Beranda blog Halaman 1418

MPP Aceh Besar Sediakan Lift Khusus Bagi Penyandang Disabilitas

0

Nukilan.id – Para penyandang disabilitas mendapatkan pelayanan khusus dalam mengurus perizinan di Mal Pelayanan Publik (MPP). Dalam hal ini Pemerintah Aceh Besar menyediakan Lift khusus disabilitas dan area parkir khusus.

“Ya. khusus bagi penyandang disabilitas pemerintah ada menyediakan sebuah Lift khusus untuk memudahkan akses mereka kelantai tiga, sesuai dengan peraturan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi,” kata Mulyadi A., S.Si selaku

Kabid Pelayanan Perizinan Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Aceh Besar, Ingin Jaya, Kamis (2/2/2023).

Mengenai dengan penyediaan fasilitas, sesuai dengan regulasi dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB), Mal pelayanan publik harus menyediakan fasilitas khusus kepada Disabilitas, lansia, ibu menyusui, dan anak-anak dalam hal memberikan kenyamanan.

“Jadi, DPMPTSP selaku instansi yang mengkoordinasi MPP disetiap daerah harus menyediakan fasilitas pelayanan khusus tersebut. Karena fasilitas khusus disabilitas termasuk kriteria yang memiliki nilai, apalagi MPP setiap tahun akan dievaluasi, dinilai, baik itu secara langsung, media online maupun secara virtual,” lanjutnya

Pemerintah telah mengesahkan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2011 tentang Pengesahan Konvensi Hak-Hak Penyandang Disabilitas serta memberlakukan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas sebagai pengganti Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1997 tentang Penyandang Cacat.

“Ada Undang-undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Publik yang mencakup ketentuan penyelenggaraan pelayanan publik berasaskan kesamaan hak, persamaan perlakuan dan fasilitas, serta perlakuan khusus bagi kelompok rentan,” ujar Mulyadi

Untuk mewujudkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 yang menuntut pelayanan yang cepat, mudah, dan akuntabel tersebut, maka dikeluarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (MENPAN-RB) Nomor 23 Tahun 2017 Tentang Penyelenggaraan Mal Pelayanan Publik sebagai terobosan dan inovasi untuk mewujudkan pelayanan yang prima.

“Mal Pelayanan Publik merupakan tempat terlaksananya kegiatan penyelenggara layanan publik baik barang ataupun jasa pada suatu tempat dalam rangka menyediakan pelayanan yang cepat, mudah, dan akuntabel,” tuturnya. []

Menhub Rencanakan Bangun Dermaga Tambahan di Pelabuhan Ulee Lheue

0
Kapal Aceh Hebat 2 angkut wisatawan yang berlibur ke pulau sabang di hari lebaran. (Foto: Republika)

Nukilan.id – Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, meninjau pelabuhan Ulee Lheue Kota Banda Aceh. Ia memastikan pihaknya akan melakukan beberapa perbaikan agar konektivitas antar pulau di Aceh berjalan baik.

Budi Karya juga sempat melihat dan menyambut kedatangan penumpang kapal KMP BRR dari Sabang. Ia menyapa para penumpang dan ikut menyerahkan bingkisan.

“Aceh ini adalah salah satu daerah yang potensial. Karenanya, saya datang ke sini (Banda Aceh) mengidentifikasi apa yang segera harus dibangun lagi,” kata Budi Karya, Jumat (3/2).

Budi mengungkapkan angkutan laut dan Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) sangat penting. Ia melihat langsung bagaimana aktivitas kapal di Pelabuhan Ulee Lheue yang mengangkut sejumlah penumpang dan barang.

“Bayangkan kapal ini (KMP Roro) tiga trip dan mengangkut sejumlah penumpang yang banyak. Karenanya, kita akan membangun tambahan dermaga di sini (Pelabuhan Ulee Lheue) Banda Aceh,” ujar Budi Karya.

“Karena ada tiga pulau besar di sini (Aceh), sehingga nanti pergerakan dari Banda Aceh ke tiga pulau itu bisa berjalan lebih baik, terkoneksi,” tambahnya.

Tak hanya Pelabuhan Ulee Lheue, kata Budi Karya, pihaknya juga akan memperbaiki beberapa pelabuhan lainnya yang ada di Aceh seperti di wilayah Meulaboh, Aceh Barat.

