Beranda blog Halaman 1406

Respon Rektor UTU Terhadap Polemik Pokir DPRA

0

Nukilan.id – Terkait Kondisi yang berlangsung di seluruh pelosok Aceh saat ini memperlihatkan bahwa “Ekosistem Sosial” Aceh mengharuskan kita memasukkan variabel sosial sebagai angka toleransi terhadap indikator “kearifan lokal”, “biaya sosial” bagi pemangku jabatan sebagai wakil rakyat yang telah menjadi tempat rakyat mengadu dan menyampaikan berbagai keluhan termasuk hal-hal yang bersifat pribadi masyarakat sebagai konstituen.

Hal ini di sampaikan oleh Rektor Universitas Teuku Umar (UTU) Dr. Ir. Ishak Hasan, M.Si, kepada Nukilan.id, dalam merespon isu Pokok Pikran (Pokir) Dewan Perwakilan Rakyat Aceh, Rabu, (22/2/2023).

“Dulu saya tidak terlalu merasakan dan kurang terlalu percaya dengan besaran hitungan nilai dan angka kearifan lokal dan biaya sosial perlu dimasukkan dalam beban biaya hidup kita”. Ucapnya

Lanjutnya Sekarang baru terasa bahwa realitas sosial yang telah terbentuk sebagai ekosistem sosial, ternyata memang sulit untuk diabaikan.

Kemudian di sisi lain Pokir Legislatif kita juga bisa berfungsi sebagai jaring (katup pengaman) sosial sebagai “penyambung hidup” masyarakat, khususnya di gampong-gampong, di saat ekonomi Aceh tumbuh dengan sulit akibat residu konflik, terjangan tsunami dan pandemi Covid-19. Imbuhnya.

Menurutnya Pokir Legislatif Aceh masih dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan dan menjembatani kesejangan antar dan dalam wilayah konstituen.

Hanya saja mungkin saat ini Pokir diarahkan secara terukur untuk pengungkit langsung simpul/subsektor penumbuhan ekonomi rakyat.

“Harus bisa diukur daya manfaat untuk sub-sub sektor ekonomi di daerah pemilihan”. Imbuhnya

Yang menjadi perhatian kita adalah berapa banyak dana Pokir tersebut mengalir ke Wilayah BARSELA. Hasil amatan saya selama ini lebih banyak ke Wilayah Pantai Utara Timur. Padahal realitas kantong kemiskinan lebih banyak di BARSELA. Tuturnya [Yong]

NasDem-Demokrat Tegaskan Komitmen Menolak Sistem Proporsional Tertutup

0
Foto: Ist

Nukilan.id – Partai NasDem dan Partai Demokrat sepakat menolak sistem proporsional tertutup pada Pemilu 2024. Hal ini ditegaskan dalam pertemuan Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Ketua Umum NasDem Surya Paloh.

“Proposional terbuka adalah yang terbaik dan dibutuhkan. Kalau kembali lagi (proporsional tertutup), artinya kita flashback, karena hak rakyat dirampas,” ujar AHY dalam konferensi pers di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Rabu, (22/2/2023).

Demokrat mengapresiasi NasDem yang tegas menolak wacana sistem proporsional tertutup di Pemilu 2024. AHY menegaskan wacana sistem proporsional tertutup ini membuat suasana politik menjadi tak kondusif.

“Jangan sampai ada hak rakyat yang dirampas, (proporsional tertutup) seperti membeli kucing dalam karung, tidak tahu siapa yang kita pilih,” ucap AHY.

Kemudian, Surya Paloh juga menegaskan sistem proporsional terbuka merupakan opsi paling baik buat Pemilu 2024. Surya Paloh mengaku senang karena mayoritas partai dan pemerintah sepakat untuk mempertahankan sistem proporsional terbuka.

“Ini barangkali di luar akal sehat kami kalau terjadi sebaliknya (menjadi sistem proporsional tertutup),” ucap Surya.[medcom.id]

PPATK: Aliran Dana Ilegal ke Parpol Makin Marak Jelang Pemilu 2024!

