Beranda blog Halaman 1385

WALHI Aceh: Pembangunan Jalan Kutacane-Langkat Picu Ilegal Loging

0

Nukilan.id – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Aceh meminta pembangunan jalan tembus dari Jambur Latong, Kutacane, Aceh Tenggara sampai perbatasan Sumatera Utara tidak dilanjutkan, karena dapat memicu ilegal loging hingga habitat satwa terganggu.

Direktur WALHI Aceh, Ahmad Salihin mengatakan, pembangunan jalan tembus sepanjang 18,52 Km dari jalan Nasional Aceh Tenggara ke perbatasan Langkat Sumut melintasi Hutan Lindung sepanjang 7,75 Km. Pembangunan jalan dalam kawasan hutan memiliki dampak jangka panjang terhadap kelangsungan lingkungan hidup.

Dengan terbukanya akses ke dalam kawasan hutan, maka akan terjadi kejahatan lingkungan seperti illegal logging, perburuan satwa, dan perambahan kawasan hutan pasti akan terjadi. Kemudian, akibat praktik ilegal tersebut berdampak terhadap terjadi bencana ekologi, terlebih Aceh Tenggara memiliki riwayat bencana banjir bandang yang cukup parah.

“Selain bakal meningkatnya perambahan hutan, habitat satwa juga terganggu, sehingga i konflik satwa semakin meningkat,” kata Ahmad Salihin, Jumat (17/03/2023).

Berdasarkan hasil pemantauan WALHI Aceh di lokasi, khususnya di kawasan HL Serbo Langit, vegetasi hutannya masih relatif baik dan merupakan habitat satwa kunci orangutan dan kambing hutan. Selain itu kawasan tersebut juga merupakan sumber air bagi masyarakat Kecamatan Deleng Pokhkison, Lawe Bulan, dan Lawe Sumur.

“Kawasan hutan lindung Serbo Langit juga merupakan Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) sebagai zona penyangga Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) Bidang III Stabat Sumatera Utara,” sebut Om Sol, sapaan akrab nya.

Sebelum pembangunan jalan tembus itu dikerjakan, sebutnya lagi, kawasan hutan lindung Serbo Langit sudah marak terjadi perambahan dan illegal logging sejak 2018 – 2020. Ini mengakibatkan terjadinya banjir bandang yang berdampak putusnya jembatan dan merusak lahan pertanian di Kecamatan Deleng Pokhkison, Lawe Bulan, Lawe Sumukh.

Kemudian pada 2019 dan 2020 dalam kawasan hutan lindung Serbo Langit telah dibuka jalan dengan sepanjang 9 km. Akibatnya menjadikan kawasan hutan lindung Serbo Langit menjadi terbuka yang kemudian semakin menyuburkan kegiatan perambahan hutan tanpa ada pengawasan oleh pihak terkait.

Berdasarkan temuan WALHI Aceh di lapangan, perambahan masih terus terjadi dan di pinggir jalan yang sudah dibangun tersebut hutan mulai terbuka, bahkan ada sejumlah hutan lindung telah dirambah.

Kayu-kayu diduga hasil perambahan tergeletak di pinggir jalan sebelum diangkut menggunakan becak motor ke tempat yang dapat diakses oleh roda empat. Parahnya lagi, cara lain perambahan hutan mengangkut kayu menunggu saat debit air sungai meningkat pada musim hujan. Kayu-kayu yang diduga hasil perambahan dihanyutkan hingga ke hulu.

“Jalan tembus ini aja belum selesai semua, perambahan terus terjadi, apa lagi kalau sudah jalan mulus, bisa lebih parah,” sebutnya.

Oleh sebab itu, WALHI Aceh meminta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutan (KLHK) untuk tidak mengeluarkan izin Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH) pembangunan jalan tembus tersebut. Sehingga hutan tidak terus terdegradasi akibat mudahnya akses bagi perambah hutan.

“Sekarang saja jalan yang baru selesai 9 Km, perambahan hutan tak terkendali dan tidak ada pengawasan, konon lagi kalau jalan sudah mulus,” tegasnya.

Selain itu, sebutnya, kemiringan bukit sepanjang jalan tembus yang hendak dibangun itu antara 45-75 derajat. Tentunya dengan kondisi seperti itu selain rawan longsor juga tidak membuat masa tempuh perjalanan bisa menempuh perjalanan dengan cepat.

Kendati jarak tempuh dapat dipangkas menjadi 121 kilometer dibandingkan dari Jalan Tanah Karo menuju Sumatera Utara sejauh 220 kilometer. Namun, dengan kondisi jalan kemiringan bisa mencapai 75 derajat dan ketinggian 715 -720 mdpl, waktu tempuh juga akan bakal sama dibandingkan dengan jalan sebelumnya.