“Sekarang ini kan ekspor atau bahan yang mendatangkan keuntungan dari masyarakat Aceh itu adalah di antaranya sawit. Kami akan memperbaiki beberapa pelabuhan supaya konektivitas bisa lebih baik,” ungkap Budi Karya.

Budi Karya mendorong pengelola pelabuhan bisa bekerja sama dengan para pihak terkait seperti Badan Usaha Milik Gampong (BUMG). Sehingga keuntungannya bisa semakin maksimal.

“Pelabuhan yang sudah relatif komersial artinya menguntungkan, saya ajak Pak Gubernur bekerja sama dengan BUMG. Konektivitas laut ini sangat penting dan ekonomis, memberikan sumbangsih ekonomi bagi masyarakat secara umum dan Aceh khususnya,” tutur Budi Karya. [Kumparan]

Anggota DPR Dorong Pemerintah Pusat Revitalisasi Simpang 7 Ulee Kareng

0
Anggota Komisi V DPR RI, Irmawan saat mengikuti agenda Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI ke Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh, Kamis (2/02/2022). Foto: Nadhen/nr

Nukilan.id – Komisi V DPR RI mendorong Pemerintah Pusat membantu proses revitalisasi Simpang Tujuh Ulee Kareng di Provinsi Aceh. Jalan tersebut berada di pusat kota, Kota Banda Aceh. Kondisinya saat ini dinilai sangat semerawut. Di pinggir jalan ada pasar tumpah dan ruas jalannya pun kecil sehingga sering terjadi kemacetan.

Pemerintah Kota Banda Aceh berencana memugar jalan tersebut. Rencananya, ruas-ruas jalan akan diperlebar. Selain itu, nantinya akan dibangun jembatan layang sebagai tempat perlintasan tambahan bagi berbagai kendaraan.

Anggota Komisi V DPR RI, Irmawan pun mendukung langkah tersebut. Ia menilai bahwa Simpang Tujuh memang perlu ditata. Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu pun ingin agar Simpang Tujuh bisa menjadi ikon Kota Banda Aceh.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, Pemerintah Kota Banda Aceh sudah berusaha melakukan penataan Simpang Tujuh. Namun, kata Irmawan, Pemerintah Daerah memiliki anggaran yang terbatas. Oleh sebab itu, ia berharap agar Pemerintah Pusat memberikan bantuan.

“Karena ini, kan, masuk ke wilayah Kota Banda Aceh, jadi ternyata APBD Banda Aceh itu tidak cukup untuk membangunnya. Maka kita coba bawa teman-teman dari Komisi V dan Kementerian PUPR, mudah-mudahan ke depan bisa dibangun dengan anggaran dari APBN,” harapnya usai Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI ke Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh, Kamis (2/02/2022).

Hal senada diungkapkan Anggota Komisi V DPR RI lainnya, Ruslan M. Daud. Ia menjelaskan bahwa setelah disempurnakannya undang-undang tentang jalan, maka sudah seyogyanya Pemerintah Pusat memberikan bantuan dalam penataan jalan lintas Kabupaten tersebut.

“Undang-Undang Jalan Nomor 38 Tahun 2004 ini sudah disempurnakan. Jadi, tidak ada istilah lagi APBN tidak bisa masuk ke ruas-ruas jalan yang memang menghubungkan Kabupaten ataupun Provinsi,” jelasnya.

Waspada Penipuan Mengatasnamakan Pj Bupati Aceh Besar, Ini Modusnya

0

Nukilan.id – Sebuah akun dalam platform media sosial (medsos) yang mengatasnamakan Penjabat (Pj) Bupati Aceh Besar Muhammad Iswanto, lengkap dengan foto profil yang bersangkutan dengan istri, sejak satu hari terakhir mulai beredar di dunia maya. Pemakai akun yang dalam rekening BRI nya bernama Risma Trisnawati itu, telah sukses menipu beberapa nasabah.

“Ini benar benar keji dan memalukan lembaga, serta saya dan keluarga secara personal, karena kami tak pernah melakukan hal seperti itu. Dan ini murni penipuan yang tak ada sedikitpun sangkut paut dengan kami,” tegas Muhammad Iswanto, kepada awak media, Rabu (02/02/2023) pagi tadi.

Muhammad Iswanto mengimbau siapapun yang dihubungi oleh pemakai akun palsu itu untuk melapor ke polisi, serta jangan pernah melayaninya. Pj Bupati Aceh Besar itu juga telah berkoordinasi dengan jajaran Forkopimda Aceh Besar, terkait tindakan kriminal tersebut.

