Beranda blog Halaman 144

Pemerintah Pusat dan Aceh Matangkan Program Rehabilitasi–Rekonstruksi Pascabencana

0
Sekda Aceh, M. Nasir, S.IP, MPA didampingi Forkopimda serta jajaran SKPA terkait bersama Kementrian Koordinator Infrastruktur & Pembangunan Kewilayahan menggelar Rakor Rehab-Rekon Pascabencana Aceh di Kantor Gubernur Aceh, Jumat, 19 Desember 2025. (Foto Humas Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Pemerintah pusat bersama Pemerintah Aceh menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) persiapan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur pascabencana di Aceh. Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Gubernur Aceh, Jumat, 19 Desember 2025, sebagai bagian dari penanganan dampak bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di provinsi ini.

Amatan Nukilan.id, rakor melibatkan berbagai kementerian dan lembaga tingkat pusat, di antaranya Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Perhubungan, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, Kementerian Transmigrasi, Bappenas, serta Kementerian Ekonomi Kreatif.

Dari unsur daerah, rapat dihadiri Sekretaris Daerah Aceh M. Nasir, para asisten Sekda, kepala SKPA, staf ahli dan staf khusus Gubernur Aceh, serta unsur Forkopimda yang terdiri dari TNI, Polri, dan Basarnas. Sejumlah pejabat kementerian turut mengikuti rapat secara daring, termasuk Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Rakor dipimpin Deputi Bidang Koordinasi Pemerataan Pembangunan Wilayah Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur, Nazib Faisal, bersama Sekda Aceh, M. Nasir.

Dalam pertemuan tersebut dibahas empat agenda utama, yaitu pelaksanaan tanggap darurat tahap II hingga 25 Desember 2025, rencana rehabilitasi dan rekonstruksi, mitigasi risiko bencana, serta kebutuhan dan skema pendanaan.

M. Nasir menjelaskan bahwa bencana banjir dan longsor telah menimbulkan kerusakan besar pada infrastruktur, seperti jalan, jembatan, jaringan air bersih, serta fasilitas umum lainnya. Selain itu, aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di wilayah terdampak juga ikut terganggu.

Ia menyampaikan bahwa Pemerintah Aceh menangani bencana melalui sistem enam klaster sejak Tanggap Darurat Tahap I hingga Tahap II agar seluruh proses berjalan terkoordinasi.

“Melalui rapat koordinasi ini, kami berharap dapat dirumuskan langkah-langkah konkret yang segera dapat dilaksanakan di lapangan, sehingga pemulihan pascabencana dapat berjalan cepat, tepat, dan berkelanjutan,” ujar M. Nasir.

Sementara itu, AHY menyampaikan bahwa pemerintah pusat telah hadir sejak fase awal tanggap darurat, termasuk ketika sejumlah wilayah masih terisolasi akibat akses darat yang terputus. Dalam kondisi tersebut, bantuan dikirim melalui jalur udara sembari mempercepat pembukaan akses darat.

“Alat berat harus segera menembus titik-titik jalan yang terputus agar distribusi logistik kembali lancar,” ujar AHY.

Ia menegaskan Kementerian PUPR terus didorong untuk mempercepat pembukaan jalan, pemulihan infrastruktur dasar, dan penyediaan air bersih bagi masyarakat terdampak. Pemerintah juga segera membangun kembali rumah warga, termasuk relokasi ke kawasan yang lebih aman dari ancaman bencana.

Dalam rakor tersebut, AHY menyampaikan empat arahan utama, yakni sinkronisasi dan validasi data kerusakan infrastruktur antara pusat dan daerah, pendampingan kementerian dan lembaga dalam penyusunan R3P, penyusunan roadmap rehabilitasi–rekonstruksi yang komprehensif dan realistis, serta monitoring dan evaluasi yang terbuka dan berkelanjutan.

