Beranda blog Halaman 1377

Mahasiswa Teknik Sipil USK Raih Juara 2 dalam Kompetisi Tulisan Ilmiah CivFest 2023

0

Nukilan.id – Mahasiswa Teknik Sipil USK yang bergabung dalam tim “Ursa Major” berhasil meraih juara dua dalam ajang kompetisi tulisan ilmiah (National Paper Competition) yang diselenggarakan oleh Politeknik Negeri Jakarta dalam rangkaian event Civil Engineering Festival 2023 (CivFest). 

Event CivFest pada tahun ini diikuti oleh sekitar 100 lebih tim dari beberapa perguruan tinggi papan atas Nasional. Kegiatan ini dilaksanakan sejak Juni hingga Agustus 2023 dengan beberapa tahapan seleksi yang dilakukan. 

CivFest merupakan platform yang ditujukan dapat melahirkan profesional-profesional muda dalam bidang Teknik Sipil yang tangkas dalam melaksanakan proyek-proyek pembangunan. 

Pengumuman juara dari kompetisi CivFest ini dilangsungkan pada hari Kamis tanggal 24 Agustus 2023 secara offline di Politeknik Negeri Jakarta. 

Tim Ursa Major beranggotakan Muhammad Fathin Kurnia, Anggieska Salsabila Ginting, dan Aras Fadel Isran di bawah bimbingan Ibu Dr. Ir. Yunita Idris, ST., M.Eng.Struc. yang merupakan Dosen tetap pada bidang Struktur Jurusan Teknik Sipil FT USK.

Tim Ursa Major, mengusung tulisan ilmiah tentang inovasi jembatan dengan judul “Solid Ribbed Arch dengan Metode CFST Geopolimer sebagai Jembatan Tangguh Banjir” yang merupakan konsep inovasi jembatan pelengkung tanpa pilar untuk menghindari terjangan arus yang dapat merusak jembatan pada kondisi banjir. 

Konsep ini mereka rumuskan untuk mencari jawaban permasalahan pada potensi kerusakan jembatan pada luapan air akibat banjir dengan mengambil studi kasus pada daerah Lamsie, Kuta Cot Glie, Aceh Besar. 

“Berdasarkan berita tentang kerusakan jembatan yang berpotensi merusak jalur mobilitas masyarakat, kami mencoba mencari beberapa alternatif untuk desain jembatan yang dapat bertahan pada kondisi arus yang deras pada waktu-waktu curah hujan tinggi,” ujar Muhammad Fathin Kurnia yang juga sebagai Ketua Tim. 

“Jembatan pelengkung merupakan salah satu desain jembatan yang dapat dibangun tanpa tiang vertikal sehingga meminimalisir terjangan beban lateral dari arus,” anggota tim Anggieska Salsabila Ginting menambahkan. 

“Material jembatan pelengkung dapat dibuat dari material concrete filled steel tube (CFST) dengan tambahan serat geopolimer berdasarkan rujukan dari artikel ilmiah yang kami kumpulkan,” tambah Aras Fadel Isran.

Kemudian pada saat mempresentasikan hasil kerja mereka, inovasi mereka mendapat sambutan yang sangat baik. 

Kemudian dosen pembimbing dalam kompetisi tersebut, Dr Yunita Idris menyatakan sangat bangga dengan perolehan prestasi yang diraih oleh mahasiswa-mahasiswa bimbingannya tersebut. 

“Alhamdulillah, semoga ide yang tertulis dapat diaplikasikan kedepan untuk masyarakat yang tangguh teerhadap bencana,” ujar Dr Yunita.

Wakil Dekan Kemahasiswaan, Alumni dan Kemitraan Fakultas Teknik, USK Dr. Ir. Farid Mulana, S.T., M.Eng. selaku penanggungjawab kegiatan mahasiswa di FT USK sangat mengapresiasi prestasi yang sudah diraih dan memuji alasan yang mendasarinya mengangkat topik tersebut karena sangat tepat dan brilian. 

“Hal ini juga yang menjadi kepedulian dan antusias dari pihak Fakultas Teknik yang sejak awal membantu dan menfasilitasi mereka mewujudkan keinginan untuk mengikuti kompetisi tersebut,” ucapnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Syiah Kuala Prof. Dr. Ir. Marwan menyampaikan apresiasi atas capaian mahasiswa Jurusan Teknik Sipil tersebut yang telah mengharumkan nama Fakultas Teknik dan Universitas Syiah Kuala.