Penipu itu menggunakan beberapa rekening untuk permintaan transfer, antara lain atas nama Bank BRI dengan nama Risma Trisnawati dengan nomor rekening 005501035331532.

Dari tangkapan layar si penipu itu terdapat sedikitnya tiga nama yang telah menngirimkan uang dengan jumlah sedikitnya Rp 26 juta lebih. Satu dari tiga nama itu tercatat sebagai sebuah perusahaan, namun dua lainnya dari Aceh Besar dengan nilai transfer Rp 10 juta lebih.

Si penipu itu juga memaksa korbannya untuk mengirim sejumkah uang yang ia minta, dengan dalih akan memberikan kepada OPD tertentu untuk memperlancar ‘pekerjaan’. Bahkan ada korbannya terpaksa mnggadai kan sepeda motor untuk bisa mengirimkan uang yang diminta oleh pecundang tersebut.

“Tadi udah kami tf uangnya pak Rp 8.700.000. Itu pun dari hasil kami gadaikan kereta (sepeda motor-red) Pak. Kami minta bantuannya sama bapak.” Itu tangkapan layar pembicaraan penipu yang mengaku bisa mengurus itu dan salah seorang korbannya dari Seulimuem.

Si penipu juga mengiming-imingi si pengirim untuk sesuatu hal di lingkungan OPD Aceh Besar, dengan membawa bawa nama institusi tertentu seperti Dinas Pertanian.

“Kami tegaskan, itu tak benar sama sekali dan itu adalah penipuan,” tandas Iswanto, seraya mengingatkan agar seluruh elemen masyarakat di Aceh Besar dan lainnya untuk tidak melayani permintaan si penipu tersebut. Yang nomo kontaknya tertangkap di layar sebagai berikut. 0838 94 566669.

Gubernur Kukuhkan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah Lima Kabupaten

0
Foto: Ist

Nukilan.id – Penjabat (Pj) Gubernur Aceh yang diwakili Asisten II Sekda Aceh, Mawardi, mengukuhkan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah atau TPAKD di lima Kabupaten/Kota dan Penandatanganan Program Kerja Tahun 2023, di Anjungan Meuligoe Bupati Nagan Raya, Rabu (1/2/2022).

Adapun Lima Kabupaten/Kota itu adalah Nagan Raya, Aceh Singkil, Subulussalam, Aceh Jaya dan Simeulue. Dengan pengukuhan itu, sampai saat ini telah terbentuk 16 TPAKD di seluruh Provinsi Aceh, setelah sebelumnya pada tanggal 20 September 2022 di Banda Aceh telah dikukuhkan 11 TPAKD, yaitu Langsa, Pidie, Aceh Selatan, Aceh Tamiang, Aceh Barat Daya, Pidie Jaya, Aceh Tenggara, Aceh Besar, Aceh Barat, Aceh Utara dan Banda Aceh.

“Saya sangat menunggu pembentukan TPAKD oleh daerah-daerah lain yang belum memilikinya. Saya juga sangat mengapresiasi kabupaten dan kota yang telah melakukan pembentukan TPAKD,” kata Mawardi.

Tujuan pembentukan TPAKD kata Mawardi, adalah tindak lanjut dari arahan Presiden, di mana seluruh daerah harus mendukung dan mempercepat masyarakat dalam memiliki kemudahan untuk mengakses layanan keuangan formal. Baik untuk menabung sejak dini maupun untuk memperoleh pembiayaan, sehingga target Indeks Inklusi Keuangan nasional dapat meningkat menjadi di atas 90 persen dalam waktu tiga tahun ke depan.

Adapun keuangan inklusif dapat didefinisikan sebagai kondisi ketika setiap anggota masyarakat mempunyai akses terhadap berbagai layanan keuangan formal yang berkualitas secara tepat waktu, lancar, dan aman dengan biaya terjangkau, sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Untuk itu, kami sangat mengharapkan keberadaan TPAKD ini dapat mendorong ketersediaan akses keuangan yang seluas-luasnya kepada masyarakat, melalui berbagai inovasi dan terobosan baru guna mendukung perekonomian daerah,” ujar Mawardi.

Tujuan lain dari pembentukan TPAKD, lanjut Mawardi, adalah untuk mendorong adanya aliansi strategis dan peran serta Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), perwakilan Kementerian/ Lembaga di daerah, Lembaga Jasa Keuangan (LJK), dan pemangku kepentingan terkait dalam rangka perluasan akses keuangan di daerah.