Forum tersebut juga diisi dengan masukan dari masing-masing kementerian terkait langkah-langkah penanganan pascabencana Aceh.  (XRQ)

Reporter: AKIL

DPR Dorong BPIP Beri Penghargaan kepada Ferry Irwandi: Layak Diapresiasi Negara

0
Ferry Irwandi. (Foto: Instragram/irwandiferry)

NUKILAN.ID | JAKARTA — Ketua Komisi XIII DPR RI, Willy Aditya, mendorong Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) untuk memberikan penghargaan kepada aktivis sekaligus konten kreator, Ferry Irwandi. Menurut Willy, aksi Ferry dalam penanganan darurat bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mencerminkan nilai-nilai Pancasila.

“Mari kita menjadi bangsa yang pemaaf. Kemudian menjadi bangsa yang tidak pelit memberikan apresiasi. Salah satunya kepada Ferry Irwandi,” ujar Willy dalam forum Refleksi Tahunan 2025 BPIP yang digelar di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Senin, 15 Desember 2025 lalu.

Politikus Partai NasDem itu menilai Ferry layak diapresiasi atas inisiatif penggalangan dana untuk kebutuhan tanggap darurat bencana. Bantuan yang terkumpul kemudian disalurkan secara transparan kepada para korban. Menurut Willy, langkah tersebut merupakan perwujudan nilai gotong royong dalam Pancasila.

Selain Ferry Irwandi, Willy menyebut BPIP juga dapat memberikan penghargaan kepada figur-figur dari berbagai sektor yang merepresentasikan nilai-nilai Pancasila. Ia mencontohkan aparat kepolisian dan TNI, bidan, dokter, guru, birokrat, aparatur sipil negara, pekerja swasta, hingga aktivis.

“Tahun depan, di Refleksi 2026, kita hadirkan di sini,” kata Willy yang memimpin komisi DPR yang bermitra dengan BPIP.

Willy menambahkan, pemberian penghargaan merupakan cara BPIP menghadirkan contoh hidup nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat. Dengan begitu, BPIP dapat berperan sebagai katalisator perubahan struktural, kultural, dan natural. Ia menyebut Pancasila sebagai pelumas bagi ketiga perubahan tersebut.

Menurut Willy, Pancasila tidak seharusnya ditempatkan sebagai konsep yang jauh dari kehidupan sehari-hari. Nilai-nilainya justru hadir dalam praktik sederhana di sekitar masyarakat.

“Saya lima tahun ini, berusaha mendekonstruksi itu, melakukan pendekatan induktif terhadap Pancasila. Saya punya teman, (almarhum) Franky Sahilatua, membikin ‘Pancasila di Rumahku’. Pancasila sebagai keseharian,” tukasnya.

Untuk diketahui, Influencer Ferry Irwandi mulai menyalurkan bantuan senilai Rp 10,3 miliar dari penggalangan dana di program Kita Bisa untuk korban banjir dan longsor di Pulau Sumatera.

Dilansir Nukilan.id, bantuan awal Ferry seberat total 2,6 ton tiba di Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Kamis (4/11/2025). Kata Ferry, bantuan yang diberikan berupa kebutuhan pokok, makanan siap saji bergizi, perlengkapan bayi dan ibu, dan sarana kebersihan. (xrq)

Reporter: Akil

Warga Menggamat Aceh Selatan Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Aceh Tamiang

0
antuan kemanusiaan dari warga Menggamat, Kecamatan Kluet Tengah, Aceh Selatan, disalurkan kepada korban banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Rabu (17/12/2025). (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | TAPAKTUAN — Bantuan kemanusiaan dari warga Menggamat, Kecamatan Kluet Tengah, Aceh Selatan, disalurkan kepada korban banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Rabu (17/12/2025). Bantuan tersebut merupakan hasil open donasi masyarakat Kluet Raya yang dihimpun untuk meringankan beban warga terdampak banjir.

Salah seorang warga Menggamat yang juga relawan dalam penggalangan donasi tersebut, Alman kepada Nukilan.id mengatakan bahwa penyaluran bantuan dilakukan dengan melibatkan relawan dan didukung unsur Muspika setempat.

Bantuan diantarkan langsung ke lokasi terdampak menggunakan satu mobil truk, berisi sembako, pakaian, perlengkapan ibadah, perlengkapan memasak, perlengkapan mandi, serta kebutuhan dasar lainnya.

