Beranda blog Halaman 1372

Pakar Nilai Kebijakan Tak Wajib Skripsi Dapat Menurunkan Keterampilan Mahasiswa

0
Ilustrasi bimbingan skripsi. (Foto: Tempo)

Nukilan.id – Sejumlah pakar menyampaikan kritiknya terkait kebijakan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim yang menegaskan ketentuan tak wajib skripsi bagi mahasiswa S1 dan D4. Kebijakan ini dinilai harus dipahami secara hati-hati, karena jika tidak ini menjadi degradasi kemampuan mahasiswa atau kaum terdidik perguruan tinggi untuk menulis.

Hal tersebut disampaikan dosen Antropologi Universitas Malikussaleh (Unimal), Teuku Kemal Fasya. Menurut dia, kebijakan ini bisa menurunkan keterampilan mahasiswa untuk menulis dan meneliti karena sudah tidak diwajibkan lagi sehingga dianggap tidak penting. Pandangan seperti ini dinilai sangat berbahaya jika salah dipahami oleh para pemangku kebijakan di perguruan tinggi.

“Tapi ada hal lain juga yang secara pragmatis bisa dilihat begini, di era serba digital sekarang sebenarnya membuat skripsi lebih mirip plagiarisme saja. Mahasiswa mengambil dari sumber-sumber digital, mengubah nama, mengubah sedikit, jadilah skripsi. Padahal itu sebagian besar bisa kita sebut sebagai karya-karya palsu,” ujar Teuku Kemal Fasya kepada Nukilan, Sabtu (2/9/2023).

Teuku menambahkan, kampus-kampus di luar negeri walaupun tak menyebutkan tugas akhirnya sebagai skripsi, namun mereka tetap diwajibkan untuk menulis paper yang berbasis riset. Jadi untuk rumpun ilmu sosial humaniora tetap tak bisa dilepaskan dari kewajiban untuk menulis.

“Artinya apa, bahwa menulis menjadi persyaratan yang belum bisa dipinggirkan. Walaupun juga yang saya dengar di beberapa kampus di Jerman, tapi itu makanya seperti di Jerman itu yang ilmu terapan itu mereka boleh tidak menulis tesis atau disertasi, tapi ada semacam karya ilmiah lain yang dipertahankan,” demikian disampaikan Teuku Kemal Fasya. [Sammy]

Ini Tanggapan Mahasiswa USK Soal Kebijakan Tak Wajib Skripsi

0
Universitas Syiah Kuala (USK). Foto: Dok. USK

Nukilan.id – Sejumlah mahasiswa menyatakan pendapat mereka terkait kebijakan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim yang menegaskan ketentuan tak wajib skripsi sebagai tugas akhir bagi mahasiswa S1 dan D4 diserahkan kepada keputusan setiap perguruan tinggi. 

Salah seorang mahasiswi program studi Agribisnis, Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (USK), Khatim Mudzanah mengatakan bahwa tak semua jurusan bisa diterapkan kebijakan tak wajib skripsi, misalnya seperti Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kedokteran Hewan.

“Mereka kan nggak mungkin menggantikan skripsi. Misalnya dokter, kalau dia nggak ngerti arti dari ilmu kedokteran nggak buat skripsi, kan nggak ada pembuktian kalau dia itu layak dapat sertifikasi sebagai dokter. Kalau Agribisnis saya rasa juga sama, nggak mungkin kalau bukan skripsi, karena nggak punya data yang pasti untuk pembuktian kami ini layak terjun ke dunia agribisnis,” ujar Khatim Mudzanah kepada Nukilan, Sabtu (2/9/2023).

Mahasiswi semester III itu menambahkan, kebijakan tak wajib skripsi itu hanya cocok untuk jurusan seperti Kesenian yang bisa membuat karya tulis ilmiah yang lain. Jadi memang tugas akhir skripsi bagi kebanyakan jurusan belum bisa diganti.

Sementara itu, Nabila Fathul, Mahasiswa FKIP Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK) USK menyatakan pada dasarnya kebijakan tak wajib skripsi ini harus dilihat dulu nanti penerapannya seperti apa karena belum ada contohnya. Berbeda dengan skripsi yang bisa ditanyakan kepada senior yang sudah pernah menyelesaikan skripsi.

