Beranda blog Halaman 1404

IMAM dan FPI Aceh Serahkan Bantuan Tahap Awal untuk Korban Gempa Turki dan Suriah

0

Nukilan.id – Ikatan Muslimin Aceh Meudaulat (IMAM) dan FPI Aceh serahkan bantuan tahap awal untuk korban gempa Turki dan Suriah.

Bantuan dari rakyat Aceh untuk korban gempa Turki dan Suriah tersebut diserahkan langsung oleh Sekda DPD FPI Aceh Rifqi Nyak Wang ,ST kepada Pengurus Bendahara Umum DPP FPI Habib Ali Allatas.

Pada saat penyerahan turut disaksikan oleh Ketua Umum Penasehat DPP FPI Abuya Ahmad Qurtuby Jailani di pondok pesantren Al futuhiayah Lebak Banten, Jum’at (24/2/2023).

“Alhamdulillah bantuan Kaum Muslimin Aceh untuk Turkey dan Syria yang disalurkan lewat Ikatan Muslimin Aceh Meudaulat (IMAM) dan FPI Aceh sudah diserahkan tahap awal Rp 30.000.000,” ujar Rifqi.

Hingga saat ini Front Persaudaraan Islam (FPI) beserta seluruh jajarannya masih terus aktif melakukan kegiatan sosial kemanusiaan dan membantu masyarakat yang membutuhkan bantuan.

“Terimakasih kepada rakyat Aceh atas sumbangan yg telah diberikan, semoga menjadi amal ibadah di hadapan Allah subhanawataala,” tuturnya. []

Dirjen Imigrasi: Syarat Rekomendasi Kemenag untuk Mengurus Paspor Umrah Sudah Dicabut

0
Direktur Jenderal Imigrasi, Silmy Karim. (Foto: Ist)

Nukilan.id – Direktur Jenderal Imigrasi, Silmy Karim menyampaikan bahwa rekomendasi Kementerian Agama (Kemenag) sudah tidak menjadi syarat pengurusan paspor untuk umrah. Pencabutan syarat tersebut juga dibahas saat audiensi Dirjen Imigrasi dengan Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (DPP AMPHURI), Selasa (21/02/2023).

“Kita jangan mempersulit masyarakat yang ingin menjalankan ibadah. Imigrasi selalu berkomitmen untuk melayani secara maksimal jamaah haji dan umrah, baik pada saat pembuatan paspor maupun dalam proses berangkat dan pulang dari dan ke Tanah Air,” ungkap Silmy pada Kamis (23/02/2023).

Persyaratan permohonan paspor diatur dalam Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 18 Tahun 2022 Pasal 4. Adapun pencabutan rekomendasi Kementerian Agama sebagai syarat pengurusan paspor untuk umrah tercantum dalam Surat Direktur Jenderal Imigrasi perihal Pelayanan Penerbitan Paspor RI bagi Jemaah Haji dan Umrah Nomor IMI-GR.01.01-0070 Tanggal 22 Februari 2023.

Silmy menambahkan, dicabutnya syarat rekomendasi Kemenag bukan berarti Imigrasi tidak melakukan pengawasan. Ia menegaskan bahwa Imigrasi akan tetap melakukan pemeriksaan terhadap pemohon paspor yang diduga dapat melakukan penyalahgunaan. Pemeriksaan tersebut dilakukan di kantor imigrasi serta Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) melalui wawancara singkat oleh petugas.

“Dari hasil evaluasi, rekomendasi Kemenag tidak menjamin bahwa paspor tidak akan disalahgunakan pada saat di luar negeri. Oleh karena itu, setelah kebijakan ini diterapkan, saya minta perusahaan/asosiasi penyelenggara umrah dan haji untuk memastikan jemaahnya kembali ke Tanah Air. Jika terbukti ada penyelenggara haji dan umrah yang melanggar ketentuan maka kami akan evaluasi lagi kebijakannya,” tuturnya.

Pemastian kepulangan jamaah umrah juga mendukung kesepakatan Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Arab Saudi dalam pembatasan penempatan Pekerja Migran Indonesia. Saat ini moratorium penempatan PMI di Arab Saudi masih berlaku, dengan menerapkan Sistem Penempatan Satu Kanal (SPSK).

Laporan Analisis Data Penempatan dan Perlindungan PMI Pusat Data dan Informasi Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) periode tahun 2021 menunjukkan, Arab Saudi menempati peringkat ke-7 dalam hal penempatan TKI, dengan total 747 orang.