“Selamat untuk prestasi yang mengharumkan nama Fakultas Teknik, semoga karya mahasiswa USK bisa terus dikembangkan dan bermanfaat bagi masyarakat Indonesia”, tutur Rektor.[]

Pimpinan Pesantren Gontor 8 Ucapkan Terimakasih Kepada Pemerintah Aceh

0
Pimpinan Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor 8 Aceh Tgk HM Husni Kamil Djaelani M.Ag. (Foto: Ist)

Nukilan.id – Pimpinan Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor 8 Aceh Tgk HM Husni Kamil Djaelani M.Ag mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Aceh yang telah menyerahkan bantuan masa panik akibat musibah kebakaran.

Tgk HM Husni Kamil menyebutkan, sebanyak 120 santri yang terdampak kebakaran di Gedung Aligarh Gontor 8 Aceh, saat ini mengalami kekurangan pakaian karena mereka hanya bisa menyelamatkan diri. T

Terlebih lagi, mayoritas dari santri tersebut berasal dari luar Aceh, sehingga mereka tidak memiliki perlengkapan darurat.

“Kami memberikan mengapresiasi atas bantuan darurat yang telah diberikan oleh Pemerintah Aceh melalui kerjasama dengan Dinas Sosial Aceh, Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), dan Dinas Pendidikan Dayah Aceh,” ucap Husni, Kamis (24/8/2023).

Husni mengatakan, hal ini mencerminkan perhatian nyata yang diberikan oleh Pemerintah terhadap pendidikan di pesantren. Bahkan, Kakanwil Kementerian Agama (Kemenag) Aceh juga telah memberikan bantuan setelah adanya koordinasi dengan Dinas Pendidikan Dayah Aceh.

“Bantuan-bantuan terebut bukti konkrit Pemerintah Aceh dalam membantu di masa panik yang kami alami, koordinasi yang sudah dilakukan melalui Dinas Pendidikan Dayah Aceh  tersebut kami beri apresiasi dan terimakasih,” pungkasnya. []

Kemenag Aceh Salurkan Bantuan Korban Kebakaran Ponpes Gontor 8

0

Nukilan.id – Kepala Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceg Dr H Muntasyir SAg MA mewakili Kakanwil Kemenag Aceh Drs H Azhari menyerahkan bantuan masa panik kepada korban kebakaran Pondok Pesantren Modern Gontor 8 Aceh, Gampong Meunasah Baro, Kecamatan Seulimuem. Kamis 24 Agustus 2023.

“Mendengar Kabar Duka yang menimpa salah satu Pondok Pesantren Kita di Aceh, Kami diminta kakanwil untuk Hadir dan Menyerahkan bantuan masa panik. Mudahan-mudahan ini bisa meringankan beban saudara kita yang menjadi korban kebakaran,” kata Kabid Pd Pontren Dr H Muntasyir SAg MA di Komplek Ponpes Modern Gontor 8.

Ia menjelaskan bantuan yang diserahkan tersebut adalah bantuan langsung uang tunai sejumlah Rp 10.000.000,- (Terbilang; Sepuluh Juta Rupiah).

Dr H Muntasyir mengatakan bantuan masa panik tersebut sebagai bentuk kepedulian Kanwil Kemenag Aceh kepada para masyarakat yang terkena bencana alam.

“Saya mengimbau agar semua pihak juga ikut membantu untuk meringankan beban korban kebakaran Ponpes Modern Gontor 8 ini,”ucapnya

Ia juga berpesan kepada kepada masyarakat agar benar-benar teliti dan waspada terhadap peralatan listrik yang kerap menjadi salah satu penyebab kebakaran.

“Kebakaran merupakan musibah yang tidak dapat diprediksi, kepada masyarakat selalu berhati-hati, antisipasi yang berpotensi mengakibatkan peristiwa yang tidak diinginkan,” katanya.

Bantuan tersebut diterima langsung oleh Ustadz Nursidi, selaku Direktur Pengajaran Mewakili Pengasuh Pondok Pesantren, yang turut disaksikan Plt Kadis Dayah Aceh, Sekcam Seulimuem, Kapolsek Seulimuem, Para kepala seksi dan jajajaran Pontren kemenag aceh dan unsur tokoh masyarakat setempat

“Terimakasih kami ucapkan kepada Keluarga Besar Kanwil Kemenag Aceh dan semua pihak yang telah membantu dan hadir secara langsung ke pesantren kami, semoga bantuan ini menjadi amal ibadah di hari kelak,” tutup Direktur Pengajaran Ustadz Mursidi.