Selain itu, tim ini bertujuan untuk menggali potensi ekonomi daerah yang dapat dikembangkan, dengan menggunakan produk dan layanan jasa keuangan dalam rangka pemerataan ekonomi dan kemandirian daerah. Selanjutnya, mendorong optimalisasi potensi sumber dana di daerah dalam perluasan penyediaan pendanaan produktif, antara lain untuk mengembangkan UMKM, usaha rintisan atau start up business, dan membiayai pembangunan sektor prioritas.

TPAKD juga dibentuk untuk mendukung program pemerintah dalam upaya meningkatkan tingkat literasi dan inklusi keuangan di Indonesia, serta melakukan monitoring dan evaluasi perkembangan akses keuangan di daerah.

“Sesuai arahan dari Bapak Presiden pada Rakornas TPAKD akhir tahun 2020 yang lalu, setiap kepala daerah diminta untuk melakukan cara-cara yang extraordinary, inovatif dan cepat dalam menjalankan segala kebijakan dan program yang ada. Untuk mewujudkan harapan tersebut, program TPAKD harus berjalan secara merata di seluruh daerah,” kata Mawardi.

Karena itu, pembentukan TPAKD perlu dilakukan di seluruh Kabupaten/Kota di wilayah Provinsi Aceh agar akselerasi berbagai program peningkatan akses keuangan masyarakat dapat berjalan dengan baik. []

Seluruh Kabupaten/kota di Aceh Telah Dibentuk Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah

0
Foto: Ist

Nukilan.id – Penjabat (Pj) Gubernur Aceh yang diwakili Asisten II Sekda Aceh, Mawardi, mengukuhkan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah atau TPAKD di lima Kabupaten/Kota dan Penandatanganan Program Kerja Tahun 2023, Lima Kabupaten/Kota itu adalah Bener Meriah, Lhokseumawe, Sabang, Aceh Timur dan Gayo Lues.

“Apresiasi saya kepada seluruh kabupaten dan kota yang telah melakukan pembentukan TPAKD,” kata Mawardi. di Bener Meriah, Kamis (2/2/2023).

Adapun tujuan pembentukan TPAKD, adalah tindak lanjut dari arahan Presiden, bahwa, seluruh daerah harus mendukung dan mempercepat masyarakat dalam memiliki kemudahan untuk mengakses layanan keuangan formal. Baik untuk menabung sejak dini maupun untuk memperoleh pembiayaan, sehingga target Indeks Inklusi Keuangan Nasional dapat meningkat menjadi di atas 90 persen dalam waktu tiga tahun ke depan. Ujarnya

kemudian keuangan inklusif dapat didefinisikan sebagai kondisi ketika setiap anggota masyarakat mempunyai akses terhadap berbagai layanan keuangan formal yang berkualitas secara tepat waktu, lancar, dan aman dengan biaya terjangkau, sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Untuk itu, kami sangat mengharapkan keberadaan TPAKD ini dapat mendorong ketersediaan akses keuangan yang seluas-luasnya kepada masyarakat, melalui berbagai inovasi dan terobosan baru, guna mendukung pertumbuhan perekonomian daerah,” ujar Mawardi.

Selanjutnya tujuan lain dari pembentukan TPAKD, lanjut Mawardi, adalah untuk mendorong adanya aliansi strategis dan peran serta Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), perwakilan Kementerian/ Lembaga di daerah, Lembaga Jasa Keuangan (LJK), dan pemangku kepentingan terkait dalam rangka perluasan akses keuangan di daerah.

Selain itu, tim ini juga bertujuan untuk menggali potensi ekonomi daerah yang dapat dikembangkan, dengan menggunakan produk dan layanan jasa keuangan dalam rangka pemerataan ekonomi dan kemandirian daerah. Selanjutnya, mendorong optimalisasi potensi sumber dana di daerah dalam perluasan penyediaan pendanaan produktif. Antara lain untuk mengembangkan UMKM, usaha rintisan atau start up business, dan membiayai pembangunan sektor prioritas.

TPAKD juga dibentuk untuk mendukung program pemerintah dalam upaya meningkatkan tingkat literasi dan inklusi keuangan di Indonesia, serta melakukan monitoring dan evaluasi perkembangan akses keuangan di daerah.

