Beranda blog Halaman 1384

Polisi Ringkus Tiga Pemakai dan Satu Pengeder Narkoba di Aceh Singkil

0
Tim Satuan Reserse Narkoba Polres Aceh Singkil berhasil mengungkap dan mengamankan tiga pemakai dan satu pengedar narkotika jenis sabu di Desa Tulaan, Kecamatan Gunung Meriah, Aceh Singkil, Kamis (16/3/2023) (Foto: Ist)

Nukilan.id – Tim Opsnal Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Aceh Singkil berhasil mengungkap dan mengamankan tiga pemakai dan satu pengedar narkotika jenis sabu di Desa Tulaan, Kecamatan Gunung Meriah, Aceh Singkil, Kamis, 16 Maret 2023.

Kapolres Aceh Singkil AKBP Iin Maryudi Helman, melalui Kasat Resnarkoba Iptu Mahdian Siregar membenarkan telah mengamankan tiga orang pelaku penyalahgunaan atau pemakai beserta satu pengedar narkotika jenis sabu.

Baca Juga: Kayanma Polda Aceh Sosialisasi dan Simulasi Cara Pemadaman Kebakaran

Mahdian menjelaskan, penangkapan tersebut bermula dari informasi masyarakat tentang adanya transaksi sabu di Desa Tulaan Kecamatan Gunung Meriah, sehingga dilakukan penyelidikan.

Saat tiba di lokasi, tim opsnal mendapati benar adanya tiga orang berinisial AS (33), DM (31), dan SW (35) yang sedang asyik menggunakan sabu, sehingga langsung diamankan.

Kemudian, setelah dikembangkan diketahui sabu tersebut diperoleh dari seorang pengedar berinisial AK (33) seharga Rp50 ribu, sehingga AK juga ikut diamankan.

Dalam penangkapan itu juga ikut diamankan barang bukti satu kaca pirek yang berisi sabu, satu set alat isap sabu atau bong, dan empat unit handphone.

“Saat ini semua pelaku beserta barang bukti diamankan di Polres Aceh Singkil untuk dilakukan pengembangan dan proses hukum,” kata Mahdian, dalam rilisnya, Jumat, 17 Maret 2023.

Mahdian juga mengatakan, bahwa pihaknya akan terus bekerja maksimal untuk memberantas narkoba di Aceh Singkil. Dia berharap adanya kerja sama dari masyarakat untuk melaporkan bila melihat atau mengetahui adanya penyalahgunaan narkotika.[]

Baca Juga: Meriahkan HUT Ke-77 TNI AU, PJU Polda Aceh Ikut Fun Bike Dirgantara

Pemkab Aceh Besar Sosialisasi Penerapan PBG dan Penggunaan SIMBG

0
Asisten II Sekdakab Aceh Besar M Ali S.Sos. MSi membuka sosialisasi penerapan PBG dan SIMBG di Aula Dekranasda Aceh Besar, Gampong Gani, Kecamatan Ingin Jaya, Rabu (15/3/2023). (Foto: Ist)

Nukilan.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar menggelar sosialisasi penerapan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan penggunaan Sistem Informasi Manajemen Bangunan Gedung (SIMBG) di Aula Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Aceh Besar, Gampong Gani, Kecamatan Ingin Jaya, Rabu (15/3/2023).

Penjabat (Pj) Bupati Aceh Besar, melalui Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Aceh Besar M. Ali S.Sos. MSi dalam sambutannya mengatakan sosialisasi penggunaan aplikasi SIMBG untuk memudahkan warga mendapatkan PBG

“Karena kedepannya Izin Mendirikan Bangunan (IMB) akan diganti menjadi PBG, berbeda dengan IMB yang sifatnya rigid (kaku) dan tinggi. PGB lebih fleksibel untuk diperoleh,” katanya.

Menurut M. Ali sistem tersebut berbentuk aplikasi yang bisa diakses warga. Aplikasi tadi dibuat dan sudah disetujui pemerintah pusat untuk memudahkan warga mendapatkan pelayanan pertanahan.