Angka tersebut sangat jauh dibandingkan dengan jumlah TKI penempatan Hong Kong di peringkat ke-1, yakni sebanyak 52.278 orang. Dalam periode tahun 2022, Arab Saudi masih menempati peringkat yang sama meskipun angka penempatan meningkat signifikan, yakni total 4.676 orang. Pada periode bulan Januari 2023, data BP2MI menunjukkan bahwa Arab Saudi masih konsisten di peringkat ke-7 dalam penempatan TKI, yaitu 454 orang.

Berdasarkan statistik terbaru, lima negara penempatan TKI terbanyak adalah di Malaysia (9.523 orang), Taiwan (5.899 orang), Hong Kong (4.844 orang), Korea Selatan (1.100 orang) dan Jepang (575 orang). []

Pemerintah Aceh: Penanganan Rohingya tidak Cukup Hanya dengan Spirit Hati

0

Nukilan.id – Atas dasar rasa kemanusiaan dan hati nurani, Pemerintah dan masyarakat Aceh akan menampung dan menangani setiap ada pengungsi yang terdampar di perairan Aceh. Namun, spirit hati dan nurani saja tidaklah cukup, karena penanganan Rohingya menyentuh banyak aspek, yaitu kemanusiaan, regulasi, kewenangan dan keuangan.

Hal tersebut disampaikan oleh Asisten Administrasi Umum Sekda Aceh Iskandar AP, saat menerima kunjungan Senior Protection Officer UNHCR Indonesia Julia Zajkowski, di ruang rapat Sekda Aceh, Jum’at (24/2/2023).

“Sebagai sesama manusia dan atas dasar rasa kemanusiaan, kami Pemerintah dan masyarakat Aceh, tentu akan menyambut dan menangani saudara-saudara Rohingya yang datang, karena sebagai manusia kita tentu memiliki hati nurani dan akan terenyuh dengan kondisi saudara kita. Namun, penanganan Rohingya tentu tidak cukup dengan spirit hati. Ada banyak aspek yang harus diperhatikan dan ditaati,” ujar Iskandar.

“Pemerintah Aceh tentu akan menampung dan menangani setiap pengungsi Rohingya yang datang. Namun di sisi lain yang mesti diingat dan dipahami semua pihak, sebagai Pemerintah Daerah, kami juga memiliki keterbatasan yaitu dalam hal regulasi dan kewenangan. Karena, terkait pengungsi lintas negara, hal ini tentu menjadi kewenangan Pemerintah Pusat,” ujar Iskandar.

Selain itu, sambung Iskandar, Pemerintah Aceh juga memiliki keterbatasan dana dalam menangani eskalasi pengungsi Rohingya yang terus datang ke Aceh. “Kami harus benar-benar hati-hati dalam menggunakan dana untuk pengungsi Rohingya. Saat ini, untuk menangani Rohingya kita menggunakan dana sosial dan donasi dari masyarakat. Kita tentu tidak ingin ada aparatur kita yang harus berurusan dengan hukum atas kegiatan kemanusiaan yang mereka lakukan,” kata Iskandar.

Iskandar juga menjelaskan, terkait penanganan Rohingya sebenarnya merupakan kewenangan Kementerian Dalam Negeri. Oleh karena itu, Pemerintah Aceh berada pada situasi sulit.

“Kami tidak memiliki kewenangan, namun ini menyangkut hajat hidup umat manusia. Sebenarnya hal ini di luar kewenangan kami, maka secara anggaran dan upaya menyediakan tempat yang layak bagi saudara-saudara Rohingya tentu tidak bisa kita berikan secara maksimal,” imbuh Iskandar.

Selain itu, Iskandar juga mengingatkan UNHCR untuk melakukan penyelidikan terkait beberapa kasus perdagangan manusia yang melibatkan pengungsi Rohingya.

“Aparat kepolisian kita beberapa waktu lalu menangkap beberapa orang yang diduga melakukan perdagangan manusia. UNHCR tentu harus memperhatikan hal ini lebih jauh dan melakukan penyelidikan lebih dalam. Jangan sampai saudara-saudara kita menjadi korban untuk keduakalinya, terusir dari negerinya dan diperjualbelikan di pengungsian,” kata Iskandar berpesan.

