Optimalisasi PAD, Pj Walikota Banda Aceh Diminta Tak Bohongi Publik

1
Ketua Suara Independen Mahasiswa Kota (SIMAK), Ariyanda.

Nukilan.id – Penjabat (Pj) Walikota Banda Aceh Bakri Siddiq diminta untuk jujur tekait komitmennya dalam penuntasan TPP Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Banda Aceh.

Pasalnya Bakri Siddiq sudah berulang kali berjanji dan menyampaikan bahwa akan membayar TPP ASN tepat waktu demi peningkatan kesejahteraan ASN, namun menurut info yang diterima hingga saat ini baru beberapa bulan TPP ASN tersebut dibayar, dan bertolak belakang dengan pencitraan yang selalu disenandungkan ke publik.

Menurut informasi yang diperoleh Suara Independen Mahasiswa Kota (SIMAK), tak hanya persoalan TPP bahkan tunjangan beban kerja tenaga honor baru dibayarkan hingga maret. Sementara sejak april tunjangan beban kerja tenaga tenaga honorer juga belum dibayar oleh Pj Walikota.

Pembayaran TPP Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Banda Aceh yang katanya berhasil dituntaskan ternyata hanya beberapa bulan di awal menjabat saja, menurut informasi yang kami dapatkan masih tersisa beberapa bulan TPP ASN yang memang belum dibayarkan hingga detik ini. Hal tersebut jelas-jelas bertolak belakang dengan komitmen yang didengung-dengungkan oleh Pj Walikota.

“Kita heran program kerakyatan juga banyak yang dipangkas, sementara TPP juga tak dibayar tuntas, seakan pembayaran TPP beberapa bulan awal hanya sebatas formalitas untuk mendongkrak pencitraan semata, sementara penuntasannya juga tak ada,” ujar ketua SIMAK Ariyanda kepada media, Senin 19 Desember 2022.

Indikasi tak tuntasnya pembayaran TPP ASN dan tunjangan beban kerja tenaga honor secara full dan masih banyaknya SP2D kegiatan Pemko yang belum di bayar hingga memasuki akhir-akhir desember ini kemungkinan ditenggarai oleh ketersediaan anggaran di Kasda yang minim.

“Tak mungkin ada asap kalau tak ada api, tak mungkin ada istilah SP2D bodong atau cek kosong Pemko beredar jika memang tersedia uang untuk dibayarkan. Inikan aneh persoalan TPP juga khabarnya tak tuntas terbayarkan full hanya beberapa bulan sebagai formalitas, selanjutnya kegiatan Pemko yang dilaksanakan pihak ketiga juga tersendat pembayarannya hingga berimplikasi SP2D yang dikeluarkan terhambat pembayarannya,” katanya.

Tentunya jadi tanda tanya jika rasionalisasi anggaran yang dikatakan Pj Walikota sebagai solusi penyelesaian keuangan benar adanya, maka seharusnya kejadian ini tak akan terjadi,”bebernya.

Dia menilai kemungkinan Pj Walikota tidak jujur kepada publik terkait pembayaran TPP hingga kondisi ril pendapatan daerah terutama Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Khususnya untuk PAD selama ini upaya yang dilakukan Pj Walikota untuk mengoptimalkannya hanya justeru menjerat UMKM, dengan menyama ratakan antara restoran, rumah makan, warkop dan kafe dengan standarisasi pajak sebesar 10% sebagaimana baliho berlatar merah yang disebarkan dibeberapa titik di Banda Aceh oleh Pemko.

Padahal seharusnya untuk UMKM seperti rumah makan, kafe yang omsetnya dibawah 500 juta sesuai peraturan menteri keuangan pajaknya hanya 0,5%, tapi pemko Banda Aceh lakukan aturan 10% sebagai jurus mengoptimalkan PAD, padahal tidak bisa disamakan antara restoran dan warung makan, apalagi yang omsetnya di bawah 500 juta per tahun,”bebernya.

Pun demikian, kata Ariyanda, kondisi PAD juga terlihat tak berhasil dioptimalkan walaupun sudah menindas UMKM, sehingga dampaknya TPP tak full terbayarkan dan SP2D yang dikeluarkan juga banyak yang belum dituntaskan, hanya saja Pemko terkesan tak jujur dengan kondisi keuangan Pemko sendiri.

Selama ini, kata Ariyanda, Pj Walikota Banda Aceh Bakri Siddiq khabarnya hanya bisa menjelek-jelekkan dan melempar bola kesalahan kepada pemerintahan sebelumnya, sementara faktanya kinerjanya sendiri ternyata jauh lebih buruk.