“Makanya lebih baik dilebarkan dan diperbaiki jalan yang sudah ada sekarang, karena diperkirakan jarak tempuh juga gak jauh-jauh beda, hanya memperpendek jarak saja, waktu tempuh beda tipis,” ungkapnya.

WALHI Aceh juga sangat menyayangkan Pj Gubernur Aceh, Ahmad Marzuki mengirimkan surat usulan pembangunan jalan nasional Kutacane-Langkat ke tiga kementerian sebagai dukungan Pemerintah Aceh, tanpa mempertimbangkan dampak negatif terhadap kerusakan lingkungan hidup.

Seharusnya Pj Gubernur Aceh terlebih dahulu melakukan kajian secara komprehensif dan melihat dari berbagai aspek. Sehingga kerugian negara akibat dibuka jalan tersebut dapat diminimalisir, seperti hilangnya tutupan hutan yang membutuhkan biaya besar untuk mengembalikannya seperti semula.

“Seharusnya Pj Gubernur sebelum memberikan dukungan harus terlebih dahulu mengkaji secara komprehensif, tidak ujuk-ujuk kasih rekomendasi,” jelasnya.

Bila jalan tembus tersebut dihentikan, sebutnya lagi, potensi bencana dapat ditekan, terutama banjir bandang. Kemudian habitat satwa juga tidak terganggu, sehingga dapat menghindari terjadinya konflik satwa dengan manusia. []

Pj Gubernur Minta Bupati/Walikota dan SKPA Kembangkan Ragam Komoditas Unggulan

0
Penjabat Gubernur Aceh, Achmad Marzuki bersama Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Suhajar Diantoro dan Ketua MPU Aceh Tgk. H. Faisal Ali, saat menggelar Rapat Koordinasi Pengembangan Ekonomi Aceh dengan seluruh Bupati/Walikota dan Kepala SKPA, di Meuligoe Gubernur Aceh, Banda Aceh, Jumat, (17/3/2023). (Foto: ist)

Nukilan.id – Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Achmad Marzuki, meminta seluruh bupati/walikota dan kepala satuan kerja perangkat Aceh (SKPA) untuk fokus mengembangkan ragam komoditas unggulan yang dimiliki Aceh agar berorientasi ekspor. Ia yakin, dengan cara ekspor perekonomian Aceh dapat lebih ditingkatkan.

“Oleh sebab itu, setiap kabupaten/kota harus memiliki produknya masing-masing dan menjadi identitas suatu daerah, dimana setiap daerah mempunyai komoditas unggulan,” kata Achmad Marzuki saat memimpin rapat koordinasi pengembangan ekonomi Aceh bersama seluruh bupati/walikota dan Kepala SKPA, di Meuligoe Gubernur Aceh, Jumat, (17/3/2023).

Menurut Achmad Marzuki, Aceh harus memiliki identitas ekonomi andalan yang baru. Jika dulu Aceh terkenal dengan limpahan minyak dan gasnya, maka saat ini Aceh harus unggul dan maju dengan ragam komoditas pertanian dan kelautan.

Oleh sebab itu, orang nomor satu di Aceh itu meminta Kepala Bank Aceh Syariah dan Kepala Bank Syariah Indonesia yang hadir dalam rapat tersebut untuk membantu usaha masyarakat melalui kredit usaha rakyat (KUR) dan CSR.

Lebih lanjut, untuk mendukung aktivitas ekspor komoditas yang ada di Aceh, Pj Gubernur mengaku akan segera membangun komunikasi dengan Kementerian Keuangan supaya sarana tol laut yang ada di Aceh dapat beroperasi dengan baik. Ia berharap seluruh kapal pengangkut barang yang bersandar di sejumlah pelabuhan yang ada di Aceh dapat terisi penuh dengan berbagai komoditi masyarakat.

Achmad Marzuki meminta bupati/walikota dan para kepala dinas terkait agar menjadi penghubung dan memfasilitasi antara masyarakat dengan dunia usaha. Dengan begitu ragam komoditas pertanian dan kelautan yang dilakukan masyarakat dapat berorientasi ekspor.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai Aceh, Safuadi, menyebutkan, dari 17 komoditas yang diminati dunia, sebanyak empat diantaranya dimiliki Aceh dengan kualitas terbaik. Keempat komoditi tersebut adalah ikan, minyak kelapa sawit, kakao, dan kopi.

“Selama ini, banyak komoditas Aceh dikirim ke provinsi lain. Oleh provinsi lain diekspor ke luar negeri dengan harga yang naik berkali lipat,” kata Safuadi.