Unjuk Rasa ke Kantor Gubernur, Ratusan Mahasiswa Desak Pemerintah Aceh Cabut Izin PT BMU

0

Nukilan.id – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Rakyat Aceh (KRA) melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Gubernur, Banda Aceh, pada hari Kamis (24/8/2023). 

Aksi ini merupakan bentuk protes mereka terhadap aktivitas tambang PT. Beri Mineral Utama (BMU) di Aceh Selatan yang dianggap merusak lingkungan dan merugikan masyarakat setempat.

“Kami mendesak Pemerintah Aceh untuk secara permanen mencabut izin PT. BMU yang telah merugikan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat,”  kata koordinator aksi, Aldi Ferdiansyah dalam orasinya.

Selain itu, Massa juga meminta kepada Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Achmad Marzuki, untuk bertanggung jawab atas dampak negatif yang telah timbul akibat aktivitas pertambangan tersebut. 

“Kami meminta Pj Gubernur Aceh untuk melakukan investigasi menyeluruh terhadap permasalahan ini dan memberikan sanksi hukum kepada siapa pun yang terbukti terlibat dalam PT BMU,” tegasnya. [Rjf]

Dua Siswi SMAN 1 Takengon Sabet Medali Emas di Korsel

0

Nukilan.id – Nazwa Mutia dan Naysilla Putri Rizqhita adalah siswi kelas 12 SMAN Takengon, Aceh Tengah. Keduanya menorehkan prestasi setelah meraih medali emas (Gold Prize) pada Pameran Penemuan Perempuan Internasional Korea atau Korea International Women’s Invention Exposition (KIWIE). acara ini diselenggarakan oleh Korea Women Inventors Association (KWIA).

Keduanya meneliti dan menuliskan penelitian mereka dalam laporan berjudul The use of empan powder as the natural preservative in fish atau Pemanfaatan bubuk empan sebagai pengawet alami pada ikan. Tulisan ini diperlombakan pada kategori Other Invention and new Practical Product. Dalam meneliti, dua siswi ini dibimbing oleh Hellyda Fitri, S.Pd.

Kepala SMAN 1 Takengon, Konadi Lingga, M.Pd menuturkan, event KIWIE merupakan event kompetisi inovasi dan invensi secara Internasional. Event ini diselenggarakan secara hybrid yaitu online dan offline yang berlangsung sejak 20 sampai dengan 22 juli 2023 di Korea International Exhibition Center (KINTEX), Hall 4 ,Seoul, Korea Selatan.

Tahun ini, katanya, event Kiwie diikuti oleh 18 negara di dunia dengan jumlah peserta sebanyak 354 penemuan yang terdiri dari 152 penemuan dari Korea Selatan dan 199 penemuan dari negara lain.

“Alhamdulillah, kami sangat bangga dengan prestasi ini. Terima kasih kami ucapkan atas dukungan semua pihak, terutama dukungan dari Kepala Dinas Pendidikan Aceh,” kata Konadi, Kamis, 24 Agustus 2023.

Keikutsertaan mereka, kata Konadi, setelah melewati seleksi penyelenggara even ini di tingkat nasional, yakni Indonesian Invention and Innovation Promotion Association (INNOPA). Mereka dalam mempublikasikan, menyeleksi, dan merekomendasikan perwakilan dari Indonesia ke ajang tersebut.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs Alhudri MM, mengatakan keberhasilan kedua siswa itu adalah kontribusi besar guru yang menggembleng anak-anak itu dan mempersiapkan mereka berlaga di hingga ke kancah internasional.

“Sekali lagi kita buktikan bahwa anak Aceh adalah anak-anak yang berdaya saing tinggi. Terima kasih atas prestasi ini, kami bangga,” kata Alhudri. []

Pemerintah dan Masyarakat Aceh Serahkan Bantuan Korban Gempa Turki Rp 11 Miliar

0

Nukilan.id – Pemerintah Aceh menyerahkan donasi untuk korban bencana gempa bumi yang melanda negara Turki pada Februari 2023 yang lalu.

Donasi tersebut diserahkan melalui Kedutaan Besar Turki dengan total donasi yang disalurkan sebesar Rp 11 miliar lebih.