“Kita lihat dulu, ke depannya dibuat apa. Apa lebih menyusahkan dari dulu atau nggak. Kalau lebih disusahkan ke depannya, lebih baik skripsi saja. Kalau menurut saya begitu,” kata mahasiswi semester V tersebut. [Sammy]

Deklarasi Anies-Cak Imin, PKB Aceh Optimis Berdampak Positif Bagi Aceh

0

Nukilan.id – Ketua DPW PKB Aceh H. Irmawan, S. Sos, MM bersujud syukur atas Deklarasi pasangan Presiden dan Wakil Presiden, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, yang digelar Sabtu (2/9/2023) di Surabaya, Jawa Timur.

Menurut Gus Ir, deklarasi pasangan Anies-Cak Imin merupakan bentuk keinginan bersama untuk melakukan Perubahan Indonesia yang lebih baik, selain memang pasangan ini sebagai perwujudan keinginan rakyat Aceh memilih presiden yang berpihak pada pembangunan dan kekhususan Aceh.

“Saya pikir Deklarasi ini akan membawa angin segar untuk Aceh secara keseluruhan,” kata Irmawan yang dihubungi pasca deklarasi pasangan Anies-Cak Imin di Surabaya.

Irmawan kembali menyebut optimisme dengan pasaagan Anues-Cak Imin yang dapat berdampak pada kemajuan pendidikan di Aceh, karena Anies cukup memahami pendidikan, sedangkan Muhaimin Iskandar adalah sosok yang dekat dengan pesantren dan dayah.

“Muhaimin cukup memberi perhatian pada dunia dayah di Aceh,” lanjut Irmawan.

Irmawan yang juga anggota komisi V DPR RI menjelaskan pada rapat pimpinan wilayah bersama DPC Se Aceh, PKB Aceh ikut mengusulkan pasangan Anies-Cak Imin kepada DPP PKB

“Untuk itu kepada Rakyat Aceh mohon Do’a restu dari seluruh rakyat Aceh,” ucap Irmawan kembali.

Deklarasi tersebut dihadiri Ketua Umum DPP Nasdem Surya Paloh, Anies Baswedan dan Muhaimin. Presiden PKS Ahmad Syaikhu menyampaikan dukungan melalui konferensi Pers di Jakarta. []

Disdik Aceh Juara Satu Karnaval Mobil Hias Pawai Budaya HUT-RI ke-78

0
Mobil hias Disdik Aceh.

Nukilan.id – Dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke-78, Dinas Pendidikan Aceh berhasil meraih prestasi gemilang dengan meraih juara satu dalam Karnaval Mobil Hias pada Pawai Budaya yang diadakan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh.

Kegiatan meriah ini digelar pada Sabtu, 19 Agustus 2023, di Kota Banda Aceh, dengan diikuti oleh berbagai Instansi Pemerintah, TNI, Polri, BUMN/BUMD, lembaga swasta, dan organisasi masyarakat.

Pengumuman pemenang dilakukan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh pada Kamis, 31 Agustus 2023. Mobil hias dari Dinas Pendidikan Aceh keluar sebagai juara pertama dengan nilai tertinggi, mencapai 7.094 poin.

Sementara itu, mobil Kodim 0101 Teuku Umar meraih juara kedua, dan mobil hias Sekretariat Daerah Aceh meraih juara ketiga.

Plh. Kadisdik Aceh, Dr. Asbaruddin, M.Eng, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh panitia dan ofisial yang terlibat dalam pagelaran mobil hias tersebut.

Dia mengungkapkan terima kasih kepada tim Dinas Pendidikan Aceh yang telah bekerja dengan optimal untuk mencapai kemenangan ini.

“Kami ucapkan terimakasih atas kerja tim yang berhasil mengantarkan mobil hias Dinas Pendidikan Aceh sebagai juara,” katanya.

Asbaruddin menuturkan bahwa prestasi ini adalah hasil dari kolaborasi tim yang kuat dan kerja keras bersama. Dia mengingatkan pentingnya kerjasama dalam mencapai kesuksesan, yang tidak hanya menguntungkan Dinas Pendidikan Aceh tetapi juga menginspirasi semua yang terlibat dan yang menyaksikan acara tersebut.

Lebih lanjut, Asbaruddin menyoroti arti pentingnya momen ini dalam mengenang para pejuang kemerdekaan Indonesia. Dia menekankan pengorbanan dan perjuangan yang telah dilakukan oleh para pejuang kemerdekaan dalam merebut kemerdekaan bangsa Indonesia dari tangan penjajah, serta mengakui bahwa kemerdekaan Indonesia adalah karunia dari Allah kepada rakyat Indonesia.