Safuadi mengatakan, pasar untuk menjual ragam komoditas yang dimiliki Aceh terbuka lebar di negara-negara yang berada di wilayah barat provinsi Aceh. Banyak negara di sebelah barat Aceh dengan penduduk sekitar 3 miliar membutuhkan komoditas yang ada di Aceh.

“Banyak komoditas seperti nangka dan rambutan dijual mahal hingga ratusan ribu untuk enam biji rambutan. Sebab di negara Timur Tengah komoditas seperti ini tidak bisa tumbuh,” kata Safuadi.

Menurut Safuadi, salah satu kendala Aceh saat ini adalah kurangnya penghubung untuk bisa mempertemukan produk yang dijual dari Aceh kepada pembeli dari negara lain.

Lebih lanjut, Safuadi mengatakan, perang berkepanjangan anatar Rusia-Ukraina mengubah rantai pasok komoditas dunia berubah. Dimana banyak negara wilayah timur tengah dan India yang kehilangan pasokan komoditasnya dari Rusia dan Ukraina akibat perang.

Menurut Safuadi, momentum tersebut menjadi peluang bagi Aceh untuk menjadi pemasok komoditas yang dibutuhkan berbagai negara di timur tengah dan India.

“Ini adalah peluang Aceh untuk kaya dalam beberapa tahun ke depan,” ujar Safuadi.

Hadir dalam Rakor tersebut, Sekjen Kemendagri, Suhajar Diantoro dan Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Teungku. H. Faisal Ali. []

Ketum DPP PDA Ganti Baju, Kader Siap Menyusul untuk Hijrah

0

Nukilan.id – Diawali dengan maraknya Pergantian antar waktu (PAW) Para anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA)  yang semakin hari semakin gencar didengungkan di kalangan internal Partai, hal itu juga terjadi di tubuh Partai Darul Aceh (PDA).

Dimana, surat PAW sudah dikeluarkan oleh Ketua Umum DPP Partai Darul Aceh Abi Muhib kepada anggota DPRA yang sekarang lagi mengemban amanah dan tanggung jawab sebagai wakil Rakyat.

“Terlebih lagi, sang Ketua Umum PDA dalam beberapa hari ini sudah memakai baju atau Atribut partai lain, hal itu sangat membingungkan kami selaku kader partai ingin berkontribusi lebih terhadap partai,” kata salah satu kader PDA yang tidak ingin disebutkan namanya, Kamis (16/3/2023).

Hal ini terkesan Ketua Umum PDA lebih mementing kepentingan pribadi daripada partai dan seluruh kader PDA. Terlebih lagi, tidak ada diskusi dan Musyawarah di tubuh Partai, langsung menentukan sikap untuk memakai baju atribut partai lain.

“Untuk itu, langkah Sang Ketua Umum sudah tepat, untuk memakai salah satu Atribut Partai, dan kami selaku kader akan mengikuti jejak beliau,” ucapnya.

“Kami selaku kader, akan mengikuti jejak sang Ketua Umum, Hijrah” pungkasnya.

Terkait Partai PDA sendiri, sampai saat ini masih sangat amburadur, untuk persiapan Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) belum ada serta keuangan partaipun nihil (kas kosong).

Dan juga, DPP PDA sudah melaksanakan Musyawarah Kerja Pusat (Mukerpus), tapi tidak ada hasil sama sekali. Hal Itu tidak sesuai dengan harapan para Ketua DPW di daerah. Apa yang harus kami tunggu.

“Maka dari itu, kami selaku kader partai aktif di tubuh PDA sudah sewajarnya untuk menyampaikan pesan ini kepada Ketua UmumUmum DPP PDA, semoga langkah yang di ambil oleh Ketua adalah langkah yang tepat di Tubuh Partai PDA,” tuturnya. []

Sambut Ramadhan dan Tekan Inflasi , Pemkab dan Kejari Aceh Besar Gelar Pasar Murah di Kota Jantho

0
Pemkab Aceh Besar bekerjasama dengan Kejari dan Ikatan Adhyaksa Dharmakarani Aceh Besar menggelar pasar murah, di Halaman Kantor Kajari Aceh Besar, Kota Jantho, Kamis (16/3/2023). (Foto: Ist)

Dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan 1444 H dan pengendalian inflasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Besar serta Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Aceh Besar menggelar pasar murah untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat, di Halaman Kantor Kejari Aceh Besar, Kota Jantho, Kamis (16/3/2023).

Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Diskopukmdag) Aceh Besar Ir. Darmansyah, ST, MSi mengatakan pasar murah dilakukan untuk menjaga agar pasokan harga di pasar tetap stabil dan menjadi solusi bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan menjelang meugang puasa nanti.