Penyerahan dana diserahkan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) Dr.Ir. Ilyas, MP mewakili Penjabat Gubernur Aceh, didampingi kepala Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) Akkar Arafat SSTP, M.Si, dan Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (Forum PRB) Aceh Muhammad Hasan, S.Si, M.Si.

Mereka diterima langsung oleh Duta Besar Republik Turki untuk Indonesia Prof. Dr. Talip Küçükcan di ruang kerja Dubes Turki di Jalan HR. Rasuna Said, Kuningan Timur Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis 24 Agustus 2023.

Kepala BPBA Dr Ilyas mengatakan, bantuan itu
merupakan bentuk rasa persaudaraan yang tinggi dari Masyarakat Aceh dengan Turki, terutama masyarakat korban dampak gempa Bumi Turki beberapa bulan yang lalu.

Hal itu senada dengan Instruksi Penjabat Gubernur Aceh Achmad Marzuki yang disampaikan kepada para Bupati/Walikota se-Aceh, Kepala SKPA, BUMN, BUMA, instansi vertikal dan seluruh masyarakat Aceh untuk berempati terhadap para korban gempa Turki.

“Ini merupakan penyerahan akhir donasi yang terhimpun. Totalnya Rp 11 miliar yang bersumber dari berbagai kalangan seluruh Kabupaten/Kota di Aceh,” kata Ilyas di ruang kerja Dubes Turki Dr.Talib.

Ilyas mengatakan, donasi tersebut merupakan bantuan dari Pemerintah dan Masyarakat Aceh yang tergabung dalam Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB).

“Forum tersebut di koordinir langsung oleh BPBA,” ujarnya.

Ilyas menjelaskan hubungan Indonesia dengan Turki sangatlah erat, Turki adalah bangsa yang membantu Indonesia saat gempa bumi tahun 2004 di Aceh dan bencana-bencana lainnya.

“Turki termasuk negara yang berperan aktif dalam membantu rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh pasca tsunami menerjang pada 26 Desember 2004 silam, saya sangat teringat waktu tsunami Aceh, Turki membantu kita dengan donasi yang sangat besar, dan itu digunakan untuk berbagai keperluan korban tsunami Aceh,” katanya.

Oleh sebab itu, masyarakat Aceh bersenang hati membantu Turki yang mengalami musibah gempa. Menurutnya, masyarakat Aceh sangat mencintai Turki, karena sejarah Aceh dan Turki sangat erat.

Sementara Duta Besar Republik Turki untuk Indonesia Prof. Dr. Talip Küçükcan mengucapkan terimakasih kepada masyarakat Aceh.

Dia mengatakan sumbangan itu akan diserahkan langsung untuk korban gempa Turki sesuai dengan mekanismenya.

“Saya harap bentuk dukungan ini juga akan memperkuat hubungan antara Turki dan Aceh, juga antara Turki dan Indonesia ke depannya,” ujarnya.

Talip menyampaikan Aceh merupakan daerah yang memiliki hubungan emosional tinggi dengan Turki. Bahkan dia berencana untuk berkunjung ke Aceh untuk kembali menghimpun history Turki dan Aceh.

“Terimakasih dan Insha Allah kita akan ke sana (Aceh) mungkin juga dengan orang-orang yang dulu datang saat Tsunami 2004. Dan mungkin itu jadi delegasi ke Aceh bersama Dubes Turki,” katanya. []

Walhi Sebut Banjir di Aceh Tenggara Bukti Kerusakan Hutan Semakin Masif

0

Nukilan.id – Banjir yang melanda Kabupaten Aceh Tenggara dalam sepekan terakhir ini membuktikan bahwa kerusakan tutupan hutan semakin masif terjadi. Baik itu akibat penabangan liar, perkebunan sawit hingga pembukaan jalan baru, seperti pembangunan jalan tembus dari Jambur Latong, Kutacane sampai perbatasan Sumatera Utara.

Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Aceh, Ahmad Salihin mengatakan, pembukaan jalan baru tersebut dapat memicu illegal logging maupun konflik satwa dan kejahatan lingkungan lainnya. Dengan adanya jalan tersebut para perambah hutan semakin mudah untuk mengakses kawasan hutan untuk menebang kayu.

“Intensitas banjir yang terjadi di Aceh Tenggara sepakan ini membuktikan bahwa kerusakan hutan semakin masif terjadi di Aceh Tenggara,” kata Ahmad Salihin, Kamis (24/8/2023).