Beberapa hal dibahas dalam pertemuan ini, termasuk mempersiapkan lokasi penampungan sementara yang lebih layak karena beberapa lokasi penampungan saat ini penuh atau akan digunakan untuk kegiatan lain.

UNHCR Apresiasi Pemerintah Aceh atas Penanganan Rohingya

Sementara itu, Senior Protection Officer UNHCR Indonesia, dalam pertemuan tersebut menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Gubernur dan seluruh masyarakat Aceh, atas keberlanjutan dukungan kemanusiaan kepada Rohingya.

“Terima kasih atas segala dukungan yang telah diberikan Gubernur dan seluruh masyarakat Aceh terhadap penanganan Rohingya. Kami percaya, apa yang telah dilakukan Pemerintah dan masyarakat Aceh akan menginspirasi banyak orang di luar sana,” ujar Julia.

Julia juga mengapresiasi atas dibentuknya Satgas Pemerintah Aceh untuk Penanganan Rohingya. UNHCR berjanji akan terus berkoordinasi dengan Satgas ini dan akan terus bekerjasama seperti yang telah berlangsung selama ini. []

Wakili Plt Kakanwil, Mukhlis Buka RKA-SK Kemenag Aceh Barat Tahun Anggaran 2024

0

Nukilan.id – Plt Kakanwil Kemenag Provinsi Aceh Ahmad Yani SPdI dalam hal ini diwakili oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Sabang Dr H Mukhlis MPd membuka Rapat Koordinasi Rencana Kerja Anggaran Satuan Kerja (RKA-SK) Tahun Anggaran 2024 Kemenag Aceh Barat di aula Hotel Nagoya Inn Kota Sabang, Sabtu (25/2/2023).

Mukhlis sebelum membuka Rakor mengatakan tujuan diadakan RKA-SK adalah untuk menyiapkan penyusunan anggaran yang  sesuai dengan rencana.

“Semoga rencana anggaran yang telah disusun dapat menciptakan sinergitas antara perencanaan, pelaksanaan dan pelaporan pertanggung jawaban,” sebut Mukhlis, yang pernah Kabid Penmad ini.

Tampak hadir dalam kesempatan tersebut adalah Kepala Kantor Kementerian Agama Aceh Barat H Samsul Bahri SAg dan Jajarannya.

“RKA-SK yang teman teman susun harus memberi arti dan manfaat sebesar-besarnya, bersifat substantif, kongkrit dan terarah untuk program kerja mendatang, sehingga dapat mendorong peningkatan kinerja dan mutu pelayanan di Kemenag Aceh Barat,” jelas Mukhlis.

Adapun hadir mendampingi Kakankemenag Sabang adalah Ketua DWP Hj Agusni Ny Mukhlis, Kepala Sub Bagian Tata Usaha H Murdani SAg MA dan Plt Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Eriadi ST. []

Keluarga Besar Disdik Aceh Sumbang 1 Miliar Lebih untuk Korban Gempa Turki

0

Nukilan.id – Keluarga besar Dinas Pendidikan Aceh menyerahkan bantuan kemanusian untuk korban gempa Turki sebesar Rp 1.003.500.000 (satu miliar tiga juta lima ratus ribu rupiah).

Bantuan senilai Rp 1 miliar lebih itu diserahkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Alhudri, MM kepada Kalak Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Dr. Ilyas, MP disaksikan Kepala Bappeda Aceh, Dr. Ahmad Dadek, SH.,MH, dan Ketua Forum PRB Aceh, Muhammad Hasan, S.Si., M.Si di Aula Dinas Pendidikan Aceh, Jumat, 24/2/2023.

Alhudri mengatakan, sumbangan ini berasal dari keluarga besar Dinas Pendidikan Aceh yang berada di seluruh Kabupaten/Kota di Aceh. Sumbangan ini terkumpul dengan cara memberi motivasi bahwa Turki memiliki hubungan erat dengan Aceh.

Donasi yang terkumpul sebesar Rp 1.003.500.000 meliputi Kantor Dinas Pendidikan Aceh bersama 2 Unit Pelayanan Teknis Dinas (UPTD) sebesar Rp 41.500.000, Cabang Dinas Pendidikan Rp 35,875 juta dan Pengawas sekolah se Aceh Rp 20 juta.

Selain itu dari Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA se Aceh sebesar Rp 658.275.500, MKKS SMK se Aceh Rp. 217.052 juta dan Marching Band Gita Handayani Rp 27.800.000.