“Aplikasi diharapkan mudah diakses masyarakat,” tuturnya.

M. Ali mengungkapkan PBG bisa menuntaskan permasalahan yang sering kali ditemui dalam pengurusan IMB seperti soal IMB sementara, IMB relaksasi, bangunan existing, atau yang mendahului IMB.

“Dengan penggunaan PBG, berbagai keuntungan bisa didapatkan baik bagi warga dan pemerintah. Salah satunya semakin banyak bangunan yang direnovasi maka lapangan pekerjaan bagi tukang atau kuli bangunan semakin terbuka lebar,” ujarnya.

M. Ali juga menjelaskan dampak dari penggunaan PBG adalah setiap tanah yang jelas suratnya akan mendapatkan PBG sehingga mobilitas perpindahan tangan atau kepemilikan akan mudah.

“Apalagi terkait dengan pembiayaan perbankan, akan lebih mudah,” jelasnya.

Tidak hanya itu, bagi pemerintah daerah, aplikasi SIMBG akan memudahkan mengurus perpindahan kepemilikan tanah dan bangunan. Hal tersebut berdampak terhadap peningkatan pajak atas jual beli tanah dan bangunan atau Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

“BPHTB sendiri merupakan pungutan atas perolehan hak atas tanah dan atau bangunan. Pungutan ini ditanggung oleh pembeli dan hampir mirip dengan PPh bagi penjual. Sehingga pihak penjual dan pembeli sama-sama memiliki tanggung jawab untuk membayar pajak,” ucap Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekdakab Aceh Besar tersebut.

Perlu diketahui PBG adalah perizinan yang diberikan oleh pemerintah daerah atau pemerintah pusat kepada pemilik bangunan gedung untuk membangun baru, mengubah, memperluas, mengurangi, dan/atau merawat bangunan gedung sesuai standar teknis bangunan gedung yang berlaku.

“Jadi diharapkan kepada para camat nantinya dapat memberikan edukasi kepada masyarakatnya masing-masing mengenai penerapan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) Dan penggunaan Sistem Informasi Manajemen Bangunan Gedung (SIMBG) tersebut,” pungkasnya. []

Masuki Ramadhan 1444 H, Forkopimda Aceh Besar Keluarkan Seruan Bersama

0
(Foto:Ist)

Nukilan.id – Menjelang tibanya bulan Ramadhan 1444 H serta dalam rangka menjaga kesucian dan kenyamanan dalam pelaksanaan puasa Ramadhan, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh Besar, mengeluarkan Seruan Bersama dan mengimbau seluruh masyarakat khususnya setiap muslimin dan muslimah untuk menyambut bulan suci Ramadhan sebagai penghulu semua bulan itu dengan penuh rasa gembira dan semangat keikhlasan serta selalu memohon ridha Allah SWT.

Pj Bupati Aceh Besar Muhammad Iswanto SSTP MM melalui Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Besar Rusdi, SSos MSi, Kamis (16/3/2023) mengatakan, Seruan Bersama Forkopimda Aceh Besar tertanggal 1 Maret 2023 ditandatangani bersama Pj Bupati Aceh Besar Muhammad Iswanto S.STP MM, Ketua DPRK Aceh Besar Iskandar Ali SPd MSi, Dandim 0101/KBA Letkol Inf Andy Bagus DA SIP, Kapolres Aceh Besar AKBP Carlie Syahputra Bustamam SIK MH, Kajari Aceh Besar Basril G SH MH, Ketua Pengadilan Negeri Jantho Deny Syahputra SH MH, Ketua Mahkamah Syar’iyah Jantho DR Muhammad Redha Falevi SIH MH dan Ketua MPU Aceh Besar Tgk H Nasruddin M.