0
Kepala PPATK, IVan Yustiavandana (Foto: Ist)

Nukilan.id – Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menyebut tren aliran dana ilegal ke partai politik cenderung meningkat pada saat mendekati Pemilu 2024. “Ada kecenderungan meningkat seiring dengan dinamika kontestasi perpolitikan juga meningkat,” ujar Ketua PPATK Ivan Yustiavandana kepada Bisnis, dikutip Selasa (20/2/2023).

Seperti diketahui, lembaga negara yang bertugas mencegah dan memberantas pencucian uang itu sebelumnya menemukan adanya transaksi terkait dengan kejahatan lingkungan senilai Rp1 triliun. Baca Juga : Isu Utang Piutang Anies-Sandi, Bukti Kegagalan Partai Politik? Kejahatan lingkungan, atau green financial crime itu, diduga mengalir ke anggota partai politik di Indonesia.

Aliran dana itu diduga menjadi modal untuk pemilihan umum (pemilu) yang akan digelar pada 2024. Dana tersebut diduga mengalir dari aktivitas penebangan hutan, penambangan, pembalakan liar, hingga penangkapan ikan secara ilegal. Jika ditarik ke konteks tindak pidana pencucian uang (TPPU), jelas Ivan, maka dana yang diduga mengalir ke berbagai pihak tidak hanya terbatas pada kejahatan lingkungan saja melainkan dari berbagai tindak pidana lainnya.

“Konteks TPPU tidak hanya bicara dari kasus GFC [green financial crime] tetapi seluruh dana yang berasal dari tindak pidana [apapun juga bentuknya: misal korupsi, narkoba, pajak, dll],” ucapnya.

Adapun jika bercermin dari data laporan transaksi keuangan mencurigakan (LTKM) yang dirilis PPATK, indikasi peningkatan TPPU meningkat selama 2022. Berdasarkan laporan tersebut, laporan mencurigakan yang mengarah ke indikasi tindak pidana meningkat selama 2022 dari tahun sebelumnya. Jika ditotal, akumulasi LTKM yang dihimpun PPATK secara keseluruhan di 2022 mencapai 94.801, atau tumbuh 15,35 persen dari total 82.184 kasus di 2021.

Selanjutnya Tanggapan Penegak Hukum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku belum menerima informasi tersebut dari PPATK. Pada Kamis (16/2/2023), Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri mengatakan bahwa akan menganalisis laporan tersebut ketika sudah diterima oleh lembaga antirasuah.

“Pasti kami analisis, tetapi kita bukan bicara ranah pembuktian, tetapi kami telusuri informasinya apakah itu masuk pidana. Apabila pidana, apakah termasuk korupsi yang menjadi kewenangan KPK,” tuturnya kepada wartawan di Gedung Merah Putih.

Kemudian Ali menjelaskan bahwa tindak pidana berkaitan dengan penangkapan ikan hingga penambangan ilegal tidak masuk ranah KPK, kecuali berhubungan dengan korupsi atau suap. “Misalnya ketika memberikan perizinan ada suap ke penyelenggara Negara.

Tentu itu jadi ranah KPK,” ucapnya. Sementara itu, Polri mengatakan bakal berkoordinasi lebih lanjut dengan PPATK sebagai lembaga intelijen keuangan untuk mengusut dugaan aliran dana Rp1 triliun dari kejahatan lingkungan. Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan langkah jika memang pihak PPATK melaporkan hal tersebut.

“Iya tentunya kalau ada laporan dari PPATK dari penyidik Bareskirm terus akan melakukan koordinasi, komunikasi dengan penyidik PPATK,” katanya di Hotel Ambara, Kamis (26/1/2023).