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), banjir yang melanda Aceh Tenggara sepekan terakhir ini telah berdampak terhadap 8.101 jiwa dan 2.230 kepala keluarga. Sebanyak 326 jiwa terpaksa harus diungsikan, meskipun hingga sekarang belum ada laporan korban jiwa data per 22 Agustus 2023..

Ada 5 kecamatan dan 28 gampong dikepung banjir setelah intensitas hujan lebat melanda Aceh Tenggara. Akibatnya merusak lahan padi 350,50 hektar dan lahan jagung 53 hektar. Bahkan dilaporkan jembatan Lawe Hijo Ampera putus.

Dari luas wilayah Kabupaten Aceh Tenggara 92 persen masuk dalam Kawasan Ekosistem Leuser (KEL), hutan yang memiliki nilai konservasi tinggi. Berdasarkan SK 580 total luasnya 414.664 hektar, jadi 380.457 hektar adalah KEL.

Padahal KEL merupakan salah satu hamparan hutan hujan tropika terkaya di Asia Tenggara, serta lokasi terakhir di dunia yang ditempati gajah sumatera, badak sumatera, harimau sumatera, dan orang utan sumatra dalam satu area.

Parahnya kerusakan tutupan hutan di Aceh Tenggara mayoritas terjadi dalam Hutan Lindung (HL) dan Taman Nasional (TN) yang seharusnya dijaga dan dilindungi. Dampaknya saat musim hujan dengan intensitas tinggi, banjir dengan mudah terjadi, karena daya tampung semakin berkurang karena hutan sudah gundul.

Hutan Lindung di Aceh Tenggara berdasarkan SK 580 seluas 79.267 hektar, sekarang tersisa hanya 68.218 hektar. Artinya pada 2022 terjadi kehilangan tutupan hutan di kawasan ini seluas 11.049 hektar, hampir dua kali lipat luasan kota Banda Aceh.

Kemudian Taman Nasional (TN) di Aceh Tenggara awalnya luasan 278.205 hektar, sekarang tersisa 257.610 hektar, artinya telah terjadi kehilangan 20.595 hektar pada 2022 atau hampir setara 4 kali luasan kota Banda Aceh.

“Kondisi hutan di Aceh Tenggara terus menyusut setiap tahunnya sejak 2014 lalu, ini yang kemudian menjadi pemicu mudah terjadi banjir bila hujan lebat melanda,” kata Om Sol.

Kata Om Sol, bila hutan terus ditebang dan suatu wilayah dilanda curah hujan yang tinggi sehingga menyebabkan luapan air yang berlebih. Padahal pohon memiliki fungsi menyerap air untuk mencegah banjir.

“Pohon itu memiliki peran penting untuk mencegah banjir, terutama banjir bandang, karena pohon sebagai penghalang air banjir, sehingga air meresap dan banjir dapat teratasi. Jadi kalau hutan sudah gundul, tidak ada lagi yang menahan air,” jelasnya.

Sehingga tidak mengherankan saat curah hujan tinggi terjadi banjir, khususnya di Aceh Tenggara dampak dari kehilangan tutupan hutan terus terjadi. Begitu juga di beberapa daerah lainnya, bila musim hujan tiba banjir tidak dapat dihindari, karena banyak hutan sudah gundul.

Oleh sebab itu, WALHI Aceh mendesak pemerintah Aceh memproteksi kerusakan hutan di Aceh Tenggara yang terus terjadi setiap tahunnya. Begitu juga tidak membuka jalan baru, cukup memaksimalkan jalan yang sudah ada dengan memperbaiki agar mudah dilalui.

Karena bila ada jalan tembus baru dibangun semakin memantik pembalakan liar yang berakibat fatal terhadap kondisi lingkungan di Aceh Tenggara. Selain berdampak terjadinya banjir, juga mengakibatkan konflik satwa karena habitat dan koridor terganggu dan kejahatan lingkungan lainnya.

Berdasarkan pengamatan WALHI Aceh, Aceh Tenggara memiliki riwayat banjir yang tinggi dibandingkan daerah lainnya. Ini tidak terlepas masih terjadi sengkarut ruang yang harus secepatnya diperbaiki.

Jika merujuk pada Qanun Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Aceh Tenggara, Nomor 1 tahun 2013 tahun 2013 – 2033, lima kecamatan yang dilanda banjir berada dalam Wilayah Sungai Strategis Nasional Alas – Singkil yang meliputi Daerah Aliran Sungai (DAS) Singkil seluas 327.829,24 hektare.