“Terima kasih kepada masyarakat Kluet Raya, khususnya Kluet Tengah, yang telah berpartisipasi dalam open donasi korban banjir Aceh Tamiang. Terima kasih juga kepada kawan-kawan relawan dan Muspika yang mendukung penuh kegiatan ini,” kata Alman pada Kamis (18/12/2025).

Alman menjelaskan, bantuan disalurkan melalui posko pengungsian dan sebagian diberikan langsung kepada korban banjir di lokasi pengungsian. Adapun titik penyaluran meliputi Kecamatan Sekerak bagian dalam dan luar, Kecamatan Banda Mulia, serta Gampong Matang Seping.

“Setelah masuk ke Kecamatan Banda Mulia, kami baru mengetahui bahwa bantuan yang masuk ke wilayah ini sangat jarang. Padahal warga di sini juga terdampak dan masih membutuhkan perhatian lebih,” ujar Alman.

Menurutnya, kondisi Aceh Tamiang hingga kini masih memprihatinkan meski bencana banjir telah berlalu hampir tiga pekan. Ia menilai pemulihan belum berjalan optimal dan kebutuhan dasar warga belum sepenuhnya terpenuhi.

“Menjelang tiga minggu pascabanjir, kondisi di Aceh Tamiang masih jauh dari kata baik. Keadaan di lapangan tidak sebaik seperti yang disampaikan pemerintah pusat. Warga masih membutuhkan perhatian lebih,” kata Alman.

Ia berharap pemerintah pusat dapat memberikan perhatian serius terhadap situasi tersebut.

“Kami berharap pemerintah pusat segera mengambil langkah tegas dan mempertimbangkan penetapan bencana nasional agar penanganan bisa lebih maksimal,” ujarnya. (XRQ)

Reporter: Akil

Menag Salurkan Bantuan Kemanusiaan dan Daging Dam Haji untuk Pesantren Terdampak Bencana di Aceh

0
Menteri Agama Nasaruddin Umar saat meninjau Pondok Pesantren Najmul Hidayah Al Aziziyah, Kabupaten Bireuen, Aceh, yang terdampak banjir dan longsor. (FOTO: Kemenag)

NUKILAN.ID | BIREUEN – Menteri Agama Nasaruddin Umar menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada Pondok Pesantren Najmul Hidayah Al Aziziyah, Kabupaten Bireuen, Aceh, yang terdampak banjir bandang. Bencana tersebut menyebabkan asrama putri di pesantren itu ambles dan terbawa arus air.

Bantuan yang disalurkan Kementerian Agama meliputi sarung, mukena, selimut, paket sembako, genset, serta perlengkapan kebersihan. Selain itu, Menag juga menyerahkan daging Dam Haji 2025. Bantuan ini diharapkan dapat membantu pemulihan aktivitas pesantren serta meringankan beban para santri dan pengelola pascabencana.

“Agama kita mengajarkan bahwa di balik setiap ujian selalu ada hadiah. Semakin besar ujian, semakin besar pula pahala yang disiapkan Allah. Karena itu, jangan pernah takut terhadap musibah,” ujar Menteri Agama Nasaruddin Umar.

Menag menegaskan bahwa musibah tidak boleh dipahami sebagai kutukan. Ia menyebutkan, Al Quran dan hadis justru memberikan panduan bagi umat Islam dalam menyikapi cobaan dengan kesabaran dan keimanan.

“Musibah bukan kutukan. Solusinya bukan keputusasaan, tetapi kembali kepada Allah. Kesabaran adalah kualitas iman tertinggi. Dengan sabar, ujian menjadi jalan kenaikan derajat,” kata dia.

Ia juga mengutip hadis Nabi Muhammad saw. mengenai kemuliaan orang-orang yang wafat atau diuji dalam kondisi tertentu, termasuk mereka yang meninggal akibat musibah. Menurut Menag, hal tersebut menunjukkan besarnya kasih sayang Allah kepada hamba-Nya.