Respons Kadistannak Nagan Raya Terkait Harga Gabah Petani Menurun

0
Foto: Ist

Nukilan.idPemerintah Kabupaten Nagan Raya melalui Dinas Pertanian dan Peternakan memberikan penjelasan terkait menurunnya harga gabah di tingkat petani dalam kabupaten setempat.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Kadistannak), drh. Safridhal menjelaskan terkait penurunan harga gabah yang disebabkan karena mutu atau kualitas gabah itu sendiri.

Menurut Kadistannak, berdasarkan pantauan petugas Penyuluh Pertanian di sebagian wilayah dalam Kecamatan Kuala dan Kecamatan Suka Makmue, harga beli gabah kering yang sudah dipanen sangat bervariasi.

“Ini disebabkan karena mutu atau kualitas gabah itu sendiri sehingga harganya rendah, harga beli gabah yang dulunya Rp 5.800/kg turun menjadi Rp 4.500/kg,” jelas Safridhal Rabu (22/2/2023).

Lebih lanjut Safridhal mengatakan, sebelumnya pada saat panen di Kecamatan Beutong, Kecamatan Seunagan timur dan Kecamatan Seunagan, harga beli gabah tinggi bahkan mencapai mencapai Rp 6.100/kg.

“Karena mutu atau kualitas gabahnya bagus, maka harga beli gabah tinggi, setelah selesai panen masyarakat petani di wilayah tersebut langsung membajak sawahnya agar dapat ditanami padi kembali,”kata Safridhal.

Selain itu, Kadis Pertanian dan Peternakan sangat mengharapkan kepada para agen pengepul supaya dalam pembelian gabah kering panen (GKP) betul-betul membantu masyarakat.

“agar masyarakat petani kita merasa senang dan terbantu, serta minat bertani akan lebih tinggi,” harap Safridhal.

Di sisi lain, Safridhal menghimbau kepada petani di seluruh Kabupaten Nagan Raya agar pada musim tanam berikutnya dapat menanam padi secara serentak.

“dengan penanaman padi serentak, penyakit dan hama yang menyerang tanaman padi bisa berkurang, dan harga beli gabah Insya Allah akan lebih stabil,” tuturnya.[]

Alamp Aksi: Mafia Tanah Masih Berkeliaran Di Aceh

0

Nukilan.id – Study Kasus Kuat dugaan kami bahwa mafia tanah masih berkeliaran di Provinsi Aceh, tepatnya di Kab. Aceh Tamiang. Diduga tanah seluas 598.000m? yang terletak di Dusun, 1 Kantil Desa Sidodadi Kecamatan Kejuruan Muda Kabupaten Aceh Tamiang merupakan tanah Negara.

Namun, tanah tersebut diduga telah berubah status menjadi hak milik pribadi yang dipecah menjadi 6 (enam) persil.

“Tanah seluas 2 persil yakni seluas 60.000m? (6 Ha) telah diganti oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang yang dilakukan dalam 2 (dua) tahap. Tahap I pada tanggal 05 Agustus 2009 atas tanah seluas 13.000m? dengan harga Rp. 1.495.000.000.00. Dan tahap II pada tanggal 10 Desember 2009 atas tanah seluas 47.000m? dengan harga Rp. 4.935.000.000.00. Dengan total keseluruhan tanah seluas 6Ha, dengan total harga Rp. 6.-430.000.000,00.” Kata ketua Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Anti Korupsi (Alamp Aksi) Mahmudpadang, Kepada Nukilan.id, Rabu, (22/2/2023).

Untuk diketahui bahwa yang mengeluarkan Keputusan Kakanwil BPN Provinsi Aceh Nomor 25/HN/BPN/2009 tanggal 29 Juli 2009 adalah Mursil, S.H., M.Kam (Bupati Aceh Tamiang Terpilih, periode 2017-2022) yang pada saat tersebut menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Aceh.

Kemudian Pada rabu 25 Januari 2023, kami telah menyampaikan hal tersebut kepada pihak Kejaksaan Tinggi Aceh melalui aksi unjukrasa. Perwakilan Kejaksaan Tinggi Aceh mengatakan bahwa permasalahan tersebut di atas sedang dalam proses penyidikan.