“Prestasi ini tentu menjadi penyemangat untuk terus menghargai warisan budaya kita,” katanya.[]

Polisi Amankan Dua Unit Ekskavator di Dua Lokasi Tambang Ilegal di Aceh Timur

0

Nukilan.id – Tim Unit III Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Aceh yang dipimpin AKP Darmawanto mengamankan dua unit alat berat jenis ekskavator di dua lokasi tambang ilegal jenis tanah urug di Kabupaten Aceh Timur.

“Benar, kita telah mengamankan dua unit ekskavator di dua lokasi tambang ilegal berbeda di Aceh Timur. Satu unit di Desa Pante Labu Kecamatan Pante Bidari, dan satunya lagi di Desa Paya Pasie Kecamatan Julok,” ungkap Dirreskrimsus Polda Aceh Kombes Winardy, melalui Kasubdit Tipidter AKBP Muliadi, Sabtu, 2 September 2023.

Muliadi menyampaikan, penindakan yang dilakukan pihaknya tersebut berdasarkan laporan dari masyarakat tentang maraknya aktivitas tambang ilegal jenis tanah urug yang sudah sangat meresahkan.

Setelah diselidiki, kata Muliadi, ternyata benar bahwa lokasi tambang tersebut tidak memiliki IUP-OP dari pejabat berwenang, serta mendapati alat berat yang sedang bekerja, sehingga dihentikan dan diamankan.

Muliadi menambahkan, selain menghentikan kegiatan penambangan dan mengamankan alat berat, pihaknya juga memeriksa saksi, yaitu operator alat berat, pencatat, dan pekerja. Masing-masing dua orang per lokasi.

Di akhir keterangannya, Muliadi mengimbau masyarakat agar mendukung serta membantu aparat kepolisian untuk melakukan penertiban dan penegakan hukum terhadap aktivitas tambang ilegal.

“Bantu kami untuk menyelamatkan lingkungan dengan menertibkan tambang ilegal. Karena, penambangan tanpa izin bisa berdampak buruk terhadap lingkungan dan merugikan daerah,” pinta Muliadi. []

Kejuaraan Menembak Ibu Asuh Polwan Polda Aceh Cup 2023 Digelar

0

Nukilan.id – Polda Aceh menggelar kejuaraan menembak Ibu Asuh Polwan Polda Aceh Cup tahun 2023 di lapangan tembak Polda Aceh, Jeulingke, Kota Banda Aceh, Jumat, 1 September 2023.

Lomba yang khusus diikuti personel polwan itu ikut dihadiri Irwasda Polda Aceh Kombes Muhamad Setyobudi Dwiputro, sejumlah pejabat utama, dan perwakilan bhayangkari.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Joko Krisdiyanto menyampaikan, kejuaran menembak tersebut digelar khusus untuk personel polisi wanita atau polwan.

“Kejuaran menembak Ibu Asuh Polwan Cup ini digelar untuk para polwan, dalam rangka hari ulang tahun (HUT) ke-75 Polwan,” kata Joko, dalam rilisnya, Jumat, 1 September 2023.

“Selamat bertanding, taklukkan nyalimu, dan jadilah juara!” ucap Joko. []

Gus Muhaimin Iskandar Jadi Cawapres Anies, Irmawan: Mohon Do’a Rakyat Aceh

0
Ketua Dewan Pengurus Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (DPW PKB) Aceh H. Irmawan, S. Sos, MM.

Nukilan.id – Ketua Dewan Pengurus Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (DPW PKB) Aceh H. Irmawan, S. Sos, MM optimis masuknya Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar sebagai Bakal Calon Wakil Presiden Anies Baswedan akan memberi pencerahan bagi Aceh, terutama pencerahan bagi pendidikan pesantren maupun dayah yang notabene lokalitas yang dimiliki Aceh.

“Pak Muhaimin punya kedekatan khusus dengan pesantren dan dayah dan ia juga lahir dari rahim pesantren,” kata Irmawan kepada media ini, Jum’at (1/9/2023).

Irmawan menyebut, dirinya optimis apabila pendidikan di Aceh akan maju kedepannya karena sosok Anies Baswedan adalah sosok yang cukup memahami pendidikan, sementara Muhaimin Iskandar merupakan sosok yang dikenal dengan panggilan Bapak Santri Indonesia.

“Muhaimin cukup memberi perhatian pada dunia dayah di Aceh,” lanjut Irmawan.