“Pemkab Aceh Besar dan Kejari Aceh Besar melakukan upaya bersama untuk mengendalikan harga beberapa komoditas yang berpotensi merangkak naik, apalagi bulan puasa tinggal menghitung hari,” katanya.

Menurutnya, dengan pelaksanaan pasar murah ini, akan dapat mendukung percepatan pemulihan ekonomi dengan menyediakan barang kebutuhan pokok dan adanya stabilitas harga dalam rangka menymabut bulan suci Ramadhan.

“Melalui program pasar murah, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar berharap masyarakat dapat mengakses bahan pangan pokok dengan harga terjangkau dalam menyambut bulan puasa 1444 H nanti,” tutur Darmansyah.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Aceh Besar Basril G. SH, MH mengatakan kegiatan pasar murah tersebut juga dari hasil kerjasama antara Pemkab Aceh Besar dan Kejari serta Ikatan Adhyaksa Dharmakarani Kabupaten Aceh Besar. Dan ini kali pertamanya kerjasama antara Pemkab dan Kejari Aceh Besar.

“Alhamdulillah dengan kerjasama ini, kita bisa meringankan beban masyarakat disaat menjelang puasa ramadhan yang hanya tinggal beberapa hari lagi,” sebutnya.

Kegiatan pasar murah tersebut akan digelar tidak hanya menjelang ramadhan, akan tetapi juga akan digelar seminggu menjelang hari Raya Idul Fitri dan kegiatan pasar murah tersebut akan bekerjasama dengan pemkab Aceh Besar.

“Semoga, kerjasama ini terus terjalin, sehingga dengan kerjasama ini dapat membantu meringankan beban masyarakat saat menyambut bulan suci ramadhan pada khusunya,” ujar Kajari Aceh Besar.

Untuk itu, Ia berharap dengan digelarnya pasar murah tersebut, semoga bisa membantu memenuhi kebutuhan masyarakat dengan tujuan utamanya masyarakat tetap sejahtera ditengah inflasi yang sedang melanda.

“Harapan kami dengan adanya pasar murah ini, bisa mengakomodir kebutuhan masyarakat menjelang puasa dan dapat menekan laju inflasi yang sedang terjadi saat ini,” pungkas Basril G SH MH, Kajari Aceh Besar. []

Sekda Aceh Besar Pimpin Rakor Tim Percepatan Penurunan Stunting Kecamatan se-Aceh Besar

0
Sekda Aceh Besar Drs Sulaimi MSi yang mewakili Penjabat Bupati Aceh Besar, membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kecamatan se-Kabupaten Aceh Besar, di Aula Dekranasda, Gampong Gani, Kecamatan Ingin. (Foto: Ist)

Nukilan.id – Penjabat (Pj) Bupati Aceh Besar yang diwakili Sekda Aceh Besar Drs Sulaimi MSi membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kecamatan se-Kabupaten Aceh Besar di Aula Dekranasda Aceh Besar, Gampong Gani, Kecamatan Ingin Jaya, Kamis (16/3/2023).

Hadir dalam kesempatan itu, Asisten II Sekdakab Aceh Besar M Ali SSos MSi, Kadis Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Aceh Besar Drs Fadhlan, Kepala Bappeda Aceh Besar Rahmawati SPd, pengurus TP-PKK Aceh Besar, para camat, kepala puskesmas se-Aceh Besar, anggota TPPS Aceh Besar, Technical Asistent Percepatan Penurunan Stunting Aceh Besar, koordinator Balai Penyuluh KB se-Aceh Besar, dan stakeholder terkait lainnya.

Dalam sambutannya, Sekda Drs Sulaimi MSi kembali mengajak semua stakeholder untuk bersama-sama menurunkan angka stunting, karena hal ini merupakan program prioritas nasional dan daerah saat ini. Untuk itulah, koordinasi para camat, kepala puskesmas, dan stakeholder lainnya di kecamatan sangat penting dan perlu terus ditingkatkan.

Sekda Sulaimi menambahkan, Rakor ini sangat penting karena harus tetap menjaga trend penurunan angka stunting yang telah dicapai tahun 2022. “Tahun 2020, angka stunting Aceh Besar berada pada angka 27,0%. Pada tahun 2021 angka stunting sebesar 32,4%. Berarti mengalami penurunan sebesar 5,4,%. Kita harus berupaya dengan bekerja keras untuk mengawal dan menjaga trend penurunan angka stunting tersebut, sehingga pada akhir tahun 2023 ini akan turun di bawah angka 20%,” ujarnya.