Menurut Rusdi, ada sembilan poin yang menjadi isi seruan tersebut antara lain, pertama, diharapkan kepada seluruh masyarakat untuk melaksanakan ibadah Puasa Ramadhan dan ibadah sunnat lainnya sesuai dengan syariat Islam. Kedua masyarakat diminta memakmurkan masjid, meunasah dan tempat ibadah lainnya dengan shalat fardhu, tarawih, witir, tadarrus dan amalam sunnat lainnya.

Pada poin ketiga, setiap pemilik toko, kedai, kios, dan tempat usaha lainnya wajib menghentikan aktivitas pada malam hari sampai selesai pelaksanaan ibadah tarawih.

“Poin empatnya, penjual makanan dan minuman agar tidak berjualan sejak masuk waktu imsak (subuh) sampai dengan waktu shalat ashar,” kata Rusdi mengutip seruan itu.

Selain itu, pada poin lima diserukan agar masyarakat menghentikan aktivitas pada waktu-wahtu shalat Fardhu dan diminta fokus untuk melaksanakan Ibadah.

“Setiap orang, tempat usaha atau tempat lainnya dilarang menyediakan makanan, minuman, melindungi dan memberikan fasilitas makan minum kepada orang yang tidak berpuasa pada siang hari,” lanjut Rusdi mengutip poin lainnya.

Selain itu, pada poin tujuh seruan bersama juga dilarang menghidupkan bunyi-bunyian yang dapat mengganggu ketenangan bulan Ramadhan, seperti petasan, mercon, meriam bambu, dan sejenisnya.

“Pada poin delapan, diharapkan kepada masyarakat nonmuslim agar menghormati dan menjaga kesucian bulan Ramadhan,” sebutnya.

Pada bagian akhir, diserukan kepada setiap muslimin dan muslimat untuk tidak menghabiskan waktu dengan kegiatan yang dapat merusak kesucian bulan Ramadhan.

“Tentunya seruan bersama ini dikeluarkan untuk dapat dimaklumi dan diindahkan seluruh masyarakat di Aceh Besar, sebagai wujud kepedulian dalam mendukung pelaksanaan Syariat Islam di Kabupaten Aceh Besar,” demikian Rusdi SSos MSi, Kadis Syariat Islam Aceh Besar. []

Sekdakab Aceh Besar Ikuti Zoom Meeting Rakor Pengendalian Inflasi Bersama Pj Gubernur Aceh

0
Sekdakab Aceh Besar Drs Sulaimi MSI bersama Asisten II bidang Perekonomian dan Pembanguan Sekdakab Aceh Besar M Ali SSos MSi dan Kepala OPD mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi, Pertumbuhan Ekonomi dan Pengembangan Investasi tahun. (Foto: Ist)

Nukilan.id – Penjabat (Pj) Bupati Aceh Besar yang diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Aceh Besar Drs Sulaimi MSi, mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi tahun 2023 yang dilaksanakan oleh Penjabat (Pj) Gubernur Aceh melalui zoom meeting di ruang rapat Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Aceh Besar, Gampong Gani, Kecamatan Ingin Jaya, Jum’at (17/3/2023) sore.

Sekda Sulaimi mengatakan, dalam Rakor Pengendalian Inflasi tahun 2023 itu, ikut dibahas berbagai langkah konkrit dalam pengendalian inflasi di daerah yang telah dilaksanakan selama ini. “Seperti arahan untuk meningkatkan kegiatan pangan murah bagi masyarakat dan penguatan sektor pertanian, perdagangan, dan perluasan lapangan kerja di setiap daerah,” katanya.

Menurutnya, Rakor yang dipimpim Pj Gubernur Aceh itu juga menegaskan kepada seluruh pimpinan daerah, baik Bupati maupun Wali Kota di Aceh agar tetap memprioritaskan enam upaya taktis dan terukur dalam Pengendalian Inflasi Daerah, terlebih menjelang tibanya bulan suci Ramadhan 1444 H.