“Inikan namanya sudah tak mampu, tak jujur lalu melempar kesalahan kepada pihak lain sebagai kambing hitam. Padahal semakin jelas Pj Walikota Bakri Siddiq yang justru tak mampu mengelola pemerintahan dengan baik sebagaimana mestinya,” imbuhnya.

Menurut SIMAK, jika sumber PAD tidak ditracking, sewa-sewa lapak hingga penertiban parkir serta sumber PAD lainnya tidak digenjot maka persoalan keuangan tetap akan terjadi kendatipun pemangkasan program kerakyata dilakukan dengan dalih rasionalisasi.

“Toh pendapatan tak tercapai target, sehingga belanja yang notabenenya pengeluaran pemerintahan tak juga tuntas terbayarkan. Masalah dasarnya ya Pemko tak serius menggarap PAD padahal kondisi sudah tidak lagi masa covid-19, sehingga ketersediaan anggaran tentunya akan terbatas dan masalah juga tak akan tuntas. Sehingga menunjukkan ada yang error dengan manajemen pengelolaan pemerintahan yang sedang dipimpin oleh Pj Walikota Bakri Siddiq,” paparnya.

Dia juga meminta Pj Walikota tak tebang pilih dan jujur kepada publik dalam hal pengoptimalan PAD, apalagi khabarnya banyak lapak, toko atau sejenisnya milik Pemko yang dikuasai oleh pejabat tertentu masih ada yang belum terbayarkan, dan nilainya bahkah ada yang ratusan juta, belum lagi transparansi pendapatan dari sumber parkir maupun sumber lainnya.

“Ini juga harus dilakukan dengan tegas, jangan sampai kafe dan rumah makan yang notabenenya UMKM ditindas sumber yang besar-besar malah dibiarkan, dalam pengutipan PAD juga Pj walikota jangan tajam ke bawah tumpul ke atas,” tegasnya.

Secara tegas SIMAK meminta Pj Walikota untuk jujur dan tidak membohongi publik terkait pembayaran TPP ASN, optimalisasi PAD hingga persoalan SP2D bodong.

“Jangan karena ingin pencitraan malah tertutup ke publik, seharusnya Pj Walikota bisa lebih jujur jelaskan ke publik berapa jumlah ril TPP ASN yang sudah dibayarkan, berapa PAD yang sudah dikumpulkan, bagaimana solusi mengenai pembayaran pekerjaan yang belum dituntaskan hingga memasuki akhir desember ini,” tutupnya. []

Haru Biru Pengantar Tugas dan Purnabakti PN Banda Aceh

0
Foto: Ist

Nukilan.id – Pengadilan Negeri (PN) kelas IA Banda Aceh melaksanakan kegiatan Pengantar Tugas dan Purnabakti di Gedung Pengadilan Tipikor Kota Banda Aceh, Senin (19/12/2022).

Sebagaimana diketahui sebanyak 7 anggota PN Banda Aceh ada yang purnabakti juga alih tugas, tentu ini merupakan hal yang biasa dalam setiap kedinasan trerutama Keluarga Besar mahkamah Agung.

Sebagaimana di sampaikan oleh Ketua Pengadilan Negeri Banda Aceh R. Hendral S.H, M.H melalui Humas Pengadilan Negeri Sadri S.H, M.H, tentu ini merupakan hal yang biasa terjadi, mengingat dalam setiap penugasan ada purnabakti, dan ada juga yang ditugaskan di tempat yang baru, ada 7 ( Tujuh) anggota Keluarga Besar PN Banda Aceh Yaitu :

1. Edi Subagiyo S.H, M.H, Wakil PN Banda Aceh Menjadi Wakil PN Kabupaten Kediri.
2. Junaidi S.H, Purnabakti.
3. Elviyanti Putri S.H, M.H, Hakim PN Banda Aceh menjadi Hakim Lubuk Pakam
4. Drs. Efendi S.H, Panitera PN Banda Aceh menjadi Panitera Pengadilan Tinggi Kalimantan Utara.
5. Syaiful Has’ari, S.H, Panitera Muda Tipikor PN Banda Aceh menjadi Panmud Muda Tipikor PT Banda Aceh.
6. Hj. Ansari Muhammad Syam, Purnabakti.
7. Syukran S.H, Jurusita PN Banda Aceh menjadi PP PN Idi.

Sadri menambahkan, Tangis Haru selimuti suasana acara Pengantar Alih Tugas dan Purnabakti PN Banda Aceh, seperti kata pepatah “datang akan pergi, lewat kan berlalu, bertemu akan berpisaha” sepertinya tepat untuk menggambarkan suasana perpisahan.