Adapun unjukrasa kembali kami lanjutkan pada Senin 06 Februari 2023 di Kanwil ATR/BPN Aceh. Kami meminta agar pihak Kepala Kanwil ATR/BPN Aceh segera membatalkan surat keputusan Kakanwil BPN Aceh Nomor 25/HN/BPN/2009 tanggal 29 juli 2009 karena diduga tidak berdasarkan alas hak dan alas hukum yang kuat dan lengkap.

Namun, perwakilan Kanwil ATR/BPN Aceh mengatakan bahwa mereka harus » menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan tidak bisa sembarang bembatalkan surat keputusan. Pihak Kanwil ATR/BPN Aceh terkesan “buang bola” dan seakan menitik beratkan permasalahan tersebut di atas kepada pihak Kejaksaan Tinggi Aceh.

Adapun Tuntutan nya adalah sebagai berikut:

1. Mendesak Kejaksaan Tinggi Aceh agar segera memberikan status hukum yang jelas N terkait permasalahan tersbebut di atas.

2. Mendesak Kejaksaan Tinggi Aceh agar segera menangkap dan memeriksa Mursil, CD S.H., M.Kn terkait permasalahan tersebut di atas.

3. Mendesak Kejaksaan Tinggi Aceh agar berkoordinasi dengan pihak Kepolisian, apabila tidak mampu menyelesaikan permasalahan tersebut di atas.

4. Mendesak Satgas Anti Mafia Tanah Kejaksaan Agung agar turun langsung ke Aceh untuk mengungkap berbagai permasalahan tersebut di atas.

5. Mendesak Kepala Kanwil ATR/BPN Aceh agar segera membatalkan surat keputusan Kakanwil BPN Aceh Nomor 25/HN/BPN/2009 tanggal 29 Juli 2009 karena diduga tidak berdasarkan alas hak dan alas hukum yang kuat dan lengkap.

6. Apabila Kepala Kanwil ATR/BPN Aceh tidak berani membatalkan surat keputusan Kakanwil BPN Aceh Nomor 25/HN/BPN/2009 tanggal 29 Juli 2009, alangkah baiknya Kepala Kanwil ATR/BPN Aceh segera mundur dari jabatannya.

Demikianlah surat ini kami sampaikan agar dapat segera ditindaklanjuti dan dipergunakan irharniTTaa semestinya. Atas atensi dan kerjasama yang baik, kami ucapkan terimakasih.

[22/2 10.27] Mahmudpadang: Sudah dua kali audiensi dan kmaren senin tgl 20 aksi.[]

BPJPH dan MPU Aceh Bahas Jaminan Produk Halal di Serambi Makkah

0

Nukilan.id – Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) menerima audiensi Majelis Permusyawaratan Ulama Aceh (MPUA) dan dihadiri perwakilan Eksekutif dan Legislatif Pemerintah Aceh di Kantor BPJPH Jakarta.

“Kami mengucapkan selamat datang di kantor BPJPH, semoga silaturahim ini membawa keberkahan untuk kita semua untuk menjalin silaturahim yang lebih jauh lagi,” sambut Kepala BPJPH Muhammad Aqil Irham, Selasa (21/2/2023).

Hadir Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama Aceh TGK. H. Faisal Ali, Wakil MPU Aceh Muhibbuththabary dan juga perwakilan Komisi VI Pemerintah Aceh.

Kepada Aqil, MPU Aceh menyampaikan keinginannya untuk berkolaborasi dengan BPJPH. “Bagaimana pola kerjasama untuk membangun jaminan produk halal di Indonesia dan khususnya daerah Aceh dan juga pengembangan organisasi BPJPH di daerah,” ujae Wakil Ketua MPU Aceh Muhibbuththabary.