“Enam hal itu, meliputi pelaksanaan operasi pasar murah, melaksanakan sidak ke pasar dan distributor, terutama yang menyangkut kebutuhan pangan masyarakat, agar tidak menahan barang, melakukan kerjasama dengan daerah penghasil komoditi pangan untuk kelancaran pasokan, menggencarkan gerakan menanam, merealisasikan BTT (Belanja Tidak Terduga), serta memberikan dukungan transportasi dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten/Kota (APBK) untuk kelancaran distribusi dan pasokan antar daerah yang terlibat kerjasama,” terangnya.

Ia mengatakan, Forum Rakor Pengendalian Inflasi itu juga ikut mengusulkan Satgas ketersediaan dan stabilitas pangan di daerah. Satgas itu nantinya yang akan bertugas untuk memastikan ketersediaan, distribusi, dan stabilitas harga pangan serta pelaksanaan program stabilisasi pasokan serta harga pangan (SPHP) di daerah masing-masing.

“Berbagai upaya tersebut merupakan solusi yang harus dikedepankan oleh para Kepala Daerah di Aceh untuk pengendalian inflasi dan meningkatkan ekonomi masyarakatnya,” pungkasnya. []

Wakili Pj Bupati Aceh Besar, Asisten II Resmikan Gerai Baru ACE Hardware dan Chatime Aceh

0
Asisten II Sekdakab Aceh Besar, M Ali SSos MSi yang mewakili Pj Bupati Aceh Besar, bersama pejabat lainnya melakukan potong pita dalam Opening ACE Hardware Indonesia dan Chatime di Aceh, di Jln DR MR Mohd Hasan No 102, Gampong Lam Cot. (Foto: Ist)

Nukilan.id – Penjabat (Pj) Bupati Aceh Besar yang diwakili oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekdakab Aceh Besar M. Ali SSos MSi, Jumat (17/03/2023), meresmikan gerai ritel baru ACE Hardware dan Chatime di Aceh, di Gampong Lamcot, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar.

Dalam sambutannya M. Ali mengatakan, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar sangat mengapresiasi kehadiran toko ACE sebagai pusat kebutuhan rumah dan gaya hidup di Indonesia yang kini hadir lebih dekat dengan masyarakat Aceh khususnya Aceh Besar.

“Aceh Besar memiliki banyak wilayah potensial untuk menarik konsumen, apabila pihak ACE ingin membuka cabang, kami sangat terbuka dan akan memberikan izin dimana pun lokasi,” katanya.

Selain itu, menurut M Ali, kehadiran ACE di wilayah Aceh Besar sangat membantu dari segi lapangan kerja bagi putra putri Aceh Besar. Seperti yang diakui oleh General Meneger ACE, 90 persen karyawan yang berkerja di ACE semua orang Aceh. “Tapi, untuk ke depannya kalau bisa, harus ada dari Aceh Besar dan tentunya harus sesuai standar yang dibutuhkan,” pintanya

Sementara itu, Operations General Manager ACE Pandhu G Mahardiko, menyampaikan, PT ACE Hardware Indonesia Tbk merupakan salah satu unit bisnis dari Kawan Lama Group yang berdiri sejak tahun 1995, yang merupakan pusat kebutuhan rumah tangga dan gaya hidup di Indonesia, dengan menghadirkan ribuan jenis produk.

“Sekarang ACE memiliki 229 toko yang beroperasi di 56 kota di seluruh Indonesia, diantara 56 kota tersebut salah satunya adalah di Aceh,” ujarnya.

Turut hadir pada acara peresmian tersebut, Perwakilan Polresta Banda Aceh, Kodim 0101/ KBA, Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Kepala Dinas PTSP Aceh, Forkopimcam Darul Imarah serta para undangan lainnya.

Dirjen Diksi Minta Kepala Sekolah Lebih Inovatif Tingkatkan Pelayanan Mutu Pendidikan

0
Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi (Dirjen Diksi) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Dr. Ir. Kiki Yuliati, M.Sc. saat sesi wawancara dengan awak media di Banda Aceh, Jumat (17/3/2023) (Foto: Nukilan.id/Azril)

Nukilan.id – Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi (Dirjen Diksi)Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Kiki Yulianti meminta seluruh Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) untuk memperkuat setiap inovasi dan peningkatan mutu pendidikan vokasi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di berbagai wilayah untuk mendorong pertumbuhan perekonomian, sumber daya manusia dan kualitas sosial masyarakat di Aceh.