Tetapi uniknya, dalam qanun tata ruang, lima kecamatan tersebut tidak masuk dalam sistem pengendali banjir dan sistem pengamanan sungai. Artinya, Kabupaten Aceh Tenggara memiliki masalah dalam konteks pengaturan ruang, tidak heran kemudian jika bencana banjir bandang menjadi agenda tahunan, bahkan berpotensi terjadi beberapa kali dalam setiap tahun.

“Sudah saatnya Aceh Tenggara memasukkan mitigasi bencana banjir dalam merevisi qanun tata ruang kabupaten sebagai salah satu solusi untuk menanggulangi bencana banjir dalam jangka panjang,” kata Om Sol.

Menurut Om Sol, Qanun Aceh No 19 Tahun 2013 tentang RTRW Aceh tahun 2013 – 2033 sekarang sedang direvisi. Pemerintah Aceh Tenggara dapat mengambil peluang ini untuk menyinkronkan tata ruang kabupaten dengan provinsi terkait kepentingan penanggulangan bencana banjir. []

Alhudri: Pendidikan TIK Menjadi Kunci Peningkatan Efektivitas Pembelajaran

0

Nukilan.id – Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Alhudri, mengingatkan bahwa Aceh butuh sumber daya manusia berkualitas untuk menghadapi persaingan global. Salah satu yang harus dikuasai oleh generasi muda saat ini adalah kemampuan mereka dalam menguasai teknologi informasi.

“Semua itu sangat dipengaruhi oleh kemampuan pendidikan dalam memberikan materi pembelajaran bidang TIK,” kata Alhudri dalam sambutan yang dibacakan oleh Kepala Cabdin Pendidikan Banda Aceh-Aceh Besar, Syarwan Joni, pada acara pembukaan pelatihan peningkatan kompetensi TIK untuk pendidik tingkat basic jenjang PKLK/SLB Tahun 2023, Rabu, 23 Agustus 2023.

Alhudri mengatakan salah satu aspek penting yang perlu mendapat perhatian adalah tingkat pengetahuan siswa dalam menggunakan teknologi informasi dan komunikasi, terutama komputer, sebagai sarana untuk menunjang efektivitas pembelajaran.

Pada zaman ini, kata Alhudri, kemampuan TIK pendidik sangat membantu mencapai kualitas, meningkatkan efisiensi dan efektifitas pembelajaran, kegiatan pembelajaran. Lewat internet, pendidikan dan pelajar dapat menelusuri gudang ilmu pengetahuan.

Dengan modal tersebut, pendidik dan peserta didik dapat mencari berbagai referensi ilmu pengetahuan terkini, manajemen pengetahuan, dan pusat pengembangan materi ajar. TIK juga dapat digunakan sebagai alat bantu pembelajaran, fasilitas pembelajaran dan infrastruktur yang mendukung teknis pembelajaran, baik dalam skala menengah maupun luas.

Alhudri mencontohkan fungsi video pembelajaran. Lewat video ini, pendidik dapat menuangkan ide dan kreativitas untuk bahan ajar sehingga proses belajar-mengajar berjalan lebih menarik.

“Kami juga berharap dapat memfasilitasi siswa untuk mengembangkan kemampuan literasi. Sehingga siswa memiliki kemampuan untuk memahami dan memanfaatkan teknologi dalam memecahkan masalah, memahami cara kerja teknologi dan memanfaatkannya untuk pembelajaran,” kata Alhudri.

Acara ini diikuti oleh 30 guru PKLK/SLB selama dua hari. Kepala UPTD Tekkomdik Dinas Pendidikan Aceh, T Fahriyal, mengatakan pelatihan ini ditujukan untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan dalam pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran di sekolah.

“Ini adalah upaya kita untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang unggul, kreatif dan berdaya saing,” kata Fahriyal.[]

Dinas Pengairan Aceh Sebut Material Pembangunan Tanggul Krueng Lambeusoi Kantongi Izin

0

Nukilan.id – Pemerintah Aceh melalui Dinas Pengairan meluruskan informasi yang menyebut material proyek pembangunan tanggul pengamanan Krueng Lambeusoi, Gampong Teumareum, Kabupaten Aceh Jaya, menggunakan galian C berupa batu gajah ilegal.