“Jika manusia mengetahui hikmah di balik musibah, niscaya ia akan mensyukuri musibah itu sendiri. Allah tidak pernah memberikan sesuatu yang buruk kepada hamba yang dicintai-Nya,” kata dia.

Selain bantuan material, Menag menekankan pentingnya ikhtiar spiritual dalam menghadapi bencana, salah satunya dengan memperbanyak shalat dan sujud sebagai bentuk kepasrahan kepada Allah.

“Semua persoalan dapat diselesaikan dengan sujud. Jangan memikul beban sendirian, serahkan kepada Allah. Insya Allah, musibah ini akan diringankan,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, Menag memberikan motivasi kepada para santri agar tetap bersemangat menuntut ilmu meski berada dalam kondisi sulit.

“Belajarlah dengan sungguh-sungguh. Jangan khawatir dengan masa depan. Allah akan menggantinya dengan kebaikan yang jauh lebih besar,” kata Menag.

DKI Jakarta Kirim 15 Unit Toilet Portabel ke Wilayah Banjir Aceh Tamiang

0
Toilet portabel. (FOTO: ANTARA/M Risyal Hidayat)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyalurkan bantuan berupa toilet portabel ke Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, yang menjadi salah satu daerah terparah terdampak banjir dan longsor pada akhir November lalu. Bantuan tersebut dikirim melalui Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto, mengatakan pengiriman bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Jakarta terhadap masyarakat Sumatra yang terdampak bencana.

“Kepedulian tidak mengenal jarak, Jakarta hadir untuk Sumatra,” ujar Asep dalam keterangannya, Kamis, 18 Desember 2025.

Menurut Asep, bencana dapat mengubah kehidupan masyarakat di mana pun terjadi. Seluruh aktivitas warga kerap terpusat di lokasi pengungsian, namun kebutuhan sanitasi tetap harus dipenuhi. Karena itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengirimkan toilet portabel ke Aceh Tamiang.

Asep menegaskan, toilet portabel bukan sekadar fasilitas pendukung, melainkan kebutuhan penting untuk menjaga kesehatan para pengungsi serta mendukung kerja petugas dan relawan di lapangan dalam kondisi darurat.

Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta mengirimkan sedikitnya 15 unit toilet portabel ke Aceh Tamiang.

“Ini merupakan bagian dari upaya untuk mencegah risiko penyakit dan menjaga kebersihan lingkungan di wilayah terdampak bencana,” kata Asep.

Bencana hidrometeorologi berupa banjir dan longsor juga melanda wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat pada akhir November lalu. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat lebih dari seribu orang meninggal dunia akibat bencana tersebut.

Tiga pekan setelah bencana melanda Sumatra, warga Aceh memasang bendera putih di sepanjang Jalan Lintas Sumatra, khususnya di ruas penghubung antara Kabupaten Aceh Tamiang dan Kota Langsa. Bagi masyarakat Aceh, bendera putih menjadi simbol kepasrahan atas penanganan bencana yang mereka hadapi.

“Bendera putih mewakili banyak hal, sekaligus perasaan marah, frustrasi, harapan, serta tuntutan untuk diperlakukan sebagai warga negara,” ujar Muhammad Alkaf, warga Langsa.

Relawan kebencanaan, Nauval Pally Taran (33), yang terlibat langsung dalam penanganan bencana di Aceh, juga menilai bendera putih sebagai simbol kepasrahan masyarakat. Ia mengatakan warga di wilayah terdampak parah, seperti Aceh Tamiang dan Aceh Utara, berada dalam kondisi sangat kewalahan.

“Sebagai relawan yang turun langsung ke lapangan, kami benar-benar merasakan ketidakberdayaan masyarakat dalam menghadapi dan mengatasi situasi bencana yang sulit ini,” ujar Nauval. (XRQ)

Dikutip dari Tempo English dan dialihbahasakan oleh Akil Rahmatillah.