Donasi tersebut kemudian bertambah di sela-sela melakukan penyerahan, yaitu dari salah seorang undangan yang tidak mau disebutkan namanya sebesar Rp1.500.000 dan MKKS Sekolah Luar Biasa (SLB) se Aceh sebesar Rp 2 Juta.

Alhudri menuturkan, walau bantuan ini tidak seberapa, tapi dirinya haqqul yakin bahwa sumber dana ini berasal dari orang-orang yang sangat ikhlas, baik itu para staf, kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, para siswa, juga masyarakat Aceh yang tergerak hatinya untuk menyumbang dalam rangka membantu masyarakat Turki yang jadi korban gempa di Turki.

“Hari ini giliran saudara kita yang tertimpa musibah. Mungkin bantuan ini tidak seberapa yang kita berikan, tapi yang paling penting rasa sakit mereka itu juga rasa sakit kita. Nah kesedihan mereka itu juga kesedihan kita, ini yang perlu kita garis bawahi, apalagi Aceh memiliki sejarah panjang dengan Turki,” tutur Alhudri.

Bantuan ini kata Alhudri, tentunya tidak berhenti di angka 1 miliar, dia berharap akan terus bertambah seiring waktu berjalan.

“Hari ini sudah terkumpul Rp 1 miliar lebih, maka langsung kami serahkan secara bersama-sama kepada BPBA selaku pihak yang diberikan mandat untuk mengumpulkan donasi ini,” kata Alhudri.

Sementara itu Kalak BPBA, Ilyas, mengucapkan terimakasih kepada keluarga besar Dinas Pendidikan Aceh yang telah ikhlas memberikan bantuan untuk masyarakat korban gempa Turki.

Ilyas menuturkan, Pj. Gubernur Aceh Achmad Marzuki sangat konsen terhadap gempa bumi yang terjadi di turki. Menurut Ilyas, sehari setelah terjadi gempa bumi Turki, pihaknya di BPBA langsung dipanggil oleh Pj. Gubernur untuk menghimpun donasi kemanusian, baik itu dari instansi pemerintah, instansi vertikal, BUMN, dan BUMD.

Hal ini dilakukan, karena penanganan bencana harus pentahelix artinya secara bersama-sama, bahkan termasuk pihak media massa dalam mensosialisasikan kepada masyarakat.

“Harapan kita nanti, bantuan ini lebih pada pada rehab rekon, karena kalau darurat sebenarnya kan sudah jalan, malah hari ini menurut sekretaris BNPB RI, Palang Merah kita sudah dipulangkan dari sana (Turki), karena mereka sudah menuju pada rehab sekon,” kata Ilyas.

Karena bantuan ini diperuntukkan untuk rehab rekon, maka open donasi masih tetap dibuka bagi yang mau menyumbang.

Adapun penyerahan nantinya, menurut Ilyas akan dikoordinasikan dengan otoritas resmi, seperti Kedutaan Turki di Indonesia. Tapi yang pasti, katanya, bantuan ini akan dikirim atas nama masyarakat Aceh, bukan atas nama Pemerintah Aceh.

“Bantuan ini atas nama masyarakat Aceh bukan Pemerintah Aceh. Nantinya akan kita koordinasikan dengan lembaga resmi, apakah nanti melalui Kedutaan Turki di Indonesia. Pastinya, ini kan negara ke negara,” tutupnya.

Untuk diketahui, saat penyerahan donasi dari keluarga besar Dinas Pendidikan Aceh turut dihadiri oleh Ketua MKKS SMA dan Ketua MKKS SMK, Perwakilan Cabang Dinas, Koordinator Pengawas Sekolah, Ketua Pembina Utama Marching Band Gita Handayani, Dekan FKIP USK, para pejabat Eselon III dan Dinas Pendidikan Aceh, serta sejumlah para undangan.[]

Warga Sukamakmur Ditemukan Meninggal Dunia dalam Mobil

0

Nukilan.id – Darmansyah alias Acah (53), warga Kecamatan Sukamakmur, Aceh Besar yang diketahui sebagai penjual nira ditemukan meninggal dunia dalam mobilnya, Jumat (24/2/2023).

Mobil pikap jenis Kijang milik korban terparkir di Jalan Cut Mutia tepatnya depan Terminal Keudah, Desa Baro, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh.