Kepala Dinas Pengairan Aceh melalui Kepala Bidang Sungai, Danau dan Waduk, Sejahtera, ST, MT memastikan bahwa proyek tanggul ini telah mematuhi semua peraturan, termasuk izin penggunaan material yang diambil di Gampong Bak Paoh, Kecamatan Jaya, Kabupaten Aceh Jaya.

Hal tersebut, jelas Sejahtera, dibuktikan dengan Surat Keputusan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Aceh Nomor: 540/DPMPTSP/1120/IUP/-OP./2023 Tentang Pemberian Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi Komoditas Batuan Batu Gunung kepada CV Pilar Rizki Humaira di Gampong Bak Paoh, Kecamatan Jaya, Kabupaten Aceh Jaya, seluas 5 hektare.

“Hal ini juga diperkuat dengan Keputusan Kepala Dinas ESDM Aceh nomor 540/123/KDESDM/2023 tentang Persetujuan Pencadangan Wilayah Pertambangan untuk Pemberian IUP Operasi Produksi,” jelas Sejahtera di Banda Aceh, Rabu (23/8/2023).

Sejahtera yang juga Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) menambahkan, proyek berjudul “Pembangunan Bangunan Perkuatan Tebing Sungai Krueng Lambeusoi, Gampong Teumareum, Aceh Jaya” itu merupakan salah satu prioritas Dinas pengairan dalam upaya menjaga kawasan sungai Krueng Lambeusoi dari abrasi dan erosi pada tebing sungai yang sudah kritis, terutama yang berbatasan langsung dengan sarana dan prasarana masyarakat, seperti jalan, gedung sekolah, fasilitas keagamaan dan permukiman warga.

“Pembangunan tanggul ini merupakan langkah penting dalam mengurangi resiko banjir dan pengikisan tebing sungai yang selama ini mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar Krueng Lambeusoi,” pungkasnya.

Dikarenakan proyek pekerjaan ini menjadi salah satu prioritas pada Dinas Pengairan Aceh, untuk menghindari pelanggaran hukum, pembangunan proyek tersebut juga mendapat pendampingian dari pihak kejaksaan. 

Pembangunan tanggul ini juga diharapkan menjadi tonggak penting dalam upaya pemerintah daerah dalam mengurangi risiko bencana alam di Aceh Jaya. []

Bank Aceh Dorong Pelaku UMKM Pasar Tani Go Digital

0

Nukilan.id – Sebagai bank pembangunan daerah (BPD) Aceh, Bank Aceh memiliki komitmen untuk memajukan kesejahteraan masyarakat di berbagai lini. 

Tak terkecuali kesejahteraan para petani yang telah banyak berkontribusi pada ketahanan pangan masyarakat.

Salah satu wujud komitmen bank Aceh  pada kesejahteraan petani khususnya di Aceh adalah dengan mendukung terselenggaranya Pasar Tani yang digelar oleh Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh kembali pada Rabu Tanggal 23 Agustus 2023 bertempat di Lokasi Tanah Rencana Gedung Kantor Pusat Bank Aceh, Lampineung Banda Aceh.

Bank Aceh ikut serta berpartisipasi untuk penyediaan lokasi sebagai pelaksanaan Pasar Tani dan membantu mendorong pelaku UMKM Pasar Tani Go Digital. 

Bank Aceh menyiapkan barcode QRIS kepada ±100 UMKM yang menjadi peserta Pasar Tani untuk kemudahan berupa pembayaran non tunai menggunakan QRIS. 

Sehingga masyarakat tidak perlu lagi membawa uang cash untuk belanja, cukup dengan scan barcode QRIS untuk transaksi jual beli. 

Lebih lanjut, Bank Aceh  juga menyediakan layanan perbankan dan perencanaan keuangan bagi para peserta dan masyarakat yang berkunjung ke Pasar Tani.

“Kita juga buka Gerai UMKM Bank Aceh di Pasar Tani ini, masyarakat bisa mendapatkan informasi mengenai KUR Bank Aceh, Action Link dan QRIS Bank Aceh,” ujar Muhammad Syah Direktur Utama Bank Aceh.

Dukungan Bank Aceh terhadap acara Pasar Tani adalah salah satu wujud komitmen perusahaan dalam meningkatkan taraf ekonomi masyarakat. 

Dalam hal ini, mendorong pemberdayaan petani dan pelaku UMKM untuk meraih hasil penjualan dengan lebih menguntungkan. []