Selain itu, lanjut Gus Ir, panggilan Irmawan, bila Muhaimin dipercaya menjadi Wakil Presiden Aceh termasuk daerah yang menjadi perhatian khusus lantaran selain Aceh punya kekhususan Cak Imin adalah sosok kerap meminta kepada kader nya agar memperhatikan Aceh, baik melalui infrastruktur maupun kebutuhan masyarakat Serambi Mekah hingga ke pembangunan perdesaan.

“Inilah syukur kami kader PKB Aceh dan memohon doa kepada rakyat Aceh agar pasangan Anies Baswedan – Muhaimin benar-benar mendapat Ridho Allah SWT,” kata Irmawan.

Irmawan yang juga anggota komisi V DPR RI menyampaikan itu setelah dirinya ikuti rapat pimpinan wilayah bersama DPC Se Aceh beberapa waktu lalu dimana semua DPC menyepakati untuk mengusulkan pengusungan pasangan Anies-Muhaimin ke DPP PKB.

“Saat rapim bersama seluruh pengurus Cabang se Aceh di Takengon beberapa waktu lalu mayoritas teman-teman di Aceh juga menyarankan untuk Pilpres 2024 mengusung Anies-Gus Muhaimin,” demikian penjelasan Irmawan. []

Polisi Tetapkan Lima Tersangka dalam Kasus Runtuhnya RS Regional Aceh Tengah

0
Kondisi Runtuhnya RS Regional Aceh Tengah. (Foto: Dok. Polda Aceh)

Nukilan.id – Penyidik Subdit Tipidkor Ditreskrimsus Polda Aceh menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam kasus korupsi yang menyebabkan runtuhnya rumah sakit rujukan regional Aceh Tengah. Penetapan tersebut dilakukan setelah melalui gelar perkara pada, Kamis, 31 Agustus 2023.

“Benar, kami telah menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam kasus korupsi pembangunan rumah sakit rujukan regional Aceh Tengah dengan kerugian negara sebesar Rp1.174.551.284,” kata Dirreskrimsus Polda Aceh Kombes Winardy, dalam keterangannya kepada Nukilan, Jumat, 1 September 2023.

Winardy menjelaskan, lima orang yang ditetapkan sebagai tersangka tersebut adalah SM selaku KPA, JM selaku PPTK, KB selaku konsultan pengawas, SB selaku pemilik PT SBK, dan HD selaku peminjam perusahaan.

Penetapan tersangka itu dilakukan setelah melalui serangkaian penyelidikan yang kemudian ditingkatkan ke penyidikan serta memeriksa 27 orang saksi dan 5 orang ahli.

Terkait kasus itu, kata Winardy, penyidik juga telah menyita uang sebesar Rp270 juta dan 20 eksemplar data dan dokumen terpisah yang berisi ratusan surat-surat kelengkapan administrasi pembangunan rumah sakit rujukan regional Aceh Tengah yang anggarannya bersumber dari APBA tahun 2011.

“Dalam kasus ini, penyidik menerapkan Pasal 2 Ayat 1 dan atau Pasal 3 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999, sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit Rp200 juta dan paling banyak Rp1 miliar Jo Pasal 55 Ayat (1) ke 1 KUHP,” demikian, kata Winardy. [Rjf]

Kecelakaan Lalu Lintas di Aceh Meningkat, Korban Meninggal Dunia Naik 14 Persen 

0
Dirlantas Polda Aceh Kombes M Iqbal Alqudusy. (Foto: Ist)

Nukilan.id – Berdasarkan data dari Integrated Road Safety Management System (IRSMS) pada 31 Agustus 2023, ditemukan adanya peningkatan kasus kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di Provinsi Aceh dibandingkan Juli 2023.

Sejak 1—31 Agustus 2023 tercatat, angka laka lantas tertinggi terjadi di wilayah hukum Polresta Banda Aceh, yaitu 86 kasus. Kemudian disusul Polres Aceh Timur sebanyak 42 kasus dan Polres Aceh Besar 23 kasus.

Kenaikan angka laka lantas di Aceh selama Agustus 2023, totalnya seluruhnya capai 323 kasus. Jumlah itu meningkat 8 persen atau 25 kasus dibandingkan Juli 2023 sebanyak 298 kasus.