Kepada para peserta, Sulaimi mengajak untuk meningkatkan kerjasama, skill, dan sinergisitas dalam upaya penurunan angka stunting di Aceh Besar. Selain itu, perlu terus ditingkatkan kerjasama dengan Forkopimcam, tokoh agama, tokoh masyarakar, tokoh adat, dan dunia usaha untuk berkontribusi pada aksi dan intervensi dalam percepatan penurunan stunting di wilayah tugas masing-masing.

Perlu juga memperkuat kinerja tim pendamping keluarga, yang terdiri dari kader Tim Penggerak PKK Gampong, bidan desa, dan kader KB untuk melakukan pendampingan kepada calon pengantin, ibu hamil, dan ibu yang memiliki balita untuk melakukan pencegahan supaya tidak terjadi kelahiran bayi stunting baru pada masa yang akan datang.

Ikut menyampaikan materi pada Rakor Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Aceh Besar tersebut, masing-masing Kepala Bappeda Aceh Besar Rahmawati SPd dan Kabid Kesmas Dinas Kesehatan Aceh Besar Yuni Asma SKM SST. []

Kejar Target Nasional, Sekdakab Aceh Besar Minta TPPS Tingkatkan Kinerja Turunkan Stunting

0
Sekdakab Aceh Besar Drs Sulaimi M.Si membuka Rapat Koordinasi Penurunan Stunting di Gedung Dekranasda Aceh Besar, Gampong Gani, Kecamatan Ingin Jaya, Kamis (16/3/2023). (Foto: Ist)

Nukilan.id – Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Aceh Besar Drs Sulaimi MSi mengapresiasi kinerja Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Aceh Besar yang berhasil menurunkan angka stunting hingga 5%, dari 32,4 % menjadi 27,0%. Untuk itu, Sulaimi meminta TPPS meningkatkan kinerja, agar target nasional dapat tercapai.

“Untuk mencapai target nasional hingga penurunan 7%, maka kita minta tingkatkan kinerja TPPS,” kata Sulaimi didampingi Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Aceh Besar M Ali S.Sos MSi, saat membuka Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting Aceh Besar di Gedung Dekranasda Aceh Besar, Gampong Gani, Kecamatan Ingin Jaya, Kamis (16/3/2023).

Untuk itu, Sulaimi berharap masing-masing perangkat gampong yang terkait, untuk terus menjalin sinergitas dan koordinasi dalam rangka memacu kinerja penanganan penurunan angka stunting.

“Pahamilah tugas dan fungsi masing-masing dan perkuat koordinasi,” pintanya.

Rapat koordinasi TPPS ke-2 tahun 2023 difasilitasi oleh DPPKBPP dan PA Kabupaten Aceh Besar, rakor dilanjutkan dengan penyampaian laporan kinerja masing-masing dinas terkait, serta upaya tindak lanjut dan langkah-langkah kordinasi lebih lanjut ditingkat kecamatan.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Aceh Besar Rahmawati S.Pd mengatakan, pihaknya akan membentuk Tim TPPS hingga ke ditingkat Kecamatan untuk memperkuat koordinasi ditingkat bawah, yaitu Kecamatan dan Gampong.

“Tim TPPS ini akan kita bentuk hingga kecamatan untuk memperkuat koordinasi kegiatan dan pelaporan data stunting,” ujar Rahmawati.

Sementara itu, Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Aceh Besar Yuni Asma, SKM. S.ST, memaparkan upaya penanganan stunting yang dilakukan dengan dua langkah yaitu Intervensi Spesifik (langsung) dan Intervensi Sensitif (Tidak Langsung).

Dinas Kesehatan hingga jajarannya melakukan Intervensi Spesifik melalui pemberian tablet tambah darah bagi remaja, pemberian vitamin dan asupan gizi untuk ibu hamil, pemberian makanan pendamping asi dan makanan tambahan bagi bayi hingga imunisasi dasar lengkap,” katanya.

Sementara Intervensi Sensitif dilaksanakan oleh Dinas terkait lainnya pemantauan langsung, penyuluhan, penyedian sarana dan upaya lainnya untuk mendukung proses penanganan dan penurunan angka stunting.

Hadir pada rapat koordinasi tersebut Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Perwakilan Pengurus TP PKK Aceh Besar, Para Camat Se-Aceh Besar, Kepala Puskesmas, Koordinator Balai Penyuluh KB, Tehnikal Asisten TPPS dan Tim Percepatan Penurunan Stunting di Aceh Besar. []

Biro SDM Polda Aceh Gelar Tes Psikologi Calon Anggota Bawaslu dan Panwaslih

0

Nukilan.id – Tim dari Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Aceh menggelar tes psikoligi bagi calon anggota badan pengawas pemilihan umum (Bawaslu) dan panitia pengawas pemilihan (Panwaslih) tingkat provinsi di Asrama Haji Embarkasi Aceh, Kamis, 16 Maret 2023.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Joko Krisdiyanto menyampaikan, tim psikologi dari Biro SDM menguji psikologi para calon Bawaslu dan Panwaslih tingkat provinsi.