Dalam hal ini, ia menyampaikan, sudah serharusnya seluruh kepala sekolah agar meningkatkan pendidikan vokasi sehingga bisa berkontribusi lebih di sektor perekonomian dan SDM guna memperbaikan kualitas masyarakat di setiap daerah.

“Bapak dan Ibu kepala sekolah SMKN tidak boleh ada pendidikan vokasi diselenggarakan tanpa memperhatikan kepentingan pertumbuhan ekonomi disekitarnya, maka dari itu sering-sering berkomunikasi dengan Pemerintah Daerah dan pelaku usaha tentang sektor ekonomi apa yang sedang berkembang disana,” kata Kiki Yulianti saat diwawancarai oleh media Nukilan.id di Kompleks SMKN 3 Banda Aceh, Jum’at (17/3/2023).

Baca Juga: Pemerintah Aceh Luncurkan 68 BLUD SMK Negeri se-Aceh

Selanjutnya, ia menegaskan, kepala sekolah SMKN agar lebih berfokus pada kurikulum merdeka, dikarenakaan dapat memberikan keleluasaan secara otonom sehingga lebih dalam mengelola serta menumbuhkan kualitas pelayanan pendidikan vokasi untuk para guru dan murid sebagai peserta didik di sekolah.

“Mudah-mudahan dengan menjadi BLUD ibu dan bapak dapat lebih Otonom dan lebih akuntabel dalam mengelola sekolahnya. Semoga ini bisa meningkatkan pelayanan vokasi di SMK tersebut,,” ungkapnya.

Dirinya menjelaskan, tujuan hadirnya BLUD agar setiap penggunaan aset dalam sekolah dapat dimanfaatkan secara maksimal hingga menjadi inisiatif setiap kepala sekolah untuk bisa lebih meningkatkan layanan pendidikan vokasi tanpa harus mengunggu instruksi dari pemerintah.

“Tujuan BLUD itu bukan mencari uang. Tujuan BLUD untuk meningkatkan layanan pendidikan baik disisi kualitas maupun jumlah tanpa harus menunggu pemerintah,” ungkapnya.

Selain itu, Kiki mengimbau, dengan diterapkannya BLUD kepada 68 SMKN Se-Aceh agar kepala sekolah beserta guru bekerja lebih akunstabilitas dan bertanggung jawab dalam pengelolaan anggaran harus dilakukaan secara maksimal.

“Mereka bisa mengambil inisiatif dari berbagai sumber yang halal tentunya dan juga benar secara regulasi yang kemudian dikembalikan lagi untuk meningkatkan layanan pendidikan,” tuturnya.

Dirinya berharap, bahwa dalam pengembangan BLUD di sekolah, harus dilakukan secara maksimal oleh seluruh kepala sekolah SMKN yang merupakan CEO sehingga lebih tangkas, cepat serta inovatif untuk mengambil setiap keputusan dengan resiko yang terukur agar lebih mandiri dan kuat.

“Harus dilakukan oleh seluruh Kepala sekolah SMK Negeri yang sudah menjadi BLUD itu mengubah mindset. Mereka bukan lagi kepala sekolah saja tetapi mereka juga CEO yang cara berfikir harus lebih tangkas, tegas, inovatif,”. ucapnya.

Reporter: Azril

 

Demokrat Aceh Rencanakan Rapat Koordinasi Badan Komunikasi Strategis se-Aceh

0
Kepala Bakomstra Demokrat Aceh Firdaus Noezula. (Foto: Ist)

Nukilan.id – Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat Aceh akan menggelar Rapat Koordinasi Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) 23 Kabupaten Kota di Aula DPD PD ACEH, jalan Tgk Imum Lueng Bata, Banda Aceh, Sabtu, 18 Maret 2023.