“Sesuai arahan dari Bapak Presiden pada Rakornas TPAKD akhir tahun 2020 yang lalu, setiap kepala daerah diminta untuk melakukan cara-cara yang extraordinary, inovatif dan cepat, dalam menjalankan segala kebijakan dan program yang ada. Untuk mewujudkan harapan tersebut, program TPAKD harus berjalan secara merata di seluruh daerah,” Imbuhnya.

Karena itu, pembentukan TPAKD perlu dilakukan di seluruh Kabupaten/Kota di wilayah Provinsi Aceh agar akselerasi berbagai program peningkatan akses keuangan masyarakat dapat berjalan dengan baik. []

Toko Fantasi di Darussalam Terbakar

0

Nukilan.id – Satu unit toko Fantasi di Jalan T. Nyak Arief Darussalam, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh terbakar dilalap sijago merah sekira pukul 10.30 WIB, Kamis (2/2/2023).

Diketahui, toko tersebut milik Maryati (63) yang disewakan kepada Suhadi (53).

Kasi Pembinaan dan Pengembangan Tenaga Damkar Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Banda Aceh, Yudi mengatakan, informasi yang dihimpun dari Suhadi menyatakan bahwa adanya pengerjaan las kanopi di lantai II toko dan berkemungkinan bunga api las masuk dari celah ventilasi jendela mengenai barang aksesoris atau plastik dan menimbulkan kebakaran.

“Suhadi sempat melakukan pemadaman dengan menggunakan APAR namun api tak kunjung padam sehingga saksi penyewa menghubungi pihak pemadam kebakaran,” kata Yudi.

Sekiranya pukul 11.15 WIB api dapat dipadamkan dan selanjutnya dilakukan upaya pendinginan, dan selesai bertugas armada kembali ke pos pukul 12.26 WIB.

Saat proses pemadaman turut dibantu petugas PLN, Polsek Syiah Kuala di back up Polresta Banda Aceh, personel Kodim, Koramil setempat, relawan ERPA dan RAPI dalam pengamanan di lokasi kejadian.

Sampai berita ini diturunkan tidak ada korban jiwa dan penyebab kebakaran berawal adanya pengerjaan las kanopi namun perkembangan lanjutan masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.

Reporter: Reji

Pemko Banda Aceh Buka Pasar Murah, Ini Jadwal dan Lokasinya

0
Pemerintah Kota Banda Aceh menggelar pasar murah di Taman Bustanussalatin, Banda Aceh. (Foto: Humas BNA)

Nukilan.id – Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan bekerjasama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh dan Bulog Divre Aceh akan mengelar Operasi Pasar Tanggap Inflasi.

Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kota Banda Aceh, M Nurdin, Rabu (1/2/2023) mengatakan operasi pasar tersebut akan digelar selama lima hari berturut-turut di lima lokasi di Banda Aceh.

“Iya, operasi pasar tanggap inflasi ini kita gelar selama lima hari berturut-turut yang tersebar di lima lokasi,” ungkap M Nurdin.

Pasar murah yang menyediakan beras, minyak goreng hingga telur itu akan mulai digelar 6 Februari sampai dengan 10 Februari 2023. “Tanggal 6 Februari dimulai di Taman Bustanussalatin (Taman Sari). Kemudian dilanjutkan di empat titik lokasi lainnya,” katanya.

Kemudian M Nurdin mengungkapkan, pasar murah tanggap inflasi itu diperuntukkan bagi masyarakat Kota dengan syarat ber-KTP Banda Aceh.

Barang pokok yang disediakan, lanjut M Nurdin, terdiri dari beras, minyak goreng dan telur. “Operasi pasar yang dilakukan menyediakan 20.000 Kg beras, 7.800 liter minyak goreng dan 2.000 lempeng telur untuk kebutuhan 5 hari, dengan total nilai subsidi sebesar Rp159 juta yang bersumber dari DPA Dinas Perindag Aceh,” ujarnya.

Kata Nurdin, saat berbelanja masyarakat akan mendapatkan barang pokok dengan harga tebus yang lebih murah dari pasar karena telah disubsidi oleh pemerintah.

“Beras telah disubsidi sebesar Rp50 ribu/sak untuk ukuran 10kg. Minyak goreng disubsidi sebesar Rp10 ribu untuk 2 liter dan telur disubsidi Rp10 ribu per lempeng (30 butir),” tambah M Nurdin.

Disampaikannya, kegiatan ini digelar berawal dari Sidak yang dilakukan Pj Wali Kota Banda Aceh Bakri Siddiq di Pasar Al Mahirah, Minggu 29 Januari lalu dimana ada beberapa item barang pokok yang mengalami kenaikan seperti beras, minyak goreng dan telur.