Nantinya, kata Joko, bagi calon yang terpilih atau lulus akan melanjutkan tes selanjutnya sebagaimana ketentuan yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

“Hari ini, bakal calon Bawaslu dan Panwaslih Aceh mengikuti tes psikologi yang digelar Biro SDM Polda Aceh. Semoga yang lulus nantinya dapat menjadi panitia Pemilu dan amanah,” ujar Joko, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (16/3/2023). []

Warga Neuhun Aceh Besar Serbu Pasar Pangan Murah

0
Warga Padati Pangan Murah di di Halaman Meunasah Gampong Neuhen, Kamis (16/3/2023).

Nukilan.id – Meskipun kegiatan belum dibuka, ratusan emak-emak terus berdatangan memadati halaman Meunasah untuk berbelanja bahan pangan pokok di pangan murah yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar melalui Dinas Pangan Aceh Besar, bekerja sama dengan Dinas Pangan Provinsi Aceh dan Perum Bulog Provinsi Aceh, di Halaman Meunasah Gampong Neuhen, Kamis (16/3/2023).

Tidak sedikit bapak-bapak juga turut antri berbelanja kebutuhan bahan pangan pokok yang disediakan di pangan murah tersebut.

Penjabat (Pj) Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto, SSTP, MM, yang diwakili Kepala Dinas Pangan Aceh Besar, Ir. Fuadi Akhmad, mengatakan, layaknya pangan murah lainnya, pangan murah di Gampong Neuhen menyediakan empat item bahan pangan pokok dengan harga murah, yaitu beras premium 5 kilogram, telur, gula dan minyak goreng.

“Kita sediakan empat item dalam satu paket, dengan harga 139.000 rupiah, dengan rincian beras premium 5kg, dibanderol 45.000 rupiah, telur 1 papan, 40.000 rupiah, gula pasir 2kg 22.000 rupiah dan minyak goring 2 liter 32.000 rupiah, harga ini tentu lebih murah dibanding harga pasaran,” katanya.

Selain melibatkan Dinas Pangan Aceh, Bulog Aceh, sebut Fuadi Akhmad, pada pangan murah juga mengikut sertakan Forkopincam Mesjid Raya, dalam rangka pemerintah melakukan stabilitas pasokan dan harga pangan serta pengendalian insflasi daerah, khususnya Aceh Besar.

Pun demikian, atas nama Pemkab Aceh Besar, Fuadi Akhmad mengapresiasi Dinas Pangan Aceh dan Bulog Aceh yang telah melaksanakan program pangan murah dalam mengatasi inflasi dan meugang di Aceh Besar.

“Kita ucapkan terima kasih kepada Dinas Pangan Aceh, Bulog dan seluruh elemen yang berkenan melaksanakan pangan murah di Aceh Besar, mengingat menghadapi meugang kebutuhan bahan pokok penting bagi masyarakat, dan ini sebagai langkah yang patut kita apresiasi, karena pangan murah dapat meringankan kebutuhan pokok masyarakat yang saat ini harganya sedang mahal,” ujarnya.

Sebagai mana dilalu disampaikan Pj Bupati Aceh Besar dalam berbagai kesempatan agar seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dijajaran Pemkab Aceh Besar dapat memberikan perhatian terhadap insflasi yang terjadi saat ini.

Maka untuk itu, Kadis Pangan Aceh Besar mengharapkan, agar program pangan murah untuk masyarakat terus berlanjut sampai kondisi ekonomi stabil. Menurutnya, hal tersebut untuk menjaga daya beli masyarakat, karena daya beli merupakan salah faktor utama yang mempengaruhi terjadinya inflasi daerah.

“Ini penting untuk menjaga daya beli, karena inflasi dapat ditekan ketika daya beli masyarakat masih tetap tinggi,” terang Fuadi.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pangan Aceh, Drs. Surya Rayendra, yang hadir dalam pangan murah tersebut mengatakan gelaran pangan murah ini dalam rangka pengendalian inflasi yang terjadi di Aceh yang secara Nasional juga ada program instruksi dari Presiden untuk pengendalian inflasi di daerah dan juga mengaitkan dengan kemiskinan di Kabupaten Aceh Besar yang masih tinggi dan juga berkaitan dengan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) yaitu bulan Ramadhan 1444 H/2023 M.