Acara persiapan Bakomstra Se-Aceh untuk pemenangan pada Pemilu 2024 dijadwal akan Dibuka oleh Ketua DPD PD Aceh Muslim, SHi.MM.

Ketika dihubungi di Banda Aceh, Kepala Bakomstra Demokrat Aceh Firdaus Noezula menyampaikan, rapat koordinasi Bakomstra se-Aceh lebih mengagendakan persiapan kerja menghadapi Pemilu 2024 mendatang.

“Seluruh Kepala dan anggota Bakomstra DPC Se Aceh akan berkumpul untuk membicarakan strategi pemenangan 2024,” ujar Firdaus, Politisi Muda asal Aceh Utara ini.

Dikatakan Firdaus, rakor Bakomstra akan diisi oleh Kepala BAKOMSTRA DPP Herzaky Mahendra, Praktisi dan Tokoh Media dan akan dilaksanakan selama satu hari.[]

Resmikan 68 BLUD SMK, Dirjen Pendidikan Vokasi Puji Capain Disdik Aceh

0
Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Kiki Yuliati, memuji pencapaian Dinas Pendidikan Aceh dalam pembentukan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di sejumlah Sekolah Menengah Kejuruan. (Foto: Humas Disdik Aceh)

Nukilan.id – Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Kiki Yuliati, memuji pencapaian Dinas Pendidikan Aceh dalam pembentukan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di sejumlah Sekolah Menengah Kejuruan. Dia juga mengatakan pencapaian ini menunjukkan komitmen Dinas Pendidikan Aceh dalam mendukung pendidikan vokasi yang digalakkan pemerintah pusat.

Baca Juga: Silaturahmi Hardiknas, Pj Bupati Azwardi Ajak Guru Ciptakan Pendidikan Berkarakter pada Anak

“Tidak hanya banyak, (pembentukan BLUD di SMK oleh Dinas Pendidikan Aceh) juga cepat,” kata Kiki sebelum meluncurkan BLUD SMK se-Aceh di Kompleks SMK 1, 2, 3 Banda Aceh, Jumat, 17 Maret 2023.

Dalam urusan ini, Pemerintah Aceh memang pantas bersyukur. Aceh daerah dengan jumlah BLUD SMK terbanyak di tingkat nasional. Dari 153 SMK di Aceh, 68 di antaranya telah membentuk BLUD. Pencapaian ini berada di atas DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur.

Kiki juga berpesan agar seluruh kepala SMK, selaku CEO BLUD, berdiskusi secara intensif dengan pemerintah dan pengusaha di daerah agar BLUD SMK dapat mengisi ceruk pasar yang ada sesuai dengan keunggulan yang dimiliki pada masing-masing sekolah. []

Baca Juga: Plt Kacabdin Nagan Raya Periksa Kedisiplinan Guru Ikut Upacara Hardiknas di Sejumlah Sekolah

Pemerintah Aceh Luncurkan 68 BLUD SMK Negeri se-Aceh

0
 Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan Aceh luncurkan 68 BLUD SMKN se-Aceh. (Foto: Nukilan.id/Azril)

Nukilan.id – Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Aceh luncurkan 68 Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) se-Aceh yang berlokasi di kompleks SMKN 3 Lhong Raya, Banda Aceh, Jum’at (17/3/2023).

Peluncuran BLUD SMKN tahunan ini berdasarkan Surat Keputusan Gubernur No. 421.3/702/2023 Tentang Penyelenggaraan BLUD yang mengusung tema Menjadikan SMKN Sebagai Incubator Bisnis.

Pada kesempatan itu, Kepala Dinas Pendidikan Aceh Alhudri mengatakan, BLUD SMKN se-Aceh merupakan wadah promosi dan produksi hasil unggulan dibidangnya. Selain itu, juga untuk meningkatkan kreatifitas tenaga pengajar serta peserta didik untuk melahirkan inovasi terbaru.