Sebanyak dua orang hakim dan tiga orang pegawai yang mendapatkan promosi dan mutasi serta satu orang hakim dan pegawai telah purnabakti, ujar Sadri.

Keharuan dimulai ketika Edi Subagiyo menyampaikan pesan dan kesan, Ia mengucapkan terimakasih atas bimbingan yang di dapat selama tugas di PN Banda Aceh, tentu kepada para hakim tipikor juga yang telah terus bekerja sama membantu menjalankan tugas terutama sebagai Wakil Ketua PN Banda Aceh,

“selain itu juga saya memohon maaf sebesar-besarnya mungkin ada salah baik tutur maupun tindakan selama yang bertugas disini, tentunya kenangan juga sangat banyak yang saya dapatkan di Aceh ini,” ungkapnya.

Ketua Pengadilan Negeri kelas IA, R. Hendral, S.H, M.H., menyampaikan sambutan pamungkasnya dengan pertama-tama mengucap selamat dan semangat bagi semua Aparatur PN Banda Aceh, terutama yang harus pergi meninggalkan PN ini untuk tugas yang baru dan masa purnabakti.

“Saya sangat mengapresiasi dan bangga atas dedikasi dan kontribusi untuk PN Banda Aceh, saya harap teman-teman yang beralih tugas dapat membawa nama baik Aceh terutama Pengadilan Negeri,” ungkap Hendral.

Keharuan tidak hanya sampai disitu, haru biru kembali terasa ketika semua Pegawai PN Banda Aceh memberikan ucapan selamat dan berjabat tangan dengan para hakim serta pegawai yang akan alih tugas dan purnabakti.

“Perpisahan bukanlah akhir, melainkan perpisahan merupakan awal dari semua kenangan yang disimpan dalam rindu”. []

Disbudpar Aceh Bahas Masterplan Ekowisata Bersama Canopy dan HaKA

0
Foto: Ist

Nukilan.id – Lembaga Internasional Canopy Planet dan Yayasan Hutan, Alam dan Lingkungan (HaKA) melakukan pertemuan dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh untuk membahas masterplan pengembangan ekowisata di Kawasan Leuser.

Pertemuan itu berlangsung di ruang rapat Kadisbudpar Aceh, Senin, 19 Desember 2022. Pada kegiatan itu, kedua belah pihak masih sebatas memaparkan potensi ekowisata di Aceh yang bisa digarap, khususnya di Kawasan Ekositem Leuser.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh melalui Kabid Pengembangan Destinasi, Munawir Arifin mengatakan, pihaknya mengapresiasi langkah Canopy dan HaKA yang melihat peluang pengembangan wisata di Leuser.

Pihaknya berharap akan membuat masterplan ekowisata Leuser karena selaras dengan rencana pariwisata tingkat provinsi yang sedang dikembangkan saat ini.

“Ini sangat menarik dan juga selaras dengan rencana kita untuk mengembangkan pariwisata berbasis konservasi,” kata Munawir dalam rapat tersebut.

Menurutnya, kerjasama itu juga bertujuan memajukan sektor pariwisata yang memiliki nilai tambah baru berbasis konservasi yang kuat. Hingga akan memungkinkan adanya peningkatan multiplier effect kepada masyarakat dan komunitas di kawasan itu.

“Pertemuan serta pembahasan ini akan menghasilkan komitmen untuk saling bekerja sama dan kolaborasi dengan Disbudpar Aceh dalam mengembangkan masterplan ekowisata Leuser,” ungkap Munawir.

Sebagai langkah awal, konsultan ekowisata dari Canopy Planet saat ini sudah melakukan kunjungan ke Aceh untuk mengidentifikasi potensi ekowisata yang bisa digarap tanpa melanggar peraturan yang berlaku di kawasan Leuser.

Asisten I Sekda Aceh Buka Rakor Tim Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2022

0

Nukilan.id – Penjabat (Pj) Gubernur Aceh yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Keistimewaan Sekda Aceh, M Jafar membuka Rapat Koordinasi Teknis Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Aceh Tahun 2022, di Hotel Kyriad Muraya, Senin (19/12/2022).

Tampak hadir langsung Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Ayu Marzuki, Kepala Dinas Kesehatan Aceh dr. Hanif, dan sejumlah pejabat struktural dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Aceh, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Aceh, dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) wilayah Aceh.

M Jafar dalam sambutannya mengatakan, penurunan dan pencegahan stunting menjadi fokus dan komitmen Pemerintah Aceh saat ini, untuk mengawal serta memastikan adanya upaya atau tindakan dalam mencegah terjadinya stunting di Aceh.