“Harapanya adalah, kegiatan ini dapat memenuhi kebutuhan pokok masyarakat yang wajib ada saat bulan ramadhan, kegiatan ini juga dilaksanakan dibeberapa tempat, selain di Aceh Besar juga ada di Kota Banda Aceh dan beberapa kabupaten dan kota di Aceh,” ungkapnya.

Drs Surya Rayendra yang juga pernah menjabat Kepala Bappeda Aceh Besar itu, menuturkan, sebenarnya Dinas Pangan Aceh setiap bulan menggelar pangan murah di setiap Kabupaten dan Kota di Aceh, untuk hari ini, selain di Aceh Besar, Banda Aceh, Aceh Utara, Lhokseumawe juga ada pangan murah di Bener Meriah. Untuk penetapan lokasi, pihaknya bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk menentukan lokasi pangan murah.

“Jadi, semua daerah ada, tidak hanya Aceh Besar, kita bersama pemerintah daerah terus berkomunikasi untuk menentukan titik lokasi pangan murah, jadi, semua dapat giliran,” tuturnya.

Ia meminta kepada masyarakat yang berbelanja di pangan murah untuk berbelanja sesuai kebutuhan, agar semua masyarakat mendapatkan kesempatan berbelanja, untuk di Gampong Neuhen, pihaknya menyediakan kupon sebanyak 500 lembar untuk masyarakat.

“Mengingat Gampong Neuhen dengan jumlah Kepala Keluarga (KK) yang banyak, kita juga menyediakan kupon sebanyak 500 lembar, jadi, ada 500 paket yang kita sediakan hari ini, mengingat juga menyambut ramadhan, tentu saja antusias masyarakat juga tinggi, untuk besok kita akan laksanakan di Gampong Baet, Kecamatan Baitussalam,” ucap Surya.

Sedangkan, Camat Mesjid Raya, Munazar, SSos, menyambut baik pelaksanaan pangan murah di wilayahnya, karena hal tersebut merupakan satu langkah meringankan beban masyarakat untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang sangat murah.

“Tentu saja, kami sangat bersyukur dengan adanya pangan murah ini, ini penting untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat ditengah kondisi ekonomi yang serba mahal, apalagi menjelang bulan ramadhan,” pungkasnya.

Pangan murah di Gampong Neuhen turut dihadiri, pihak kepolisian dan danramil, Camat Mesjid Raya, Munazar, SSos, Plt Kepala Dinas Pangan Aceh, Drs. Surya Rayendra, Kepala Dinas Pangan Aceh Besar, Ir. Fuadi Akhmad dan pejabat Dinas Pangan lainnya. []

Disbudpar dan Seniman Aceh Kolaborasi Sukseskan PKA Ke-VIII

0
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Almuniza Kamal (Foto: Humas Disbudpar)

Nukilan.id – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh kembali menggelar pertemuan terkait Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke-VII bersama sejumlah seniman Aceh di ruang rapat setempat, Rabu, 15 Maret 2023.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Almuniza Kamal menyampaikan, para seniman dan budayawan di Aceh dapat ikut berperan dalam pergelaran PKA ke-VIII nantinya.

Dikarenakan Aceh merupakan salah satu daerah yang berdemokrasi kritis sehingga berkesenian adalah sebuah kegiatan yang bukan hanya menggunakan benda mati saja.

Almuniza menyebutkan, PKA ke-VIII bukan hanya teman seniman yang dilibatkan melainkan semua lini dalam kehidupan masyarakat akan ikut serta dalam mensukseskan PKA tersebut.

“Kegiatan ini, saya sedang menyusun dan menyatukan berbagai suku masyarakat, dengan mengangkat konsep rempah dunia. Aceh merupakan salah satu daerah yang terkenal rempahnya di nusantara. Indonesia juga merupakan negara yang di kenal dengan kekayaan rempahnya dan sudah diakui oleh UNESCO,” sebut Almuniza.

Selain itu, sambung Almuniza, PKA kali ini juga mengusung konsep pulihkan dunia, menjadi kebangkitan ekonomi dan sebagai wadah menggali informasi bisni dan perkembang ekonomi di Aceh dengan mengundang negara sahabat.

“Alhamdulillah kami telah selesai mempresentasikan proses tahap pelaksanakan PKA ke-VIII di kantor Gubernur dan perhelatan ini dilaksanakan selama empat tahun sekali. Proses penyusunan sendiri sudah hampir 65 persen, koordinasi 40 persen sehingga progresnya sudah ada,” ungkap Almuniza.

Sofiyan dari pihak seniman Aceh juga menjelaskan, kehadiran para seniman ini bisa memberikan masukan yang lebih baik. Karena kesenian dan budaya ini tidak mudah sehinga kita harus mewujudkan satu mimpi dengan persatuan.