“Legal standing SMK untuk melakukan promosi produk unggulan sesuai bidang dan kompetensinya sekaligus agar dapat mengedukasi dalam menghadapi lapangan kerja nantinya,” kata Alhudri.

Ia menyampaikan, sejarah terbentuknya PPTK BLUD pertama kali pada tahun 2012 hingga tahun 2016. Namun pada tahun 2017 acara ini sempat terhenti dikarenakan peralihan wewenang dari disdikpora Banda Aceh kepada Disdik Aceh sehingga Pemerintah Aceh mengambil inisiatif untuk melanjutkan kembali dengan melibatkan seluruh SMKN se-Aceh.

“Acara BLUD se-Aceh sempat terhenti karena perubahan kewenangan dari Disdikpora Banda Aceh kepada Disdik Aceh pada tahun 2017,” ucapnya.

Lebih lanjut, Alhudri mencatat, saat ini Aceh merupakan daerah dengan jumlah BLUD terbanyak dalam skala nasional yang berhasil me-launching 68 dari 153 SMKN yang ada di seluruh wilayah di Aceh

“Provinsi Aceh melahirkan 68 BLUD SMK Negeri sehingga menjadikannya paling banyak di seluruh Indonesia,” tuturnya.

Di sisi lain, BLUD SMKN berfokus pada terciptanya produk-produk baru sehingga dapat mendorong kemajuan ekonomi mikro di masyarakat dan menekan angka inflasi sesuai dengan arahan Presiden RI.

Reporter: Azril

Kayanma Polda Aceh Sosialisasi dan Simulasi Cara Pemadaman Kebakaran

0
Kayanma Polda Aceh Sosialisasikan dan Gelar Simulasi Pemadaman Api Saat Terjadi Kebakaran di Lapangan Polda Aceh. (Foto: Ist)

Nukilan.id – Kayanma Polda Aceh Kompol Agung Prasetyo mensosialisasikan dan menggelar simulasi pemadaman api saat terjadi kebakaran di lapangan Polda Aceh, Jumat, 17 Maret 2023.

Agung mengatakan, dalam sosialisasi dan simulasi yang diikuti personel dari setiap satuan kerja Polda Aceh tersebut ikut menghadirkan pihak pemadam kebakaran (Damkar) sebagai pemateri lapangan.

Baca Juga: Kapolda Aceh Hadiri Peluncuran Aplikasi SIGNAL

Berdasarkan teori, kata Agung, terdapat beberapa cara atau metode memadamkan api saat kebakaran, yaitu pendinginan, isolasi, dilusi, pemisahan bahan mudah terbakar, dan pemutusan rantai reaksi api.

Ia menjelaskan, metode pendinginan dapat dilakukan dengan menghilangkan unsur panas dan menggunakan media bahan dasar air. Lalu, metode isolasi dapat dilakukan dengan menutup permukaan benda yang terbakar untuk menghalangi unsur O2 menyalakan api dan menggunakan media serbuk ataupun busa.

Selanjutnya metode dilusi, dapat dilakukan dengan meniupkan gas inert untuk menghalangi unsur O2 menyalakan api dan menggunakan media gas CO2. Bisa juga dengan metode pemisahan bahan mudah terbakar, yaitu dengan memisahkan bahan mudah terbakar dari unsur api dan memindahkan bahan-bahan mudah terbakar jauh dari jangkauan api.

“Terakhir adalah metode pemutusan rantai reaksi, yaitu dengan memutus rantai reaksi api dengan menggunakan bahan tertentu untuk mengikat radikal bebas pemicu rantai reaksi api dan menggunakan bahan dasar halon–sekarang dilarang karena menimbulkan efek rumah kaca,” ujar Agung.

Dalam kegiatan itu juga dipraktikkan cara menggunakan APAR atau alat pemadam api ringan (APAR). Menurutnya, penggunaan APAR itu penting untuk diketahui, terlebih bagi personel Polda Aceh.[]

Baca Juga: Biro SDM Polda Aceh Gelar Tes Psikologi Calon Anggota Bawaslu dan Panwaslih