Polri Bangun Sumur Bor, Tandon Air, dan MCK di Aceh Tamiang untuk Pemulihan Pascabencana

0
Bantuan Polri di Wilayah Terdampak Bencana Sumatera (Foto: Dok istimewa)

NUKILAN.ID | KUALA SIMPANG — Polri terus melakukan upaya pemulihan pascabencana yang melanda sejumlah wilayah di Aceh dan Sumatera. Terbaru, Polri memperbaiki sumur bor sekaligus membangun sumur bor baru di Dusun Subur, Desa Mekar Jaya, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang. Selain itu, Polri juga membangun tandon air serta fasilitas MCK untuk mendukung kebutuhan dasar masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, Polri menyerahkan berbagai perlengkapan penunjang pembangunan dan perbaikan sumur bor, antara lain tandon air dan kaki tandon masing-masing dua unit, dua unit genset, dua unit pompa air, serta satu perangkat instalasi pipa dan air.

Pembangunan sumur bor baru dilakukan di empat titik, yakni Masjid Baiturrahman Marlempang, Kecamatan Bendahara; Masjid Taqwa Kampung Balai, Kecamatan Bendahara; Meunasah Al Hikmah, Desa Sungaiyu, Kecamatan Bendahara; serta Masjid At Taqwa, Desa Matang Seuping, Kecamatan Banda Mulia, Kabupaten Aceh Tamiang.

Masyarakat menyampaikan apresiasi kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo beserta jajaran atas berbagai bantuan yang diberikan untuk memulihkan kondisi warga agar dapat kembali beraktivitas. Salah seorang warga, Irwandi, menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diterima.

“Saya dan segenap lapisan masyarakat desa mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Polri yang telah memberikan kami berupa bantuan tangki air, dan insyallah bantuan ini akan kita salurkan dengan sebaik-baiknya, Polri untuk masyarakat, Brimob untuk nusa dan bangsa,” ujar Irwandi, Kamis (18/12/2025).

Selain pembangunan sarana air bersih, personel Polri di lokasi juga melakukan pembersihan lingkungan serta membangun MCK sebanyak 15 pintu di Kuala Simpang. Sejumlah kegiatan pembersihan yang dilakukan meliputi pembersihan Rumah Sakit Rantau dengan dua unit motor Viar yang melibatkan 20 personel, pembersihan SD 1 Karang Baru dengan satu unit Viar dan 15 personel, serta pembersihan sepeda motor warga terdampak banjir menggunakan dua unit Viar dengan enam personel.

Polri juga menyerahkan sejumlah unit motor Viar untuk mendukung kegiatan pembersihan di tingkat kepolisian sektor, yakni satu unit ke Polsek Karang Baru, satu unit ke Polsek Kejuruan Muda, satu unit ke Polsek Rantau, serta masing-masing satu unit ke Polsek Bendahara dan Polsek Pulau Tiga.

Secara keseluruhan, Polri telah menyalurkan bantuan tandon air ke berbagai daerah terdampak bencana di Sumatera dengan total 627 unit. Rinciannya, Sumatera Utara menerima 140 unit, Sumatera Barat 100 unit, dan Aceh sebanyak 387 unit yang tersebar di wilayah Polda dan Polres Aceh, termasuk Aceh Tamiang, Langsa, Aceh Timur, Aceh Utara, Lhokseumawe, Bireuen, Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Pidie Jaya.

Warga Sukadamai Banda Aceh Salurkan Bantuan Kemanusiaan ke Bireuen, Buka Donasi Lanjutan untuk Aceh Tamiang dan Aceh Tengah

0
Warga Gampong Sukadamai, Kota Banda Aceh, menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi korban banjir di Kabupaten Bireuen. Bantuan donasi jilid pertama tersebut disalurkan ke Gampong Punjot, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, pada 13–14 Desember 2025. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Warga Gampong Sukadamai, Kota Banda Aceh, menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi korban banjir di Kabupaten Bireuen. Bantuan donasi jilid pertama tersebut disalurkan ke Gampong Punjot, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, pada 13–14 Desember 2025.