“Usai sidak hari itu, Pak Pj menginstruksikan kepada kami agar diadakan pasar murah, selain untuk menekan harga barang pokok juga sebagai upaya bersama Pemerintah Aceh dan Pemko dalam menekan laju inflasi,” kata M Nurdin.

Berikut jadwal dan lokasi Pasar Murah Tanggap Inflasi di Banda Aceh:

1. Senin 6 Februari 2023, Pukul 09.00 WIB s/d selesai, Lokasi Taman Bustanussalatin (Taman Sari)

2. Selasa 7 Februari 2023, Pukul 09.00 WIB s/d selesai, Lokasi Masjid Baitussalihin Ulee Kareng

3. Rabu 8 Februari 2023, Pukul 09.00 WIB s/d selesai, Lokasi Depan Kantor Metrologi Gampong Mulia

4. Kamis 9 Februari 2023, Pukul 09.00 WIB s/d selesai, Lokasi Halaman Masjid Bani Salim Lampaseh Kota

5. Jumat 10 Februari 2023, Pukul 09.00 WIB, Lokasi Halaman Kantor Perindag Aceh di Kuta Alam.[]

23 Kemenag Kab/Kota Teken Perjanjian Kerjasama Wakaf

0

Nukilan.id – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota se-Aceh melakukan perjanjian kerjasama antara Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten dan Kejari.

Memorandum of Undrestanding (MoU) ini sebagai bentuk koordinasi dan kerjasama tugas dan fungsi dalam rangka sertifikasi dan pengamanan tanah wakaf di Aceh.

Hal ini sebagai bentuk komitmen dalam menjaga harta wakaf, ketiga lembaga tersebut.

Kegiatan berlangsung di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh, Rabu 1 Februari 2023.

Tujuannya sebagai landasan para pihak untuk melakukan koordinasi dan sinergi dalam sertifikasi dan menyelamatkan harta wakaf, dan untuk memaksimalkan dalam melaksanakan tugas dan fungsi masing-masing, dengan sinkronisasi data dan informasi yang lengkap.

Perjanjian ini diawali dengan penandatanganan yang dilakukan Kakanwil Kemenag Aceh, Dr H Iqbal SAg MAg, Kakanwil BPN Aceh Dr Mazwar SH M Hum, Kajati Aceh Bambang Bachtiar, SH MH.

Kemudian dilanjutkan kab/kota secara berurutan.

Aceh Tamiang Posisi Keempat Kabupaten Inovatif se-Aceh

0

Nukilan.id – Kabupaten Aceh Tamiang masuk 10 besar kategori Kabupaten inovatif di Aceh. Hal ini dikabarkan oleh Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian, Bastian, Rabu (1/2/23).

“Alhamdulillah, Kabupaten Aceh Tamiang masuk 10 besar kabupaten/kota inovatif di Aceh dengan menduduki posisi keempat”, ucapnya singkat.

Aceh Tamiang memperoleh skor indeks sebesar 57,41 dan skor yang sama juga diperoleh Kabupaten Bireuen.

Hal itu berdasarkan penilaian dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Radiogram Penyampaian Indeks Inovasi Daerah Provinsi, Kabupaten dan Kota Tahun 2022 tertanggal 30 Januari 2023 kemarin.

Pj. Bupati Aceh Tamiang, Dr. Drs. Meurah Budiman, SH, MH, yang mendapat kabar ini merasa bersyukur kabupaten yang dipimpinnya berada di posisi keempat Kabupaten Inovatif.

Namun, tuturnya, keberhasilan ini tidak membuat Pemkab Aceh Tamiang lekas berpuas ini. Ia dan seluruh Kepala SKPK akan terus meningkatkan inovasi pelayanan publik dan menargetkan Aceh Tamiang menjadi Kabupaten Sangat Inovatif.

“Kami akan terus berupaya membangun Kabupaten Aceh Tamiang dengan inovasi-inovasi yang memudahkan pelayanan bagi masyarakat”, sambungnya.

Sistem inovasi daerah merupakan suatu bentuk cara pandang/pendekatan yang dilakukan secara sistematis, inovatif, holistik, dan berkelanjutan dengan lebih menekankan kerja kolaboratif antar stakeholders pembangunan daerah.

Penguatan sistem inovasi daerah merupakan salah satu langkah strategis yang direncanakan untuk mewujudkan visi misi pembangunan. []