“Percepatan Penurunan Stunting, menjadi tanggung jawab dan prioritas kita bersama karena stunting berdampak pada perkembangan otak anak yang berimplikasi pada gagal tumbuh dan menghambat perkembangan kognitif dan motorik, serta dapat menurunkan produktivitas Sumber Daya Manusia di masa yang akan datang,” kata Jafar.

Lebih lanjut terangnya, dampak dari stunting juga akan berpotensi merugikan perekonomian sebuah bangsa, lantaran rendahnya produktivitas SDM yang tidak berkualitas dari negara tersebut. Sebab itu, penurunan stunting menjadi salah satu program kerja Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 dalam membangun sumber daya manusia yang unggul.

Mengingat betapa penting penanganan dan penurunan stunting, kata Jafar, dengan mengacu kepada Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Angka Stunting Indonesia (RAN PASTI), Pemerintah Aceh melakukan beberapa intervensi dalam penanganan stunting dengan melakukan fokus pendataan keluarga berisiko stunting, intervensi spesifik, dan intervensi sensitif bersama dinas terkait.

“Penurunan stunting menjadi prioritas kita, dan ini membutuhkan kolaborasi multi-pihak dan lintas sektor, dimulai dengan penguatan kelembagaan pengelolaan stunting dari level pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, hingga desa dan lembaga non-pemerintah yang terkait,” ujar Jafar.

Pada kesempatan yang sama, Jafar menyebutkan, dalam upaya percepatan penurunan angka stunting Aceh ada 3 langkah yang harus diperhatikan, yakni, mendorong terbangunnya gerakan masyarakat hidup bersih dan sehat, di antaranya melalui konsumsi makanan bergizi seimbang, melakukan aktivitas fisik setiap hari, dan mencuci tangan dengan sabun.

Kemudian, mendorong masyarakat untuk memeriksakan kesehatannya secara rutin, baik pemeriksaan ibu hamil, pemantauan tumbuh kembang balita, imunisasi, pemeriksaan penyakit-penyakit sesuai siklus hidup, dan terus mengembangkan diri dan organisasi dalam kompetensi dan memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat.

Karena itu, Pemerintah Aceh sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 membentuk Tim Percepatan penurunan stunting (TPPS), dengan tugas utama mengintervensi proses pendataan keluarga berisiko stunting, intervensi spesifik, dan sensitif bersama dinas terkait untuk menekan angka stunting di Aceh, dengan harapan dapat menurunkan angka stunting ke angka 19,01 persen di tahun 2024 mendatang.

Sementara itu, Sekretaris Kantor Perwakilan BKKBN Aceh, Husni Thamrin mengatakan, rapat ini dilaksanakan bertujuan untuk mereview dan mengkoordinasikan di lintas sektoral serta merumuskan strategi, langkah-langkah dan komitmen bersama dalam upaya percepatan penurunan stunting di Aceh.

Ia juga menyampaikan, sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang pembentukan Tim Percepatan penurunan stunting (TPPS), saat ini Aceh sudah memiliki setidaknya 23 TPPS, yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota se-Aceh. []

Aceh Besar Raih Juara Umum Cabang Renang PORA XIV PIDIE 2022

1
Ketua Pengurus Provinsi Persatuan Renang Republik Indonesia (PRSI) Aceh Muchlis Zulkifli. (foto: Ist.)

Nukilan.id – Tim Renang Aceh Besar berhasil meraih juara umum Pertandingan PORA Pidie 2022 Cabang Olahraga Renang yang digelar di Kolam renang Yonif 112 Reider, Mata Ie, Aceh Besar, (17-19/12/2022).

Aceh Besar berhasil mendapat mendali 19 Emas 10 Perak dan 3 Perunggu. diikuti Pidie di peringkat 2 dengan peraihan 17 Emas, 10 Perak, dan 2 Perunggu. Peringkat 3 diraih Aceh Barat Daya dengan 5 Emas, 8 Perunggu, dan 11 Perak.

Banda Aceh menempati posisi 4 dengan peraihan mendali 3 Emas, 6 Perak, dan 11 Perunggu. Sedangkan posisi 5 Kota Langsa yang memperoleh 2 Emas 4 Perak dan delapan perunggu.

Cabang Olah Raga Renang diikuti 14 Kabupaten/Kota di Aceh. Posisi 6 hingga 14 masing-masing meraih 1 emas.