Relawan Gampong Sukadamai, Lailul Farhas, mengatakan penyaluran bantuan ini merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap warga yang terdampak banjir di sejumlah wilayah Aceh. Bantuan tersebut dihimpun dari donasi masyarakat Gampong Sukadamai.

“Donasi jilid pertama dari Gampong Sukadamai sudah kami salurkan ke Gampong Punjot, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen,” kata Lailul Farhas kepada Nukilan.id, Kamis (18/12/2025).

Ia menambahkan, saat ini pihaknya kembali membuka penggalangan donasi jilid kedua. Penggalangan tersebut difokuskan untuk membantu korban banjir di Kabupaten Aceh Tamiang dan Aceh Tengah yang hingga kini masih membutuhkan perhatian serius.

“Kami sedang menggalang donasi jilid kedua. Fokus bantuan kami arahkan ke Aceh Tamiang dan Aceh Tengah,” ujarnya.

Menurut Lailul, kondisi di dua daerah tersebut masih jauh dari pulih meskipun banjir telah berlalu hampir tiga pekan. Warga masih sangat membutuhkan berbagai kebutuhan dasar, seperti sarung dan mukena, pakaian layak pakai serta pakaian dalam baru pria dan wanita, sembako dan kebutuhan pokok, obat-obatan, serta peralatan mandi.

Untuk itu, Lailul menyampaikan bahwa masyarakat atau dermawan yang ingin berdonasi dapat datang langsung ke Posko Donasi di halaman Kantor Keuchik Sukadamai.

“Kami buka dari dri jam 8 pagi sampai dengan jam 4 sore,” tambahnya.

Lailul juga menyoroti kondisi di lapangan yang dinilainya tidak sepenuhnya sejalan dengan pernyataan pemerintah pusat terkait penanganan pascabanjir.

“Kondisi di sana belum sebaik seperti yang disampaikan. Menjelang tiga minggu pascabanjir, warga masih sangat membutuhkan perhatian lebih,” kata Lailul.

Ia berharap pemerintah pusat dapat memberikan perhatian yang lebih serius, termasuk mempertimbangkan penetapan status bencana nasional agar proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat dan menyeluruh.

“Mereka masih butuh perhatian, bukan hanya dari pemerintah pusat, tetapi juga dari dunia. Kami berharap pemerintah pusat segera memutuskan ini sebagai bencana nasional,” ujar Lailul. (XRQ)

Reporter: AKIL

Pemerintah Lamban Tangani Banjir Sumatera, Bendera Putih Berkibar di Meulaboh

0
Kain putih mulai terpasang di berbagai titik jalan Kota Meulaboh. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | MEULABOH — Kain putih mulai terpasang di berbagai titik jalan Kota Meulaboh. Aksi ini bukan simbol menyerah, melainkan protes sunyi dan peringatan keras atas lambannya penanganan banjir bandang yang melanda Sumatra, khususnya Aceh.

Bencana banjir bandang telah merenggut korban jiwa, memaksa ribuan warga mengungsi, menghancurkan rumah, fasilitas umum, serta memutus akses pangan dan air bersih. Hingga kini, masih banyak wilayah terisolasi, sementara para pengungsi bertahan dalam kondisi serba kekurangan, bahkan kelaparan akibat minimnya distribusi bantuan.

Putra Rahmat, Koordinator Aksi Aceh Barat sekaligus aktivis Barat Selatan Aceh, kepada Nukilan.id menyatakan bahwa pemasangan bendera putih adalah tanda darurat kemanusiaan, bukan provokasi politik.

“Mengibarkan bendera putih bukan sebagai tanda menyerah, melainkan sebagai tanda darurat kemanusiaan. Bencana ini telah merampas akses pangan, pendidikan, dan kesehatan, serta memaksa anak-anak, perempuan, dan lansia bertahan dalam kondisi yang tidak lagi manusiawi. Pemerintah Republik Indonesia harus segera menetapkan bencana banjir di Sumatra sebagai Bencana Nasional,” ujar Putra Rahmat.

Ia menilai keengganan pemerintah pusat menetapkan status Bencana Nasional menunjukkan kegagalan membaca skala penderitaan rakyat, sementara dampak bencana telah melampaui kemampuan daerah dalam menangani tanggap darurat.