Hal ini disambut baik oleh BPJPH. Terlebih, Aceh juga dikenal sebagai kawasan yang menerapkan syariah Islam. “Tentu kita harus menjalin kolaborasi terkait jaminan produk halal ini. Insyaallah bila ada waktu kami akan berkunjung ke Aceh, silaturahim untuk berdiskusi-berdiskusi lebih lanjut,” tutup Kepala BPJPH.

“Kami apresiasi dan terima kasih kepada teman-teman BPJPH, mudah-mudahan silaturahim ini menjadi berkah,” ucap Wakil Ketua MPU Aceh Muhibbuththabary. []

Saatnya Perkuat Kolaborasi dan Sinergitas Lintas Sektor Percepat Penurunan Stunting di Aceh

0

Nukilan.id – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional BKKBN Provinsi Aceh bersama OPD Dalduk KB Kabupaten Bireuen menggelar Rapat Koordinasi Satgas Percepatan Penurunan Stunting Aceh.

Rapat Koordinasi ini fokus bersama OPD, TNI, IBI dan TP PKK Kabupaten Bireuen yang di selenggarakan di Meuligoe Resto HRD Coffee Jln Medan – Banda Aceh Cot Gapu Bireuen, 21 Februari 2023.

Kegiatan yang dibuka oleh kepala Dinas pemberdayaan Masyarakat, Gampong dan Keluarga Berencanaa kabupaten Bireueun Ir. Muktar M. Si, dan turut hadir dari Penata KKB Ahli Madya perwakilan BKKBN Provinsi Aceh Drs Saflawi. TR. MM selaku Koordinator Bidang ADPIN.

Rapat Koordinasi ini diselenggarakan selama satu hari, bersama OPD Dalduk KB (DPMGPKB), Dinas Kesehatan, KODIM 0111/Bireuen (Pasiter), IBI, TP PKK dan Technical Assistant wilayah Bireuen dengan jumlah total peserta 20 orang.

Penata KKB Ahli Madya Drs. Saflawi. TR. MM dalam sambutan menyampaikan Pertemuan kali ini mendasar, karena pergerakan pertemuan penurunan stunting paling bawah, Angka SSGI tahun 2021 dan 2022 ada penurunan secara nasional dari 23, 3 menjadi 21, 3 % untuk Aceh. Presiden mengharapkan 2024 bisa turun sebesar 14%,
Mengapa stunting melibatkan TNI, sedangkan tugas TNI membela negara. Ini bagian dari komitmen TNI untuk mendukung program masyarakat.

Apa yang digerakkan, ungkap saflawi, kita ada Tim di Desa namanya TPK yang terdiri dari dari PKK terkait dengan penggerakan masyarakat, Bidan Desa berperan sebagai koordinator dari TPK dan kader KB dan ada teman-teman dari IPEKB yang bisa menggerakan TPK
Mengapa TPK penting? Karena Ketika kita membuat kebijakan di tingkat pusat yang mengerakkan ke bawah adalah TPK. Ketika ada keluarga beresiko stunting maka TPK peranannya menjadi penting.

Adapun Upaya kita Bersama untuk menggerakkan TPK bagaimana mereka bisa mendampingi anak stunting dan Keluarga Beresiko Stunting dan Kita tidak bisa hanya melakukan intervensi untuk anak stunting saja tapi juga kepada kelompok-kelompok beresiko stunting supaya tidak muncul angka stunting baru serta membangun koordinasi antar lintas sector yang lebih luas sangat dibutuhkan, baik dari aspek sensitive dan spesifik agar penanganan stunting ini menjadi tanggung jawab kita Bersama dan bagaimana meningkatkan kualitas hidup keluarga ujar Saflawi TR. Selaku penanggungjawab Penyelenggaraan Koordinasi Satgas PPS Aceh.

Ditempat terpisah Drs Sahidal Kastri M.Pd selaku kepala Perwakilan BKKBN Aceh memberikan statement, saatnya kita membangun komitmen dengan kolaboratif dalam upaya Percepatan Penurunan Stunting.