Pertandingan yang dilombakan di hari terakhir antara lain 1500 meter Gaya Bebas Putra/Putri, 200 meter gaya dada putra/putri/ 200 meter gaya kupu-kupu putra/putri, 400 meter Gaya Ganti Perorangan putra/putri, gaya punggung Putra/putri, 400 meter Gaya punggung putra/putri, 100 meter gaya bebas putra/putri, 4×100 meter gaya estafet putra/putri, 50 meter mix estafet gaya bebas, 4×50 meter mix estafet gaya ganti, 4×100 meter mix estafet gaya bebas, 4×100 meter mix estafet gaya ganti, 4×100 meter mix estafet gaya dada, dan 4×200 meter gaya ganti putra/putri.

Acara penyerahan mendali pada hari terakhir cabang olah raga renang dilakukan langsung Ketua Pengurus Provinsi Persatuan Renang Republik Indonesia (PRSI) Aceh Muchlis Zulkifli, ST, Sekda Aceh Besar Drs. Sulaimi, M.Si, Sekretaris PRSI Pengprov Aceh Dr Nasrul Zaman, dan para Ketua PRSI Kabupaten Kota.

berikut urutan perolehan mendali cabang renang PORA XIV PIDIE 2022 sebagai berikut;

Susunan Peraih Medali PORA XIV PIDIE 2022.

(red)

BSI Buka Cabang Pembantu Di Kampus UIN Ar-Raniry

0
Foto: Ist

Nukilan.id – PT Bank Syariah Indonesia Tbk dengan resmi membuka Kantor Cabang Pembantu (KCP) Banda Aceh UIN Ar-Raniry yang berlokasi di Gedung Registrasi Kampus Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Kopelma Darussalam Banda Aceh.

Soft Opening BSI KCP Banda Aceh UIN Ar-Raniry tersebut ditandai dengan pemotongan pita oleh Rektor UIN Ar-Raniry, Prof Dr Mujiburrahman, MAg bersama Regional Financing Business Deputy Region 1 Aceh, Syahrial Al Rasyid dan Branch Manager KCP Banda Aceh UIN Ar Raniry, Tengku Irfansyah, Senin (19/12/2022).

Dalam sambutannya, Rektor Prof Mujiburrahman menyampaikan apresiasi kepada pimpinan BSI atas pembukaan kantor cabang pembantu di kampus UIN Ar-Raniry Banda Aceh, bahkan ke depan Rektor berharap KCP ini dapat ditingkatkan menjadi Kantor Cabang, dan UIN Ar-Raniry siap mendukung.

“Kami menyambut baik atas dibukanya BSI KCP UIN Ar-Raniry, ke depan kita akan membangun gedung yang dapat digunakan oleh BSI, yang representatif agar mudah diakses oleh masyarakat,” ujarnya.

Rektor Mujib menyebutkan, antara UIN Ar-Raniry dan BSI telah melakukan berbagai kerja sama, pada akhir Oktober lalu telah ditandatangi naskah kerja sama terkait dengan pembiayaan mitraguna berkah, dan sebelumnya juga ditandatangani naskah kerja sama antara Rektor UIN Ar-Raniry degan Direktur Sales dan Distribution BSI, Anton Sukarna, Agustus 2022 lalu di The Trans Luxury Hotel, Kota Bandung, Jawa Barat.

“Kerja sama yang telah terjalin ini diharapkan dapat memberikan yang terbaik kepada masyarakat Aceh, khususnya di lingkungan UIN Ar-Raniry,” kata Prof Mujib.

Regional Financing Business Deputy Region 1 Aceh, Syahrial Al Rasyid mengatakan, pembukaan KCP di Kampus UIN Ar-Raniry ini merupakan bagian dari komitmen BSI dalam rangka mendukung syariat islam di Aceh, serta diharapkan dapat membantu peningkatan ekonomi masyarakat Aceh.

“Sebagaimana kita ketahui, bahwa UIN Ar-Raniry sejak awal diberlakukan syariat islam di Aceh sangat fokus mengawal penerapan syariat islam, khusus di bidang perbankan UIN Ar-Raniry juga ikut merangcang, membahas dan mengawal lahirnya qanun tentang lembaga keuangan syariah, untuk itu kami menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada civitas akademika di kampus ini,” ujarnya.

Terkait hal tersebut, BSI hadir di kampus UIN Ar-Raniry ini merupakan bagian dari dukungan yang diberikan tersebut, ke depan kita berharap berbagai kerja sama dapat ditingkatkan untuk mendukung lembaga keuangan syariah di aceh secara menyeluruh.

Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah pimpinan dari BSI dan UIN Ar-Raniry, antara lain Kepala Biro AUPK Drs H Ibnu Sa’dan, MPd, Karo AAKK Mirwan Fasta, MSi, Kabag Umum Hilmi, MPd dan Fadhli, M.Pd. [Hadiansyah]