“Ketika korban terus bertambah, wilayah masih terisolasi, dan pengungsi kelaparan, negara tidak boleh bersembunyi di balik prosedur administratif dan gengsi internasional. Nyawa rakyat tidak bisa ditawar dengan citra,” tegasnya.

Putra Rahmat juga mengajak seluruh masyarakat Aceh Barat untuk ikut memasang kain putih di rumah masing-masing sebagai bentuk solidaritas dan tekanan moral agar tragedi kemanusiaan ini menjadi sorotan nasional dan internasional.

“Kami mengajak rakyat Aceh Barat mengibarkan bendera putih di rumah masing-masing. Ini bukan aksi simbolik tanpa makna, ini adalah teriakan kolektif bahwa rakyat sedang dibiarkan menderita. Jika pemerintah pusat terus menutup mata, maka kain putih ini akan menjadi saksi bahwa negara pernah abai terhadap nyawa warganya,” katanya.

Ia menegaskan, diamnya negara hari ini akan dicatat sejarah sebagai kegagalan dalam melindungi rakyat di saat paling genting.

“Ketika rakyat kelaparan, anak-anak kehilangan masa depan, dan korban terus berjatuhan, tidak ada alasan bagi pemerintah untuk menunda. Jika bencana sebesar ini pun tidak layak disebut Bencana Nasional, maka yang patut dipertanyakan bukan rakyat Aceh, melainkan nurani negara,” ungkapnya.

Aksi pengibaran bendera putih ini akan terus meluas hingga pemerintah pusat berhenti berdalih, menetapkan status Bencana Nasional, dan hadir secara nyata, bukan sekadar melalui pernyataan dan laporan di atas kertas.  (XRQ)

Reporter: AKIL

Fuandi Menang Pilchiksung Durian Kawan, Proses Demokrasi Berjalan Aman dan Tertib

0
Keuchik Durian Kwan Terpilih, Fuandi. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | TAPAKTUAN — Pemilihan Keuchik Langsung (Pilchiksung) di Gampong Durian Kawan, Kecamatan Kluet Timur, Kabupaten Aceh Selatan, berlangsung aman, tertib, dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Dari hasil penghitungan suara terbuka yang dilakukan panitia, Fuandi berhasil meraih suara terbanyak dan unggul atas calon lainnya.

Berdasarkan rekapitulasi panitia pemilihan, selisih suara yang diperoleh Fuandi cukup meyakinkan. Kemenangan tersebut mencerminkan kepercayaan warga kepada Fuandi yang selama ini dikenal aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan serta memiliki kedekatan dengan masyarakat gampong.

Usai pengumuman hasil Pilchiksung, Fuandi menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada masyarakat Durian Kawan yang telah memberikan amanah kepadanya. Ia juga mengapresiasi kinerja panitia pemilihan, aparat keamanan, serta seluruh pihak yang turut menjaga jalannya proses demokrasi di tingkat gampong.

“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Durian Kawan. Kemenangan ini bukan milik saya pribadi, melainkan kemenangan seluruh warga gampong. Mari kita bersatu dan bersama-sama membangun gampong ke arah yang lebih baik,” ujar Fuandi.

Fuandi menegaskan komitmennya untuk merangkul seluruh elemen masyarakat tanpa membedakan pilihan politik. Menurutnya, perbedaan dalam Pilchiksung merupakan bagian dari dinamika demokrasi yang harus diakhiri dengan persatuan dan kerja bersama.

Ke depan, Fuandi berencana memprioritaskan peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan ekonomi gampong, pemberdayaan pemuda, serta transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana desa. Ia juga berjanji membuka ruang partisipasi seluas-luasnya bagi masyarakat dalam setiap proses pembangunan.

Sementara itu, tokoh masyarakat Durian Kawan berharap keuchik terpilih dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab dan membawa perubahan nyata bagi gampong. Mereka mengajak seluruh warga untuk kembali bersatu dan mendukung kepemimpinan baru demi kemajuan bersama.