Alhamdulillah Aceh ada penurunan Stunting dari 33,2 persen data SSGI tahun 2021 menjadi 31,2 persen SSGI tahun 2022, artinya ada turun dua digit dan ini menjadi modal bagi kita bersama. []

Pj Gubernur Aceh Sudah Terima Nama Calon Dirut BAS dari OJK

0
Juru Bicara Pemerintah Aceh Muhammad MTA. (Foto: Ist)

Nukilan.id – Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, mengatakan, pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Aceh Syariah akan digelar Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Achmad Marzuki bersama seluruh pemegang saham dan manajemen pada Minggu pertama bulan Maret mendatang.

Pada rapat tersebut akan ditetapkan Direktur Utama (Dirut) Bank Aceh dari yang telah direkomendasikan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Sesuai tahapan, 14 hari setelah menerima hasil fit and proper test, baru dapat digelar RUPS untuk menentukan Dirut BAS,” kata MTA, Selasa, (21/2/2023).

MTA menambahkan,, nama-nama calon Dirut yang disampaikan OJK berdasarkan hasil Fit and Proper Test nantinya akan disampaikan saat RUPS BAS digelar.

“Gubernur sebagai Pemegang Saham Pengendali (PSP) telah menerima hasil dari OJK pada Senin, 20 Februari 2023 kemarin,” kata MTA. []

Jelang Pemilu dan Pilkada Serentak 2024, Kemendagri Bangun Konsolidasi Kewaspadaan Nasional bersama Kesbangpol

0

Nukilan.id – Direktorat Jenderal (Ditjen) Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) membangun konsolidasi nasional bersama jajaran perangkat daerah, khususnya Bidang Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) se-Indonesia menjelang pelaksanaan Pemilu dan Pilkada Serentak Tahun 2024.

Hal itu diwujudkan Kemendagri dengan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Sinergi Pelaksanaan Program Kegiatan Bidang Politik dan Pemerintahan Umum di Hotel Novotel Balikpapan dari tanggal 20 hingga 21 Februari 2023.

Selain itu dilaksanakan pula pembahasan khusus bertema “Kewaspadaan Nasional Menjelang Pelaksanaan Pemilu dan Pilkada Serentak Tahun 2024” pada panel III Rakor.

Selaku narasumber, Direktur Politik Badan Intelijen Keamanan (Baintelkam) Polri Yuda Agustiawan mengatakan, berkaitan dengan pelaksanaan Pemilu ada tiga poin yang disampaikan Presiden Joko Widodo dalam arahannya di Sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) pada tanggal 16 Agustus 2022.

Arahan itu di antaranya jangan ada lagi politik identitas, jangan ada lagi polarisasi agama, dan jangan ada lagi polarisasi sosial.

Selain tantangan yang diungkap Presiden, Yuda melanjutkan tantangan lain dalam pelaksanaan Pemilu dan Pilkada Serentak 2024. Hal tersebut terkait residu Pemilu tahun 2019, kondisi geografis Indonesia, terjadinya irisan tahapan Pemilu dan Pilkada, kompleksitas pengelolaan logistik, adanya peralihan penjabat, adanya Daerah Otonom Baru (DOB) di Papua, hingga potensi masih adanya pandemi Covid-19.

“Itu semuanya nyangkut nanti, baik menjelang Pemilu, menjelang Pilkada, selama Pemilu, selama Pilkada sama pasca-nya. Kita akan kerja keras dan panjang nantinya. Oleh karena itu, kita butuh kesiapan yang panjang juga,” katanya, Balikpapan, Selasa (21/2/2023).

Narasumber lainnya, Direktur Operasi Keamanan dan Pengendalian Informasi Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Satryo Suryantoro menyampaikan agar masyarakat mewaspadai potensi serangan siber di tahun politik. Seperti serangan bersifat teknis yang menyerang Lapisan Jaringan Logika melalui metode teknis yang instrusif dengan tujuan mendapatkan akses ilegal ke dalam sistem elektronik yang terdiri dari jaringan, server, database, dan aplikasi pihak sasaran untuk menghancurkan, mengubah, mencuri, dan memasukkan data.