Peristiwa ini awalnya diketahui oleh warga sekitar bernama Wahyudi (50), warga Kecamatan Kutaraja, Banda Aceh yang saat itu sedang duduk di depan terminal.

“Saksi melihat korban sedang menaiki mobilnya dengan posisi merangkak seperti orang kesakitan,” ujar Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Fahmi Irwan Ramli melalui Kapolsek Baiturrahman, AKP Iskandar Muda.

Merasa janggal yang dengan apa yang dilihat, Wahyudi kemudian menghampiri Acah dan melihatnya sudah dalam keadaan terlentang sambil memegang perut kesakitan.

“Kemudian saksi memanggil warga lain setelah melihat korban tiba-tiba sudah terbujur kaku (tidak bergerak lagi) hingga hal ini dilaporkan ke pihak kepolisian,” ucap pria yang akrab disapa Ismu ini.

“Kemarin korban sempat mengeluh sakit perut kepada saksi. Dan berdasarkan keterangan keluarga korban yang baru tiba di lokasi tadi, korban memang memiliki riwayat penyakit ginjal,” jelasnya.

Atas permintaan pihak keluarga yang juga menolak visum serta autopsi, akhirnya jenazah korban dibawa pulang ke anak kandungnya untuk di-fardhu kifayah-kan.

“Pihak keluarga korban juga menandatangani surat pernyataan penolakan jenazah divisum dan autopsi,” tambah mantan Kapolsek Nurussalam Aceh Timur ini.[]

Korban Terseret Arus Pantai Rinting Ditemukan Meninggal Dunia

0

Nukilan.id – Penemuan Operasi SAR 1 Orang Terseret Arus di Pantai Ritting Kecamatan Leupung Kabupaten Aceh Besar, Kamis, 23 Febuari 2023

Adapun data korban bernama Rahmat Hidayat, Umur 18, beralamat Nesok Tubalu Kec. Darul Kamal Kab. Aceh Besar

kronologis kejadian Korban diketahui sedang mandi di pantai Ritting, kemudian korban terseret arus dan tenggelam.

“memasuki hari kelima operasi pencarian, tim rescue Basarnas Banda Aceh bersama tim SAR gabungan melanjutkan upaya pencarian mulai Pukul 07.30 WIB dengan membagi 2 tim dan terus memperluas area pencarian sejauh 10Nm² ke arah Barat dari lokasi kejadian”. Kepala Basarnas Banda Aceh, Al Hussain kepada Nukilan.id, Jumat (24/2/2023).

Tim 1 melakukan penyisiran menggunakan perahu karet, sedangkan Tim 2 melakukan penyisiran dengan cara berjalan kaki sepanjang garis pantai Riting.

Dan tim SAR gabungan berhasil menemukan korban dalam keadaan Meninggal Dunia pada posisi 10Nm² dari lokasi kejadian, tepatnya 3Nm² diatas Pulau Rusa, arah selatan Barat Daya, pada pukul 15.45 WIB, kemudian korban berhasil dievakuasi ke darat pada pukul 17.00 WIB, selanjutnya korban diserahkan ke pada keluarga untuk dievakuasi menuju rumah duka menggunakan Ambulance setempat.

Dengan ditemukannya korban dalam Keadaan MD, maka Operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup, seluruh unsur SAR yg terlibat dikembalikan ke Instansi dan Organisasi masing-masing dengan diucapkan Terimakasih atas Kerjasamanya,

“Jumlah korban 1 orang telah meninggal dunia” Tuturnya. [Yong]

Bappeda Diminta Mengubah Status Aceh dari Label Miskin

0

Nukilan.id – Senator atau DPD RI asal Aceh Dr. Ir. H. Abdullah Puteh, M.Si pada Rabu 22 Feb turun ke Kota Langsa bertemu masyarakat, Jumat (24/2/2023).

Pada kesempatan itu, mantan gubernur Aceh Abdullah Puteh memotivasi warga berkaitan ketertinggalan Aceh di hampir semua sektor.

“Untuk ini pemerintah melalui BAPPEDA perlu melakukan perencanaan yang benar-benar bisa berkontribusi kepada kegiatan berbasis ekonomi atau berdampak langsung pada masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, perencanaan dengan pembangunan harus sinkron, agar keinginan rakyat Aceh keluar dari kemelut ekonomi tercapai.

“konsekuensi perencanaan yang salah akan mengikibatkan Aceh terus berada di panggung kemiskinan,” kata Abdullah.