Ketua Panitia Pilchiksung, Darmawan, berharap terpilihnya keuchik baru menjadi awal perubahan positif bagi gampong.

“Dengan terpilihnya keuchik baru, semoga membawa angin perubahan bagi Gampong Durian Kawan, khususnya dalam pembangunan infrastruktur agar semakin baik ke depan,” ujarnya.

Senada dengan itu, Ketua TPS 1, Deni Iswandi, menekankan pentingnya konsistensi antara janji dan pelaksanaan.

“Pemimpin baru diharapkan mampu amanah dan mewujudkan visi-misi yang telah disampaikan, sehingga Gampong Durian Kawan bisa menjadi lebih baik dari sebelumnya,” katanya.

Pilchiksung Durian Kawan yang diikuti warga dari berbagai dusun ini mencerminkan tingginya partisipasi masyarakat. Antusiasme tersebut menunjukkan besarnya harapan warga terhadap kepemimpinan keuchik baru dalam membawa perubahan dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat gampong.

Dengan hasil tersebut, Fuandi dipastikan akan memimpin Gampong Durian Kawan pada periode jabatan mendatang, menggantikan keuchik sebelumnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Bantuan Tahap Kedua Tiba, Aceh Terima 700 Ton Obat dan Perlengkapan Anak

0
Bantuan Tahap Kedua Tiba, Aceh Terima 700 Ton Obat dan Perlengkapan Anak. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | LHOKSEUMAWE — Bantuan kemanusiaan tahap kedua dari Kementerian Pertanian (Kementan) RI dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) kembali tiba di Aceh. Sebanyak 700 ton logistik diangkut menggunakan KRI Surabaya-591 dan bersandar di Pelabuhan Umum Krueng Geukueh, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Kamis (18/12/2025).

Inspektur Jenderal Kementan RI, Letjen TNI (Purn) Irham Waroihan, dalam keterangannya kepada Nukilamengatakan bantuan tersebut tidak hanya disalurkan ke Aceh, tetapi juga ke Sumatera Barat dan Sumatera Utara. Logistik dikirim dari Jakarta menuju Banda Aceh dengan muatan 153 truk, berisi obat-obatan serta perlengkapan pakaian untuk perempuan dan anak-anak.

“Bantuan tahap pertama sudah tiba beberapa waktu sekitar 700 ton untuk Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Masing-masing provinsi 333 ton lebih kurang. Logistik tahap kedua tiba saat ini dengan berat yang sama, kedua ini jika di rupiahkan sekitar Rp 11 miliar. Jadi secara total donasi dari Bapanas dan Kementan dana sebanyak Rp 75 miliar,” ujarnya.

Irham menyebutkan, bantuan tahap ketiga direncanakan tiba pada 24 hingga 26 Desember 2025. Pada tahap tersebut, bantuan akan disalurkan ke tiga daerah terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor, dengan kapasitas sekitar 5 ton per unit.

Terkait pemulihan lahan pertanian yang terdampak banjir, Irham menegaskan pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai lintas sektor agar penanganan dapat segera dilakukan. Menurut dia, kebutuhan dasar para korban juga menjadi perhatian utama agar segera terpenuhi.

“Oleh karena itu, kita minta data secepatnya dari Provinsi Aceh, agar segera kirimkan ke kementerian pertanian. Menyangkut masalah lahan tanaman padi, holtikultura, perikanan dan perkebunan yang rusak berat maupun ringan segera di kirim ke kita, agar secepatnya dapat di tangani,” katanya.

Ia juga memastikan ketersediaan obat-obatan bagi para korban aman karena bantuan tersebut dipesan langsung dari pabrik.

“Bantuan lebih fokus obat-obatan, perlengkapan pakaian Wanita dan anak-anak. Kita harapkan bantuan ini kita serahkan kepada BNPB Aceh dan tersalurkan tepat sasaran dan cepat kepada korban banjir besar di Sumatera. Khususnya korban paling membutuhkan harus menerima bantuan tersebut,” ujarnya. (XRQ)

Reporter: Akil