“Ini merupakan langkah awal untuk melakukan secara bersama-sama. Kami akan membuat sesuatu dengan kekuatan yang ada terkait progres kedepannya. Artinya kami siap secara bersama-sama menyukseskan PKA ke-VIII dan harus digemparkan kembali kesenian yang ada di Aceh. Kita cobak untuk mengejarkan sesuatu yang lebih modern,” ujar Sofiyan.

Sofiyan berharap generasi muda Aceh harus bangga dengan kesenian di Aceh, dan seharusnya jurus andalan seni yang ada di Aceh harus ditampilkan. Tarian mungkin sudah biasa namun nyanyian di Aceh hanya beberapa saja yang bisa sampai ke Eropa.

“Oleh karena itu seniman di Aceh perlu diberikan ruang, sehingga para seniman tidak di pandang sebagai peminta-peminta apalagi ada momen besar seperti PKA ini bisa memberikan tempat bagi kami untuk berkarya dengan memanfaatkan taman-taman yang ada di lokasi kota Banda Aceh,” harap Sofiyan. []

MPU Aceh Keluarkan Fatwa tentang Mafia Tanah

0

Nukilan.id – Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh mengeluarkan Fatwa tentang Mafia Tanah dalam Perspektif Hukum Islam dan Adat Aceh. Fatwa yang masih dalam bentuk Draft itu dikeluarkan dalam Sidang Paripurna-II yang dilaksanakan di Gedung Tgk. H. Abdullah Ujong Rimba, MPU Aceh, Rabu (15/3/2023).

Dalam salah satu poin draft fatwa itu disebutkan bahwa praktik mafia tanah hukumnya adalah haram dan termasuk bagian dari dosa besar. Mafia tanah adalah kumpulan beberapa orang melakukan praktik ilegal yang memiliki jaringan sangat rapi, sistematis, terorganisir, terlihat wajar dan legal.

“Praktik ghasab, gharar, sariqah, talbis (manipulasi), taghyir manar al-ardhi (merobah tapal batas) dan ghisysyu (kecurangan) dalam kaitannya dengan tanah adalah termasuk praktik mafia tanah. Praktik mafia tanah hukumnya adalah haram dan termasuk bagian dari dosa besar,” sebut Plt. Kepala Sekretariat MPU Aceh, Drs. Zulkarnaini, M.Pd saat membacakan draft fatwa itu.

Lanjutnya dalam draft fatwa itu juga disebutkan memanfaatkan tanah milik umum untuk kepentingan pribadi tanpa izin dari pejabat yang berwenang adalah haram. Pelaku praktik mafia tanah wajib mengembalikan harta dan/atau membayar harga kepada pemiliknya.

Disaat yang sama Drs. Zulkarnaini, M.Pd juga membacakan Taushiyah MPU Aceh tentang Praktik Mafia Tanah. Taushiyah yang berisi sebelas poin itu diantaranya MPU Aceh berharap kepada Pemerintah Aceh untuk memfasilitasi pengurusan sertifikat tanah wakaf di seluruh Aceh. Diharapkan juga agar Pemerintah Aceh membuat qanun yang terkait dengan pertanahan di Aceh. Berikutnya Pemerintah Aceh diharap pula untuk memastikan status hukum seluruh tanah yang belum jelas statusnya.

Sementara itu Wakil Ketua MPU Aceh, Dr. Tgk. H. Muhammad Hatta, Lc., M.Ed saat penutupan sidang paripurna itu berharap fatwa dan taushiyah ini bisa menjadi panduan bagi seluruh masyarakat dan pihak terkait.

“Mudah-mudahan apa yang telah dihasilkan ini kiranya akan menjadi sebuah landasan atau pencerahan bagi masyarakat kita sehingga fatwa-fatwa yang dihasilkan oleh MPU Aceh ini kiranya akan menjadi sebuah panduan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Kita harapkan bahwa apa yang kita hasilkan daripada fatwa ini kiranya disosialisasikan kepada masyarakat secara berkala, bertahap dan berkelanjutan,” harap Wakil Ketua MPU Aceh yang akrab disapa Abiya Hatta saat menyampaikan Khutbah Ikhtitamnya.

Draft Fatwa itu disusun oleh Tim Perumus yang diketuai Dr. A. Gani Isa, dengan sekretaris dan anggota Tgk. Faisal Sanusi, MA, Tgk. Rasyidin, SE, Tgk. Abu Yazid Alyusufi, Tgk. Faisal Abdullah, Tgk. Muhammad bin M. Amin dan Tgk. Zulkarnain. []