Ia berharap, Pemerintah Aceh melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Aceh (Bappeda) dapat memberi solusi kepada rakyat keluar dari kemiskinan.

“Bapedda harus turun gunung, mengemas setiap program, karena dapur yang bisa membuat Aceh itu kaya dan miskin ada pada mereka,” tutup Abdullah Puteh. [Reji]

Ditreskrimsus Polda Aceh Berantas Galian C Tanpa Izin, Satu Ekskavator Diamankan

0

Nukilan.id – Tim Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Aceh kembali berhasil memberantas tambang ilegal berupa galian C jenis tanah urug di Desa Biluy, Kecamatan Darul Kamal, Kabupaten Aceh Besar, Kamis, 23 Februari 2023.

Dirreskrimsus Polda Aceh Kombes Winardy mengatakan, pengungkapan tersebut dilakukan berdasarkan informasi masyarakat terkait adanya kegiatan penambangan yang diduga tidak memiliki izin dan sangat meresahkan, karena berpotensi merusak lingkungan.

Mendapat informasi itu, kata Winardy, tim yang dipimpin Panit I Subdit IV Tipidter AKP Rivandi Permana bergerak ke lokasi dan ditemukan satu unit alat berat jenis ekskavator yang melakukan kegiatan penambangan berupa galian C tanpa izin resmi, sehingga diamankan.

“Tim menemukan satu unit alat berat yang melakukan kegiatan penambangan berupa galian C tanpa izin, sehingga langsung diamankan,” kata Winardy, dalam keterangannya, Kamis malam, 23 Februari 2023.

Selain alat berat, kata Winardy, pihaknya turut mengamankan satu terduga pelaku yang juga pemilik lokasi tambang galian C berinisial MH (59).

Saat ini, kata Winardy, satu terduga pelaku tersebut dan barang bukti berupa satu unit alat berat jenis excavator merek Hitachi diamankan di Polda Aceh untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Alat berat dan terduga pelaku, sudah diamankan ke Polda Aceh untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya.

Di samping itu, Winardy mengimbau masyarakat agar mendukung penegakan hukum yang dilakukan kepolisian untuk menyelamatkan lingkungan dari penambangan ilegal. Karena, penambangan yang dilakukan tanpa izin bisa berdampak buruk terhadap lingkungan, salah satunya adalah musibah banjir. []

Kejar Unggul, PIAUD UIN Ar-Raniry Selenggarakan International Stadium Generale

0

Nukilan.id – Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Universitas Islam Negeri Ar-Raniry menyelenggarakan International Studium Generale pada Jumat (24/2/2023).

Kegiatan yang mengusung tema “Instructional Strategies for Emergent Literacy Helping Children Develop a Rich Vocabulary, Self-Expression and Reading Comprehension” tersebut bertujuan untuk pemenuhan kegiatan berskala Global menuju PIAUD Unggul.

Dekan FTK, Prof. Safrul Muluk dalam sambutannya menyampaikan pentingnya peran guru terhadap pendidikan, terlebih para guru yang saat ini mendidik generasi alpha, yakni Generasi yang lahir dalam rentang tahun 2010-2025.

Adapun Narasumber yang terlibat dalam kegiatan tersebut yakni Andriansyah, P.hD dari The Ohio State University, USA. Sedangkan Pemateri berikutnya Dina Fajriah. S.Psi berasal dari praktisi sekolah penggerak.

Dalam kesempatan tersebut, Andriansyah menekankan pentingnya literasi sejak usia dini. Menurutnya, literasi dimulai dari lingkungan terdekat seperti rumah dan sekolah.

Salah satu implementasi bisa dengan menyediakan buku, media, APE, dll. Selain itu juga bisa dengan metode Read Aloud, tambahnya.

Sedangkan Dina memfokuskan pada literasi anak usia dini dalam tataran praktik.
Salah satunya dengan project berbasis buku Cut Nyak Dhien, ungkap Kepala Sekolah penggerak berprestasi Provinsi Aceh itu.

Kegiatan yang dilaksanakan secara Hybrid tersebut di moderatori oleh Rani Puspa Juwita, M.Pd. Acara yang berjalan khidmat tersebut dihadiri oleh Dekan, Wakil Dekan I, Kaprodi dilingkungan FTK, Dosen, Guru PAUD, Mahasiswa serta Alumni.