“Jenis serangannya seperti apa? Banyak sekali Bapak/Ibu, ada web defacement, malware attack, dan lain-lainnya. Ini adalah jenis-jenis serangan bersifat teknis yang terkait dengan cyber security, keamanan siber,” terangnya.

Dia juga menerangkan serangan bersifat sosial. Ini dilakukan dengan menyerang persona/manusia melalui Lapisan Jaringan Logika menggunakan informasi yang telah direkayasa untuk mempengaruhi ide, pilihan, pendapat, emosi, tingkah laku, opini, dan motivasi sehingga mengubah cara pikir, sistem kepercayaan, dan perilaku manusia.

Sementara itu, Paban Utama A-2 Direktorat A Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI Zeni Djunaidi menyampaikan terkait deteksi dini dan cegah dini keamanan nasional menjelang pesta demokrasi tahun 2024 mendatang. Dia memaparkan tren aktual yang terjadi di Indonesia, yaitu pergerakan kelompok radikal dan fundamentalis yang masih cukup dinamis.

Dia menambahkan, polemik penolakan pembangunan rumah ibadah juga rentan dieksploitasi dan menimbulkan polarisasi. Karena itu, perlu adanya sinergisitas sebagai aparat pemerintah negara yang tegak lurus satu komando.

“Bagaimana menemukan permasalahan sehingga kita bisa mendeteksi serta mencegah dini setiap permasalahan yang ada di wilayah kita,” tuturnya.

Direktur Pengamanan Aparatur Negara Badan Intelijen Negara (BIN) Antonius menambahkan pula terkait ancaman lain di bidang ideologi. Dia menjelaskan jenis kewaspadaan lain yang bisa menjadi ancaman penyelenggaraan pemerintahan, yaitu terkait radikalisme di kalangan Aparatur Sipil negara (ASN).

Antonius menekankan agar ASN sadar akan ancaman radikalisme tersebut. Apalagi propaganda dan indoktrinasi sudah memanfaatkan internet, sehingga banyak terjadi fenomena self-radicalization dan aksi terorisme lone wolf.

“ASN ini kasarannya makan, mendapat fasilitas dari negara, tapi kok ya bisa gitu, kemudian mulai menentang negara, tidak puas, hate speech. Nanti kemudian juga menentang Pancasila. Ya mungkin karena tadi, peran struktural dan fungsional tidak diperankan,”ungkapnya.[]

Ketum Demokrat AHY Menerima Kunjungan Surya Paloh

0

Nukilan.id – Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono akan menerima silaturahmi dan kunjungan Ketua Umum Partai Nasdem, Bapak Surya Paloh, beserta rombongan pengurus teras Partai Nasdem, di kantor DPP Partai Demokrat, Rabu, (22/2/2023).

Adapun ketum AHY akan didampingi Sekjen Teuku Riefky, Bendahara Renville Antonio, Waketum Benny K Harman, Wasekjen Renanda Bachtar, Ka BPOKK Herman Khaeron, Ka Bappilu Andi Arief, Ka Bakomstra Herzaky, dan beberapa pengurus teras lainnya.

Rencananya, Bapak Surya Paloh beserta rombongan akan tiba di kantor DPP Partai Demokrat sekitar pk.10.00 wib. Ketum AHY didampingi Sekjen Teuku Riefky dan pengurus teras lainnya, akan menyambut langsung Pak Surya Paloh.

Kemudian kedua tokoh nasional ini akan membicarakan isu-isu kebangsaan dan kerakyatan terkini, termasuk judicial review sistem pemilu proporsional terbuka, upaya penundaan pemilu, maupun upaya-upaya perubahan dan perbaikan yang harus dilakukan ke depannya.

Pembentukan Sekretariat Perubahan, persiapan penandatangan MoU, dan deklarasi Koalisi Perubahan juga akan menjadi pokok bahasan di antara kedua tokoh ini.[]