Kasus laka lantas yang menyebabkan meninggal dunia meningkat 6 kasus dengan korban sebanyak 64 jiwa. Jumlah itu mengalami kenaikan sebesar 14 persen dari Juli 2023 dengan korban 58 jiwa. Sementara korban luka berat turun 7 kasus atau -25 persen pada Agustus 2023, yaitu jadi 20 kasus, dibandingkan Juli 2023 sebanyak 27 kasus.

Adapun korban luka ringan naik 24 kasus atau 5 persen jadi 475 kasus dibandingkan Juli 2023 sebanyak 451 kasus. Total kerugian material capai Rp909.451.000. Jumlah itu juga mengalami peningkatan sebesar Rp50.401.000 atau 6 persen dari Juli 2023 sebesar Rp856.050.000.

Dirlantas Polda Aceh Kombes M Iqbal Alqudusy membenarkan data kenaikan angka laka lantas tersebut. Ia mengatakan, sejauh ini Ditlantas Polda Aceh bersama Satlantas jajaran terus berupaya menekan angka kecelakaan lalu lintas di Aceh baik secara preemtif, preventif, dan represif.

“Sasaran pelaksanaan kegiatan sudah mengacu kepada anatomi kecelakaan lalu lintas yang terjadi selama ini, baik dari segi waktu, lokasi, maupun usia pengendara yang terlibat laka lantas. Namun, minimnya kesadaran lalu lintas dari pengendara menjadi faktor utama terjadinya kecelakaan lalu lintas,” ungkap Iqbal, dalam keterangannya kepada Nukilan, Jumat, 1 September 2023.

Di samping itu, Iqbal menambahkan, ada beberapa area yang menjadi black spot di Kota Banda yang sering terjadi laka lantas, yaitu di sepanjang jalur jalan Malahayati dan jalan Soekarno Hatta.

“Kedua lokasi itu sering terjadi laka lantas dan tatalitas meninggal dunia di wilayah Kota Banda Aceh. Penetrasi perhatian kegiatan Polantas ada di dua jalur itu, di samping semua jalur akan menjadi kawasan tertib lalu lintas,” ujarnya.

Iqbal juga berpesan kepada seluruh pengguna jalan agar selalu mengecek kendaraannya sebelum berangkat, gunakan helm saat mengendarai kendaraan roda 2, dan menerapkan etika saling menghargai antar sesama pengguna jalan.

“Selalu periksa kendaraan sebelum berangkat, gunakan helm dan kelengkapan lainnya, dan yang sangat penting adalah etika serta saling menghargai dengan sesama pengguna jalan,” demikian, pesan Iqbal. [Rjf]

Dosen Antropologi Unimal Sebut Kebijakan Tak Wajib Skripsi Sesuai untuk Kampus Vokasional

0
Ilustrasi Skripsi. (Foto: Kompas)

Nukilan.id – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim menegaskan ketentuan tak wajib skripsi sebagai tugas akhir bagi mahasiswa S1 dan D4 diserahkan kepada keputusan setiap perguruan tinggi. Hal itu disampaikannya saat rapat bersama Komisi X DPR RI di Jakarta, Rabu (30/8/2023).

Menanggapi hal tersebut, Dosen Antropologi Universitas Malikussaleh (Unimal) Lhokseumawe Teuku Kemal Fasya mengatakan ketentuan tak wajib skripsi tersebut lebih sesuai untuk kampus vokasional. Sementara untuk kampus akademik seperti Unimal akan kurang tepat diterapkan ketentuan tak wajib skripsi seperti itu.

“Unimal kan bukan kampus vokasional yang sebenarnya pilihan yang diberikan oleh Menteri Nadiem itu boleh tidak dilakukan. Kalau kita lihat itu hanya cocok untuk kampus vokasional seperti Politeknik atau di kampus yang berbasis applied science atau ilmu terapan seperti di ITB,” ujar Teuku Kemal Fasya kepada Nukilan, Jumat (1/9/2023).

Dia menambahkan, kebijakan tak wajib skripsi ini sebenarnya sudah lama diterapkan di Institut Seni Indonesia (ISI) dan Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI). Mahasiswa di sana diberikan opsi untuk memilih antara menulis skripsi atau menciptakan karya berdasarkan penciptaan.

“Pengkajian itu yang nantinya akan menjadi seperti skripsi, tapi ada juga yang namanya penciptaan, yaitu karya yang dihasilkan mahasiswa, semacam tulisan untuk menjelaskan tentang karya mereka, tapi tidak secara metodologis mirip dengan skripsi. Jadi pilihannya itu,” kata antropolog Unimal itu. [Sammy]